Tag: Fear and Greed Index Crypto

  • Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

    Dalam dunia investasi kripto ada suatu indikator yang selalu dipantau oleh investor dan trader sebelum melakukan akumulasi. Indikator tersebut adalah Fear and Greed Index Crypto.

    Fear and Greed Index Crypto dibuat untuk mengukur keserakahan dan ketakutan investor di pasar kripto. Ini digunakan untuk menganalisis perilaku investor.

    Ketika peristiwa penting terjadi di pasar, baik positif maupun negatif, investor segera menerima berita dan dapat segera mengambil keputusan. Ketika ada arus permintaan untuk membeli atau menjual dalam pasar 24/7 ini, Fear and Greed Index Crypto digunakan untuk menganalisis perilaku investor untuk membantu meningkatkan proses pengambilan keputusan.

    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.

    Baca juga: Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

    Digunakan untuk Rencana Investasi

    Investor yang tidak terikat dan dipengaruhi oleh suasana pasar yang mungkin lebih baik mengikuti rencana investasi mereka. Fear and Greed Index Crypto bisa digunakan untuk membuat strategi yang terrencana.

    Investor bisa melakukan pengecekan Fear and Greed Index Crypto yang berasal dari situs web, alternative.me. Indeks akan memberikan skor 0 hingga 100, mengkategorikan sentimen Bitcoin dari ketakutan hingga keserakahan ekstrem.

    Banyak investor kripto menggunakan indeks untuk membantu mereka menemukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar dari pasar.

    Kategori Skor Fear and Greed Index Crypto

    Skor Fear and Greed Index Crypto ini dibagi menjadi empat kategori berikut:

    • 0-24: Extreme fear (orange)
    • 25-49: Fear (amber/yellow)
    • 50-74: Greed (light green)
    • 75-100: Extreme greed (green)
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.

    Baca juga: Unik! NFT CryptoPunk Akan Dipecah Kepemilikannya Jadi Ribuan, Siapa Mau?

    Bagaimana cara menggunakan Fear and Greed Index Crypto?

    Market kripto kadang-kadang bisa berubah-ubah. Ini sebagian karena investor emosional bereaksi terhadap pasar. Orang bisa merasakan FOMO (Fear Of Missing Out) dan menjadi serakah ketika pasar sedang naik. Mereka juga bisa menjadi takut ketika pasar jatuh dan menjual koin mereka.

    Banyak investor menggunakan indeks sebagai indikator pasar, alat yang memberi mereka informasi tentang market untuk membantu mereka berdagang dengan lebih cerdas. Menganalisis sentimen keseluruhan dan emosi yang mendorong pasar telah membantu banyak pedagang mengungguli pasar.

    Inilah cara pembuat indeks menyarankan agar dapat digunakan untuk membantu investor

    • Extreme fear: Bisa menjadi peluang beli karena investor terlalu khawatir.
    • Extreme Greed: Bisa berarti bahwa investor terlalu serakah dan pasar akan mengalami koreksi.

    Bagaimana Fear and Greed Index Crypto Dihitung?

    Indeks dihitung oleh Alternate.me menggunakan berbagai sumber: Volatilitas, momentum/volume pasar, media sosial, dominasi, dan tren. Survei juga telah digunakan di masa lalu, tetapi saat ini dijeda. Juga, sinyal didasarkan pada Bitcoin, tetapi kripto besar lainnya dapat segera dimasukkan ke dalam indeks.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

    Berikut adalah melihat lebih dekat pada masing-masing dari lima sinyal utama:

