Tag: ginjal

  • Asal Minum Obat Diet untuk Pangkas Berat Badan Bisa Picu Masalah Ginjal


    Jakarta

    Tidak sedikit orang yang seringkali menerapkan diet ekstrem demi memiliki berat badan ideal. Padahal pola makan yang terlalu ketat juga bisa berisiko terhadap kesehatan.

    Spesialis gizi klinik dr Christopher Andrian mengatakan meski banyak program diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan, seseorang perlu mengetahui kondisi tubuhnya sebelum memutuskan memilih pola makan tertentu.

    “Nggak semua orang cocok dengan diet keto, diet OCD, semua tergantung kondisi tubuh. Karena setiap orang itu punya persentase lemak, otot, dan air yang berbeda. Supaya berat badan turunnya itu sehat, kita harus turunkan kadar lemak dulu,” katanya dalam temu media Dermagene, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2024).


    Ada juga yang memakai jalan pintas dengan mengonsumsi obat diet yang dibeli asal secara daring tanpa tau efek sampingnya. Padahal kebanyakan obat pelangsing yang banyak beredar menurunkan berat badan bekerja dengan cara mengurangi cairan dalam tubuh.

    “Obat yang dijual di luar sana kan biasanya malah bikin pipis terus, bikin diare, yang keluar apa? Air, bukan lemak. Ketika kita minum air lagi, berat badan akan naik lagi. Malah bikin risiko penyakit lain seperti ginjal,” jelasnya.

    Maka dari itu, dia menyarankan untuk konsultasi ke dokter sebelum memulai program diet agar diberikan perawatan yang pas. Obat diet boleh dikonsumsi, asal sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tentunya oleh resep dokter.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Awas! 3 Minuman Ini Menyegarkan, Tapi Bisa Merusak Ginjal kalau Berlebihan


    Jakarta

    Cuaca panas ekstrem yang melanda beberapa wilayah Indonesia akhir-akhir ini membuat banyak orang jadi lebih sering mencari minuman segar. Suhu yang bisa menembus 35 derajat Celcius bikin tubuh cepat haus dan kehilangan cairan. Tak heran, minuman dingin seperti minuman bersoda, kopi susu kekinian, hingga jus buah kemasan jadi pilihan instan untuk menghilangkan dahaga.

    Namun, di balik sensasi segarnya, tidak semua minuman baik untuk dikonsumsi terlalu sering, apalagi saat cuaca panas. Di saat tubuh kekurangan cairan, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan elektrolit. Jika kondisi ini diperparah dengan asupan minuman tinggi gula, kafein, atau zat aditif, beban ginjal bisa meningkat dan dalam jangka panjang memicu gangguan fungsi.

    Beberapa jenis minuman bahkan diam-diam bisa mempercepat kerusakan ginjal bila diminum berlebihan. Yuk, kenali jenis-jenis minuman yang sebaiknya dibatasi agar ginjal tetap sehat, terutama di tengah cuaca panas seperti sekarang.


    1. Minuman Bersoda

    Segelas soda memang terasa menyegarkan, apalagi saat cuaca panas yang terjadi belakangan ini. Namun dibalik rasanya yang manis dan segar, soda termasuk salah satu minuman yang paling berisiko bagi ginjal. Kandungan gula dan asam fosfat yang tinggi di dalamnya dapat memicu resistensi insulin dan meningkatkan kadar asam urat yang bisa menjadi batu ginjal. Dua hal ini yang berperan besar dalam penurunan fungsi ginjal.

    Penelitian di Clinical Journal of the American Society of Nephrology tahun 2019 menemukan bahwa konsumsi rutin minuman tinggi gula meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Jenis minuman bersoda berwarna gelap juga mengandung asam fosfat yang dapat mengganggu keseimbangan mineral tubuh dan menyebabkan batu ginjal.

    Untuk alternatif yang lebih aman, coba pilih infused water dengan potongan lemon atau mentimun. Sensasi segarnya tetap ada, tanpa tambahan gula dan fosfat.

    2. Minuman Energi dan Minuman Berkafein

    Minuman energi sering dijadikan pilihan bagi yang sedang butuh dorongan tenaga instan. Tapi terlalu sering mengonsumsinya bisa membuat organ ginjal kelelahan. Kombinasi gula, kafein, dan zat aditif di dalamnya meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan elektrolit.

    Kafein sendiri bersifat diuretik, sehingga membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Jika cairan yang keluar tidak diganti dengan konsumsi cukup air putih, ginjal menjadi kekurangan cairan dan kesulitan membuang racun dengan optimal. Kondisi ini bisa memicu batu ginjal dalam jangka panjang.

    Kopi juga aman dikonsumsi asal dalam batas wajar. Dua gelas per hari masih dianggap normal, tetapi jika sudah lebih dari lima, efek kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani aliran darah menuju ginjal.

    3. Jus Buah Kemasan/Minuman Rasa Buah

    Jus buah memang menyehatkan, tapi tidak semua jus dibuat sama. Banyak produk kemasan yang ternyata mengandung lebih banyak gula daripada sari buah. Satu kemasan jus bisa mengandung hingga 30 gram gula tambahan, jumlah yang cukup untuk menaikkan kadar gula darah secara cepat dan membebani ginjal.

    Beberapa jenis jus seperti cranberry dan grapefruit juga tinggi oksalat, senyawa yang dapat memicu pembentukan batu ginjal. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Nutrients tahun 2020 mencatat bahwa asupan tinggi oksalat tanpa cukup cairan bisa menggandakan risiko mengidap batu ginjal.

    Pilih jus segar tanpa gula tambahan atau, lebih baik lagi, konsumsi buah utuh agar seratnya membantu menstabilkan kadar gula darah.

    Tips Menjaga Ginjal

    Menjaga ginjal tetap sehat sebenarnya tidak rumit. Kuncinya ada pada keseimbangan asupan cairan dan kebiasaan minum yang bijak. Berikut beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan setiap hari:

    1. Utamakan air putih

    Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga ginjal bekerja optimal. Idealnya 6-8 gelas per hari, tapi kebutuhan ini bisa berbeda tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. Saat cuaca panas atau banyak berkeringat, tubuh butuh lebih banyak cairan. Air membantu ginjal mengencerkan urine dan mencegah penumpukan mineral yang bisa membentuk batu ginjal.

    2. Batasi minuman manis dan tinggi kafein

    Minuman tinggi gula dan kafein memang memberi sensasi boost energi sesaat, tapi jika berlebihan, justru membuat ginjal bekerja lebih keras. Kelebihan gula bisa mempercepat resistensi insulin, sementara kafein yang terlalu tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. Batasi konsumsi maksimal dua gelas kopi per hari, dan hindari menambahkan gula atau krimer berlebihan.

    3. Perhatikan warna urine

    Cara sederhana untuk menilai apakah tubuh cukup cairan adalah dengan memperhatikan warna urine. Jika berwarna bening atau kuning muda, artinya hidrasi cukup. Tapi kalau warnanya pekat dan berbau tajam, itu tanda tubuh kekurangan cairan.

    4. Pilih minuman alami untuk variasi

    Sesekali boleh menikmati teh herbal tanpa gula, air kelapa segar, atau infused water. Teh herbal mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh, sedangkan air kelapa membantu menggantikan elektrolit alami tanpa adanya bahan kimia.

    5. Hindari kebiasaan menahan haus

    Beberapa orang menunda minum karena sibuk atau malas ke toilet. Padahal, menahan haus membuat konsentrasi zat sisa hasil metabolisme tubuh dalam darah meningkat dan ginjal harus bekerja ekstra keras untuk membuangnya. Biasakan juga minum sedikit demi sedikit sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah banyak.

    6. Waspadai obat dan suplemen tertentu

    Beberapa suplemen atau obat herbal bisa meningkatkan beban ginjal jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter, terutama yang mengandung protein tinggi atau zat kimia sintetis. Selalu baca label dan konsultasikan dulu sebelum dikonsumsi secara rutin.

    Dengan langkah sederhana ini, ginjal bisa tetap bekerja optimal tanpa harus dibebani oleh kebiasaan minum yang salah.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 9 Minuman Detoks Ginjal, Bantu Buang Racun dalam Tubuh!

    Jakarta

    Ada minuman yang bisa dikonsumsi untuk membersihkan ginjal kotor atau mengalami kerusakan. Minuman detoks ginjal ini dapat mengusir limbah sisa metabolisme yang menumpuk dan berisiko menyebabkan kondisi seperti batu ginjal melalui urine.

    Sejumlah minuman ini terbuat dari bahan alami yang mudah ditemukan. Cara buatnya pun gampang dan dapat dibikin sendiri di rumah. Lantas, ada apa saja minuman untuk pembersih ginjal?

    9 Minuman Detoks Ginjal

    Ada sejumlah minuman pembersih ginjal yang dapat dikonsumsi untuk menghilangkan racun di organ tersebut. Dilansir GoodRx dan Healthline, berikut beberapa minuman detoks ginjal yang bisa dibuat sendiri di rumah:


    1. Air Putih

    Setiap organ di dalam tubuh membutuhkan air agar dapat bekerja dengan baik. Begitu juga dengan ginjal. Ginjal memerlukan air untuk mengeluarkan urine. Lewat urine, limbah sisa metabolisme di dalam tubuh seperti urea dan racun akan terbuang.

    Namun jika asupan air sedikit, produksi dan volume urine akan rendah. Limbah sisa pun jadi menumpuk di dalam tubuh. Dan ini dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal.

    Karena itu, minum air putih yang cukup itu penting agar ginjal dapat membuang zat sisa berlebihan. Terlebih ini penting untuk detoksifikasi dan menjaga kesehatan ginjal secara menyeluruh.

    2. Jus Wortel

    Jus wortel dapat memberi efek antioksidan bagi tubuh. Penelitian terhadap tikus menemukan wortel yang dikonsumsi bersamaan dengan obat perusak ginjal bisa melindungi organ tersebut dari kerusakan.

    Meski efeknya belum terbukti pada ginjal manusia, tapi jus wortel dapat dikonsumsi rutin. Lantaran buah ini berkhasiat untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga memelihara kulit dna rambut.

    3. Jus Buah Bit

    Jus bit juga memiliki sifat antioksidan. Studi terhadap hewan menunjukkan efek antioksidan buah ini bantu melindungi dari ginjal dari kerusakan. Selain itu, jus bit diyakini bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal.

    Beberapa bukti lain menemukan buah bit dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi. Tekanan darah tinggi diketahui bisa memberatkan ginjal. Karena itu, jus bit boleh coba dikonsumsi untuk menstabilkan tekanan darah.

    4. Jus Jeruk

    Jeruk mengandung asam sitrat yang dapat cegah pembentukan batu ginjal. Caranya dengan mengikat kalsium dalam urine sehingga pertumbuhan kristal yang menyebabkan batu ginjal bisa terhambat.

    Buah jeruk dapat diolah menjadi minuman jus untuk mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal kalsium oksalat. Efek tersebut bisa terlihat pada pengidap batu ginjal maupun orang yang sehat.

    5. Jus Apel

    Uji penelitian memperlihatkan urine orang yang rutin minum jus apel punya kemungkinan yang kecil untuk membentuk batu ginjal kalsium oksalat. Walau ini adalah penelitian skala kecil, jus apel bisa diminum karena bukan hanya menawarkan perlindungan bagi ginjal tetapi juga bagi mata, gigi, dan jantung.

    6. Perasan Lemon

    Air perasan lemon juga mengandung sitrat yang bisa detoks ginjal dengan mengikat kelebihan kalsium penyebab pembentukan kristal.

    Bukan hanya mengurangi risiko terkena, sebuah penelitian menemukan konsumsi rutin perasan lemon dapat mencegah batu ginjal muncul kembali pada orang yang pernah mengalaminya.

    7. Jus Melon

    Lagi-lagi asam sitrat pada buah seperti melon dapat menurunkan risiko terkena batu ginjal. Zat tersebut bantu membuang kelebihan kalsium melalui urine. Selain itu, kandungan air yang tinggi dalam melon juga bantu ginjal bisa bekerja menyaring produk limbah dan mengeluarkannya lewat urine.

    Oleh karenanya, jus melon bisa dibuat di rumah untuk membersihkan ginjal. Buah ini juga cocok jadi camilan selama musim kemarau yang terik.

    8. Jus Semangka

    Kandungan air yang tinggi dalam semangka dapat bantu tubuh memperoleh asupan cairan yang dibutuhkan. Buah ini juga bisa menghidrasi tubuh sehingga organ-organ di dalamnya, termasuk ginjal, menjalankan fungsinya dengan baik.

    Tubuh yang mendapatkan asupan cairan yang cukup maka produksi urine normal. Limbah sisa metabolisme tidak akan menumpuk dan justru ikut terbuang lewat urine. Demikian masalah ginjal seperti batu ginjal dapat dihindari. Untuk mengkonsumsi melon dapat dibuat jus atau langsung dimakan.

    9. Teh Herbal

    Selain jus buah-buahan, teh herbal yang terbuat dari jahe, ginseng, atau kunyit juga dapat diminum untuk membersihkan organ ginjal.

