Indonesia selangkah lebih dekat menuju masa depan keuangan digital yang sepenuhnya berbasis blockchain. Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan inovasi besar: penerbitan surat berharga digital berbasis token yang didukung oleh obligasi pemerintah (SBN), sebuah terobosan yang disebut sebagai “versi stablecoin nasional Indonesia.”
Langkah monumental ini diungkap langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Festival Keuangan dan Ekonomi Digital Indonesia serta Fintech Summit 2025 di Jakarta.
“Kami akan menerbitkan surat berharga Bank Indonesia dalam bentuk digital, rupiah digital dengan underlying SBN, stablecoin versi nasional Indonesia,” ujar Perry.
Kombinasi CBDC dan Obligasi Pemerintah
Rencana ini merupakan bagian dari strategi besar BI untuk memperkuat CBDC Rupiah Digital. Nantinya, surat berharga digital ini akan diterbitkan dengan dukungan aset SBN, menjadikannya mirip dengan stablecoin yang nilainya stabil karena ditopang oleh instrumen keuangan negara.
Jika berhasil diimplementasikan, Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mengintegrasikan sistem blockchain langsung ke dalam kebijakan moneter nasional.
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.
Awal dari Integrasi Blockchain ke Sistem Moneter
Inisiatif ini sekaligus membuka jalan bagi penerapan blockchain di sektor keuangan nasional. Menurut laporan CNBC Indonesia, penerbitan surat berharga digital ini akan menjadi pondasi ekosistem digital BI, memperluas adopsi teknologi finansial di Indonesia.
Meski stablecoin belum diakui sebagai alat pembayaran sah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mulai mengawasi peredarannya. Kepala Divisi Kripto dan Aset Digital OJK, Dino Milano Siregar, menegaskan bahwa pihaknya menerapkan aturan kepatuhan Anti Pencucian Uang (AML) dan pelaporan berkala bagi entitas yang memperdagangkan stablecoin.
“Stablecoin digunakan sebagai alat lindung nilai karena lebih stabil dibanding mata uang kripto lain,” jelas Dino.
Indonesia di Peringkat 7 Dunia dalam Adopsi Kripto
Langkah BI ini juga sejalan dengan posisi Indonesia di panggung global. Berdasarkan Indeks Adopsi Kripto Global 2025 dari Chainalysis, Indonesia kini menempati peringkat ketujuh dunia, unggul dalam aktivitas DeFi dan nilai transaksi terpusat.
Bahkan, pada Agustus lalu, kelompok advokasi Bitcoin Indonesia mengungkap bahwa pemerintah sempat menjajaki kemungkinan menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan nasional, demi memperkuat ketahanan ekonomi digital negara.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Bersamaan dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%, The Federal Reserve (FED) resmi mengumumkan bahwa program Quantitative Tightening (QT) akan berakhir pada 1 Desember 2025.
QT sering dianggap sebagai sinyal bullish oleh para investor, karena karena tekanan pengetatan berkurang, sehingga modal bisa kembali mengalir ke aset berisiko.
Tapi apa itu Quantitative Tightening (QT) dan apa aartinya bagi pasar kripto? Apakah ini jadi pertanda bullish? Simak uraiannya di bawah ini.
Apa Itu Quantitative Tightening (QT)?
QT adalah kebijakan moneter di mana bank sentral Amerika (FED) mengurangi ukuran neracanya dengan tidak membeli kembali aset yang jatuh tempo, seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS). Ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dengan mengurangi uang beredar di pasar.
Sejak dimulai pada 2022, QT telah mengurangi neraca FED dari puncak $9 triliun menjadi sekitar $6.6 triliun saat ini, yang berarti sekitar $1 triliun likuiditas telah ditarik dari sistem keuangan.
Selain QT ada juga QE atau Quantitative Easing, QE adalah kebijakan lawan dari QT di mana bank sentral memperluas neracanya dengan membeli aset seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS) dari pasar.
Tujuan utamanya adalah untuk menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan, menekan suku bunga jangka panjang, dan merangsang aktivitas ekonomi.
The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember
Statement resmi FOMC dari laman The FED.
Pada tanggal 29 Oktober 2025 kemarin, The FED baru saja mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.75%-4% dalam sabda FOMC.
Dalam FOMC tersebut The FED juga mengumumkan bahwa pengurangan holding Treasury akan dihentikan mulai 1 Desember. Hal ini menjadi pertanda bahwa Quantitative Tightening (QT) yang telah berjalan dari Juni 2022 akibat tingginya angka inflasi pasca-pandemi, akan berakhir di Desember mendatang.
Dikutip dari Reuters, ketua FED Jerome Powell menekankan bahwa langkah diambil untuk menjaga likuiditas yang cukup guna mengendalikan suku bunga, di tengah tanda-tanda ketatnya pasar uang seperti kenaikan suku bunga jangka pendek dan penggunaan fasilitas repo FED.
Powell juga menyatakan bahwa FED mungkin perlu menambah holding sebesar $20 miliar per bulan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.
