Tag: FTT

  • Kondisi Pasar Masih Positif, Simak 5 Crypto Potensial Pekan Ini

    Bitcoin baru saja mengalami apresiasi ke harga tertinggi barunya pada sekitar $61.800 atau Rp891 Juta pada 03.41 WIB, 14 Maret 2021.

    Akibatnya mayoritas mata uang crypto terlihat mulai bangkit kembali bersama kondisi pasar keuangan yang mulai positif.

    5 Crypto Potensial Pekan Ini

    Oleh karena itu, dengan pekan yang terlihat positif ini, terdapat kemungkinan apresiasi yang cukup signifikan.

    Berikut adalah analisis dari Coinvestasi mengenai lima mata uang crypto yang berpotensi untuk naik lebih tinggi bersama kondisi positif akibat Bitcoin.

    1. Ethereum (ETH)

    Mengingat korelasi positif yang dimiliki Ethereum dengan Bitcoin, kemungkinan besar Ethereum akan naik lebih tinggi pada pekan ini.

    Mengingat kondisi pasar keuangan yang mulai mendukung Bitcoin untuk naik, Ethereum diprediksi akan mendapatkan imbasnya secara langsung.

    Namun dari sisi internal, Ethereum memiliki sentimen positif akibat pendirinya, Vitalik Buterin mengenai solusi permasalahan jaringannya.

    Solusi tersebut bernama rollups yang akan dilakukan melalui kerja sama dengan Optimism.

    Baca juga: Pengumuman Ini Bawa Sentimen Positif untuk Ethereum dan MakerDAO

    Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dan kecepatan jaringan Ethereum hingga 100 kali lipat.

    Tapi, Ethereum masih memiliki banyak saingan seperti Cardano, Zilliqa, Solana, Polkadot, Binance Smart Chain, dan Holochain.

    Dari sisi teknikal, Ethereum masih terus terlihat bergerak naik akibat masih berada kuat di dalam zona apresiasi.

    grafik ethereum
    Grafik 4 Jam ETHUSD

    Saat ini harga sedang berada di sekitar batas atas pada $1.885, yang jika ditembus dapat membawa apresiasi hingga $1.950 hingga $2.000.

    Batas pengaman saat ini berada pada $1.750 yang jika ditembus kemungkinan dapat membawa depresiasi hingga sekitar $1.680.

    Tapi, mengingat korelasinya dengan Bitcoin, Pidato Presiden Joe Biden pada 16 Maret 2021 pukul 00.45 WIB dapat mempengaruhi prediksi ini.

    2. VeChain (VET)

    Crypto berikutnya yang diprediksi akan mengalami apresiasi adalah VeChain yang terlihat sebagian besar akibat sisi teknikalnya.

    Dari sisi fundamental, VeChain baru saja memberikan sebuah pengumuman mengenai adopsi jaringannya untuk penggunaan bisnis secara nyata.

    Salah satu bisnis yang baru saja menggunakan VeChain adalah Sino-French, perusahaan kosmetik dari Cina.

    Adopsi ini meneruskan tujuan utama VeChain untuk menjadi pemimpin dalam implementasi blockchain untuk kegiatan sektor riil.

    Baca juga: VeChain, Mastercard, dan Alipay Bergabung dengan Konsorsium Rantai Suplai Australia-Tiongkok

    Implementasi tersebut terutama dalam bidang logistik dan rantai pemasokan (supply chain).

    Sisi teknikal mendukung apresiasi bersama adanya sentimen positif ini, dan terlihat bahwa VET akan mengalami apresiasi yang cukup signifikan.

    grafik vet
    Grafik 4 Jam VETUSD

    Indikator MACD masih menunjukkan potensi cross ke arah positif bersama harga yang masih berada di atas MA Cross.

    Kemungkinan besar akan terjadi koreksi kecil menuju $0,73 sebelum naik kembali pekan ini menuju $0,79 dengan batas pengaman pada $0,70.

    3. FTX Token (FTT)

    Token dari bursa FTX juga diprediksi mengalami apresiasi yang cukup signifikan pekan ini.

    Hal ini disebabkan sedang meningkatnya ketertarikan terhadap bursa perdagangan FTX.

    Dengan semakin banyaknya beberapa acara yang bertujuan untuk mengayomi pengguna, bersama apresiasi volumenya yang sudah melebihi Rp93,7 Miliar bursa ini menjadi semakin dilirik.

