Tag: fitur anti

  • Stop Kontak Abal-abal Berisiko Korsleting, Begini Tips Pilih yang Aman


    Jakarta

    Pemilihan jenis stop kontak biasanya diserahkan kepada arsitek atau designer interior, padahal pemilik rumah juga harus terlibat lho. Sebab, stop kontak bukan hanya salah satu item dekorasi rumah, melainkan instalasi listrik yang harus aman digunakan.

    Bagi yang belum pernah membeli stop kontak sebelumnya dan butuh bantuan, Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis membagikan sedikit tips ketika hendak memilih stop kontak yang cocok dan aman untuk di rumah.

    Cara Memilih Stop Kontak yang Aman

    1. Sudah Berstandar SNI

    SNI merupakan singkatan dari Standar Nasional Indonesia. Standar ini diberikan kepada produk-produk lokal dan impor yang telah memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan sehingga tidak akan membahayakan pemakainya. Untuk mengetahui produk tersebut sudah lolos SNI adalah dengan melihat logo SNI pada kemasannya.


    2. Pilih Material yang Isolator

    Sebagai penghubung antara perangkat elektronik dan arus listrik, bagian luar stop kontak harus bersifat isolator, yakni tahan terhadap panas dan tidak menghantarkan listrik. Material ini aman apabila dipegang, ditekan, dan disentuh.

    Contoh material isolator yang bagus dan aman dipakai untuk stop kontak adalah plastik. Nurcholis menyebutkan spesifikasi plastik yang digunakan adalah Bayer Polycarbonate atau Bayer PC.

    “Dia lebih tahan terhadap scratch, jadi tahan goresan. Terus dia lebih tahan terhadap perubahan warna. Kan dulu ada yang warna putih, tiba-tiba jadi kuning kalau kena UV,” kata Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    3. Bagian Dalamnya Terdiri dari Kuningan

    Bukan hanya bagian luar yang harus bagus, bagian dalam juga harus memakai material yang aman. Nurcholis mengatakan material yang dipakai di dalam adalah kuningan karena menghantarkan arus dengan baik.

    “Material di dalamnya itu pakai brush atau kuningan, campuran dengan tembaga gitu, di mana tembaga adalah penghantar arus yang baik. Tidak ada kemungkinan connectornya itu jadi berkarat. Kan kalau misalnya kita pasang di dinding, tiba-tiba dindingnya lembab, dalamnya kan ada kayak air gitu, nah stop kontaknya mungkin jadi berkarat. Nah itu kita mengurangi itu,” terangnya.

    4. Jangan Membeli Stop Kontak Bekas

    Nurcholis melarang keras pemakaian stop kontak bekas karena tidak ada yang bisa memastikan kualitasnya. Sebab, barang baru saja bisa rusak, apalagi yang sudah dipakai.

    5. Pilih Desain Stop Kontak

    Seperti yang disebut sebelumnya, stop kontak saat ini menjadi salah satu item dekorasi rumah yang perlu disesuaikan dengan tema interior. Desainnya pun semakin beragam dengan berbagai warna. Selain itu, Pastikan stop kontak tersebut sudah dilengkapi dengan fitur anti setrum, yakni saat salah satu lubang ditekan dengan benda apa pun, tidak akan mengalirkan listrik. Jadi ketika anak iseng dan tanpa pengawasan memasukkan pulpen, sendok, sedotan, atau benda panjang dan ramping lainnya ke dalam salah satu lubang stop kontak, akan tetap aman tanpa tersetrum. Namun, apabila benda tersebut mencolok kedua lubang bersamaan tetap ada potensi tersetrum.

    Itulah tips memilih stop kontak di rumah yang aman, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Aktifkan Tiga Fitur Anti Jambret di HP Android


    Jakarta

    Google mulai merilis tiga fitur Theft Protection untuk semua pengguna Android di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Begini cara mengaktifkannya untuk melindungi ponsel Android yang dijambret atau hilang.

    Tiga fitur yang dimaksud adalah Theft Detection Lock, Offline Device Lock, dan Remote Lock yang berguna untuk melindungi data pribadi pengguna saat ponsel dicuri. Fitur-fitur ini sudah tersedia untuk sejumlah perangkat Android di beberapa negara sejak pekan lalu, tapi kini Google memperluas ketersediaannya.

    Menurut pantauan detikINET, fitur Theft Detection Lock dan Offline Device Lock sudah tersedia di Google Pixel 7 Pro dan Realme 13 Pro+ di Indonesia. Sayangnya, untuk fitur Remote Lock baru bisa diakses di Google Pixel 7 Pro.


    Fitur Theft Detection Lock akan langsung mengunci layar dan meminta autentikasi ketika ponsel terdeteksi dirampas orang lain saat digunakan dan dibawa lari. Fitur ini memanfaatkan sensor perangkat, Wi-Fi dan koneksi dengan perangkat pintar.

    Sementara itu, fitur Offline Device Lock akan mengunci ponsel Android secara otomatis setelah perangkat dicuri dan pelakunya menonkatifkan koneksi internet untuk mencegah perangkat dilacak.

    Fitur Theft Protection di HP AndroidFitur Theft Protection di HP Android Foto: Screenshot/detikINET

    Terakhir, fitur Remote Lock memungkinkan pengguna mengunci perangkat Android dari jarak jauh hanya dengan memasukkan nomor telepon lewat situs android.com/lock. Berkat cara baru ini, pengguna tidak perlu repot-repot login ke aplikasi atau website Find My Device untuk mengunci perangkatnya.

    Cara mengaktifkan fitur Theft Protection di HP Android

    • Buka aplikasi Settings atau Pengaturan di ponsel Android kalian
    • Pilih menu Google lalu pilih tab ‘All Services’ atau ‘Semua layanan’
    • Scroll ke bawah sampai menemukan opsi ‘Perlindungan dari pencurian’ di kolom ‘Informasi pribadi & keamanan perangkat’
    • Tekan toggle ‘Kunci Deteksi Pencurian’ untuk mengaktifkan fitur tersebut
    • Tekan toggle ‘Penguncian Perangkat Offline’ untuk mengaktifkan fitur tersebut
    • Pilih opsi ‘Kunci Jarak Jauh’ lalu tekan toggle ‘Gunakan Kunci Jarak Jauh’ untuk mengaktifkan fitur tersebut. Pastikan nomor telepon yang ada di laman tersebut sama seperti nomor telepon yang digunakan di ponsel.

    Untuk fitur Offline Device dan Remote Lock, Google mengatakan layar ponsel bisa dikunci hingga dua kali dalam sehari. Fitur-fitur ini harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum bisa berfungsi. Jika pengguna ingin menonaktifkan fitur-fitur ini, mereka akan diminta untuk melakukan autentikasi menggunakan biometrik.

    Ketiga fitur Theft Protection di Android ditenagai oleh layanan Google Play, jadi fitur-fitur ini akan tersedia untuk Android 10 dan lebih baru. Kalau kalian belum menemukan fitur-fitur ini di pengaturan harap bersabar karena fitur ini akan digulirkan secara bertahap.

    (vmp/vmp)



    Sumber : inet.detik.com