Korelasi Quantitative Tightening (QT) dengan Pasar Kripto
Penghentian Quantitative Tightening (QT) sering dilihat sebagai sinyal bullish untuk aset kripto, karena The Fed mulai berhenti menarik likuiditas dari pasar sehingga kondisi finansial terasa lebih longgar.
Berdasarkan data historis, penghentian Quantitative Tightening (QT) oleh The Fed tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pasar kripto.
Misalnya, ketika QT berakhir pada Oktober 2019, alih-alih mengalami lonjakan harga, aset kripto justru terkoreksi cukup dalam dengan penurunan sekitar-42% yang menunjukkan bahwa sekadar berakhirnya kebijakan pengetatan likuiditas belum cukup untuk memicu arus modal masuk ke aset berisiko seperti kripto.
Grafik harga total kapitalisasi pasar kripto setelah QT berakhir dan mulainya QE. Sumber: X @TedPillows
Reli besar baru terjadi setelah Maret 2020, ketika The Fed kembali meluncurkan Quantitative Easing (QE) sebagai respons terhadap pandemi yang membuat likuiditas membanjiri pasar.
Di Tengah siklus Halving Bitcoin yang tengah menuju masa akhir, QT seakan menjadi harapan para investor kripto untuk membuat sebuah keajaiban dimana siklus 4 tahunan ini bisa dipatahkan.
Percakapan di sosial media, khususnya X ramai membahas tentang efek QT terhadap aset kripto dan menunjukkan spektrum opini yang beragam.
QT is ending soon and the Fed is likely to start expanding its balance sheet in the coming months
But it’s NOT QE
It’s simply shifting from slow reduction (QT) to steady growth in line with GDP
Expect Treasury bill purchases, not long-duration QE
Ada yang skeptis, menilai bahwa sekadar berhentinya QT tidak cukup kuat untuk mendorong reli besar tanpa adanya stimulus nyata seperti QE.
Sebagian lain justru bullish, percaya bahwa berkurangnya tekanan likuiditas global akan membuka jalan bagi aliran dana baru ke aset berisiko, termasuk kripto.
In 8 hours, the FOMC will drop its decision, and while everyone expects a 25bps rate cut, that move is already priced in. The real game begins with Powell’s words. Here’s what 99% of the market doesn’t get: the end of QT doesn’t mean the start of QE.…
Sementara itu, kubu bearish mengingatkan bahwa euforia semacam ini sering dimanfaatkan oleh pelaku besar (whales) untuk melakukan distribusi, sehingga potensi koreksi tetap terbuka.
Periode QT dan QE disandingkan dengan dominasi Bitcoin (BTC.D). Sumber X @Brett_ETH
Altcoin di sisi lain, jika dilihat dari data historis sebelumnya, dominasi Bitcoin (BTC.D) cenderung turun di tengah berakhirnya QT dan mulainya QE. Menandakan bahwa altcoin menerima rotasi likuiditas dari Bitcoin dan guyuran likuiditas baru yang masuk ke pasar. Tapi, data historis tentu tidak bisa dijadikan patokan pasti.
Dengan demikian, efek QT terhadap pasar kripto masih sarat ketidakpastian karena, QT ≠ QE. Sebab jika QE berarti injeksi likuiditas baru yang langsung mendorong arus modal masuk ke aset berisiko, maka penghentian QT hanya sebatas menghentikan pengetatan—tidak serta-merta menambah suplai uang segar ke pasar.
Inilah sebabnya, meskipun sebagian investor berharap akhir QT bisa menjadi katalis bullish, dihentikannya QT seperti pada periode sebelumnya membawa respons pasar yang beragam, bahkan negatif dalam jangka pendek.
Oleh karena itu, investor kripto perlu lebih cermat membaca dinamika makro global, termasuk arah kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar, sebelum mengambil keputusan investasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sumber:
Reuters: Fed winding down balance sheet contraction amid tightening money markets. Diakses 30 Oktober 2025
Cmegroup: How the Fed Uses Quantitative Tightening to Address Inflation. Diakses 30 Oktober 2025
Investopedia: Understanding Quantitative Tightening: How the Fed Reduces Market Liquidity. Diakses 30 Oktober 2025
Pasar kripto kembali bergairah hari ini, terutama di sektor Layer 1 blockchain yang menunjukkan performa solid di tengah kenaikan harga Bitcoin.
Dilaporkan CoinMarketCap, sejumlah aset besar seperti Solana (SOL) dan TRON (TRX) mencuri perhatian dengan lonjakan signifikan selama sepekan terakhir.
Bitcoin (BTC): Menembus $110.000, Pasar Kembali Optimistis
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Raja kripto Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar $110.222, naik 2,4% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya kini menembus $2,19 triliun, menandakan kembalinya optimisme investor setelah minggu sebelumnya bergerak datar. Volume perdagangan harian BTC juga melonjak ke $69,9 miliar, menunjukkan aktivitas besar dari pelaku institusional.