    FTT juga didukung oleh influencer bernama Kaleo yang menyatakan harganya dapat naik ke $100 bersama semakin banyaknya pengguna FTX

    Hasilnya, token dari bursa ini mengalami apresiasi yang cukup signifikan sejak awal Maret 2021, dan diprediksi akan berlanjut pada pekan ini.

    grafik fit
    Grafik 4 Jam ENJUSD

    Saat ini Indikator MACD dan MA Cross memberikan pertanda positif untuk apresiasi, walau Indikator RSI menandakan potensi koreksi kecil.

    Jika harga berhasil menembus $43,3 kemungkinan apresiasi selanjutnya berada pada $45 hingga $47 pekan ini dengan batas pengaman pada $41.

    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin: Berpotensi ke US$63-80 Ribu

    4. Enjin Coin (ENJ)

    Enjin Coin menjadi salah satu crypto yang sedang sering dibahas oleh mayoritas pasar, akibat apresiasinya sejak awal Maret 2021 yang melebihi 450%.

    Apresiasi ini disebabkan keterikatannya yang kuat dengan fenomena Non-Fungible Tokens (NFT), yang sedang meledak beberapa pekan terakhir.

    Enjin menjadi penyedia platform jaringan untuk transaksi NFT dengan pemberian solusi untuk permasalahan kecepatan dan kapabilitas transaksi.

    Selain itu, Enjin juga akan menerbitkan platform bernama Efinity, yaitu blockchain terdesentralisasi untuk NFT.

    Dengan banyaknya sentimen positif ini, ENJ diprediksi akan mengalami apresiasi yang cukup signifikan, dan hal tersebut didukung oleh sisi teknikal.

    grafik nej
    Grafik 4 Jam ENJUSD

    Kemungkinan besar apresiasi akan terjadi setelah koreksi berupa retest berakhir pada $2,6 sebelum naik kembali menuju batas atas pada $2,8.

    Jika berhasil ditembus, kemungkinan besar pekan ini akan mencapai $3 dengan batas pengaman pada $2,6.

    Apa bila batas pengaman ditembus, harga dapat menuju ke $2,35 sebagai batas pengaman terakhir.

    5. Phala Network (PHA)

    Phala Network menjadi satu crypto yang nampaknya akan naik akibat fenomena di sekitarnya dan dorongan dari beberapa influencer.

    Secara fundamental, PHA memiliki potensi yang baik akibat memberikan keamanan terhadap data privat dengan sistem yang terdesentralisasi.

    Ia juga memberikan kemudahan untuk penggunanya melakukan transaksi pada jaringan yang berbeda atau cross-chain.

    Phala Network juga baru saja mempublikasi hasil pembaruan sistem dan beberapa uji coba yang berjalan positif.

    Sehingga dari sisi fundamental, nampaknya PHA dapat mengalami apresiasi yang signifikan pada pekan ini.

    Sisi teknikal juga mendukung akibat pergerakan naik yang masih terlihat kuat secara garis besar walau terdapat risiko koreksi.

    grafik  PHA
    Grafik 4 Jam PHAUSD

    Saat ini kemungkinan koreksi akan terjadi menuju $1,02 sebelum bergerak naik kembali menuju sekitar $1,19 pada pekan ini.

    Namun sebelumnya, batas atas pada $1,1 harus berhasil ditembus dengan batas pengaman pada $0.94.

    Saat ini pasar crypto masih terlihat positif terutama dengan banyaknya apresiasi crypto yang relatif baru sebagai inovasi.

    Namun lima crypto ini menjadi pilihan utama Coinvestasi untuk pekan ini.

    *Disclaimer

    Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Tetap Komitmen Transparansi Kunci Kuatkan Industri Kripto

    Peristiwa yang terjadi pada salah satu platform crypto exchange global belakangan ini memberikan sebuah pelajaran untuk kuatkan industri kripto secara keseluruhan. Transparansi dan perlindungan investor menjadi hal utama.

    Sebagai salah satu crypto exchange yang terdaftar resmi di Bappebti, Tokocrypto selalu mengedepankan transparansi, keamanan, dan kenyamanan nasabah. Perusahaan selalu bertanggung jawab serta mengutamakan kebutuhan nasabah untuk membangun, mengembangkan, dan kuatkan ekosistem industri perdagangan aset kripto.

    “Transparansi atas dana pengguna adalah hal yang sangat penting. Hal ini memberikan kepercayaan kepada nasabah bahwa exchange tidak menyalahgunakan dana mereka. Oleh karena itu, kami sedang fokus melakukan audit all assets untuk proof of reserve di platform Tokocrypto. Tahapan ini masih berjalan guna memberikan laporan lebih detail. Jika sudah lengkap dan tersedia akan dibagikan ke publik,” kata CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.

