Jakarta –
Di tengah kondisi cuaca yang tak menentu, banyak orang terserang flu. Untuk mengatasinya secara alami, coba kuatkan imun tubuh dengan mengonsumsi makanan terbaik berikut ini.
Virus flu bisa dicegah jika kondisi imunitas tubuh seseorang prima. Hal ini sangat dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan minuman yang tepat.
Beberapa makanan dan minuman diketahui bernutrisi dan punya manfaat spesifik dalam menjaga imunitas tubuh. Mulai dari teh kaya khasiat hingga sup ayam yang menghangatkan.
Merangkum Livestrong (3/6/2024), inilah makanan terbaik dan terburuk untuk dikonsumsi untuk mengatasi dan mencegah flu:
1. Teh
Saat tubuh terinfeksi virus flu, penting bagi kamu untuk tetap terhidrasi. Selain air putih yang bagus untuk membantu setiap sistem tubuh berjalan optimal, teh hangat bisa jadi pilihan.
Secangkir teh hangat bersifat menenangkan sekaligus membantu hidrasi tubuh. Ahli gizi Lisa Moskovitz juga mengatakan minum teh hangat bantu menenangkan sistem pencernaan dan meredakan sakit tenggorokan.
Jenis tehnya bisa peppermint yang mengandung mentol dan meredakan sakit perut. Pilihan lainnya, teh hitam yang kaya akan flavonoid sehingga bantu melawan peradangan dan mendukung fungsi kekebalan tubuh.
2. Madu
Untuk dorongan ekstra imunitas tubuh, kamu bisa menambahkan madu ke dalam secangkir teh hangat. Madu bersifat antivirus dan antibakteri alami yang bantu pemulihan tubuh lebih cepat dari kondisi sakit.
Bonus lainnya, minum madu bisa meredakan batuk yang kerap menyertai flu. Hanya saja ingat untuk tidak menambahkan madu terlalu banyak karena madu tetap merupakan sumber gula dan kalori yang tidak bagus jika dikonsumsi berlebihan.
3. Bawang putih
Foto: Getty Images/Oat_Phawat |
Bawang putih tak hanya dapat meningkatkan cita rasa makanan, tapi juga imunitas tubuh. Bumbu dapur ini bersifat antibakteri dan dapat melindungi tubuh dari patogen seperti bakteri penyebab infeksi.
Karenanya konsumsi bawang putih untuk mempercepat proses penyembuhan sangat disarankan. Jika tidak bisa makan bawang putih mentah, kamu bisa mengonsumsi ekstraknya untuk bantu atasi flu.
4. Jamur
Siapa sangka konsumsi jamur juga bermanfaat untuk membuat tubuh cepat sehat usai terkena flu. Jamur menjadi sumber vitamin, mineral, dan enzim yang bantu tubuh berfungsi dengan maksimal.
Moskovitz mengatakan, “Penelitian menunjukkan konsumsi jamur shiitake dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk perlindungan alami terhadap berbagai jenis infeksi.” Hal ini juga diungkap dalam penelitian tahun 2015 di Journal of the American College of Nutrition.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
5. Jahe
Foto: Getty Images/imageBROKER RF/imageBROKER/Juergen Pfeiffer |
Jahe terkenal dengan segudang manfaatnya untuk kesehatan. Menurut Moskovitz, konsumsi jahe dikaitkan dengan respon antibodi yang lebih kuat, berarti bantu tubuh melawan virus-virus potensial yang menyerang tubuh.
Konsumsi jahe juga bisa meredakan mual dan muntah yang sering dialami ibu hamil atau mereka yang tengah jalani kemoterapi. Jahe mudah diolah sebagai teh atau wedang.
6. Makanan kaya probiotik
Cara lain menguatkan imunitas tubuh untuk mengatasi flu adalah dengan konsumsi makanan kaya probiotik. Jenisnya yogurt, kefir, hingga kombucha. Intinya, makanan probiotik menciptakan lingkungan usus sehat yang penting dalam mendukung imunitas tubuh.
Dengan mengonsumsi banyak makanan kaya probiotik saat sakit, risiko seseorang mengalami flu akan berkurang. Tak hanya itu, durasi terserang flu juga akan lebih singkat.
7. Sup ayam
Foto: Getty Images/iStockphoto/AnnaPustynnikova |
Saat sakit, enaknya makan makanan hangat dan gurih. Sup ayam pun jadi jawaban tepat karena nutrisi yang terkandung di dalamnya. Sup ayam kaya antioksidan karsonin dan turunannya anserin.
