Tag: gairah seksual

  • 7 Tips Foreplay Biar Lancar Bercinta, Suasana di Ranjang Makin ‘Panas’

    Jakarta

    Foreplay atau aktivitas seksual sebelum melakukan hubungan seksual sering kali diabaikan banyak pasangan. Padahal, foreplay memiliki peran vital, terlebih untuk wanita dalam mendapatkan orgasme.

    Dikutip dari Men’s Health, jika dilakukan dengan tepat, foreplay bisa sama menyenangkannya dengan seks penetrasi. Hal ini bahkan didukung oleh penelitian pada 2017. Studi tersebut menemukan wanita lebih mungkin mengalami orgasme setelah foreplay.

    Salah satu alasan masih banyak pasangan yang melewatkan sesi ‘pemanasan’ ini adalah mereka tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk memulainya.


    Berikut adalah sederet tips melakukan foreplay yang bisa dicoba untuk membuat sesi bercinta lebih ‘panas’.

    1. Membersihkan Ruangan

    Terapis seks Chelsie Reed, PhD mengatakan kamar atau ruangan yang kotor bisa menurunkan gairah seksual seseorang. Setidaknya, luangkan waktu sekitar 10 menit untuk membersihkan kamar sebelum sesi bercinta.

    “(Ruangan) berantakan mungkin membuat beberapa orang menjadi stres dan ketika Anda stres, tubuh seringkali tidak cukup rileks untuk terangsang,” ujar Chelsie.

    2. Menyalakan Musik Romantis

    Memilih musik yang tepat dapat membantu meningkatkan gairah seksual. Genre musik bisa juga disesuaikan dengan suasana apa yang ingin diciptakan.

    “Beberapa orang membuat playlist yang bertransisi dari satu suasana hati dan kecepatan ke suasana hati lainnya untuk memandu pengalaman mereka dan transisi ke berbagai jenis sentuhan dan permainan,” kata Chelsie.

    3. Berikan Pijatan Erotis

    Sebelum melakukan hubungan seks penetrasi, pasangan mungkin bisa memberikan pijatan erotis untuk menghangatkan suasana. Pijatan ini juga bisa membuat pasangan menjadi rileks sekaligus menggoda.

    Mulailah dengan lengan, kaki, hingga punggung. Coba untuk melemaskan otot-otot pasangan sebelum berpindah ke area yang lebih intim.

    4. Jelajahi Zona Sensitif Lain

    Pendiri perusahaan pendidikan seks di Baltimore Cassie Fuller mengatakan jangan hanya berfokus pada alat kelamin pasangan. Tubuh juga dipenuhi oleh zona-zona sensitif seksual lain seperti leher, paha, atau payudara.

    “Cobalah membelai, menjilat, atau menggigit area sensitif seksual lainnya, seperti leher, punggung, telinga, perut, atau pergelangan tangan,” ujar Cassie.

    5. Mencoba dengan Mainan Seks

    Mainan seks mungkin bisa dijadikan alat untuk memulai pemanasan sebelum bercinta. Ada banyak jenis mainan seks yang bisa dicoba, seperti vibrator, satisfyer, atau womanizer.

    6. Dirty Talk atau Obrolan Nakal

    Dirty talk atau obrolan nakal itu sangat ‘panas’. Hal ini tentu bisa membangkitkan gairah seksual pasangan.

    Ucapan-ucapan nakal ini bisa dilakukan secara lambat, hati-hati, dan ‘sekotor’ mungkin. Selain itu kontak mata dengan pasangan juga diperlukan dalam sesi pembicaraan nakal ini.

    7. Berciuman

    Seksolog klinis Patti Britton mengatakan wanita akan mendapatkan kenikmatan erotis dari sesi berciuman. Berciuman juga menjadi salah satu cara untuk membangkitkan gairah seksual pasangan.