Ethereum (ETH) juga menunjukkan tren positif dengan harga mencapai $3.899, tumbuh 2,53% dalam sehari. Meski kenaikannya tidak sebesar Bitcoin, ETH tetap mempertahankan posisi sebagai platform smart contract terbesar dengan kapitalisasi $470 miliar. Lonjakan aktivitas DApps dan staking membuat ETH tetap menjadi magnet bagi investor jangka panjang.
BNB: Stabil di Tengah Konsolidasi Pasar
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 3 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
TokenBNB milik Binance masih bertahan di level $1.111, hanya naik tipis 0,32% dalam 24 jam. Dengan kapitalisasi pasar $153 miliar, BNB mempertahankan posisi kuat di ekosistem exchange dan DeFi, meskipun volatilitasnya cenderung lebih rendah dibanding kompetitornya.
Solana (SOL): Bersinar di Tengah ETF Hype
Solana (SOL) menjadi bintang Layer 1 minggu ini dengan harga $192,63, naik 2,31% dalam sepekan. Kapitalisasi pasarnya kini $105,9 miliar. Antusiasme terhadap ETF Solana dan meningkatnya aktivitas DeFi serta NFT di jaringannya membuat SOL tetap menjadi salah satu aset paling menjanjikan di sektor Layer 1.
TRON (TRX): Naik 8% dalam Seminggu, Si “Kuda Hitam” Layer 1
Pergerakan harga Tron (TRX/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Token TRON (TRX) tampil mengejutkan dengan kenaikan 8,23% dalam 7 hari ke level $0,2961. Dengan kapitalisasi $28 miliar, TRX menjadi salah satu performa terbaik minggu ini di antara Layer 1 top dunia. Volume perdagangan mencapai $1,25 miliar, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap jaringan yang dikenal efisien dan murah ini.
Kenaikan harga di sektor Layer 1 menunjukkan pasar mulai kembali risk-on, dengan Bitcoin dan Ethereum sebagai penggerak utama, serta Solana dan TRON sebagai motor pertumbuhan alternatif. Jika tren ini berlanjut, pasar kripto bisa segera memasuki fase ekspansi baru menjelang akhir tahun.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Ethereum (ETH) berada di kisaran $3.897,87 per koin, mencatat penurunan -2,93% dalam 24 jam terakhir.
Kapitalisasi pasar ETH saat ini mencapai $470,7 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin.
Volume perdagangan harian mencapai $38,32 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi meski terjadi tekanan jual.
Dalam rentang waktu 24 jam terakhir, ETH sempat menyentuh titik terendah di $3.843,08 dan tertinggi di $4.036,35, menandakan volatilitas yang cukup signifikan.
Meskipun pasar kripto secara umum sedang terkoreksi, Ethereum masih mencatat kenaikan +1,48% dalam 7 hari terakhir, menandakan minat investor terhadap aset ini tetap kuat.
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun ETH mengalami tekanan jangka pendek, secara kuartalan performanya masih positif.
Kenaikan dalam 90 hari terakhir sebesar +5,89% memperlihatkan adanya fase konsolidasi setelah reli yang kuat di kuartal sebelumnya.
Namun, penurunan selama dua bulan terakhir juga memperingatkan adanya tekanan jual bertahap, yang kemungkinan disebabkan oleh faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global, arus keluar dari institusi besar, dan aksi ambil untung setelah Ethereum sempat menembus level psikologis $4.000.
Analisis Teknis dan Level Penting
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Secara teknikal, Ethereum kini berada sedikit di bawah area support minor $3.900, yang sebelumnya menjadi titik konsolidasi kuat.
Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah $3.850, ETH berpotensi menguji support berikutnya di $3.700–3.750.
Namun, bila harga berhasil bertahan di atas $3.900 dan mencetak rebound di atas $4.000, peluang menuju resistance utama di $4.200–4.300 masih terbuka. Beberapa indikator teknikal menunjukkan sinyal netral hingga positif:
RSI (Relative Strength Index) mendekati area 45, yang menandakan kondisi pasar belum overbought maupun oversold.
Moving Average (MA 50) masih berada di atas MA 100, menunjukkan tren jangka menengah tetap bullish meski ada koreksi jangka pendek.
Volume perdagangan yang tinggi menandakan aktivitas likuiditas masih terjaga — kondisi yang bisa menjadi dasar untuk potensi pembalikan arah harga.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi ETH
Beberapa faktor fundamental yang memengaruhi pergerakan harga Ethereum saat ini antara lain:
Likuiditas DeFi dan NFT Aktivitas transaksi di ekosistem DeFi dan NFT berbasis Ethereum masih menjadi sumber utama permintaan ETH. Meskipun pasar NFT mengalami penurunan, total value locked (TVL) di jaringan Ethereum tetap stabil di atas $55 miliar.
Pembaruan Jaringan (Ethereum 2.0 / Proto-Danksharding) Upgrade menuju Proto-Danksharding diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya transaksi (gas fee), faktor yang secara historis mendukung kenaikan harga ETH.