Sup ayam juga mengandung ekstrak yang dapat membantu mengencerkan dan membersihkan lendir di saluran hidung. Selain itu, protein dari ayam bantu menyediakan energi bagi tubuh dalam masa pemulihan, sementara cairan supnya bantu menghidrasi tubuh.
(adr/odi)
![]() |
|||||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
5 Makanan Pencegah Flu yang Cocok Dikonsumsi Saat Musim Hujan Jakarta – Datangnya musim hujan harus diimbangi dengan imunitas yang lebih kuat. Agar tak flu dan mudah sakit, beberapa makanan ini direkomendasi untuk dikonsumsi rutin. Banyak laporan cuaca yang mengabarkan tibanya akun penanda musim hujan mulai datang ke Indonesia. Menurut detikedu (4/1) datangnya angin monsun yang terlambat disebabkan oleh perparahan El Nino yang melemahkan angin monsun Asia masuk menuju pulau Jawa. Tetapi karena kini intensitas hujan sudah lebih sering dan semakin tinggi waktunya menyiapkan tubuh agar tak mudah sakit. Peralihan musim panas ke musim hujan biasanya akan menyebabkan beberapa gejala gangguan kesehatan seperti flu atau penyakit lainnya.
Ternyata ada beberapa asupan makanan dan minuman yang disarankan ahli untuk rutin dikonsumsi guna menyambut musim hujan. Manfaatnya untuk menguatkan imunitas, menghangatkan tubuh, hingga mengusir jauh-jauh virus yang menyerang kesehatan. Berikut ini 5 asupan makanan yang cocok dikonsumsi selama musim hujan menurut Today:
1. JerukJeruk memiliki kandungan vitamin C yang melimpah. Vitamin ini sangat dibutuhkan oleh tubuh ketika menghadapi cuaca yang tak menentu untuk menguatkan imunitas. Menurut pengamatan yang dilakukan oleh National Centre for Epidemiology and Population Health, Australian National University, vitamin tersebut memang direkomendasikan untuk mencegah berbagai penyakit. Vitamin C dapat membantu mencegah flu terutama untuk orang-orang yang sensitif terhadap cuaca. Di Indonesia sendiri jeruk termasuk buah-buahan yang murah dan mudah didapatkan. Baik dikonsumsi dalam bentuk buah utuh maupun menjadi jus yang segar diperbolehkan ahli untuk dinikmati secara rutin. 2. Greek yogurtYogurt yang melalui proses fermentasi dipercaya sebagai asupan makanan dengan bakteri baik yang menyehatkan. Bahkan di Korea Selatan banyak makanan fermentasi yang dikonsumsi masyarakatnya dan dipercaya memberikan kesehatan. Berbeda dengan yogurt biasa, Greek yogurt mengandung probiotik dan protein yang lebih banyak. Menurut meta-anlisis yang dipublikasi oleh Korean Journal of Family Medicine menemukan bahwa probiotik dapat mencegah flu lebih efektif. Para peneliti mengungkapkan fakta orang-orang yang mengonsumsi probiotik cenderung berisiko lebih rendah untuk mengalami flu. Hal ini lantaran probiotik dapat menguatkan imunitas dengan menyehatkan pencernaan terutama bakteri pada usus. Asupan makanan yang direkomendasikan lainnya ada di halaman berikutnya.3. TomatBuah tomat yang merah merona merupakan makanan yang paling baik untuk dikonsumsi guna mencegah sakit. Tomat memiliki konsentrasi vitamin C yang tinggi. Menurut ahli hanya dengan mengonsumsi sebuah tomat dengan ukuran sedang dapat memberikan asupan vitamin C sebanyak 16 miligram. Kadar tersebut cukup untuk membantu menguatkan sistem imunitas tubuh agar tak mudah sakit. Sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman oleh Medizinische Monatsschrift fur Pharmazeuten, mengungkapkan bahwa vitamin C dapat menguatkan sel T tubuh. Sel tersebut diakui sebagai komponen yang paling penting untuk menguatkan imunitas tubuh. Para peneliti menyebut ketika sel T tubuh lemah maka potensi patogen untuk menyerang kesehatan lebih besar. Sehingga orang-orang yang kekurangan vitamin C akan lebih mudah sakit karena imunitasnya lemah. 4. Dark cokelat