    • Volatilitas – Kenaikan volatilitas digunakan sebagai tanda pasar yang menakutkan.
    • Momentum/volume pasar – Momentum pasar saat ini dibandingkan dengan volume saat ini. Ketika volume pembelian melampaui momentum jangka panjang, ini menandakan pasar menjadi terlalu serakah.
    • Media sosial – Menggunakan alat analisis sentimen Twitter, tingkat interaksi yang sangat tinggi digunakan untuk mengidentifikasi perilaku pasar yang serakah.
    • Dominansi – Peningkatan dominasi bitcoin dianggap sebagai tanda pasar yang takut pindah ke aset yang lebih aman, sementara penurunan dominasi bitcoin dilihat sebagai tanda pasar menjadi terlalu serakah dan beralih ke altcoin yang lebih spekulatif.
    • Trends – Data dari Google Trends digunakan untuk melihat berapa banyak orang yang mencari informasi tentang Bitcoin. Peningkatan pencarian tertentu seperti ‘manipulasi harga bitcoin’ dianggap sebagai sinyal yang menakutkan, sementara ‘prediksi harga BTC’ akan dianggap lebih bullish.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?

    Apa itu Crypto Fear and Greed Index? Indeks ini terinspirasi oleh Fear and Greed Index CNNMoney yang digunakan untuk menganalisis pasar saham. Dalam Crypto Fear and Greed Index memberikan skor dari 0 hingga 100 untuk mengukur sentimen pasar kripto.

    Skor antara 0 hingga 49 mengindikasikan ketakutan dan potensi penilaian rendah serta surplus persediaan dalam pasar. Sementara itu, skor antara 50 hingga 100 menandakan keserakahan dan potensi penilaian berlebih, bahkan kemungkinan adanya gelembung (bubble) dalam mata uang kripto.

    Memantau perubahan dalam tingkat ketakutan dan keserakahan dapat menjadi salah satu komponen dalam strategi perdagangan Anda ketika memutuskan kapan masuk atau keluar dari pasar kripto.

    Pendahuluan

    Ketika Anda berhadapan dengan keputusan untuk membeli atau menjual aset kripto di pasar yang berfluktuasi, penting bagi trader atau investor yang bijak untuk mengumpulkan data yang relevan. Ada banyak grafik yang harus dianalisis, aspek fundamental yang perlu dipelajari, dan sentimen pasar yang perlu dipertimbangkan. Namun, memeriksa semua metrik dan indeks yang ada bisa menjadi tugas yang tidak efisien.

    Dengan hadirnya Crypto Fear and Greed Index (Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto), Anda dapat menggabungkan sentimen dan metrik fundamental untuk memperoleh gambaran umum tentang sentimen pasar terhadap mata uang kripto. Meskipun tidak disarankan untuk bergantung sepenuhnya pada indikator ini, indeks tersebut dapat membantu Anda memahami perasaan umum dalam pasar mata uang kripto.

    Apa Itu Indeks?

    Secara tradisional, indeks menggabungkan berbagai data menjadi satu ukuran statistik. Anda mungkin sudah familiar dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA), yang merupakan indeks terkenal yang melacak pasar saham. DJIA adalah gabungan dari harga saham dari 30 perusahaan besar yang terdaftar di berbagai bursa saham di Amerika Serikat. Para trader dan investor dapat membeli saham indeks ini untuk mendapatkan eksposur terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

    Namun, Crypto Fear and Greed Index berbeda. Ini bukan sesuatu yang dapat Anda beli atau instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan. Indeks ini hanyalah indikator pasar yang dapat melengkapi analisis Anda.

    Apa Itu Indikator Pasar?

    Indikator pasar adalah alat yang membantu trader dan investor menganalisis data pasar. Indikator hadir dalam berbagai bentuk analisis pasar, termasuk analisis teknis, analisis fundamental, dan analisis sentimen. Jika Anda pernah melakukan analisis teknis (TA/technical analysis), Anda mungkin sudah akrab dengan berbagai indikator. Indikator tersebut mencakup dari yang sederhana seperti moving average hingga yang kompleks seperti Ichimoku Clouds. Indikator TA fokus pada analisis harga, volume perdagangan, dan statistik tren lainnya.

    Indikator analisis fundamental memiliki pendekatan yang berbeda. Ketika Anda meneliti token atau saham, Anda mencoba menilai nilai fundamental dari proyek tersebut. Ini mungkin melibatkan melihat jumlah pengguna atau total nilai pasar yang kemudian digabungkan menjadi satu indikator.