    Proses Proof of Reserves

    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Bappebti Hentikan Perdagangan Kripto FTX Token (FTT) di Indonesia

    Sejak awal didirikan Tokocrypto telah berkomitmen melakukan audit berupa laporan bukti cadangan dana setiap kuartal dan semester, sehingga nasabah dapat melihat data aset kripto memiliki mereka dengan nilai ratio yang sehat dengan minimum 1:1 atau 100%.

    Tokocrypto sudah pun menjalankan proof of reserves untuk stablecoin BIDR yang diaudit bekerja sama dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) independen dilakukan setiap semester sejak tahun 2020. Data tersebut bisa diakses melalui https://tokocrypto.com/report.

    “BIDR merupakan stablecoin yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah. Untuk menjaga kestabilannya, BIDR didukung 1:1 oleh Rupiah di rekening bank terpisah di Indonesia. BIDR akan diaudit setiap bulan oleh perusahaan audit. Laporan audit akan dipublikasikan di Tokocrypto untuk referensi bagi pengguna BIDR,” jelas Kai.

    Penghentian FTX Token

    Terkait FTX Token (FTT), sejalan dengan keputusan Bappebti, Tokocrypto telah memutuskan untuk menghapus dan menghentikan perdagangan pada semua pasangan perdagangan untuk token tersebut mulai 30 November 2022 pukul 23.59 WIB.

    Semua pesanan perdagangan FTT akan dihapus secara otomatis setelah perdagangan berhenti di setiap pasangan perdagangan masing-masing, FTT/BNB, FTT/BTC, dan FTT/USDT pada tanggal 15 November 2022 pukul 11:30 WIB. Kemudian, pasangan FTT/BUSD pada 30 November 2022 pukul 23.59 WIB.

    Tokocrypto akan menghapus dan menghentikan perdagangan FTT (FTX Token) pada tanggal 30 November 2022 pukul 23.59 WIB. Foto: Tokocrypto.
    Tokocrypto akan menghapus dan menghentikan perdagangan FTT (FTX Token) pada tanggal 30 November 2022 pukul 23.59 WIB. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Elon Musk Beri Pandangan Soal Masa Depan Aset Kripto

    Tokocrypto tetap akan menyimpan FTT milik nasabah, namun tidak dapat untuk diperdagangkan di platform Tokocrypto setelah 30 November 2022 23:59 WIB. Oleh karena itu, disarankan untuk segera melakukan pemindahan aset kripto tersebut ke wallet pribadi nasabah.

    Penuhi Standar

    Kai menegaskan saat ini tidak terjadi kenaikan permintaan penarikan dana atau withdrawal di platform Tokocrypto. Nasabah yang masih menyimpan token kripto sudah mulai mengalihkan dananya.

    “Tokocrypto secara berkala meninjau setiap aset kripto yang diperjualbelikan untuk memastikan bahwa aset tersebut terus memenuhi standar. Ketika suatu aset kripto tidak lagi memenuhi standar kami atau terdapat perubahan pada industri, akan dilakukan peninjauan yang lebih mendalam dan berpotensi menghapusnya. Cara ini adalah untuk melindungi semua nasabah dengan baik,” pungkas Kai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bappebti Hentikan Perdagangan Kripto FTX Token (FTT) di Indonesia

    Runtuhnya crypto exchange FTX akhirnya membuat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menghentikan semua perdagangan token kripto yang berkaitan dengan platform tersebut. Hal ini dilakukan untuk melindungi investor di Indonesia.

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menegaskan perdagangan aset kripto Token FTX secara resmi dihentikan. Langkah ini ditempuh setelah FTX telah mengajukan kebangkrutan ke pengadilan Amerika Serikat. Akibatnya, masyarakat melakukan penarikan besar-besaran dan harga FTX Token (FTT) terus turun secara drastis.

    “Bappebti mengambil langkah penghentian tersebut menyusul kejatuhan FTX ke dalam krisis pada 11 November 2022 silam. Saat ini, FTX dalam proses mengajukan status bangkrut di sistem pengadilan Amerika Serikat. Terkait hal itu, banyak nasabah melakukan penarikan dari FTX secara besar-besaran dan menyebabkan harganya turun drastis,” jelas Didid dalam keterangan resminya, Kamis (18/11).