Dibalik rasanya yang manis ternyata dark cokelat juga memiliki khasiat yang tak kalah menguntungkan untuk tubuh. Dark cokelat memiliki kandungan theobromin yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan jenis yang satu ini terbukti dapat mencegah terjadinya batuk dan flu akibat bakteri dan patogen. Terutama bagi penderita bronkitis, komponen tersebut dapat membantu menguatkan imunitas tubuh. Sebuah penelitian yang dipublikasi oleh Frontiers in Pharmacology membenarkan penemuan tersebut. Tetapi disebutkan butuh penelitian lebih lanjut untuk memperdalam khasiat dan mengetahui efek samping yang mungkin ditimbulkan. 5. BrokoliBentuknya yang unik dengan warnanya yang hijau segar memiliki khasiat yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Para peneliti University of California di Los Angeles melaporkan konsumsi brokoli dapat mencegah flu. Ada beberapa jenis sayur-sayuran yang menurut ahli gizi telah terbukti dapat meningkatkan imunitas tubuh. Salah satunya adalah brokoli. Para peneliti membenarkan pernyataan tersebut karena menemukan komponen kimia bernama sulforaphane yang dapat mengubah antioksidan menjadi sel imunitas. Fungsinya tersebut sangat efektif untuk mencegah flu dan meminimalisir sakit akibat serangan bakteri dan patogen. (dfl/odi)
Racikan Cengkeh dan Madu Ampuh Atasi Flu dan Sakit Tenggorokan Jakarta – Flu dan sakit tenggorokan dapat diobati secara alami dengan kombinasi cengkeh dan madu. Kedua bahan tersebut mengandung zat anti-inflamasi untuk peradangan. Flu dan sakit tenggorokan kerap menyerang banyak orang di musim yang tak menentu seperti belakangan ini. Pengobatan alami dapat dilakukan jika ingin tubuh kembali bugar. Dilansir dari Health Shots (6/3), kombinasi antara cengkeh dan madu bisa menjadi pilihan yang menarik untuk mengobati flu dan sakit tenggorokan. Seperti diketahui madu sejak dulu telah menjadi obat herbal terbaik.
Kavita Devgan, seorang ahli gizi asal India menjelaskan bahwa kombinasi antara cengkeh dan madu bisa menjadi obat yang ampuh untuk gejala flu. “Madu dapat membantu meredakan sakit tenggorokan. Cengkeh, yang merupakan bahan pokok dalam masakan India, mengandung banyak senyawa antibakteri, antivirus, dan antiradang yang kuat,” kata Devgan.
Mengutip dari Health Line, cengkeh juga kaya akan zat antioksidan berupa senyawa eugenol. Cengkeh juga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu dalam menghentikan pertumbuhan mikroorganisme pada tubuh. Untuk mengobati flu dan sakit tenggorokan, kedua bahan ini harus dicampurkan. Berikut cara meracik cengkeh dan madu untuk obat alami: 1. Panaskan wajan untuk menyangrai 5-6 butir cengkeh selama 2 menit.
Racikan cengkeh dan madu itu dapat dikonsumsi 2-3 kali sehari saat mengalami kondisi pilek dan sakit tenggorokan. Bisa juga diseduh menggunakan air panas menjadi teh. Devgan juga memberikan tips tambahan dengan menyarankan untuk menambahkan kayu manis ke dalam kombinasi keduanya. Diketahui bahwa kayu manis juga dapat menyembuhkan peradangan. Mengutip Health Line, kayu manis diketahui mengandung cinnamaldehyde yang merupakan komponen aktif utama untuk melawan berbagai jenis infeksi. Pada beberapa penelitian ditemukan bahwa minyak kayu manis dapat membasmi jamur tertentu yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan. (yms/odi) 7 Jenis Teh yang Bagus Diminum Saat Demam dan Batuk Jakarta – Cuaca tak menentu meningkatkan risiko flu, pilek, dan batuk. Untuk bantu mengatasinya secara alami, coba konsumsi jenis teh berikut. Sakit flu, pilek, dan batuk tentu mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika terjadi berkepanjangan dan disertai rasa sakit di hidung maupun tenggorokan. Kondisi tersebut dapat diatasi secara medis melalui pengobatan, tapi ada juga cara alami yang bisa dilakukan untuk mendukung penyembuhan. Salah satunya melalui konsumsi teh hangat.
