Tag: glodok

  • Nikmat! Kopi Timur Tengah hingga Donat Ubi Ungu di Pecinan


    Jakarta

    Ada kafe dengan konsep yang berbeda di tengah pecinan ini. Seduhan kopinya menggunakan metode ala Timur Tengah hingga camilan yang nikmat dan legit.

    Pecinan identik dengan kawasan tengah kota yang banyak dihuni keturunan China. Mulai dari pernak-pernik, penjual buah-buahan, hingga kedai-kedai yang menjajakan makanan non halal bergaya China.

    Tetapi di kawasan pecinan Glodok ada satu kafe yang memiliki tema berbeda dengan suasana di lingkungan sekitarnya. Walaupun berada di tengah pecinan, menggunakan nama yang identik dengan China tetapi sajian kopinya justru unik.


    Ketika memasuki bagian depan kafenya saja kami sudah disambut dengan kuali berisi pasir panas untuk menyeduh kopi andalan mereka. Ditambah dengan camilan dan makanan pendamping yang nikmat legit, tempat ini hadir dengan ciamik di tengah gang sempit.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Djauw Coffee
    Alamat Jalan Kemenagan Raya No.58B, Glodok, Jakarta Barat
    No Telp 0813-1160-4958
    Jam Operasional Setiap hari, 07.00 – 18.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 16.000 – Rp 30.000
    Tipe Kuliner Tradisional, Klasik
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa pulang
    • Toilet bersih
    Djauw CoffeeDi dalam kafe bernuansan China ini ada kopi ala Timur Tengah dan berbagai hidangan tradisional Indonesia. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Perpaduan Budaya Dalam Satu Kafe

    Memiliki konsep yang berbeda dengan suasana dan toko di sekitarnya, Djauw Coffee tampil menarik di Glodok. Jika biasanya Glodok identik dengan berbagai panganan dan sentuhan China, Djauw Coffee menggabungkan banyak budaya dalam satu tempat.

    Ketika mendatangi kafe ini, kami tak heran saat melihat berbagai ornamen berwarna merah bekas perayaan Imlek. Tetapi ada pemandangan yang istimewa saat melihat kuali berisi pasar panas yang dekat dengan pintu masuk.

    Ternyata salah satu menu khas di Djauw Coffee ini justru sajian kopi pasir ala Turki atau Timur Tengah. Hebatnya, hanya dengan menggunakan metode penyeduhan kopi ala Turki ini tetapi Djauw coffee punya banyak racikan kopi yang segar dan nikmat.

    Sementara setiap sudut kafenya benar-benar mempertahankan ruko ala pecinan yang konon sempat kosong hingga tahun 2021. Sampai akhirnya ruko ini kembali diberi ‘nyawa’ oleh kafe bernama Djauw Coffee.

    Roti Kukus dan Tape Gabin Klasik

    Djauw CoffeeRoti serai srikayanya disajikan dengan bahan roti jadul dan selai homemade. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Menu yang disajikan didominasi oleh camilan dan racikan minuman tradisional. Jika membaca menunya, para pelanggan pasti akan familiar dengan seluruh menu yang disajikan di sini.

    Pekerja di bagian kasir merekomendasikan kami menu camilan yang paling banyak dipesan oleh pelanggan. Yaitu roti kukus dengan selai srikaya dan tape gabin. Ia menyebut semuanya masih diproduksi secara homemade dan menggunakan resep klasik.

    Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya makanan pesanan kami datang juga. Roti kukusnya begitu menarik perhatian. Aromanya semerbak harum roti dan pandan.

    Roti jadul berwarna hijau yang datang dari esens pandan seolah mengingatkan pada menu sarapan yang disajikan nenek saat pagi hari. Isian selai srikayanya memiliki rasa manis legit yang sederhana. Terbukti hidangan seharga Rp 22.000 ini memang dibuat sendiri.

    Untuk tape gabinnya Djauw Coffee membanderol deharga Rp 24.000 dengan isian 3 buah. Ukurannya besar dengan isian tape di bagian tengahnya yang tebal. Rasanya benar-benar seperti gabin klasik yang hanya dijual oleh penjaja makanan jadul.

    Ada kopi pasir hingga donat ubi ungu di halaman berikutnya.

    Djauw CoffeeSeduhan kopinya menggunakan metode ala kopi Timur Tengah. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Kopi Pasir Ala Turki di Pecinan

    “Waspada. Permukaan Panas, Jangan Disentuh” begitu stiker yang ditempel pada kuali besar yang menarik perhatian kami. Hampir setiap pelanggan yang baru masuk ke kedai ini pasti melirik ke arah kuali berisi pasir panas tersebut.

    Pekerja yang bertugas di bagian kopi menjelaskan bahwa di dalamnya berisi kompor besar bersuhu tinggi. Kuali tersebut memang sengaja dihadirkan untuk menyeduh kopi dengan metode yang ada di Turki.

    Camgkir-cangkir khusus berukuran kecil sebanyak tiga buah dijajarkan untuk menyeduh kopi. Dengan lihai pekerja di sana memutar-mutarkan cangkir tersebut hingga kopinya mendidih berbuih yang menandakan sudah siap dituang ke dalam gelas.

    Ada tiga jenis kopi yang kami pesan. Butter Coffee, Es Kopi Pantjoran, dan Es Kopi Susu Aren yang harga Rp 24.000 – Rp 25.000 per gelas.

    Butter coffeenya disajikan selagi panas hingga ketika menteganya dimasukkan ke dalam gelas, tak butuh waktu lama untuk langsung meleleh. Racikan kopinya menggunakan biji kopi asli Indonesia. Rasa pekat kopinya berpadu dengan gurih mentega.

    Untuk Es Kopi Pantjorannya mereka memiliki racikan sendiri. Kopi hitam yang ditambahkan berbagai rempah serta disajikan dengan kayu manis batang 3 cm. Aromanya begitu harum semerbak dengan rasa rempah lembut yang menyapa lidah ketika disesap.

    Sementara untuk es kopi arennya cenderung lebih creamy dan lembut. Kopinya tak terlalu pekat. Menu ini cocok untuk mereka yang ingin minum kopi tetapi tak ingin kopi yang terlalu kuat.

    Djauw CoffeeDonat ubi ungu rumahannya juga tak kalah enak untuk dinikmati bersama secangkir kopi yang segar. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Donat Ubi Ungu yang Empuk

    Djauw Coffee memang terkenal dengan racikan kopi dan sajian makanannya yang klasik. Tetapi ada satu menu yang tak boleh lupa dipesan ketika datang ke sini.

    Donat kampung dengan inovasi bahan ubi ungu membuat rasanya lebih unik. Adonannya terasa empuk, padat, tetapi tidak seret ketika dinikmati.

    Warnanya ungu padam agak kecokelatan. Konon bahan utamanya memang menggunakan ubi ungu yang dihaluskan bukan dengan penambahan pewarna makanan ungu semata-mata untuk menghadirkan warna yang cantik saja.

    Seporsi Donat Ubi Ungunya dibanderol Rp 20.000 dengan isian dua buah donat dalam satu piring. Sentuhan klasiknya semakin terasa karena toppingnya sederhana, hanya menggunakan taburan gula halus di bagian atasnya.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikcom? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Bihun Goreng Bumbu Kacang yang Pedas Menyengat ala Mak Atun


    Jakarta

    Kawasan Glodok sudah terkenal dengan ragam kuliner legendarisnya. Salah satu yang menarik perhatian adalah warung makan Bakmi Baskom Mak Atun di Gang Gloria.

    Gang Gloria, Glodok, Jakarta Barat menarik perhatian para penikmat kuliner sejak dulu. Gang ini sebenarnya pasar kecil yang kanan kirinya diisi lapak penjual bahan makanan maupun makanan siap santap.

    Gang Gloria banyak dijadikan destinasi kuliner legendaris karena tempat makan yang ditemui di sana berusia puluhan tahun. Salah satunya Bakmi Baskom Mak Atun yang berlokasi sekitar 100 meter dari gang masuk.


    Detail Informasi (Bakmi Baskom Mak Atun)
    Nama Tempat Makan Bakmi Baskom Mak Atun
    Alamat Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat
    No Telp
    Jam Operasional 10.00-17.30 WIB
    Estimasi Harga Rp 6.000 – Rp 22.000
    Tipe Kuliner Bakmi goreng
    Fasilitas
    • Tersedia area makan
    • Pembayaran tunai dan nontunai

    Jualan Sejak 1995

    Bakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng legendaris di GlodokBakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng legendaris di Glodok Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Bakmi Baskom Mak Atun termasuk yang legendaris di kawasan tersebut. Ibu Atun atau akrab disapa Mak Atun sendiri menjelaskan kepada detikFood bahwa mulai berjualan sejak 1995 (16/7/2025).

    “Sebenarnya kalau jualan bakmi baskom ini mulai dari 1995. Tapi kita sempat vakum 5 tahun, jadi kira-kira sudah 20 tahunan lebih lah,” ungkap Atun.

    “Dari dulu udah jualan bakmi goreng ini. Kita namainnya baskom karena berjualannya langsung pakai wadah baskom,” tambahnya.

    Nama baskom itu diambil dari cara penyajiannya ketika berjualan. Bakmi bukan dibuat satu per satu, melainkan sudah dimasak langsung dan tinggal disajikan ketika pembeli memesannya.

    3 Jenis Mie yang Disajikan

    Bakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng legendaris di GlodokBakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng legendaris di Glodok Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Mak Atun juga menjelaskan bahwa sejak dulu dirinya telah menjual 3 jenis mie. Di antaranya ada bakmi goreng, bihun goreng, dan kwetiau goreng.

    Menu yang Atun sediakan itu bisa dibeli per porsi ataupun dicampur variannya. Harganya tetap sama, yaitu Rp 22.000 per porsi. Namun, menurut Atun bihun goreng yang paling laris.

    “Sebenarnya selera orang sih lebih suka yang mana, tapi kalau paling laris sih bihun,” tutur Atun.

    “Biasanya juga orang-orang suka memesan porsian campur. Terserah mau campur 2 atau 3 varian, harganya juga tetap sama,” sambungnya.

    Bakmi, bihun, dan kwetiau goreng ini dibumbui sama dengan dasar rasa manis gurih. Pelengkap hidangan ini ada sawi hijau dan potongan bakso ikan.

    Ulasan sambal kacang dan jajanan lain ada di halaman selanjutnya…

    Sambal Kacang yang Pedas Menyengat

    Bakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng hingga ketan serundeng yang nikmat di GlodokBakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng hingga ketan serundeng yang nikmat di Glodok Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Jika sering melihat penjual pecel sayur menawarkan bihun goreng siram sambal kacang, sajian itu juga dapat ditemui di Bakmi Baskom Mak Atun. Sambal kacang tersedia di tempat makan ini.

    Penyajian sambal kacangnya bisa langsung ditambahkan ke atas bakmi goreng yang dipesan atau disajikan terpisah. detikFood mencoba menyiramkan sambal kacang itu ke atas bakmi goreng yang kami pesan.

    Setelah itu, kami mengaduknya sampai tercampur rata. Suapan pertama yang kami rasakan adalah rasa pedas yang begitu menyengat. Pedasnya sambal kacang itu juga disusul sensasi agak asam dan manis.

    Meski pedas, rasa sambal kacangnya ini begitu nikmat. Sambal kacang ini juga membuat cita rasa bakmi atau bihun gorengnya lebih meningkat.

    Bakwan Udang dan Ketan Serundeng Patut Dicoba

    Bakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng hingga ketan serundeng yang nikmat di GlodokBakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng hingga ketan serundeng yang nikmat di Glodok Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Bakmi Baskom Mak Atun juga menyediakan camilan lain yang dapat dinikmati bersama bakmi atau bihun goreng. Salah satunya bakwan udang (Rp 15.000) yang renyah gurih dengan potongan udang yang melimpah.

    detikFood juga mencoba combro (Rp 6.000) yang ukurannya cukup besar. Adonan singkongnya padat agak kenyal dengan tekstur luar yang garing, tapi tetap empuk di dalamnya.

    Ketan serundeng (Rp 6.000) juga patut dicoba. Ketannya padat dan legit. Sementara serundengnya ditambahkan gula pasir jadi terasa sensasi agak manis.

    Jadi, kalau sedang mengeksplorasi kuliner legendaris di Gang Gloria Glodok jangan lupa mampir ke Bakmi Baskom Mak Atun. Bisa makan di tempatnya juga lho!

    Bakmi Baskom Mak Atun

    Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat
    Jam operasional: 10.00 – 17.30 WIB

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • ‘Kesederhanaan’ Segelas Kopi Es Tak Kie, Warisan Glodok 1927



    Jakarta

    Kopi Es Tak Kie sudah ada sejak 1927 dan eksis hingga kini. Berada di tengah pasar, kedai kopi ini menjadi penjaga budaya Tionghoa di tengah Jakarta.

    Di tengah kesibukan pecinan Glodok, Jakarta Barat, terselip satu kedai kopi legendaris yang membawa detikers kembali ke masa lalu. Namanya Kopi Es Tak Kie, kedai yang sudah berdiri pada 1927. Traveler masih bisa menikmati kopi itu hingga kini.


    Kedai legendaris itu berada di Gang Gloria, kawasan kuliner legendaris di Pecinan Glodok, Pancoran, Jakarta Barat. Kalau dihitung, keddai kopi itu sudah berumur 98 tahun.

    Kini, kedai itu dikelola oleh Ak Wang, generasi ketiga penerus usaha keluarga. Aroma es kopi langsung tercium berpadu dengan sajian lain.

    “Pertama kali berdiri tahun 1927, waktu itu yang dijual hanya teh manis dan teh pahit. Baru kemudian menyesuaikan permintaan orang-orang zaman dulu yang ingin kopi,” ujar Ak Wang saat ditemui detikTravel, Selasa (21/10/2025).

    Ada dua menu favorit yang paling banyak dipesan, yakni kopi hitam es dan kopi susu es, masing-masing dibanderol Rp 25 ribu per gelas. Total ada 14 menu yang tersedia di sini, mulai dari aneka bakmi dan sup, empat varian kopi, empat jenis teh, hingga telur ayam kampung.

    Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta BaratSuasan Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta Barat (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Kedai kopi itu sederhana. Ruangannya cukup luas, dengan pembeli yang bergantian keluar masuk.

    Kopi Tak Kie, Kopi Kesederhanaan dan Pergaulan

    Semua kopi diracik secara manual, tanpa bantuan mesin modern. Pemilihan metode pembuatan es kopi yang masih sangat konvensional ini mungkin tak lepas dari makna nama kedai yang selalu tampil rapi dan bersih ini.

    “Nama Tak Kie sendiri berarti kesederhanaan dan pergaulan. Itu filosofi dari kakek saya,” ujar Ak Wang.

    Kedai ini tak pernah sepi pengunjung mulai dari warga lokal, wisatawan, hingga anak muda yang datang untuk merasakan atmosfer klasik Glodok. Suasana kedainya pun masih otentik, meja kayu tua, gelas jadul, dan dinding berubin putih khas kedai tempo dulu.

    “Semua orang bisa masuk ke sini, dari berbagai kalangan. Saya bersyukur pada kakek saya yang sudah mendirikan kedai ini. Berkat beliau, Tak Kie bisa terus diminati sampai sekarang,” kata Ak Wang.

    Menurut Manda, salah satu pengunjung, suasana Kopi Tak Kie benar-benar mengingatkannya pada memori di kampung halaman bersama nenek. Apalagi es kopi Tak Kie dengan cita rasa berimbang antara manis dan pahit benar-benar mengingatkannya pada adukan kopi khas rumah tangga.

    “Rasa makan dan kopi di sini tuh kaya otentik banget seperti lagi makan di rumah nenek di kampung Kopi Es Tak Kie ini direkomendasikan buat teman-teman yang ingin merasakan rasa kopi yang khas ada manis dan pahitnya,” kata Manda.

    Bagi detikers yang ingin mencicipi secangkir es kopi segar adukan khas Kopi Es Tak Kie, bisa datang setiap hari pukul 06.30-13.30 WIB. Menu di sini tersedia dengan kisaran harga Rp 22-25 ribu untuk makanan dan minuman. Tak hanya hidangan berkualitas, di sini detikers juga bisa sekilas merasakan suasana Chinatown tempo dulu.

    (row/row)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Jelajah Petak 9, Pecinan Tertua di Jakarta yang Penuh Cerita


    Jakarta

    Petak 9 di Glodok, Jakarta, adalah kawasan Pecinan tertua di Indonesia. Traveler bakal menemukan suasana autentik, kuliner, dan wihara megah di sini.

    Petak 9 terletak di Jalan Kemenangan Raya nomor 40, RT 5/RW 1, Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai bagian dari Pecinan Jakarta, yang disebut-sebut sebagai kawasan Pecinan terbesar sekaligus tertua di Indonesia.

    Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkir mobil di tepi jalan sekitar Petak 9 dengan tarif sekitar Rp 10 ribu.


    Petak 9 tidak memiliki papan nama resmi yang menandakan kawasan ini, sehingga traveler yang baru kali pertama berkunjung sebaiknya bertanya kepada warga sekitar agar tidak tersesat.

    Bagi detikers yang hobi membuat konten vlog atau fotografi, tempat ini bisa jadi spot seru untuk menangkap suasana khas Pecinan yang autentik. Deretan kios di sepanjang gang menjajakan berbagai kebutuhan, mulai dari buah, sayur, ikan segar, hingga jajanan tradisional Tionghoa. Beberapa toko juga menjual perlengkapan ibadah umat Tionghoa seperti dupa, angpau, dan lampion.

    “Toko biasanya ramai menjelang Imlek. Banyak warga Tionghoa datang untuk membeli kue keranjang dan perlengkapan sembahyang,” ujar Li Xau, pedagang di Toko Kuh Kok di Petak 9.

    Di kawasan ini juga banyak pedagang pakaian, perabot rumah tangga, buah, sayur, dan ikan. Traveler yang ingin membeli ikan segar, waktu terbaik datang adalah pagi hari karena stok ikan masih baru dan kualitasnya lebih baik.

    Jalanan sempit dengan genangan air dari kios ikan menjadi ciri khas Petak 9. Suasana ramai membuat pengunjung kadang harus bergantian lewat dengan pengendara motor yang melintas. Meski padat, atmosfernya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan khas Pecinan Jakarta.

    Kawasan Petak 9 juga dikenal dengan deretan wihara yang berdiri megah di antara bangunan tua. Dua wihara paling terkenal di area ini adalah:

    Wihara Dharma Bakti

    Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Terletak di pertigaan pertama Petak 9 sebelah kanan. Aroma dupa langsung menyambut begitu pengunjung masuk ke dalam area wihara. Jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 16.00.

    Wihara Dharma Jaya Toasebio

    Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Berada di Jalan Kemenangan III nomor 48, Jakarta Barat, sekitar 450 meter dari Wihara Dharma Bakti. Vihara ini menjadi tempat sembahyang sekaligus destinasi religi yang sering dikunjungi wisatawan.

    Petak 9 yang kental dengan nuansa Tionghoa memang jadi destinasi pilihan bagi penyuka wisata budaya, sejarah, dan fotografi. Buat kamu yang mau jalan-jalan di sini, jangan lupa bawa payung atau sunscreen sehingga tetap nyaman traveling saat panas atau hujan.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute dan Akses Menuju Destinasi Wisata Petak Sembilan, Glodok


    Jakarta

    Kawasan wisata budaya dan kuliner Petak Sembilan di Glodok, Jakarta Barat bisa diakses dengan kendaraan umum. Simak di sini informasinya.

    Akhir pekan belum mempunyai rencana liburan? Petak Sembilan di kawasan Pecinan Glodok bisa jadi pilihan menarik. Kawasan ini dikenal sebagai surga kuliner khas Tionghoa, lengkap dengan suasana pasar yang dipenuhi toko China.

    Bukan hanya menyuguhkan makanan lezat, Petak Sembilan juga menawarkan pengalaman berjalan di antara gang sempit dengan aroma dupa, jajanan tradisional, hingga toko Cina yang legendaris. Tak heran jika kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.


    Masih bingung soal transportasi umum menuju ke sana? detikTravel sudah merangkum beberapa cara mudah menuju Petak Sembilan.

    Naik TransJakarta

    Perjalanan bisa dimulai dengan naik TransJakarta koridor 1 (Blok M-Kota) dan turun di Halte Glodok. Setelah itu, lanjutkan berjalan kaki sekitar 250 meter menuju kawasan Pecinan Jakarta atau dikenal juga sebagai Chinatown.

    Setelah melewati gapura khas Tionghoa di pintu masuk, lanjutkan berjalan sekitar 50 meter hingga menemukan Gang Petak 9 di sisi kanan jalan. Bagi yang baru pertama kali datang, disarankan bertanya kepada warga sekitar, karena gang ini tidak memiliki papan nama resmi yang menandai sebagai Petak Sembilan.

    Naik KRL

    Alternatif lain adalah menggunakan KRL. Naik kereta menuju arah Kampung Bandan dan turun di Stasiun Duri. Dari sana, berjalan sekitar 100 meter ke Jalan Duri Utama 1, kemudian naik mikrolet M41. Turun di Jalan Kemenangan 1 dan lanjutkan berjalan sekitar 200 meter menuju kawasan Petak Sembilan.

    Naik MRT

    Moda transportasi modern ini juga bisa jadi pilihan. Turun di Stasiun Bundaran HI, lalu lanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta koridor 1 dan turun di Halte Glodok. Selanjutnya, cukup berjalan kaki menuju kawasan Pecinan untuk menemukan Petak Sembilan.

    Petak Sembilan bukan sekadar destinasi kuliner, tetapi juga tempat untuk merasakan atmosfer budaya Tionghoa yang masih terjaga di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Jadi, siapkan kamera dan selera makan terbaikmu, karena setiap sudutnya siap memanjakan mata dan perut!

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com