Tag: family

  • ReLove Family Festival 2025 Hadirkan Serunya Liburan Keluarga Penuh Warna



    Depok

    Liburan kini tak hanya tentang bersenang-senang, tapi juga soal menciptakan momen berharga bersama keluarga. Di tengah kesibukan dan rutinitas harian, Trans Studio Cibubur bersama Inspire Moms Community menghadirkan ReLove Family Festival 2025, sebuah perayaan keluarga yang memadukan edukasi, hiburan, dan kebersamaan dalam satu event.

    Digelar pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 di Trans Studio Theme Park Cibubur, festival ini mengusung tema ReLove, Recharge, dan Reconnect. Melalui konsep tersebut, pengunjung diajak menemukan kembali arti kebahagiaan dan kedekatan keluarga lewat berbagai kegiatan yang menghibur sekaligus bermakna.


    Selama tiga hari, area Trans Studio Cibubur dipenuhi berbagai aktivitas tematik dan atraksi interaktif. Mulai dari Zumba Party with Halloween Costume, Kids Music Orchestra, hingga Wayang Robot Show yang menghibur dan sarat nilai edukatif. Selain itu, hadir pula Jurassic Experience, Dinosaurus Parade, Stunt Action Show, dan Family Dancing Parade yang menambah suasana meriah festival.

    Bagi para ibu, preloved auction hasil kolaborasi dengan moms influencer menjadi daya tarik tersendiri. Sementara itu, pengunjung juga dapat menjelajahi area pameran yang diisi berbagai booth brand keluarga, menghadirkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan dalam nuansa festival.

    Tak hanya menyajikan berbagai kegiatan, Trans Studio Cibubur juga menghadirkan wahana unggulan yang bisa dinikmati bersama keluarga, seperti Snow Playground, Magic Ball, dan Magic Bike. Pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai pertunjukan spektakuler seperti Jurassic Live Show, Alivia and The Dark Evil, hingga SWAT vs Clown Craze yang menjadi ciri khas taman hiburan ini.

    Untuk kenyamanan pengunjung, Trans Studio Cibubur menyediakan beberapa kategori tiket yang dapat disesuaikan dengan rencana liburan. Pilihan tiket tersebut memungkinkan pengunjung menikmati area festival, pertunjukan, maupun akses penuh ke seluruh wahana di dalam taman bermain. Fasilitas peningkatan tiket juga tersedia langsung di area acara bagi mereka yang ingin memperluas pengalaman berkunjung.

    Dengan fasilitas indoor berkelas internasional, wahana seru untuk segala usia, serta area kuliner yang nyaman, ReLove Family Festival 2025 menjadi salah satu destinasi pilihan untuk menikmati liburan keluarga di akhir pekan panjang.

    Informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket tersedia melalui situs resmi www.transentertainment.com atau di platform mitra resmi Trans Studio.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Muncul Varian Baru Virus Flu di China, Berpotensi Jadi Pandemi? Ini Kata Epidemiolog


    Jakarta

    Baru-baru ini peneliti yang dipimpin oleh Hongbo Bao di China mendeteksi varian baru virus flu yang dikenal sebagai Influenza D virus (IDV) jenis virus yang umumnya ditemukan pada sapi. Tim dari Changchun Veterinary Research Institute mengidentifikasi strain baru bernama D/HY11, yang ditemukan pada sapi di wilayah timur laut China pada tahun 2023.

    Hasil studi menunjukkan strain D/HY11 mampu bereplikasi di sel saluran pernapasan manusia serta jaringan hewan. Temuan ini memunculkan kekhawatiran bahwa virus tersebut berpotensi menyebar antar manusia.

    “Strain IDV yang beredar saat ini sudah menimbulkan potensi ancaman panzootik [padanan hewan dari pandemi manusia],” tulis peneliti.


    Terkait hal tersebut, epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menjelaskan Influenza D Virus atau IDV biasanya beredar pada sapi dan beberapa hewan ternak. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada 2011, artinya sudah lebih dari 10 tahun yang lalu sehingga bukan dianggap virus baru.

    “Dan yang baru adalah isolasi strain tertentunya yaitu D/HY11 dan bukti eksperimen yang menunjukkan kemampuan replikasi di sel manusia dan ini yang menjadi kebaruannya,” ucap Dicky saat dihubungi detikcom, Senin (20/10/2025).

    Berpotensi Picu Pandemi?

    Sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan IDV atau influenza D menyebabkan penyakit berat dalam populasi manusia secara luas. Bukti yang ada lebih kuat mengenai reservoir hewan seperti sapi dan paparan pada kelompok kontak hewan.

    Meskipun demikian, Dicky menilai potensi terjadinya wabah atau bahkan pandemi tetap ada secara ilmiah. Hal ini dikarenakan setiap virus yang mengalami perubahan genetik hingga mampu menular secara efisien antar manusia, memiliki peluang untuk memicu terjadinya wabah berskala besar.

    “Tetapi kemungkinan aktualnya kejadiannya bergantung pada bagaimana dia adaptasi genetik untuk replikasi dan transmisibilitas pada manusia. Ini yang masih jadi pertanyaan. Kemudian juga virulensi klinis pada manusia, juga kondisi ekologi, ekonomi yang mendorong spillover, kontak manusia hewan,” ucapnya lagi.

    “Jadi saat ini bukti adaptasi manusianya terbatas, jadi risiko nyatanya belum dapat dikatakan tinggi, tapi kewaspadaan One Health wajib ditingkatkan,” sambungnya.

    Apa Itu Influenza D Virus?

    Dicky menjelaskan virus ini termasuk dalam genus Delta Influenza Virus dan merupakan bagian dari family Orthomyxoviridae, keluarga virus yang juga dikenal serius karena mencakup berbagai virus penyebab penyakit menular pada manusia.

    Menurutnya, keluarga virus ini memiliki kesamaan karakter dengan keluarga coronavirus, yakni sama-sama berpotensi menimbulkan wabah. Pada hewan, IDV diketahui menyebabkan bovine respiratory disease complex, yaitu gangguan pernapasan yang cukup umum di sektor peternakan.

    Sementara pada manusia, hingga kini baru ditemukan jejak genom dan antibodi terhadap virus ini, namun belum ada bukti kuat bahwa IDV menimbulkan penyakit klinis secara luas.

    “WHO sendiri mengakui keberadaan empat jenis influenza, influenza A yang sekarang bersirkulasi dominan dan menyebabkan kasus-kasus, kemudian influenza B, influenza C, dan D,” kata Dicky.

    Di antara keempatnya, influenza A merupakan tipe yang paling dominan bersirkulasi dan paling sering menyebabkan kasus pada manusia, diikuti oleh influenza B.

    Dicky menjelaskan, selama ini, fokus pemantauan dan rekomendasi WHO difokuskan pada influenza A dan B karena bukti penyakitnya pada manusia sudah jelas dan telah memicu berbagai epidemi maupun pandemi sebelumnya. Sementara itu, untuk influenza D (IDV), WHO belum mengeluarkan pernyataan darurat global maupun status kewaspadaan khusus.

    “Dan dokumen teknis WHO masih memusatkan komposisi vaksin pada A, B, dan pemantauan global influenza surveillance (GILS) untuk influenza A vaksin dan juga influenza B vaksin,” lanjutnya.

    baca juga

    (suc/suc)



    Sumber : health.detik.com