Korelasi dengan Bitcoin (BTC) Dengan Bitcoin turun 3% ke $111.700, tekanan alami juga merembet ke Ethereum. Namun, ETH cenderung memiliki kemampuan rebound lebih cepat karena dukungan ekosistem dan utilitas yang luas.
Outlook dan Prospek ke Depan
Untuk jangka pendek, sentimen pasar kripto masih tertekan, terutama akibat aksi ambil untung pasca reli besar di awal Oktober.
Namun, jika Ethereum mampu mempertahankan harga di atas $3.850, maka potensi rebound menuju $4.200–4.300 tetap terbuka.
Dalam jangka menengah, faktor-faktor seperti peningkatan adopsi DeFi, lonjakan transaksi layer-2, dan peningkatan staking ETH dapat mendukung kenaikan harga kembali ke kisaran $4.500–4.800 menjelang akhir tahun, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $ 4.953,73.
Harga Ethereum (ETH) hari ini menunjukkan fase koreksi sehat di tengah ketidakpastian pasar global.
Penurunan 2,93% bukan hanya refleksi dari tekanan makroekonomi, tetapi juga bagian dari siklus alami setelah kenaikan panjang.
Bagi investor jangka panjang, area $3.800–3.900 dapat menjadi zona akumulasi menarik, terutama dengan prospek upgrade jaringan dan pertumbuhan ekosistem yang terus berlanjut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) pada hari ini, 30 Oktober 2025, tercatat di $ 0,11845 per token, menurut platform Tokocrypto.
Angka ini menunjukkan kenaikan harian sebesar +43,77%, menjadikannya salah satu altcoin dengan performa terbaik di pasar crypto minggu ini.
Kapitalisasi pasar JELLYJELLY kini mencapai sekitar $118,63 juta, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $27,06 juta.
Tingginya volume ini menandakan minat besar dari pelaku pasar terhadap proyek Jelly-My-Jelly, baik dari investor ritel maupun komunitas trader yang melihat potensi jangka pendek token ini.
Dalam 24 jam terakhir, harga bergerak antara $0,08328 (terendah) hingga $0,11863 (tertinggi), menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi namun tetap dalam tren naik kuat.
Pergerakan harga Jelly-My-Jelly (JELLY/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Jika melihat data historis, JELLYJELLY telah mencetak performa luar biasa dalam beberapa periode terakhir:
Periode
Perubahan Harga
Persentase
Hari ini
+US$ 0.0361
+43.77%
30 hari
+US$ 0.0695
+141.74%
60 hari
+US$ 0.1019
+612.43%
90 hari
+US$ 0.0968
+443.11%
Hanya dalam dua bulan, harga token ini melonjak lebih dari 600%, mencerminkan antusiasme pasar terhadap proyek Jelly-My-Jelly.
Rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) JELLYJELLY tercatat di $0,234802, dan dengan harga saat ini, altcoin ini masih memiliki ruang kenaikan sekitar +98% sebelum menyentuh kembali puncak tersebut.
Apa Itu Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY)?
Jelly-My-Jelly adalah proyek crypto yang relatif baru namun tengah mendapatkan perhatian luas karena pendekatannya yang inovatif di sektor DeFi dan gamifikasi komunitas.
Token ini digunakan dalam ekosistem sosial-reward dan staking, di mana pengguna bisa mendapatkan insentif dengan berpartisipasi dalam aktivitas ekosistem.
Dengan sirkulasi token sebesar 1 miliar JELLYJELLY, dan belum ada batas total pasokan yang diumumkan secara resmi, proyek ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan supply-demand untuk menjaga stabilitas harga di masa depan.
Analisis Pasar & Tren Investor
Lonjakan harga harian lebih dari 43% sering kali menandakan adanya akumulasi besar-besaran oleh investor atau institusi tertentu, atau bisa juga dampak dari berita positif mengenai pengembangan proyek.
Beberapa faktor yang kemungkinan mendukung reli harga ini antara lain:
Peningkatan volume perdagangan di bursa menengah, menunjukkan listing baru atau promosi proyek.
Sentimen positif komunitas, terutama di media sosial seperti X (Twitter) dan Telegram, yang memicu efek FOMO (Fear of Missing Out).
Tren altcoin season, di mana banyak investor beralih dari Bitcoin ke token kecil yang memiliki potensi return lebih tinggi.
Meski demikian, volatilitas ekstrem dalam 24 jam terakhir juga menjadi pengingat bagi investor bahwa kenaikan cepat seperti ini berisiko tinggi untuk koreksi jangka pendek.
Outlook & Prediksi Harga JELLYJELLY
Jika tren bullish ini berlanjut, resistance utama berada di kisaran $0,12–0,13, sementara support terdekat berada di sekitar $0,085.
Apabila token mampu menembus level US$ 0,13 dengan volume kuat, maka peluang menuju target $0,15–0,18 cukup besar.
Sebaliknya, bila tekanan jual meningkat, kemungkinan koreksi wajar menuju area $0,09 dapat terjadi sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.
