Tag: FOMO

  • Mengenal FOMO di Investasi Aset Kripto dan Cara Menghindarinya

    Istilah FOMO saat ini sudah banyak kita temukan dalam dunia investasi, baik saham hingga aset kripto. FOMO sendiri merupakan singkatan dari Fear of Missing Out yang berkaitan dengan sebuah perasaan yang takut tertinggal atau ketinggalan karena tidak mengikuti sebuah aktivitas atau tren tertentu.

    Perasaan ini bisa dikatakan sebagai cemas serta takut yang bisa muncul dalam diri seseorang karena ketinggalan informasi atau aktivitas-aktivitas terbaru seperti tren, berita dan lain sebagainya. Adanya rasa takut akan ketertinggalan ini biasanya mengacu pada perasaan ataupun persepsi orang lain bisa bersenang-senang serta menjalani roda kehidupan dengan lebih baik. 

    Penyebab FOMO

    Munculnya FOMO tidak lain dan tidak bukan karena adanya penggunaan media sosial. Teknologi digital saat ini sudah menjadi kebutuhan dan sahabat dekat kita sebagai makhluk sosial. Perkembangan yang begitu pesat memberikan banyak sekali dampak positif dan negatif. Contoh paling nyata adalah adanya Instagram yang membuat kita dengan mudah mendapatkan jutaan informasi baik dari orang sekitar bahkan informasi internasional. 

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Instagram sebagai aplikasi yang banyak digemari oleh masyarakat memiliki banyak sekali fitur yang mendukung pengguna untuk melakukan update video ataupun foto dengan adanya instastory. Biasanya mereka akan menggunakan fitur ini untuk membagikan rutinitas sehari-hari. 

    Adanya instastory ini membuat kita bisa melihat rutinitas seseorang sehari-hari dan inilah yang menyebabkan munculnya perasaan cemas atau insecure dari diri kita masing-masing ketika melihat seseorang membagikan cerita bahagia. 

    Sasaran FOMO

    Fomo bisa terjadi pada siapa saja tanpa adanya perbedaan gender dan umur. Fomo tidak hanya berlaku bagi para orang dewasa, mereka yang masih remaja juga banyak yang sudah mulai merasakan fomo. 

    Gejala yang Timbul karena FOMO

    Lalu, apakah kita termasuk orang yang sedang mengalami FOMO? Yuk, simak beberapa gejala yang timbul akibat FOMO berikut ini:

    • Frekuensi yang Tinggi untuk Cek Gadget

    Gadget adalah alat yang tidak bisa ditinggalkan ataupun kita tinggalkan di era sekarang. Bagi mereka yang mengalami FOMO, maka ia akan memiliki frekuensi yang cukup tinggi untuk melakukan pengecekan ponsel. Contohnya ialah ketika mereka bangun tidur maka gadget adalah alat pertama yang harus mereka pegang. Selain itu, pada waktu malam hari atau sebelum tidur gadget adalah benda terakhir yang di pegang. 

    • Dunia Maya Jadi yang Utama

    Ciri selanjutnya adalah seseorang akan merasa dan menganggap bahwa dunia maya memiliki kepentingan yang lebih tinggi dibandingkan dengan dunia nyata. Hal ini karena munculnya keinginan orang tersebut untuk di akui oleh orang lain melalui dunia maya. Sehingga, kehidupan nyata menjadi nomor dua di bandingkan dengan dunia maya. 

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Dalam hal ini, keingintahuan yang di maksud bukanlah keingintahuan terhadap ilmu atau teori tertentu. Melainkan ingin tahu tentang kehidupan orang lain yang di anggap pembanding. Istilah stalking adalah salah satu bentuk keingintahuan seseorang terhadap orang lain. 

    • Tidak Mau Ketinggalan Gosip

    Orang-orang yang mengalami FOMO biasanya tidak ingin ketinggalan gosip terbaru. Gosip yang di maksud bisa berasal dari orang sekitar atau bahkan para public figure

    Ciri kelima yang menandakan bahwa seseorang mengalami FOMO adalah ketika ia mengeluarkan uang dengan sangat mudah bahkan melebihi kemampuan. Ia seringkali membeli hal-hal yang tidak begitu penting hanya agar tidak dipandang ketinggalan zaman. 