    “Wanita mendapatkan kenikmatan erotis terbesar dari ciuman yang sering dan penuh gairah. Jika Anda merasa dia mulai kehilangan minat, berciuman selalu merupakan cara terbaik untuk membuatnya kembali tertarik,” tutupnya.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Usia Berapa Gairah Seksual Wanita Mencapai Puncaknya? Ini Temuan Studi


    Jakarta

    Kebanyakan orang mungkin pernah mendengar ‘puncak seksual’. Istilah ini merujuk pada periode waktu saat seseorang berada dalam kondisi paling ideal untuk melakukan hubungan seks dengan frekuensi tinggi dan berkualitas tinggi.

    Dikutip dari MedicineNet, gairah atau nafsu seksual manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya perubahan hormon, kondisi psikis, dan kesehatan fisik. Secara biologis, tidak ada definisi yang jelas tentang puncak seksual. Orang-orang mengalami hubungan seks yang memuaskan sepanjang kehidupan dewasa mereka.

    Menurut penelitian yang dilakukan seksolog di Amerika Serikat, Alfred Kinsey, wanita dan pria memiliki periode puncak seksual yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan wanita mencapai puncak seksual mereka di usia 30-an sedangkan pria mencapai puncaknya di akhir masa remaja.


    Kinsey meminta responden untuk mengukur kapan mereka mengalami orgasme terbanyak. Pria melaporkan mengalami orgasme terbanyak saat berusia 17 atau 18 tahun. Wanita lebih cenderung melaporkan mengalami orgasme teratur saat berusia di atas 30 tahun.

    Meskipun data tersebut mungkin secara teknis benar, tetapi hal itu mungkin bukan menjadi indikasi puncak biologis. Meskipun dipertanyakan oleh banyak kritikus, temuan dari laporan Kinsey ini tetap menjadi pandangan umum selama beberapa waktu.

    Dikutip dari WebMD, sebuah penelitian lain mengungkapkan bahwa wanita yang berusia antara 27 dan 45 tahun melaporkan minat tertinggi terhadap seks dan lebih banyak fantasi seksual dibandingkan wanita di kelompok usia lainnya.

    Wanita juga melaporkan melakukan lebih banyak seks selama tahun-tahun ini dibandingkan wanita di usia lainnya.

    Pada wanita, dorongan seksual akan mulai menurun ketika mereka memasuki periode menopause. Hal ini karena kadar estrogen menurun, yang mungkin sedikit mendinginkan libido dan menyebabkan kekeringan vagina.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Waktu yang Tepat untuk Bercinta, Tak Selalu di Malam Hari

    Jakarta

    Waktu menjadi salah satu faktor penentu yang penting bagi pasangan suami istri untuk berhubungan seks. Menurut konsultan kesehatan seksual, Celeste Holbrook, PhD, hal ini mampu memberikan kepuasan dan aktivitas seks yang lebih bergairah.

    “Hanya dengan menyadari waktu di siang hari saat Anda merasa paling bersemangat dan bergairah dalam membantu menentukan waktu terbaik untuk berhubungan seks,” kata Celeste, dikutip dari Weddingwire.

    Lantas, kapan waktu yang tepat untuk bercinta? Berikut waktu-waktu yang terbaik untuk berhubungan seks bagi pasutri berdasarkan pandangan dari para ahli.


    1. Pagi hari

    Para ahli setuju bahwa waktu bangun tidur adalah saat yang tepat untuk berhubungan seks. Menurut seksolog klinis dan pakar hubungan Dawn Michael, PhD, kadar testosteron pria akan lebih tinggi saat pagi hari.

    Kondisi ini akan memicu dorongan atau hasrat seksual yang lebih tinggi, membuat pria lebih berenergi, dan mempengaruhi suasana hati.

    2. Sebelum makan siang atau makan malam

    Dikutip dari Times of India, berhubungan seks setelah makan dapat mempengaruhi performa pria. Saat bercinta setelah makan, darah dan energi yang dibutuhkan untuk ereksi akan dialirkan ke perut untuk dicerna.

