Tag: gen-z

  • Heboh Fenomena Gen Z FOMO Investasi Kripto, Kok Bisa Sih?


    Jakarta

    Asetkripto semakin tenar di Indonesia sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia per November 2025 mencapai 19,56 juta konsumen atau naik 2,5% dibandingkan posisi Oktober 2025.

    Sayangnya, tidak sedikit generasi muda seperti Gen Z yang berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau karena takut ketinggalan sesuatu alias fear of missing out (FOMO), tanpa mendalami instrumen tersebut.

    Kondisi ini dikhawatirkan membuat masyarakat rentan terkena penipuan. Salah satunya, terbaru ramai dibahas laporan dugaan penipuan trading kripto yang sedang ditangani aparat penegak hukum menyeret nama influencer Timothy Ronald.


    Co-founder Cryptowatch Christopher Tahir menilai, maraknya Gen Z yang FOMO berinvestasi pada kripto merupakan fenomena yang sangat wajar. Hal ini mengingat banyak sekali influencer kripto yang menjual sisi kemewahan dan kekayaan dari hasil investasi tersebut.

    “Sehingga ini membuat banyak sekali Gen Z ataupun termasuk generasi millennial yang cenderung untuk mencari cara agar bisa cepat kaya, agar bisa cepat keluar dari rat race. Tentunya salah satu kendaraannya adalah kripto,” kata Christopher, saat dihubungi detikcom, Senin (12/1/2026).

    Meski menurutnya bukan tidak mungkin investasi kripto menghasilkan cuan yang besar, namun masyarakat juga perlu dipahami bahwa kripto merupakan investasi dengan risiko tinggi.

    “Dengan beli kripto, ada juga risiko yang dapat menghilangkan dana investasi kita. Sehingga menurut saya ada baiknya untuk dipelajari terlebih dahulu apa yang diinvestasikan agar tidak nyangkut ke koin-koin yang tidak jelas. Dikarenakan banyak koin-koin yang tidak jelas ini bisa saja hilang dalam waktu 1 menitan. Jadi sangat penting untuk cek dan recheck dari koin yang kita beli,” ujarnya.

    Sementara itu, pengamat kripto, Desmond Wira mengatakan, fenomena FOMO investasi sejatinya tidak hanya terjadi pada instrumen kripto, melainkan semua jenis aset yang mengalami kenaikan harga tajam seperti saham, emas, dan lainnya.

    “Saat harga naik tajam, pada berbondong-bondong membeli aset tersebut, tanpa melihat risikonya, fundamentalnya, bahkan banyak yang tidak tahu apa sebenarnya yang dibeli, asal ikut. Istilahnya FOMO, yang ia tahu dan inginkan cuma harga akan naik lagi, dapat profit. Padahal belum tentu, bisa jadi malah ambrol,” jelas Desmond dihubungi terpisah.

    Menurutnya, kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya influencer yang sering kali melakukan pom-pom aset tersebut. Alhasil, saat harga aset tersebut ambruk banyak yang merasa ditipu influencer tersebut.

    “Hal ini bukan pula kematangan finansial. Tapi cuma sifat serakah dari investor yang tidak mau melakukan analisis atau riset tentang aset berisiko yang mau dibeli,” kata dia.

    Menurutnya, setiap investor seharusnya melakukan riset mendalam sebelum memutuskan membeli aset tertentu, jangan sampai hanya FOMO atau bahkan percaya pada sembarang influencer. Sebab, bagaimanapun influencer itu merupakan orang asing.

    “Idealnya kita harus melakukan riset sendiri, sesuai profil risiko kita sendiri. Untuk itulah sangat penting meningkatkan literasi finansial diri kita sendiri,” ujarnya.

    (shc/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • Menu Sarapan Kukusan Lagi Viral, Begini Isian dan Rasanya


    Jakarta

    Tren sarapan sehat kini kembali digemari masyarakat. Salah satunya menu sarapan kukusan dan rebusan yang beragam isinya.

    Tren sarapan sehat berbasis kukusan tengah berkembang pesat di media sosial dan diminati terutama oleh Gen Z (1997-2012).

    Menu sederhana seperti ubi, singkong, pisang, talas, hingga jagung rebus kini dianggap sebagai pilihan sarapan yang lebih ringan, bergizi, dan praktis ketimbang nasi uduk atau gorengan.


    Popularitas tren ini bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menilai semakin banyak anak muda memilih opsi makan pagi yang lebih sehat dan terjangkau.

    Banyak penjual kukusan bermunculan di berbagai titik keramaian. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain, menyediakan paket kukusan kisaran harga dari Rp 10.000. Berikut beberapa ulasan menarik seputar tren sarapan kukusan yang sedang viral.

    1. Konsep Menu Kukusan

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Berawal dari media sosial seperti TikTok dan Instagram, banyak orang yang mulai tertarik untuk sarapan kukusan. Ditambah banyak penjual kukusan mulai bermunculan sehingga popularitas makanan tradisional ini mulai diminati kembali.

    Menurut salah satu penjual kukusan, Santi, yang berjualan di dalam Pasar 8 Alam Sutra, Tangerang Selatan, tren kukusan ini memang awalnya mulai dikenal dari media sosial.

    “Saya baru berjualan sekitar satu bulan di sini. Saya sendiri pun terinspirasi jual kukusan seperti ini karena lihat orang-orang pada penasaran coba sarapan kukusan ini di TikTok,” ujar Santi kepada detikFood (21/11/2025). Ia menamai dagangannya ini dengan brand ‘Kookusan’ (kukusan).

    Sama seperti penjual lainnya, Santi menawarkan beberapa jenis menu kukusan yang bisa dipilih pembeli. Ada Jagung Merah, Jagung Putih, Jagung Kuning Madu, Telur Omega 3, Ubi Ungu, Ubi Kuning dan Ubi Putih. Tak ketinggalan menu pelengkap seperti Pisang, Labu Kuning, Kacang Edamame dan Kacang Lurik. Kisaran harga per buahnya dari Rp 3.000 – Rp 6.000 saja.