Mengapa teh? Selain membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, uap dari teh panas bisa membantu membuka saluran hidung dan bronkial. Sementara itu, cairan hangatnya bisa menenangkan tenggorokan yang teriritasi. Melansir Real Simple, berikut 7 jenis teh yang bagus diminum saat demam dan batuk:1. Teh jaheJahe dikenal sebagai stimulating expectorant, yaitu membantu mengencerkan lendir dan mempercepat pengeluarannya dari paru-paru. Cocok untuk batuk berdahak atau yang disertai rasa penuh di dada. Teh jahe juga memiliki kemampuan menghangatkan tubuh dan meningkatkan sirkulasi. 2. Teh kunyitKunyit kaya akan senyawa antiinflamasi dan antioksidan. Saat tubuh melemah karena sakit, secangkir teh kunyit bisa membantu memperkuat sistem imun, mengurangi peradangan, serta meredakan batuk. Tambahkan sedikit jahe untuk efek penyembuhan yang lebih optimal. 3. Teh chamomileDikenal sebagai teh penenang, chamomile juga memiliki sifat antiinfeksi dan antiinflamasi. Teh dari bunga chamomile ni membantu tubuh melawan penyebab batuk sekaligus memberikan efek relaksasi, ideal diminum sebelum tidur. 4. Teh peppermint
Teh dari daun mint ini memiliki kandungan mentol alami yang dapat membantu melegakan saluran pernapasan. Selain itu, peppermint juga efektif dalam mengurangi gejala infeksi sinus, yang kerap memicu batuk. 5. Teh thymeTak hanya lezat sebagai bumbu dapur, thyme atau daun timi juga bisa dijadikan teh yang ampuh meredakan batuk. Sebuah studi di 2021 menunjukkan bahwa kombinasi thyme dan ivy bisa mengurangi intensitas batuk secara signifikan. 6. Teh hijauTeh hijau kaya akan senyawa antibakteri dan antiinflamasi. Selain itu, penelitian menemukan bahwa berkumur dengan teh hijau dapat mengurangi frekuensi batuk pada pasien pasca operasi jantung. 7. Teh dengan maduApa pun jenis tehnya, tambahkan madu untuk manfaat tambahan. Madu memiliki efek menenangkan pada tenggorokan, serta mengandung senyawa antivirus dan antimikroba. Studi di 2018 bahkan menunjukkan bahwa madu dapat memperpendek durasi batuk, terutama pada anak-anak. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Minum 7 Jenis Teh Ini Saat Terkena Demam dan Batuk” (yms/adr) Kemenkes Ingatkan RI Dibayangi Kenaikan Influenza A, Mulai Ngegas di Asia Tenggara Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan kemungkinan meningkatnya kasus influenza A, khususnya subtipe H3N2, yang kini dilaporkan mendominasi di kawasan Asia Tenggara. Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) FluNet, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan kasus terbanyak paparan influenza di Indonesia juga dilaporkan berkaitan dengan varian influenza A (H3N2). “Dari data WHO terbanyak influenza A (H3),” ujar Aji, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (16/10/2025).
Namun, ia belum dapat merinci wilayah mana saja di Indonesia yang mencatat jumlah kasus tertinggi.
Menurut Dicky, praktisi global health security, peneliti sekaligus pakar epidemiologi, tren kasus influenza A memang mulai dominan di beberapa negara. “Secara regional Asia Tenggara bahkan global, tahun ini influenza A, khususnya subtipe A H3N2 dilaporkan dominan di beberapa zona dan berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus,” beber Dicky saat dihubungi terpisah. Ia menjelaskan WHO memang mencatat peningkatan aktivitas influenza A H3N2 di beberapa wilayah Asia Selatan termasuk Asia Tenggara. Salah satu lonjakan terbesar terjadi di Thailand, dengan 61 kematian dari 702.308 kasus sejak 1 Januari hingga 8 Oktober 2025. “Ini menunjukkan gelombang nyata di kawasan ASEAN,” tambahnya. Rawat Inap Lebih Lama dan Risiko Komplikasi Dicky menyebut, sejumlah studi klinis menunjukkan influenza A menjadi penyebab dominan pasien dewasa dirawat karena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan rata-rata lama rawat inap 9 hingga 10 hari, lebih panjang dibandingkan paparan virus lain. “Ini mendukung pengamatan bahwa pada gelombang tertentu, flu A bisa menimbulkan beban rumah sakit yang besar, jadi harus waspada,” jelasnya. Meski begitu, Dicky menekankan distribusi subtipe flu relatif berbeda di setiap waktu. “Dominasi flu A H3N2 bersifat spasial dan temporal, tidak otomatis semua negara memiliki pola yang sama,” katanya. Karena itu, data lokal dan sistem sentinel perlu terus dimonitor untuk memastikan pola penularan di Indonesia. Ia menambahkan, mayoritas kasus flu akan sembuh dalam 1 hingga 2 minggu, tetapi pasien dengan influenza A cenderung mengalami demam lebih lama, batuk berkepanjangan, dan komplikasi seperti pneumonia sekunder yang membuat masa rawat inap lebih panjang. Dicky menuturkan, anak kecil dan lansia merupakan kelompok paling rentan terhadap infeksi berat akibat influenza A. Selain karena imunitas tubuh yang rendah, faktor lain seperti varian baru, ketidaksesuaian vaksin, atau infeksi ganda dengan COVID-19 juga dapat memperparah kondisi pasien. “Flu A menyebabkan lebih banyak rawat inap dengan durasi lebih lama karena komplikasi pneumonia sekunder, eksaserbasi asma, atau efek batuk berkepanjangan,” paparnya. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, musim influenza tahun ini bahkan disebut memiliki beban rumah sakit yang tinggi dengan potensi kematian lebih besar dibandingkan musim flu sebelumnya. Menghadapi tren ini, Dicky mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sederhana, mulai dari vaksinasi flu musiman hingga menjaga kebersihan diri. “Kelompok berisiko tinggi harus divaksinasi flu. Gejala berat yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi dan sesak napas,” ujarnya. Ia juga menekankan vaksinasi flu musiman, mencuci tangan, isolasi saat sakit, serta memakai masker di tempat padat tetap menjadi langkah efektif untuk menekan penularan. “Untuk masyarakat, bila mengalami demam, batuk, pilek, sebaiknya istirahat di rumah, minum air hangat, dan konsumsi obat pereda demam sesuai anjuran. Jangan berangkat sekolah atau kerja dulu satu-dua hari,” imbaunya. Dicky juga menyarankan vaksinasi flu bagi ibu hamil, anak di bawah 5 tahun, lansia di atas 50 tahun, orang dengan penyakit kronis, serta mereka yang sering bepergian. Meskipun mayoritas kasus influenza A dapat sembuh tanpa komplikasi, gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat sistem surveilans dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan. “Dalam menghadapi lonjakan kekhawatiran ini, penting untuk memastikan data lokal diperbarui secara rutin dan fasilitas kesehatan siap menghadapi potensi peningkatan pasien influenza A,” kata Dicky. (naf/up) Daftar 6 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Donor Darah
Jakarta – Donor darah merupakan salah satu tindakan sederhana yang bisa menyelamatkan banyak nyawa. Dengan menyumbangkan darah, seseorang bisa membantu pasien yang membutuhkan transfusi. Kendati demikian, tidak semua orang bisa menjad pendonor darah. Ada beberapa kondisi kesehatan dan faktor risiko yang membuat seseorang tidak diperbolehkan mendonorkan darah. Syarat Mendonorkan DarahSebelum mengetahui siapa saja yang tidak dibolehkan untuk mendonorkan darah, ketahui apa saja persyaratan untuk donor darah. Dikutip dari laman PMI Kota Bandung dan PMI Jakarta Barat, berikut di antaranya:
Kelompok Orang yang Tidak Boleh Mendonorkan DarahBerikut kelompok orang yang tidak boleh mendonorkan darah: 1. Orang yang Sedang Flu-Penyakit Lainnya yang Menyebabkan DemamOrang yang sedang mengidap pilek atau flu saat ingin mendonorkan darah harus melakukan jadwal ulang donor selama 7 hari setelah gejala hilang. Meski pilek atau flu tidak memengaruhi darah, namun Unit Transfusi Darah (UTD) akan menolak donor darah dari orang sakit, sebagai upaya mengurangi penyebaran flu. Tak hanya flu, orang yang demam juga tidak akan diizinkan untuk mendonorkan darah.
2. Hemoglobin RendahHemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang berperan penting dalam mengangkut oksigen ke organ dan jaringan tubuh serta ke,bali ke paru-paru. Protein ini juga mengandung banyak zat besi. Apabila pernah kesulian dalam mendonorkan darah sebelumnya, sebab kadar zat besi/hemoglobin yang rendah, atasi kekurangan ini dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, terutama daging dan produk hewani. Untuk vegetarian, roti dan pasta, kacang-kacangan, kacang tanah, tahu, dan telur merupakan sumber zat besi yang baik. 3. Orang yang Sedang Mengonsumsi Obat atau Antibiotik TertentuSebagai aturan umum, sebagian obat bebas yang dikonsumsi masih bisa membuat seseorang diterima untuk mendonorkan darah. Namun, untuk lebih jelasnya, doker akan menjelaskan kepada donor saat pemeriksaan tentang boleh atau tidaknya pendonoran saat mengonsumsi obat tertentu. Adapun obat-obaan yang paling sering dibicarakan dalam pembatasnnya yaitu:
4. Orang yang Baru DivaksinasiOrang yang baru menerima vaksinasi atau imunisasi mungkin diminta menunggu selama beberapa waktu sebelum memenuhi syarat donor darah. Misalnya, pada saat ini UTD PMI menyatakan bahwa donor darah bisa diterima jika seseorang divaksinasi dengan vaksin COVID-19 dengan ketentuan:
5. Bepergian ke Tempat Tertentu pada Waktu yang SalahPerjalanan bisa menghadapkan seseorang pada budaya, kebiasaan, dan penyakit yang berbeda. Beberapa penyakit tersebut bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk mendonokan darah. 6. Orang yang Memiliki Masalah Kesehatan terkait DarahOrang dengan penyakit berkaitan dengan masalah darah dan pendarahan seringkali tidak dibolehkan untuk donor darah. Jadi, jika seseorang mengidap hemofilia, penyakit Von Willebrand, hemokromatosis heredier atau sickle cell trait, maka dia tidak bisa mendonorkan darah. (elk/up) Dampak Kebijakan ObamaJakarta – Seperti halnya Presiden Thomas Jefferson, Presiden Obama juga mewariskan sebuah paradigma baru dalam hubungan antar umat beragama di AS. Tanpa mengabaikan Presiden dan tokoh-tokoh AS lainnya, kedua Presiden ini secara nyata melahirkan kebijakan yang berdampak positif dan sangat nyata di dalam masyarakat. Siapapun yang melihat kejadian dan peristiwa 11/9, pengeboman tempat-tempat strategis dan menyebabkan ribuan orang tak berdosa korban akibat ulah teroris, pasti sulit membayangkan hubungan baik antara Islam dan umat Islam dengan AS dan para warganya, sulit pulih dalam waktu singkat. Bahkan dibayangkan sebagian orang membayangkan memerlukan paling cepat satu generasi. Namun yang yang terjadi, peristiwa itu ternyata membawa hikmah lain di luar dugaan. Kebijakan Presiden Obama, tentu tak terpisahkan kebijakan lain yang juga diambil oleh Presiden sebelumnya, membuat warga AS dan komunitas muslim, khususnya di AS, melewati peristiwa tragis itu dengan cepat. Tentu saja bukan melupakan peristiwa itu tetapi mengambil pelajaran berharga dari peristiwa itu sebagai sebuah lesson learning untuk semua pihak.
Komunitas muslim tidak terlalu lama merasa takut dan cemas akan adanya dendam atau kemarahan masif dari kelompok mayoritas, karena para pelaku pengeboman itu adalah warga muslim dan memperatasnamakan Islam. Keluhuran budi pekerti kemanusiaan semua pihak di AS perlu diacungkan jempol. Mereka seperti tidak menyisahkan sedkit pun dendam kepada siapapun. Bisa dibayangkan kalau kejadian itu terjadi di negara lain, mungkin kenyataan berbeda yang akan terjadi. Meskipun warga mayoritas AS bukan muslim tetapi sikap terbuka dan pemaafannya seperti yang diserukan dalam ajaran Islam. Bahkan seandainya jika kejadian itu muncul di negara-negara muslim, belum tentu secepat itu pulih kembali hubungan sosial yang harmonis satu sama lain. Dari satu sisi bisa kita mengatakan, dalam hal tertentu AS sesungguhnya sudah memeraktekkan substansi ajaran Islam. Faktor Obama (Obama Factors) tidak bisa dipisahkan dari kenyataan indah tersebut di atas. Obama selama memimpin AS tidak pernah terpancing oleh kelompok dan kepentingan manapun. Ia tetap konsisten berpijak di atas landasan ideal Piagam AS. Obama berkali-kali mengatakan: This is America! Dalam berbagai makna yang dikandung dari kalimat itu. Ia juga aktif melakukan diplomasi internasional untuk menciptakan ketenangan dan ketenteraman dunia. Gayung bersambut, negara-negara lain pun mengaminkan gagasan Obama itu sebagai solusi terbaik untuk menciptakan tatanan dunia yang aman dan damai. Obama dalam pidatonya di Universitas Cairo Mesir itu menyerukan agar dunia menatap masalah masa depan dalam visi yang sama, yaitu visi yang beranjak dari masalah-masalah kemanusiaan secara universal. Ini di dasari dengan kenyataan abhwa masalah-masalah global mempunyai tema yang sama dan di hadapi oleh semua Negara. Obama menyerukan kemitraan dan kebersamaan di dalam menyelesaikan suluruh persoalan itu. Ia menyatakan: “Karena kita telah belajar dari pengalaman baru-baru ini bahwa ketika sistem keuangan melemah di satu negara, kemakmuran di mana pun ikut dirugikan. Ketika jenis flu baru menulari satu orang, semua terkena risiko. Ketika satu negara membangun senjata nuklir, risiko serangan nuklir bagi semua negara ikut naik. Ketika kelompok ekstrim keras beroperasi di satu rangkaian pegunungan, rakyat di seberang samudera pun ikut menghadapi bahaya. Dan ketika mereka yang tak bersalah di Bosnia dan Darfur dibantai, itu menjadi noda dalam nurani kita bersama. Itulah artinya berbagi dunia di abad ke-21. Inilah tanggung jawab kita kepada satu sama lain sebagai umat manusia”. (lus/lus) Dear Pasutri, Ini 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh saat Lama Tak Bercinta
Jakarta – Bagi pasangan suami istri, hubungan seksual merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keharmonisan hubungan rumah tangga. Tak ayal, bagi pasutri, sesi bercinta kerap dinanti-nanti datangnya. Namun, aktivitas seksual bisa saja terhenti. Banyak faktor yang memengaruhi, seperti gangguan kesehatan hingga kesibukan. Padahal, terlalu lama melewatkan sesi bercinta, bisa berdampak kurang baik ke tubuh. Dikutip dari WebMD dan Medical News Today, mereka yang hasrat seksualnya tidak terpenuhi biasanya akan menjadi mudah marah dan gampang cemas.
Sebuah studi pada tahun 2020 menunjukkan bahwa frustasi seksual berhubungan dengan gejala depresi. Selain itu, sebuah studi pada tahun 2021 menunjukkan bahwa kondisi ini juga bisa menyebabkan seseorang menjadi kurang fokus di tempat kerja. Lalu, apa saja yang terjadi pada tubuh ketika seseorang lama tak melakukan aktivitas seksual?
1. Stres dan Mudah CemasSaat berhenti melakukan hubungan seksual, dapat membuat seseorang menjadi kurang terhubung dengan pasangannya. Hal ini juga berarti berkurangnya dorongan untuk mengelola stres sehari-hari. 2. Sistem Imun MelemahSeks secara teratur dapat membantu tubuh melawan penyakit, sehingga tidak akan mudah terserang flu atau sejenisnya. Melalui penelitian, mereka yang rutin berhubungan seks memiliki kadar antibodi imunoglobulin A yang lebih tinggi. 3. Hubungan Kurang HarmonisPasangan yang memiliki jadwal seksual kurang teratur dapat membuat hubungan menjadi renggang dan kurang harmonis. Pasalnya, seks yang teratur dapat membantu merasa dekat secara emosional dengan pasangan, yang membuka peluang untuk komunikasi yang lebih baik. 4. Lebih Berisiko Kanker ProstatHubungan antara seks dan kanker prostat masih pro dan kontra. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang jarang ejakulasi memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Sebuah penelitian besar yang dilakukan pada 30.000 pria menemukan mereka yang mengalami lebih dari 21 kali ejakulasi dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah dibanding mereka yang hanya ejakulasi empat hingga tujuh kali sebulan. Pasangan yang frekuensi berhubungan seksualnya menurun atau bahkan berhenti, dapat menurunkan daya ingat. Seseorang mungkin akan menjadi lebih pelupa. Seks teratur dapat membantu meningkatkan daya ingat, terlebih bagi mereka yang berusia antara 50-89 tahun. 6. Sulit TidurSeks sendiri diketahui dapat melepaskan hormon untuk membantu tidur nyenyak. Hormon seperti prolaktin dan oksitosin diketahui berperan untuk itu. (dpy/suc) Image : unsplash.com/ Spacejoy 12 Manfaat Sehat yang Didapat Jika Tiap Hari Rutin Bercinta Jakarta – Melakukan sentuhan dengan pasangan memberikan kesenangan tersendiri, apalagi jika melakukan hubungan seks. Gairah yang memuncak, akan membuat suasana menjadi lebih panas. Hal tersebutlah yang membuat seks menjadi hal yang disenangi oleh setiap pasangan. Ketika ingin melakukan hubungan seks, terkadang akan menjadi pertanyaan oleh sebagian orang. Kebanyakan orang akan menanyai bagaimana jika ia ingin melakukan seks setiap hari, apakah memberikan manfaat?
Dikutip dari Entertainment Times, terdapat 12 manfaat melakukan seks setiap harinya. 1. Memperkuat hubunganPasangan yang melakukan hubungan seks akan memperkuat emosional. Setelah melakukan hubungan seks, maka pasangan akan mengobrol. Hal tersebutlah yang dapat memperkuat hubungan karena adanya kesenangan dan merasakan kepuasan.
2. Meningkatkan kesehatan jantungPenelitian mengungkapkan bahwa seorang pria yang melakukan hubungan seks sebulan sekali, cenderung mengalami penyakit jantung dibandingkan dengan pria yang melakukan hubungan seks lebih dari dua kali seminggu. Seks juga dapat menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kadar homosistein. Kadar tersebut mampu untuk mengurangi risiko penyumbatan pada pembuluh darah, ketika pembuluh darah lancar maka seseorang akan jauh lebih aman untuk tidak terkena serangan jantung. 3. Meningkatkan kekebalan imunMelakukan hubungan seks secara teratur akan meningkatkan antibodi pasangan, hal ini dapat membantu pasangan tidak terkena penyakit flu maupun demam. Melakukan hubungan seks, akan membantu sel kekebalan tubuh melawan virus. 4. Mengurangi stresBerhubungan seks akan meningkatkan suasana hati, ketika pasangan melakukan hubungan seks secara teratur maka dapat mengatasi stres. Kasih sayang dengan sentuhan secara langsung saat melakukan hubungan seks dapat meningkatkan suasana yang positif pada hari berikutnya. 5. Meredakan rasa sakitMenurut penelitian, wanita yang melakukan hubungan seks secara teratur akan mengurangi rasa sakit pada kepalanya. Saat melakukan hubungan seks dan mencapai orgasme, maka hormon endorfin akan dilepaskan dari otak. Hormon tersebutlah yang mampu untuk menghilangkan rasa sakit. 6. Mendapat umur yang panjangMelakukan hubungan seks hingga mencapai orgasme, akan meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Selain itu, seks juga dapat memperbaiki jaringan dan menjaga kesehatan kulit. Saat pria mengeluarkan cairan sperma dalam seminggu, maka dapat hidup lebih lama daripada pria yang hanya sekali dalam beberapa minggu melakukan seks. 7. Meningkatkan sirkulasi darahDetak jantung dan darah akan meningkat ketika melakukan hubungan seks. Artinya, ketika darah didistribusikan ke organ, dan sel, maka tubuh akan menghilangkan racun dan badan akan terasa lebih segar. 8. Meningkatkan kualitas tidurSetelah melakukan seks, maka tubuh akan jauh lebih santai dan cepat merasa ngantuk. Hal ini karena adanya orgasme yang menimbulkan rasa rileks, ketika seseorang tidur nyenyak maka akan meningkatkan daya tubuh dan energinya. 9. Meningkatkan kebugaranSelain melakukan olahraga, seks juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar. Melakukan hubungan seks selama setengah jam akan membakar lebih dari 80 kalori. 10. Meningkatkan kadar estrogen dan testosteronHormon testosteron dapat meningkatkan gairah pria. Selain meningkatkan otot dan tulang, hormon tersebut dapat menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol. Sedangkan untuk wanita, hormon estrogen akan membantu dalam penyakit jantung, dan mengeluarkan aroma pada tubuh wanita. 11. Mengurangi tekanan depresiWanita yang tidak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks, cenderung lebih kecil berisiko mengalami depresi dibandingkan wanita yang menggunakan kondom. Hubungan seks dapat mengatasi depresi karena adanya senyawa yang keluar dalam tubuh atau disebut dengan oksitosin, hormon ini akan membuat seseorang melakukan aktivitas seperti memeluk dan berciuman. 12. Merasa jauh lebih baikSetelah melakukan hubungan seks, maka seseorang akan merasa jauh lebih baik. Hal tersebut dapat terjadi karena tubuh menjadi sehat, hubungan dengan pasangan menjadi lebih baik, dan suasana hati yang terus merasa senang. (up/up) Image : unsplash.com/ Spacejoy |