    Selain itu, ada penelitian yang menunjukkan bahwa wanita biasanya lebih menikmati seks sebelum makan atau saat mereka belum benar-benar kenyang. Saat mereka berhubungan seks setelah makan berat, mereka sudah merasa ‘puas’ dan tidak membutuhkan lebih banyak kesenangan (dalam bentuk apa pun).

    3. Setelah berolahraga

    Ternyata bercinta setelah berolahraga dapat memberikan manfaat. Faktanya, satu penelitian oleh University of Texas di Austin, menganalisis wanita yang mengonsumsi antidepresan, yang diketahui dapat menghambat gairah seksual, dan menemukan bahwa olahraga secara signifikan meningkatkan hasrat mereka untuk berhubungan seks.

    Selain itu, selama berolahraga, tubuh akan melepaskan endorfin yang meningkatkan suasana hati dan meningkatkan tingkat energi untuk berhubungan seks.

    “Anda akan merasa senang sehingga lebih mudah untuk mendapatkan suasana hati,” tambah Dr Michael.

    4. Tepat sebelum tidur

    Ini merupakan waktu yang banyak dipilih orang untuk bercinta. Menurut Dr Holbrook, tidur bersama dapat memberikan kebahagiaan dalam suatu pernikahan.

    “Manfaatkan kesempatan untuk saling membuka pakaian dan menikmati sentuhan satu sama lain. Itu merupakan kesempatan yang sempurna untuk bermesraan,” terangnya.

    5. Kapan pun sesuai jadwal yang direncanakan

    Menurut para ahli, menjadwalkan waktu untuk berhubungan seks bukanlah hal yang buruk. Hal terpenting adalah baik suami maupun istri merasa bahagia.

    “Saat Anda berencana untuk berhubungan seks, Anda punya waktu untuk memikirkan hal-hal menarik yang bisa dilakukan selama foreplay, sekaligus menciptakan suasana yang tepat untuk berhubungan seks,” tutur Dr Holbrook.

    “Cobalah membuat suasana lebih intim, dengan lilin, musik yang romantis, pencahayaan, kehangatan, hingga mandi air hangat,” sambungnya.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Istri Wajib Tahu, Ternyata Ini yang Bikin Paksu Ogah Bercinta


    Jakarta

    Hubungan intim perlu rutin dilakukan pasutri agar hubungan cinta dan kasih sayang semakin erat. Sayangnya, tidak semua kehidupan seksual pasangan suami dan istri berjalan mulus.

    Terkadang suami juga tidak mau berhubungan intim. Padahal, pria umumnya punya gairah seksual yang lebih tinggi dibandingkan wanita.

    Seksolog dr Haekal Anshari, M Biomed (AAM), menjelaskan bahwa pada dasarnya pria dapat dikatakan yang paling jarang mengalami gangguan fungsi seksual.


    “Kita harus paham bahwa laki-laki itu memang cukup unik, karena dapat dikatakan paling jarang mengalami gangguan fungsi seksual,” tuturnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2024).

    “Terlebih dia masih sehat secara fisik dan masih produktif. Beda halnya kalau dia sudah usia lanjut, mungkin sudah ada gangguan hormon, gangguan organ tubuh, dan sebagainya,” lanjut dr Haekal.

    dr Haekal mengungkapkan penyebab pria merasa malas untuk melakukan hubungan seksual bisa disebabkan oleh faktor tertentu. Salah satunya mungki karena suami tidak bisa menikmati saat berhubungan intimdan sulit untuk mencapai orgasme, yang bisa jadi dipicu oleh ereksi yang tidak keras optimal atau ejakulasi dini.

    “Itukan membuat dia nggak puas. Itulah penyebab kenapa dia menurun minatnya untuk melakukan hubungan seksual,” kata dr Haekal.