    Selain itu, ada juga indikator sentimen pasar yang mengukur perasaan dan opini investor dan trader. Salah satu contohnya adalah Crypto Fear and Greed Index. Contoh lainnya mencakup Bull & Bear Index dari Augmento dan WhaleAlert yang melacak transfer besar dari pemain besar dalam pasar kripto. Bagian besar dari penelitian di dunia kripto juga mengandalkan analisis media sosial, komunitas, dan opini publik. Oleh karena itu, analisis sentimen dapat menjadi alat yang berguna dalam kelas aset ini.

    Apa Itu Indeks Ketakutan dan Keserakahan?

    Awalnya, CNNMoney menciptakan Indeks Ketakutan dan Keserakahan untuk menganalisis sentimen pasar saham. Kemudian, Alternative.me mengembangkan versi adaptasi yang khusus untuk pasar kripto.

    Crypto Fear and Greed Index menganalisis beragam tren dan indikator pasar untuk menentukan apakah peserta pasar saat ini merasa rakus (greed) atau takut (fear). Skor 0 menunjukkan tingkat ketakutan ekstrem, sedangkan skor 100 menandakan tingkat keserakahan ekstrem. Skor 50 menunjukkan bahwa pasar relatif netral dalam hal sentimen.

    Ketakutan yang tinggi di pasar dapat mengindikasikan bahwa mata uang kripto tersebut mungkin dihargai lebih rendah dari seharusnya. Ketika ada terlalu banyak ketakutan di pasar, bisa terjadi penjualan berlebihan (overselling) dan panik yang berlebihan. Namun, perlu diingat bahwa ketakutan ini tidak selalu berarti bahwa pasar sedang menghadapi tren bearish jangka panjang. Sebaliknya, biasanya dianggap sebagai indikasi jangka pendek atau menengah terhadap sentimen pasar secara keseluruhan.

    Sementara itu, keserakahan di pasar menunjukkan situasi yang berbeda. Ketika investor dan trader terlalu rakus, ada potensi penilaian berlebihan dan mungkin bahkan terbentuknya gelembung harga. Bayangkan situasi di mana FOMO (fear of missing out) mendorong investor untuk membeli mata uang kripto secara berlebihan, sehingga mengakibatkan kenaikan harga Bitcoin yang tidak rasional. Keserakahan yang meningkat dapat mengakibatkan permintaan yang berlebihan dan kenaikan harga yang tidak berdasar.

    Bagaimana Cara Kerja Crypto Fear and Greed Index?

    Alternative.me menghitung nilai indeks ini setiap hari dalam skala 0 hingga 100. Pada bulan Juli 2021, Crypto Fear and Greed Index hanya menggunakan data terkait Bitcoin. Alasannya adalah korelasi yang signifikan antara BTC dan pasar kripto secara keseluruhan dalam hal harga dan sentimen. Rencananya adalah untuk mencakup koin besar lainnya, seperti Ether (ETH) dan Binance Coin (BNB), di masa depan.

    Indeks ini dapat dibagi ke dalam kategori berikut:

    • Skor 0-24: Ketakutan ekstrem (berwarna oranye)
    • Skor 25-49: Ketakutan (berwarna kuning)
    • Skor 50-74: Keserakahan (berwarna hijau muda)
    • Skor 75-100: Keserakahan ekstrem (berwarna hijau)

    Indeks ini menghitung skor dengan mempertimbangkan lima faktor pasar yang berbeda secara tertimbang. Ini adalah faktor-faktor yang diperhatikan:

    1. Volatilitas (25% dari indeks): Ini mengukur volatilitas harga Bitcoin saat ini dalam kaitannya dengan rata-rata harga selama 30 dan 90 hari terakhir. Volatilitas digunakan sebagai pengganti ketidakpastian dalam pasar.
    2. Momentum pasar/volume (25% dari indeks): Volume perdagangan dan momentum pasar saat ini Bitcoin dibandingkan dengan rata-rata volume selama 30 dan 90 hari sebelumnya. Pembelian dengan volume tinggi yang konsisten menunjukkan sentimen pasar positif atau keserakahan.
    3. Media sosial (15% dari indeks): Faktor ini melibatkan jumlah tagar Twitter yang terkait dengan Bitcoin dan tingkat interaksi mereka. Biasanya, jumlah interaksi yang tinggi dan konsisten lebih mencerminkan keserakahan daripada ketakutan.
    4. Dominasi Bitcoin (10% dari indeks): Indikator ini mengukur dominasi Bitcoin di pasar kripto. Peningkatan dominasi pasar menunjukkan arus masuk investasi baru ke dalam Bitcoin dan kemungkinan realokasi dana dari altcoin.
    5. Google Trends (10% dari indeks): Dengan memantau data Google Trends terkait pencarian Bitcoin, indeks dapat memberikan wawasan tentang sentimen pasar. Misalnya, peningkatan pencarian tentang “Penipuan Bitcoin” bisa menunjukkan tingkat ketakutan yang lebih tinggi di pasar.
    6. Hasil survei (15% dari Skor Indeks): Input ini telah dinonaktifkan untuk sementara waktu hingga saat ini.

    Mengapa Crypto Fear and Greed Index Berguna?

    Crypto Fear and Greed Index dapat menjadi alat yang berguna untuk mengidentifikasi perubahan dalam sentimen pasar. Pergerakan besar dalam indeks ini bisa memberikan peluang bagi trader untuk masuk atau keluar dari pasar sebelum perubahan serupa terjadi di sektor lainnya. Mari kita lihat contoh sederhana dengan membandingkan total kapitalisasi pasar kripto selama tiga bulan terakhir dengan pergerakan indeks ini.

    Pada poin 1, kita dapat melihat tanggal 26 April 2021, di mana terjadi perubahan signifikan dalam indeks dari 73 (keserakahan) menjadi 27 (ketakutan). Pada poin 2, awal dari penurunan lainnya pada tanggal 12 Mei 2021, indeks turun dari 68 (keserakahan) menjadi 26 (ketakutan). Kita dapat melihat apakah data ini konsisten dengan perubahan dalam total kapitalisasi pasar kripto.

    Pada poin 1, pada tanggal 26 April, total kapitalisasi pasar berada di $1,78 triliun (USD) sebelum melonjak ke puncaknya sebesar $2,53 triliun pada tanggal 12 Mei. Dengan menggabungkan data ini dengan perubahan dalam indeks yang telah kita lihat, terlihat adanya pergeseran besar dalam sentimen dari keserakahan menjadi ketakutan yang bersamaan dengan dasar lokal dalam kapitalisasi pasar kripto. Ketika pasar menjadi semakin serakah, total kapitalisasi pasar tumbuh hingga mencapai puncaknya. Pada titik tertinggi, sentimen kembali turun tajam.

    Melalui contoh ini, indeks telah terbukti bermanfaat dalam mengidentifikasi peluang untuk membeli atau menjual dalam pasar. Dengan menggunakan indeks ini, Anda dapat mengevaluasi apakah reaksi emosional Anda sejalan dengan pasar atau tidak. Namun, penting untuk diingat bahwa indeks ini mungkin tidak selalu efektif dalam setiap situasi.

    Apakah Saya Bisa Menggunakan Indeks Ini untuk Analisis Jangka Panjang?

    Indikator ini mungkin kurang efektif untuk analisis jangka panjang dalam siklus pasar kripto. Dalam situasi pasar bull atau bear, biasanya ada siklus ketakutan dan keserakahan yang berulang. Transisi ini dapat memberikan peluang bagi trader jangka pendek. Namun, bagi investor yang ingin mempertahankan investasinya dalam jangka panjang, memprediksi perubahan dari pasar bull ke bear hanya berdasarkan indeks ini mungkin akan sulit. Anda perlu menganalisis aspek-aspek pasar lainnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dalam jangka panjang.

    Seperti yang selalu ditekankan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan satu indikator atau metode analisis. Lakukan riset sendiri (DYOR/do your own research) sebelum mengambil keputusan investasi, dan hanya investasikan dana yang siap Anda hilangkan jika situasi berubah.

    Penutup

    Crypto Fear and Greed Index adalah cara yang efisien untuk merangkum berbagai metrik fundamental dan sentimen pasar menjadi satu indikator. Daripada mencoba melacak semuanya sendiri, Anda dapat menggunakan indeks ini untuk memantau media sosial, tren pencarian Google, dan statistik lainnya. Jika Anda memilih untuk mengintegrasikannya dalam analisis Anda, pastikan untuk melengkapinya dengan indikator dan metrik lainnya guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Extreme Fear Naik, Harapan Rate Cut Jatuh: Apa Respons Pasar Kripto?

    Pasar kembali terguncang setelah risalah terbaru The Federal Reserve mengonfirmasi bahwa program Quantitative Tightening (QT) akan dihentikan mulai 1 Desember. Namun bukannya membawa angin segar, peluang pemotongan suku bunga justru merosot tajam. Ekspektasi pasar terhadap rate cut pada Desember kini tinggal 32,8%, padahal di awal November masih berada di level optimistis 67%.

    Penurunan ekspektasi ini memperburuk sentimen investor, terutama di pasar kripto yang saat ini berada dalam kondisi extreme fear. Dikutip CoinMarketCap, Crypto Fear and Greed Index bertahan di level 15, salah satu titik terendah dalam beberapa bulan terakhir, setelah sebelumnya berada di 16 (kemarin), 25 (pekan lalu), dan 30 (bulan lalu).

    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 21 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 21 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Pandangan Fed Terbelah, Pasar Jadi Korban Ketidakpastian

    Risalah pertemuan The Fed mengungkapkan bahwa para pejabat belum sepenuhnya sejalan soal arah kebijakan suku bunga berikutnya.
    • Sebagian anggota menilai pemotongan perlu segera dilakukan karena pasar tenaga kerja mulai melemah.
    • Sementara lainnya memilih menunggu lebih banyak bukti dari data ekonomi sebelum melakukan penyesuaian.

    Perbedaan pandangan ini menciptakan ketidakpastian kebijakan yang langsung menekan likuiditas pasar global.

    ETF Bitcoin Alami Outflow Raksasa, Tekanan Jual Meningkat

    Dampak paling terasa terlihat pada arus keluar ETF Bitcoin. Dalam dua hari terakhir, total outflow mencapai -$627,28 juta. Angka sebesar ini menunjukkan bahwa investor institusional masih memilih mengurangi eksposur mereka di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

    Di pasar derivatives, tekanan semakin brutal. Total likuidasi dalam 24 jam terakhir mencapai $650,93 juta, dan mayoritas — sekitar $491,87 juta — berasal dari posisi long. Ini menandakan banyak trader yang terjebak euforia bullish mendadak dipaksa keluar dari pasar akibat tekanan jual mendadak.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Bitcoin Terkoreksi, Kapitalisasi Pasar Ikut Melemah

    Bitcoin (BTC) juga tidak luput dari sentimen negatif. Dalam 24 jam terakhir, BTC turun -0,68% dan diperdagangkan di sekitar $91.970 atau setara IDR 1.534.924.816. Dominasi pasar BTC kini berada di level 59,35%.

    Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto terkoreksi -1,30% menjadi $3,13 triliun, menandakan investor cenderung menahan diri dan menghindari risiko.

    Baca juga: Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sentimen Pasar Memburuk, Crypto Fear and Greed Index Sentuh Level 25

    Sentimen pasar kripto kembali memburuk setelah Crypto Fear and Greed Index hari ini tercatat di level 25, menandakan kondisi “Fear” atau ketakutan di kalangan investor. Angka ini turun dibandingkan kemarin di posisi 28, seminggu lalu 35, dan sebulan lalu masih di level “Neutral” 51.

    Dilaporkan Blockcbain Reporter, penurunan indeks ini terjadi setelah pasar kripto global kehilangan lebih dari US$230 miliar (sekitar Rp3.700 triliun) dalam waktu 24 jam. Data CoinMarketCap menunjukkan total kapitalisasi pasar kripto kini berada di kisaran US$3,54 triliun, turun 6% dari posisi sebelumnya di US$3,78 triliun.

    Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor di tengah koreksi pasar yang meluas dan meningkatnya tekanan dari faktor makroekonomi global, termasuk gejolak sektor perbankan regional di AS dan ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok.

    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 12 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 12 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Crypto Index Naik Tajam! Pertanda Bitcoin Siap Terbang Lagi?

    Aset Kripto Utama Melemah

    Data perdagangan menunjukkan mayoritas aset kripto utama melanjutkan penurunan tajam. Bitcoin (BTC) turun hampir 6% menjadi sekitar US$105.000, sedangkan Ethereum (ETH) melemah 8% ke level US$3.700.

    Koin besar lainnya juga mengalami tekanan. BNB tercatat turun 12%, Chainlink (LINK) 11%, dan Cardano (ADA) 9%. Solana (SOL) dan XRP masing-masing terkoreksi lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir.

    Rata-rata aset kripto non-stablecoin terbesar mencatat penurunan 8–9% dalam sehari, menunjukkan meluasnya aksi jual di seluruh pasar.

    Dampak ke Sektor Lain

    Tak hanya koin utama, sektor memecoin, NFT, dan ETF kripto juga terkena imbas. Nilai memecoin turun sekitar 33% dalam 24 jam terakhir, sementara sektor NFT kehilangan valuasi hingga di bawah US$5 miliar, level terendah sejak Juli.

    Di sisi lain, spot Bitcoin ETF mencatat arus keluar senilai US$536 juta, dan spot Ether ETF mengalami net outflow lebih dari US$56 juta.

    Likuidasi dan Aktivitas Pasar

    Meskipun terjadi koreksi besar, aktivitas likuidasi kali ini relatif lebih kecil dibandingkan pekan lalu. Data CoinGlass mencatat sekitar US$556 juta posisi leverage dilikuidasi pada Jumat (17/10), dengan US$451 juta di antaranya berasal dari posisi long.

    Penurunan indeks ketakutan ini mencerminkan meningkatnya volatilitas dan berkurangnya minat beli di pasar kripto. Investor kini menunggu sinyal pemulihan, sementara sebagian lainnya memilih menahan posisi di tengah ketidakpastian makro dan tren koreksi yang belum berakhir.

    Baca juga: Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Fear and Greed Index Sentuh Level Panik, Pertanda Crash?

    Indeks Ketakutan & Keserakahan (Fear & Greed Index) untuk pasar kripto anjlok ke titik terendah dalam enam bulan terakhir, menandakan gelombang kepanikan besar di kalangan investor setelah kombinasi berita buruk mengguncang pasar global, mulai dari kebijakan tarif tinggi Presiden Donald Trump terhadap China hingga kejatuhan harga Bitcoin yang memicu likuidasi massal.

    Dari “Serakah” ke “Takut” Dalam 24 Jam

    Dalam waktu hanya satu hari, angka indeks yang sebelumnya berada di level 64 (Greed) anjlok drastis ke 31 (Fear). Perubahan tajam ini mencerminkan lonjakan kekhawatiran dan ketidakpastian ekstrem di kalangan pedagang aset digital.

    Anjloknya sentimen ini bertepatan dengan pengumuman tarif impor baru terhadap China oleh Presiden Trump, yang langsung mengguncang pasar global dan memperburuk volatilitas di sektor kripto.

    Bitcoin Runtuh, Bursa Tumbang

    Dilaporkan Livebitcoinnews, Bitcoin tak luput dari badai. Aset digital terbesar di dunia itu turun ke level $102.000 di kontrak berjangka abadi Binance, yang memicu likuidasi lebih dari $1 miliar posisi leverage di berbagai bursa.

    Akibat lonjakan volume dan volatilitas ekstrem, beberapa bursa besar seperti Binance dan Coinbase mengalami gangguan teknis. Sejumlah pengguna melaporkan buku pesanan yang membeku, aplikasi melambat, dan penundaan transaksi pada jam sibuk.

    Kondisi ini menjadi “stress test” besar-besaran bagi infrastruktur perdagangan kripto, memperlihatkan betapa rentannya sistem terhadap lonjakan aktivitas pasar yang tiba-tiba.

    Pasar Dipenuhi Ketakutan, Tapi Ada Peluang

    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 12 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 12 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Menurut data dari alternative.me, penurunan ke level 31 merupakan sentimen terburuk sejak April 2025. Meskipun menakutkan, beberapa analis melihat situasi ini justru sebagai indikasi potensi titik balik.

    Indeks sentimen intraday bahkan turun hingga -2,8 deviasi standar, menandakan pasar berada dalam kondisi panik berlebihan, yang sering kali menjadi pertanda awal dari pemulihan harga.

    Namun, di sisi lain, aktivitas media sosial tentang Bitcoin menurun tajam, menunjukkan bahwa investor ritel memilih menunggu daripada membeli saat penurunan.

    Tarif Trump Guncang Dunia Keuangan

    Dampak tarif baru juga merembet ke pasar tradisional. Indeks S&P 500 anjlok 2,7%, sementara bursa saham di Asia dan Eropa ikut melemah. Kebijakan Trump untuk menaikkan tarif 100% terhadap barang impor China telah memicu ketegangan perdagangan baru di tengah tuduhan bahwa Beijing membatasi ekspor rare earth, bahan penting bagi industri teknologi AS.

    Kondisi ini menambah tekanan bagi investor global yang kini semakin menghindari aset berisiko, termasuk kripto.

    Ketakutan Bisa Jadi Awal Kebangkitan

    Meski suasana pasar saat ini dibayangi ketakutan dan likuidasi besar-besaran, beberapa pengamat meyakini fase panik ekstrem seperti ini kerap menjadi awal dari konsolidasi sehat.

    Dengan tingkat volatilitas yang tinggi dan tekanan makroekonomi yang belum mereda, pelaku pasar disarankan tetap waspada namun jeli melihat peluang ketika sentimen mulai berbalik.

    Baca juga: Efek Tarif Trump Bikin Pasar Kripto Volatil: Indeks Fear & Greed Anjlok


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indeks Ketakutan Kripto Anjlok ke 27, Apakah Rebound Sudah Dimulai?

    Pasar kripto mengalami salah satu hari paling brutal dalam sejarahnya. Hanya dalam waktu 24 jam, Indeks Fear and Greed kripto anjlok dari zona “Greed” (64) menjadi “Fear” (27), setelah pengumuman Presiden Donald Trump tentang tarif 100% pada impor asal Tiongkok mengguncang pasar global. Namun, sinyal pemulihan mulai terlihat dengan indeks yang kini bangkit ke level 35 (Fear).

    Likuidasi Terbesar dalam Sejarah Kripto

    Menurut data CoinGlass, lebih dari 1,66 juta trader dilikuidasi, dengan total kerugian melampaui $19,33 miliar, bahkan beberapa estimasi menyebut angka sebenarnya bisa mencapai $30–40 miliar. Bursa Hyperliquid mencatat likuidasi tunggal terbesar senilai $203 juta pada pasangan ETH-USDT.

    Peristiwa ini menghapus sekitar $1 triliun dari kapitalisasi pasar kripto global hanya dalam tiga jam, membuat total nilai pasar turun 9% ke kisaran $3,8 triliun.

    “Keruntuhan ini mengerdilkan rekor sebelumnya, seperti kejatuhan COVID-19 pada 2020 dan keruntuhan FTX pada 2022,” ujar analis Multicoin Capital, Brian Strugats. “Kali ini skala penularannya bisa jauh lebih luas.”

    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 11 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 11 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Bitcoin dan Ethereum Terpukul Berat

    Bitcoin (BTC) anjlok dari level $122.000 ke $102.000 sebelum pulih ke sekitar $111.500.
    Sementara itu, Ethereum (ETH) turun dari $4.783 ke $3.400, kini bergerak di kisaran $3.833.

    BTC memimpin likuidasi dengan $5,38 miliar, disusul ETH $4,43 miliar, Solana $2,01 miliar, dan XRP $708 juta.

