Tag: Ghozali

  • Terungkap! Ghozali “Everyday” Akan Terbitkan NFT Bergaya 3 Dimensi

    Sultan Gustaf Al Ghozali, mahasiswa asal Semarang yang sukses mendulang uang milyaran rupiah dengan berjualan lebih dari 900 foto selfie bertenaga NFT, mengungkapkan bahwa dirinya akan menerbitkan NFT lain, bergaya 3 dimensi.

    Hal itu terungkap secara eksklusif di Youtube Channel “Waktunya Investasi Bitcoin (WIB)” Sabtu (15/1/2022) lalu. Channel ini dikelola oleh Blockchainmedia.id (PT Blockchain Media Indonesia).

    “Saya berniat membuat NFT yang berbeda dengan NFT selfie saya sebelumnya, yakni NFT yang mewakili gambar bergaya 3 dimensi,” sebut Ghozali di video itu. Menjawab pertanyaan Vinsensius Sitepu, Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id.

    Namun Ghozali enggan mengungkapkan lebih jauh gambar seperti apa yang akan dijadikannya NFT.

    Pun ia memastikan penerbitan NFT 3 dimensi itu tidak dalam waktu dekat, akan tetapi dipersiapkan setelah ia lulus kuliah. Ghozali saat ini duduk di semester ke-7 di Universitas Dian Nusantoro, Semarang.

    Baca jugaCrocs dan SEGA Bersiap Masuk NFT? Ini Tandanya

    Anomali Ghozali Berejeki Bak Gozilla

    Rejeki nomplok bak Gozilla yang diterima Ghozali pada fitrahnya anomali, karena sulit dijelaskan dengan akal sehat. Bagaimana tidak, pemuda lemah lembut itu, bukanlah orang terkenal sebelumnya, apalagi selebritas dan seniman fine art.

    Dengan duit milyaran rupiah, dan didapatkan dalam waktu sangat singkat. Praktis dia mengalahkan semua capaian para kreator NFT lainnya yang sudah lebih senior.

    Masyurnya Ghozali diperkuat dengan pemberitaan media massa, baik di dalam dan di luar negeri, termasuk diundang sebagai narasumber di akun Youtube Deddy Corbuzier pada 17 Januari 2022 lalu.

    Keanomalian ini pun semakin kental, karena gambar yang direpresentasikan oleh token di blockchain itu hanyalah gambar dirinya sendiri.

    Namun, nilai hype-nya tentu saja dari ketekunannya mengumpulkan semua gambarnya selama kurun waktu 5 tahun, mulai 2017 hingga 2021.

    Pun lagi, berdasarkan pengakuannya di video WIB itu, awalnya sekadar eksperimen sembari iseng-iseng mengetahui cara kerja NFT itu.

    “Saya sebenarnya tak menduga. Karena semua foto itu sebenarnya akan dibuatkan menjadi video time lapse. Tapi, akhirnya saya memutuskan menerbitkan NFT-nya masing-masing di OpenSea dan mencari tahu apakah pasar meliriknya,” katanya

    Ghozali tak menyangka, pasar menyambutnya positif, karena masuk ketegori unik dan langka, bahwa seorang pemuda yang “bukan siapa-siapa”, ‘nyeleneh’ menerbitkan NFT atas gambarnya sendiri.

    Dan Ghozali memastikan, sebagai bagian dari eskperimen dan kembara kripto-nya itu, ia kerap mempromosikan ke media sosialnya, termasuk forum-forum terkait NFT di Indonesia. Dan buahnya sudah ia rasakan sendiri, hingga memantik orang lain membuat NFT mirip gayanya, hingga membajak fotonya sendiri menjadi NFT yang berbeda.

    Baca jugaApa Itu SandBox (SAND) Crypto?

    Di sisi lain, capaian Ghozali, apapun alasan bahwa ini memang anomali dan cenderung absurd, mahasiswa yang satu ini berhasil mendorong adopsi kripto oleh publik secara luas dan pada akhirnya mengikat perkembangan NFT lebih apik lagi.

    Setidaknya pun, absurditas ini selaras dengan kelemahan teknologi NFT itu sendiri, bahwa duplikasi dan replikasi tidak bisa dihindari (baca replikasi gambar NFT Ridwan Kamil ini), termasuk kecurigaan bahwa ada entitas tertentu di balik pembelian ini alias adanya sponsorship.

