Tag: Gas

  • 4 Cara Jitu Perbaiki WC yang Mampet Tanpa Perlu Dibongkar


    Jakarta

    Tanda-tanda WC mampet adalah kotoran tidak mau turun meskipun sudah disiram berkali-kali. Biasanya kloset dapat bekerja dalam hitungan di bawah lima menit untuk membuang kotoran.

    Penyebab WC mampet cukup beragam. Penyebab yang paling banyak ditemukan adalah adanya penyumbatan di dalam toilet. Penyumbatan ini bukan hanya karena penumpukan kotoran di dalamnya, melainkan bisa pula disebabkan karena ada benda-benda padat selain kotoran yang menutupi jalannya air di pipa pembuangan yang mengarah ke area septic tank. Benda-benda tersebut biasanya tisu, makanan, kertas, atau benda yang keras dan tidak dapat terurai di saluran pembuangan.

    Selain itu, penyumbatan juga bisa dikarenakan kotoran yang berada di dalam jumlahnya sudah banyak dan tidak pernah dilakukan penyedotan. Akhirnya kotoran tidak bisa masuk ke septic tank karena sudah terlalu penuh.


    Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah WC mampet?

    Dilansir dari Caccia Plumbing dan Apartment Therap berikut cara untuk mengatasi WC mampet tanpa perlu sampai dibongkar.

    Cara Memperbaiki WC yang Mampet

    1. Cobalah Soda Kue dan Cuka

    Bahan seperti soda kue dan cuka adalah bahan pembersih yang ampuh untuk melancarkan saluran yang mampet. Hal ini dikarenakan ketika dua bahan ini bertemu, akan muncul gelembung gas karbon dioksida yang dapat memperlancar dan melarutkan kotoran atau bahan yang menyumbat. Bahkan, dua bahan ini ampuh untuk membersihkan noda membandel pada sebuah barang karena mengandung bahan abrasi yang tidak akan menghancurkan barang.

    Cara menyiapkan kedua bahan ini cukup mudah yakni campurkan 2 cangkir cuka dengan satu cangkir soda kue. Diamkan dua bahan tersebut selama 1 jam. Kemudian, siram larutan tersebut ke dalam toilet. Jika toilet masih belum mengering, mungkin perlu melakukan proses ini lagi dan mendiamkan larutan tersebut semalaman.

    2. Pompa Sedot WC

    Saat ini sudah banyak alat praktis yang bisa mengatasi masalah di rumah, termasuk WC mampet. Alat yang biasa dipakai untuk mengatasi masalah ini bentuknya adalah logam panjang yang bentuknya fleksibel dan kecil sehingga masuk ke pipa pembuangan. Setelah lengan tersebut masuk, coba dorong dan putar, cara ini bisa untuk membuka jalan air masuk ke dalam septic tank atau akses pembuangan sehingga tidak menyumbat saluran.

    3. Air Panas

    Suhu air yang dipakai bukan yang mendidih karena jika mendidih justru dapat merusak pipa pembuangan. Tuang air ke dalam WC secara perlahan dan tunggu beberapa saat. Setelah itu, coba flush WC atau siram kotoran secara manual.

    4. Panggil Tukang Sedot WC

    Jika kalian tidak punya waktu untuk membersihkan atau khawatir membuat kerusakan, lebih baik panggil tukang sedot WC. Mereka memiliki peralatan lebih lengkap untuk mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 4 Alat Elektronik Ini Bisa Bikin Tagihan Listrik Rumah Membengkak


    Jakarta

    Beberapa barang elektronik membutuhkan daya yang besar sehingga sering menyedot banyak listrik dalam sekali pemakaian. Beberapa barang elektronik terkadang tidak bisa dipakai bersamaan dengan barang elektronik lainnya karena sering kali menyebabkan Miniature Circuit Breaker (MCB) turun atau biasa kita sebut dengan jepret.

    Agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya saat membeli alat elektronik, cek keterangan daya yang tertera pada produk. Kemudian, hitung dengan besar daya listrik yang terpasang di rumah. Selain itu pertimbangkan, apakah alat tersebut akan sering digunakan bersamaan dengan alat elektronik lain.

    Di samping itu, ketahui pula barang elektronik apa saja yang biasanya memiliki daya tinggi. Melansir dari express.co.uk, seorang Direktur Pelaksana di Utility Bidder James Longley, menyebut ada 4 barang elektronik yang bisa membuat tagihan listrik membengkak apabila terlalu sering digunakan, berikut daftarnya.


    1. Kulkas

    Kulkas atau lemari pendingin merupakan salah satu barang wajib yang ada di rumah. Bahkan untuk rumah ukuran kecil yang hanya diisi oleh satu orang atau seperti di kamar hotel, terdapat 1 kulkas mini untuk menyimpan makanan kecil.

    Di Indonesia rata-rata daya kulkas yang digunakan adalah 350-780 watt. Ini juga tergantung pada jumlah pintu yang dimiliki satu atau dua serta merek produk yang digunakan. Jumlah watt tersebut kemudian dikalikan 24 jam, misalnya 350 watt x 24 jam sekitar 8.400 watt. Jika dikonversikan menjadi 8,4 kWh.

    Cara pemakaian kulkas yang lebih hemat energi adalah dengan tidak terlalu sering membuka tutup pintunya. Sebab, setiap ada udara panas masuk ke dalam freezer saat membuka pintu, kulkas akan bekerja akan bagian dalam tetap dingin.

    2. Mesin Cuci

    Perangkat elektronik berikutnya yang bisa menyita banyak listrik dalam sekali pemakaian adalah mesin cuci. Besaran daya mesin cuci di Indonesia sekitar 400-500 watt untuk jenis front loading, sementara untuk top loading sekitar 350-550 watt. Besarannya ini tergantung pada merek dan fasilitas pendukung dari mesin cuci itu sendiri. Jika dikonversi untuk mesin cuci front loading sekitar 0,4-0,5 kWh dan mesin cuci top loading 0,35-0,55 kWh.

    Meskipun saat ini sudah tersedia laundry, tetapi jauh lebih aman untuk mencuci sendiri di rumah. Selain itu, tidak semua pakaian bisa diserahkan ke laundry. Tips agar pemakaian mesin cuci tetap hemat energi adalah cuci dalam jumlah penuh, gunakan pengaturan ramah lingkungan pada mesin cuci, dan hindari mencuci pakaian dengan 2 tahap.

    3. Mesin Pengering Pakaian

    Sebenarnya mesin cuci saat ini sudah dilengkapi dengan sistem pengering, setelah proses pencucian selesai, pakaian bisa langsung dijemur. Namun, ada juga yang memakai mesin pengering terpisah.

    Di Indonesia sendiri, daya mesin pengering yang digunakan rata-rata 1.000-3.000 watt, sementara untuk yang hemat energi 40-130 watt. Besaran daya ini tergantung pada merek dari mesin pengering.

    Apabila diubah ke daya per jam sekitar untuk daya 1.000-3.000 watt setara dengan 1-3 kWh karena 1.000 watt setara dengan 1 kWh. Untuk mesin pengering yang hemat energi hanya menggunakan 0,04-0,13 kWh.

    Cara agar pemakaiannya tidak terlalu sering dan hemat energi adalah dengan memeras pakaian secara manual lalu menjemurnya saat matahari terik. Cara ini tidak begitu sulit dan tidak melelahkan. Hasilnya pun sama, pakaian tetap bisa kering.

    4. Oven Listrik

    Banyak orang telah melengkapi dapur mereka dengan oven listrik untuk menghangatkan makanan atau memanggang kue dan roti. Oven listrik di Indonesia biasanya menggunakan rata-rata 1.400-2.200 watt atau 1,4-2,2 kWh. Selain itu, oven listrik tidak bisa langsung panas, melainkan harus ditunggu terlebih dahulu sekitar 1 jam. Untuk oven listrik hemat energi biasanya memiliki daya di bawah 1.000 watt. Namun, kapasitasnya tentu lebih kecil dari oven yang menggunakan daya besar.

    Cara untuk tetap bisa memakai oven listrik tanpa takut tagihan membengkak adalah dengan mengganti produk tersebut dengan oven gas atau air fryer. Dikutip dari situs The Eco Experts, sebagian besar air fryer dengan kapasitas satu hingga dua liter sangat hemat energi. Biasanya air fryer kecil dapat bekerja dengan daya 800-1.000 watt atau 0,8-1,0 kWh.

    Itulah beberapa alat elektronik yang bisa membuat tagihan listrik membengkak dan cara untuk menghematnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Septic Tank Harus Dikuras biar WC Nggak Mampet? Ini Anjurannya



    Jakarta

    Setiap rumah dianjurkan mempunyai septic tank yang berfungsi untuk menampung dan mengolah limbah rumah tangga. Meski tak kasat mata karena berada di bawah tanah, pemilik harus ingat untuk menguras septic tank secara berkala.

    Di dalam septic tank, terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Sisa uraian kotoran itu perlu dikuras untuk menghindari sumbatan yang menyebabkan toilet mampet.

    “Itu karena septic tank-nya penuh. Makanya ketika disiram air, dia masuknya itu ketahan karena sudah tidak ada space di dalam septic tank-nya,” ujar Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki kepada detikcom beberapa waktu lalu.


    Ia menjelaskan penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank. Terdapat dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yakni model konvensional dan biotank.

    Kapan Septic Tank Perlu Dikuras?

    Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional memiliki dasar tanki berupa tanah, sehingga tinja atau limbah yang masuk bisa meresap ke bawah. Hal ini membuat pemilik rumah tidak perlu sering menguras septic tank.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya.

    Septic Tank Biotank

    Sementara itu, septic tank biotank berbentuk seperti toren air. Jenis tanki ini membutuhkan perawatan yang lebih intens. Sebaiknya menguras septic tank minimal 1 sampai 2 tahun sekali agar tidak penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” tutur Basuki.

    Dengan demikian waktu yang tepat untuk menguras septic tank tergantung pada jenisnya. Septic tank biotank perlu dikuras lebih sering daripada tanki konvensional.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keramik Lantai Meledak Sampai Terangkat? Ini Penyebabnya Kata Kontraktor


    Jakarta

    Pernahkah melihat keramik lantai meledak alias terangkat sebagian? Kondisi lantai seperti itu memang menjengkelkan karena merusak estetika rumah serta berpotensi mencelakakan penghuninya.

    Kontraktor Wildan mengatakan ledakan pada keramik lantai biasa disebut cracking atau popping. Menurutnya, keramik lantai terangkat biasanya terjadi pada rumah-rumah tua yang berusia 20-30 tahun.

    Kalau sudah terangkat, pemilik perlu mengganti ubin itu dengan memasang yang baru. Bahkan, pemilik rumah yang perfectionist dapat memasang ulang keramik lantai untuk satu ruangan.


    Namun, apa yang menyebabkan keramik lantai meledak dan bagaimana cara cegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Keramik Lantai Meledak

    Inilah beberapa faktor yang membuat lantai keramik meledak atau popping.

    1. Penurunan Lantai

    Wildan mengatakan salah satu penyebab popping lantai adalah penurunan atau pergeseran pada lantai atau tanah. Hal ini biasanya terjadi di lantai satu sebuah rumah.

    “Jadi posisi keramik awalnya itu kan datar, karena ada penurunan itu posisinya dia (ubin keramik) ketekan (saat diinjak). Jadi dia agak letup, keramiknya popping,” ujar Wildan kepada detikProperti, Senin (7/7/2025).

    2. Hawa Panas dari Tanah

    Selain itu, ia menyebut lantai dapat terangkat karena hawa panas dari bawah tanah. Akibat hawa panas itu, terdapat indikasi gas alam yang keluar dari bawah tanah. Wildan menjelaskan gas tersebut berusaha keluar, sehingga menekan lantai hingga terbuka.

    3. Panas Semen yang Terperangkap

    Sementara lantai dua, ia menjelaskan popping dapat disebabkan oleh panas semen yang terperangkap. Adonan semen bersifat panas, jadi perlu diredakan dengan bantuan air.

    Caranya, Wildan menyarankan agar ubin keramik direndam selama 15 menit hingga 1 jam sebelum dipasang. Kemudian, pastikan permukaan tanah datar dan disiram air sebelum membuat lantai rumah.

    4. Komposisi Adukan Mortar Tidak Tepat

    Selain itu, Wildan mengatakan adukan mortar atau campuran untuk memasang ubin lantai harus memiliki komposisi yang tepat. Terdapat rasio komposisi adukan mortar yang harus diikuti.

    “Pokoknya kalau kurang semen, dia gampang mencar (adukan mortar). Kalau kebanyakan semen, dia cepat setting. Jadi pasti pas satu banding,” katanya.

    5. Keramik Tidak Berkualitas

    Keramik juga bisa terangkat karena tidak kuat menahan tekanan, sehingga sebagian terangkat ketika diinjak. Wildan menyarankan untuk menggunakan keramik yang berkualitas agar memiliki daya tekan yang sesuai standar.

    “Pilih material yang bagus. Cuman kalau yang misalkan (keramik) KW-KW itu, kuat tekannya di bawah yang sesuai standar harusnya,” tuturnya.

    Itulah beberapa penyebab keramik lantai meledak sampai terangkat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Wajib Diperiksa Setelah Rumah Terendam Banjir


    Jakarta

    Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (6/7/2025) sore telah menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Dikutip dari detikNews, sebanyak 41 RT di Jakarta masih dilanda banjir hingga Senin (7/7/2025) dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

    Apabila rumah kamu termasuk yang kebanjiran, sebaiknya lakukan sejumlah pengecekan terlebih dahulu. Banjir tak hanya membuat rumah jadi kotor, tapi bisa merusak beberapa benda yang tak sempat diselamatkan.

    Periksa 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir

    Ada beberapa hal yang wajib diperiksa usai rumah terendam banjir. Dilansir dari Flood Info, berikut penjelasannya:


    1. Cek Kabel Listrik

    Langkah pertama yang wajib diperiksa adalah kabel listrik. Saat terendam banjir, ada potensi sejumlah kabel mengalami korsleting. Apabila tidak hati-hati maka kamu bisa tersengat listrik bahkan memicu kebakaran.

    Apabila ingin membersihkan rumah, sebaiknya jangan langsung menyalakan aliran listrik dari Miniatur Circuit Breaker (MCB). Lalu, pastikan juga peralatan listrik sudah dicabut dari stop kontak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    2. Periksa Tabung Gas

    Saat rumah kebanjiran mungkin kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang, termasuk tabung gas. Jika banjir sudah surut, segera cek tabung gas di rumah karena dikhawatirkan mengalami kebocoran.

    Jika mencium bau menyengat dari tabung gas, segera keluarkan ke tempat terbuka. Hal ini dapat terjadi karena tabung gas terlalu lama berada di tempat tertutup dan minim ventilasi.

    Sebaiknya, jika sudah mengetahui tanda-tanda rumah akan terendam banjir segera lepas tabung gas dari selang kompor gas. Kemudian pindahkan tabung gas ke posisi yang aman dan tidak terendam banjir.

    3. Pakai Sarung Tangan dan Alas kaki Tertutup

    Ketika akan membersihkan rumah dari sisa banjir, disarankan memakai sarung tangan lateks dan alas kaki tertutup, misalnya sepatu boot yang setinggi mata kaki. Selain itu, gunakan juga kaus atau celana lengan panjang.

    Langkah ini dilakukan untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Soalnya, banjir berasal dari air selokan maupun kali yang mengandung banyak bakteri jahat yang berbahaya bagi kesehatan.

    4. Mengecek Dinding dan Lantai Rumah

    Penting juga untuk mengecek seluruh kondisi rumah setelah terendam banjir. Dinding dan lantai tentunya sudah kotor sehingga wajib dibersihkan. Meski begitu, kamu juga wajib melihat apakah ada kerusakan yang ditimbulkan atau tidak.

    Terutama pada dinding, setelah terendam banjir selama berhari-hari membuat dinding jadi basah dan lembap. Kondisi ini bisa membuat cat dinding jadi rusak, merusak struktur bangunan, hingga memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

    Sementara itu, lantai yang terendam air dan lumpur akibat banjir dapat menyebabkan kerusakan pada keramik. Kalau tidak segera dibersihkan, warna keramik bisa kusam sehingga tidak terlihat estetis.

    Itu dia empat hal yang wajib diperiksa setelah rumah terendam banjir. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • WC Mampet Susah Disiram? Begini Cara Perbaikinya Tanpa Ribet


    Jakarta

    Pernahkah menyiram WC tapi kotorannya tak bisa turun? Itu adalah tanda kalau WC mampet, sebab biasanya kloset bekerja tak sampai lima menit.

    WC mampet sering kali disebabkan oleh penyumbatan. Kloset bisa tersumbat kotoran ataupun tisu, sehingga menutupi jalur air.

    Selain penyumbatan, WC dapat mampet karena septic tank penuh. Hal ini akibat septic tank belum disedot.


    Kalau WC mampet, bagaimana cara perbaikinya ya? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki WC Mampet

    Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi WC mampet.

    1. Siram Air Panas

    Coba siram WC secara perlahan dengan air panas, bukan air mendidih ya. Air mendidih bisa merusak pipa pembuangan. Tunggu beberapa saat, lalu coba flush atau siram WC secara manual.

    2. Siram Soda Kue dan Cuka

    Campuran soda kue dan cuka bisa melancarkan saluran mampet. Kedua bahan ini menghasilkan gelembung gas karbon dioksida yang melarutkan kotoran atau bahan yang menyumbat.

    Cara pakainya dengan mencampurkan 2 cangkir cuka dengan satu cangkir soda kue. Diamkan dua bahan tersebut selama 1 jam. Kemudian, siram larutan tersebut ke dalam toilet. Jika belum berhasil, mungkin perlu melakukan proses ini lagi dan mendiamkan larutan tersebut semalaman.

    3. Pakai Alat Sedot WC

    Alat yang biasa dipakai untuk mengatasi WC mampet adalah logam panjang yang bentuknya fleksibel dan kecil. Alat ini masuk ke pipa pembuangan. Penghuni bisa membuka jalan air dengan mendorong dan memutar alat.

    4. Panggil Sedot WC

    Jika tidak punya waktu atau tak tahu cara perbaiki WC, penghuni bisa panggil tukang sedot WC. Mereka punya peralatan lengkap untuk mengatasi masalah tanpa perlu membongkar WC.

    Itulah beberapa cara mengatasi WC mampet. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kulkas Kurang Dingin Bikin Makanan Cepat Basi? Begini Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Kulkas atau lemari pendingin berfungsi untuk menyimpan makanan dan minuman. Suhu kulkas yang dingin membuat makanan jadi lebih segar dan nggak cepat basi.

    Namun, ada kalanya kulkas kurang dingin. Alhasil, makanan menjadi cepat basi dan jus kemasan tidak dingin.

    Jika kulkas tetap tidak dingin setelah mengatur suhu, kemungkinan ada yang tidak beres. Pemilik rumah perlu memperbaiki kulkas agar bekerja dengan baik.


    Bagaimana cara memperbaiki kulkas yang tidak dingin? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Kulkas yang Tidak Dingin

    Inilah beberapa hal yang bisa pemilik lakukan supaya kulkas dingin, dikutip dari Mr. Appliance.

    1. Pindah Posisi Kulkas

    Posisi kulkas sangat mempengaruhi efisiensi proses pendinginan. Penghuni rumah sebaiknya menghindari posisi kulkas dekat kompor, oven, atau ventilasi panas.

    Kulkas harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu dingin dalam kondisi seperti itu. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk mengganti posisi kulkas agar meningkatkan efisiensi pendinginan.

    2. Perbaiki Kebocoran Freon

    Freon atau refrigeran adalah cairan yang menyerap dan melepaskan panas. Cairan ini sangat penting untuk mendinginkan kulkas. Kalau kulkas kurang dingin, kemungkinan ada kebocoran freon.

    Hal ini sering kali disebabkan oleh retakan kecil atau korosi pada kumparan evaporator, kumparan kondensor, atau pipa freon. Untuk memperbaikinya, sebaiknya pemilik menggunakan bantuan ahli karena cairan ini berbahaya.

    3. Ganti Kompresor Rusak

    Kompresor berfungsi untuk mendorong uap refrigeran ke dalam kumparan di dalam dan luar kulkas. Proses ini menghasilkan gas panas yang kemudian mendingin dan menyerap panas dari freezer dan kulkas.

    Jika kipas freezer masih berjalan tapi kulkas tidak dingin, kemungkinan kompresor mulai rusak. Jangan perbaiki sendiri, pemilik dianjurkan untuk gunakan jasa ahli buat memperbaiki kulkas.

    4. Bersihkan Kumparan Kondensor

    Kumparan kondensor sewaktu-waktu bisa kotor dan mengakibatkan sirkulasi udara buruk. Hal ini membatasi kemampuan kulkas untuk tetap dingin.

    Penghuni harus membersihkan kumparan kondensor setiap 6-12 bulan. Dengan begitu, penghuni bisa mencegah penyumbatan dan menjaga kulkas tetap beroperasi secara efisien.

    5. Ganti Kipas Kondensor yang Rusak

    Kipas kondensor dapat mendinginkan kompresor dan kumparan kompresor. Kipas ini terus bergerak selama kompresor menyala.

    Jika kipas kondensor tidak berfungsi dengan baik, suhu kulkas bakal meningkat. Pastikan pemutaran kipas kondensor tidak terhalang oleh kotoran atau benda lain.

    Apabila tidak ada yang menghalangi putaran bilah kipas, mungkin sebaiknya pengganti mengganti motor kipas kondensor. Supaya lebih aman, penghuni dapat menggunakan jasa ahli buat memperbaiki kulkas.

    6. Perbaiki Kipas Evaporator yang Rusak

    Kipas evaporator mengeluarkan udara dingin di dalam kulkas. Kipas evaporator yang tidak berfungsi atau menyala tidak dapat menghasilkan udara dingin.

    Ada beberapa penyebab kipas evaporator berhenti bekerja. Namun, kebanyakan kasus pemilik memerlukan keahlian profesional untuk memperbaiki kulkas.

    7. Atur Isi Kulkas

    Penghuni perlu mengatur penyusunan makanan di dalam kulkas. Penyimpanan makanan yang efisien tidak hanya membuat kulkas berfungsi dengan efisien, tetapi juga menjaga kualitas makanan.

    Atur barang-barang di kulkas agar tidak ada yang menghalangi ventilasi. Hal itu membantu meningkatkan sirkulasi udara.

    8. Ganti Karet Pintu Lama

    Gasket atau karet pintu kulkas yang sudah rusak dan usang akan sulit menjaga kulkas tetap dingin. Pemilik rumah bisa mengganti karet yang sudah tua dan rusak agar kulkas dingin.

    Itulah beberapa cara untuk memperbaiki kulkas yang tidak dingin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Air Sumur Berwarna Kuning dan Berbau



    Jakarta

    Air sumur masih menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi sebagian besar masyarakat, mulai dari untuk mandi, mencuci, hingga memasak. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang mengeluhkan air sumur berwarna kuning dan mengeluarkan bau tak sedap. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup sehari-hari.

    Air bersih yang layak konsumsi seharusnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika air sumur di rumahmu tidak memenuhi kriteria ini, bisa jadi sumber air sudah terkontaminasi oleh bakteri atau zat kimia dari dalam tanah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Cegah Air Sumur dan PAM Menguning Serta Berbau



    Jakarta

    Salah satu kebutuhan rumah tangga yang utama adalah ketersediaan air bersih. Air bersih bisa dipakai untuk mencuci, memasak, minum juga mandi.

    Oleh sebab itu, air yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung senyawa-senyawa berbahaya. Saat ini, sumber air yang paling umum adalah berasal dari sumur atau perusahaan air minum (PAM).

    Apa jadinya bila air menguning atau berbau? Bolehkah tetap dipakai? Apa yang harus dilakukan?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Membersihkan Kompor dan Areanya



    Jakarta

    Area dapur seringkali menjadi bagian rumah yang mudah kotor karena aktivitas memasak, mencuci piring dilakukan di area ini. Bagian dapur yang seringkali mudah kotor dan sulit dibersihkan adalah kompor dan area sekitarnya.

    Sisa-sisa makanan, bumbu, lemak dan bekas minyak yang menempel di kompor dan sekitarnya paling sulit dibersihkan dibandingkan dengan area lainnya. Nah,

    Bagaimana caranya?


    Inilah langkah membersihkan kompor gas dengan mudah, dilansir dari The Spruce.

    1. Cuci Pan Support dan Knob

    Pertama, pastikan kompor gas mati dan tidak panas. Lalu, lepaskan pan support dan knob.

    Rendam pan support kompor ke dalam ember besar berisi air panas dan sabun cuci piring. Sementara knob cukup dicuci biasa dengan air dan sabun.

    2. Bersihkan Sisa Makanan

    Lap permukaan kompor menggunakan spons yang sudah dicelupkan ke air sabun yang hangat buat membersihkan minyak dan sisa makanan membandel. Kamu bisa menyemprotkan cuka suling dan menaburkan soda kue pada sisa makanan yang terbakar.

    Kemudian, tutupi dengan kain basah selama 15 menit sebelum digosok dengan spons kasar. Gunakan sisi kasar spons untuk menggosok pan support dan bilas dengan air bersih.

    3. Bilas dan Keringkan

    Selanjutnya, bilas permukaan kompor gas dengan spons basah dengan seksama, terutama soda kue pada burner supaya bisa berfungsi dengan baik. Setelah itu, keringkan semua bagian kompor gas dengan kain mikrofiber.

    4. Rangkai Kembali Kompor

    Kalau semua bagian kompor kering, kamu sudah bisa merangkai kembali kompor. Pasang pan support dan knob kembali pada tempat asalnya.

    5. Jaga Kebersihan Kompor

    Jangan lupa untuk membersihkan kompor gas secara berkala. Jaga kebersihannya dengan membiasakan untuk lap tumpahan dan cipratan sesegera mungkin setelah memasak ketika kompor sudah dingin.

    Itulah cara mudah membersihkan kompor gas agar dapur selalu terlihat bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com