Tag: food vlogger

  • Kresss! Donat Kaca Buatan Food Vlogger yang Lembut dan Krispi


    Jakarta

    Donat ini dibuat terinspirasi dari tanghulu. Donatnya dibalut dengan karamel gula yang menghasilkan tekstur renyah yang pecah seperti serpihan kaca.

    Donat menjadi jajanan yang populer di dunia. Kreasinya pun semakin banyak, salah satu yang menarik perhatian di Indonesia belakangan ini adalah donat kaca.

    Disebut donat kaca karena donat tersebut dibalut dengan karamel gula. Karamel gula yang sudah mengering pada lapisan donat tersebut terlihat bening seperti serpihan kaca.


    Donat kaca tersebut merupakan usaha kuliner milik seorang food vlogger yang eksis dengan akun media sosial @KulinerSamaCici. Berawal hanya Pre Order (PO), kini punya gerai sendiri.

    1. Berawal ingin mengisi waktu luang

    Oh My DonutOh My Donut, usaha kuliner milik Food Vlogger Kuliner Sama Cici. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kepada detikFood (06/12/24) food vlogger dengan nama asli Vinny Laurencia tersebut mengatakan bahwa ide membuat donat hanya ingin mengisi waktu luang seusai melahirkan.

    “Karena waktu itu aku habis lahiran, kayak 1-2 bulan setelah lahiran aku gak banyak ambil kerjaan di luar. Job-job endorsement di luar aku gak ambil,” tutur Vinny.

    Karenanya, untuk mengisi kekosongan waktu,terbesit untuk jualan donat dalam skala kecil. Mengingat dirinya juga suka baking, termasuk membuat donat sendiri.

    2. Terinspirasi dari tanghulu

    Oh My DonutOh My Donut menawarkan donat kaca yang terinspirasi dari tanghulu. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bukan donat biasa, ia pun membuat donat yang berbentuk bomboloni atau donat khas Italia. Kemudian, pada kreasinya ia menambahkan karamel gula agar terlihat seperti kaca.

    Food vlogger dengan 6 juta followers di TikTok ini mengaku terinspirasi dari tanghulu. Tanghulu sendiri merupakan jajanan khas China berupa sate buah-buahan segar yang dibalut karamel gula.

    “Aku tuh kepikiran gimana caranya ya biar donatnya tuh ada crispy-crispynya. Jadi aku terinspirasi tanghulu, aku pernah coba waktu aku ke Korea,” tuturnya.

    Varian Oh My Donut ada di halaman selanjutnya.

    3. Awalnya hanya buka PO

    Oh My DonutOh My Donut awalnya hanya buka PO. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Setelah menemukan resep yang pas, Vinny pun mulai menawarkan donat tersebut dengan sistem PO. Tak disangka, pesanan pun bisa mencapai 200-300 donat dalam sekali batch.

    Pesannya pun terus membludak hingga akhirnya membuat Vinny sempat menutup pesanan. Vinny mengatakan bukan hal yang mudah untuk membuat donat dengan balutan karamel gula.

    “Gak gampang bikin donat kaca ini, udah pesanannya juga banyak. Nah dari situ aku gak kepegang, aku tutuplah selama 2-3 bulan. Paling bikin buat makan di rumah aja,” ujar Vinny.

    4. Punya gerai sendiri

    Oh My DonutOh My Donut kini punya gerai sendiri Foto: detikcom/Riska Fitria

    Setelah itu, Vinny dengan dukungan suami berpikir untuk meneruskan usaha ini agar semakin berkemban. Karena menurut mereka, ini bisa menjadi kesempatan yang menguntungkan.

    Vinny kemudian mulai mencari tempat yang pas untuk membuka gerainya. “Kebetulan aku pernah bikin konten tentang gedung Senyum 5.000 ini yang jual alat makan murah dan bagus,” ujarnya.

    “Video itu viral dan aku dikenalin sama owner gedung ini dan beliau nawarin aku untuk buka gerai di sini,” lanjutnya.