Secara teknikal, RSI (Relative Strength Index) JELLYJELLY diperkirakan sudah mendekati zona overbought, menandakan potensi pullback jangka pendek namun belum mengubah arah tren menengah yang masih bullish.
Dengan kenaikan harga lebih dari 43% dalam 24 jam, Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) menjadi salah satu aset crypto paling menonjol di pasar altcoin minggu ini.
Kapitalisasi pasar yang mencapai $ 118 juta, volume aktif, serta pertumbuhan harga hingga 600% dalam dua bulan menunjukkan momentum kuat yang tengah dibangun oleh komunitas dan investor proyek ini.
Namun, investor tetap disarankan untuk melakukan analisis lanjutan dan manajemen risiko yang matang sebelum mengambil posisi, mengingat pergerakan harga yang sangat cepat dalam jangka pendek.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Tokocrypto menghadirkan MarketSinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Kamis, 30 Oktober 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.
Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.
Topik Penting dan Dampaknya terhadap Pasar Kripto
Fidelity Ajukan Pembaruan S-1 untuk ETF Solana Fidelity Investments memperbarui dokumen S-1 ETF Solana ($SOL) dengan menghapus amandemen penundaan agar registrasi otomatis berlaku. Token terdampak: $SOL.
ConsenSys (Pembuat MetaMask) Gandeng JPMorgan & Goldman Sachs untuk IPO ConsenSys menunjuk JPMorgan dan Goldman Sachs sebagai lead underwriter untuk rencana IPO-nya, menandai langkah besar bagi sektor Web3 di bursa saham. Token terdampak: proyek terkait $ETH & Web3 infra.
Binance Wallet Integrasikan Analitik BubbleMaps Binance Wallet kini terintegrasi dengan BubbleMaps untuk menampilkan transparansi distribusi token dan mendeteksi potensi insider trading. Token terdampak: $BNB, token-token yang diawasi BubbleMaps.
Peluang Pemangkasan Suku Bunga Desember Capai 75% Kalshi Market Data menunjukkan 75% peluang pemangkasan suku bunga 25bps pada Desember, dengan 21% memperkirakan suku bunga tetap. Token terdampak: $BTC, $ETH, aset makro-sensitif.
Jerome Powell Tegaskan Pemangkasan Suku Bunga Belum Pasti Ketua The FedJerome Powell menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga Desember “belum pasti, masih jauh dari keputusan akhir.” Token terdampak: $BTC, $ETH.
Pavel Durov (Telegram) Luncurkan Cocoon – AI Desentralisasi di Jaringan TON Founder Telegram, Pavel Durov, memperkenalkan Cocoon, jaringan AI desentralisasi berbasis TON untuk inference privat. Token terdampak: $TON.
Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.
STO/USDT (🔼 +6.69%)
Entry: $0.1621
Stop Loss: $0.1555
Take Profit: $0.1729
STO/USDT sedang berada dalam fase pemulihan harga (price rebound) setelah menyentuh area support kuat di $0.1555-$0.1621, dengan potensi kenaikan menuju $0.1729 atau sekitar +6.7%. Struktur candle menunjukkan buyer mulai kembali aktif, diperkuat oleh RSI di level 49.7 yang keluar dari zona jenuh jual dan MACD yang mulai melengkung ke atas menandakan potensi golden cross dalam waktu dekat. Volume yang perlahan meningkat juga memberi sinyal adanya minat beli baru.
AVA/USDT (🔼 +8.14%)
Entry: $0.3926
Stop Loss: $0.3722
Take Profit: $0.4243
AVA/USDT saat ini tengah membentuk pola retest sehat setelah lonjakan volume besar, menandakan bahwa pasar sedang menguji kekuatan buyer di area $0.39-$0.41 sebelum melanjutkan potensi kenaikan menuju $0.424 (+8.14%).
RSI berada di level 55, mencerminkan momentum netral-bullish yang siap menguat bila harga bertahan di atas support. MACD juga masih berada di zona positif, meski sedikit menyempit memberi sinyal bahwa tenaga dorong buyer belum habis.
COMP/USDT (🔼+3.44%)
Entry: $36.66
Stop Loss: $35.81
Take Profit: $37.92
COMP/USDT terlihat sedang melakukan pantulan teknikal (technical rebound) dari area support kuat di sekitar $35.81 – $36.66, menandakan buyer mulai kembali aktif setelah tekanan jual sebelumnya mereda. Target kenaikan terdekat berada di $37.92 (+3.44%), yang berpotensi tercapai jika harga mampu bertahan di atas area entry. RSI kini berada di level 50, mengindikasikan momentum netral dengan peluang untuk bergerak ke zona bullish, sementara MACD mulai menunjukkan perpotongan positif yang menandakan potensi reversal halus.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Dunia kecerdasan buatan (AI) kini memasuki babak baru, dan bukan lagi sekadar menguji model lewat soal-soal statis atau benchmark akademis, tapi langsung mencobanya secara langsung ke medan paling dinamis alias dunia investasi dan trading— salah satunya pasar kripto.