    Pengawasan Intens

    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Elon Musk Beri Pandangan Soal Masa Depan Aset Kripto

    Lebih lanjut, Didid mengatakan penghentian perdagangan aset kripto Token FTX efektif berlaku pada 14 November 2022. FTX Token (FTT) termasuk salah satu dari 383 aset kripto yang dimuat dalam Peraturan Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto Yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

    Bappebti akan terus melakukan pengawasan yang intens melalui pengawasan ke para pedagang aset kripto yang memfasilitasi perdagangan FTX Token (FTT). Dengan demikian, setiap Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang memperdagangkan FTX Token wajib memperhatikan, memantau, dan menganalisis perkembangannya untuk memberikan perlindungan bagi nasabah aset kripto.

    Pada saat ini, terdapat beberapa pedagang aset kripto terdaftar di Bappebti yang memfasilitasi perdagangan FTX Token. Bappebti mencatat pada Januari-Oktober 2022, transaksi yang terjadi senilai Rp 106,5 milliar dengan total nilai volume transaksi sebesar 193.435 transaksi.

    Transaksi FTX Token

    Ilustrasi FTX Token (FTT). Foto: Cryptoast.
    Ilustrasi FTX Token (FTT). Foto: Cryptoast.

    Baca juga: NGOBRAS Season 2: FTX Bangkrut dan Analisis Bottom Harga Kripto

    Didid mengungkapkan, pangsa FTX Token di indonesia hanya 0,038% dari total nilai transaksi aset kripto periode Januari-Oktober 2022 tercatat sebesar Rp 279,8 trilliun. Diharapkan pasar Indonesia tetap kondusif, serta masyarakat tidak menarik dana dan aset secara besar-besaran di Indonesia.

    “Berdasarkan hasil analisis dan pertimbangan serta demi keamanan, perlindungan kepentingan pelanggan aset kripto di Indonesia, kami merekomendasikan agar perusahaan pedagang fisik aset kripto untuk tidak memfasilitasi perdagangan FTX Token. Diharapkan perusahaan pedagang fisik aset kripto juga melakukan penyelesaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” pungkas Didid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO FTX Minta Maaf dan Dilaporkan Butuh Rp 146 T agar Tak Bangkrut

    Founder dan CEO FTX, Sam Bankman-Fried (SBF) akhirnya buka suara atas krisis yang dialami perusahaannya. Ia pun meminta maaf ke publik melalui akun Twitter miliknya.

    Pada awalnya, Bankman-Fried meminta maaf atas seluruh kegagalan, dan mengatakan seharusnya menjalankan keputusan yang lebih baik karena dia telah membuat setidaknya dua kesalahan besar, termasuk kegagalan menghitung likuiditas perusahaannya dengan benar.

    “Saya minta maaf. Itu hal terbesar. Saya kacau dan seharusnya melakukannya dengan lebih baik,” tulis Bankman-Fried dalam sebuah thread di Twitter pada Kamis (10/11).

    Tanggung Jawab

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Baca juga: WEB3 TOUR de BALI, Hadir Dorong Kemajuan Evolusi Blockchain

    Lebih lanjut, Bankman-Fried mengklaim bahwa FTX hanya menghadapi masalah likuiditas dan percaya diri bahwa perusahaannya itu tidak bangkrut. Ia pun berjanji akan memberikan perkembangan terbaru terkait kondisi perusahaannya.

    SBF mengaku bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi dengan FTX dan berjanji untuk membuat pengguna utuh, yang merupakan prioritas nomor satu. Setelah kegagalan kesepakatan Binance, SBF mengatakan timnya sekarang fokus pada “melakukan segala yang kami bisa untuk meningkatkan likuiditas.”

    Jika perusahaan berhasil membuat pengguna tetap percaya dan solid, maka akan akan melakukan hal yang sama untuk investor dan karyawan. Namun, SBF menegaskan bahwa dia tidak bisa dan tidak berjanji akan berhasil.

    Seperti yang dilaporkan sebelumnya, FTX mulai mengalami masalah likuiditas setelah Binance mengatakan akan membuang seluruh simpanan token FTT setelah beberapa perbedaan dengan neraca Alameda Research.

    Butuh Rp 146 Triliun

    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

    Sebuah cerita eksklusif dari Reuters telah mengungkapkan bahwa Sam Bankman-Fried mencari US$ 9,4 miliar atau sekitar Rp 146 triliun untuk menyelamatkan FTX.

    Ini telah menjadi kisah kejatuhan yang terdokumentasi dengan baik dari salah satu nama paling terkenal dalam industri aset kripto. SBF bagaimanapun, masih mencari strategi penyelamatan. Setelah akuisisi yang gagal, SBF dilaporkan masih mengejar kesepakatan yang bisa menyelamatkan platformnya.

    Reuters telah melaporkan kesepakatan besar-besaran yang berharap dapat dilakukan oleh SBF. Pendiri “berusaha mengumpulkan paket penyelamatan hingga US$ 9,4 miliar untuk exchange kripto FTX yang bermasalah,” menurut seseorang yang dekat dengan situasi tersebut.

    Laporan itu menambahkan beberapa orang yang ingin didekati Bankman-Fried untuk mengumpulkan uang. Ini mencatat upayanya untuk mendapatkan US$ 1 miliar dari pendiri token Tron, Justin Sun; US$ 1 miliar dari sesama exchange, OKX; US$ 1 miliar dari Tether; Dan US$ 2 miliar lainnya “dari konsorsium dana investasi.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

    Sam Bankman-Fried menjadi sosok yang paling sering dibahas belakangan ini di industri aset kripto. Ia adalah pengusaha kripto yang dikenal sebagai Founder dan CEO FTX, salah satu kripto exchange terbesar di dunia.

    Bankman-Fried, yang dikenal luas sebagai SBF juga dikenal sebagai milioner muda dengan perkiraan kekayaan lebih dari US$ 15 miliar, menurut Bloomberg Billionaire Index. Namun, belakangan ia diprediksei kehilangan 94% kekayaannya dalam sehari, setelah runtuhnya FTX akibat kesulitan likuidasi.

    Di tengah krisis kasus FTX, Bloomberg melaporkan bahwa kekayaan bersih SBF anjlok menjadi US$ 991,5 juta. Sebelum FTX mengalami krisis, SBF diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 15,2 miliar, artinya, ia kehilangan U$ 14,6 miliar (Rp 228,2 triliun) dalam semalam.

    Siapa Sam Bankman-Fried?

    Setelah lulus dengan gelar di bidang fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Bankman-Fried memulai karirnya sebagai arbitrage trader di Jane Street Capital.

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Baca juga: Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

    Pada tahun 2017, tiga tahun setelah bergabung dengan Jane Street, ia bertemu dengan aset kripto dan mulai menerapkan spesialisasi arbitrasenya di pasar. Secara khusus, dia mulai membeli Bitcoin di AS dan menjualnya di Jepang, mendapat untung hingga 10% karena perbedaan harga.

    Belakangan tahun itu, Bankman-Fried mendirikan perusahaan perdagangan kripto miliknya sendiri, Alameda Research.

    Deskripsi Crunchbase-nya berbunyi: “Alameda Research adalah perusahaan perdagangan aset kripto kuantitatif yang menyediakan likuiditas di pasar aset kripto dan aset digital.”

    Anak Emas di Industri Kripto

    Bankman-Fried kemudian mulai membangun kerajaan kripto-nya dengan exchange FTX, yang meluncur pada Mei 2019. Itu diposisikan sebagai pertukaran yang dibangun oleh trader, untuk trader.

    Exchange FTX akhirnya menjadi bagian arsitektur yang berpengaruh di dunia kripto. Pada Mei 2022, ia menyalip Coinbase (COIN) dan OKX dengan volume perdagangan pasar spot sebesar US$ 89 miliar

    FTX bahkan sempat menduduki peringkat kedua terbesar di belakang Binance, sebagai platform pertukaran spot dan derivatif terbesar menurut CoinMarketCap.

    Bankman-Fried terus meningkatkan reputasinya selama crypto winter ini. Setelah memberikan dukungan kepada perusahaan yang kesulitan seperti perusahaan pemberi pinjaman, Blockfi, sehingga ia digambarkan sebagai “crypto Pierpont Morgan.”

    Kejatuhan FTX

    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Vitalik Buterin Ungkap Roadmap Baru Ethereum Setelah The Merge

    Tapi semuanya gagal untuk Bankman-Fried minggu ini. Kesehatan keuangan Alameda Research dipertanyakan setelah diketahui menggunakan token FTT yang merupakan native crypto dari FTX sebagai jaminan.

    CEO Binance, Changpeng Zhao, kemudian mengungkapkan bahwa perusahaan exchange-nya memutuskan untuk menjual kepemilikan FTT. Migrasi pelanggan menarik kripto mereka dari FTX diikuti, yang melihat pertukaran mengalami masalah likuiditas.

