Tag: gara-gara

  • Cara Matikan Background Aplikasi Agar Baterai HP Awet


    Jakarta

    Apakah baterai handphone Anda pernah berkurang meski tidak digunakan? Jika iya, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mematikan background aplikasi dengan cara berikut.

    Aplikasi yang menyala di latar tidak hanya menguras baterai, tetapi juga dapat memperlambat kinerja ponsel. Jadi, meskipun Anda tidak sedang menggunakannya, aplikasi tersebut akan tetap mengonsumsi daya untuk sinkronisasi.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mematikan aplikasi background.


    1. Menutup aplikasi melalui pengaturan

    Untuk memastikan software tidak berjalan di latar belakang, menutup aplikasi melalui pengaturan adalah pilihan yang tepat. Berikut caranya:

    • Buka ‘Pengaturan’
    • Ketuk opsi ‘Aplikasi’
    • Pilih aplikasi yang ingin Anda tutup, lalu tekan opsi ‘Paksa Berhenti’.

    2. Menutup aplikasi melalui panel notifikasi

    Cara berikut sangat praktis. Namun, hanya tersedia di Android 15. Jika Anda pengguna Android, sebaiknya mengupdate ponsel terlebih dahulu.

    • Buka panel notifikasi dengan cara menarik layar
    • Anda akan melihat ikon kecil berbentuk pil di sudut kiri bawah
    • Ketuk ikon tersebut
    • Tekan tombol ‘Stop’ di samping aplikasi yang ingin ada tutup.

    3. Menutup aplikasi melalui overview

    Metode ini cukup sederhana dan tersedia hampir di semua versi Android. Berikut langkahnya:

    • Tarik layar dari bagian bawah ke atas
    • Cari aplikasi yang ingin Anda tutup dengan menggeser layar ke kiri atau kanan
    • Untuk menutupnya, geser aplikasi tersebut ke atas.

    Itu dia tiga cara simpel untuk menutup background app. Semoga bermanfaat!

    *Artikel ini ditulis oleh Dita Aliccia Armadani, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (fay/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Kroos: Tingkah Vinicius Pengaruhi Madrid


    Jakarta

    Tingkah laku Vinicius Junior di lapangan kerap menjadi sorotan. Mantan gelandang Real Madrid Toni Kroos mengaku sudah sering mengingatkan Vinicius.

    Vinicius belum lama ini mendapat banyak komentar setelah terlihat ngambek saat diganti dalam pertandingan El Clasico pada Oktober lalu. Winger asal Brasil itu tidak terima lantaran ditarik keluar oleh Xabi Alonso.

    Ia terlihat mengomel dan berdebat dengan Alonso sebelum ngeloyor menuju ruang ganti. Meski Vinicius lantas terlihat kembali ke bench, sikap itu menambah panjang kontroversi si pemain.


    Kroos berbagi pengalamannya selama bermain bersama Vinicius. Mantan gelandang Jerman itu menyebut bahwa sikap Vinicius tak jarang berpengaruh buruk ke Madrid.

    “Saya sering bilang kepadanya agar berhenti, karena rasanya seluruh tim terpengaruh oleh tingkah lakunya,” ujar Kroos seperti dilansir Football Espana.

    “Bisa dimengerti kalau itu bisa berlebihan buat lawan, wasit, bahkan fans rival. Sebagai tim, kami merasa bahwa keadaan jadi tidak menguntungkan kami gara-gara itu.”

    “Saya berkali-kali mencoba menenangkannya di lapangan, hanya agar dia tetap fokus, karena pada saat-saat tertentu dia akan kehilangan kendali.”

    “Saya bilang kepadanya lagi dan lagi: ‘Vinicius, kamu terlalu bagus. Kamu tidak butuh semua ini’,” katanya.

    (nds/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Barcelona Ajukan Izin Pakai Camp Nou, Kapasitas 45 Ribu Penonton


    Barcelona

    Barcelona kembali mengajukan izin untuk memakai Camp Nou kembali. Los Cules berharap markasnya itu bisa menampung 45 ribu penonton.

    Barcelona sudah tiga tahun jadi musafir karena Camp Nou lagi direnovasi. Ketika renovasi tuntas, maka markas kebanggaan tim Catalan itu akan berkapasitas lebih dari 100 ribu penonton.

    Barcelona memang membutuhkan kapasitas stadion lebih besar demi menambah pemasukan klub. Seperti diketahui, keuangan Barcelona sedang megap-megap gara-gara pandemi Covid-19 yang membuat utang menggunung.


    Situasi itu yang membuat proses renovasi tidak berjalan lancar sehingga Barcelona tidak kunjung bisa kembali bermarkas di sana. Hingga saat ini kandang Barcelona baru bisa menampung 27 ribu penonton.

    Namun, menurut laporan Mundo Deportivo, Barcelona berencana mengajukan izin baru kepada pemerintah lokal untuk menambah jumlah kapasitas penonton yakni 45 ribu orang.

    Sebab, jumlah itu dirasa bisa menambah pemasukan lebih banyak, ketimbang hanya 27 ribu. Selama tiga tahun, Barcelona menggunakan Estadi Olimpic Lluis Companys yang berkapasitas 50 ribu penonton.

    Barcelona berharap bisa menggunakan Camp Nou setelah jeda internasional. Ada dua partai kandang LaLiga yakni kontra Athletic Club (22 November) dan Alaves (29 November).

    (mrp/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Mastantuono Disorot Gara-gara Idolakan Messi, Begini Respons Alonso


    Jakarta

    Franco Mastantuono mengaku mengidolakan Lionel Messi. Sebagai pemain Real Madrid, komentarnya disorot, dan kini dikomentari pelatih Xabi Alonso.

    Mastantuono memuji-muji Messi dalam perkenalannya sebagai pemain Madrid. Pemain berusia 18 tahun itu menyebut Messi adalah pemain yang terbaik saat ini.

    “Bagi saya, Messi adalah pemain terbaik di dunia,” kata Franco Mastantuono, melansir Marca.


    “Saya tidak menonton pemain lain, seperti Alfredo (Di Stefano), tapi saya benar-benar memandang mereka,” ujarnya.

    Komentar Franco Mastantuono mengundang sorotan. Maklum, ia berstatus pemain Real Madrid, dan malah memuji Lionel Messi, yang notabenenya eks bintang Barcelona, rival berat Los Blancos.

    Apalagi Madrid punya banyak legenda top, seperti Di Stefano hingga era Cristiano Ronaldo. CR7 bahkan bersaing ketat dengan Messi waktu berkarier di LaLiga.

    Komentar Mastantono kemudian ditanyakan kepada Alonso. Pelatih Madrid itu ditanya responnya, dalam konferensi pers jelang laga melawan Osasuna di pekan perdana LaLiga.

    “Saya bisa melihat itu hal yang masuk akal jka pemain favorit anda adalah Messi,” katanya, mengutip Marca.

    “Jika menjadi orang Argentina, itu bukan hal yang mengejutkan buat saya. Bagaimana lagi saya bilang soal pemain favorit saya?” jelasnya.

    Franco Mastantuono baru direkrut Real Madrid musim panas ini. Ia dibeli dari River Plate seharga 45 juta Euro, dan digadang-gadang bakal jadi penerus Lionel Messi di Timnas Argentina.

    (yna/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • 4 Tips Biar Hidup Tak Berantakan Gara-gara Judi Online!


    Jakarta

    Godaan judi online muncul di mana-mana. Namun, jangan sampai terkena jebakan judi online apalagi sampai ketagihan dan hidup jadi berantakan.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan selama ini judi online berkeliaran bagaikan jebakan yang dibungkus sangat rapih, jangan sampai jadi korban.

    “Judi online bukan solusi, tapi itu jebakan yang dibungkus rapih. Jangan tunggu jadi korban baru sadar. Stop sekarang sebelum semuanya berantakan,” tulis akun resmi @kontak157 di Instagram, Minggu (19/10/2025).


    OJK memberikan 4 tips dan trik agar tidak terjebak judi online. Ini daftarnya:

    Pertama, ubah rasa penasaran untuk mencoba judi online jadi hal produktif. Daripada coba peruntungan dengan saru atau dua kali bermain judi online lebih baik cari kegiatan produktif yang menghasilkan cuan. Seperti buka usaha, investasi, ataupun menabung.

    Kedua, atur sirkulasi keuangan dengan baik. Saat keuangan berantakan godaan cari cuan cepat akan makin besar. Nah semua pihak harus hati-hati, biasanya yang menjanjikan cuan besar, cepat, dan tanpa risiko macam yang ada di iklan judi online adalah jebakan.

    Ketiga, jangan percaya iklan yang terlihat resmi. Kadang-kadang ada judi online yang tampilannya mirip aplikasi keuangan, jangan sampai terjebak.

    Keempat, edukasi diri dan orang sekitar. Lebih baik cari banyak literasi soal bahaya judi online dan sebarkan ke orang sekitar, misalnya teman dan keluarga untuk bisa saling membentengi diri.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Viral Jemaah Istiqlal Dimarahi Petugas dengan Toa, Begini Kejadian Sebenarnya



    Jakarta

    Petugas Masjid Istiqlal Jakarta viral di media sosial karena diduga memarahi jemaah yang sedang istirahat. Pihak Istiqlal memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

    Dalam video yang beredar, terlihat petugas perempuan sedang memarahi sejumlah jemaah. Ia memarahi beberapa orang di lokasi dengan menggunakan pengeras suara toa.

    “Masa gara-gara saya teriak-teriak, kalau nggak mau dibangunin, nggak mau diganggu, tidur di rumah masing-masing. ngerti nggak? Kalau mau salat silakan. Mau baca Qur’an silakan,” ujar petugas tersebut.


    Video itu kemudian memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan cara petugas Masjid Istiqlal menegur jemaah yang sedang beristirahat.

    Kasubag Hukum Kerja Sama dan Humas Protokol Masjid Istiqlal, Andi M. Ali, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada 16 Agustus 2025. Kala itu, petugas sedang melakukan rutinitas harian untuk membersihkan masjid.

    “Jadi untuk kenyamanan jama’ah, untuk kesehatannya juga, kita biasa bersih-bersih pagi-pagi gitu. Nah, SOP-nya yang lagi tidur atau yang sedang beristirahat, dibangunkan agar pindah ke lokasi lain,” kata Andi saat dikonfirmasi oleh detikcom, Jumat (29/8/2025).

    Namun, beberapa orang yang tak mengindahkan imbauan petugas. Sampai akhirnya, mereka mengambil sikap tegas.

    “Kebetulan yang di video itu, itu sudah peringatan ketiga. Jadi peringatkan sekali dengan baik-baik, tidak mau pindah. Sudah bangun, tidur lagi. Disamperin lagi akhirnya begitu juga, sama kedua kali,” beber Andi.

    Petugas akhirnya harus menaikkan nada suaranya karena peringatan secara baik-baik tidak efektif. Hal ini menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial hanya potongan saja, tidak menampilkan kejadian dari awal.

    “Nah, ketiga kali mau bagaimana lagi, gitu kan. Ya, mungkin tidak bisa baik-baik, kita harus dengan sedikit keras suaranya seperti itu,” imbuh Andi

    “Yang ada di video itu hanya potongan saja sebetulnya, tidak dari awal. Nah, yang memvideokan itu memang jemaah yang kita sebutnya jemaah mukim,” lanjutnya.

    Andi juga mengatakan, orang-orang dalam video itu bukanlah jemaah yang datang untuk beribadah. Ia menyebut mereka hanya memanfaatkan masjid untuk beristirahat atau tidur.

    “Mohon maaf, mungkin tanda kutip gembel, ya. Jadi mereka numpang di Istiqlal hanya untuk istirahat, kegiatan rutin seperti itu. Itu bukan jemaah sebetulnya. Kalau jemaah itu kan datang untuk salat, untuk beribadah,” tegasnya.

    Atas kejadian tersebut, Andi mengimbau agar masyarakat patuh terhadap aturan yang berlaku. Jangan melanggar untuk kebaikan bersama.

    “Ya memang di setiap tempat umum apalagi memang ada peraturan-peraturannya, jadi mohon ditaati aja. Demi kenyamanan semua,” pungkasnya.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com