    Dilansir Verywell Health, kunyit diyakini bisa mengurangi urea, mencegah peradangan pada ginjal dan bantu mengeluarkan limbah melalui urine. Sementara jahe bantu membatasi toksisitas ginjal.

    Teh dari sejumlah rimpang tersebut dapat dibuat dengan merendamnya dalam segelas air panas dan dibiarkan selama beberapa menit kemudian diminum. Bisa juga direbus dalam air terlebih dahulu dan baru diminum bila sudah hangat.

    Nah, itu tadi sederet minuman detoks ginjal yang dapat dicoba untuk membersihkan organ tersebut. Hasilnya diharapkan bisa berdampak menyeluruh untuk menurunkan risiko terkena penyakit, misal batu ginjal.

    (row/row)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • 5 Minuman Pembersih Ginjal Buat Buang Racun dalam Tubuh


    Jakarta

    Kesehatan ginjal perlu dijaga karena organ vital ini berfungsi membuang racun dari dalam tubuh. Coba konsumsi minuman yang dipercaya membersihkan ginjal berikut ini.

    Ginjal pada dasarnya punya kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, tapi dalam beberapa kasus, dorongan dari luar diperlukan untuk membantu prosesnya.

    Proses pembersihan ginjal sendiri dapat menghilangkan limbah dari darah. Hasilnya, ginjal jadi bersih dan sehat.


    Jika proses ini tidak berlangsung, maka kondisi ginjal yang kotor dapat memicu berbagai masalah. Fungsi organ lain juga bisa terganggu.

    Salah satu cara membersihkan ginjal adalah dengan asupan minuman tertentu. Berikut beberapa minuman pembersih ginjal, merangkum berbagai sumber.

    1. Air kunyit

    Ilustrasi teh kunyitFoto: Getty Images/udra

    Kunyit diyakini ampuh menjaga kesehatan ginjal. Mengutip Very Well Health, kunyit bisa mengurangi urea, mencegah peradangan pada ginjal, dan membantu mengeluarkan limbah yang mengendap.

    Cara membuat air kunyit yaitu dengan mendidihkan air dan memasukkan irisan kunyit. Campur dengan madu untuk menambahkan rasa.

    2. Air jahe

    Jahe dipercaya dapat membatasi toksisitas ginjal. Air jahe dapat menjadi salah satu pilihan minuman yang membersihkan ginjal.

    Rebus irisan jahe dalam air mendidih. Campur dengan lemon dan madu untuk menambahkan rasa.

    3. Teh ginseng

    teh ginsengFoto: iStock

    Ginseng juga diklaim ampuh membersihkan ginjal dari limbah. Ginseng diketahui bisa mengatasi toksisitas sisplatin atau efek obat kemoterapi untuk kanker ginjal.

    4. Teh hijau

    Minuman herbal lainnya untuk kesehatan ginjal adalah teh hijau. Teh ini dipercaya dapat membantu mencegah perkembangan penyakit ginjal.

    Selain itu, teh hijau juga mengandung kadar oksalat yang rendah. Kadar oksalat yang tinggi bisa memicu pembentukan batu ginjal.

    5. Air lemon

    manfaat konsumsi air lemon hangatFoto: Getty Images/iStockphoto

    Lemon mengandung asam sitrat yang dipercaya dapat mencegah pembentukan batu ginjal. Asam sitrat mengikat kalsium, yang mencegah pertumbuhan kristal pembentuk batu ginjal.

    Demikian beberapa pilihan minuman pembersih ginjal. Demi keamanan, konsultasikan penggunaannya dengan dokter.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Minuman Pembersih Ginjal, Ampuh Buang Racun yang Mengendap

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Wamenkes Bagikan Kabar Terbaru Cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan


    Jakarta

    Sudah lebih dari satu dekade berlalu, wacana penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan belum juga terlaksana. Wakil Menteri Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono menyebut rencana tersebut masih dalam pembahasan.

    Meski begitu, pemerintah disebutnya tidak tinggal diam dalam upaya pemberian edukasi kepada masyarakat terkait bahaya konsumsi tinggi gula, yang juga tersebar di pangan olahan maupun pangan siap saji.

    Menurut Prof Dante, penerapan cukai MBDK juga tak akan berjalan efektif bila tidak dibarengi dengan edukasi masif di masyarakat.


    “Nah nanti urusan cukai masih kita dalam proses pembahasan. Tetapi kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi potensi obesitas dan diabetes, tinggal mengurangi makanan bergula, tinggi kalori, dan sebagainya,” tutur Prof Dante saat ditemui di Mall of Indonesia (MOI), Jakarta Utara, Rabu (15/10/2025).

    “Yang paling penting adalah sekarang adalah edukasi. Cukainya kita naikin kalau edukasinya tidak masif juga tidak akan berhasil,” lanjutnya.


    Ia juga menekankan sejumlah fasilitas kesehatan perlu lebih banyak meningkatkan layanan promotif dan preventif. Bukan tanpa sebab, hal ini dinilai bisa menekan angka kematian lebih banyak saat identifikasi atau diagnosis penyakit diketahui dan ditangani lebih awal.

    Salah satunya melalui skrining faktor risiko yang kerap memicu penyakit tidak menular dengan bebas kasus tertinggi di Indonesia seperti jantung, masalah ginjal, hingga stroke.

    “Jadi edukasi menjadi sangat penting. Seperti rumah sakit primaya sekarang melakukan terapi kuratif, mereka juga melakukan terapi promotif dan preventif untuk melakukan dan mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.

    (naf/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 65 Juta Warga +62 Dibayangi Hipertensi, Pemicu Gagal Ginjal Usia Muda


    Jakarta

    Indonesia diestimasi mencatat 65 juta kasus hipertensi berdasarkan hasil survei kesehatan indonesia (SKI) 2023. Dari total tersebut, baru teridentifikasi 18,5 juta pasien, lantaran tidak banyak masyarakat yang aware melakukan pengecekan rutin tekanan darah.

    Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Siti Nadia Tarmizi berharap gap tersebut bisa ditemukan melalui cek kesehatan gratis (CKG).

    “Ternyata dari CKG kalau lihat angka prevalensinya sama dengan SKI, jadi memang mungkin betul 65 juta masyarakat kita mengidap hipertensi, meskipun kita baru bisa menemukan 18,5 juta,” beber dr Nadia dalam talkshow di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).


    “Harapannya tahun depan sudah ada skrining di lebih dari 100 juta, kalau di akhir tahun mungkin 60-65 juta bisa kita skrining,” lanjutnya.

    Meski temuan kasus hipertensi pada CKG relatif tinggi, tindak lanjut tata laksana dan pengobatan terpantau masih rendah. dr Nadia menggambarkan sedikitnya tiga sampel di sejumlah kota besar.

    DKI Jakarta misalnya, di Puskesmas Kembangan tercatat ada 337 pasien yang terdiagnosis hipertensi. Namun, hanya 48 pasien yang menjalani tatalaksana pengobatan, dengan 22 kasus yang terkendali.

    “Tren di tiga kota besar, DKI Jakarta, Surabaya, Semarang, kurang lebih sama, gap-nya antara yang terdiagnosis dengan melakukan pengobatan tinggi, di Surabaya cuma satu yang agak lebih baik yaitu puskesmas Sidosermo,” lanjutnya.

    Puskesmas Sidosermo mencatat 693 kasus hipertensi dan seluruhnya dilaporkan sudah mendapatkan pengobatan, dengan 651 pasien sudah terkendali kondisinya.

    Masih Banyak Hoax di Masyarakat

    Tantangan yang dihadapi pemerintah juga dilatarbelakangi maraknya hoax yang diyakini masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang ogah berobat karena khawatir berdampak pada masalah kesehatan ginjalnya.

    “Padahal hipertensi-nya sendiri yang merusak ginjal mereka,” tandas dr Nadia.

    “Jadi ini pekerjaan rumah bagi kita, karena faktanya 40 hingga 60 persen pasien yang terdiagnosis hipertensi tidak pernah kembali untuk pengobatan,” pungkasnya.

    Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stroke hingga masalah gagal ginjal. Deputi Direksi Bidang Kebijakan Penjaminan Manfaat BPJS Kesehatan Dr dr Ari Dwi Aryani MKM menyebut total pembiayaan akibat diabetes melitus dan hipertensi mencapai Rp 35,3 triliun pada 2024.

    “Diabetes melitus dan hipertensi itu kan ibunya penyakit dia bisa kemana-mana, sehingga meningkat ke pembiayaan penyakit akibat jantung, gagal ginjal, stroke,” bebernya saat ditemui detikcom pasca talkshow.

    “Pasien yang dirawat karena jantung, karena cuci darah, naik,” tandasnya.

    Tren pasien disebutnya juga terus bergeser ke usia muda, dari semula di atas 50 tahun menjadi di rentang 30 hingga 40 tahun. Meski begitu, catatan peningkatan kasus tidak selalu menggambarkan penambahan jumlah pasien yang sakit, tetapi ia menilai ada beberapa pasien yang memang baru bisa mendapatkan akses pengobatan tercover BPJS Kesehatan.

    (naf/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Kisah Rasulullah SAW dan Hadiah Anggur Masam dari Lelaki Miskin


    Jakarta

    Anggur merupakan salah satu buah ciptaan Allah SWT yang istimewa. Tidak hanya sangat bermanfaat bagi yang mengonsumsinya, buah anggur juga disebutkan sebanyak 14 kali dalam Al-Qur’an. Bahkan, buah ini juga tercantum dalam salah satu kisah Nabi Muhammad SAW.

    Allah SWT telah berfirman dalam beberapa ayat Al Qur’an tentang buah anggur. Pertama, dalam Surah An Nahl ayat 11,

    يُنْۢبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْاَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ


    Artinya: “Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untukmu tumbuh-tumbuhan, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.”

    Kedua, Surah Al Isra ayat 91,

    اَوْ تَكُوْنَ لَكَ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْاَنْهٰرَ خِلٰلَهَا تَفْجِيْرًاۙ

    Artinya: “atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya,”

    Adapun dalam Surah Ar Ra’d ayat 4,

    وَفِى الْاَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجٰوِرٰتٌ وَّجَنّٰتٌ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّزَرْعٌ وَّنَخِيْلٌ صِنْوَانٌ وَّغَيْرُ صِنْوَانٍ يُّسْقٰى بِمَاۤءٍ وَّاحِدٍۙ وَّنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلٰى بَعْضٍ فِى الْاُكُلِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ ٤

    Artinya: “Di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang. (Semua) disirami dengan air yang sama, tetapi Kami melebihkan tanaman yang satu atas yang lainnya dalam hal rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar (terdapat) tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.”

    Buah anggur bukan hanya disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai ciptaan Allah SWT yang istimewa, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan bila dikonsumsi secara rutin.

    Seperti yang disebutkan dalam buku 7 Buah-buahan Istimewa dalam Al-Quran dan Manfaatnya bagi Kesehatan Manusia susunan Hamid Sakti Wibowo, anggur bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat, menjaga kesehatan kulit dan mata, menurunkan kadar kolesterol, menghambat pertumbuhan tumor, kanker, ginjal, dan di antara penyakit lainnya.

    Selain itu, buah anggur juga masuk dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Salah satunya dalam kisah Rasulullah SAW dan anggur masam dari seorang lelaki miskin.

    Kisah Rasulullah SAW dan Anggur Masam dari Seorang Lelaki Miskin

    Dikisahkan dalam buku Hidup bersama Rasulullah Muhammad SAW yang disusun oleh Daeng Naja, suatu hari, seorang lelaki miskin datang kepada Rasulullah SAW sambil membawa hadiah semangkuk buah anggur. Rasulullah SAW kemudian menerima hadiah tersebut dan mulai memakannya.

    Biasanya, apabila ada yang memberi sedekah, Rasulullah SAW akan membagikan makanan tersebut kepada para sahabat tanpa ikut memakannya. Namun, jika ada yang memberi hadiah, beliau akan membagikan sebagian kepada sahabat-sahabatnya dan turut memakannya.

    Namun kali ini, Rasulullah SAW memakan buah anggur itu satu per satu seorang diri sambil tersenyum. Beliau memakan buah pertama dan tersenyum, kemudian memakan buah kedua dan tersenyum kembali.

    Melihat hal ini, orang miskin yang memberikan hadiah tersebut merasa sangat bahagia, karena Rasulullah SAW tampak menikmati anggur yang diberikannya. Para sahabat yang menyaksikan kejadian itu pun merasa heran, karena itu adalah hal yang jarang terjadi, karena Rasulullah SAW makan sendirian tanpa membagikannya kepada mereka.

    Satu per satu anggur itu pun habis dimakan oleh Rasulullah SAW dengan tetap tersenyum. Orang miskin itu pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan.

    Sementara itu, salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak mengajak kami ikut makan bersamamu?”

    Rasulullah SAW pun menjawabnya dengan tersenyum, “Kalian telah melihat bagaimana wajah bahagia orang itu dengan memberiku semangkuk anggur. Dan ketika aku memakan anggur itu, kutemukan rasanya masam. Dan aku khawatir jika mengajak kalian ikut makan denganku, akan ada yang menunjukkan sesuatu yang tidak enak hingga merusak kebahagiaan orang itu.”

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com