    Selamat sekali lagi untuk Ghozali. Warga kripto +62 menantikan karyamu selanjutnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ghozali Everyday Raup Rp 28 Miliar Dalam Presale Memecoin

    Sultan Gustaf Al Ghozali atau Ghozali Everyday, mahasiswa Indonesia yang menjadi sensasi internet pada tahun 2022 karena menjual NFT senilai jutaan dolar AS yang menampilkan selfie hariannya, kembali menjadi sorotan dengan presale koin meme.

    Menengok ke belakang, dulu koleksi foto selfie yang diberi nama “Ghozali Everyday” ini diambil sebagai refleksi pribadi perjalanan akademisnya ini menampilkan dirinya sedang duduk atau berdiri di depan komputer dengan berbagai pose. Koleksi ini dengan cepat mendapatkan daya tarik dalam komunitas kripto, menghasilkan Ghozali, seorang pelajar pada saat itu, lebih dari $1 juta.

    Ghozali mengumumkan edisi kedua “Ghozali Everyday” pada tanggal 24 Maret 2024. Proyek ini secara unik memadukan koin meme dengan NFT di blockchain Base. Prapenjualan proyek ini melampaui target awalnya sebesar 400 Ether (ETH), mencapai 527 ETH.

    Pada tanggal 22 Maret, setelah absen dari X selama beberapa bulan, Ghozali kembali di tengah meningkatnya minat terhadap koin meme. Dia membuat pengumuman penting tentang iterasi kedua dari proyeknya, “Ghozali Everyday,” yang sekarang menggabungkan koin meme dan NFT dalam format ERC-404 di blockchain Base. Sebagai permulaan, dia memprakarsai airdrop untuk pemegang Ghozali Everyday NFT pertama.

    Setelah itu, pada tanggal 24 Maret, Ghozali meluncurkan bagian kedua dari “Ghozali Everyday.” Dia mengungkapkan alamat pra-penjualan dengan batas yang ditetapkan sebesar 400 ETH. Namun, prapenjualan dengan cepat melampaui batas ini, mencapai 527 ETH, setara dengan sekitar $1,8 juta atau sekitar Rp 28,4 miliar pada saat penulisan.

    Meskipun mendapat tanggapan yang luar biasa, Ghozali melalui X mengumumkan bahwa dia akan mengembalikan uang mereka yang mengirim lebih dari 2 ETH setelah batasnya tercapai. Ia juga mengklarifikasi bahwa batas tersebut tidak akan dinaikkan, guna memastikan keadilan dan transparansi dalam pelaksanaan proyek.

    Kegilaan Koin Meme

    Baca juga: Fenomena Ghozali Everyday, NFT dari Indonesia yang Terjual Miliaran

    Di tengah kenaikan harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini, minat terhadap koin meme meningkat , terutama didorong oleh pedagang di blockchain Solana. Khususnya, data menunjukkan bahwa proyek pra-penjualan di Solana berhasil mengumpulkan $100 juta hanya dalam waktu tiga hari, dari tanggal 15 hingga 18 Maret.

    Lonjakan pendanaan ini mencerminkan tren di mana para pendiri koin meme memanfaatkan prapenjualan untuk mengumpulkan sejumlah besar koin yang belum dirilis. Mekanisme pra-penjualan biasanya melibatkan investor yang mengirimkan mata uang kripto ke alamat dompet tertentu dengan imbalan distribusi token setelah koin diluncurkan secara resmi. Namun demikian, tidak ada jaminan untuk menerima token sebagai imbalannya, sehingga membuat prapenjualan rentan terhadap penipuan dan penipuan.

    Kegilaan baru-baru ini seputar prapenjualan koin meme mencapai puncaknya dengan peluncuran Book of Meme pada tanggal 14 Maret. Dibuat oleh seniman nama samaran Darkfarms1, koin tersebut awalnya memiliki penilaian sekitar $4 juta tetapi meroket hingga 36,000% hanya dalam waktu 56 jam, mencapai a kapitalisasi pasar puncak sebesar $1,45 miliar.

    Meskipun profitabilitas koin meme telah memikat ruang kripto, kekhawatiran tentang model pra-penjualan dan risiko terkait pun muncul.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.





    Sumber : news.tokocrypto.com