    Binance kemudian mengumumkan pada hari Selasa 8 November bahwa mereka mengakuisisi pertukaran FTX karena berencana untuk menyelesaikan krisis likuiditasnya. Namun, belakangan gagal dan Binance tidak membuat kesepakatan baru.

    FTX memberi tahu para investornya ada kemungkinan kebangkrutan tanpa dana segar untuk mengatasi masalah keuangan perusahaan. Bankman-Fried telah mengatakan kepada para investor bahwa mereka menghadapi kekurangan likuidasi hingga US$ 8 miliar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

    Binance telah membatalkan kesepakatan untuk mengakuisisi kripto exchange saingannya, FTX. Dalam perkembangan yang mengejutkan dari kisah antara dua platform exchange ini, tampaknya kesepakatan tidak lagi berlaku.

    Sebelumnya, kedua platform telah secara terbuka menyetujui persyaratan untuk melakukan aksi akuisisi, tetapi tampaknya tidak membuahkan hasil. Pernyataan resmi dari Binance telah mengindikasikan bahwa masalah dalam FTX lebih mengerikan daripada yang diasumsikan.

    “Sebagai hasil dari uji tuntas perusahaan, serta laporan berita terbaru tentang dana pelanggan yang salah penanganan dan dugaan penyelidikan agensi AS, kami telah memutuskan bahwa kami tidak akan mengejar potensi akuisisi FTX.com,” Juru Bicara Binance itu mengatakan kepada CoinDesk.

    Masalah FTX

    Ilustrasi Binance
    Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Juru Bicara Binance menambahkan pada awalnya mereka berharap dapat mendukung pelanggan FTX untuk menyediakan likuiditas, tetapi masalah di luar kendali atau kemampuan perusahaan untuk membantu.

    “Setiap kali pemain utama dalam suatu industri gagal, konsumen ritel akan menderita. Kami telah melihat lebih dari beberapa tahun terakhir ekosistem kripto menjadi lebih tangguh dan kami percaya pada waktunya bahwa outlier yang menyalahgunakan dana pengguna akan tersingkir oleh pasar bebas,” jelasnya.

    “Ketika kerangka peraturan dikembangkan dan industri terus berkembang menuju desentralisasi yang lebih besar, ekosistem akan tumbuh lebih kuat.”

    FTX Diprediksi Bangkrut?

    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Drama Binance, FTX & Alameda Research Bikin Market Kripto Kocar-kacir

    Belum ada pernyataan yang dibuat oleh FTX, dengan opsi yang semakin terbatas dari hari ke hari. Perjanjian tersebut awalnya dibuat untuk melindungi pelanggan, dan terus melindungi industri. Sepertinya posisi FTX telah sulit dan diproyeksikan menuju kebangkrutan.

    Token kripto FTT yang terus turun dan kesulitan likuidasi yang menghantam, FTX tampak sangat membutuhkan bantuan. Panggilan itu dijawab oleh Binance, yang setuju untuk menandatangani letter of intent untuk mengakuisisi pesaing mereka.

    Dengan berita yang muncul sepanjang hari bahwa kesepakatan itu mungkin dalam bahaya, Binance telah secara resmi membatalkan akuisisi. Dalam sebuah pernyataan, terungkap bahwa masalah yang mengganggu FTX jauh lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Warning!! Mungkinkah FTT akan Crash juga seperti Luna?

    Lagi dan lagi market kripto menghadapi masalah besar tahun ini, setelah kehancuran Terra dan asetnya USTC serta LUNC yang menyebabkan kehancuran market, kali ini ini Token FTT milik Sam Bankman Fried membuat kekacauan market dengan penurunan yang sangat drastis karena drama yang terjadi antara Changpeng Zhao dari Binance dan SBF atau Sam Bankman Fried dari FTX.

    Cz menegaskan bahwa Binance akan menjual semua kepemilikan FTT setelah terungkap masalah baru baru ini, setelah Binance mengumumkan bahwa akan memulai proses likuidasinya, FTT mengalami penurunan sangat drastis mirip seperti Terra Luna pada saat itu.

    Baca juga: Harga Luna Classic (LUNC) Error karena serangan Exploit pada Mirror Protocol

    Menurunnya FTT tentu menimbulkan ketakutan di masyarakat. Beberapa melanjutkan untuk membandingkan peristiwa runtuhnya Terra. Star Xu, pendiri platform crypto terkemuka OKX turun ke Twitter dan membagikan pandangannya tentang drama Binance – FTX.