    Selain itu, ia akan susah untuk mengatakan “tidak” pada ajakan yang sebenarnya tidak mereka inginkan, termasuk investasi aset kripto. Alasan mereka melakukan ini adalah agar tidak ketinggalan aktivitas dan informasi sehingga ia akan menerima semua ajakan orang yang sebenarnya tidak begitu penting. 

    Tips Kurangi FOMO

    Adanya FOMO ini bisa memicu berbagai hal negatif contohnya adalah stress, depresi, kelelahan hingga gangguan tidur. Orang akan merasa tidak pernah cukup dan tidak mudah merasa puas. Hal ini juga bisa mengganggu finansial seseorang karena adanya budaya hidup tidak mau ketinggalan zaman. Nah berikut ini adalah beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mengurangi adanya FOMO:

    • Fokus terhadap Diri Sendiri

    Setiap manusia memiliki jalan, takdir dan kapasitas yang berbeda-beda. Tidak semua hal harus terjadi sama antara satu dengan yang lainnya. Sehingga kamu harus lebih fokus terhadap diri sendiri, tanpa perlu membandingkan dengan orang lain. Kita tidak mungkin terus-menerus mengikuti perkembangan yang bisa berubah hanya dalam hitungan menit. 

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Menebak Sikap Presiden AS Joe Biden Terkait Cryptocurrency

    Salah satu penyebab FOMO adalah penggunaan media sosial terus menerus. Sehingga hal yang perlu anda lakukan berikutnya adalah mengurangi penggunaan media sosial dan gadget

    • Kembali Fokus pada Koneksi Sosial

    Sebagai makhluk sosial kita tentu membutuhkan orang lain sehingga kita harus memiliki koneksi nyata. Dengan menggunakan dan mengutamakan koneksi nyata maka kita tidak akan terfokus dengan dunia maya saja. 

    • Apresiasi dan Menghargai Diri Sendiri

    Selanjutnya untuk mengurangi perasaan FOMO maka anda harus bisa mengapresiasi serta menghargai diri sendiri. Kamu harus lebih bisa bersyukur atas apa yang dimiliki. 

    Itulah berbagai hal yang bisa kami berikan pada kamu seputar definisi, sasaran, gejala hingga tips yang bisa digunakan untuk mengurangi FOMO. Semoga bermanfaat!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 8 Istilah NFT yang Wajib Anda Ketahui dan Pahami

    Setelah aset kripto semakin lazim dikenal masyarakat, sekarang saatnya bagi NFT untuk memancarkan sinarnya. Sebagai topik bahasan yang relatif baru, banyak istilah NFT yang harus diketahui oleh masyarakat pada umumnya maupun kreator serta kolektor yang ingin terjun ke dalam ekosistem tersebut.

    Tambah Pengetahuan dengan Komunitas NFT

    Bagi para kreator dan kolektor yang ingin terjun ke dalam dunia NFT tapi bingung harus mulai dari mana, Anda bisa bergabung dengan komunitas NFT yang tersebar di luar sana. Biasanya, komunitas NFT bisa Anda temukan dengan mudah di Twitter, Discord, Telegram, dan Clubhouse.

    Selain itu, dengan bergabung di komunitas, Anda bisa mengetahui dan mempelajari istilah-istilah NFT yang tentunya cukup terdengar asing di telinga. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah memahami tren dan update terkini seputar NFT tanpa loading terlalu lama.

    Baca Juga: Wow, Ternyata Inilah Penyebab NFT Semakin Booming!

    Istilah NFT yang Wajib Diketahui 

    Nah, berikut terdapat beberapa istilah dalam NFT yang wajib Anda pelajari, antara lain:

    1. Mint

    Mint yang satu ini bukan rasa es krim, ya! Mint dalam dunia NFT diartikan sebagai  kegiatan meng-upload karya seni digital NFT ke dalam sistem blockchain

    2. DYOR

    Merupakan singkatan dari Do Your Own Research, DYOR adalah di saat Anda harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, risiko mengalami kerugian akan berkurang karena Anda tidak menelan perkataan orang mentah-mentah.

    3. Floor Price

    Floor price adalah harga jual terendah suatu NFT pada marketplace dan bukan termasuk harga rata-rata suatu item. Selain itu, floor price otomatis diperbarui secara real-time oleh sistem.