    Lebih dari $16,8 miliar posisi long musnah, sinyal bahwa sebagian besar investor optimis tidak siap menghadapi guncangan makro mendadak.

    Menurut Caroline Mauron, Co-Founder Orbit Markets, level $100.000 menjadi batas support kritis bagi Bitcoin.
    “Jika menembus di bawahnya, itu bisa menandakan akhir dari siklus bull tiga tahun terakhir,” katanya.

    Dampak Tarif Trump dan Ketidakpastian Makro

    Dilaporkan Cryptonews, peristiwa ini dipicu oleh pengumuman Presiden Donald Trump tentang tarif impor baru terhadap produk Tiongkok sebagai respons atas pembatasan ekspor rare earth.

    Ia mengisyaratkan tarif bisa dicabut bila Beijing berubah haluan sebelum 1 November, yang membuka peluang pemulihan jangka pendek, meski sebagian besar kerugian leverage sudah terkunci.

    Investor institusional, menurut Vincent Liu dari Kronos Research, kini menghadapi “paparan utang berlebih” yang memperparah efek domino.

    “Ketakutan terhadap perang tarif hanyalah pemicu; leverage besar yang tersebar di seluruh bursa-lah yang membuat pasar kolaps,” ujarnya.

    Ujian Sejarah: Apakah “Uptober” Berakhir Lebih Cepat?

    Oktober dikenal sebagai salah satu bulan terbaik bagi Bitcoin, dengan rata-rata keuntungan 20,1% sejak 2013, hanya kalah dari November (46,02%).

    Namun, penurunan lebih dari 5% pada Oktober hanya pernah terjadi empat kali sebelumnya: 2017, 2018, 2019, dan 2021.

    Menariknya, dalam tiga dari empat kasus itu, Bitcoin selalu rebound antara 4–21% dalam sepekan berikutnya.

    Jika pola 2019 terulang, BTC berpotensi naik 21% dari level terendah $102.000, menempatkannya kembali di kisaran $124.000 dalam satu minggu.

    “Masih ada 21 hari tersisa di Uptober,” ujar Samson Mow, pendiri Jan3. “Dan sejarah menunjukkan, pasar sering pulih lebih cepat dari yang diperkirakan.”

    Analisis Teknis: BTC dan ETH Uji Zona Kritis

    • Bitcoin (BTC) saat ini berjuang untuk menembus $113.500, level yang menjadi kunci untuk memicu relief rally menuju $117.000–$120.000.
      Jika gagal, harga bisa kembali ke $102.000, bahkan berpotensi ke zona $95.000–$100.000.
    • Ethereum (ETH) menghadapi resistensi di $4.000. Kegagalan untuk menembus batas psikologis ini bisa memicu pengujian ulang ke $3.600–$3.800, sementara penembusan di atasnya dapat membawa ETH ke $4.200–$4.500.

    Indikator RSI untuk ETH juga menunjukkan kondisi oversold, menandakan peluang pembalikan arah, meski sinyal ini bisa tertahan bila pasar bearish berlanjut.

    Sentimen Mulai Pulih: Indeks Ketakutan Naik Lagi

    Meskipun kepanikan melanda, Crypto Fear and Greed Index mulai bangkit:

    • Hari ini: 35 (Fear)
    • Kemarin: 54 (Neutral)
    • Minggu lalu: 59 (Neutral)

    Pergerakan ini menunjukkan investor mulai kembali masuk ke pasar dengan hati-hati setelah gelombang likuidasi ekstrem.

    Pasar kripto baru saja melewati shock terbesar sejak FTX, dengan likuidasi puluhan miliar dolar dalam hitungan jam.

    Namun, dengan sentimen yang perlahan pulih, tarif AS-Tiongkok masih belum pasti, dan sejarah “Uptober” yang cenderung bullish, peluang untuk rebound tetap terbuka, asalkan Bitcoin bisa bertahan di atas $110.000–$113.500.

    Baca juga: Efek Tarif Trump Bikin Pasar Kripto Volatil: Indeks Fear & Greed Anjlok


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com