Tag: golongan

  • Pemilik Goldar Ini Disebut Lebih Rendah Risikonya Kena Serangan Jantung


    Jakarta

    Studi ilmiah terus menunjukkan korelasi antara penyakit kardiovaskular dan golongan darah. Individu bergolongan darah O lebih kecil kemungkinannya mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan golongan darah lainnya. Kok bisa begitu?

    Golongan Darah dan Penyakit Jantung Koroner

    Sebuah studi tahun 2012 yang dipublikasikan dalam Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology, mengungkapkan pembawa darah A, B, atau AB lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, dibandingkan dengan golongan darah O.

    Temuan menunjukkan tingkat serangan jantung dan gagal jantung yang lebih tinggi di antara pembawa darah non-O.


    Sebaliknya, golongan darah O memiliki efek perlindungan ringan, menurunkan risiko kejadian kardiovaskular yang signifikan. Peningkatan risiko pada golongan darah non-O mungkin terkait dengan kadar faktor pembekuan yang lebih tinggi dan penanda inflamasi tertentu, yang dapat berkontribusi pada penyumbatan arteri dan penyakit jantung seiring waktu.

    Selama lebih dari dua dekade, penelitian yang ketat menemukan bahwa individu dengan golongan darah non-O, yakni A, B, dan AB, memiliki risiko yang lebih tinggi sekitar 6-23 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O.

    Dikutip dari Times of India, temuan ini menunjukkan bahwa golongan darah O mungkin memiliki perlindungan kardiovaskular yang cukup. Itu kemungkinan karena kadar faktor pembekuan darah yang lebih rendah, seperti faktor von Willebrand dan faktor VIII, serta dampak positif pada penanda kolesterol dan peradangan.

    Secara spesifik, risikonya 11 persen lebih tinggi untuk golongan darah non-O.

    Risiko Stroke

    Golongan darah juga dikaitkan dengan risiko stroke, terutama pada kasus stroke yang terjadi pada usia dini. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A lebih rentan terhadap stroke sebelum berusia 60 tahun.

    Individu dengan golongan darah O memiliki risiko yang lebih rendah, dan inilah mengapa golongan darah mungkin menjadi komponen integritas kardiovaskular secara keseluruhan.

    Temuan studi tahun 2014, yang dipublikasikan dalam Jurnal Trombosis dan Hemostasis menyelidiki total 646 kasus dan menyimpulkan bahwa pada individu non-diabetes, golongan darah AB memiliki risiko stroke sekitar 1,6 hingga hampir 7 kali lebih tinggi dibandingkan dengan golongan darah O. Sementara risiko keseluruhan sekitar 1 hingga 3,3 kali lebih tinggi pada seluruh populasi.

    Mengetahui Golongan Darah Penting?

    Variasi risiko kardiovaskular berdasarkan golongan darah diduga disebabkan oleh variasi peradangan dan pembekuan darah. Individu golongan darah non-O memiliki konsentrasi faktor pembekuan darah, faktor VIII, dan faktor von Willebrand, yang lebih tinggi.

    Konsentrasi yang lebih tinggi tersebut berpotensi memicu pembentukan gumpalan darah yang berbahaya. Golongan darah non-O juga memiliki konsentrasi penanda inflamasi yang lebih tinggi, yang berpotensi menyebabkan perkembangan penyakit jantung dalam jangka panjang.

    Meskipun golongan darah tidak dapat diubah, mengetahui bahwa golongan darah O memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah akan memberikan panduan untuk pencegahan dengan penekanan. Pasien dengan golongan darah lain harus menjalani pemeriksaan kardiovaskular yang lebih intensif dan intervensi yang lebih berani terhadap variabel risiko, seperti pola makan, olahraga, dan tekanan darah.

    Pasien golongan darah O terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke di awal kehidupan, dibandingkan dengan pasien non-O. Penelitian ilmiah menunjukkan perbedaan faktor pembekuan dan peradangan dapat menjadi penyebab efek perlindungan tersebut.

    Memahami hal-hal detail ini dapat membantu tim medis dan pasien dalam membuat keputusan yang lebih tepat terkait pencegahan dan pengobatan kardiovaskular.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Daftar Lengkap Pemenang STQH Nasional 2025


    Jakarta

    Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 resmi berakhir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Provinsi Kalimantan Timur berhasil menyabet gelar juara umum, disusul DK Jakarta. Berikut daftar lengkap para pemenag.