    Gerainya pun buka di lantai 1 gedung Senyum 5.000 yang lokasinya ada di Jalan Gading Serpong Boulevard No.06 Blok O, Kelapa Dua, Tangerang.

    5. Ada 7 varian rasa

    Oh My DonutOh My Donut punya 7 varian rasa. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tak hanya donat kaca saja, di gerainya yang bernama Oh My Donut ini Vinny menawarkan 7 varian donat menarik. Mulai dari Lemon, Strawberry, Matcha, Cokelat, Kopi, dan Martabak.

    Untuk donatnya sendiri dibuat dari adonan tepung, jadi tanpa tambahan kentang atau labu. Meskipun begitu, berkat resep rahasianya membuat donatnya lembut, empuk dan tidak kempes.

    Untuk varian donat kaca, ada sensasi sendiri ketika memecahkan lapisan karamel gulanya. Rasanya manisnya pas, karena hanya berasal dari karamelnya saja. Adonannya tidak menambah rasa manis.

    Sementara untuk varian Matcha, donatnya diisi dengan custard Matcha yang royal. Untuk varian ini, adonannya berwarna hijau. Rasa custard Matchanya cenderung manis.

    Oh My DonutOh My Donut punya varian Strawberry yang segar dan manis. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Jika ingin yang segar, bisa cicip varian Strawberry. Custard strawberry di dalamnya lembut dan creamy. Rasanya seimbang antara asam dan manis. Selain itu, juga disajikan dengan topping irisan buah strawberry utuh.

    Varian Martabak juga tak kalah menarik. Pada sisi samping donat disajikan dengan cokelat dan taburan kacang tanah. Rasanya mengingatkan dengan martabak kacang yang klasik.

    Masing-masing varian dibanderol Rp 25.000. Namun, kamu bisa juga beli satu boks dengan isian 6 donat seharga Rp 150.000.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya


    Jakarta

    Bakso khas Wonogiri ini sudah ada sejak tahun 90-an. Lokasi jualannya tak pernah berubah yaitu di dalam perumahan Villa Melati Mas, Serpong.

    Menelusuri tempat makan enak di area perumahan memang tidak pernah ada habisnya. Kebanyakan tempat makan di area perumahan ini sudah berjualan selama belasan sampai puluhan tahun.

    Seperti Bakso Big Top yang menjadi bakso favorit bagi warga perumahan di Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang Selatan. Kedai bakso ini berlokasi di Ruko Villa Melati Mas, Blok B10. Tempat makannya luas, nyaman dan bersih.


    Menurut salah satu pegawai di sana yaitu Suryo, Bakso Big Top awalnya berjualan menggunakan gerobak sederhana dan keliling area perumahan tersebut. Usaha ini rupanya sudah ada sejak tahun 90-an.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Sang pemilik yang berasal asli dari Wonogiri, mahir membuat bakso urat hingga bakso polos. Meski kini kedai bakso ini dijalankan oleh karyawan-karyawannya, tapi semua komposisi bahan bakso sampai racikannya masih sama seperti yang dulu.

    “Kalau jenis bakso di sini ada tiga. Yaitu bakso kecil, bakso urat, bakso telur sama ada juga tahu bakso. Semuanya buat sendiri, dagingnya juga giling sendiri. Sehari bisa habis 30-45 kg bakso. Kalau hari libur biasanya lebih banyak lagi,” ungkap Suryo ke detikFood (30/09).

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Oh ya, di sini juga menyediakan mie instan sebagai pengganti mie atau bihun. Menu ini diadakan karena dulunya banyak pelanggan Big Top yang memesan bakso tapi menggunakan mie instan.

    Untuk tipe bakso dan kuahnya khas Wonogiri, kuah kaldu sapinya bening tapi tetap gurih. Sementara baksonya kenyal dan garing dengan rasa daging sapi yang kuat di setiap gigitan.

