Tag: fachrudin

  • 5 Tempat Beli Baju Lebaran di Jakarta 2025, Banyak Model dan Harganya Murah


    Daftar Isi






    Jakarta

    Menjelang Lebaran, biasanya masyarakat akan berbondong-bondong pergi membeli baju baju. Setiap tahuannya, ada tren baju Lebaran dengan berbagai model, warna, hingga bahannya.

    Mall, butik, hingga pasar tradisional juga menjadi pilihan tempat untuk membeli koleksi busana Lebaran secara langsung. Jakarta sendiri punya beberapa pilihan tempat untuk membeli baju Lebaran dengan beragam model dan harga. Di mana saja?

    Rekomendasi Tempat Beli Baju Lebaran di Jakarta

    Berikut adalah rekomendasi beberapa lokasi terkenal yang sering dijadikan pilihan tempat beli baju lebaran di Jakarta:


    1. Thamrin City

    Zain Fashion Lantai Dasar Blok A2A No.1 menjual semi kebaya.Toko Fashion Lantai Dasar Blok A2A No.1 menjual semi kebaya. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Thamrin City terkenal menjadi salah satu tempat yang dituju untuk membeli baju Lebaran di Jakarta. Di sini, kamu bisa menemukan koleksi busana Lebaran dengan harga yang terjangkau. Mulai dari baju koko, gamis, aneka busana muslim modern, hingga aksesoris bisa kamu beli di sini.

    Alamat: Jl. Thamrin Boulevard, Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

    2. Pasar Tanah Abang

    Suasana aktifitas jual beli di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2024). Tarif Pajak Pertambahan Nilai akan naik menjadi 12 mulai 1 Januari 2025. Hal itu berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.Toko-toko baju di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Grandyos Zafna

    Pasar Tanah Abang mungkin sudah tak asing lagi jadi tempat favorit banyak berburu pakaian. Terutama jika belinya dalam jumlah banyak, biasanya harganya akan lebih murah.

    Di sini, ada berbagai macam model dan warna pakaian muslim, hijab, hingga aksesoris Lebaran yang sangat lengkap. Biasanya mendekati Lebaran pasar Tanah Abang akan semakin ramai.

    Tidak hanya di Jakarta, Pasar Tanah Abang merupakan pusat belanja pakaian terbesar di Asia Tenggara. Di pasar ini terdiri dari beberapa blok, mulai dari Blok A, Blok B, Blok F lama, hingga Blok Metroitu.

    Alamat: Jl. K.H. Fachrudin, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    3. ITC Mangga Dua

    Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kunjungi ITC Mangga DuaSaat Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kunjungi ITC Mangga Dua. Foto: Anisa Indraini/detikcom

    Selain menjual aneka tekstil atau produk fashion, pusat perbelanjaan ini juga dikenal menjual berbagai macam barang, mulai dari suvenir, dan berbagai macam aksesoris.

    ITC Mangga Dua kerap dijadikan tempat beli baju Lebaran di Jakarta, karena harga yang dipatok biasanya lebih murah daripada toko pada umumnya.

    Dilansir laman ITC Shopping Festival, di ITC Mangga Dua kamu akan menemukan berbagai jenis produk dari dalam dan mancanegara. Mulai dari produk dari China, Korea, Hongkong dan Thailand.

    Alamat: Jl. Mangga Dua Raya, RT.11/RW.5, Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

    4. Pusat Grosir Cililitan (PGC)

    Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak warga berburu baju lebaran. PGC menjadi tempat alternatif tempat berbelanja baju jelang lebaran.Ilustrasi menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak warga berburu baju lebaran. PGC menjadi tempat alternatif tempat berbelanja baju jelang lebaran. Foto: Chelsea Olivia Daffa

    Buat kamu yang suka cari baju dengan harga grosir yang terjangkau, PGC bisa jadi pilihannya. Meski harganya bersaing, di sini kamu akan dengan mudah menemukan berbagai gamis, tunik, baju koko, hingga hijab, dengan desain yang trendi.

    Alamat: Jl. Mayjen Sutoyo Nomor 76 Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.

    5. Pasar Senen

    Sejumlah warga berbelanja pakaian bekas impor di Blok 3 Pasar Senen, Jakarta, Senin (10/5/2021). Sejumlah pedagang setempat mengaku penjualan pakaian bekas impor seharga Rp20.000-Rp100.000 per buah tersebut mengalami kenaikan permintaan 50-100 persen selama sepekan terakhir menjelang Lebaran. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.Ilustrasi thrifting di Pasar Senen menjelang Lebaran. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA

    Buat kamu yang suka thrifting, kamu bisa mengunjungi Pasar Senen. Di sini, kamu bakal banyak menemukan pakaian bekas yang masih layak pakai.

    Meskipun harganya lebih murah dibandingkan dengan baju baru, di sini kamu juga bisa berkesempatan mendapatkan baju dengan brand terkenal yang hargaya mahal.

