Tag: gunung andong

  • Event Trail Run Terbesar Jateng! Taklukkan Jalur Legendaris MesaStila100 2025


    Jakarta

    Event tahunan yang memasuki edisi ke-15 ini akan digelar pada 4-5 Oktober 2025 dengan berlokasi di kawasan eksotis MesaStila Resort & Spa, Magelang.

    Mengusung semangat petualangan dan koneksi dengan alam, MesaStila100 dikenal luas sebagai salah satu trail run paling bergengsi dan menantang di Indonesia, dengan rute ikonik yang melintasi Gunung Andong, Gunung Kelir, dan Gunung Telomoyo di Jawa Tengah.

    Pasca pandemi dan di tengah dunia kerja yang makin serba digital, banyak dari kita yang terjebak di meja kerja selama berjam-jam. Akibatnya, muncul berbagai keluhan seperti stres, kelelahan kronis, hingga penurunan kebugaran tubuh. Trail running bisa jadi solusi menyeluruh, menggabungkan gerak fisik, udara segar, dan panorama alam yang menenangkan.


    MesaStila100 bukan hanya sekadar lomba. Ini adalah panggilan untuk kamu yang ingin re-connect dengan alam, menantang dirimu sendiri, sekaligus menikmati atmosfer komunitas yang suportif dan penuh semangat.

    Lima Kategori yang Disesuaikan dengan Tingkat Kemampuan

    Salah satu keunggulan MesaStila100 adalah fleksibilitas kategorinya. Kamu bisa menyesuaikan dengan tingkat kemampuan fisikmu:

    • 7K – Fun Run (EG ± 215m | COT: 2 jam)
    • 12K – Fun Run (EG ± 594m | COT: 3 jam)
    • 21K – Trail Run (EG ± 1313m | COT: 7 jam)
    • 37K – Trail Run (EG ± 2339m | COT: 11 jam)
    • 50K – Ultra Trail Run (EG ± 3542m | COT: 13 jam)

    Kategori 7K, 12K, dan 21K sangat cocok untuk kamu yang ingin mulai dari tantangan ringan hingga menengah, tanpa perlu pengalaman ekstrem. Tiket untuk kategori ini sudah bisa dibeli langsung melalui detikevent.

    Sementara untuk kamu yang sudah berpengalaman di dunia ultra trail, kategori 37K dan 50K bisa menjadi medan pembuktian diri. Namun, kamu perlu melalui proses kualifikasi terlebih dahulu melalui tautan ini, untuk memastikan kesiapan fisik dan keamanan selama race.

    Setiap peserta MesaStila100 2025 akan mendapatkan fasilitas lengkap yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik selama event. Mulai dari race jersey, BIB number, medali finisher, goodie bag, hingga air minum dan post-race refreshment tersedia untuk semua kategori. Khusus peserta 12K ke atas juga akan mendapatkan finisher jersey eksklusif.

    Bukan hanya itu, kamu juga akan mendapatkan hasil lomba, e-sertifikat, serta dokumentasi resmi dari penyelenggara. Setelah garis finish, nikmati post-race meal dengan standar sajian resort bintang lima. Buat kamu yang berhasil mencapai podium, tersedia juga hadiah penghargaan untuk juara 1, juara 2, dan juara 3, baik pria maupun wanita.

    Dengan fasilitas ini, MesaStila100 bukan cuma soal berlari, tapi juga soal menikmati proses, pencapaian, dan kenyamanan di tengah tantangan.

    Pendaftaran resmi dibuka mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2025, sementara pengambilan racepack dilakukan pada 3-4 Oktober 2025. Dengan kuota terbatas dan antusiasme peserta yang selalu tinggi, penting untuk mengamankan slot-mu sejak dini.

    Terutama jika kamu termasuk dalam generasi aktif yang ingin mengubah gaya hidup lebih sehat, mindful, dan aktif. Trail run seperti MesaStila100 juga bisa jadi momen berkumpul dan healing bersama teman, komunitas lari, atau bahkan keluarga. Karena di balik setiap tanjakan dan turunan, ada kepuasan yang nggak bisa diukur dengan angka.