    Kalau suka pedas, wajib tambah sambal cabenya yang masih tergerus kasar mirip sambal goreng, tapi rasa pedasnya cukup menyengat lidah.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    “Bisa pesan pakai tetelan juga itu gratis. Kalau bakso standar, yaitu bakso polos seporsi Rp 21.000. Kalau Bakso komplet harganya Rp 27.000 sudah dapat bakso telur, urat, tahu dan bakso polos. Kalau pakai mie instan jadi Rp 30.000 kalau baksonya komplet,” sambung Suryo.

    Selain bakso, Big Top juga menjual menu mie ayam hingga pangsit kuah dengan kisaran harga Rp 15.000 saja. Harganya yang masih terjangkau dan rasa baksonya yang enak. Karenanya kedai ini kerap diulas oleh food vlogger bahkan mendapat sebutan bakso legendaris di Villa Melati Mas.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Setiap harinya Bakso Big Top buka dari jam 09.00 – 22.00. Menu di sini halal dan pembayarannya sudah bisa menggunakan non-tunai. Semua menu bakso dan mie ayam di sini sudah bisa dipesan lewat aplikasi online.

    Bakso Big Top
    Ruko Villa Melati MAS, Blok B10 No 40,
    Serpong, Tangerang Selatan.
    Jam Buka: 09.00 – 22.00
    Telp: 0812-9355-7370

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996


    Bandung

    Kota Bandung juga punya banyak tempat makan bakso populer. Salah satunya ada kedai bakso viral yang jadi langganan artis hingga food vlogger.

    Mencari tempat makan bakso yang enak di kota Bandung, tidak sulit. Beragam kuliner bakso dari harga kaki lima sampai bintang lima bisa ditemukan di kota ini.

    Salah satu tempat makan bakso yang sering dijadikan destinasi wisata kuliner di Bandung ada kedai Bakso Tjap Haji. Kedai bakso ini berlokasi di Jalan Burangrang dan baksonya sendiri sudah diproduksi sejak tahun 1996.


    Bakso Tjap Haji turut dikenal dengan variasi bakso, mie ayam sampai tetelan dan koyor yang jadi topping favorit di sini. Menjadi viral setelah dikunjungi mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan sejumlah selebriti.

    Berikut beberapa menu yang menarik dicoba di Bakso Tjap Haji.

    Detail Informasi Bakso Tjap Haji
    Nama Tempat Makan Bakso Tjap Haji
    Alamat Jl. Burangrang No.21, Malabar, Bandung.
    No Telp (022) 87329000
    Jam Operasional 10.00 – 21.00
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Bakso
    Fasilitas

    1. Bakso Legendaris dari 1996

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Kedai bakso ini pertama kali dibuka pada pertengahan tahun 2022 lalu. Sang pemilik, Pak Haji Dede dulunya hanya memproduksi bakso saja untuk dipasok di sekitar Jawa Barat sampai Jawa Tengah.

    Usaha bakso ini sudah ada sejak tahun 1996 dengan nama Bakso Tjap Haji. Pada tahun 2022 akhirnya mereka memutuskan untuk membuka kedai bakso dengan konsep yang berbeda.

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Di sini pegunjung akan melihat langsung proses pembuatan bakso, dengan variasi topping, isian sampai jenis bakso yang dipajang di lemari kaca. Lengkap dengan pilihan kuah kaldunya.

    2. Bakso Spesial Tjap Haji

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Kedai bakso yang sudah bersertifikasi halal ini memajang banyak foto selebriti hingga food vlogger yang pernah makan di kedainya. Mulai dari Yuki Kato, Rachel Vennya, Siti Badriah sampai Cakra Khan.

    Untuk menu andalannya ada Paket Bakso Spesial 1 (Rp 50.000). Isinya lengkap ada bakso telur, bakso urat, bakso cincang, bakso halus kecil, pangsit goreng dan pilihan mie atau bihun. Tipe kuahnya bening dengan aroma kaldu sapi yang cukup kuat.

    Menu ini bisa menjadi jawaban bagi yang penasaran ingin mencicipi aneka jenis bakso di Bakso Tjap Haji. Ukuran baksonya lumayan besar dan mengenyangkan, seperti bakso telur yang menggunakan telur ayam utuh.

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Kemudian ada bakso uratnya yang memiliki tekstur kasar dan rasa dagingnya lebih gurih, kemudian bakso cincang yang dominan manis gurih. Dipadukan dengan kuah kaldunya yang bening ringan rasanya semakin mantap.

    Oh ya, di setiap meja tersedia minyak bawang putih, cuka, sambal rawit merah, jeruk limau dan tak ketinggalan kecap hingga saus produksi Tjap Haji. Pengunjung bisa meracik bakso mereka sesuai selera.

    Menu lainnya di Bakso Tjap Haji ada di Halaman Berikutnya!

    3. Mie Ayam Spesial

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Selain menu baksonya yang jadi juara di sini, menu Mie Ayam Spesial (Rp 40.000) tak kalah favorit. Seporsi mie ayamdisajikan dengan suwiran daging ayam bumbu kecap, bakso halus tiga butir, kulit ayam dan pangsit goreng sebagai pelengkapnya.

    Tipe mie yang digunakan mirip seperti mie karet, hanya saja lebih pipih dan tidak sebesar mie karet. Mie diracik dengan kecap asin dan kecap manis serta kuah terpisah, gagrak mie yang satu ini mengikuti mie yamin ala Bandung yang manis gurih.

    Namun, rasa manis gurih dari racikan mie bisa diseimbangkan dengan tambahan sambals hingga kriuk renyah dari kulit ayam goreng yang asin.

    4. Topping Tetelan dan Koyor

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya makan di Bakso Tjap Haji tapi tidak memesan menu pendampingnya. Oseng tetelan (Rp 12.000) dan oseng koyor (Rp 10.000), jadi topping favorit di sini. Oseng dan tetelan bisa dioseng dengan rasa manis, pedas, gurih sesuai selera.

    Disajikan di piring terpisah, tetelan dan koyor yang dioseng berhasil memberikan rasa baru saat disantap dengan bakso dan mie ayam. Oh ya, menu oseng tetelan dan koyor ini juga bisa disantap dengan nasi putih.

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Jangan lupa pesan Bakso Goreng (Rp 15.000), seporsi dapat tiga biji bakso sedang yang digoreng dadakan. Lengkap dengan saus pedas manis yang jadi cocolannya.

    Selain menu-menu di atas ada banyak menu lainnya di Bakso Tjap Haji, misalnya topping lidah sapi, daging iris, tulang sumsum, buntut kulit sampai ceker dengan harga terjangkau dari Rp 10.000 saja.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992


    Jakarta

    Terletak di dalam gang sempit yang ada di area Pasar Jatinegara, combro legendaris ini viral dan diburu banyak orang. Begini kelezatannya!

    Membicarakan kuliner legendaris di sekitar Jatinegara, tak lengkap rasanya membahas tempat makan atau jajanan yang ada di Pasar Jatinegara. Pasar tradisional tertua di Jakarta ini sudah ada dari zaman kolonial dan bertahan sampai sekarang.

    Di area pasar terdapat banyak gang sempit dan bercabang yang terdiri dari pemukiman sampai warung kecil yang menjual berbagai makanan.


    Salah satunya Combro Bu Aminah atau dikenal juga dengan nama Terminal Combro di dalam Gang Tai, Jatinegara. Warung jajanan ini sudah ada sejak tahun 1992 dan belakangan viral karena diliput banyak food vlogger hingga media ternama.

    Ada banyak kisah menarik perjalanan combro Bu Aminah dari yang dulu harganya Rp 200 per buah, sampai sekarang di angka Rp 3.500 per buah. Berikut penelusurannya:

    1. Combro Legendaris di Pasar Jatinegara

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Jauh sebelum viral dan terkenal seperti sekarang, warung combro ini sudah mengalami naik turun dari tahun 1990-an. Menurut Arminah, generasi kedua dari Terminal Combro, pertama kali usaha ini didirikan oleh mendiang sang ayah yang bernama Pak Ujang.

    Saat itu Pak Ujang masih berjualan di dalam Pasar Jatinegara di akhir tahun 1980an. Pada saat itu Pak Ujang hanya berjualan es kacang hijau saja, kemudian mulai mencoba menjual combro dengan resep sederhana yang dibuatnya sendiri.