    Beberapa orang juga memperingatkan tentang potensi jatuhnya FTT

    Di tengah ini, beberapa percaya bahwa FTX menuju kebangkrutan. Namun, SBF membantah rumor kebangkrutan yang dimulai tepat setelah Binance mengisyaratkan likuidasi.

    FTT turun menjadi $17

    Selama beberapa jam terakhir, token FTT telah turun dalam sekali. Aset anjlok ke level terendah $15,56 menyusul penurunan harian 20,85 persen. Perlu dicatat bahwa ini adalah penurunan tertinggi $23,15.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-27-1024x447.png

    elain itu, Binance hanya melikuidasi sebagian dari kepemilikan FTT senilai $500 juta. Oleh karena itu, beberapa komunitas takut dan mempertanyakan altcoin akan bertahan dari seluruh proses likuidasi yang dilakukan oleh Binance.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Drama Binance, FTX & Alameda Research Bikin Market Kripto Kocar-kacir

    Market kripto terganggu dengan drama yang terjadi antara Binance, FTX, dan Alameda Research. Sejak awal pekan Senin (7/11) pasar kripto sebagian besar berada di zona merah karena industri aset digital terus berurusan dengan kontroversi atas neraca perusahaan perdagangan Alameda Research.

    Dikutip Coindesk, native token exchange FTX, FTT yang merupakan sejumlah besar aset Alameda, telah turun lebih dari 23%. Salah satu penyebabnya karena CEO Binance, Changpeng Zhao, secara terbuka berselisih dengan CEO Alameda, Caroline Ellison, tentang penjualan kepemilikan FTT di Binance.

    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: NGOBRAS Season 2: Harga MATIC Reli hingga Likuidasi Token FTT

    Saldo pertukaran FTT juga melonjak, menurut data yang disediakan oleh Glassnode. Biasanya, saldo pertukaran yang tinggi menyiratkan bahwa ada banyak likuiditas untuk membeli dan menjual token. Ini biasanya menghasilkan tren harga yang turun karena trader ingin menjual token.

    Arus Keluar FTX

    Data dari Nansen menunjukkan bahwa FTX menderita lonjakan besar arus keluar pertukaran. Selama minggu lalu, sekitar US$ 292 juta dalam stablecoin telah keluar dari FTX. Trader dapat meninggalkan bursa karena kekhawatiran masalah likuiditas, karena Alameda adalah pembuat pasar besar di FTX.

    Sementara itu, Solana, token yang didukung oleh Alameda dan FTX, turun 11% hari ini, Selasa (8/11). Menurut salinan neraca Alameda yang dilihat oleh CoinDesk, Alameda memegang US$ 292 juta “unlocked SOL”, US$ 863 juta “locke SOL” dan US$ 41 juta “SOL collatera.”

    Crypto investment company, Alameda Research on screen in front of web page. Sumber: Shutterstock.
    Crypto investment company, Alameda Research on screen in front of web page. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Mastodon, Media Sosial Desentralisasi Mirip Blockchain Pesaing Twitter

    Kemudian, terjadi gejolak pasar dengan token BNB Binance, yang turun 4%. Mungkin ketakutan akan krisis likuiditas besar-besaran dilebih-lebihkan karena pemimpin pasar Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) tetap stabil.

    Indeks Pasar CoinDesk saat ini berada di 1.041. Bitcoin , aset digital terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, saat ini berada di US$ 19.758, turun 4,95% hari ini. Volatilitas tersirat Bitcoin, atau ekspektasi trader opsi untuk turbulensi harga selama periode tertentu, terus bergerak ke samping, menunjukkan sedikit tanda kepanikan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ramai Binance Vs FTX Picu Likuidasi, Harga Kripto FTT Bergerak Turun

    Hubungan dua exchange kripto, Binance dan FTX dikabarkan sedang memanas. CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, mengatakan pada hari Minggu (6/11) perusahaan exchange miliknya telah melikuidasi kepemilikan FTT, token asli dari FTX.

    Dikutip Decrypt, keputusan tersebut menyusul kritik selama berminggu-minggu yang ditujukan pada pendiri dan CEO FTX, Sam Bankman-Fried, untuk proposal peraturan yang dia ajukan dalam sebuah posting blog yang merekomendasikan pembatasan mengenai DeFi. Sejak saat itu, dia berkomitmen untuk merevisi posisi regulasinya.

    Binance menerima dana dalam bentuk token kripto, FTT sebagai bagian dari kompensasi keluar mereka dari posisi investor pada tahun lalu. Sejak 2019, Binance menjadi investor awal FTX dan memiliki sejumlah saham di sana.

    FTX telah membeli saham Binance di perusahaan senilai US$ 2,1 miliar dalam bentuk FTT dan BUSD – stablecoin asli Binance, menurut pernyataan dari Zhao.

    Likuidasi FTT Bertahap

    CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao. Foto: Binance.
    CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao. Foto: Binance.

    Baca juga: CEO Binance Terbuka untuk Bergabung dengan Dewan Twitter

    CZ mengatakan likuidasi diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan untuk diselesaikan karena kondisi pasar dan likuiditas yang terbatas. Itu juga akan dilakukan dengan cara yang mencoba meminimalkan dampak pasar terhadap FTT, katanya.

    Pada hari Sabtu (5/11), 22.999.999 FTT, senilai US$ 584 juta pada saat itu, ditransfer dari wallet ke bursa Binance, menurut Etherscan. Itu setara dengan 17% dari pasokan FTT yang beredar, menurut CoinGecko. CZ membenarkan pemindahan dana tersebut merupakan bagian dari langkah bursa untuk melikuidasi posisinya di FTT.

    Zhao menyatakan dalam utas Twitter hari Minggu bahwa keputusan untuk melikuidasi posisinya di FTT bukan merupakan pukulan bagi pesaingnya. Namun, satu pengguna di Twitter menyarankan bahwa penjualan dapat berdampak pada pinjaman yang didukung dalam token.

    Terlepas dari itu, FTT telah turun 9,5% selama sehari terakhir menjadi US$ 23,03 dari US$ 25,55, menurut CoinGecko, memantul dari terendah sekitar US$ 22 pada hari Minggu (6/11).

    Ditawar Alameda Research

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Baca juga: Dua Misteri Terbesar dalam Sejarah Aset Kripto

    Sementara itu, Caroline Ellison, CEO Alameda Research, menawarkan untuk membeli sisa FTT yang dimiliki Binance dengan harga yang ditetapkan sebesar US$ 22, jika Zhao juga ingin meminimalkan dampak pasar dari langkah tersebut.

    FTX dan Alameda Research merupakan perusahaan yang sama-sama didirikan oleh Sam Bankman-Friend. Keduanya memiliki fokus bisnis yang berbeda. FTX adalah exchange, sementara Alameda adalah perusahaan trading.

    Binance telah menjadi exchange terkemuka dalam hal volume FTT dalam beberapa hari terakhir. Selama 24 jam terakhir, Binance menyumbang 6,3% dari volume perdagangan FTT atau US$ 95,4 juta, menurut CoinGecko.

    Binance adalah investor awal di FTX dan sementara jumlah investasi awal belum diungkapkan, Zhao mengatakan kepada Forbes sekitar waktu Binances keluar, “Kami telah melihat pertumbuhan yang luar biasa dari mereka, kami sangat senang dengan itu, tapi kami telah keluar sepenuhnya.”

    Pada hari Minggu, CZ mengatakan bahwa perusahaannya biasanya memegang token untuk jangka panjang, tetapi Binance telah mempertahankan posisinya di FTT terlalu lama.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NGOBRAS Season 2: Harga MATIC Reli hingga Likuidasi Token FTT

    Polygon (MATIC) menjadi salah satu aset kripto yang menjadi perhatian minggu ini. MATIC dalam dua hari terakhir, harga terpantau telah melonjak lebih dari 30%. Apa penyebabnya?

    Selain itu, minggu ini juga ramai soal likuidasi besar-besaran token FTT yang dilakukan oleh Binance. Tindakan ini membuat hubungan Binance dan FTX, pengembang dari token FTT menjadi memanas.

    Bagi kamu yang penasaran dengan dua topik itu, simak video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 4 ini yang seperti biasa dipadu oleh Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar.

    Baca juga: NGOBRAS Season 2: Dampak Elon Musk Akuisisi Twitter ke Market Kripto

    Selain itu, mereka berdua juga bahas berita terupdate lainnya seputar dunia kripto dan blockchain. Perlu diketahui, kabar-kabar ini bisa menjadi sentimen pendorong dari pergerakan market kripto selama sepekan belakang.

    Tak lupa juga ada watch list token/koin yang bisa menjadi pegangan investor maupun trader yang diproyeksikan mendapatkan cuan. Namun, sekali lagi perlu riset mendalam juga tentang token atau koin yang disampaikan dalam video tersebut.

    Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

    https://www.youtube.com/watch?v=ZnpHetLt8N0



    Sumber : news.tokocrypto.com