Tag: faktor

  • Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal agar Terlihat Estetik


    Jakarta

    Hampir setiap rumah memiliki pagar yang berfungsi sebagai pembatas antara area hunian dengan jalan raya. Pagar juga berfungsi untuk memberikan rasa aman bagi penghuninya dari lingkungan luar.

    Oleh sebab itu, beberapa hunian seperti rumah mewah dan besar sengaja membangun pagar yang tinggi. Cara ini dilakukan untuk memberikan keamanan ekstra dari orang yang berniat jahat, binatang liar, hingga suara bising dari luar.

    Namun bagi sebagian orang, membangun pagar rumah yang tinggi memberikan kesan seperti ‘penjara’, kaku, dan terlihat tidak estetik. Lantas, berapa tinggi pagar rumah yang ideal? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal

    Fungsi utama pagar adalah untuk memberikan keamanan bagi para penghuni rumah. Namun, haruskah pagar dibangun setinggi mungkin?

    Mengutip laman Bisesa Contractor, rata-rata tinggi pagar rumah yang ideal adalah 1,8 meter. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup untuk memberikan perlindungan dari bahaya tindak kejahatan, suara bising, hingga binatang liar.

    Namun, ada beberapa rumah yang memasang pagar hingga setinggi 2,5 meter. Biasanya, rumah tersebut merupakan hunian mewah yang dihuni pejabat, artis ternama, hingga orang penting yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan.

    Pada intinya, kamu bisa menyesuaikan tinggi pagar rumah dengan luas bangunan. Apabila rumah kamu mengusung konsep minimalis sederhana, pagar setinggi 1,8 meter dirasa sudah cukup. Namun jika memiliki rumah mewah dan luas, pagar setinggi 2,5 meter dapat memberikan perlindungan ekstra.

    Tips Memilih Pagar yang Cocok dengan Rumah Kamu

    Saat ini, ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Jika kamu bingung ingin pilih yang mana, detikers bisa menentukan yang paling cocok dengan kondisi dan kebutuhan rumahmu.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut tips memilih pagar yang cocok dengan rumah kamu:

    1. Privasi

    Tips yang pertama terkait dengan privasi. Jika ingin menjaga privasi secara maksimal, maka disarankan untuk meninggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

    2. Keamanan

    Kamu juga harus memperhatikan soal keamanan sebelum memilih jenis atau bentuk pagar. Jika ingin mencegah maling, pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    3. Lokasi Pemasangan

    Lokasi pemasangan pagar juga harus diperhatikan, lho. Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Lalu, pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu dan cek apakah ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

    4. Faktor Lingkungan

    Jika detikers tinggal di daerah yang berangin, sebaiknya pertimbangkan pagar apa yang kuat menahan kondisi saat berangin. Panel semi-solid diklaim paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    5. Kualitas Material

    Tips yang terakhir adalah memperhatikan kualitas material. Sebaiknya, selalu mencari pagar yang menggunakan bahan material kokoh sehingga bisa bertahan lama.

    Demikian pembahasan mengenai tinggi pagar rumah yang ideal. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Pendidikan Makin Tinggi, Orang Tua Perlu Siapkan Hal Ini


    Jakarta

    Biaya pendidikan menjadi biaya terbesar kedua setelah biaya kesehatan yang memiliki kenaikan cukup tinggi setiap tahunnya. Untuk itu, orang tua perlu menyiapkan biaya pendidikan sedini mungkin, salah satunya dengan cara berinvestasi.

    Direktur PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) Danica Adhitama mengatakan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), uang pangkal sekolah swasta rata-rata naik sebesar 10-15% setiap tahun, sementara inflasi pendidikan nasional mencapai 2,83%. Alhasil, dana pendidikan jadi salah satu tujuan keuangan yang krusial dan perlu direncanakan sedini mungkin.

    Danica menyebut pada realitasnya, memang biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, sehingga para orang tua membutuhkan strategi khusus dalam mempersiapkan dana pendidikan. Salah satu pilihan paling rasional adalah mempersiapkan skema investasi yang tepat sejak dini.