    “Kemudian Pasar Jatinegara sempat kebakaran, lalu kita baru pindah ke Gang Tai ini dari tahun 1992. Jadi sebenarnya cikal bakalnya itu dari tahun 1980an,” ungkap Arminah, adik dari Aminah yang meneruskan usaha combro ini.

    2. Sempat Tak Laku

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Pak Ujang, pendiri Terminal Combro. Foto: detikFood

    Ketika perpindahan dari warung lama ke tempat baru, Pak Ujang sempat kesulitan mencari pelanggan baru. Apalagi saat itu warungnya berada di dalam gang yang dijadikan pembuangan oleh warga sekitar, sehingga banyak kotoran, tinja dan aromanya tak sedap.

    Akhirnya Pak Ujang mulai membersihkan gang tersebut, agar warung combronya dilewati orang. Selain itu ia juga memasarkan combronya dengan berkeliling ke area pasar agar dagangannya laku.

    “Bapak cerita ke kita, dulu orang-orang gak ada yang mau lewat gang ini, karena mereka jijik. Tapi bapak tak pernah menyerah, dia terus jualan combro di sini sampai akhirnya perlahan bapak mulai banyak pelanggan setia sampai sekarang,” tutur Arminah.

    3. Resep Combro Turun Temurun

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Jauh sebelum viral, Terminal Combro ini memang sudah terkenal di Pasar Jatinegara. Usaha Pak Ujang diteruskan oleh ketiga anaknya, salah satunya Aminah yang ahli membuat singkong.

    “Kalau ditanya ciri khasnya apa, sebenarnya kembali ke selera masing-masing ya. Tapi banyak pelanggan yang bilang kalau combro kita itu enak karena oncomnya itu kita masak sampai tanak, atau benar-benar matang. Jadi tidak ada aroma oncom, bahkan orang yang awalnya tak suka oncom, pas makan combro di sini jadi ketagihan,” ungkap Aminah.

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Kalau untuk singkong yang digunakan di Terminal Combro, tidak ada kriteria khusus karena letaknya pada isian oncomnya yang lebih berani bumbu dan berempah. Tak lupa di setiap combro diberikan cabe rawit hijau sehingga rasanya pedas menyengat.

    Kisah Selanjutnya ada di Halaman Berikutnya!

    4. Combro Viral Ramai Antrean

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    “Semenjak viral, sekarang diwajibkan untuk semua pembeli memesan H-1. Karena kalau pesan di hari yang sama itu kita takutnya kewalahan, jadi biar tidak menumpuk, pesanan untuk hari besok bisa dipesan dari sekarang,” lanjut Arminah.

    Mereka memang tidak menghitung berapa jumlah pasti dari combro yang terjual tapi pastinya jumlahnya mencapai lebih dari 2000 biji combro. Karena rata-rata pembeli paling sedikit membeli 10 combro untuk dibawa pulang.

    “Memang efeknya sejak kita diliput oleh food vlogger dan media itu, terasa sekali jadi banjir pesanan. Sampai pelanggan lama kami sempat bingung karena tidak bisa beli langsung seperti biasa. Tapi semuanya kami syukuri,” pungkas Arminah.

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Masalah rasa combronya memang tak perlu diragukan lagi. Adonan singkongnya padat dan gurih serta ukurannya besar. Bagian dalam combro penuh dengan oncom yang dominan rasa pedas gurih. Dimakan hangat-hangat, combro ini memang bikin nagih.

    Selain combro, di sini juga menjual jajanan tradisional lainnya. Seperti misro, aneka roti goreng, martabak telor, getuk cokelat, gandasturi, ketimus sampai ongol-ongol. Semua harganya dipukul rata yaitu Rp 3.500 saja.

    Setiap harinya Terminal Combro Bu Aminah buka dari jam 07.00 – 15.00. Tapi wajib untuk pesan lebih dulu jika ingin membeli combro ke nomor WhatsApp mereka di 081287635817.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com