    Keputusan pemenang dibacakan langsung oleh Ketua Dewan Hakim, Muchlis M. Hanafi, didampingi Wakil Ketua Dewan Hakim, Mursyidin, pada malam penutupan yang digelar di Tugu Religi Kendari.

    “Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa keputusan Dewan Hakim tidak dapat diganggu gugat,” ujar Muchlis, dalam keterangan persnya, Minggu (19/10/2025).


    10 Besar Pemenang STQH Nasional 2025

    Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 05/Kep.DH/STQHN-XXVIII/X/2025, tentang Penetapan Juara Umum dan Peringkat Provinsi STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Provinsi Sulawesi Tenggara, berikut daftar 10 besar provinsi yang menjadi pemenang di STQH Nasional ke-28.

    1. Kalimantan Timur (Juara Umum)
    2. DK Jakarta
    3. Sumatera Selatan
    4. Jawa Timur
    5. Riau
    6. Jawa Barat
    7. Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan
    8. Kepulauan Riau
    9. Sulawesi Tenggara
    10. Nusa Tenggara Barat

    Daftar Lengkap Pemenang STQH Nasional 2025

    Sementara itu, untuk daftar lengkap juara sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Nomor 04/Kep.MH/STQHN-XXVIII/X/2025 tentang penetapan peserta terbaik I,II, III, harapan I,II, III STQHN XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara adalah sebagai berikut:

    1. Cabang Tilawah Al-Qur’an

    Golongan Dewasa

    Qari Terbaik
    1. M. FAUJI RIDWAN (DK Jakarta)
    2. ARI WICAKSONO (Sumatra Selatan)
    3. JUMARLIN (Kalimantan Timur)
    Qari Harapan
    1. HABIBI RAHMAN (Bali)
    2. AHMAD KHAIRUL WILDAN (Banten)
    3. AHMAD SUAIB (Kalimantan Barat)
    Qariah Terbaik
    1. KHAIRUNNISA (Nusa Tenggara Barat)
    2. YANTI SUSANTI (DK Jakarta)
    3. ZULAIKHA (Kepulauan Riau)
    Qariah Harapan
    1. NADITA AISYAH FITRI (Kalimantan Timur)
    2. LUSIANA CARLI (Sumatra Selatan)
    3. ANGGI PUTRI SUHADI (Banten)

    Golongan Anak-Anak

    Qari Terbaik
    1. MUHAMMAD MURJANI ALAWI (Kalimantan Timur)
    2. MUHAMMAD AMMAR AL GAZALI (Sulawesi Tenggara)
    3. AHMAD DZURIQOH ASSYATHIR (Sumatra Selatan)
    Qari Harapan
    1. MUH. ZAKY IRSYAD BATUTA (Nusa Tenggara Barat)
    2. SYAHRUDDIN (Sulawesi Barat)
    3. ARFA ZAIDI HERNIANSYAH (Kalimantan Selatan)
    Qariah Terbaik
    1. SABILAH ROUDHATUL JANNAH (Sumatra Selatan)
    2. ASRI WAHYUNI (Kalimantan Timur)
    3. RABI’ATUL ASHFIA (Kalimantan Selatan)
    Qariah Harapan
    1. NURI MAULIA (DK Jakarta)
    2. SYAULA ZHAFIRA (Jawa Tengah)
    3. NASYHA SYHAHIRA FITRI (Riau)

    2. Cabang Hafalan Al-Qur’an

    Golongan 1 Juz & Tilawah

    Hafiz Terbaik
    1. MUHAMMAD ALVINO DINOVA TIRTA (Banten)
    2. FATHIR ZULFIYAN ALFI (Jawa Timur)
    3. MUHAMMAD NAJMI ALVARO (DK Jakarta)
    Hafiz Harapan
    1. YASYKUR ZHAFIR OZORA ENK (Kalimantan Timur)
    2. MUHAMMAD IZZUNNAFI AZZAMY (Sumatra Selatan)
    3. AZRUL HAKIM (Sumatra Barat)
    Hafizah Terbaik
    1. ALFIA ROHMAH (Kalimantan Timur)
    2. HAURA NOOR SHAFIYYA (Kalimantan Selatan)
    3. NUJHA KHAIRANI (Sumatra Utara)
    Hafizah Harapan
    1. FADWA ZHIRLY AZIKRA (DK Jakarta)
    2. DZAKIYAH TALITA SAKHI (Sumatra Barat)
    3. LALLA AFRAA (Jawa Timur)