    2. Menu Sarapan yang Lebih Sehat

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Meski baru berjualan selama satu bulan, Santi mengaku bahwa animo pembeli di Pasar 8 Alam Sutra ini cukup besar. Pada hari pertama ia berjualan, bahkan dagangannya habis dalam hitungan jam karena banyak orang yang penasaran ingin mencoba menu kukusan ini.

    “Sehari saya bawa jagung dan ubi-ubian itu sekitar 5-20 kg. Semuanya ini saya bersihkan dulu, lalu saya kukus tanpa tambahan garam atau gula. Jadi bisa dibilang kukusan ini memang menu sarapan yang sehat dan bergizi, karena tidak ada tambahan bumbu atau penyedap apapun,” lanjut Santi.

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Di Kookusan ini Santi menjual dagangannya per paket atau bisa juga dibeli satuan. Untuk paket regular harganya Rp 19.000, dapat enam jenis kukusan, yaitu jagung kuning serta aneka ubi.

    Untuk kisaran harga kukusan, Santi mengakui bahwa harga yang dipatoknya memang lebih mahal dibandingkan penjual lainnya. Ini dikarenakan ia harus sewa lapak di dalam pasar, sehingga harga jualnya pun perlu disesuaikan.


    3. Nutrisi Menu Sarapan Kukusan

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Sebagai penjual kukusan, Santi juga belajar tentang nutrisi yang terkandung dalam makanan yang dijualnya. Ia banyak membaca manfaat dan nutrisi dari jagung, ubi sampai labu sehingga ketika ada pembeli yang bertanya tentang nutrisi dan kesehatan dagangannya ia bisa menjawab.

    “Seperti jagung kuning ini contohnya, jagung rebus ini memiliki beragam manfaat kesehatan berkat kandungan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan antioksidannya. Jagung cocok buat sarapan orang-orang yang lagi diet, karena bisa mengontrol berat badan soalnya jagung rebus itu rendah lemak serta kalori. Serat di jagung juga menjaga pencernaan tetap lancar dan membantu mencegah sembelit,” ungkap Santi.

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Selain itu Santi juga mengemas menu kukusannya dengan kotak putih dan kertas makanan yang berwarna-warni sehingga menarik perhatian pembeli. Santi menggunakan panci modern yang lebih ringan dan memiliki panas merata, jadi labu sampai jagung tetap hangat dan lembut.


    4. Diapresiasi Menteri Kesehatan

    Jajanan kukusan kini kembali diminati. Makanan yang dikukus juga punya sejumlah manfaat dibandingkan metode lain seperti digoreng.Jajanan kukusan kini kembali diminati. Makanan yang dikukus juga punya sejumlah manfaat dibandingkan metode lain seperti digoreng. Foto: Andhika Prasetia

    Selain mendapat sambutan hangat dari banyak orang, tren sarapan sehat ini juga disambut baik oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Dikutip dari detikHealth (20/11/2025), Budi membut unggahan di media sosial untuk mengapresiasi tren sehat ini.

    “Aku baru beli nih kayak gini (paketan kukusan), harganya sekitar Rp 10 ribuan. Ternyata sudah banyak orang jualan makanan sehat seperti ini,” ungkap Budi Sadikin dalam unggahan Instagram miliknya.

    Sampai kini penjual kukusan semakin menjamur, tak hanya di Jakarta saja, menu kukusan bisa ditemukan di Tangerang, Bandung, sampai Pekanbaru.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Alasan Penting Kenapa Gen Z Harus Mulai Memikirkan Punya Rumah



    Jakarta

    Banyak yang bilang hunian bukan menjadi prioritas utama dari gen z. Mereka lebih memilih untuk sewa kos, kontrakan ataupun apartemen karena dianggap lebih praktis dan memudahkan.

    Tak heran jika saat ini kos-kosan, kontrakan ataupun apartemen yang disewakan di tengah kota kebanyakan diisi oleh gen z. Meski sudah mapan memiliki penghasilan yang cukup, mereka tetap memilih untuk tidak membeli rumah apa lagi jika lokasinya jauh dari pusat kota.

    Padahal punya rumah sendiri bukan sekadar impian manis, melainkan sebuah langkah strategis. Di era harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya, memiliki hunian sendiri dapat memberi perlindungan finansial serta kestabilan hidup yang makin sulit dicapai saat menyewa kos atau kontrakan.


    Berikut 4 alasan mengapa Gen-Z harus mulai memikirkan untuk punya rumah sendiri.

    Harga Rumah Semakin Mahal Tiap Tahun

    Salah satu alasan paling kuat mengapa Gen‑Z harus mulai berpikir punya rumah sendiri adalah karena harga rumah terus naik dari waktu ke waktu. Dilansir dari situs PR Newswire,survei menunjukkan bahwa 87,2% gen z menganggap kepemilikan rumah penting untuk investasi jangka panjang. Tapi hampir 80% dari mereka menyatakan bahwa harga rumah yang tinggi menjadi penghalang utama.

    Kenaikan harga rumah tidak hanya di satu wilayah. Di berbagai pasar properti, nilai rumah sebagai aset selalu meningkat. Artinya jika membeli rumah lebih awal, potensi mendapat rumah di harga terjangkau juga semakin besar. Sebagai generasi muda yang masih bisa memilih cicilan tenor panjang, ini bisa jadi keunggulan yang strategis.

    Selagi Masih Muda dan Masih Produktif

    Saat ini, gen z berada pada masa usia yang produktif tinggi. Dengan itu, potensi penghasilan ke depan masih sangat besar dan waktu yang tersedia untuk membayar cicilan rumah juga bisa lebih panjang. Dengan membeli rumah di usia muda, memungkinkan memilih jangka waktu kredit yang lebih panjang, sehingga beban cicilan bisa lebih ringan dibanding membeli rumah ketika usia mendekati masa tidak produktif.

    Dengan usia yang lebih muda, risiko penghasilan menurun atau masa pensiun juga masih jauh. Sehingga hal itu dapat menjadi alasan bahwa membeli rumah di awal bisa jadi langkah yang bijak dalam rencana kehidupan jangka panjang. Studi dari Freddie Mac menunjukkan bahwa sebagian besar gen z menginginkan rumah sendiri dan melihat kepemilikan rumah sebagai stabilitas dan kontrol atas hidupnya.

    Lebih Aman Karena Tak Perlu Terus Pindah Hunian

    Meskipun tidak terasa, nyatanya pindah-pindah kos atau kontrakan itu sebenarnya memakan banyak biaya. Mulai dari biaya administrasi, mencari lokasi baru, sampai waktu dan tenaga untuk berkemas dan pindahan. Belum lagi rasa tidak pasti karena bisa saja harga sewanya naik dan tiba-tiba harus pindah lagi.

    Dengan memiliki rumah sendiri akan terasa lebih aman, lebih sedikit gangguan tempat tinggal, kontrol lebih besar atas ruang hidup, dan potensi stabilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari situs Augusta Ceo, berdasarkan hasil surveynya menunjukkan bahwa gen z juga sebenarnya memiliki pemikiran untuk memiliki rumah sendiri sebagai bagian dari keamanan finansial dan kehidupan yang lebih mapan.

    Di kos atau kontrakan, sewanya bisa tiba-tiba naik atau pemilik bisa memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrakan. Tapi kalau punya rumah sendiri, tidak perlu khawatir dipaksa pindah mendadak atau keluar biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.

    Gaya Hidup Fleksibel dan Investasi Masa Depan

    Memiliki rumah sendiri memberi kebebasan yang tidak selalu bisa didapat dari kos atau kontrakan. Rumah bisa diatur sesuai ggaya hidup, mulai dari renovasi kecil, memilih lokasi yang dekat kantor atau tempat favorit, ataupun membuat ruang yang nyaman dan modern sesuai selera gen z yang suka hal praktis dan berbasis teknologi.

    Selain itu, punya rumah sejak muda juga membuka pintu untuk berpikir lebih jauh ke masa depan. Rumah bisa menjadi tempat membangun keluarga suatu hari nanti, atau menjadi aset berharga yang bisa diwariskan atau dialihkan. Dengan kata lain, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga fondasi untuk berbagai rencana besar dalam hidup.

    Itulah 4 Alasan gen z harus mulai menabung dan punya rumah sendiri. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Model Hijab yang Tren di 2024, Motif Palestina Hingga Pashmina Meleyot

    Jakarta

    Tahun 2024, muncul beragam inovasi dari pelaku usaha hijab dam hijabers Tanah Air. Mulai dari model hijab yang kembali ke klasik hingga motif bendera Palestina menjadi pilihan sepanjang tahun 2024. Inilah kaleidoskop tren hijab paling populer tahun ini.

    1. Hijab motif Palestina

    Tren hijab motif monogram populer sepanjang tahun 2024.Tren hijab motif monogram populer sepanjang tahun 2024. Foto: Dok. Instagram @vivizubedi.

    Brand hijab lokal menunjukkan dukungan kemanusiaan untuk Palestina dengan cara memproduksi hijab motif bendera Palestina. Ada juga yang mendedikasikan sebagian keuntungan penjualan untuk disumbangkan ke negara tersebut.


    Hijab Palestina ini rata-rata mengambil elemen dari bendera Palestina yang identik dengan warna putih, hitam, merah dan hijau. Ada juga yang memadukan motif keffiyeh atau sorban ala Timur Tengah.

    Hijabers Tanah Air pun kerap memakai hijab motif Palestina di berbagai kesempatan untuk memperlihatkan dukungan terhadap warga Palestina.

    2. Hijab pashmina instan bahan jersey

    Tahun sebelumnya, hijab pashmina instan bahan ceruty meroket. Terus berinovasi, para pelaku bisnis hijab mengaplikasikan hijab instan memakai bahan jersey.

    Hijab bahan jersey kembali naik daun di tahun 2024, karena karakter bahannya yang nyaman, menyerap keringat dan tidak mudah kusut. Apalagi jika dipakai dalam bentuk hijab instan yang lebih praktis.

    Biasanya bahan jersey identik dengan hijab dengan pet dan hijab bergo. Sepanjang tahun 2024, hijabers mulai menjadikan hijab pashmina instan bahan jersey untuk kegiatan sehari-hari.

    3. Hijab motif monogram

    Tren hijab motif monogram populer sepanjang tahun 2024.Tren hijab motif monogram populer sepanjang tahun 2024. Foto: Dok. Instagram @vivizubedi.

    Motif monogram suatu brand biasanya singkatan huruf dari brand lokal tersebut atau singkatan nama brand yang ikonik. Hijabers Tanah air memilih motif monogram sepanjang tahun 2024, selain bisa memberikan statement juga bisa menjadi identitas brand tersebut yang terlihat menonjol. Hijab motif monogram pun kini beragam tak hanya segi empat ada juga pashmina.

    4. Hijab bahan paris

    Hijab bahan paris menjadi favorit sepanjang tahun 2024.Hijab bahan paris menjadi favorit sepanjang tahun 2024. Foto: Dok. Instagram @napocut.

    Kemudian hijab bahan klasik, yaitu paris kembali menjadi andalan hijabers sepanjang tahun 2024. Hijab bahan paris yang mudah dibentuk dan tipis membuat hijabers nyaman dalam memadu padankannya.

    Hijab segi empat bahan paris juga biasanya dipakai untuk acara resmi karena akan menghasilkan look yang formal. Ketika diikat rapi ke belakang. Bisa juga hijab bahan paris dibentuk syari menutupi dada.

    5. Hijab syari

    Koleksi terbaru Si.Se.Sa. Annual Fashion Show 2024 bertajuk Blossom of HopeHijab Syari. Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    Brand hijab lokal juga mengeluarkan beragam koleksi hijab syari dengan beragam cuttingan yang lebih kekinian, sehingga membuat hijabers nyaman dan tetap syari. Koleksi hijab syari kini sering digunakan untuk menghadiri acara kajian atau untuk sehari-hari. Bahan hijab syari beragam mulai dari ceruty, diamond, crinkle hingga jersey.

    6. Hijab meleyot

    Inspirasi padu padan tren hijab meleyot ala Fira Assegaf atau dikenal dengan Sashfir.Inspirasi padu padan tren hijab meleyot ala Fira Assegaf atau dikenal dengan Sashfir. Foto: Dok. Instagram @sashfir.