    Tak hanya itu, dr Haekal mengatakan istri yang sering merasa kesakitan atau tak nyaman saat bercinta juga bisa memicu suami malas melakukannya. Hal ini membuat suami merasa tak mendapat kenikmatan dan membuatnya merasa takut untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

    “Jadi memang saling berkaitan, bisa dari faktor laki-laki sendiri, maupun faktor di perempuannya. Maka dari itu, jika memang memerlukan pengobatan harus melibatkan mereka berdua,” pungkasnya.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Daftar Makanan Pantang Dikonsumsi Sebelum Bercinta, Gairah Auto Ngedrop

    Jakarta

    Makanan ternyata sangat berperan dalam urusan gairah seksual. Beberapa makanan berfungsi sebagai afrodisiak karena dapat membantu meningkatkan gairah seksual.

    Ahli diet Kaitlin Dresser mengungkapkan pola makan yang sehat dapat meningkatkan kehidupan seks. Mulai dari mendukung peningkatan fungsi seksual, dorongan seks, keseimbangan hormon, tingkat energi, kesuburan, dan kesehatan secara keseluruhan.

    “Diet buruk yang tinggi makanan olahan, gula tambahan, dan serat terbatas dapat menyebabkan hasil seksual yang lebih buruk dengan meningkatkan obesitas, tekanan darah tinggi, atau gangguan GI (gastrointestinal),” tambah Dresser yang dikutip dari The Healthy.


    Namun, beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa beberapa makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat mempengaruhi gairah seksual. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum bercinta.

    1. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan, lentil, buncis, dan jenis kacang lainnya terkenal dapat memicu ketidaknyamanan pencernaan. Itu karena kacang-kacangan mengandung serat dan gula yang tidak dapat dicerna tubuh manusia dengan cara normal.

    “Sebaliknya, bakteri dalam usus kita memecah semuanya, menyebabkan fermentasi, yakni proses yang membuat bir atau kombucha bersoda dan membuat kita merasa kembung dan bergas,” kata Dresser.

    2. Makanan ‘karbo’

    Makanan dengan kandungan karbohidrat dalam roti, pasta, dan kentang juga mengandung gula sederhana, umumnya memgirimkan lonjakan energi langsung ke dalam sistem tubuh. Namun menurut American Heart Association, peningkatan ini tidak berlangsung lama.

    Karbohidrat sederhana ini cenderung membuat kita kelelahan setelah lonjakan energi yang cepat.

    3. Daging merah

    Beberapa daging merah mungkin bisa membuat gairah seks anjlok. Ini karena lemak adalah nutrisi yang paling sulit dicerna tubuh kita.

    Untuk membantu proses tersebut, tubuh mengarahkan lebih banyak energi kita ke sistem gastrointestinal, dan terlalu banyak lemak dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

    Carilah potongan daging yang lebih ramping seperti steak sirloin tip, dan hindari pilihan yang lebih berlemak seperti steak rib eye atau roti burger sapi.

    4. Produk susu

    Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal menemukan bahwa produk susu dapat memicu gejala IBS (sindrom iritasi usus besar) atau keluhan mulas.

    Selain itu, produk susu juga cenderung memiliki kandungan lemak yang tinggi. Itulah sebabnya seseorang dapat merasa lesu saat tubuh berusaha mencernanya.

    5. Goreng-gorengan

    Menurut pakar, makanan yang digoreng dan berminyak dapat membuat orang merasa kembung atau dalam beberapa kasus memicu diare.

    “Sebaiknya hindari jenis makanan ini dan pesan makanan yang dipanggang atau dibakar sebagai gantinya,” sambungnya.

    Selain itu, makan dalam porsi besar cenderung membuat seseorang merasa kembung. Jadi, pastikan untuk mengunyah makanan dengan baik dan berhenti saat sudah kenyang.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Istri Wajib Tahu, Ternyata Ini Titik Sensitif yang Bikin Paksu Makin Bergairah

    Jakarta

    Ternyata pria memiliki bagian tubuh yang sensitif jika dirangsang, dan tentu memberikan kenikmatan seksual saat disentuh. Hal ini dapat membantu pasangan untuk meningkatkan gairahnya sebelum sesi bercinta.

    Dikutip dari Times of India, ada beberapa titik sensitif atau zona erotis pria yang membuatnya merasa sangat sensual dan seksi. Berikut daftarnya:

    1. Bibir dan mulut

    Mencium dan menggigit bibir dapat sangat sensual dan menjadi cara jitu untuk meningkatkan gairah pria. Dengan menggigit dan mengisap bibir bawah dengan lembut juga dapat menambah kenikmatan saat bercinta.


    Cobalah untuk menjelajahi area sensitif pria di sekitar mulut, seperti sudut-sudutnya, yang dpat meningkatkan sensasi tersebut.

    2. Leher dan cuping telinga

    Leher adalah area yang sangat sensitif. Dengan memberikan ciuman ringan atau gigitan dapat menimbulkan sensasi yang menyenangkan.

    Cobalah berbisik pelan di leher juga dapat memberikan rangsangan seksual. Jangan lupa cuping telinga, berikan belaian dan gigitan lembut bisa sangat membangkitkan gairah bagi banyak pria.

    3. Puting dan dada

    Puting adalah zona sensitif seksual yang bisa sangat sensitif dan menyenangkan saat dirangsang. Coba berikan ciuman, cubitan, hingga jilatan lembut untuk menciptakan gairah.

    Selain itu, menggerakkan jari atau bibir di dada dan memijat otot dada dengan lembut juga bisa menyenangkan.

    4. Paha bagian dalam dan perineum

    Paha bagian dalam sering menjadi zona sensitif seksual yang terabaikan. Membelai atau mencium paha bagian dalam dengan lembut, hingga mendekati alat kelamin, dapat menciptakan peningkatan gairah.

    Perineum, yaitu area antara skrotum dan anus, juga sangat sensitif. Memberikan tekanan lembut atau menggunakan gerakan memutar ringan dengan jari-jari dapat membangkitkan gairah.

    5. Area genital

    Penis dan testis sangat sensitif dan menjadi pusat kenikmatan seksual. Membelai, memijat, atau membelai penis dengan lembut bisa sangat membangkitkan gairah.

    Cobalah dengan berbagai teknik, untuk menemukan apa yang terasa menyenangkan bagi pasangan. Memperhatikan testis dan dengan lembut menangkup, membelai, atau menariknya dengan ringan juga bisa menyenangkan bagi banyak pria.

    Namun sebelum melakukannya, cobalah untuk bertanya pada pasangan apakah dia merasa nyaman dengan itu atau tidak.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Kesalahan yang Tak Disadari Bikin Libido Bercinta Pasutri Ngedrop

    Jakarta

    Bercinta bisa menjadi momen yang sangat krusial untuk pasangan suami istri. Jangan sampai momen ini rusak karena kesalahan-kesalahan yang ternyata bisa bikin gairah pasangan jadi ngedrop untuk bercinta.

    Dikutip dari Practical Intimacy, berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat bercinta dan dapat memengaruhi libido pasangan:

    1. Terlalu Cepat

    Bercinta bukan hanya soal penetrasi, jadi sebaiknya jangan buru-buru dan lakukan secara perlahan. Tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk ‘pemanasan’ sebelum penetrasi dilakukan.


    Agar istri bisa benar-benar terangsang misalnya, vagina membutuhkan waktu untuk terbuka dan terlumasi. Semua titik kenikmatan di tubuh istri harus ‘menyala’ terlebih dahulu sebelum akhirnya mulai bercinta.

    Langsung melakukan penetrasi berarti mengurangi kenikmatan, dan juga dapat menyebabkan banyak rasa sakit dan ketidaknyamanan yang tidak perlu. Belum lagi kecemasan yang disebabkan oleh respons alami tubuh yang terburu-buru.

    2. Hanya Bercinta saat Mood

    Gairah membutuhkan upaya sadar, sehingga seseorang harus bisa menjaganya secara aktif, terutama dalam hubungan jangka panjang. Berarti, terkadang semangat itu bisa belum muncul selama melakukan foreplay dan itu adalah hal yang normal.

    Jika bercinta hanya dilakukan saat ingin saja, maka frekuensi bercinta mungkin tidak terjadi sebanyak yang diinginkan.

    Meski begitu, perlu diingat bahwa ini bukan berarti memaksakan diri. Sebaliknya ini adalah sebuah ‘undangan’ untuk kembali mengambil kekuatan dan belajar membangkitkan hasrat, alih-alih hanya menunggu secara pasif untuk mendapatkan gairah.

    3. Terlalu Fokus pada Teknik

    Bercinta itu bukan soal apa yang dilakukan, melainkan bagaimana menunjukkan diri untuk pasangan. Teknik bercinta tidak dapat menciptakan keintiman, sehingga jadilah apa adanya ketika bercinta.

    Untuk menciptakan kedalaman dan keintiman dalam bercinta, pasangan harus hadir satu sama lain. Terlalu fokus pada teknik dapat mengalihkan perhatian diri dan pasangan sehingga justru membuat semakin jauh satu sama lain.

    Fokuslah pada diri sendiri dan masuklah menuju kedalaman dan hubungan yang lebih baik.

    4. Mengutamakan Orgasme

    Terlalu fokus pada orgasme dapat menciptakan ekspektasi yang sangat besar untuk memiliki kemampuan baik di atas ranjang. Itu memberi tekanan untuk diri sendiri atau bahkan untuk pasangan.

    Tekanan tersebut tidak membuat seks menjadi lebih baik. Bahkan orgasme tidak berubah menjadi lebih baik.

    Memaksakan untuk mencapai orgasme jarang membantu diri sendiri mencapai orgasme. Tekanan menghambat pengalaman kenikmatan itu.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Gairah Seksual Nge-drop saat Bercinta? Coba Atasi dengan 5 Cara Ini

    Jakarta

    Gairah seksual atau hasrat untuk bercinta memang bisa menurun. Sewaktu-waktu, seseorang bisa merasakan enggan untuk berhubungan seksual. Penyebab munculnya kondisi ini beragam, namun jika disepelekan hal ini bisa merusak keharmonisan rumah tangga.

    Dikutip dari Very Well Mind, ada banyak alasan mengapa seseorang kehilangan mood untuk bercinta. Mulai dari munculnya rasa cemas, perubahan hormonal, stres, depresi, atau adanya masalah hubungan yang belum terselesaikan.

    Setelah mengetahui sederet alasan mengapa hasrat seksual menurun, berikut adalah 5 tips membangkitkan mood untuk bercinta.


    1. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

    Sulit untuk mendapatkan mood bercinta ketika diri sendiri belum mendapatkan rasa nyaman. Ketidaknyamanan ini bisa dari berbagai faktor, termasuk rasa lelah karena aktivitas sepanjang waktu.

    Kondisi ini bisa diatasi dengan mulai mengonsumsi makanan dan minuman sehat secara teratur, serta mulai meluangkan waktu untuk berolahraga. Berikanlah waktu luang untuk bersantai terlebih dulu dengan diri sendiri.

    2. Mencoba Hal Baru saat Bercinta

    Bosan atau gelisah bisa menjadi salah satu penyebab libido tak kunjung naik. Hal ini umumnya terjadi pada pasangan yang telah berhubungan sejak lama.

    Untuk mengatasi ini, seseorang bisa mencoba kehidupan seks yang belum pernah dicoba. Bisa dengan memperkenalkan ‘sex toys’, mencoba ‘bermain peran’, atau memesan kamar hotel mewah untuk satu atau dua malam.

    Selain itu, memupuk keintiman emosional dengan pasangan juga tak kalah pentingnya. Pasalnya, hubungan emosional yang baik dapat meningkatkan hasrat seksual.

    3. Menentukan Jadwal Seks

    Benar-benar memberikan waktu khusus untuk berhubungan seks juga bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan libido seseorang. Menentukan waktu tertentu dalam jadwal untuk berhubungan seks dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam kehidupan seks.

    4. Mengelola Stres

    Stres bisa menjadi salah satu penghambat mendapatkan mood untuk berhubungan seks. Ciptakan rutinitas olahraga teratur, meditasi, dan praktikkan latihan pernapasan untuk membantu mengelola tingkat stres dan meningkatkan libido.

    Salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan untuk menjaga tingkat stres tetap rendah adalah cukup tidur di malam hari. Jika kurang tidur, hal itu dapat memengaruhi cara seseorang beraktivitas sepanjang hari dan di kamar tidur.

    5. Bercinta di Pagi Hari

    Selalu bercinta di malam hari bisa menjadi hal yang membosankan untuk mereka yang memiliki aktivitas yang sangat sibuk. Sebaliknya, luangkan waktu untuk berhubungan seks pagi hari selama beberapa minggu ke depan.

    Berhubungan seks di pagi hari setelah pasangan cukup tidur dan merasa cukup istirahat bisa menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan libido.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Perlu Tahu, 5 Kebiasaan Tak Terduga Ini Bisa Menurunkan Gairah Seksual

    Jakarta

    Mempertahankan gairah seksual dalam hubungan adalah salah satu kunci kebahagiaan dalam sebuah rumah tangga. Namun, ada beberapa hal yang sering kali tidak disadari dapat menurunkan gairah seks pasangan. Berikut adalah lima hal yang bisa menurunkan gairah seks pasangan dikutip dari Harvard Men’s Health.

    1. Stres dan Kelelahan

    Stres dan kelelahan adalah dua faktor utama yang dapat mengurangi gairah seksual. Kehidupan yang penuh tekanan, baik dari pekerjaan, keuangan, atau masalah pribadi lainnya, bisa membuat seseorang merasa tidak berenergi dan kurang tertarik pada aktivitas seksual.

    Upayakan untuk bisa mencari cara dalam mengelola stres, seperti olahraga, meditasi, atau melakukan hobi, agar tetap bisa menjaga keseimbangan emosional dan fisik.


    2. Komunikasi yang Buruk dalam Hubungan

    Komunikasi yang buruk dalam hubungan bisa menjadi pemicu menurunnya gairah seks. Ketidakmampuan untuk mengekspresikan perasaan, kebutuhan, dan keinginan seksual satu sama lain dapat menciptakan jarak emosional.

    Saling terbuka dan jujur dalam berkomunikasi merupakan hal penting, serta saling mendengarkan tanpa menghakimi, untuk memperkuat ikatan emosional dan seksual.

    3. Ketidakpuasan atau Kekhawatiran dalam Hubungan

    Ketidakpuasan dalam hubungan, baik secara emosional maupun fisik, bisa menurunkan gairah seksual. Perasaan tidak dihargai, kurangnya kasih sayang, atau adanya konflik yang tidak terselesaikan dapat mengikis keinginan untuk berhubungan intim.

    Seseorang dapat begitu khawatir terhadap perasaan emosional atau kinerja seksual sehingga seks tidak lagi menyenangkan. Kecemasan tersebut menjadi lebih umum pada pria dan wanita seiring bertambahnya usia, terutama ketika memasuki usia 50-an.

    4. Pola Makan Tidak Sehat

    Penurunan gairah seksual juga bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat. Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan makanan olahan bisa menyebabkan penurunan energi dan masalah kesehatan lain yang berpengaruh pada performa seksual.