Inilah yang sedang dilakukan oleh Alpha Arena, sebuah eksperimen unik dari nof1.ai. Alpha Arena menghadirkan sejumlah model AI besar seperti DeepSeek V3.1, Grok 4, GPT‑5, Gemini dan model AI lainnya, untuk berlomba di trading pasar kripto dengan sepenuhnya otomatis tanpa bantuan manusia.
Yang mengejutkan, hanya dalam 11 hari, DeepSeek berhasil memperoleh profit sebesar 98%! Angka ini terpaut jauh jika dibandingkan dengan dua model AI populer seperti ChatGPT dan Gemini yang justru malah mendulang loss lebih dari 50%.
Alpha Arena adalah sebuah benchmark yang dirancang untuk mengukur kemampuan AI dalam berinvestasi dan trading dalam skenario nyata. Dalam benchmark ini, setiap model AI diberi modal awal sebesar $10.000 untuk diperdagangkan di pasar kripto perpetuals melalui platform Hyperliquid.
Tujuannya tidak lain untuk melihat model AI mana yang paling baik untuk digunakan trading. Benchmark ini sepenuhnya dilakukan otomatis, AI akan menentukan mulai dari porsi masuk maupun keluar pasar secara mandiri, tanpa campur tangan manusia.
DeepSeek Unggul Jauh Dibanding Gemini, ChatGPT, dan Grok
Klasemen terbaru dari Alpha Arena (29/10). Sumber: nof1.ai
Hasil sementara di Alpha Arena menunjukkan jurang performa yang sangat lebar antar model. DeepSeek Chat V3.1 tampil sebagai bintang utama dengan nilai akun mencapai $19,812.88, atau naik hampir +98.13% dari modal awal. Angka ini menjadi bukti bahwa DeepSeek mampu membaca dinamika pasar kripto dengan presisi dibanding dengan AI pesaing lainnya, mulai dari timing entry/exit hingga manajemen risiko.
Di posisi kedua, Qwen 3 Max juga menunjukkan performa solid dengan total profit $15,800 atau naik +58%. Meski tidak se-agresif DeepSeek, hasil ini tetap menandakan kemampuan adaptasi yang baik terhadap volatilitas pasar.
Hal kontras terlihat pada pada GPT-5, model AI yang paling populer digunakan, justru terperosok hingga $3.690 atau minus 63%.
Jika dibandingkan dengan model lain seperti Gemini 2.5 Pro (-67%) maupun Grok 4 (-4%), dominasi DeepSeek semakin kentara. Sementara para pesaing masih berjuang mengembalikan modal awal, DeepSeek sudah melesat jauh meninggalkan mereka.
Grafik portofolio DeekSeek yang hampir mencatat kenaikan 2x di Alpha Arena (29/10). Sumber: nof1.ai
Dengan keuntungan yang hampir menyentuh 2x lipat, ternyata benchmark ini baru berjalan dari 18 Oktober hingga 29 Oktober, alias hanya baru berjalan selama 11 hari.
Dalam kurun waktu sebelas hari saja, DeepSeek berhasil menorehkan kinerja yang mungkin bagi seorang trader manual membutuhkan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk mencapainya.
Jika AI bisa menghasilkan performa secepat ini, mungkinkah era trader manual di pasar keuangan akan segera berakhir?
Dimana Bisa Pantau Leaderboard Alpha Arena Terbaru?
Kamu bisa memantau leaderboard Alpha Arena langsung di situs resmi https://nof1.ai/.
Setiap perubahan nilai akun, persentase keuntungan atau kerugian, hingga detail strategi yang dijalankan akan otomatis diperbarui. Dengan begitu kamu bisa mengikuti jalannya kompetisi layaknya menonton klasemen liga olahraga, hanya saja kali ini para “pemainnya” adalah model-model AI yang berhadapan langsung dengan pasar kripto.
Selain bisa pantau leaderboard Alpha Arena, kamu juga bisa langsung praktik trading di Tokocrypto. Kamu bisa coba trading dengan IDR pairs yang biaya perdagangannya lebih murah, agar aktivitas trding kamu lebih efisien. Klik di sini untuk jelajahi ratusan aset kripto dalam IDR!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar kripto hari ini, Kamis (30/10) kembali volatil pasca keputusan FOMC yang kembali menurunkan suku bunga AS 25bps. Di tengah koreksi pasar, altcoin seperti JELLYJELLY melonjak 33% ke $0,1092, TRUMP naik 16% ke $8,30, dan PUMP menguat 14% ke $0,005306, menandakan optimisme pasar altcoin.
Di sisi lain, Michael Saylor memprediksi Bitcoin bisa mencapai $150.000 akhir 2025, sementara Robert Kiyosaki bahkan memperkirakan hingga $200.000, menyoroti pentingnya disiplin emosional di tengah volatilitas, meski saham MicroStrategy (MSTR) turun 13% bulan ini. Lihat lebih lengkap di bawah:
Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar Pasca FOMC pada Kamis (30/10)
JELLYJELLY melonjak 33% dalam 24 jam terakhir ke level $0,1092.