    Golongan 5 Juz & Tilawah

    Hafiz Terbaik
    1. ALJUANDA KURNIANSYAH (Riau)
    2. MUHAMMAD RIFKY VEROZA RADITIAN (Kalimantan Timur)
    3. AZMI MUHAMMAD ASYRAF (DK Jakarta)
    Hafiz Harapan
    1. DHIYAUS SYAHMI (Aceh)
    2. MUHAMMAD IHSAN RAMADHAN (Jawa Barat)
    3. AHMAD FARHAT ALMUNJI (Sumatra Selatan)
    Hafizah Terbaik
    1. MUFIDATUL HUSNA (Kalimantan Selatan)
    2. KHAIRATUNNISA (DK Jakarta)
    3. NITA RAHMATIAH (Kalimantan Timur)
    Hafizah Harapan
    1. AIDA NOR FITRIYA (Jawa Timur)
    2. EKA SRI HARIANI (Riau)
    3. ZAHRAH SHAFIRA (Sumatra Utara)

    Golongan 10 Juz

    Hafiz Terbaik
    1. FEBRIAN NUR HAKIM (Jawa Timur)
    2. MUH. RIFALDI ALMUNAWAR SYAMSU (Sulawesi Tenggara)
    3. TANTOWI JAUHARI (Jawa Barat)
    Hafiz Harapan
    1. GARAL HABIBI SEMBIRING (Sumatra Utara)
    2. AHMAD KHOTHIB (Kalimantan Selatan)
    3. FARHAN RAHIMUDDIN MUNTHE (Riau)
    Hafizah Terbaik
    1. FADILA (Kalimantan Timur)
    2. NAFISAH ALMAIS AIDIYAH (DK Jakarta)
    3. SALFA AQILA (Kepulauan Riau)
    Hafizah Harapan
    1. LATIFAH NAILA (Riau)
    2. SITI NURUL FAIDAH (Jawa Barat)
    3. ORYZA RAYA KAMILY (Lampung)

    Golongan 20 Juz

    Hafiz Terbaik
    1. MUHAMMAD HABIBULHAQ AL HANIF (Riau)
    2. HELFAN RUSYDI (Kalimantan Timur)
    3. ZAKI MUHAMAD ALGHONI (Jawa Barat)
    Hafiz Harapan
    1. M SYAQI DIBRAN PRATAMA (Aceh)
    2. NANDA AL HAZMI HASIBUAN (DK Jakarta)
    3. MUH. HIJIR ISMAIL (Sulawesi Tenggara)
    Hafizah Terbaik
    1. FEHIMA NAJAHA ASY SYARIFAH (Jawa Timur)
    2. AS. SYIFA INSANI KAMILA (Sulawesi Tenggara)
    3. HIMMATUL ULYA RAIHANA (DK Jakarta)
    Hafizah Harapan
    1. QONITA AL ALIYAH SULAEMAN (Sulawesi Selatan)
    2. TSURAYYA ANIQA (Kalimantan Timur)
    3. MARYAM (Sumatra Barat)

    Golongan 30 Juz

    Hafiz Terbaik
    1. MUHAMMAD HASBI ASSIDIK (Kepulauan Riau)
    2. ACH FARHAN (Jawa Timur)
    3. HAFIDZ ADZ DZIKRI (DK Jakarta)
    Hafiz Harapan
    1. YUSUF MUBARAK (Kalimantan Barat)
    2. KHIYARULLAH (Aceh)
    3. MUHAMMAD HAIKAL AL GHIFARI (Kalimantan Timur)
    Hafizah Terbaik
    1. ALIIFAH KHANSAA’ DEWI (Kalimantan Timur)
    2. NURUL ZAHRA (Sumatra Barat)
    3. AISYAH HANIFAH (Sumatra Selatan)
    Hafizah Harapan
    1. SALWA SALSABILA (Nusa Tenggara Barat)
    2. ANNISAA (Jawa Barat)
    3. SALMA ARIFATUNNISA (Yogyakarta)

    3. Cabang Tafsir Al-Qur’an

    Golongan Bahasa Arab

    Mufasir Terbaik
    1. MUHAMMAD ANDI SAPUTRA (Kalimantan Timur)
    2. AHMAD MASYHUN (Nusa Tenggara Barat)
    3. FRAYENDA DELPESTRA (DK Jakarta)
    Mufasir Harapan
    1. KHOIRUMAN ARDIANSYAH AL RAMADHANI PUTRA ANANTA (Jawa Timur)
    2. KEVIN DENNIS FAUZAN (Lampung)
    3. ROZIN NASRULLAH (Sulawesi Selatan)
    Mufasirah Terbaik
    1. ARJU NAJLA KARIMA (Jawa Barat)
    2. MUSHLIHAH JAMALUDDIN (DK Jakarta)
    3. SAUDAH TSABITA (Kalimantan Timur)
    Mufasirah Harapan
    1. AISYAH AZ ZAHRA (Jawa Tengah)
    2. SALSABILAH RAMADHANI (Sulawesi Selatan)
    3. SITI SARAH (Aceh)

    4. Cabang Musabaqah Al-Hadits

    Golongan 100 Hadits dengan Sanad

    Muhadits Terbaik
    1. TAUFIQ HARDIANSYAH (Sumatra Utara)
    2. MOHAMMAD SYARHAN (Kepulauan Riau)
    3. YASIN ALBARR (Kalimantan Timur)
    Muhadits Harapan
    1. MOHAMMAD YUSUP ARDABILI (DK Jakarta)
    2. REZA RAMADHANI (Sumatra Selatan)
    3. AHMAD FAIZ (Sulawesi Selatan)
    Muhaditsah Terbaik
    1. NAYYA MELHANIE SALSABILA (Riau)
    2. ALEYA SILVA EKA PUTRI (DK Jakarta)
    3. FAKHIHATUN NIZAR NAZRULLAH (Kalimantan Timur)
    Muhaditsah Harapan
    1. ANNISA (Kalimantan Tengah)
    2. RAHMAH ASY SYIFA NURFADILAH (Lampung)
    3. ALYA MAFAZA (Jambi)

    Golongan 500 Hadits tanpa Sanad

    Muhadits Terbaik
    1. MIFTAH NURUL MA’ARIF (DK Jakarta)
    2. MUHAMMAD AKHIRUDDIN NASUTION (Sumatra Utara)
    3. MUHAMMAD ABDUL AZIZ (Jawa Barat)
    Muhadits Harapan
    1. MUH. FAWWAZ RIDHOULLAH (Sulawesi Tenggara)
    2. MUHAMMAD ISLAHUDDIN (Banten)
    3. HARITS LUQMAN HAKIM (Kepulauan Riau)
    Muhaditsah Terbaik
    1. IREN AGUSTINA (Sumatra Selatan)
    2. DEDEK RAHMAH (DK Jakarta)
    3. HILYATUL AULIA DALIMUNTHE (Sumatra Utara)
    Muhaditsah Harapan
    1. AULIA ZAHROTUN NISA (Jawa Tengah)
    2. SELVINA (Kalimantan Barat)
    3. NUR PADILA (Jambi)

    Golongan Karya Tulis Ilmiah Al-Hadits (KTIH)

    Putra Terbaik
    1. PRANANDA PRIYANDAN MAHMUD (Kalimantan Timur)
    2. ARIFIN HIDAYATULLAH (Kepulauan Bangka Belitung)
    3. MUHAMMAD DAFFA (Jawa Barat)
    Putra Harapan
    1. AHMAD MUBAROK (Sumatra Selatan)
    2. KHAERUL UMAM (DK Jakarta)
    3. PADLIANOR (Kalimantan Selatan)
    Putri Terbaik
    1. TARA AQILA HUMAYRA (Kalimantan Timur)
    2. BAHJATUN MAHMUDAH (Sumatra Selatan)
    3. ANGGER SULISTYARINI (Kalimantan Selatan)
    Putri Harapan
    1. MUTIARA ANDINI (Kepulauan Bangka Belitung)
    2. ALFI HASANAH (Riau)
    3. QUSTONIYAH NURUL MAHMUDAH (DK Jakarta)

    Selain cabang utama, STQH Nasional XXVIII juga menampilkan Festival Seni Budaya Islam. Pemenangnya adalah:

    • Juara 1: MAN Satoe Voice (Jawa Timur)
    • Juara 2: Bimillah (Bali)
    • Juara 3: Salten (Banten)
    • Harapan 1: Hidayatul Insan (Kalimantan Tengah)
    • Penampil Seni Kedaerahan Terbaik: Al Misbah (Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara)

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Golongan yang Tidak Berhak Menerima Sedekah, Siapa Saja?



    Jakarta

    Sedekah merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sedekah adalah memberikan sebagian harta atau benda yang dimiliki kepada orang lain yang membutuhkan dengan ikhlas.

    Anjuran mengeluarkan sedekah termaktub dalam dalil Al-Qur’an dan hadits. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 274,

    اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ٢٧٤


    Artinya: “Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih.”

    Namun, tidak semua orang berhak menerima sedekah. Terdapat beberapa golongan yang tidak berhak menerima sedekah, baik karena sudah memiliki harta yang cukup, atau karena ada larangan yang syar’i.

    Golongan yang Tidak Berhak Menerima Sedekah

    Siapa saja golongan yang tidak berhak menerima sedekah? Berikut penjelasannya:

    Menurut beberapa sumber, dijelaskan beberapa golongan yang tidak berhak menerima sedekah yaitu:

    1. Orang kafir

    Dikutip dari Buku Saku Terapi Bersedekah karya Manshur Abdul Hakim, bahwa para ulama dan ahli fikih menyepakati bahwa memberikan sedekah kepada orang kafir atau atheis hukumnya haram.

    Ibnu Mundzir mengatakan bahwa semua ulama sepakat bahwa kafir dzimmi (orang kafir yang dilindungi) tidak berhak menerima sedekah, hanya yang beragama Islam saja yang mendapatkan sedekah.

    Tidak diperbolehkan memberi sedekah pada orang kafir karena mereka adalah orang yang tidak mempercayai keberadaan Allah SWT dan tidak beriman kepada risalah Islam serta kenabian Muhammad SAW.

    Namun mereka boleh diberi harta berupa sedekah sunnah. Allah berfirman dalam surat Al-Insan ayat 8,

    اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا ٩

    Artinya: “(Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu.”

    Artinya, orang muslim yang memberikan sedekah sunnah kepada orang kafir tetap mendapatkan pahala.

    2. Bani Hasyim dan Budak Mereka

    Masih mengutip dari sumber buku yang sama, bahwa yang dimaksud Bani Hasyim adalah keturunan Ali bin Abi Thalib, keturunan Uqail bin Abi Thalib, keturunan Ja’far Abi Thalib, keturunan al-‘Abbas bin ‘Abdul Muthalib, dan keturunan Harits bin Abdul Muthalib.

    Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, sedekah itu tidak boleh diberikan kepada keluarga Muhammad. Sebab, sedekah adalah kotoran harta manusia.” (HR Muslim).

    Para ulama juga memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum Bani Hasyim menerima zakat maupun sedekah. Ada yang memperbolehkan, ada juga yang tidak memperbolehkan.

    Namun, Manshur Abdul Hakim dalam bukunya membenarkan pendapat ulama yang mengatakan bahwa Bani Hasyim boleh menerima zakat ataupun sedekah jika mereka tidak mendapatkan jatah dari Baitul Mal dan seperlima untuk kerabat rasul..

    3. Orangtua, anak, dan istri

    Para ulama sepakat untuk melarang memberi zakat dan sedekah kepada orangtua, anak, dan istri karena mereka adalah orang yang harus diberi nafkah, bukan sedekah.

    Namun jika mereka tergolong miskin dan terlilit hutang, maka suami boleh memberikan zakat atau sedekah.

    4. Proyek konstruksi

    Dikutip dari buku Fikih Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq bahwa zakat atau sedekah tidak boleh diserahkan untuk pembangunan konstruksi seperti pembangunan masjid, jembatan, perbaikan jalan, dll meskipun bernilai ibadah.

    Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 60 yang artinya,

    “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Kelompok yang Tidak Bisa Mencium Aroma Surga Menurut Hadits


    Jakarta

    Surga adalah tempat dengan berbagai kenikmatan yang telah dijanjikan Allah SWT bagi manusia yang taat kepada-Nya. Gambaran surga tercantum dalam sejumlah Al-Qur’an, salah satunya surat Az Zukhruf ayat 71:

    يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِّنْ ذَهَبٍ وَّاَكْوَابٍ ۚوَفِيْهَا مَا تَشْتَهِيْهِ الْاَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْاَعْيُنُ ۚوَاَنْتُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَۚ ٧١

    Artinya: “Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas dan di dalamnya (surga) terdapat apa yang diingini oleh hati dan dipandang sedap oleh mata serta kamu kekal di dalamnya.”


    Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam surga. Bahkan, ada beberapa kelompok yang tidak dapat mencium aroma surga. Siapa mereka?

    Kelompok yang Tidak Bisa Mencium Aroma Surga

    Menukil dari buku Ketika Ruh Dikembalikan oleh Rizem Aizid, berikut kelompok orang yang tidak bisa mencium aroma surga.

    1. Istri yang Meminta Cerai Tak sesuai Syariat

    Aroma surga tidak akan tercium oleh istri yang meminta cerai kepada suaminya namun tidak sesuai dengan syariat Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Wanita mana saja yang meminta perceraian dari suaminya ‘tanpa alasan yang benar, maka haram baginya bau surga.” (HR Abu Dawud)

    2. Mempelajari Agama untuk Duniawi

    Kelompok selanjutnya yang tidak dapat mencium aroma surga adalah mereka yang mempelajari agama hanya untuk kepentingan duniawi. Jadi, ilmunya hanya digunakan untuk memenuhi keinginan duniawi.

    Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi,

    “Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu dengan mengharap wajah Allah (yaitu ilmu agama), tidaklah ia mempelajarinya melainkan untuk memperoleh harta dunia, maka dia tidak akan mendapatkan harumnya bau Surga di hari Kiamat.” (HR Abu Dawud)

    3. Orang yang Menyemir Rambutnya dengan Warna Hitam

    Orang yang menyemir rambutnya dengan warna hitam juga termasuk kelompok yang tidak dapat mencium aroma surga. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Pada masa akhir zaman akan muncul suatu kaum yang menyemir rambutnya dengan warna hitam seperti tembolok burung merpati, mereka ini tidak akan mencium bau harum surga.” (HR Abu Dawud)

    4. Wanita yang Berpakaian tetapi Telanjang

    Wanita yang berpakaian tetapi telanjang menjadi salah satu dari kelompok yang tidak diperkenankan mencium aroma surga. Cara berpakaian seperti ini tidak dianjurkan dalam Islam.

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Dua golongan termasuk ahli neraka yang saya belum pernah melihatnya. Golongan pertama: suatu kaum memegang ‘cambuk’ seperti ekor sapi yang digunakan untuk mencambuki manusia, dan golongan kedua: wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka (2 golongan tersebut) tidak akan masuk surga, juga tidak akan mencium baunya, sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim)

    5. Orang yang Mencambuk Manusia

    Mengacu pada hadits di atas, kelompok lainnya yang tidak dapat mencium aroma surga adalah orang yang mencambuk manusia. Naudzubillah min dzalik.

    6. Orang yang Membunuh Orang Kafir yang Diharamkan untuk Dibunuh

    Membunuh orang kafir yang bukan musuh Islam termasuk golongan yang tidak bisa mencium aroma surga. Sebab, ada beberapa jenis kafir yang darahnya haram untuk ditumpahkan umat Islam, yaitu:

    • Kafir mu’ahad, yaitu kaum kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin
    • Kafir dzimmi, yaitu kaum kafir yang tunduk di bawah kekuasaan kaum muslimin
    • Kafir musta’min, yaitu orang kafir yang mencari perlindungan keamanan dari kaum muslimin

    Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi,

    “Barangsiapa membunuh seseorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga, padahal baunya surga bisa didapati dari perjalanan 70 tahun.” (HR Ahmad dan Nasa’i)

    7. Orang Sombong

    Kelompok lainnya yang tidak bisa mencium aroma surga adalah orang sombong. Sombong adalah sifat yang dibenci Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits, “Itu tidaklah termasuk kesombongan, sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi sombong itu adalah siapa yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia dengan kedua matanya.” (HR Ahmad)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com