    Alamat: Jalan Pasar Senen Raya, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

    (khq/fds)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Dari Jauh Seperti Vihara, tapi Ternyata Kuliner Legendaris Rumah Merah



    Jakarta

    Sebuah bangunan di Tanah Abang menyita perhatian. Dari jauh sekilas seperti vihara, tapi ternyata itu adalah wisata kuliner legendaris si Rumah Merah.

    Terletak tepat di samping kompleks Pasar Tanah Abang Blok A, traveler akan menemukan sebuah bangunan bergaya Tionghoa yang menyerupai vihara, padahal bukan.

    Dikenal dengan sebutan Rumah Merah, bangunan ini ternyata adalah sebuah kafe dan restoran bernama Kapitan Lim. Bangunan kafe itu memang terlihat dari luar memiliki kombinasi warna merah dan putih yang mencolok.


    Dengan pagar pintu berwarna merah yang menyerupai ciri khas vihara, kafe ini lengkap dengan hiasan lampion-lampion yang menggantung di sekelilingnya, menciptakan suasana yang memikat dan kental dengan nuansa Tionghoa.

    Penamaan kafe ‘Kapitan Lim’ diambil dari nama Kapitan Tionghoa di Batavia, seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah Batavia yang tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai seorang pengusaha gula sukses di wilayah Batavia pada masanya. Berdasarkan arsip sejarah ada dua kapitan bermarga Lim, yaitu Lim Lak Tjo dan Lim Kin Kwa.

    “Kalau yang saya tahu, dari kapitan Lim, Kapitan Lim ini bukan owner, tapi nama sejarah orang Tionghoa,” kata Ria penanggung jawab resto tersebut kepada detikTravel.

    Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Kapitan Lim kafe dan resto menawarkan pengalaman yang berbeda dengan interior dan bangunan yang unik. Suasananya membawa pengunjung seakan tertransportasi ke zaman dahulu.

    Saat berada di dalam kafe, traveler akan merasakan suasana yang dihadirkan selaras dengan ciri khas Tionghoa, dari bangunan maupun ornamen penghiasnya.

    Tidak seperti kafe-kafe di Jakarta yang mengusung konsep gaya minimalis, di Kapitan Lim tetap dijaga tradisi dan keaslian konsep arsitektur Tionghoa yang kental, sehingga menciptakan kombinasi yang harmonis antara modernitas dan warisan budaya yang kaya.

    “Karena keunikannya terus konsepnya lebih mengarah ke zaman dahulu jadi membuat orang tuh berada di tahun sekarang” ujar Ria.

    Rata-rata pengunjung kafe dan resto Kapitan Lim ini terdiri dari berbagai kalangan. Banyak dari mereka adalah orang-orang yang datang setelah berbelanja di Tanah Abang, serta pengunjung yang mengadakan meeting atau event-event keluarga.

    “Kebanyakan sih kita event-event keluarga, meeting, dan orang-orang setelah habis berbelanja,” Ria menjelaskan.

    Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Bangunan Kapitan Lim terbilang sangat luas dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dapat menampung hingga 70 pengunjung dengan suasana yang hangat dan nyaman, dihiasi oleh lampu-lampu dari rotan memberikan pencahayaan lembut. Sementara bangku-bangku kayu menambahkan kesan vintage yang menawan, diimbangi dengan piring dan guci keramik yang dipajang indah dan poster pop art yang menghiasi dinding.

    Sedangkan lantai kedua tidak kalah memanjakan mata pengunjung dengan kapasitas yang mampu menampung lebih dari seratus orang, terdapat smoking area, memberikan pengalaman yang lebih luas dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin bersantai dan menikmati hidangan di kafe ini.

    Menu yang ditawarkan di Kapitan Lim cukup beragam, mencakup berbagi hidangan Chinese food hingga masakan peranakan. Salah satunya Lontong Tjap Gomeh hingga Kapitan Chicken Rice.

    Kapitan Chicken Rice disajikan dengan kuah kaldu gurih dalam wadah yang terpisah. Isianya terdiri dari nasi hainan yang kaya rempah, dipadukan dengan ayam yang empuk dan gurih, serta disertai dengan pakcoy rebus dan selada, menciptakan perpaduan rasa yang sempurna dan memanjakan lidah setiap pengunjung yang mencobanya.

    Salah satu menu lain yang jadi favorit di Kapitan Lim adalah racikan kopi Kapitan seharga Rp 22.000. Traveler dapat memesan varian kopi itu dalam bentuk dingin atau hangat. Uniknya, kopi Kapitan disajikan dalam cangkir berwarna putih yang bergambar ayam jago, memberikan sentuhan estetika yang menarik.

    Sementara aroma kopinya yang sangat harum dan rasanya yang seimbang menciptakan perpaduan yang pas, menjadikan pengalaman ngopi Anda di sini tak terlupakan.

    Soal kehalalan jangan khawatir, di sini traveler dapat menikmati berbagai hidangan yang dijamin halal, sehingga kalian bisa makan dengan tenang dan aman tanpa perlu meragukan kehalalan makanan yang disajikan.

    Kafe dan Resto Kapitan Lim beralamat di Jl H. Fachrudin No 82A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapitan Lim buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga jam 16.00 WIB.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker