Tag: FCA

  • Konflik Regulasi Binance di Inggris Selesai! Berakhir Bahagia

    Binance Markets Limited, cabang Binance yang bergerak di Inggris, nampaknya telah menyelesaikan konfliknya dengan Pemerintah Inggris.

    Hal ini disebabkan adanya pernyataan dari Financial Conduct Authority (FCA) atau Lembaga Pengawas Keuangan Inggris yang baru dipublikasi kemarin.

    Konflik Binance dengan Pemerintah Inggris

    Pada Juni 2021, FCA memberikan peringatan kepada Binance Inggris bahwa mereka bergerak secara tidak legal.

    Kasus ini telah membuat beberapa rekan kerja Binance Markets Limited seperti Barclyas, NatWest, dan HSBC melepaskan diri.

    Pada saat itu FCA juga memberikan peringatan kepada Binance Markets Limited bahwa mereka akan memberikan beberapa batasan terhadap operasionalnya.

    Batasan tersebut termasuk, melarang Binance untuk melakukan perihal teregulasi tanpa persetujuan FCA, mewajibkan publikasi Batasan FCA pada situs resmi dan media sosial, dan menghentikan kegiatan periklanan di Inggris.

    Saat itu FCA juga menyatakan bahwa Binance Markets Limited tidak dapat diawasi dan akan sangat sulit untuk bergerak sebagai perusahaan.

    Sebelumnya, Binance menyatakan bahwa konflik dengan pemerintah ini tidak akan berdampak besar pada kinerjanya di Inggris.

    Namun FCA menanggapi pernyataan tersebut dan ternyata memperketat pengawasan terhadap Binance Markets Limited.

    Binance Inggris menanggapi pengawasan tersebut dengan menghentikan mayoritas operasionalnya, dan terlihat seakan telah berhenti bergerak di Inggris.

    Baca Juga: Rayakan HUT RI Ke-76 Bareng Tokocrypto, Total Hadiah Rp 760.000.000 menantimu!

    Tapi ternyata kondisi tersebut bukan akhir dari konflik antara Pemerintah Inggris dan Binance Inggris.

    Resmi Diizinkan Beroperasi Kembali

    Kabar terbaru datang dari FCA yang menyatakan bahwa saat ini Binance Market Limited telah resmi diperbolehkan untuk bergerak kembali.

    Hal ini disebabkan ternyata tanpa sepengetahuan pasar, di tengah konflik Bulan Juni 2021, Binance Markets Limited mengajukan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk bergerak secara legal.

    Oleh karena itu, FCA menyatakan bahwa saat ini perusahaan tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang diberikan oleh Lembaga pengawas keuangan tersebut.

    Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh CEO, Changpeng Zhao (CZ) yang mengabarkan bahwa sejak 25 Agustus 2021, Binance resmi legal di Inggris.

    Pernyataan ini menjadi kabar positif akibat rencana CZ untuk lebih patuh terhadap pemerintah mulai terwujud.

    Dengan lebih amannya Binance bergerak, maka potensinya untuk turun dari posisi bursa terbesar di dunia semakin mengecil.

    Kabar ini juga dianggap sebagai pendorong harga Binance Coin (BNB) akibat CZ yang juga yakin dengan kondisi ini ekosistem Binance akan maju secara perlahan tapi pasti.

    Untuk saat ini nampaknya Binance secara menyeluruh masih akan terus bergerak untuk patuh terhadap regulasi.

    Pernyataan tersebut juga didasarkan oleh pernyataan CZ yang menyatakan bahwa Binance saat ini memiliki komitmen besar untuk melindungi konsumen dan mengikuti regulasi.

    Baca Juga: CZ Lakukan Pertemuan dengan Regulator, Kabar Baik untuk Binance

    Kabar ini dapat menjadi langkah awal Binance untuk menanggapi serangan yang dialaminya dari beberapa negara melalui Lembaga Pengawas Keuangannya masing-masing.

    Untuk menanggapi serangan tersebut, Binance terlihat akan lebih patuh dan merancang rencana agar Binance dapat bergerak secara legal.

    Salah satu langkah yang diambil adalah mempekerjakan Greg Monahan, mantan Kepala Lembaga Pengawas Kriminalitas Keuangan Amerika.

    Selain itu bursa terbesar di dunia ini juga telah mempekerjakan mantan direktur kepatuhan regulasi dari eToro Inggris yaitu Jonathan Farnell.

    Seluruh tujuannya adalah untuk melindungi konsumen dan juga agar Binance terus bergerak secara legal dan aman di seluruh dunia.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Makin Melambung


    Jakarta

    Harga Bitcoin tembus rekor tertinggi baru ke level US$ 125.000 atau Rp 2,07 miliar (kurs Rp 16.531) untuk pertama kalinya pada Senin (6/10). Mata uang kripto terbesar di dunia itu terus mendapatkan keuntungan dari permintaan investor yang meningkat.

    Dilansir dari Reuters, Selasa (7/10/2025), Bitcoin mencapai rekor tertinggi hingga US$ 125.835. Bitcoin telah naik lebih dari 33% tahun ini dan diperkirakan harganya akan terus naik ke depan.

    “Bitcoin level tertinggi. Anda harus membelinya dan saya pikir 12 minggu ke depan akan sangat menyenangkan bagi para pemegang Bitcoin,” kata CEO Professional Capital Management Anthony Pompliano.


    Reli sejak awal tahun ini didorong oleh kebijakan yang lebih bersahabat di bawah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan meningkatnya hubungan Bitcoin dengan sistem keuangan global.

    Kenaikan Bitcoin ini bertepatan dengan melemahnya dolar AS terhadap mata uang utama lainnya. Pasalnya tarif Trump yang tinggi telah menyebabkan ketidakpastian dan mendorong investor melakukan diversifikasi aset.

    “Bitcoin telah melonjak sejak sempat menembus di bawah US$ 110.000 lebih dari seminggu yang lalu. Reli saat ini berarti Bitcoin telah naik sekitar 13% sejak 28 September,” ujar David Morrison, Analis Pasar Senior di penyedia layanan keuangan dan teknologi finansial yang teregulasi FCA, Trade Nation.

    “MACD (Moving Average Convergence Divergence) hariannya telah meningkat tajam. Bitcoin mungkin perlu berkonsolidasi sebelum memiliki kesempatan untuk naik lebih lanjut,” tambahnya.

    Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com