    “Berbagai pilihan investasi yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh orang tua dalam mempersiapkan dana Pendidikan. Orang tua perlu cermat dalam memilih Instrumen keuangan dengan risiko yang terukur dan imbal hasil yang stabil. Salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah investasi pada reksa dana, yang menawarkan fleksibilitas jangka waktu investasi sesuai kebutuhan, serta manajemen risiko yang terkelola dengan baik oleh Manajer Investasi” kata Danica dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (19/7/2024).

    Dia menjelaskan investasi pendidikan merupakan langkah strategis di mana penting untuk melakukan penyesuaian produk, jumlah dana dan tujuan pendidikan di masa depan. Untuk mengatasi tingkat kenaikan biaya pendidikan, para orang tua perlu secara teratur menyisihkan dana investasinya dalam jangka waktu tertentu, misalnya dengan mengalokasikan sebagian pendapatan setiap bulan.

    Menurutnya, orang tua dapat memastikan memiliki dana yang cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka dengan tenang dan efisien. Reksa dana adalah salah satu alternatif investasi yang ideal untuk mempersiapkan dana pendidikan. Hal ini karena reksa dana menawarkan berbagai jenis dengan karakteristik berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan investor.

    Meski begitu, berinvestasi di reksa dana juga tak bisa lepas dari faktor risiko. Banyak hal yang perlu diperhitungkan untuk meminimalisir risiko di setiap instrumen investasi.

    “Maka dari itu, peran manajer investasi menjadi penting. Berbekal pengalaman dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang investasi, manajer investasi dapat membantu investor mengelola portofolionya. Dan tak lupa, terpenting adalah diversifikasi investasi juga perlu dilakukan oleh investor untuk meminimalisir potensi penurunan nilai investasinya,” terangnya.

    Berikut pilihan reksa dana yang dapat dipertimbangkan dalam mempersiapkan dana pendidikan, di antaranya:

    1. Reksa Dana Pasar Uang

    Reksa dana pasar uang cocok untuk investor yang menginginkan investasi dengan risiko rendah. Meskipun memiliki rata-rata imbal hasil historis relatif lebih rendah dibanding jenis reksa dana yang lain, yaitu dengan potensi return sebesar 5- 6%. Namun, tingkat risiko dan jangka waktu yang relatif lebih pendek. Reksa dana ini cocok untuk mempertahankan nilai investasi dari gerusan inflasi.

    2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

    Reksa dana jenis ini menawarkan expected return relative sedikit lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap memiliki return di kisaran 7-10%. Tingkat return ini terbilang cukup aman karena lebih tinggi dari tingkat inflasi pada umumnya.

    Pada reksa dana pendapatan tetap, investor akan mendapatkan keuntungan dari investasi yang ditempatkan dalam bentuk surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporat. Meski lebih aman dan relatif lebih stabil, investor disarankan untuk menempatkan dananya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun untuk meminimalisir risiko fluktuasi pasar.

    3. Reksa Dana Campuran

    Reksa dana ini dianggap cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat dan memiliki tujuan jangka menengah panjang (3-5 tahun atau lebih). Reksa dana campuran adalah investasi yang menempatkan dana kelolaannya di berbagai macam efek, antara lain ekuitas (saham), surat utang (obligasi), dan pasar uang (deposito).

    Penempatan dana di efek yang bervariasi ini membuat investor lebih fleksibel, terdiversifikasi optimal, dan risikonya lebih rendah dibandingkan reksa dana saham. Reksa dana ini cocok dilakukan dengan jangka waktu panjang karena menawarkan estimasi tingkat pengembalian hingga 10% setiap tahunnya.

    4. Reksa Dana Saham

    Jenis reksa dana ini cocok untuk profil investor yang agresif karena menawarkan potensi tingkat pengembalian keuntungan yang lebih tinggi dibanding reksa dana jenis lainnya. Namun sesuai dengan pepatah, high risk high return, reksa dana ini memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi pula dibanding reksa dana jenis lain.

    Hal ini lebih dikarenakan dana investasi akan dialokasikan pada pasar saham yang terkenal lebih fluktuatif dan sensitif terhadap sentimen. Untuk memaksimalkan tingkat keuntungan, banyak pihak menyarankan untuk melakukan investasi di reksadana ini dalam jangka waktu panjang.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com