    Mulai mengubah pola makan seimbang dengan banyak sayuran, buah, biji-bijian, dan protein bisa meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan membantu menjaga gairah seksual.

    5. Kualitas Tidur Buruk

    Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental. Dikutip dark Medical News Today, dalam sebuah penelitian Women’s Health Initiative (WHI), perempuan yang melaporkan tidur kurang dari 7-8 jam cenderung kurang aktif dan puas secara seksual.

    Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan libido karena tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri. Pastikan mendapatkan tidur berkualitas setidaknya 7-8 jam per malam untuk menjaga energi dan semangat seksual tetap tinggi.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Olahraga yang Manjur Bikin Sesi Bercinta Makin Membara


    Jakarta

    Meningkatkan kualitas seks bersama pasangan dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya adalah meningkatkan aktivitas fisik dan juga berolahraga.

    Terdapat beberapa jenis olahraga yang disarankan untuk meningkatkan performa bercinta di atas ranjang baik dalam hal gairah seks yang rendah hingga disfungsi ereksi. Hal ini tentu saja penting untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga.

    Berikut ini adalah beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk meningkatkan performa seks dikutip dari NY Post:


    1. Kardio

    Direktur Pusat Promosi Kesehatan Seksual di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Indiana Dr Debby Herbenick mengatakan kesehatan kardiovaskular sangat berperan besar dalam performa bercinta. Bagi pria, ini bermanfaat untuk meningkatkan ereksi, sedangkan pada wanita ini baik untuk pelumasan vagina.

    Penting untuk menambahkan latihan aerobik ke dalam jadwal olahraga. Coba berjalan kaki atau jogging selama 20 menit, lalu tambahkan latihan yang berintensitas lebih tinggi seperti bersepeda, berlari, menaiki tangga, hingga, latihan interval.

    2. Kegel

    Latihan kegel penting bagi wanita maupun pria untuk meningkatkan performa panggul. Otot dasar panggul yang lemah atau tegang bisa menghambat orgasme, bahkan menyebabkan rasa sakit saat berhubungan intim.

    Latihan kegel dirancang untuk meniru gerakan saat menahan kentut atau buang air kecil. Gerakan tersebut dapat membuat dasar panggul menjadi lebih kuat.

    “Saya sering mendengar bahwa orang hanya dapat melakukan satu posisi karena kaku atau posisi lain terasa sakit,” kata spesialis otot dasar pelvis Dr. Janelle Howell tentang kehidupan seks beberapa kliennya.

    Melatih panggul mungkin akan terasa cukup melelahkan namun menurut ahli itu merupakan langkah yang sepadan. Menambahkan beban seperti kettlebell saat melatih otot panggul juga sangat disarankan.

    NEXT: Yoga dan latihan core

    3. Yoga dan Latihan Core

    Latihan yoga dapat membuat tubuh menjadi lebih lentur dan otot inti menjadi lebih kuat. Dr Herbenick mengatakan yoga dapat membantu mengendurkan dasar panggul dan sistem saraf parasimpatis.

    “Anda mungkin merasa penetrasi vagina lebih nyaman. Anda mungkin mendapati ereksi lebih mudah terjadi. Stres adalah musuh ereksi,” kata Dr Herbenick.

    Melatih otot inti sangat penting untuk meningkatkan performa di atas ranjang. Latihan core misalnya bisa membantu meningkatkan daya tahan saat bercinta.

    “Memperkuat inti tubuh benar-benar dapat membantu daya tahan saat berhubungan seks, membantu Anda merasa kuat dan kokoh dalam tubuh Anda,” kata Rachel Zar, terapis seks yang berbasis di Chicago.

    Salah satu jenis latihan core yang sangat disarankan adalah gerakan plank. Lakukan gerakan plank dan tahan selama mungkin. Selain baik untuk kebugaran, kontraksi dan pelepasan otot inti bahkan bisa memicu gairah.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy