Tag: gluten free

  • 5 Efek Diet Bebas Gluten, Terasa Lebih Lapar hingga Sembuhkan Alergi


    Jakarta

    Banyak berkembang diet sehat yang salah satunya memangkas asupan gluten. Ternyata ini efek yang akan terjadi pada tubuh jika menjalankan diet bebas gluten.

    Bagi segelintir orang kandungan gluten pada makanan menjadi komponen menyeramkan yang dapat masuk ke dalam tubuhnya. Gluten banyak terkandung pada makanan seperti roti, pas, kue, atau hidangan lain yang menggunakan campuran tepung terigu di dalamnya.

    Sebagian orang di dunia dilaporkan memiliki intoleran gluten yang memaksa mereka tidak mengonsumsi gluten sama sekali. Ternyata selain alasan kesehatan ada juga sebagian orang yang berminat untuk melakukan diet bebas gluten demi gaya hidupnya.


    Banyak dokter yang justru menyarankan untuk tidak pernah menghindari gluten karena ada beberapa efek yang akan terjadi pada tubuh. Mulai dari efek buruk hingga manfaat ini bisa terjadi jika kamu memangkas asupan gluten.

    Baca juga: Dessert by Dare: Legit Lembut Tiramisu Tres Lechess dan Gelato Rasa Alami

    Berikut ini 5 efek diet bebas gluten menurut Delish:

    5 Efek Diet Bebas Gluten, Terasa Lebih Lapar hingga Sembuhkan AlergiMengurangi asupan gluten secara drastis dapat menyebabkan konstipasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Thai Liang Lim

    1. Memicu konstipasi

    Komponen gluten yang ada pada roti, pasta, atau olahan tepung lainnya sebenarnya mengandung serat. Para ahli bahkan menyetujui jika kandungan serat pada gluten termasuk salah satu serat yang baik.

    Bagi tubuh yang terbiasa menerima asupan gluten, tentunya akan mengalami penyesuaian setelah kehilangan salah satu sumber seratnya. Buang air besar yang terhambat atau konstipasi atau sulit BAB seringkali dirasakan oleh mereka yang mencoba menjalani diet ini.

    Sistem pencernaan akan bekerja lebih keras ketika sumber serat yang dibutuhkan tiba-tiba hilang. Salah satu cara untuk menangkal efek samping ini adalah dengan meningkatkan asupan sayuran hijau atau biji-bijian.

    2. Lebih cepat lapar

    Pada individu yang mengalami intoleran gluten, asupan gluten justru akan memicu rasa tak nyaman pada perut. Efeknya selera makan akan hilang bahkan ada yang mengalami efeknya sepanjang hari.

    Tetapi untuk mereka yang menghindari gluten karena gaya hidup biasanya akan merasa cepat lapar. Hal ini terjadi karena tubuh kehilangan salah satu asupan karbohidratnya.

    Efek tersebut juga disebabkan karena ketika tidak ada asupan gluten nafsu makan juga akan meningkat. AHli gizi menyarankan untuk konsumsi mie yang terbuat dari sayuran sebagai pengganti asupan glutennya.

    Efek diet bebas gluten lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Membuat otak lebih fokus

    Sering merasa hilang fokus atau mengantuk setelah makan nasi atau mie? Efek tersebut dihasilkan oleh asupan gluten dan karbohidrat yang berlebihan masuk ke dalam tubuh.

    Ahli gizi dan peneliti mengungkapkan bahwa usu yang sehat berkaitan sangat erat dengan kesehatan mental dan tingkat fokus. Asupan karbohidrat dan gluten yang dikurangi dapat membantu sistem pencernaan menjadi lebih bersih dan sehat.

    Efeknya inflamasi pada usus akan menurun sehingga mikrobiota yang hidup dapat menciptakan lingkungan pada saluran pencernaan yang lebih bersih. Hasilnya baik kesehatan mental hingga fungsi otak akan meningkat.

    4. Energi meningkat

    5 Efek Diet Bebas Gluten, Terasa Lebih Lapar hingga Sembuhkan AlergiMenurut ahli, tubuh akan lebih berenergi jika mengurangi asupan gluten ke dalam tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/Thai Liang Lim

    Menurut penelitian asupan karbohidrat dan gluten sebenarnya mengonsumsi banyak energi untuk dicerna. Sehingga usai konsumsi gluten yang banyak biasanya lebih banyak orang merasa kelelahan daripada yang berenergi.

    Tetapi ketika asupan glutennya dikurangi maka tubuh akan memiliki cadangan energi yang lebih banyak. Energi yang biasanya dihabiskan pada proses mencerna gluten akan dialihkan pada kebutuhan lain seperti aktivitas sehari-hari.

    Selain itu kondisi saluran pencernaan yang lebih sehat juga membantu produksi energi yang lebih banyak. Beberapa penelitian menunjukkan efek positif pada partisipan yang mengurangi konsumsi karbohidrat atau gluten menjadi lebih berenergi sepanjang hari.

    5. Mengatasi alergi makanan

    Menjalankan diet bebas gluten ternyata dapat memberikan efek positif ternyata bagi mereka yang memiliki energi makanan. Asupan gluten yang seringkali masuk tak terkendali dapat memicu inflamasi di dalam tubuh.

    Sehingga ketika gluten dikurangi risiko terjadinya inflamasi juga akan berkurang. Diet bebas gluten diakui oleh ahli dapat membantu beberapa pasien yang mengalami gangguan pada pencernaan.

    Pemicu alergi di dalam pencernaan dapat berkurang ketika saluran pencernaan bebas dari pengaruh gluten. Sehingga ada beberapa kasus yang menunjukkan pelaku diet bebas gluten mengalami perbaikan pada alergi makanan yang diidapnya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Bahan Pembuatan Tepung Maizena, Ini Kegunaan hingga Kandungan Nutrisinya


    Jakarta

    Tepung maizena terbuat dari endosperm biji jagung yang kemudian diolah menjadi bubuk putih.

    Tepung maizena ini dikenal menjadi bahan pokok yang serbaguna. Oleh karena itu, simak yuk kandungan nutrisi hingga kegunaan tepung maizena berikut ini.

    Apa Itu Tepung Maizena?

    Dilansir laman Allrecipes, tepung maizena adalah tepung yang terbuat dari sari pati atau endosperm jagung kering yang dimurnikan dengan digiling halus.


    Endosperma sendiri merupakan bagian terbesar dari kernel, yang menjadi sumber energi utama bagi bibit tumbuhan. Karena tepung maizena hanya terbuat dari endosperm, maka ia bebas gluten (tak mengandung protein).

    Tepung maizena bisa diganti dengan tepung kentang, tepung beras, tepung tapioka, hingga bubuk garut.

    Apakah tepung maizena sehat? Tepung maizena sering disebut sebagai karbohidrat olahan, artinya tepung ini telah mengalami pemrosesan ekstensif dan nutrisinya telah dihilangkan.

    Dilansir laman Healthline, studi menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat olahan secara teratur, seperti tepung maizena ini bisa bisa berisiko negatif untuk kesehatan jantung. Selain itu, kekurangan tepung maizena juga bisa meningkatkan kadar gula darah.

    Kandungan Nutrisi Tepung Maizena

    Tepung maizena banyak mengandung karbohidrat. Berikut adalah kandungan nutrisi dari ΒΌ atau 29 gram tepung maizena:

    • 120 kalori
    • 0 gram protein
    • 0 gram serat
    • 28 gram karbohidrat
    • 0 gram lemak

    Kegunaan Tepung Maizena

    Secara umum, kegunaan dari tepung maizena yaitu maizena berfungsi untuk mengentalkan olahan atau saus atau resep kuah. Dalam hal ini, Tepung maizena punya kekuatan pengental dua kali lipat dari tepung biasa.

    Dalam pembuatan kue, penambahan tepung maizena bisa membuat kue menjadi kenyal. Selain itu, fungsi tepung maizena pada gorengan adalah untuk membantu membuat lapisan makanan yang lebih renyah.

    Itulah tadi penjelasan seputar tepung maizena mulai dari bahan, kandungan, hingga kegunaannya. Jadi, tepung maizena terbuat dari endosperm jagung dan biasa digunakan sebagai bahan untuk mengentalkan saus ataupun kuah.

    Semoga informasi ini menambah pengetahuanmu ya, detikers.

    (khq/inf)



    Sumber : food.detik.com

  • Gaduh Klaim Gluten Free Palsu di Jakarta, Ini Tips Pilih-pilih Bakery


    Jakarta

    Pekan ini, jagat maya Indonesia kembali diramaikan oleh masalah keamanan pangan. Sebuah bakery online di Jakarta, Bake n Grind, yang selama ini mengusung label gluten-free,dairy free, vegan, egg free, dan stevia & plant-based, ketahuan menjual produk yang ternyata masih mengandung gluten.

    Ironisnya, korbannya bukan orang dewasa yang sedang diet, melainkan seorang balita yang punya alergi gluten. Terlihat reaksi alergi yang cukup parah pada balita tersebut setelah memakan produk yang diklaim oleh bakery online tersebut bebas gluten.

    Unggahan sang ibu viral di media sosial, dan hasil uji laboratorium kemudian membenarkan dugaan publik yaitu positif mengandung gluten pada produk tersebut. Sang pemilik akhirnya meminta maaf dan berjanji akan bertanggung jawab.


    Kasus Bake n Grind berawal dari unggahan seorang ibu yang membagikan pengalaman anaknya mengalami reaksi alergi di sekujur badan setelah makan roti gluten free. Setelah viral, sampel produk diujikan oleh salah seorang influencer di PT Saraswanti Indo Genetech, dan hasilnya menunjukkan positif mengandung gluten.

    Lebih mengejutkan lagi, dikatakan produk tersebut ternyata tidak diproduksi sendiri, melainkan hasil repackaging dari toko lain.

    Apa Itu Gluten?

    Banyak orang mengenal makanan yang mengandung gluten adalah “zat yang bikin gemuk” atau “yang harus dihindari kalau ingin diet”. Pemahaman ini kurang tepat, sebab sebenarnya gemuk ditentukan oleh seberapa banyak kalori yang masuk dan kalori yang digunakan oleh tubuh. Sedangkan gluten adalah campuran dua protein alami yaitu gliadin dan glutenin yang terkandung dalam biji-bijian seperti gandum, jelai (barley), dan gandum hitam.

    Saat tepung dicampur air dan diuleni, gluten membentuk jaringan elastis yang membuat adonan roti menjadi mengembang, kenyal, dan lembut. Tanpa gluten, tekstur roti akan padat dan mudah hancur. Sebab itu banyak produk bebas gluten terasa kurang empuk dibanding roti biasa.

    Di industri pangan, gluten punya fungsi penting: menjaga bentuk, tekstur, dan kekenyalan makanan. Tapi bagi sebagian orang, terutama yang punya kelainan sistem imun atau alergi, gluten justru bisa memicu reaksi berbahaya bagi tubuh.

    Produk gluten-free sendiri didefinisikan sebagai makanan yang mengandung kurang dari 20 ppm (part per million) gluten, sesuai regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ambang ini dianggap aman bagi pengidap alergi gluten, karena tubuhnya masih bisa mentoleransi jumlah yang sangat kecil.

    Siapa yang Benar-Benar Butuh Gluten Free?

    Tak semua orang perlu diet bebas gluten. Bagi kebanyakan orang sehat, gluten tidak menimbulkan bahaya apa pun. Namun bagi kelompok tertentu, gluten bisa menjadi pemicu penyakit serius. Berikut di antaranya.

    1. Pengidap Celiac Disease

    Celiac adalah penyakit autoimun kronis dimana sistem imun tubuh menyerang jaringan usus halus setiap kali gluten masuk ke saluran cerna. Dampak yang ditimbulkan berat seperti perut kembung, diare berkepanjangan, berat badan turun, hingga gangguan penyerapan nutrisi.

    2. Pengidap Non-Celiac Gluten Sensitivity (NCGS)

    Tidak menyebabkan kerusakan usus seperti pengidap celiac, tapi pengidap NCGS bisa mengalami gejala mirip seperti nyeri kepala, kembung, nyeri sendi, dan kelelahan setiap kali mengonsumsi gluten.

    3. Pengidap Alergi Gandum

    Kondisi ini berbeda dari dua di atas. Tubuh bereaksi terhadap protein gandum, termasuk gluten, sehingga bisa menimbulkan ruam, gatal, hingga anafilaksis yaitu reaksi alergi berat yang bisa mengancam nyawa.

    Bagi anak-anak, terutama balita, paparan gluten dapat memicu reaksi lebih cepat dan lebih berat. Inilah yang membuat kasus bakery online asal Jakarta begitu sensitif karena korbannya adalah anak kecil dengan sistem imun yang belum begitu matang.

    Tips Aman Pilih Produk Gluten Free

    Belajar dari kasus bakery yang viral, konsumen dapat mengecek dengan teliti hal berikut agar tidak tertipu dengan label palsu saat memilih produk gluten free:

    1. Cek sertifikat resmi

    Label “gluten-free” seharusnya didukung oleh sertifikasi resmi dari lembaga kredibel atau izin edar yang jelas. Produsen yang serius biasanya mencantumkan nomor uji laboratorium atau logo sertifikasi Certified Gluten-Free di kemasan.

    2. Cek komposisi produk

    Produk yang benar-benar bebas gluten tidak akan mencantumkan bahan seperti gandum, jelai (barley), gandum hitam, atau malt. Jika menemukan istilah samar seperti modified starch atau flour blend tanpa penjelasan, sebaiknya waspada karena bisa saja terdapat kandungan gluten yang tersembunyi.

    3. Waspadai klaim berlebihan

    Klaim yang berlebihan justru patut dicurigai ketika tidak disertai dokumen pendukung atau hasil uji laboratorium yang terbuka untuk publik. Label gluten-free, dairy free, vegan, egg free, dan stevia & plant-based memang terlihat menarik, tapi seringkali hanya sebatas penarik perhatian tanpa bukti yang valid.

    4. Pilih produsen yang transparan

    Produsen yang jujur biasanya menyertakan alamat pabrik, izin edar, kontak layanan konsumen, bahkan hasil uji lab di situs atau media sosial. Transparansi seperti ini menandakan komitmen dan kejujuran produsen.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com