    Jangan lewatkan keseruannya, yuk ikut meriahkan MesaStila 2025 dan beli tiketnya melalui detikevent!

    (krs/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Mau Ikutan Trail Run MesaStila100 2025? Hal-hal Ini Wajib Kamu Tahu


    Jakarta

    Trail run bukan sekadar olahraga biasa, menjadi salah satu ajang untuk menantang diri, menyatu dengan alam, dan menyusuri jejak petualangan yang tak terlupakan. Salah satu event paling dinanti para pelari lintas alam di Indonesia adalah MesaStila100, dan edisi 2025 siap kembali digelar pada 4-5 Oktober 2025 di Magelang, Jawa Tengah.

    Sebelum kamu klik tombol daftar, ada baiknya menyimak beberapa hal penting yang perlu diketahui agar kamu bisa siap secara fisik, mental, dan logistik.

    1. MesaStila100, Lebih dari Sekadar Lomba Lari


    MesaStila100 adalah event trail run berskala internasional yang menawarkan pengalaman lari di jalur pegunungan dengan lanskap eksotis dan budaya lokal yang kental. Berlokasi di kawasan MesaStila Resort & Spa, event ini menggabungkan tantangan fisik dengan kenyamanan fasilitas premium dan keramahan penduduk setempat.

    Jalur trail akan membawamu melewati hamparan kebun kopi, hutan tropis, bukit terjal, serta desa-desa yang masih alami di sekitar lereng Gunung Andong, Merbabu, dan Telomoyo. Medan yang dilalui bukan hanya menantang, tapi juga menyegarkan mata dan hati.

    2. Pilihan Kategori, Cocok untuk Pemula Hingga Ultra Runner

    MesaStila100 dikenal sebagai event yang inklusif. Ada 5 kategori utama yang bisa dipilih:

    • 12K : Cocok untuk pemula yang ingin mencoba trail run
    • 21K : Half marathon dengan kombinasi tanjakan dan jalur alami
    • 42K : Full marathon dengan intensitas sedang
    • 65K : Level ultra, mulai menantang daya tahan dan stamina
    • 100K : Puncak dari semua kategori, untuk pelari ultra berpengalaman

    Masing-masing kategori memiliki cut off time yang berbeda-beda. Untuk kategori ultra (65K dan 100K), peserta diharuskan membawa mandatory gear seperti headlamp, raincoat, hydration pack, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

    3. Persiapan Fisik dan Mental Sangat Penting

    Jalur trail berbeda total dari jalur aspal. Kamu akan berhadapan dengan:

    • Elevation gain yang signifikan
    • Tekstur medan berupa tanah, batu, akar pohon, hingga jalan setapak licin
    • Variasi cuaca: kabut pagi, panas siang, dan kemungkinan hujan

    Karena itu, penting untuk melakukan latihan lari di medan yang menyerupai kondisi nyata. Disarankan untuk memulai program latihan minimal 2-3 bulan sebelum race day, termasuk latihan kekuatan otot, teknik downhill, dan manajemen energi.

    4. Fasilitas dan Benefit yang Bikin Lari Makin Nyaman

    Setiap peserta akan mendapatkan race jersey, BIB number, goodie bag, medali finisher, dan e-sertifikat. Khusus peserta 12K ke atas juga akan mendapat finisher jersey eksklusif. Tersedia juga water station dan medical point di sepanjang jalur untuk memastikan kamu tetap aman dan terhidrasi.

    MesaStila100 juga dikenal sebagai event yang ramah komunitas. Banyak peserta datang tidak hanya untuk berlari, tapi juga berlibur bersama keluarga. Tersedia akomodasi nyaman di kawasan resort, pilihan kuliner lokal, serta atraksi budaya di sekitar area lomba.

    Beberapa komunitas lari pun sudah menjadikan MesaStila100 sebagai ajang tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi antar pelari dari berbagai kota dan negara.

    Daftar Sekarang Sebelum Terlambat!

    • Tanggal Registrasi : May 1, 2025 – August 31, 2025
    • Tanggal : 4-5 Oktober 2025
    • Lokasi: MesaStila Resort & Spa, Magelang

    Seluruh peserta wajib mengikuti race briefing dan memahami aturan serta protokol keselamatan. Informasi detail tersedia di halaman registrasi resmi.

    Yuk, daftar sekarang juga hanya melalui detikevent!

    (krs/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • 7 Gunung untuk Pemula yang Wajib Ditaklukan


    Jakarta

    Mendaki gunung mungkin bakal jadi aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan bagi sebagian orang. Lalu, bagaimana jika kamu baru mencobanya atau masih pemula?

    Tidak semua gunung cocok untuk pemula, karena alasan medan dan tingkat kesulitan yang tinggi. Tentunya, penting bagi pemula untuk memilih gunung yang tepat agar pendakian bisa berjalan, aman, nyaman dan menyenangkan.

    Rekomendasi Gunung untuk Pemula

    Gunung-gunung dengan jalur pendakian yang lebih ringan, waktu tempuh singkat, hingga pemandangan yang memukau bisa menjadi pilihan yang ideal untuk memulai pendakian. Berikut adalah rekomendasi Gunung yang cocok untuk pemula:


    1. Gunung Gede-Pangrango

    Lokasi: Jawa Barat

    Pagi di alun alun Surya KencanaSuasana di alun alun Surya Kencana, Gunung Gede Pangrango. Foto: dok.detik

    Gunung Gede-Pangrango memiliki ketinggian 2.958 mdpl. Gunung ini membentang di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

    Selain ramah untuk pendaki pemula, pendakian ini juga terkenal dengan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

    2. Gunung Andong

    Lokasi: Magelang, Jawa Tengah

    Gunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel MerbabuGunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel Merbabu Foto: Muchus Budi R/detikcom

    Dilansir situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 mdpl. Pendakiannya ada di antara Desa Ngablak dan Desa Tlogorejo, Grabag, Kabupaten Magelang.

    3. Gunung Ijen

    Lokasi: Jawa Timur

    Wisatawan mancanegara (wisman) bisa kembali menikmati keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Sebelumnya, gunung dengan pemandangan kawah hijau tosca itu ditutup untuk wisman sejak awal pandemi COVID-19.Keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Ardian Fanani/detikcom

    Gunung Ijen memiliki ketinggian sekitar 2.799 mdpl. Gunung Ijen cocok dijadikan pilihan bagi pemula, karena jalur lintasannya tidak terlalu curam, mudah dipijak, dan banyak spot istirahat bagi pendaki.

    Salah satu yang terkenal dalam pendakian ini yaitu di Kawah Ijen ada fenomena blue fire yang bisa disaksikan sekitar jam 01.00-04.00 pagi.

    Fenomena blue fire terjadi saat zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem dari celah gunung berapi. Jika beruntung, pendaki akan melihat api biru menawan yang menyala.

    4. Gunung Batur

    Lokasi: Bali

    Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka).

    Gunung Batur memiliki ketinggian 1.717 mdpl. Pendakian Gunung Batur cocok bagi pemula karena jarak dan waktu pendakiannya tak terlalu lama.

    Rute Toya Bungkah jadi jalur yang dipilih untuk pemula, karena jalurnya tergolong tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga ada titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit.

    5. Gunung Prau

    Lokasi: Dieng, Jawa Tengah

    Gunung PrauGunung Prau. Foto: (Uje Hartono/detikcom)

    Gunung Prau memiliki ketinggian sekitar 2.590 mdpl. Gunung ini sangat cocok untuk pemula, karena punya jalur pendakian yang cukup mudah.

    Jika memilih Jalur Patak Banteng rute pendakian bisa lebih singkat untuk ke puncaknya. Ditambah, di puncak gunungnya juga memiliki pemandangan dan pesona matahari terbit yang indah.

    6. Gunung Pakuwaja

    Lokasi: Wonosobo, Jawa Tengah.

    Gunung Pakuwaja memiliki ketinggian 2.421 mdpl. Selain ramah pemula, jika kamu berhasil puncak kamu akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan perbukitan Dieng yang hijau Gunung Sindoro, Slamet, Merapi, Merbabu, hingga Telomoyo di kejauhan.

    Umumnya, untuk sampai puncak Gunung Pakuwaja pendaki menempuh waktu sekitar 1.5 jam. Jika melalui jalur Dieng Plateau dan Parikesit, maka waktu tempuhnya 2 sampai 3 jam sampai puncak.

    7. Gunung Nglanggeran

    Lokasi: DIY Yogyakarta

    Sensasi Mendaki Gunung Api Purba NglanggeranSensasi Mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran Foto: Putu Intan/detikcom

    Gunung Nglanggeran memiliki ketinggian 700 mdpl. Pendakian Gunung Nglanggeran disebut sebagai andalan para pendaki pemula, karena waktu tempuhnya sekitar 1 – 2 jam saja.

    Mengutip laman Kelurahan Kelurahan Nglanggeran, ada dua puncak terpisah yakni bagian Barat dan Timur. Namun, umumnya para pendaki lebih memilih camping di puncak Barat karena akses yang lebih mudah. Puncak Timur bisa dipilih kalau kamu mau menyaksikan keindahan sunrise di Gunung ini.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Rekomendasi Wisata Magelang, Tempat Berburu Sunrise Hingga Kota M



    Jakarta

    Magelang bersinar akhir pekan ini lewat Festival Lampion Waisak 2025. Buat traveler yang tengah berada di kota itu, ada delapan rekomendasi destinasi wisata selain Candi Borobudur.

    Tahun ini, Hari Raya Waisak jatuh pada Senin (12/5/2025). Perayaannya kembali dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

    Magelang terletak di sebelah utara Yogyakarta dan sebelah selatan Semarang. Perjalanan dari Yogyakarta ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1-2 jam, sedangkan dari Semarang ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1,5-2 jam.


    Untuk mencapainya, traveler bisa menggunakan bus umum atau travel, baik dari Yogyakarta atau pun Semarang.

    Nah, saat sudah berada di Magelang, traveler bisa memilih destinasi lain di samping Candi Borobudur sebagai pusat pelaksanaan Festival Lampion Waisak yang disarikan dari rilis Kemenpar dan sumber lain.

    Berikut 8 rekomendasi wisata Magelang:

    1. Museum dan Kampung Seni Borobudur

    Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan beserta rombongan meninjau Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (19/9/2024).Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang (Eko Susanto/detikJateng)

    Tidak jauh dari Candi Borobudur, ada Museum dan Kampung Seni Borobudur sebagai pilihan destinasi yang bisa dikunjungi sebelum atau sesudah mengikuti acara Festival Lampion Waisak. Sesuai namanya, daya tarik tempat ini adalah area museum yang berisi replika arca singa Candi Borobudur, miniatur candi, patung Buddha, dan lukisan Borobudur karya Affandi.

    Di bagian luar, pengunjung bisa berfoto-foto dengan latar dinding besar berisi relief yang menggambarkan perjalanan Candi Borobudur dan kehidupan setempat.

    Museum dan Kampung Seni Borobudur juga menjadi tempat yang tepat untuk berburu oleh-oleh. Mulai dari aksesoris, kerajinan tangan, hingga kaos dan kain tersedia dengan harga relatif terjangkau.

    Jika ingin mengabadikan momen, area Top Selfie memungkinkan pengunjung bisa berfoto dengan latar pemandangan Bukit Menoreh. Ada juga area Amphitheatre yang sering kali menjadi venue event dan pertunjukan kebudayaan, atau sekadar bersantai menikmati suasana.

    Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk ke museum ini.

    2. Taman Baca Melek Huruf

    Taman Baca Melek Huruf adalah tempat terbaik untuk mengenal Magelang lebih dalam. Di sini terdapat lebih dari 1.000 koleksi literatur, mulai dari buku fiksi, buku non-fiksi, buku anak, majalah, hasil riset, hingga statistik mengenai Magelang yang dapat dibaca di tempat secara gratis.

    Pengunjung juga akan dimanjakan dengan latar pemandangan kebun dan Perbukitan Menoreh. Taman Baca Melek Huruf juga menyediakan aneka kudapan rumahan sebagai teman ngobrol dan membaca buku.

    Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman liburan seru, tersedia juga area penginapan Taman Baca Melek Huruf dengan tarif Rp 500 ribu per malam. Menariknya, penginapan ini menawarkan fasilitas tur yang bisa disesuaikan dengan selera pengunjung untuk mengeksplorasi tempat-tempat di Magelang.

    Taman Baca Melek Huruf berada di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kabupaten Magelang dan dapat dikunjungi mulai Jumat – Senin pukul 10.00 – 18.00 WIB.

    3. Punthuk Setumbu

    Punthuk SetumbuSunrise di Punthuk Setumbu (Raina Widita Swasti)

    Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur di Magelang adalah Punthuk Setumbu. Area ini sering disebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati momen matahari terbit. Daya tarik utama dari Punthuk Setumbu adalah area perbukitan menawan dengan latar Candi Borobudur dan pegunungan.

    Terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), Punthuk Setumbu mempunyai suasana yang sejuk. Oleh karena itu, destinasi wisata Magelang ini biasa menjadi pilihan favorit liburan anak muda maupun keluarga sambil menikmati pemandangan matahari terbit.

    4. Dusun Butuh

    Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. Deretan rumah berwarna-warni diketinggian 1.600 mdpl yang berada di kaki Gunung Sumbing itu hampir mirip dengan kontur yang ada di Pegunungan Himalaya, Nepal.Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. (Kemenparekraf)

    Dusun Butuh, dikenal dengan julukan “Nepal van Java”, merupakan kawasan permukiman yang berada di dataran tinggi lereng Gunung Sumbing. Lokasinya yang berada di ketinggian 1.620 mdpl membuat suasana Dusun Butuh seringkali disandingkan dengan desa-desa dataran tinggi Pegunungan Himalaya.

    Seperti permukiman dataran tinggi pada umumnya, Dusun Butuh berlatar panorama indah area persawahan terasering dan rumah-rumah di perbukitan. Saat sunrise, dusun ini terlihat makin cantik dengan sinar matahari yang menembus kabut dan menyinari pemukiman.

    Desa Butuh menjadi titik awal bagi pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Sumbing, yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.

    5. Gunung Andong

    Sensasi Mendaki Gunung AndongJalur pendakian Gunung Andong (Eko Susanto/detikcom)

    Dengan ketinggian 1.726 mdpl, Gunung Andong adalah pilihan favorit para pendaki pemula. Terlebih, gunung ini mempunyai trek pendakian yang landai sehingga relatif mudah dilalui untuk sampai ke puncak.

    Tak hanya dikenal sebagai destinasi pendakian, Gunung Andong juga kerap menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan. Oleh karena itu, Gunung Andong juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata ikonik Magelang yang menarik untuk dikunjungi.

    6. Wisata Getek Balong

    Wisata Getek Balong merupakan salah satu aktivitas menyusuri Sungai Progo dengan menggunakan rakit bambu tradisional sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam. Jeram-jeram kecil dan batu-batuan andesit di tengah sungai menjadi rintangan yang menambah keseruan wisata ini.

    Fakta menariknya, wisata ini merupakan bentuk replikasi kehidupan masyarakat setempat pada zaman dahulu yang memanfaatkan Sungai Progo untuk mengambil batuan dan mengantarnya dengan getek sebagai bahan pembangunan Candi Borobudur.

    Oleh karena itu, Wisata Getek Balong juga menjadi salah satu bagian dari Borobudur Trail of Civilization, perjalanan wisata tematik yang terinspirasi dari relief-relief Candi Borobudur.

    7. Kota M di Serial Netflix Gadis Kretek

    Serial Gadis Kretek yang tayang di Netflix pada 2 November 2023 berhasil menarik perhatian publik, salah satunya karena latar misterius bernama ‘Kota M’. Penulis novelnya, Ratih Kumala, mengungkap bahwa ‘Kota M’ merupakan kota fiktif yang terinspirasi dari Muntilan, sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang.

    Petunjuknya terlihat dari posisi geografis Muntilan yang berada di antara Yogyakarta dan Magelang, serta referensi budaya khas seperti tape ketan dan wajik Nyonya Pang yang juga disebutkan dalam cerita.

    Muntilan yang sebenarnya memiliki sejarah panjang dan peran strategis sebagai pusat perdagangan dan pendidikan sejak era kolonial. Pernah menjadi bagian dari Kesultanan Yogyakarta hingga dikuasai Inggris dan Belanda, Muntilan berkembang pesat pada awal abad ke-20 dengan hadirnya jalur kereta api, kantor pos, dan sekolah modern dari misi Katolik.

    8. Bukit Rhema

    Bukit Rhema, yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam, adalah salah satu destinasi unik di Magelang yang menawarkan pemandangan alam spektakuler dan bangunan ikonik berbentuk burung merpati besar. Bangunan itu juga dikenal sebagai gereja ayam, karena bentuk kepalanya menyerupai ayam jantan. Padahal, sebenarnya bangunan itu didirikan sebagai rumah doa lintas agama oleh Daniel Alamsjah pada tahun 1990-an.

    Terletak di perbukitan Menoreh, destinasi itu menjadi populer setelah muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta 2, dan kini menjadi salah satu spot foto paling favorit di sekitar Borobudur.

    Selain arsitekturnya yang menarik, Bukit Rhema juga menawarkan pengalaman spiritual dan edukatif. Di dalam bangunan terdapat ruang-ruang doa, galeri sejarah pembangunan, hingga spot merenung di bagian mahkota.

    Pengunjung juga bisa naik ke puncak kepala burung untuk menikmati panorama 360 derajat yang menakjubkan-dengan latar Gunung Merapi, Merbabu, dan Borobudur di kejauhan. Tempat ini cocok untuk mereka yang mencari suasana tenang, inspiratif, sekaligus instagramable.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Gunung Terindah di Jawa Tengah untuk Liburan di Akhir Pekan



    Yogyakarta

    Jawa Tengah kaya akan alam yang indah, termasuk gunung. Pendakian ke 5 gunung ini bisa jadi aktivitas liburanmu selanjutnya.

    Gunung-gunung di Jawa Tengah menjulang gagah dengan segudang cerita. Tiap gunung memiliki karakteristik masing-masing dari sisi geologi, ekosistem, maupun mitos yang membayanginya.

    Bukan hanya aktivitas fisik, pendakian ke gunung-gunung ini menjadi sebuah perjalanan spiritual dan budaya yang diincar oleh banyak wisatawan.


    Dikumpulkan detikTravel, inilah 5 gunung terindah Jawa Tengah untuk dijelajahi.

    1. Gunung Prau

    Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantis Foto: Rifkianto Nugroho

    Terletak di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Gunung Prau menjadi salah satu tempat pendakian favorit, terutama pendaki pemula. Memiliki ketinggian 2.565-2.590 mdpl, gunung ini terkenal dengan matahari terbitnya yang dramatis, latanya gunung Sindoro, Sumbing dan Merapi.

    Setelah matahari terbit, Anda akan disuguhi bukit-bukit kecil yang bergelombang menyerupai “Bukit Teletubbies” yang ikonik, ditumbuhi ilalang dan bunga-bunga liar. Keberadaan fenomena golden sunrise dan bukit teletubbies menjadikan Prau sebagai salah satu gunung di Jawa Tengah yang paling unik dan paling banyak diminati, terutama di akhir pekan.

    2. Gunung Merbabu

    Birunya langit dan hamparan putihnya awan manjakan mata para pendaki akan keindahan panorama di puncak gunung merbabu dari ketinggian 3.142 mdpl.Birunya langit dan hamparan putihnya awan manjakan mata para pendaki akan keindahan panorama di puncak gunung merbabu dari ketinggian 3.142 mdpl. Foto: Dok. Team Choral Adventure

    Gunung Merbabu adalah salah satu gunung api aktif. Terletak di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Semarang, gunung ini memiliki keunikan dari hamparan sabananya yang terkenal sebagai ‘Karpet Hijau’ di ketinggian 3.142 mdpl.

    Sabana Merbabu menawarkan pemandangan padang rumput hijau yang membentang seolah tak berujung, diselingi pohon-pohon edelweis dan bukit-bukit kecil. Pemandangan ini sangat kontras dengan gunung-gunung lain di Jawa yang mungkin didominasi hutan lebat.

    Sabana di Merbabu, seperti Sabana 1, Sabana 2, dan terutama di Pos Helipad (Puncak Kenteng Songo), seringkali menjadi spot favorit para pendaki untuk beristirahat dan berfoto. Saat musim kemarau, rumput-rumput ini akan mengering dan menguning, menciptakan nuansa Afrika yang eksotis. Merbabu menjadi gunung yang sangat ramah bagi pendaki pemula maupun profesional yang ingin menikmati pemandangan terbuka dan camping di bawah bintang-bintang.

    3. Gunung Sindoro

    Gunung SindoroGunung Sindoro Foto: Gema Bayu Samudra/d’Traveler

    Disebut sebagai kembaran Gunung Sumbing, Sindoro adalah gunung api yang masih aktif. Terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, keunikan Sindoro terletak pada kawahnya yang masih aktif dan mengeluarkan belerang. Ini menciptakan efek magis dan dramatis bagi pendaki di ketinggian 3.153 mdpl.

    Pendakian Sindoro cukup menantang, membutuhkan fisik yang prima. Namun, lelah akan terbayar lunas dengan pemandangan dari puncak yang luar biasa, meliputi hamparan awan, gunung-gunung lain di sekitarnya, serta kota-kota di bawahnya. Di beberapa jalur pendakian, Anda juga akan menemukan padang edelweis yang cantik, bunga abadi khas pegunungan.

    4. Gunung Andong

    Gunung AndongGunung Andong Foto: Pemkab Magelang

    Berlokasi di Kabupaten Magelang, Gunung Andong menjadi pilihan favorit bagi pendaki pemula dengan ketinggian 1.726 mdpl. Keunikan utamanya adalah pemandangan 5 gunung sekaligus dari puncaknya, yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Ungaran. Ini adalah bonus luar biasa yang jarang ditemukan di gunung lain.

    Pendakian ke puncak Andong biasanya hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam, menjadikannya pilihan ideal untuk pendakian singkat atau hiking santai. Dari puncak, Anda bisa menikmati panorama alam yang luas, perkebunan warga, dan desa-desa di bawahnya. Selain pemandangan, Andong juga memiliki beberapa jalur pendakian yang berbeda, menawarkan variasi pengalaman bagi pengunjung.

    5. Gunung Sumbing

    Gunung sindoro diselimuti awanSunset dari Gunung Sumbing Foto: detik

    Kembaran Gunung Sindoro ini memiliki ketinggian 3.371 mdpl, menjadikannya tertinggi ketiga di Pulau Jawa. Puncak Gunung Sumbing menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler, lautan awan, dan langit penuh bintang saat malam hari.

    Keunikannya adalah memiliki dua kawah (kawah mati dan kawah aktif) di puncaknya, meskipun kawah aktifnya tidak selalu terlihat jelas. Sumbing juga dikenal dengan vegetasi hutan tropisnya yang masih sangat alami, dengan keragaman flora dan fauna yang kaya.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com