    4. Gas Fee

    Gas fee merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh user ketika Ia sedang melakukan transaksi atau membuat kontrak baru pada sistem blockchain. Satuan gas fee dalam blockchain disebut Gwei.

    Pada blockchain Ethereum, 1 Gwei sama dengan 0,000000001 ETH. Lain halnya pada blockchain Binance Smart Cain (BSC), 1 Gwei sama dengan 0.000000001 BNB. Penyebutan

    Berbicara nominal, gas fee memiliki nominal yang tidak menentu karena di setiap NFT  marketplace memiliki besaran yang berbeda. Selain itu, gas fee juga berlaku saat Anda melakukan minting NFT, karena NFT juga dapat berjalan pada beberapa sistem blockchain, seperti BSC dan Ethereum.

    5. OG

    OG adalah singkatan dari Original Gangster yang merujuk kepada orang-orang yang telah berkecimpung lebih dahulu pada sebuah komunitas, termasuk komunitas NFT. Bisa dibilang, OG adalah orang yang sudah memiliki banyak pengalaman dan ilmu seputar dunia NFT.

    6. WAGMI

    WAGMI atau We All Gonna Make It merupakan perasaan senang yang ditunjukkan seseorang apabila ada orang lain yang mulai paham mengenai dunia NFT dan membeli seni digital NFT.

    7. NGMI

    Merupakan kependekan dari Not Gonna Make It, istilah ini merujuk kepada perasaan menyesal khususnya bagi seseorang yang sudah telanjur mengambil keputusan yang kurang tepat.

    8. FOMO

    Istilah ini bisa dibilang yang paling sering didengar. Yes, FOMO adalah Fear of Missing Out, di mana merujuk kepada perasaan cemas yang dimiliki seseorang akibat ketinggalan suatu tren. 

    Dalam ranah NFT, bisa saja kolektor membeli seni digital NFT dengan terburu-buru karena takut ketinggalan tren. Hal ini dapat merugikan kolektor karena tidak mengambil keputusan dengan matang. Oleh sebab itu, selalu pikirkan keputusan dengan matang dan jangan terburu-buru, ya!

    Itulah 8 istilah dalam NFT yang sering Anda temui pada komunitas NFT maupun media sosial. Jangan ragu untuk mempelajari dan berdiskusi dengan para kreator atau kolektor NFT lainnya, ya! Nah, bagi Anda yang ingin memamerkan seni digital NFT ataupun ingin membelinya, segera bergabung dengan TokoMall, yuk!  



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Buff Doge Coin, Token Viral dengan Apresiasi 5000% dalam Sehari

    Token viral berbasis kategori “meme” bernama Buff Doge Coin(DOGECOIN) mengalami apresiasi sekitar 5000% hanya dalam satu hari.

    Token ini nampaknya mengalami ketenaran yang meningkat akibat komunitasnya yang kuat.

    Walau kenaikan harganya menggiurkan, banyak investor dan trader yang FOMO dan tidak mengetahui apa sebenarnya kegunaan token tersebut.

    Dalam artikel ini, akan dijelaskan apa sebenarnya token ini dan mengapa harganya naik hingga 5000% dalam satu hari.

    Mengenal Buff Doge Coin

    Buff Doge Coin (DOGECOIN) merupakan salah satu crypto yang dibentuk dan dipublikasi pada Agustus 2021.

    Token ini memiliki tujuan untuk menjadi token berbasis “meme” yang ingin menjadi versi yang lebih baik dari Dogecoin (DOGE).

    Token ini bergerak pada Binance Smart Chain dan memiliki sifat deflasi akibat adanya mekanisme burn yang cukup tinggi.

    Dikabarkan token burn akan dilakukan dengan jumlah dua kali lipat dari burn sebelumnya tanpa jadwal yang pasti.

    Tapi terdapat tujuan akhir yang cukup tidak lazim dimana tim pencipta pada akhirnya akan menghapus 100% dari persediaan token.

    Baca JugaIni Jumlah Burn Rate Ethereum Setelah London Hard Fork

    Kemungkinan besar 100% yang dimaksud adalah token yang beredar. Sebab, jumlah beredar adalah 888 Triliun, tapi secara keseluruhan terdapat 1.000 Triliun persediaan.

    Buff Doge Coin yang sudah dihilangkan atau mengalami burn saat ini berada pada sekitar 63 juta token.

    Mekanisme burn terus dilakukan untuk membuat tokennya semakin langka dan mendorong harganya naik agar menguntungkan seluruh pihak.

    Kegunaan dari token serta keuntungan token ini belum jelas, tapi terdapat tujuan yang cukup baik akibat adanya sisi donasi dari tim.

    Tim dari token ini menyatakan salah satu tujuan dari token ini adalah untuk donasi melalui sebagian keuntungan tim.

    Donasi ditujukan untuk perihal lingkungan dan binatang tepatnya kepada perawatan binatang yang ditelantarkan dan konservasi lingkungan.

    Sebab, tim dari Buff Doge Coin percaya bahwa keuntungan tanpa memikirkan dunia dan sisi sosial adalah hal yang buruk sehingga dunia juga harus dijaga.

    Kegunaan Tambahan

    Walau masih terlihat sebagai token “meme” Buff Doge Coin memiliki tujuan tambahan dimana ia juga ingin menjadi alat tukar.

    Dalam rencananya ke depan, ia ingin membuat bursa NFT sendiri yang nampaknya akan menggunakan Buff Doge Coin sebagai alat tukar.

    Namun peluncuran bursa ini nampaknya masih akan terjadi dalam waktu yang cukup lama, sebab rencana ke depannya masih terlihat banyak.

    Untuk saat ini Buff Doge Coin masih berada di fase kedua dimana fase pertama adalah perkenalan melalui media sosial.

    Fase kedua ini adalah melantainya informasi terkait Buff Doge Coin di Coinmarketcap dan Coingecko serta memperkuat komunitasnya.

    Untuk saat ini salah satu hal yang patut diapresiasi dari token ini adalah kekuatan komunitasnya yang terus berkembang dan berhasil meningkatkan ketertarikan.

    Fase ketiga atau fase berikutnya adalah melantainya token ini di bursa-bursa yang lebih terkenal dan juga bursa tersentralisasi.

    Baru di fase keempat nantinya Buff Doge Coin akan menerbitkan bursa NFT sendiri yang kemungkinan akan menggunakan tokennya sebagai alat tukar.

    Fase terakhir adalah tahap pertumbuhan dan juga pemberian donasi kepada Tujuan awal yaitu penyelamatan lingkungan dan binatang.

    Melihat rencana ini, banyak investor yang terus tertarik untuk menyimpan Buff Doge Coin yang dimilikinya. Namun pihak tim memberi insentif lain.

    Insentif ini adalah mekanisme unik dimana setiap terjadinya transaksi Buff Doge Coin, 5% dari transaksi tersebut akan diberikan kepada investor atau holder tokennya.

    Selain itu, 5% tambahan dari transaksi tersebut juga akan diambil untuk kegunaan likuiditas untuk menjaga volume transaksi.

    Jadi setiap transaksi, 10% transaksi token ini akan diambil untuk dikembalikan pada investor atau holder dan juga untuk penguncian penjaga likuiditas.

    Baca jugaKolaborasi Tokocrypto dan CryptoHero, Aplikasi Bot Crypto Untuk Mempermudah Trading Aset Kripto

    Naik 5000% dalam Satu Hari

    Pada 21 September 2021, ketenaran Buff Doge Coin ini mulai meningkat akibat adanya apresiasi yang signifikan sekitar 5000% hanya dalam satu hari.

    Sebelumnya token ini juga sempat naik lebih tinggi, namun hal tersebut dianggap sebagai pergerakan buruk biasa oleh token “meme”.

    Walau sebelumnya mayoritas pasar crypto meremehkannya, token ini membuktikan banyak pihak salah, akibat kenaikannya sekitar 5555%.

    Setelah kenaikan tersebut token ini relatif koreksi dan bergerak sedikit di bawah harga tersebut, namun pada 10 Oktober 2021 hingga 11 Oktober 2021 harganya kembali naik.

    Dikabarkan bahwa harganya naik sekitar 35% setelah adanya kabar kelanjutan dari fase kedua, yaitu melantainya informasi token ini di Coinmarketcap dan Coingecko.

    Kabar ini berhasil mendorong harapan kembali kepada token ini yang juga membuat banyak investor FOMO mulai ramai membeli.

    Melihat apresiasi ini perlu diingat bahwa FOMO akan sangat tinggi sehingga ada baiknya jika investor menganalisis secara pribadi sebelum membeli.

    Sebab walau saat ini positif, ada kemungkinan koreksi yang cukup tinggi melihat harganya yang sudah naik cukup signifikan.

    Secara keseluruhan walau sudah di audit oleh Dessert Finance, token ini memiliki kegunaan yang masih cukup kecil.

    Sehingga masih terdapat potensi tertinggalnya token ini dibandingkan crypto-crypto lain yang lebih stabil, jika fokus untuk jangka panjang.

    *Disclaimer

    Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jangan Cuma FOMO! Kenali Seputar Aset Kripto Ini Sebelum Nyemplung


    Jakarta

    Dunia aset kripto semakin tenar di Indonesia. Sayangnya tidak sedikit dari mereka ‘nyemplung’ begitu saja ke investasi kripto tanpa riset memadai atau ikut-ikutan karena takut ketinggalan sesuatu alias fear of missing out (FOMO).

    Sebelum nyemplung ke investasi kripto, perlu diketahui bahwa kripto merupakan aset keuangan digital yang dibuat menggunakan teknologi kriptografi dan blockchain. Terdapat risiko dan manfaat yang perlu diketahui.

    “UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan) telah menetapkannya sebagai aset keuangan digital, diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagi yang belum familiar, penting banget buat memahami bahwa setiap produk keuangan termasuk aset kripto punya risiko dan manfaatnya masing-masing,” tulis unggahan di Instagram resmi @sikapiuangmu, Minggu (14/9/2025).


    Adapun beberapa risiko aset kripto yakni volatilitas harga tinggi karena nilai aset dapat berubah drastis dalam waktu singkat. Kemudian marak modus phising, ponzi dan proyek kripto tanpa izin.

    Selain itu, kami dapat kehilangan akses akun atau wallet jika kehilangan private key atau tidak mengaktifkan two-factor authentication (2FA). Ada juga risiko serangan peretasan dan banyak pedagang tidak berizin OJK sehingga ditanggung konsumen jika bertransaksi di platform tidak berizin.

    Manfaat Aset Kripto

    Di sisi lain, terdapat manfaat aset kripto yakni adanya alternatif investasi. Dalam hal ini adanya peluang diversifikasi portofolio dengan aset digital yang tersedia mulai dari nominal kecil.

    Kemudian, konsumen dapat kirim dan terima aset digital lintas negara secara cepat dan murah. Tidak tergantung pada sistem perbankan tradisional.

    Tidak hanya itu, kehadiran aset kripto dapat meningkatkan inklusi keuangan digital karena siapapun dengan smartphone dan koneksi internet bisa berpartisipasi. Hal ini dapat menjangkau populasi unbanked dan underbanked.

    Adapun hak-hak sebagai konsumen aset kripto yakni pertama, dana konsumen disimpan dalam rekening terpisah di lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian.

    Kedua, pedagang wajib bertanggung jawab atas kehilangan aset konsumen yang disimpan oleh pedagang.

    Ketiga, konsumen berhak mendapatkan penyelesaian sengketa yang adil dan transparan melalui mekanisme yang diatur oleh OJK.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Heboh Fenomena Gen Z FOMO Investasi Kripto, Kok Bisa Sih?


    Jakarta

    Asetkripto semakin tenar di Indonesia sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia per November 2025 mencapai 19,56 juta konsumen atau naik 2,5% dibandingkan posisi Oktober 2025.

    Sayangnya, tidak sedikit generasi muda seperti Gen Z yang berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau karena takut ketinggalan sesuatu alias fear of missing out (FOMO), tanpa mendalami instrumen tersebut.

    Kondisi ini dikhawatirkan membuat masyarakat rentan terkena penipuan. Salah satunya, terbaru ramai dibahas laporan dugaan penipuan trading kripto yang sedang ditangani aparat penegak hukum menyeret nama influencer Timothy Ronald.


    Co-founder Cryptowatch Christopher Tahir menilai, maraknya Gen Z yang FOMO berinvestasi pada kripto merupakan fenomena yang sangat wajar. Hal ini mengingat banyak sekali influencer kripto yang menjual sisi kemewahan dan kekayaan dari hasil investasi tersebut.

