Tag: Gary Gensler

  • Sayap Ripple di Asia Pasifik Tak Terpengaruh Kasus dengan SEC

    Brad Garlinghouse, CEO Ripple Labs mengaku perluasan sayap perusahaannya di Asia Pasifik tidak terpengaruh kasus dengan SEC di Amerika Serikat.

    Ripple belum mengalami dampak apa pun dalam bisnisnya di Asia Pasifik setelah dituntut oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), kata Garlinghouse, Jumat (5/3/2021), dilansir dari Reuters.

    Pada akhir Desember 2020, SEC menuntut Ripple di pengadilan, terkait aset kripto XRP. Ripple dianggap melanggar aturan sekuritas. Menurut SEC, XRP tergolong penawaran sekuritas (kontrak investasi terhadap publik) senilai US$1,3 miliar.

    Kabar buruk itu, memaksa sejumlah bursa aset kripto di Amerikat Serikat dan di sejumlah negara lain, menangguhkan perdagangan XRP, sembari menantikan kepastian hukumnya.

    Baca Juga:  Coingate tangguhkan perdagangan xrp mulai 15 januari

    Maklumlah, XRP tergolong aset kripto “amat penting” karena berkapitalisasi pasar sangat tinggi, masuk 10 besar versi Coinmarketcap.com.

    “Tuntutan itu telah menghambat aktivitas di Amerika Serikat, tetapi tidak benar-benar memengaruhi apa yang terjadi pada kami di Asia Pasifik,” kata Garlinghouse.

    Katanya, Ripple dapat terus mengembangkan bisnis di Asia, khususnya di Jepang, karena kami memiliki kejelasan peraturan di pasar tersebut.

     

    Ia menambahkan, dia tidak mengetahui adanya bursa di luar Amerika Serikat yang telah menghentikan perdagangan XRP.

     

    “XRP diperdagangkan di lebih dari 200 bursa di seluruh dunia. Sebenarnya hanya tiga atau empat bursa di Amerika Serikat yang menghentikan perdagangan, ”ujarnya.

    Garlinghouse adalah salah satu dari dua eksekutif perusahaan yang dituduh oleh SEC pada Desember 2020, secara pribadi mendapatkan sekitar US$600 juta dari hasil penjualan XRP.

    Baca Juga: Soros dan Morgan Stanley Semakin Kepincut Bitcoin

    Gary Gensler, yang dicalonkan oleh Presiden Joe Biden untuk memimpin SEC, mengatakan dalam sidang di Kongres beberapa waktu lalu, untuk memberikan panduan dan kejelasan soal pasar aset kripto di negeri itu.

    Meskipun Bitcoin dianggap sebagai komoditas oleh regulator keuangan AS, sebagian besar aset kripto lainnya belum diklasifikasikan sebagai komoditas atau sekuritas.

    Ini adalah dampak dari ketidakjelasan peraturan, mengingat aset ini adalah kelas aset baru yang belum ada sebelumnya.

    Ripple sendiri telah menandatangani lebih dari 15 kontrak baru dengan sejumlah bank secara global sejak SEC mengajukan gugatannya, kata Garlinghouse, menambahkan bahwa ia percaya kurangnya kejelasan di Amerika Serikat telah menjadi “penghalang” untuk inovasi.

    “Kami melihat aktivitas likuiditas XRP tumbuh di luar Amerika Serikat dan terus tumbuh di Asia, tentunya di Jepang,” ujarnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

    Ketua dari Securities and Exchange Commission (SEC) baru saja memberikan pandangannya terhadap pasar crypto secara menyeluruh.

    Dari beberapa pandangannya, salah satu hal yang dijadikan sorotan utama oleh publik adalah pandangannya mengenai regulasi.

    Ketua SEC Buka Suara Tentang Regulasi Crypto

    Gary Gensler, Ketua SEC terbaru, baru saja memberikan pandangannya mengenai kondisi pasar crypto dan kebutuhan regulasi di Amerika Serikat.

    Ia menyatakan bahwa saat ini crypto merupakan sebuah hal yang baru dan masih sangat rentan terhadap adanya perilaku kecurangan.

    Pernyataan tersebut ia sampaikan akibat banyaknya transaksi yang tidak legal dan juga penipuan yang bergerak di pasar crypto.

    Oleh karena itu setelah mendapatkan tuntutan dari pemerintah dan publik untuk memberi pandangannya, ia akhirnya menyampaikan suara.

    Gensler menyatakan bahwa pasar crypto merupakan sebuah hal yang perlu diregulasi dengan ketat terutama oleh SEC.

    Ia merasa dengan adanya regulasi yang lebih ketat dan juga adanya pengawasan dari SEC crypto di Amerika dapat tumbuh lebih baik.

    Pandangan yang ia berikan bertujuan untuk melindungi investor di Amerika untuk mengadopsi crypto dengan cara yang lebih aman.

    Selanjutnya, ia juga menyatakan bahwa nantinya regulasi akan lebih ketat terhadap crypto namun tidak akan membatasinya.

    Gary Gensler juga memperingatkan bahwa nantinya SEC akan lebih ketat mengawasi bursa crypto dan juga perusahaan terkait crypto.

    Ia bahkan mengajak pihak-pihak tersebut untuk kerja sama agar dapat dibantu dan dipandu pertumbuhannya juga oleh SEC.

    Intinya melalui beberapa pernyataan resminya terkait regulasi, saat ini Gary Gensler memperingatkan bahwa regulasi terhadap crypto akan lebih ketat.

    Baca Juga: Cara Bijak Atur Keuangan Awal Bulan, Check!

    Masih Mendukung Crypto

    Untuk diperjelas, Gary Gensler tidak menentang pertumbuhan crypto, bahkan ia menjadi salah satu pihak di pemerintah yang mengakui baiknya inovasi ini.

    Ia mengakui bahwa Satoshi Nakamoto telah menciptakan suatu hal yang penting terutama dalam mendorong teknologi blockchain dan kriptografi.

    Pandangan terhadap Satoshi Nakamoto dari Gary Gensler adalah sebuah pandangan yang positif sehingga dapat dianggap sebagai sebuah dukungan.

    Gensler menyatakan bahwa apa yang dibawa oleh Satoshi Nakamoto dalam inovasinya di 2008 adalah sebuah hal yang mendorong adopsi internet lebih tinggi.

    Ia juga menambahkan bahwa apa yang terjadi saat ini bukan sebuah hal yang akan pudar dengan cepat namun dapat bertahan.

    Berikutnya ia juga menyatakan bahwa walau banyak pihak di pemerintah yang ingin crypto hilang, ia percaya teknologi ini dapat membawa hal positif.

    Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa nampaknya Gensler hanya terfokus pada Bitcoin akibat ia juga menyatakan bahwa,

    “Saya sudah mempelajari bidang ini secara menyeluruh. Saya bisa menyatakan bahwa Bitcoin adalah satu-satunya inovasi nyata.”

    Pernyataan tersebut diartikan banyak hal oleh pasar, namun sebagian besar menganggap hal tersebut sebagai dukungan untuk Bitcoin namun tidak untuk crypto.

    Pandangan tersebut diperkuat dengan Gary Gensler yang menyatakan bahwa crypto adalah sebuah aset spekulatif dengan risiko tinggi untuk menyimpan kekayaan.

    Kemungkinan Menyetujui ETF Bitcoin

    Dengan banyaknya pernyataan yang terlihat mendukung teknologi Bitcoin dan inovasinya di pasar keuangan, muncul narasi baru.

    Narasi tersebut adalah kemungkinan persetujuan terhadap perizinan Reksadana ETF Bitcoin yang selama ini belum disetujui SEC.

    Dari pernyataan Gensler, nampaknya investor menganggap bahwa SEC dalam langkah untuk menyetujui Bitcoin ETF.

    Pernyataan yang diambil dari Gary Gensler dalam potensi persetujuan ini adalah saat ia menyatakan bahwa ETF Bitcoin yang teregulasi akan aman untuk investor.

    Ia juga menyinggung adanya kemungkinan untuk menciptakan ETF berbasis Kontrak Berjangka Bitcoin yang diterbitkan oleh CME atau Chicago Merchantile Exchange.

    Namun satu hal yang membuat pasar bimbang adalah pernyataannya yaitu ETF akan berada di bawah regulasi Mutual Fund.

    Mutual Fund berada di bawah regulasi yang sama dengan saham di Amerika, sehingga dapat membuat kerancuan antara crypto sebagai saham atau komoditas.

    Baca Juga: Alasan Kepala SEC Baru Berdampak Positif untuk Pasar Crypto

    Tapi untuk saat ini nampaknya SEC masih dalam tahap pendalaman mengenai permasalahan tersebut agar regulasi terbentuk dengan baik.

    Satu hal yang pasti adalah Gary Gensler menganggap saat ini perlindungan terhadap investor melalui regulasi masih sangat kurang.

    Sehingga ke depannya akan ada beberapa regulasi dan syarat ketat sebelum ETF Bitcoin atau ETF crypto lainnya tercipta.

    Jadi, terciptanya dan disetujuinya Bitcoin ETF masih menjadi sebuah hal yang mungkin, namun masih belum diketahui kapan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Paul Atkins Resmi Gantikan Gary Gensler sebagai Ketua SEC di AS

    Paul Atkins resmi dilantik sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), menggantikan Gary Gensler yang selama ini dikenal sebagai figur tegas terhadap industri kripto. Pelantikan ini menandai arah baru bagi SEC, dengan prospek regulasi aset digital yang lebih ramah di bawah kepemimpinan Atkins.

    Menurut laporan Coindesk, Atkins, yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris SEC dan penasihat di berbagai perusahaan kripto, dilantik setelah dinominasikan oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Senat AS dengan suara 52-44. Dalam pernyataan perdananya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen menjadikan AS sebagai tempat terbaik dan teraman untuk berinvestasi dan berbisnis.

    “Bersama-sama kita akan bekerja untuk memastikan bahwa AS adalah tempat terbaik dan teraman di dunia untuk berinvestasi dan berbisnis,” ujar Atkins.

    Pendekatan Baru ke Kripto

    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: SEC Hentikan Investigasi terhadap Proyek Gaming NFT CyberKongz

    Atkins bergabung dengan dua komisaris Partai Republik lainnya di SEC — Mark Uyeda dan Hester Peirce — yang dalam beberapa bulan terakhir telah mendorong pendekatan lebih terbuka terhadap aset digital. Inisiatif mereka mencakup pembentukan gugus tugas kripto, penghapusan sejumlah tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan kripto, serta penyelenggaraan diskusi meja bundar bersama pelaku industri.

    Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap regulasi aset digital di AS. Masa jabatan Atkins dimulai saat komisi hanya memiliki empat dari lima kursi yang aktif. Satu-satunya anggota dari Partai Demokrat, Caroline Crenshaw, saat ini menjabat di luar masa jabatan resmi, sementara dua posisi lainnya masih kosong dan belum diisi oleh Gedung Putih.

    Kehadiran Atkins di SEC juga menimbulkan perhatian terkait potensi konflik kepentingan, mengingat Presiden Trump memiliki hubungan bisnis pribadi dengan proyek-proyek kripto, termasuk stablecoin dari World Liberty Financial dan token meme $TRUMP.

    Namun, arah regulasi ke depan diperkirakan akan sangat bergantung pada rancangan undang-undang yang kini menjadi prioritas Kongres. Atkins sendiri diprediksi akan memperkuat posisi SEC sebagai mitra konstruktif dalam perkembangan industri kripto nasional.

    Baca juga: SEC Beri Lampu Hijau Pada Perdagangan Opsi ETF Ethereum Spot


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cetak Rekor Baru di Tengah Pemilu AS, Harga Bitcoin Tembus $75.000


    Jakarta

    Bitcoin (BTC) kembali mencetak All Time High (ATH) di level $75.000 pada Rabu (6/11) di tengah proses penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Analisis memperkirakan tren kenaikan ini masih berpotensi berlanjut meskipun volatilitas tinggi di pasar kripto tetap perlu diwaspadai.

    Sebelumnya BTC bertengger di level $71.300 pada pagi hari pukul 08:00 WIB, dan mengalami kenaikan sebesar 4,80% dalam 24 jam terakhir. Selain BTC, Ethereum (ETH) juga mengalami peningkatan sebesar 3,00%, mencapai $2.500. Total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan naik 4,50% dan mencapai angka $2,322 triliun.

    Kenaikan harga aset kripto saat ini dipengaruhi oleh pemilu AS yang sedang berlangsung dan tengah dalam proses penghitungan suara popular vote, yang akan menentukan electoral college.


    Pada pukul 15.30 WIB, Donald Trump sementara unggul atas Kamala Harris dalam popular vote dan electoral college. Menurut Apnews, Trump telah memperoleh 267 dari 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk menang, dan unggul di negara bagian penting seperti Michigan dan Wisconsin yang hasilnya belum diumumkan.

    “Dari sisi teknikal, BTC baru saja mencetak harga tertinggi baru di angka $75.000, kami masih melihat potensi lanjut reli untuk mencetak rekor baru hingga $77.875,” ujar Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha dalam keterangan tertulis, Rabu (6/11/2024).

    Dukungan Trump terhadap BTC serta minat politisi pada aset digital memberikan sinyal positif bagi pasar kripto. Namun, regulasi yang diusung oleh Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) diprediksi akan menentukan arah perkembangan kripto di masa depan, dengan SEC di bawah Gary Gensler kerap dinilai menerapkan aturan ketat terhadap industri ini.

    Panji juga mengingatkan para investor untuk tetap waspada terhadap fluktuasi harga BTC yang sedang tinggi saat ini. “Namun, perlu diperhatikan volatilitas BTC saat ini sedang tinggi, tetap antisipasi jika terjadi pembalikan arah yang diakibatkan oleh aksi profit taking dan sell on news,” tutup Panji.

    Berdasarkan data historis, harga BTC sering mengalami kenaikan menjelang dan sesudah pemilu AS. Seperti yang terjadi pada pemilu 2020 harga BTC naik sebesar 28,24% sebelum pemilihan dan melonjak hingga 42,06%. Dan pada pemilu 2016 kenaikan tercatat sebesar 14,99% sebelum dan 8,43% setelah pemilu.

    Sebagai platform investasi yang terus berinovasi, Ajaib Kripto berharap dapat memberikan edukasi dan akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia terhadap aset digital, terutama dalam menghadapi dinamika pasar kripto yang terus berkembang.

    Dengan peningkatan minat masyarakat pada kripto dan layanan investasi yang semakin mudah diakses, Ajaib Group berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya dalam perjalanan finansial para investor. Untuk informasi lebih lanjut, segera kunjungi website Ajaib Kripto.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Diprediksi Bisa Tembus Rp 1,5 M


    Jakarta

    Harga mata uang kripto, Bitcoin, tembus di atas US$ 89.000 atau Rp 1,39 miliar (kurs Rp 15.700) usai kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Harga Bitcoin diperkirakan terus naik hingga US$ 100.000 atau Rp 1,57 miliar.

    Dikutip dari CNBC, Senin (12/11/2024), Coin Metrics melaporkan nilai kripto sempat naik hingga 12% ke posisi US$ 89.174. Bahkan belum lama ini, mencapai titik tertinggi baru di US$ 89.623.

    Ether naik lebih dari 7% menjadi US$ 3.371,79 setelah kenaikan 30% dalam seminggu terakhir. Token keuangan terdesentralisasi yang terkait dengan Cardano naik 4,7%. Dogecoin terus naik, naik hampir 24%.


    Dalam sesi perdagangan reguler pada Senin, Coinbase ditutup naik 19,8%, sementara MicroStrategy naik lebih dari 25,7%. Kedua saham tersebut lebih tinggi dalam perdagangan yang diperpanjang.

    Kepala Keuangan dan Pasar di platform investasi Hargreaves Lansdown, Susannah Streeter, mencatat bahwa kenaikan kripto terjadi di tengah euforia pasar yang dipicu oleh kemenangan Trump minggu lalu.

    “Janjinya untuk berinvestasi penuh pada kripto telah membawa Bitcoin ke rekor baru,” kata Streeter.

    Selama kampanye, Trump memberikan banyak janji kepada industri kripto, termasuk menjadikan AS sebagai Ibu Kota Kripto. Ia juga bersikeras bahwa semua Bitcoin harus ditambang di negara tersebut.

    Dia juga berjanji untuk melengserkan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler, yang telah melakukan pendekatan agresif terhadap kripto. Langkah ini dijanjikannya meskipun presiden tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya.

    Beberapa analis memperkirakan kripto terus meningkat. Disebut-sebut nilai Bitcoin dapat melesat hingga US$ 100.000 pada akhir tahun, menandai tonggak sejarah baru.

    “Sebagian alasannya (kenaikan nilai kripto) adalah karena sifat pemerintahan Trump yang ramah terhadap kripto, yang diharapkan oleh para investor akan menghasilkan kejelasan regulasi di AS,” katanya.

    Simak juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

    [Gambas:Video 20detik]

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bitcoin Sempat Tembus Rekor Tertinggi, Begini Pergerakannya


    Jakarta

    Aset kripto terbesar di dunia yaitu Bitcoin sempat memecahkan rekor. Dikutip dari Coinmarketcap bitcoin tercatat US$ 93.232. Dengan kapitalisasi pasar US$ 1.845.050.981.422.

    Sebelumnya bitcoin sempat menembus harga $99,655 atau Rp1,579,731,000. Bitcoin saat ini masuk dalam jajaran 10 besar aset paling bernilai di dunia dan berada di posisi ke-7 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,824 triliun. Dengan begitu, Bitcoin lebih unggul dibandingkan perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco, perak, dan perusahaan Meta milik Mark Zuckerberg.

    Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan banyak faktor pendorong kenaikan harga Bitcoin di antaranya, menangnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47, masuknya arus uang dari produk ETF BTC mencapai $2 miliar, mundurnya Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler, hingga positifnya data makroekonomi khususnya di AS, yang seluruhnya meningkatkan ketertarikan investor untuk ikut berinvestasi pada Bitcoin.


    Menurut data dari Triple-A, jumlah orang yang memiliki aset crypto di seluruh dunia terus bertambah. Pada tahun 2023 jumlahnya sekitar 420 juta orang, kemudian di 2024 ini sudah naik hingga 34% atau mencapai 562 juta orang.

    “Investor crypto yang masuk dalam kategori retail, seringkali bertanya kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi pada Bitcoin, terutama karena volatilitas dan asumsi bahwa harga Bitcoin sudah terlalu tinggi. Namun, setelah mencapai harga tertingginya di $69 ribu pada November 2021, Bitcoin kembali menunjukkan ketahanannya dengan hampir mendekati harga $100 ribu. Ini membuktikan peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai (store of value) serta memiliki potensi memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan aset lainnya,” kata dia dalam keterangannya, ditulis Rabu (27/11/2024).

    Jika dibandingkan dengan dua instrumen investasi misalnya emas dan Indeks Harga Gabungan Saham (IHSG) Indonesia, Bitcoin unggul dari sisi return of investment (ROI) dalam 14 tahun terakhir. Harga per gram emas pada awal tahun 2009 sekitar Rp322 ribu dan di tahun 2024 mencapai Rp1.399.000 atau mencatatkan ROI 334.26%. Di sisi lain, IHSG Indonesia di tahun 2009 berada di sekitar 1,355 poin dan di tahun 2024 per 25 November ada di level 7,200 poin atau ROI di kisaran 431.37%.

    Jika dibandingkan dengan ROI Bitcoin sangat jauh sekali. Sejak diluncurkan pada tahun 2009, Bitcoin hanya bernilai sekitar $0.000764 per BTC atau dengan kurs saat itu di Rp10 ribu, harga BTC hanya sekitar Rp7.64. Melaju ke 14 tahun mendatang di tahun 2024, harga BTC menyentuh $99,655 setara Rp1,579,731,000 yang berarti persentase kenaikannya sebesar 13 miliar persen.

    “Menyambut tahun 2025 BTC saat ini masuk dalam fase bullish, investor dan trader crypto dapat memaksimalkan keuntungan investasinya dalam fase saat ini. Untuk trader pro, aplikasi PINTU menawarkan produk unggulan Pintu Pro Futures, yang memungkinkan trader berinvestasi pada derivatif crypto dengan leverage hingga 25x. Trader dapat mengambil posisi long atau short tanpa expiry date pada aset seperti BTC, ETH, SOL, dan lainnya. Selain itu, Pintu Pro Futures dilengkapi dengan fitur risk management, seperti indikator margin, auto close open order, dan kalkulasi margin yang transparan, untuk membantu pengguna mengelola risiko likuidasi secara lebih efektif,” ujar Iskandar.

    “Bagi trader yang mencari platform dengan fitur canggih, Pintu Pro menawarkan pro charting, order book, berbagai tipe order, hingga portofolio tracker dengan interface yang user-friendly, sehingga memberikan pengalaman trading terbaik bagi penggunanya. Terakhir, bagi investor pemula, aplikasi PINTU menyediakan solusi investasi crypto dengan tampilan intuitif dan akses ke ratusan aset crypto, termasuk Meme koin. Dengan aplikasi PINTU, pengguna dapat dengan mudah memulai perjalanan investasi crypto,” tutup Iskandar.

    Tonton juga video: Kominfo Gaet Bappebti Blokir Transaksi Judi Online Lewat Kripto

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Presiden El Salvador Pamer Cuan Rp 5,2 T dari Bitcoin, Begini Respons Elon Musk


    Jakarta

    Presiden El Salvador Nayib Bukele memamerkan pencapaiannya usai Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan all time high (ATH) dan menembus level psikologis US$ 100.000.Hal tersebut itu pun direspons salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk.

    Melalui unggahan di akun X (dulunya Twitter) pribadinya, Bukele membagikan tangkapan layar atas kepemilikan BTC senilai US$ 603,34 juta atau setara Rp 9,53 triliun (kurs Rp 15.800). Terlihat nilainya kini meroket 117,74% secara year to date (ytd).

    Bukele sendiri terkenal sebagai investor besar Bitcoin. Dari unggahan tersebut, juga terlihat bahwa total keuntungan yang diperolehnya selama berinvestasi sebesar US$ 333,59 juta atau setara Rp 5,27 triliun.


    Unggahan tersebut ternyata mendapat respons dari CEO Tesla, Elon Musk. Dikenal sebagai sosok yang pro kripto, ia turut berkomentar terhadap pencapaian dari investasi Bukele.

    “Impressive (menakjubkan),” ujar Musk melalui akun X pribadinya, dikutip Kamis (5/12/2024).

    Harga bitcoin sendiri telah mengalami kenaikan sejak kemenangan Donald Trump di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Sejak pengumuman kemenangan, harganya telah melonjak lebih dari 40%. Janji Trump untuk mendorong regulasi yang ramah kripto dan menjadikan Bitcoin sebagai cadangan aset nasional memicu optimisme di pasar.

    Sementara itu, dikutip dari Coinmarketcap, harga Bitcoin hari ini mencapai US$ 103.587 atau setara Rp 1,64 miliar pada pukul 11.05. Kondisi ini pun menyebabkan para investor kini tengah berpesta menikmati hasilnya.

    Kondisi ini juga didorong oleh optimisme pasat usai Trump memilih Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), menggantikan Gary Gensler. Adapun Atkins sendiri dipandang sebagai pilihan yang ramah terhadap kripto untuk posisi tersebut.

    Kenaikan ini telah mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin di atas US$ 2 triliun untuk pertama kalinya, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu aset paling berharga di dunia. Meskipun pertumbuhannya pada 2024 cukup signifikan, namun bukan yang paling dramatis dalam sejarah Bitcoin. Bitcoin pernah mengalami lonjakan 1.900% pada tahun 2017 dan lonjakan 1.250% selama pandemi COVID-19.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com