TRUMP naik tajam hingga 16% dan kini diperdagangkan di sekitar $8,30.
PUMP menguat 14% sehari, sentuh harga $0,005306, potensi naik lebih lanjut.
Michael Saylor dan Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Akhir 2025
Saylor: BTC capai $150.000 akhir 2025 (struktur pasar dan konsensus analis).
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
World Liberty Financial (WLFI), proyek kripto yang didukung oleh keluarga Trump, mencuri perhatian pasar kripto global setelah mencatat lonjakan harga dua digit, mengalahkan performa raksasa seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Dalam 24 jam terakhir, harga harga WLFI naik 12,91% menjadi $0,1408, dengan volume perdagangan melonjak 128%, menandakan meningkatnya likuiditas dan tekanan beli yang signifikan.
Kenaikan ini terjadi di tengah kabar besar dari dunia politik dan kripto: Presiden Donald Trump memberikan grasi kepada pendiri Binance, Changpeng “CZ” Zhao, yang sebelumnya dijatuhi hukuman atas pelanggaran aturan anti pencucian uang di Amerika Serikat.
WLFI Pimpin Pasar Kripto, Kalahkan Bitcoin dan Ethereum
Lonjakan ini membuat WLFI melampaui performa dua aset kripto terbesar di dunia:
Bitcoin (BTC) naik tipis +1,67%,
Ethereum (ETH) menguat +1,50%, sementara WLFI justru melesat lebih dari +12% hanya dalam sehari.
Data menunjukkan volume perdagangan WLFI meningkat lebih dari dua kali lipat, mencerminkan minat beli baru yang kuat.
Menurut laporan Benzinga pada Jumat (24/10), pergerakan harga ini menandakan masuknya investor baru yang berspekulasi terhadap dampak politik dan sentimen pro-kripto dari Trump.
Katalis utama di balik lonjakan harga ini adalah putusan kontroversial Donald Trump yang memberikan grasi kepada Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance, yang sebelumnya dihukum karena melanggar peraturan AML (anti-money laundering).
Keputusan ini menimbulkan euforia besar di komunitas kripto, terutama di kalangan pendukung Trump yang melihat langkah tersebut sebagai sinyal kuat bahwa administrasi Trump mendukung kebebasan finansial dan desentralisasi.
Menariknya, World Liberty Financial memiliki hubungan bisnis tidak langsung dengan Binance. Pada awal tahun ini, stablecoin WLFI — World Liberty Financial USD (USD1), dipilih untuk menyelesaikan kesepakatan senilai $2 miliar antara Binance dan firma investasi Abu Dhabi, MGX Capital.
Dengan adanya keterkaitan tersebut, kabar grasi kepada CZ secara tidak langsung memberikan dorongan positif terhadap sentimen pasar terhadap WLFI.
Perjalanan Berat WLFI Sejak Diluncurkan
Meski kini tengah menikmati reli besar, WLFI bukan tanpa masalah.
Sejak debut perdagangan publik bulan lalu, token ini telah mengalami penurunan hampir 70% dari puncak tertingginya, dan turun lebih dari 54% sejak hari pertama listing.
Penurunan drastis ini telah menghapus lebih dari $3 miliar kapitalisasi pasar, membuat banyak analis meragukan daya tahan fundamental proyek ini.
Namun, lonjakan terbaru menunjukkan adanya potensi pembalikan tren (trend reversal), setidaknya untuk jangka pendek.
Menurut situs resmi proyek, keluarga Trump menguasai sekitar 22,5 miliar token WLFI, yang kini bernilai lebih dari $3 miliar USD berdasarkan harga pasar saat ini.
Angka tersebut menempatkan mereka sebagai pemegang terbesar WLFI, memperkuat persepsi publik bahwa token ini berperan sebagai “aset politik digital” di bawah pengaruh Trump.
Analisa Pasar: Antara Peluang dan Risiko
Kenaikan tajam WLFI tentu menarik perhatian trader, namun sejumlah analis memperingatkan bahwa reli ini bisa menjadi “bull trap” — kenaikan jangka pendek akibat spekulasi politik.
“Lonjakan WLFI didorong oleh berita, bukan fundamental proyek. Volume tinggi bisa berujung pada volatilitas ekstrem,” ujar analis dari CryptoSlate.
Namun, bagi sebagian investor, WLFI dianggap sebagai representasi ‘Trumponomics versi blockchain’, dengan misi menjadikan Amerika Serikat pemimpin di dunia keuangan digital.
Jika proyek ini berhasil menarik mitra institusional baru — terutama setelah langkah simbolik Trump membebaskan CZ — potensi kebangkitan jangka menengah masih terbuka.
Reli 12% WLFI dalam 24 jam terakhir menunjukkan betapa kuatnya hubungan antara politik dan pasar kripto.
Grasi Trump terhadap pendiri Binance tidak hanya menimbulkan efek domino pada persepsi regulasi, tetapi juga menjadi katalis bagi token-token yang berafiliasi secara politik.
Dengan volume perdagangan yang melonjak 128% dan meningkatnya minat investor, WLFI kini menjadi tokoh utama dalam narasi kripto-politik global.
Meski volatilitas masih tinggi, pasar tampaknya mulai melihat Trump-backed tokens sebagai fenomena baru dalam dunia aset digital.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Measurable Data Token (MDT) hari ini tercatat naik tajam sebesar 37,01% dalam 24 jam terakhir, mencapai $0.024405 per MDT.
Lonjakan harga ini menjadikan MDT sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik di pasar kripto saat ini yang terpantau via Tokocrypto pada Rabu (29/10).
Dengan kapitalisasi pasar sebesar $16,50 juta dan volume perdagangan harian mencapai $29,50 juta, aktivitas di pasar MDT meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya.
Lonjakan volume ini menandakan adanya akumulasi besar-besaran oleh pelaku pasar, terutama dari kalangan trader jangka pendek yang mencari momentum volatilitas tinggi.
Performa Harga: Rebound Tajam Setelah Tekanan Panjang
Jika melihat data historis, performa MDT dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan fase pemulihan bertahap:
Dalam 30 hari terakhir, harga naik 8,28%.
Dalam 60 hari terakhir, MDT sempat turun 4,36%.
Namun, dalam 90 hari terakhir, penurunan lebih dalam terjadi sebesar 16,38% akibat pelemahan pasar altcoin global.
Kenaikan tajam minggu ini menandai pembalikan tren jangka pendek, di mana MDT berhasil keluar dari fase konsolidasi panjang di bawah $0.02.
Selain itu, pergerakan positif MDT juga bertepatan dengan meningkatnya minat investor terhadap proyek berbasis data dan AI, kategori yang menjadi fokus utama ekosistem MDT.
Secara teknikal, lonjakan MDT hari ini merupakan hasil dari breakout kuat dari zona konsolidasi harga di sekitar $0.018–$0.020, yang telah bertahan selama lebih dari dua minggu. Indikator teknikal menunjukkan:
RSI (Relative Strength Index) bergerak menuju area 70, menandakan momentum beli yang kuat.
MACD membentuk golden cross, sinyal bullish klasik yang menunjukkan potensi kelanjutan tren naik.
Apabila MDT mampu mempertahankan posisinya di atas $0.024, maka target kenaikan jangka pendek berada di area $0.028–$0.030.
Namun, jika tekanan ambil untung meningkat, level $0.0215 akan menjadi support penting untuk menjaga struktur bullish yang baru terbentuk.
Faktor Fundamental: Data, Privasi, dan AI Jadi Daya Tarik Utama
Measurable Data Token (MDT) merupakan proyek blockchain yang fokus pada monetisasi data pribadi dengan tetap menjaga privasi pengguna.
Melalui ekosistem aplikasi seperti RewardMe dan Measurable AI, pengguna dapat memperoleh kompensasi token MDT dengan berbagi data anonim yang bernilai bagi riset pasar dan analitik.
Dalam era di mana data dan AI menjadi aset utama ekonomi digital, model bisnis MDT kembali relevan. Investor menilai proyek ini memiliki potensi besar, terutama jika adopsi aplikasi berbasis data meningkat di 2025.
Selain itu, volume perdagangan yang melonjak menunjukkan adanya minat baru dari pasar Asia, di mana proyek-proyek berbasis privasi data sedang naik daun.
Sentimen Pasar: Optimisme Baru di Tengah Pasar Lesu
Kenaikan MDT sebesar 37% terjadi di saat sebagian besar altcoin masih bergerak mendatar. Hal ini memperkuat dugaan bahwa MDT sedang mengalami rotasi modal jangka pendek, di mana trader mencari aset dengan kapitalisasi kecil namun berpotensi memberi keuntungan tinggi.
Namun, analis tetap mengingatkan bahwa volatilitas MDT tergolong ekstrem. Tanpa dukungan fundamental lanjutan, lonjakan harga semacam ini bisa diikuti oleh koreksi cepat.
Dengan demikian, investor disarankan untuk memantau pergerakan volume dan arus dana masuk (inflow) dalam beberapa hari ke depan guna memastikan apakah kenaikan ini memiliki dasar kuat atau hanya bersifat sementara.
Lonjakan 37% yang dicatatkan oleh Measurable Data Token (MDT) menandai kembalinya minat pasar terhadap proyek-proyek berbasis data.
Secara teknikal, tren jangka pendek tampak bullish, namun konsistensi volume dan stabilitas harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi faktor penentu arah berikutnya.
Selama MDT mampu bertahan di atas support $0.0215, potensi kenaikan menuju $0.028–$0.030 tetap terbuka. Namun jika terjadi koreksi tajam, investor disarankan untuk menunggu konfirmasi harga stabil sebelum masuk kembali.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.