    “Sehingga ini membuat banyak sekali Gen Z ataupun termasuk generasi millennial yang cenderung untuk mencari cara agar bisa cepat kaya, agar bisa cepat keluar dari rat race. Tentunya salah satu kendaraannya adalah kripto,” kata Christopher, saat dihubungi detikcom, Senin (12/1/2026).

    Meski menurutnya bukan tidak mungkin investasi kripto menghasilkan cuan yang besar, namun masyarakat juga perlu dipahami bahwa kripto merupakan investasi dengan risiko tinggi.

    “Dengan beli kripto, ada juga risiko yang dapat menghilangkan dana investasi kita. Sehingga menurut saya ada baiknya untuk dipelajari terlebih dahulu apa yang diinvestasikan agar tidak nyangkut ke koin-koin yang tidak jelas. Dikarenakan banyak koin-koin yang tidak jelas ini bisa saja hilang dalam waktu 1 menitan. Jadi sangat penting untuk cek dan recheck dari koin yang kita beli,” ujarnya.

    Sementara itu, pengamat kripto, Desmond Wira mengatakan, fenomena FOMO investasi sejatinya tidak hanya terjadi pada instrumen kripto, melainkan semua jenis aset yang mengalami kenaikan harga tajam seperti saham, emas, dan lainnya.

    “Saat harga naik tajam, pada berbondong-bondong membeli aset tersebut, tanpa melihat risikonya, fundamentalnya, bahkan banyak yang tidak tahu apa sebenarnya yang dibeli, asal ikut. Istilahnya FOMO, yang ia tahu dan inginkan cuma harga akan naik lagi, dapat profit. Padahal belum tentu, bisa jadi malah ambrol,” jelas Desmond dihubungi terpisah.

    Menurutnya, kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya influencer yang sering kali melakukan pom-pom aset tersebut. Alhasil, saat harga aset tersebut ambruk banyak yang merasa ditipu influencer tersebut.

    “Hal ini bukan pula kematangan finansial. Tapi cuma sifat serakah dari investor yang tidak mau melakukan analisis atau riset tentang aset berisiko yang mau dibeli,” kata dia.

    Menurutnya, setiap investor seharusnya melakukan riset mendalam sebelum memutuskan membeli aset tertentu, jangan sampai hanya FOMO atau bahkan percaya pada sembarang influencer. Sebab, bagaimanapun influencer itu merupakan orang asing.

    “Idealnya kita harus melakukan riset sendiri, sesuai profil risiko kita sendiri. Untuk itulah sangat penting meningkatkan literasi finansial diri kita sendiri,” ujarnya.

    (shc/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • Minim Literasi, Mudah Terjebak Tren

    Minim Literasi, Mudah Terjebak Tren


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan generasi Z atau Gen-Z menjadi yang terendah dalam skala nasional. Bahkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi, Agustus lalu mengungkapkan kelompok usia 15-17 tahun memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang paling rendah.

    Hal ini senada dengan hasil riset kredit Karma pada 2018 lalu dimana ditemukan bahwa sebanyak 39% Gen-Z memiliki utang untuk mengikuti tren dalam komunitasnya. Sedangkan berdasarkan Research Institute pada 2019, alokasi tabungan dari pendapatan pada Gen-Z hanya 10,17%. Ini menekankan bahwa mereka juga minim investasi, meski secara umum mereka dianggap mengerti tentang pengetahuan menabung.

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, Gen-Z, juga tumbuh dengan internet dan kecenderungan mencari solusi finansial yang cepat dan efisien, sehingga menghadapi tantangan besar dalam mengelola keuangan secara bijak. Mencermati hal tersebut, platform literasi investasi Tumbuh Makna bekerja sama dengan Universitas Serang Raya mengadakan webinar bersama puluhan mahasiswa dengan tema “Financial Cerdas Gen-Z: Strategi Kelola Dana dan melek Digital Menuju Masa Depan Sejahtera”.


    Benny Sufami, Co-Founder Tumbuh Makna, memberikan sejumlah tips penting agar Gen-Z dapat mengelola keuangan dengan benar, yakni melalui membangun kebiasaan finansial yang sehat, dan menghindari risiko kerugian di masa depan.

    “Keberhasilan finansial tidak datang dalam semalam, melainkan melalui kebiasaan yang dibentuk secara konsisten, seperti menabung, mengelola pengeluaran, dan merencanakan keuangan dengan disiplin. Kebiasaan yang sehat akan menjadi fondasi kuat bagi kestabilan keuangan di masa mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2024).

    Benny menekankan bahwa memiliki anggaran atau budgeting yang jelas adalah kunci menuju kebebasan finansial, sekaligus pentingnya pemahaman terhadap investasi. Ia mencatat banyak investor muda yang sering kali mengalami kerugian karena terjebak dalam tren investasi tanpa mempertimbangkan profil risiko pribadi.

    “Banyak yang ikut-ikutan membeli saham hanya karena melihat orang lain melakukannya,” ungkapnya. Benny mengingatkan bahwasetiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikan jenis investasi dengan profil risiko masing-masing agar terhindar dari kerugian besar.

    Menurutnya, pemahaman risiko sebelum berinvestasi adalah hal krusial agar keputusan yang diambil lebih cerdas dan minim risiko. “Pastikan kamu memahami dengan jelas apa saja risiko yang terlibat,” jelas Benny. Selain itu, ia mengimbau agar setiap keputusan keuangan selalu didasarkan pada prinsip-prinsip yang legal dan logis. “Mindset yang perlu ditanamkan bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan uang, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan tepat dan bijaksana. Pastikan setiap langkah finansial yang diambil mematuhi aturan yang berlaku dan tidak tergoda oleh iming-iming keuntungan instan,” pungkasnya.

    Sementara itu Direktur Utama PT. Persero Batam, Arham S. Torik, mengingatkan bahwa salah satu prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan adalah menjaga pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan.

    “Mereka harus membuat anggaran yang sesuai dengan gaya hidup. Perencanaan ini penting, khususnya untuk Gen-Z, karena hari ini kamu kerjakan, itu akan menentukan masa depan. Karena tantangan ke depan akan lebih dinamis,” ujarnya. Ia menekankan perlunya kesadaran diri dalam membatasi pengeluaran agar sesuai dengan anggaran yang ada.

    Arham juga menggarisbawahi pentingnya bagi Gen-Z untuk menetapkan anggaran yang realistis, yang mencerminkan kebutuhan mereka secara jujur tanpa mengikuti gengsi atau keinginan semata.

    “Banyak dari Gen-Z mungkin belum memiliki perencanaan yang matang, biasa disebut besar pasak daripada tiang. Untuk itu, kawan-kawan harus tahu pendapatan bersih, kemudian ukur pendapatan dan menyesuaikan pengeluaran. Jangan terlalu banyak keinginan. Prioritaskan kebutuhan, bukan keinginan,” tegasnya.

    Menurutnya, strategi perencanaan keuangan adalah upaya untuk melakukan perencanaan masa depan, termasuk membangun dana darurat secara terukur dan realistis. “Dana darurat ini penting sebagai perlindungan dari risiko tak terduga. Buat rekening terpisah untuk dana darurat, agar dana ini tidak tercampur dan sulit nantinya diakses, sehingga bisa dicairkan dengan segera. Lalu buat otomatis transfer untuk dana darurat,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa perencanaan adalah kunci dari semuanya sehingga harus dibuat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan.

    Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Serang Raya, Endang Tri Santi, menekankan pentingnya literasi bagi Gen Z yang tumbuh di era digital. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk memilah informasi yang valid dari yang menyesatkan, terutama agar generasi ini terhindar dari keputusan finansial yang berisiko. “Di tengah tsunami informasi saat ini, sikap kritis sangat diperlukan. Kita harus selalu cek data dan verifikasi sumber dengan teliti, karena hal ini akan membantu kita terhindar dari keputusan finansial yang merugikan,” tegasnya.

    Santi juga mengingatkan bahaya Fear of Missing Out (FOMO) yang sering kali memicu kebiasaan buruk dalam pengelolaan keuangan. “FOMO sering mendorong keputusan impulsif yang justru merugikan, seperti membeli barang-barang viral tanpa pertimbangan matang. Kebiasaan ini bisa jadi bumerang karena menumbuhkan dorongan untuk selalu mengikuti arus,” ujarnya. Ia menasihati agar Gen-Z tidak mudah terpengaruh tren tanpa memahami risikonya dan lebih selektif dalam membuat keputusan keuangan.

    Lebih jauh, Santi mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara produktif dan positif. Menurutnya, era digital harus dimanfaatkan dengan literasi yang baik, bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai kreator yang dapat menghasilkan produk sendiri. “Mari manfaatkan era digital untuk menjadi lebih kreatif dan produktif,” tambahnya, menggarisbawahi bahwa literasi yang baik bisa membuka banyak peluang bagi Gen-Z untuk berkarya.

    (fdl/fdl)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • FOMO Jadi Spiderman Ala Veddriq, Cobalah Main ke Indoor Wall Climbing Ini



    Jakarta

    Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo meraih emas di Olimpiade 2024 Paris. Temukan tempat wall climbing di Jakarta untuk mencoba olahraga ekstrem itu!

    Pencapaian itu ditorehkan atlet asal Pontianak tersebut setelah mengalahkan atlet panjat tebing asal China, Wu Peng. Tidak hanya meraih medali emas, penampilan memukau Veddriq dkk di Paris bikin warganet FOMO alias takut kehilangan momen untuk menjajal panjat dinding.

    Di Jakarta terdapat beberapa tempat panjat tebing yang bisa dicoba oleh masyarakat umum. Tidak perlu khawatir, ada operator yang menyediakan peralatan dan tenaga ahli untuk mendampingi traveler yang ingin mencoba olahraga itu.


    Berikut empat wall climbing yang ada di Jakarta dan sekitarnya:

    1. Indo Climb FX Sudirman

    Berada di FX Sudirman Mall lantai tiga, masyarakat yang ingin mencoba wall climbing bisa melakukannya di sini. Tak perlu khawatir jika tak punya segala perlengkapan untuk olahraga ekstrem ini, karena di tempat ini juga menyediakan penyewaan perlengkapannya di antaranya climbing shoes dan harness masing-masing Rp 30.000 dan chalk bag Rp 10.000.

    Indo Clim FX Sudirman ini buka setiap hari, Senin hingga Jumat buka mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 10.00 sampai 09.00 WIB. Di sini juga terdapat beberapa kelas atau paket yang bisa kamu coba atau ingin mencoba hanya satu kali saja dengan harga Rp 195.000.

    2. Boulder Planet Indonesia

    Selain di FX Sudirman Mall untuk masyarakat yang ingin mencoba indoor wall climbing juga bisa mencobanya di Neo Soho Mall, Jakarta Barat. Terletak di lantai tiga, terdapat juga beberapa paket yang bisa dinikmati oleh masyarakat yang ingin menikmatinya.

    Untuk harian atau yang pertama kali mencoba, harga yang ditawarkan dimulai dari Rp 110.000. Buka setiap hari dari jam 10.00 hingga 22.00 WIB, di sini juga terdapat penyewaan perlengkapan seperti climbing shoes Rp 30.000, harness Rp 20.000, dan chalk bag with chalk seharga Rp 20.000.

    3. Climb On

    Indoor climbing selanjutnya berada di lantai pertama Mall Plaza Semanggi, Jakarta Selatan. Di buka sejak 2020 tempat ini bisa beri pengalaman baru buat kamu yang ingin mengisi hari dengan aktivitas yang berbeda.

    Buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB, untuk bisa menikmatinya mulai dari harga Rp 90.000 saja, adapun penyewaan perlengkapan memanjat yang disediakan di tempat ini.

    Indoor climbing bisa jadi inspirasi aktivitas yang berbeda untuk mengisi waktu luang kamu, indoor climbing tersebut juga bisa dinikmati oleh semua generasi, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

    4. Bremgra Indoor Climbing

    Bremgra Indoor Climbing terbagi ke dalam dua jenis, yakni wall climbing gym dan fun wall. Mengutip akun Instagram resminya @bremgra.id, harga tiket wall climbing gym dipatok sebesar Rp 120.000 pada Senin-Jumat. Adapun, pada akhir pekan biayanya Rp 170.000. Pengunjung diberi waktu selama dua jam untuk bermain panjat dinding.

    Jika ingin mencoba fun wall, travelers dikenakan tiket sebesar Rp 100.000 saat weekday. Sementara itu, pada Sabtu-Minggu biayanya sebesar Rp 150.000. Traveler hanya diberikan waktu selama satu jam untuk bermain di area fun wall.

    Bremgra Indoor Climbing beralamat di Jalan Cilenggang Raya Nomor 123, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 13.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat, sedangkan di akhir pekan buka dari pukul 09.00-21.00 WIB.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com