    Terakhir, hijab yang kerap dipakai oleh Gen Z pada 2024 ini adalah hijab model meleyot yang terkesan tidak tegak ketika dipakai di dahi. Hijab meleyot memberikan kesan segar dan tidak usah membutuhkan jarum pentul atau peniti saat memakai hijab.

    Hijab ini biasanya menggunakan bahan katun dan jersey sehingga tidak licin ketika dipakai. Influencer hijab pun kerap OOTD dengan menggunakan hijab meleyot ini.

    Itulah deretan model hijab yang tren di 2024. Ada yang jadi favorit kamu?

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Minim Literasi, Mudah Terjebak Tren

    Minim Literasi, Mudah Terjebak Tren


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan generasi Z atau Gen-Z menjadi yang terendah dalam skala nasional. Bahkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi, Agustus lalu mengungkapkan kelompok usia 15-17 tahun memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang paling rendah.

    Hal ini senada dengan hasil riset kredit Karma pada 2018 lalu dimana ditemukan bahwa sebanyak 39% Gen-Z memiliki utang untuk mengikuti tren dalam komunitasnya. Sedangkan berdasarkan Research Institute pada 2019, alokasi tabungan dari pendapatan pada Gen-Z hanya 10,17%. Ini menekankan bahwa mereka juga minim investasi, meski secara umum mereka dianggap mengerti tentang pengetahuan menabung.

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, Gen-Z, juga tumbuh dengan internet dan kecenderungan mencari solusi finansial yang cepat dan efisien, sehingga menghadapi tantangan besar dalam mengelola keuangan secara bijak. Mencermati hal tersebut, platform literasi investasi Tumbuh Makna bekerja sama dengan Universitas Serang Raya mengadakan webinar bersama puluhan mahasiswa dengan tema “Financial Cerdas Gen-Z: Strategi Kelola Dana dan melek Digital Menuju Masa Depan Sejahtera”.


    Benny Sufami, Co-Founder Tumbuh Makna, memberikan sejumlah tips penting agar Gen-Z dapat mengelola keuangan dengan benar, yakni melalui membangun kebiasaan finansial yang sehat, dan menghindari risiko kerugian di masa depan.

    “Keberhasilan finansial tidak datang dalam semalam, melainkan melalui kebiasaan yang dibentuk secara konsisten, seperti menabung, mengelola pengeluaran, dan merencanakan keuangan dengan disiplin. Kebiasaan yang sehat akan menjadi fondasi kuat bagi kestabilan keuangan di masa mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2024).

    Benny menekankan bahwa memiliki anggaran atau budgeting yang jelas adalah kunci menuju kebebasan finansial, sekaligus pentingnya pemahaman terhadap investasi. Ia mencatat banyak investor muda yang sering kali mengalami kerugian karena terjebak dalam tren investasi tanpa mempertimbangkan profil risiko pribadi.

    “Banyak yang ikut-ikutan membeli saham hanya karena melihat orang lain melakukannya,” ungkapnya. Benny mengingatkan bahwasetiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikan jenis investasi dengan profil risiko masing-masing agar terhindar dari kerugian besar.

    Menurutnya, pemahaman risiko sebelum berinvestasi adalah hal krusial agar keputusan yang diambil lebih cerdas dan minim risiko. “Pastikan kamu memahami dengan jelas apa saja risiko yang terlibat,” jelas Benny. Selain itu, ia mengimbau agar setiap keputusan keuangan selalu didasarkan pada prinsip-prinsip yang legal dan logis. “Mindset yang perlu ditanamkan bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan uang, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan tepat dan bijaksana. Pastikan setiap langkah finansial yang diambil mematuhi aturan yang berlaku dan tidak tergoda oleh iming-iming keuntungan instan,” pungkasnya.

    Sementara itu Direktur Utama PT. Persero Batam, Arham S. Torik, mengingatkan bahwa salah satu prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan adalah menjaga pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan.

    “Mereka harus membuat anggaran yang sesuai dengan gaya hidup. Perencanaan ini penting, khususnya untuk Gen-Z, karena hari ini kamu kerjakan, itu akan menentukan masa depan. Karena tantangan ke depan akan lebih dinamis,” ujarnya. Ia menekankan perlunya kesadaran diri dalam membatasi pengeluaran agar sesuai dengan anggaran yang ada.

    Arham juga menggarisbawahi pentingnya bagi Gen-Z untuk menetapkan anggaran yang realistis, yang mencerminkan kebutuhan mereka secara jujur tanpa mengikuti gengsi atau keinginan semata.

    “Banyak dari Gen-Z mungkin belum memiliki perencanaan yang matang, biasa disebut besar pasak daripada tiang. Untuk itu, kawan-kawan harus tahu pendapatan bersih, kemudian ukur pendapatan dan menyesuaikan pengeluaran. Jangan terlalu banyak keinginan. Prioritaskan kebutuhan, bukan keinginan,” tegasnya.

    Menurutnya, strategi perencanaan keuangan adalah upaya untuk melakukan perencanaan masa depan, termasuk membangun dana darurat secara terukur dan realistis. “Dana darurat ini penting sebagai perlindungan dari risiko tak terduga. Buat rekening terpisah untuk dana darurat, agar dana ini tidak tercampur dan sulit nantinya diakses, sehingga bisa dicairkan dengan segera. Lalu buat otomatis transfer untuk dana darurat,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa perencanaan adalah kunci dari semuanya sehingga harus dibuat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan.

    Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Serang Raya, Endang Tri Santi, menekankan pentingnya literasi bagi Gen Z yang tumbuh di era digital. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk memilah informasi yang valid dari yang menyesatkan, terutama agar generasi ini terhindar dari keputusan finansial yang berisiko. “Di tengah tsunami informasi saat ini, sikap kritis sangat diperlukan. Kita harus selalu cek data dan verifikasi sumber dengan teliti, karena hal ini akan membantu kita terhindar dari keputusan finansial yang merugikan,” tegasnya.

    Santi juga mengingatkan bahaya Fear of Missing Out (FOMO) yang sering kali memicu kebiasaan buruk dalam pengelolaan keuangan. “FOMO sering mendorong keputusan impulsif yang justru merugikan, seperti membeli barang-barang viral tanpa pertimbangan matang. Kebiasaan ini bisa jadi bumerang karena menumbuhkan dorongan untuk selalu mengikuti arus,” ujarnya. Ia menasihati agar Gen-Z tidak mudah terpengaruh tren tanpa memahami risikonya dan lebih selektif dalam membuat keputusan keuangan.

    Lebih jauh, Santi mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara produktif dan positif. Menurutnya, era digital harus dimanfaatkan dengan literasi yang baik, bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai kreator yang dapat menghasilkan produk sendiri. “Mari manfaatkan era digital untuk menjadi lebih kreatif dan produktif,” tambahnya, menggarisbawahi bahwa literasi yang baik bisa membuka banyak peluang bagi Gen-Z untuk berkarya.

    (fdl/fdl)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Bazar Locapop Digelar di AEON Mall, 58 Brand Outfit ala Gen Z Diskon 70%

    Jakarta

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop, digelar pada 27-31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Beragam pilihan busana khususnya gen Z ada di bazar ini.

    Diselenggarakan dengan semangat gaya muda dan ekspresi bebas, Locapop yang aktif di Instagram @locapop.event, menjadi ruang selebrasi fashion harian yang menyasar generasi Z, generasi yang dikenal berani dalam berekspresi, cepat menangkap tren, dan cermat memilih gaya.

    Eras Pragitha sebagai sosok kreatif di balik kesuksesan Rendevous Market, mengatakan Locapop menjadi babak baru yang lebih inklusif dan energik. Jika Rendevous identik dengan modest wear, maka Locapop hadir lebih general, fokus pada daily wear dan tren berpakaian Gen Z yang dinamis.


    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Di sini kami menyasar Gen Z dan pembeli potensial dari kalangan muda. Gaya mereka itu lebih berani dan bervariasi. Tidak hanya soal tren, tapi bagaimana mereka mengekspresikan diri,” ujar Eras saat ditemui Wolipop di Aeon Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025).

    Dengan mengusung tagline ‘Let’s Pop Your Style’ Locapop menghadirkan lebih dari sekadar bazar. Ini adalah ruang berbelanja yang juga menjadi panggung fashion, tempat pengunjung bisa menjelajahi gaya personal mereka sambil menemukan item fashion terkini dari 58 brand lokal.

    Brand yang terlibat sudah mempunyai penggemar setia, antara lain Lozy Hijab, Gamaleea, Yeppu Outfit, Atkey, Odeca, Kienka, Elita Kerudung, Fimelo, Omyca, Mayoutfit, hingga Kamila Wardrobe.

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Selain baju, kamu juga bisa membeli aksesori tas kekinian bergaya ‘kalcer‘ di Locapop. Brand Fassy Store dan Arcell menawarkan beragam model dan bahan tas yang memenuhi kebutuhan kamu.

    58 brand di Locapop merepresentasikan gaya Gen Z yang kekinian potongan bodycon dengan slit dramatis, hijab modern lengkap dengan anting, hingga basic tee yang bisa dipadupadankan untuk tampilan layering khas anak muda.

    Menariknya, Locapop tidak hanya tampil gaya tetapi juga ramah di kantong. Diskon hingga 70% ditawarkan, dengan harga mulai dari Rp 100 Ribu. Beberapa promo andalan seperti Rp 250 Ribu mendapatkan 3 items. Buy 1 Get 1, dan juga Rp 150 Ribu menjadi daya tarik utama, membuktikan bahwa tampil stylish tak harus mahal.

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Berbeda dengan generasi sebelumnya, menurut Eras, Gen Z tidak terpaku pada satu pola gaya tertentu. Mereka gemar eksplorasi dan bermain dengan tekstur, warna, dan siluet. Warna-warna netral, clean outfit, hingga palet butter yellow dan earth toneseperti khaki masih mendominasi pilihan karena mudah dipadu padankan dan cocok untuk gaya layering.

    Pop Culture dan FOMO, Strategi Marketing Locapop

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Dengan pendekatan yang tidak berpola (no-pattern styling), Locapop merepresentasikan kebebasan dalam bergaya. Strategi pemasaran pun menyasar psikologi khas Gen Z, FOMO (fear of missing out).

    Tak heran sejak hari pertama Locapop, pengunjung terus memadati lokasi bazar. Dari 4.000 orang di hari pertama, naik menjadi 5.500 di hari ketiga, dan diperkirakan menembus 6.000 pengunjung di hari keempat. Target harian sebesar 6.000 pengunjung hampir dipastikan tercapai.

    Pemilihan lokasi di Jakarta Selatan, khususnya sekitar Blok M dan Tanjung Barat, juga tidak lepas dari keberadaan kampus-kampus dan komunitas muda yang aktif. Lokasi ini dianggap ideal untuk menjaring pembeli potensial yang senang mengikuti tren dan memiliki kebiasaan belanja spontan.

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Eras menuturkan Locapop hadir sebagai ruang alternatif yang menghidupkan kembali tren bazar fashion yang sempat tenggelam. Event tersebut menjadi semacam “festival styling” di mana Gen Z bisa menjelajahi berbagai gaya dari vintage, clean, hingga gaya olahraga dan aksen modern.

    “Brand lokal sekarang pintar membaca tren. Mereka cepat beradaptasi dan tahu apa yang disukai Gen Z. Locapop jadi ruang untuk itu semua,” lanjut Eras.

    Melihat respons positif, Locapop berencana untuk menjadi bazar rutin setiap tiga bulan sekali, dan memperluas cakupan ke kota-kota lain di Indonesia. Ke depannya, variasi tenant akan semakin beragam, termasuk brand non-hijab, sepatu, parfum, hingga gaya uniseks yang lebih inklusif.

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Di tengah pasar fashion yang kian jenuh dan serba digital, Locapop menghidupkan kembali gairah belanja langsung. Bukan hanya karena diskon, tapi karena pengalaman berbelanja yang menyenangkan.

    “Harapannya dengan Locapop ini, supaya gen z punya wadah untuk mencari busana yang terjangkau dan makin berani styling,” pungkas Eras.

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop pertama kali digelar pada 27–31 Agustus 2025 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Foto: Gresnia/Wolipop.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Ide Destinasi Honeymoon Anti Mainstream Ala Gen Z: Banyuwangi



    Jakarta

    Keindahan Banyuwangi membuat pasangan Gen Z ini jatuh hati. Alih-alih memilih Bali, Yogyakarta atau destinasi mainstream bulan madu lainnya, mereka memilih mengeksplore keindahan Banyuwangi.

    Itulah yang dilakukan Pingkan bersama suaminya dalam menciptakan memori bulan madu mereka. Naik kereta dari Jakarta ke Jawa Timur telah lama menjadi impian mereka.

    “Banyuwangi destinasi yang pengen banget aku datengin karena belum pernah ke sana kan . Dan kita ingin naik kereta sampai ujung pulau Jawa aja sih niatnya,” ceritanya kepada detikTavel, Jumat (12/9/2025).


    Sebelum datang ke Banyuwangi, Pingkan dan suaminya mencari referensi salah satunya melalui TikTok. Mulai dari rekomendasi wisata Banyuwangi, transportasi hingga akomodasi. Kemudian mereka akan memeriksa harga melalui platform OTA.

    “Kita banyak mencari tahu melalui TikTok sih,” ujarnya.

    Green Island BanyuwangiGreen Island Banyuwangi Foto: (Pingkan Anggraini/detikcom)

    Pakai jasa open trip

    Salah satu cara mudah berkunjung ke destinasi adalah menggunakan jasa open trip. Ingin menikmati keindahan Banyuwangi yang tidak biasa, Pingkan memanfaatkan OT dan berkunjung ke Green Islland Banyuwangi.

    Informasi nih untuk traveler, Green Island Banyuwangi merupakan hidden gem yang masih jarang orang ke sana lho. Pemandangan dengan hamparan pulau-pulau kecil di lautan sering di sangka orang-orang berada di Raja Ampat.

    Dan untuk menuju ke sana traveler tidak bisa sendirian karena butuh guide dan harus menyeberang dengan kapal.

    “Ada tempat wisata baru namanya Green Island dan belum banyak orang yang tahu. Ke sana tuh harus pakai guide atau harus open trip gitu karena kita berpindah-pindah dari pulau ke pulau naik kapal. Berhubung kita perginya weekday, jatuhnya private trip karena hanya ktia berdua saja. Namun biasanya saat weekend ramai (gabung dengan peserta lain) bisa satu kapal membawa hingga 7 orang,” cerita Pingkan.

    Green Island BanyuwangiSpot T yang instagrmable Foto: (Pingkan Anggraini/detikcom)

    Selain ke Green Island, Pingkan dan suaminya diajak naik kapal ke Spot T yang sangat Instagramable. Jadi kamu bisa berfoto di ujung kapal dengan latar di apit dua tebing pulau.

    Setelah itu mereka pun menikmati sunset di Pulau Merah yang menawan.

    Destinasi lain yang juga dia kunjungi yaitu Taman Nasional Baluran dan Djawatan Forest (Hutan Djawatan) yang instagramble. Tentu dua destniasi ini tak asing bagi traveler, bukan?

    Sisi lain Banyuwangi

    Selama di Banyuwangi, Pingkan memilih bepergian dengan menyewa motor. Walau destinasi Banyuwangi membekas di hatinya, namun jarak antar destinasi yang jauh cukup memakan waktu dan tenaganya.

    “Sehari kita bisa motoran 100 km karena destinasi wisata di sana jaraknya jauh-jauh. Tapi perjalanan di sana tuh enak, nggak macet, semua tertib lalu lintas dan warganya juga ramah. Dan juga makanan di sana masih murah-murah dan nggak pernah kita kena getok harga ataupun pemalakan. Juga masih asri,” cerita Pingkan.

    Pulau Merah BanyuwangiMenikmati sore di Pulau Merah Banyuwangi Foto: (Pingkan Anggraini/detikcom)

    Selama menyusun dan menyiapkan itinerary, Pingkan mengaku tak kesulitan menemukan penginapan karena banyak pilihan di OTA dengan harga yang terjangkau, namun dapat fasilitas premium. Serta juga mudah menemukan penyewaan motor untuk keliling Banyuwangi.

    “Semua informasi tuh kita dapat di TikTok, mulai dari sewa motor, open trip dan segala macam dapatnya dari TikTok. Untuk sewa motor kemarin kita sewa motor PCX Rp 105 ribu per hari dan harga hotel kita rata-rata Rp 300-400 ribuan,” ujarnya.

    Berapa budget honeymoon ke Banyuwangi?

    Terkait budget honeymoon seminggu ke Banuwangi, Pingkan dan suami menghabiskan Rp 8 jutaan. Semuanya sudah termasuk tiket kereta PP, biaya open trip (@Rp 425 ribu), akomodasi (berpindah-pindah 4 hotel), sewa motor dan uang makan.

    “Berhubung kita mau menikmati wisata, jadi kita press uang makan,” tutupnya.

    Nah, cerita Pingkan di Banyuwangi ini bisa menjadi referensi nih untuk traveler yang ingin liburan ataupun honeymoon ke Banyuwangi.

    Wisatawan berjalan di area Hutan De Jawatan Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (24/11/2024). Hutan De Djawatan yang ditumbuhi pohon trembesi (Samanea saman) berusia ratusan tahun sejak zaman penjajahan Belanda itu, dahulu merupakan tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani dan sejak 2018 dibuka sebagai tempat wisata yang kini menjadi salah satu tempat wisata unggulan di Banyuwangi. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/tom.Wisatawan berjalan di area Hutan De Jawatan Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (24/11/2024). Hutan De Djawatan yang ditumbuhi pohon trembesi (Samanea saman) berusia ratusan tahun sejak zaman penjajahan Belanda itu, dahulu merupakan tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani dan sejak 2018 dibuka sebagai tempat wisata yang kini menjadi salah satu tempat wisata unggulan di Banyuwangi. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/tom. Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    Berikut pilihan wisata Banyuwangi yang bisa kamu kunjungi saat liburan ke sana:

    1. Green Island Banyuwangi
    2. Pulau Merah
    3. Spot T
    4. Taman Nasional Baluran
    5. Djawatan Forest (Hutan Djawatan)
    6. Goa Bedil
    7. Kawah Ijen

    (sym/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Indahnya Wisata Alam di Wakatobi, Hidden Gem buat Healing & Nyantai



    Jakarta

    Kondisi kelelahan mental, fisik, dan emosional dapat terjadi akibat kelelahan yang tidak dirasakan sehingga dapat kehilangan motivasi dalam hidup. Keadaan seperti ini membuat sebagian Gen Z membutuhkan suasana baru untuk mengembalikan motivasi dalam hidupnya.

    Tak heran jika tren traveling untuk reconnect dengan alam kian populer di kalangan anak muda. Berbagai kegiatan saat traveling seperti snorkeling, diving, hingga hiking pun banyak dilakoni Gen Z sebagai sarana healing.

    Di antara sekian banyak destinasi, Wakatobi hadir sebagai hidden gem Indonesia yang menawarkan keindahan alam bawah laut, budaya lokal yang hangat, dan ketenangan yang sulit ditemukan di destinasi wisata mainstream.


    Terletak di Sulawesi Tenggara, Wakatobi bukan hanya surga bagi para penyelam dunia, tapi juga tempat sempurna untuk Gen Z yang ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota dan menemukan kembali versi terbaik dirinya. Melalui eksplorasi alam yang autentik dan interaksi dengan budaya lokal yang masih lestari, perjalanan ke Wakatobi bisa menjadi pengalaman transformatif yang menyegarkan jiwa.

    Keindahan alam Wakatobi akan dieksplor lebih jauh dalam serial mini 3 episode yang akan dikembangkan Tolak Angin. Kemegahan alam bawah laut, budaya, hingga alam Wakatobi akan disorot melalui mini series berjudul ‘Angin Angan’ yang akan hadir dengan gaya bercerita.

    Mini series tersebut menceritakan seorang pembawa berita cuaca TV nasional berusia 28 tahun di Indonesia, Andi Wan Tyupaan, yang juga dikenal sebagai Awan yang tampan, cerdas, dan berasal dari keluarga kaya tetapi masih lajang.

    Meskipun banyak wanita yang tertarik padanya, tidak ada yang bertahan lama. Alasannya? Setiap kali seseorang berbicara kepadanya untuk pertama kalinya, dia selalu membalas dengan ‘Hah?!’ bukan hanya sekali, tetapi tiga kali. Baru setelah itu, dia menjadi pria yang sangat normal. Itu adalah kebiasaan aneh yang membuat orang menjauh.

    Suatu hari, Awan mendengar dari seorang teman bahwa dia mungkin dapat ‘menyembuhkan kebiasaan aneh ini’ di Wakatobi. Tetapi mengapa Wakatobi? Apa yang ada di tempat ini yang menjadi kunci perubahannya? Bisakah Awan akhirnya pulih dan menemukan cinta yang selama ini dicarinya?

    [Gambas:Youtube]

    Adapun, lokasi untuk pengambilan gambar dari mini series ini akan dilakukan di Pulau Wangiwangi, Underwater Pulau Tomia, Kampung Bajo Sampela, dan Desa Pajam.

    Bagaimana tertarik untuk mengunjungi Wakatobi? Jangan lupa bawa Tolak Angin untuk menjaga kehangatan tubuh dan mencegah agar tidak masuk angin. Tolak Angin bisa kamu beli di mana saja mulai dari toko, minimarket serta secara online di www.sidomunculstore.com atau di Sido Muncul Official Store di berbagai marketplace.

    Tonton juga “Tak Ada Pelangi di Jalan Andrea Hirata Selamatkan Bahasa Belitung” di sini:

    (prf/ega)



    Sumber : travel.detik.com

  • Diet GLP-1 Ngetren di Kalangan Gen Z, Pakai Obat Diabetes untuk Pangkas BB


    Jakarta

    Sebuah survei baru mengungkapkan bahwa banyak lebih banyak gen z yang berencana untuk menggunakan obat penurun berat badan, seperti Ozempic dan Wegovy, untuk mendapatkan berat badan ideal.

    Diberitakan NYPost, dalam survey yang dilakukan oleh Tebra, platform kesehatan di AS, mereka menemukan lebih dari seperempat orang Amerika mempertimbangkan obat diabetes sebagai bagian dari strategi penurunan berat badan mereka. Tren ini sangat terlihat di kalangan generasi muda.

    Generasi Z menjadi yang terdepan, dengan 37 persen dari responden tersebut berencana untuk meninggalkan gym dan beralih ke apotek dengan menggunakan obat GLP-1 untuk mencapai tujuan penurunan berat badan mereka di tahun mendatang.


    Selain perbedaan generasional, terdapat juga perbedaan dari sisi gender.

    Wanita lebih cenderung mengandalkan diet ini daripada pria. Mereka juga memiliki target penurunan berat badan yang lebih tinggi, dengan rata-rata ingin menurunkan 10 kg, sementara pria merencanakan penurunan sekitar 8 kg.

    Perbedaan ini tidak mengejutkan karena wanita secara konsisten lebih cenderung merasa kelebihan berat badan dibandingkan pria. Meskipun minat terhadap obat-obatan ini semakin meningkat, banyak orang Amerika masih menganggap obat-obat ini tidak terjangkau karena biayanya yang tinggi.

    Faktanya, 64 persen dari responden dari mereka yang tertarik untuk menggunakannya mencatat biaya sebagai kekhawatiran terbesar mereka, diikuti oleh kekhawatiran tentang efek samping.

    Obat-obat penurun berat badan ini, yang awalnya ditujukan untuk mengobati diabetes tipe 2, bisa berharga ribuan dolar dan menimbulkan sederetan potensi efek samping berbahaya-bahkan kematian-namun mayoritas menganggap manfaatnya sebanding dengan risikonya.

    Meskipun Generasi Z adalah yang paling tertarik untuk mengonsumsi obat-obatan ini, generasi yang lebih tua sebenarnya lebih percaya pada efektivitasnya.

    Baby boomer adalah yang paling yakin, dengan 72 persen percaya bahwa obat-obat ini bekerja lebih baik daripada metode tradisional. Generasi X mengikuti dengan 70 persen sementara milenial dan Gen Z kurang yakin dengan obat diabetes yang jadi obat diet ini.

    Terlepas dari potensi manfaat kesehatan dan pujian yang tampaknya tak ada habisnya mengenai hasilnya secara online, semua obat GLP-1 seharusnya hanya digunakan oleh individu yang telah mendapat resep dari tenaga medis.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Termasuk Seblak, 5 Makanan Favorit Gen-Z Ini Bisa Diam-diam Picu Kolesterol Tinggi


    Jakarta

    Makanan dan minuman kekinian seperti boba, croffle, ayam geprek crispy, hingga seblak pedas jadi bagian dari gaya hidup kuliner Gen Z. Rasanya nikmat, tampilannya estetik, dan gampang banget ditemukan di kafe, gerai cepat saji, maupun aplikasi pesan-antar online. Namun, siapa sangka makanan kekinian ini justru bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, bahkan di usia muda.

    Fenomena ini bukan sekadar tren, tapi sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Generasi yang tumbuh bersama media sosial cenderung lebih sering mencoba makanan viral. Pertanyaannya, apa efeknya bagi kesehatan jangka panjang?


    Kenapa Gen Z Rentan?

    Generasi muda saat ini hidup serba cepat. Aktivitas padat, ditambah budaya nongkrong di kafe, bikin makanan cepat saji dan minuman manis jadi lebih disukai karena praktis.

    Tren dari media sosial juga berpengaruh terhadap kebiasaan makan makanan yang sedang viral. Masalahnya, banyak makanan viral itu adalah fast food, ultra-processed food dan makanan serta minuman manis yang tinggi lemak jenuh, gula tambahan, lemak trans dan kandungan lain yang tidak menguntungkan.

    Kebiasaan ini menyebabkan pola makan tidak seimbang yang berpotensi menaikkan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dalam darah, yang bisa memicu aterosklerosis sejak dini.

    Apa Itu Kolesterol?

    Kolesterol yang dibutuhkan tubuh secara alami diproduksi di hati. Kolesterol sebenarnya tidak selalu zat yang buruk bagi tubuh. Faktanya kolesterol adalah zat yang penting. Kolesterol berfungsi sebagai bahan pembangun membran sel, hormon steroid (hormon seks: testosteron, estrogen, progesteron ; dan hormon kortikosteroid: kortisol, aldosteron), prekursor vitamin D, dan bahan produksi asam empedu.

    Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang membuat kadar kolesterol tidak terkendali. Kolesterol dikirim dari hati ke sel-sel tubuh menggunakan “kendaraan” bernama Low-Density Lipoprotein (LDL). Sayangnya, bila LDL terlalu banyak, kolesterol bisa menumpuk di dinding pembuluh darah. Inilah yang kemudian disebut sebagai kolesterol jahat. Sebaliknya, ada juga High-Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, yang bertugas membersihkan kelebihan kolesterol dari darah dan membawanya kembali ke hati.

    Makanan Favorit Gen Z yang Bisa Jadi Pemicu

    Kategori makanan yang sangat mungkin meningkatkan kadar kolesterol menurut American Heart Association, Harvard Health Publishing, dan Journal of Nutrition yang dikutip dari Everyday Health:

    • Makanan hewani yang tinggi lemak jenuh
    • Makanan dan minuman tinggi gula
    • Fast food dan Ultra-processed food

    Adapun makanan-makanan populer kalangan Gen Z yang masuk kategori tersebut antara lain:

    1. Boba dan Kopi Susu Gula Aren

    Minuman kekinian ini mengandung susu full cream, krimer, serta gula tambahan. Meski kandungan kolesterol di dalamnya tidak ada, lemak jenuh dan gula tinggi bisa menaikkan trigliserida dan menurunkan kadar HDL dalam darah.

    2. Croffle, Donat, dan Dessert Serba Creamy

    Dibuat dengan butter, margarin, dan topping krim atau keju yang tinggi lemak jenuh sehingga dapat memicu naiknya kolesterol jahat.

    3. Ayam Goreng Crispy dan Fast Food

    Gorengan tepung dalam minyak yang berulang kali dipakai menyebabkan kandungan lemak trans di dalamnya paling berbahaya untuk keseimbangan kadar HDL dan LDL.

    4. Seblak dan Jajanan Pedas Viral

    Kerupuk goreng sebagai bahan utama menyerap banyak minyak. Ditambah topping telur, sosis, atau ceker ayam, kandungan kolesterol bisa melonjak drastis.

    5. Camilan Mozzarella dan Serba Keju

    Dari corndog keju hingga mie instan topping cheese. Keju olahan kaya lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol jahat.

    Kenapa Harus Waspada Sejak Dini?

    Kolesterol tinggi sering disebut “silent killer” karena gejalanya tidak langsung terasa. Kolesterol yang tinggi di dalam darah dikarenakan kadar LDL yang berlebih. Banyaknya kadar LDL dalam darah menyebabkan reseptor (pintu) sel tidak dapat lagi menyerap kolesterol masuk ke dalam sel, sehingga LDL akan teroksidasi menyebabkan terjadinya plak di pembuluh darah. Hal ini dapat terjadi bahkan sejak masa remaja. Akumulasi bertahun-tahun membuat risiko serangan jantung dan stroke meningkat saat dewasa.

    Generasi muda yang sering mengandalkan makanan cepat saji, dessert manis dan minuman tinggi gula harus lebih waspada.

    Kesimpulan

    Makanan populer Gen Z memang lezat dan bikin heboh di media sosial, tapi dampaknya bagi kesehatan tidak boleh diremehkan. Fast food, minuman manis, gorengan, hingga dessert creamy bisa meningkatkan kolesterol jahat bila dikonsumsi terus-menerus setiap hari.

    Studi ilmiah menunjukkan kebiasaan ini terkait dengan risiko dislipidemia bahkan pada usia muda. Jadi, bukan berarti tidak boleh dan harus berhenti total, tapi pintar-pintarlah memilih, membatasi frekuensi dan mengontrol porsi. Dengan begitu, Gen Z tetap bisa menikmati tren kuliner tanpa mengorbankan kesehatan kardiovaskular di masa depan.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied