Tag: gunung

  • 10 Wisata Gunung Bromo yang Bisa Dikunjungi saat Libur Idul Adha


    Jakarta

    Gunung Bromo di Jawa Timur termasuk tempat wisata pilihan yang dapat dikunjungi, terlebih saat libur panjang seperti waktu libur Idul Adha nanti. Di sana, ada sejumlah destinasi wisata menarik yang patut dikunjungi.

    Gunung Bromo masuk ke dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan menjadi satu-satunya gunung berapi aktif di sana. Wisatawan bisa menyaksikan panorama matahari terbit (sunrise) dari berbagai spot yang ada hingga melakukan aktivitas seperti menunggangi kuda dan naik mobil jip.

    Penasaran? Temukan rekomendasi objek wisata Gunung Bromo yang bisa dikunjungi saat libur Idul Adha 2024 pada uraian di bawah.


    Rekomendasi Objek Wisata Gunung Bromo

    Berdasarkan catatan detikcom, berikut objek wisata di Gunung Bromo yang patut dikunjungi wisatawan.

    1. Penanjakan 1

    Penanjakan Bromo 1Panorama Gunung Bromo dari Penanjakan 1. (Faiq Azmi/detikcom)

    Kalau ingin menyaksikan matahari terbit, Penanjakan 1 bisa jadi spot pilihan. Lokasi ini merupakan titik tertinggi di antara lainnya yang pas sekali untuk melihat sunrise. Letaknya di ketinggian sekitar 2.770 mdpl (meter di atas permukaan laut).

    Penanjakan 1 bisa dibilang spot terbaik dan paling populer bagi para pemburu sunrise Gunung Bromo. Dari sini, pesona matahari terbit bisa terlihat sangat cantik nan eksotis dengan masih tertutup kabut di sekelilingnya.

    2. Penanjakan 2

    Penanjakan 2 merupakan spot tertinggi kedua di TNBTS. Lokasinya sekitar di ketinggian 2.400 mdpl. Dan Penanjakan 2 termasuk spot alternatif untuk menikmati matahari terbit. Selain itu, di sini juga biasa menjadi tempat untuk menyaksikan sunset Gunung Bromo.

    3. Pasir Berbisik

    Pesona Pasir Berbisik Bromo.Naik mobil jip di Pasir Berbisik Bromo. (M Rofiq/detikJatim)

    Kawasan Gunung Bromo terkenal dengan hamparan pasirnya yang luas. Area ini dikenal dengan sebutan Pasir Berbisik. Di sini terkenal sebagai spot bagus untuk berfoto maupun swafoto yang instagramable.

    Di samping itu, traveler juga bisa melakukan aktivitas seperti naik mobil jip, mengendarai motor trail, hingga menunggang kuda.

    4. Bukit Cinta

    Bukit Penanjakan sedang direnovasi, kini wisatawan yang ingin menikmati terbitnya matahari (sunrise) di kawasan Gunung Bromo pun beralih ke Bukit Cinta, Probolinggo, Jatim.Wisatawan menikmati matahari terbit (sunrise) di Bukit Cinta. (Ari Saputra/detikcom)

    Lagi-lagi untuk menikmati matahari terbit, wisatawan dapat mendatangi Bukit Cinta. Di spot ini, panorama Gunung Bromo yang indah juga tampak dengan jelas. Selain itu, pemandangan gunung lain yakni Semeru dan Arjuno bisa terlihat pula dari sini. Kalau ke Bukit Cinta, tentunya traveler tidak boleh melewatkan untuk berfoto ya.

    5. Bukit Mentigen

    Tidak jauh dari pintu masuk TNBTS, Bukit Mentigen bisa ditemukan. Meski tidak setinggi Penanjakan 1 dan Penanjakan 2, bukit ini juga termasuk spot berburu sunrise yang bagus di Cemoro Lawang, Ngadisari, Probolinggo.

    Untuk ke sini, wisatawan tidak usah naik jip melainkan bisa cukup trekking atau berkendara motor. Lokasinya sekitar 1 km dari gapura selamat datang objek wisata Seruni.

    6. Bukit Kingkong

    Spot lain untuk melihat matahari terbit yaitu Bukit Kingkong. Bukit ini berada di ketinggian sekitar 2.700 mdpl. Panorama sunrise di sini cukup berbeda dari lainnya, walau begitu tidak kalah bagus lho.

    Disebut Bukit Kingkong lantaran salah satu sisinya menyerupai kepala kingkong jika dilihat dari kejauhan. Bukit ini dikenal juga dengan nama Bukit Kedaluh, yang artinya penghargaan akan kesuburan tanah wilayah Tengger. Sebutan tersebut diberikan langsung oleh masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo.

    7. Pura Luhur Poten

    Pura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung BromoPura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung Bromo. (Budi Sugiharto)

    Di Gunung Bromo ternyata juga terdapat pura yang bisa dikunjungi lho, yakni Pura Luhur Poten. Pura ini merupakan tempat ibadah pemeluk agama Hindu di sekitar sana. Meski begitu, wisatawan dapat mendatangi pura ini.

    Pura Luhur Poten dikatakan sudah berdiri sejak awal abad ini. Saat perayaan Nyepi, pura ini selalu ramai oleh orang yang hendak beribadah.

    8. Bukit Teletubbies

    Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas. (Rachman_punyaFOTO)

    Walau terkenal dengan hamparan pasirnya, di kawasan Gunung Bromo juga ada padang rumput hijau kok yaitu Bukit Teletubbies. Dahulunya dinamakan Lembah Jemplang. Padang savana ini memiliki luas sekitar 382 hektare.

    Bukit Teletubbies termasuk spot di Bromo yang tidak boleh terlewatkan. Terlebih, wisatawan wajib berfoto karena spot perbukitannya yang tak biasa.

    9. Pos Dingklik

    Letak Pos Dingklik di ketinggian 2.463 mdpl. Ini juga merupakan spot alternatif untuk menyaksikan matahari terbit di Gunung Bromo. Di samping itu, traveler juga akan menikmati panorama Gunung Batok yang tampak sejajar dengan kita.

    10. Kawah Bromo

    kawah gunung bromoKawah Gunung Bromo. (Devy Rizkillah/d’Traveler)

    Gunung Bromo bukan hanya menyediakan spot bagus untuk melihat sunrise nih. Tapi gunung ini menawarkan objek wisata yang tak kalah menarik. Ada Kawah Bromo yang pesonanya tak boleh diabaikan.

    Untuk ke sini, wisatawan perlu berjalan kaki terlebih dulu dan menaiki ratusan anak tangga. Meski harus berlelah-lelah dahulu, rasa letihnya bakal terbayarkan kok dengan pemandangan Kawah Bromo yang eksotis.

    Nah, itu tadi sederet wisata Gunung Bromo yang tidak boleh terlewatkan kalau traveler sedang berkunjung ke sana. Jadi, tempat mana nih yang tertarik kamu kunjungi?

    (azn/inf)



    Sumber : travel.detik.com

  • 12 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula


    Jakarta

    Bagi pendaki pemula, disarankan memilih gunung dengan jalur pendakian aman. Selain itu, lingkungan dan jalur pendakian sudah umum diketahui para pendaki.

    Persiapkan pula fisik dengan baik dan cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang info gunung yang hendak didaki. Misalnya kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal buruk terjadi.

    Kalau sedang cari info gunung di Indonesia untuk pendaki pemula, bisa simak uraian di bawah ini ya.


    Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

    Ada sejumlah gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. Berdasarkan catatan detikcom, berikut rekomendasinya:

    1. Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat)

    Gunung Gede PangrangoGunung Gede Pangrango Foto: Syahril Anwar/d’Traveler

    Gunung Gede-Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa Barat untuk mendaki. Lokasinya terletak di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan ketinggian 2.958 mdpl.

    Jalur Cibodas merupakan trek yang paling sering dilewati dan cocok untuk pendaki pemula. Treknya landai dan pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Di sepanjang jalan, traveler bakal menemukan sejumlah spot seperti Telaga Biru, air terjun, serta air panas.

    Nantinya, pendaki juga bisa menemukan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

    2. Gunung Bromo (Jawa Timur)

    Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD asSUBAIDI

    Traveler pasti sudah tak asing dengan Gunung Bromo. Gunung yang masih aktif ini dapat dengan mudah ditaklukkan oleh pendaki pemula. Treknya tidak terlalu curam bahkan bisa dilalui oleh kendaraan, seperti mobil jeep maupun sepeda motor.

    Walau tidak begitu sulit untuk didaki, pendaki harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak. Barulah di sama traveler dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo dan area sekelilingnya, serta menemukan Kawah Bromo yang aktif.

    Selain dijadikan tempat mendaki, gunung ini merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sekelilingnya terdapat sejumlah spot yang juga bisa didatangi, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Pasir Berbisik, hingga Pura Luhur Poten.

    3. Gunung Prau (Jawa Tengah)

    Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo.Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikJateng

    Dengan ketinggian sekitar 2.590 mdpl, Gunung Prau termasuk gunung di Jawa Tengah yang ramah bagi pendaki pemula. Akses dan medan yang landai dan kebanyakan terdiri dari tanah berundak membuatnya tidak sulit untuk didaki.

    Jalur Patak Banteng bahkan punya rute pendakian yang lebih singkat karena lebih dekat dengan puncak. Untuk pendaki pemula yang kehabisan tenaga juga bisa menyewa ojek yang tersedia.

    Selain jalur pendakiannya yang terbilang mudah, Gunung Prau jadi favorit pendaki lantaran disebut-disebut memiliki pesona matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara.

    4. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

    Gunung Kelimutu terletak di Flores, NTT, punya 3 danau yang bisa berubah warna. Di puncak, wisatawan juga bisa menikmati kopi sembari menyaksikan keindahan danau yang aduhai.Gunung Kelimutu dan danau tiga warna. Foto: Budi Sugiharto

    Gunung Kelimutu di Flores punya ketinggian sekitar 1.639 mdpl. Dengan ketinggiannya itu, gunung ini juga punya trek yang mudah dilewati oleh pendaki pemula.

    Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga danau atau kawah yang warnanya bisa berubah-ubah. Karena itu, terkenal dengan nama Danau Tiga Warna. Keindahan danau ini sudah tersohor di dalam maupun ke luar negeri lho.

    Untuk menuju puncak, traveler dapat mengambil jalur Ende dan menuju Desa Moni di lereng gunung. Mulai desa tersebut, ekspedisi mendaki Gunung Kelimutu dapat dimulai.

    5. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

    gunungGunung Papandayan. Foto: (Basri Bachtiar/d’Traveler)

    Gunung Papandayan yang terletak di Garut, memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Medannya yang cenderung landai juga jadi alasan gunung ini populer di kalangan pendaki pemula.

    Selain itu, pendaki bakal terhipnotis oleh hamparan alam yang disajikan Gunung Papandayan. Sejumlah kawah vulkanik, hutan pegunungan, hingga padang edelweis akan memanjakan mata selama perjalanan menuju puncaknya.

    6. Gunung Andong (Jawa Tengah)

    Asap memutih di Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dilaporkan terbakar, Rabu (8/11/2023).Gunung Andong. Foto: Dok Kasi Trantib Kecamatan Ngablak

    Berada di Kabupaten Magelang, digemari pemula lantaran treknya yang tidak terjal dan waktu tempuhnya yang cenderung singkat. Meski begitu, panorama alam yang disuguhkan nggak kaleng-kaleng nih.

    Gunung Andong punya empat puncak, yaitu Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap. Dari puncaknya ini, pendaki dapat menyaksikan pemandangan deretan gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, hingga Telomoyo. Jajaran perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang memukau juga dapat terlihat.

    Untuk naik ke puncak, pendaki bisa menempuh beberapa jalur yakni dari selatan (Jogja, Ketep Magelang, dan Purworejo), dari utara (Semarang, Salatiga, Ungaran, Boyolali, dan Solo), serta dari barat (Grabag, Wonosobo, Secang, Temanggung, dan Parakan).

    7. Gunung Batur (Bali)

    Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur. Foto: Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)

    Di Pulau Bali juga ada gunung yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Batur. Pendakian di gunung ini memiliki jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

    Untuk menuju puncak, rute Toya Bungkah dapat dipilih karena jalurnya tergolong mudah dilalui dan tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga terdapat beberapa titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.

    8. Gunung Burangrang (Jawa Barat)

    Gunung Burangrang ramah untuk para pendaki pemula meski tidak terlalu populer. Lokasinya berada Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, serta masih satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Parahu.

    Jalur pendakian ke puncaknya bisa ambil via Legok Haji. Treknya cukup landai dan ada di beberapa titik ada spot yang sedikit curam. Walau begitu, jalur ini adalah yang tercepat. Puncak Gunung Burangrang dapat dijangkau dalam waktu 3-4 jam saja, tergantung kondisi masing-masing.

    9. Gunung Ijen (Jawa Timur)

    Gunung Ijen termasuk gunung di Jawa Timur yang jadi favorit para pendaki, termasuk pemula. Gunung ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit. Jalur lintasannya cukup lebar, tidak terlalu curam, mudah dipijak, serta terdapat banyak tempat istirahat.

    Selain itu, Gunung Ijen memiliki daya tarik yang tak dimiliki gunung lainnya lho. Di Kawah Ijen terdapat fenomena blue fire yang hanya terletak di dua lokasi saja di dunia. Fenomena alam ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 01.00-04.00 pagi.

    Fenomena blue fire terjadi ketika zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem yang muncul dari celah gunung berapi. Dari situ, terbentuklah api biru menawan yang menyala.

    10. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

    Gunung Sibayak di Karo memiliki ketinggian kisaran 2.172 mdpl. Gunung ini termasuk yang ramah pemula dengan jalurnya yang sudah cukup jelas dan treknya yang tidak terlalu terjal. Di sisi lain, waktu tempuhnya pun cukup singkat sekitar 2-3 jam saja tergantung kondisi fisik.

    Kalau tertarik mendaki tipis-tipis di gunung ini, bisa ambil jalur Desa Jaranguda yang paling sering dilalui wisatawan atau jalur Desa Semangat Gunung yang diklaim paling mudah tapi letaknya agak jauh dari pusat kota.

    11. Gunung Sindoro

    Ada lagi gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula, yakni Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini menyajikan pemandangan yang memukau saat matahari terbit maupun terbenam.

    Jalur Kledung menjadi jalur yang populer dipilih karena berada dekat dengan jalan provinsi. Selain itu, rute ini memiliki petunjuk jalan yang jelas yang menuntut sampai ke puncak. Terdapat pula banyak pos yang dapat menjadi acuan sehingga memudahkan para pendaki.

    12. Gunung Tanggamus (Lampung)

    Gunung Tanggamus termasuk gunung di Lampung yang sering didaki oleh komunitas pencinta alam. Panorama alam yang ditawarkan begitu indah. Pendaki dapat menyaksikan kabut putih tebal yang menutup lembah di pagi dan sore hari.

    Gunung yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini tergolong ramah bagi pendaki pemula. Puncaknya yang berada di 2.101 mdpl dapat dijangkau lewat jalur pendakian yang sudah jelas dan trek yang landai.

    Nah, itu tadi sederet gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. So, traveler tertarik mendaki gunung yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tempat Hiking dan Camping di Kaki Gunung Merapi



    Yogyakarta

    Tankaman Natural Park menjadi tempat beragam aktivitas di luar ruangan yang pas buat traveler yang menyukai aktivitas pendakian dan kemping.

    Dengan pemandangan bukit hijau yang memukau, area camping yang nyaman, jalur tracking yang menantang, dan warung makan yang menggugah selera, tempat ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati alam sambil beraktivitas.

    Hafiz, ketua pengelola Tankaman Natural Park, berbagi cerita tentang berbagai kegiatan yang bisa dilakukan di kawasan wisata yang ada di Kaliurang Timur, Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu.


    Yuk simak rekomendasi aktivitas di Tankaman Natural Park:

    1. Pemandangan Bukit Hijau

    Salah satu daya tarik utama Tankaman Natural Park adalah pemandangan bukit hijau yang mengelilinginya. Suasana masuk hutan alami dengan berbagai suasananya di segala cuaca juga menjadi poin plus.

    Selain itu, di sini traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi jika cuaca bersahabat

    “Pemandangan di sini sangat menakjubkan, terutama di pagi hari ketika udara masih segar dan Gunung Merapi terlihat jelas,” ujar Hafiz.

    Pengunjung disarankan datang sekitar pukul 7 pagi untuk mendapatkan pemandangan terbaik dan menikmati suasana yang masih sejuk dan segar.

    2. Area Camping

    Bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman bermalam di alam terbuka, Tankaman Natural Park menyediakan area camping yang nyaman.

    “Area camping kami dirancang agar pengunjung dapat menikmati suasana alam yang tenang dan damai,” kata Hafiz.

    Area ini sering digunakan oleh kelompok kecil seperti mahasiswa atau perkumpulan teman-teman untuk acara bakar-bakar atau kegiatan lainnya. Untuk penggunaan partai besar seperti perkemahan sekolah belum ada pertimbangan.

    “Saat long weekend atau liburan sekolah, area camping kami sering penuh dengan pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berbeda,” tambahnya.

    3. Tracking Pendakian

    Untuk para pecinta petualangan, Tankaman Natural Park menawarkan jalur tracking yang menantang. Bersama guide, traveler akan diajak menapaki jalur pendakian di sekitar area hutan sejauh 4 kilometer dengan estimasi 3 jam perjalanan.

    “Kami memiliki jalur tracking yang memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk mencapai jembatan Plunyon,” kata Hafiz.

    Jalur ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan pengalaman mendaki yang seru. Pengunjung diwajibkan menggunakan jasa tour guide yang disediakan dengan reservasi terlebih dahulu untuk memastikan keamanan selama tracking.

    “Fasilitas tracking mencakup dua kali makan, snack, tongkat tracking, dan parkir,” dia menambahkan.

    Untuk harganya sesuai dengan jumlah pack pemesan, berikut daftar lengkapnya
    Kelompok 1-3 orang dikenai Rp 100.000/orang
    Kelompok 4-6 orang dikenai Rp 80.000/orang
    Kelompok di atas 7 orang dikenai Rp 70.000/orang

    4. Warung Makan

    Setelah lelah beraktivitas, pengunjung bisa menikmati hidangan lokal di warung makan yang ada di Tankaman Natural Park. Warung ini menjadi tempat favorit pengunjung untuk bersantai dan menikmati hidangan setelah lelah beraktivitas. Dengan menu yang bervariasi, warung ini juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga sekitar.

    “Warung kami menjual makanan titipan dari warga sekitar, sehingga pengunjung bisa menikmati makanan lokal yang lezat,” kata Hafiz.

    Traveler bisa menikmati berbagai hidangan mulai dari mie, mendoan, hingga lauk pauk khas rumahan. Disediakan sekitar 6 rumah kerucut yang bisa dipakai untuk makan, kemudian area outdoor dengan meja kursi lengkap, serta pendopo dengan meja kursi yang lebih besar. Traveler akan mendapatkan sesasi makan ditemani udara sejuk dan view yang memukau di sini.

    5. Aktivitas Jeep dan ATV

    Selain camping dan tracking, Tankaman Natural Park juga bekerja sama dengan jalur jeep dan ATV, yaitu Kaliurang Explore. Aktivitas ini menambah daya tarik tempat ini bagi pengunjung yang mencari petualangan lebih.

    “Pengunjung jeep biasanya diberikan kopi break atau makanan di Tankaman,” kata Hafiz.

    Dengan segala pesonanya, Tankaman Natural Park tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal dan sinergi komunitas di Kaliurang Timur. Tempat ini merupakan bukti bahwa dengan komitmen dan kerjasama, alam dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusaknya.

    “Kami ingin tetap menjaga suasana alami di sini dan berencana mengelola kebun kopi serta menawarkan wisata memetik dan meracik kopi langsung,” ujar Hafiz.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Yeh Pikat nan Memikat di Desa Wisata Taro



    Jakarta

    Desa Wisata Taro memiliki pesona alam yang memukau. Salah satu permata tersembunyi adalah trekking menuju air terjun Yeh Pikat.

    I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro, menjelaskan nama Yeh Pikat berasal dari kata “Yeh” yang dalam bahasa Bali artinya air dan “Pikat” yang artinya menarik. Yeh Pikat merupakan sebuah air terjun yang terletak di sebelah barat Desa Taro.

    “Makna nama itu, Yeh kan artinya air dan pikat itu berarti memikat hati kita untuk datang ke air terjun ini. Karena suasananya adem dan airnya bersih. Jadi memikat kita untuk datang dan berlama-lama disana,” kata Gede Ardika.

    Bentuk air terjun yang cantik dengan dikelilingi tebing batu, membuat air terjun Yeh Pikat menjadi lokasi menarik berburu foto. Ukuran air terjun ini relatif kecil. Tingginya tidak lebih dari 6 meter dan aliran airnya pun tidak terlalu deras. Dengan begitu, traveler dapat berkunjung ke tempat wisata alam ini dengan aman.

    Sebelum terkenal dengan air terjunnya yang cantik, Yeh Pikat juga sudah dikenal sebagai tempat untuk melukat dan membersihkan diri. Konon beberapa pancoran di areal Yeh Pikat bisa menyembuhkan penyakit.

    “Sebelumnya yang terkenal itu pancoran Yeh Pikat, mitosnya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Misalnya untuk sakit mata, sakit kepala, dan sakit perut. Pancurannya itu ada lima,” kata Ardika.

    Kepercayaan lain yang tumbuh di tengah masyarakat desa mengenai air terjun ini adalah kekuatan magisnya. Air terjun ini merupakan mata air campuhan, karena Yeh Pikat merupakan tempat pertemuan antara dua sungai. Selain melukat, masyarakat Taro Kaja (Taro Utara) juga menggunakan mata air di Yeh Pikat ini sebagai lokasi dilakukannya upacara pitra yadnya yaitu ngaben atau sering disebut “memanah”.

    Yeh Pikat bisa menjadi salah satu air terjun yang tergolong hidden gem. Untuk sampai ke air terjun ini, traveler harus menuruni ratusan anak tangga dan melakukan susur sungai. Pemandangan tebing batu yang besar nan eksotis akan menemani perjalanan traveler untuk sampai ke Yeh Pikat.

    Untuk mengeksplor keindahan Yeh Pikat Waterfall, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 25.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 75.000 untuk wisatawan domestik komplit dengan pemandu. Air terjun ini buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.

    “Waktu terbaik untuk berkunjung itu pagi hari, karena masih sejuk, banyak burung, dan matahari juga belum terlalu menyengat,” kata Ardika.

    Traveler juga bisa mencoba aktivitas trekking ke Yeh Pikat Waterfall di Desa Taro yang berada di Tegallalang, Gianyar, Bali itu dengan harga Rp 250.000 per orangnya dengan minimal 5 orang. Biaya ini sudah termasuk agenda trekking ke Yeh Pikat, Pura Agung Gunung Raung, dan The Fire Flies Garden. Traveler juga sudah mendapatkan fasilitas pemandu dan coffee break.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Back To Nature di Ekowisata Kalitalang



    Klaten

    Wisata alam yang paket komplit bisa ditemui di Ekowisata Kalitalang. Dari sini, Gunung Merapi terlihat dengan gagah saat cuaca bersahabat.

    Ekowisata Kalitalang, yang terletak di Desa Balerante, Klaten, Jawa Tengah, pas untuk traveler yang menyukai petualangan. Memiliki pembeda pemandangan spektakuler Gunung Merapi dan suasana padang rumput yang luas, tempat itu merupakan destinasi ideal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat dalam suasana alam yang tenang.

    Kalitalang mengangkat konsep ecosystem dengan menghadirkan eco-tourism, photo spot, camping dan tracking. Lokasinya berjarak 31 kilometer dari jantung kota Klaten atau butuh waktu sekitar satu jam lebih jika ditempuh dari Tugu Yogyakarta.


    Banyak aktivitas yang dapat di jajal di sini, mulai dari sekedar hunting foto hingga merencanakan kemah yang menyenangkan. Letaknya yang berada di ketinggian 1.120 mdpl juga cocok untuk latihan tracking melintasi kawasan ekowisata.

    “Kesini nyoba buat tracking ringan karena jalurnya tidak sesusah itu, jadi aksesnya mudah untuk semua orang,” kata Naufal, salah satu pengunjung yang ditemui detikTravel

    Yuk, simak ulasan aktivitas di ekowisata Kalitalang, Klaten:

    1. Easy Hiking di Tengah Keindahan Alam

    Salah satu daya tarik utama Ekowisata Kali Talang adalah jalur hiking yang mudah. Naufal, seorang pengunjung, menjelaskan bahwa jalurnya tidak terlalu sulit, memungkinkan akses bagi banyak orang untuk menikmati keindahan alam sekitar tanpa kesulitan yang berarti.

    Dari jalur hiking ini, pengunjung dapat dengan jelas melihat Gunung Merapi yang megah serta menikmati panorama padang rumput yang terhampar luas.

    2. Aktivitas Camping dan Fotografi

    Bagi penggemar camping, Ekowisata Kali Talang menyediakan berbagai paket camping mulai dari tenda glamping hingga tenda standar, dilengkapi dengan perlengkapan seperti cooking set dan lampu tenda.

    Suasana udara sejuk di pagi hari dan pemandangan matahari terbenam yang memukau menjadikan tempat ini sebagai pilihan ideal untuk menghabiskan malam bersama keluarga atau teman-teman.

    Spot-spot foto yang tersebar di sekitar lokasi juga menawarkan latar belakang yang sempurna dengan Gunung Merapi dan hamparan rumput sebagai pemandangan utama.

    3. Mengenal Lebih Dekat Lokalitas dan Budaya

    Tidak hanya itu, kunjungan ke Ekowisata Kali Talang juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan warga setempat yang ramah. Warga sering kali memanfaatkan padang rumput ini untuk mencari pakan ternak, menciptakan suasana yang hangat dan menyambut bagi para pengunjung.

    Selain itu, keberadaan objek wisata ini dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi menambah nilai ekologis dan kelestarian alam yang dijaga oleh para pemuda setempat.

    4. Akses dan Fasilitas

    Meskipun akses jalan menuju lokasi masih perlu diperbaiki, Ekowisata Kali Talang tetap menawarkan pengalaman berharga bagi setiap pengunjung. Dengan biaya masuk yang terjangkau sebesar Rp 5.000 per orang serta tersedianya area parkir yang aman, pengunjung dapat dengan nyaman menikmati berbagai fasilitas yang disediakan.

    Dengan segala keindahannya, Ekowisata Kali Talang dijamin membuat siapa pun yang mengunjunginya merasa terpesona dan ingin kembali lagi. Untuk para pencinta alam dan petualang, tempat ini tidak hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga tempat untuk menciptakan kenangan tak terlupakan di tengah alam yang masih asri dan indah.

    (fem/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Anak Rambut Gimbal hingga Embun Es


    Jakarta

    Dataran Tinggi Dieng memiliki banyak keunikan sehingga menjadi tempat wisata unggulan di Jawa Tengah. Terlebih pada waktu-waktu tertentu, wisatawan akan berdatangan ke Dieng untuk menikmati sejumlah atraksi.

    Dataran Tinggi Dieng berada di dua daerah, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Kebanyakan destinasi wisata berada di Kabupaten Banjarnegara. Sebelum traveler pergi ke sana, simak dulu 7 hal unik Dieng berikut ini.

    7 Keunikan Wisata Dataran Tinggi Dieng

    Berikut ini 7 keunikan dari Dataran Tinggi Dieng yang traveler wajib ketahui:


    1. Anak Bajang Rambut Gimbal

    Salah satu yang paling unik di Dieng adalah adanya anak bajang berambut gimbal. Anak-anak ini berambut gimbal alami dan dipercaya sebagai keturunan leluhur Dieng,yaitu Kyai Kolodete.

    Dalam acara Dieng Culture Festival yang digelar tiap tahun, anak-anak ini akan diruwat dengan memotong rambut gimbalnya untuk menghilangkan keburukan. Orang tua anak tersebut akan memberikan hadiah sesuai permintaan si anak.

    2. Desa Tertinggi di Pulau Jawa

    Dieng memiliki desa yang letaknya tertinggi di Pulau Jawa, yakni di ketinggian 2.306 mdpl. Tempat ini bernama Desa Sembungan yang berpenduduk sekitar 1.300 jiwa. Desa ini dipercaya sebagai desa induk di kawasan Dieng.

    3. Negeri di Atas Awan

    Lokasinya yang berada di ketinggian, membuat Dieng memiliki pemandangan alam yang menakjubkan. Dieng juga dijuluki sebagai negeri di atas awan. Dieng juga memiliki beberapa spot menarik untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam.

    4. Punya 22 Kawah

    Dieng adalah dataran vulkanik aktif yang bisa mengeluarkan gas beracun sewaktu-waktu. Dahulu, Dieng adalah sebuah kawasan gunung berapi yang terdiri dari Gunung Prau, Gunung Jimat, Bukit Rogo Jembangan, dan Tlerep. Kini gunung-gunung tersebut menjadi lembah alam di kawasan Dieng.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut ada 22 kawah di kawasan Dieng. Di Kabupaten Banjarnegara, antara lain terdapat Kawah Timbang, Kawah Sinila, Kawah Sigludug, dan Kawah Sileri.

    Di Kabupaten Batang antara lain terdapat Kawah Sibanger, Kawah Wanapria, Kawah Wanasida, dan Kawah Siglagah. Di Kabupaten Wonosobo, terdapat Kawah Sikidang, Kawah Sikunang, Kawah Pulosari, dan Kawah Pakuwojo.

    5. Tempat Dewa Bersemayam

    Konon, Dieng merupakan tempatnya para dewa bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Jawa Kawi, yaitu ‘di’ dan ‘hyang’. Di berarti tempat atau gunung, sedangkan Hyang berarti dewa/dewi/leluhur. Maka Dihyang atau Dieng berarti pegunungan tempat para leluhur atau para dewa bersemayam.

    Dari sebuah prasasti yang ditemukan, Dieng dahulunya dipakai sebagai tempat ibadah. Prasasti Gunung Wule yang berasal dari tahun 861 Masehi mencatat instruksi kepada seseorang untuk menjaga bangunan suci di area yang disebut Dihyang.

    6. Penghasil Carica

    Keunikan lainnya, Dieng merupakan penghasil buah carica. Buah ini mirip pepaya namun ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih renyah. Buah ini berasal dari dataran tinggi Andes Amerika Selatan. Carica sering dibuat manisan dan sering menjadi oleh-oleh wisatawan.

    7. Embun Es Dieng

    Yang terakhir adalah adanya fenomena embun es Dieng. BMKG menjelaskan fenomena embus es atau frost di Dieng merupakan salah satu aspek cuaca yang istimewa.

    Fenomena ini muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.

    Embun es biasanya berlangsung pada periode waktu terbatas, terutama saat kemarau (Juni – Oktober). Meski Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat, frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa syarat kondisi cuaca terpenuhi.

    Demikian tadi 7 hal unik Dataran Tinggi Dieng yang menjadikan tempat wisata ini menarik, antara lain adanya anak bajang berambut gimbal, hingga kemunculan embun es.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Tempat Wisata Murah di Bali, Ada yang Bayar Seikhlasnya Saja!


    Jakarta

    Bali tidak pernah kehabisan tempat wisata memukau. Dari sekian banyak spot wisata yang ada, beberapa di antaranya dapat diakses dengan tarif yang murah meriah saja.

    Tempat-tempat ini bisa banget dikunjungi kalau ingin healing atau melepas penat sebentar dari hiruk pikuk kehidupan. Karena menawarkan pemandangan alam ciamik yang memanjakan mata.

    Kamu dapat mendatangi sejumlah tempat wisata ini bersama keluarga maupun pasangan. Jadi, di mana saja tempat wisata murah di Bali? Simak pada uraian di bawah ini.


    Rekomendasi Wisata Murah di Bali

    Berikut beberapa tempat wisata murah meriah di Pulau Dewata yang bisa banget dikunjungi:

    1. Nusa Gede Island (Peninsula Island)

    • Lokasi: Nusa Dua, Benoa, Kuta Selatan, Badung
    • Parkir: Rp 5.000 (motor)

    Bisa datangi Peninsula Island kalau ingin menikmati wisata murah yang komplet. Di sini traveler dapat berjalan santai di area taman hijau tertata rapi yang ditumbuhi bunga warna-warni. Pengunjung juga boleh berolahraga pagi sore seperti jogging dan lari.

    Karena areanya luas, kamu dapat menikmati panorama laut, sunrise dan sunset, hingga menjelajahi pantai di kawasan ini. Dapat ditemukan pula sejumlah patung dan monumen khas Pulau Dewata. Tenang, setiap sudut tempat ini bisa dijadikan spot aesthetic kok.

    Untuk biaya masuknya, kamu hanya dikenakan tarif parkir kendaraan saja. Terdapat sejumlah warung makan, kafe, restoran, dan toilet umum di sini.

    2. Pantai Pandawa

    • Lokasi: Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung
    • Harga tiket masuk: Rp 8.000-10.000 per orang
    • Parkir: Rp 2.000 (motor), Rp 5.000 (mobil)

    Kalau mau ke pantai pasir putih bersih yang cantik dengan view laut biru jernih, bisa kunjungi Pantai Pandawa. Meski sudah cukup ramai, panorama pantai maupun di perjalanannya benar-benar ciamik. Deretan tebing dan patungnya bisa jadi background foto Instagramable.

    Di pantai ini, traveler boleh bermain pasir atau sekadar main air. Bisa pula mendayung kano atau menyusuri pinggir laut menggunakan perahu yang muat sampai 10 orang. Dapat juga sewa sepeda listrik untuk berkeliling pantai.

    Fasilitas di Pantai Pandawa tergolong lengkap, mulai dari tempat makan, kafe, mushola, toilet, dan kursi+payung yang bisa disewa. Selain pantai ini, pengunjung dapat mendatangi Pantai Tanah Barak yang berjarak cukup dekat.

    3. Sumampan Waterfall

    • Lokasi: Kemenuh, Sukawati, Gianyar
    • Harga tiket masuk: Rp 20.000 per orang

    Di Pulau Dewata juga ada tempat wisata air terjun yang murah meriah lho, yaitu Sumampan Waterfall. Jalan menuju spot air terjunnya tidak terlalu jauh dari area parkir, perlu melewati area kebun warga. Ada akses tangga juga yang tinggi curam tapi sudah ada pembatas untuk pegangan.

    Air di sini menyegarkan untuk bermain air, namun arus airnya cukup deras dan di sekelilingnya bebatuan ya. Kalau mau ke air terjunnya, hanya ada seutas tali jadi perlu ekstra hati-hati. Sumampan Waterfall belum terlalu ramai seperti spot air terjun lain di sekitarnya.

    4. Pantai Melasti

    • Lokasi: Ungasan, Kuta Selatan, Badung
    • Harga tiket masuk: Rp 8.000-10.000 per orang

    Pantai biru jernih lain di Pulau Dewata yang dapat dikunjungi, yakni Pantai Melasti. Di sini pengunjung bisa bermain pasir, berenang di pinggiran, maupun berkeliling pantai. Ada scooter listrik yang bisa disewa lho.

    Panorama laut dan kawasan pantainya indah sehingga sangat memanjakan mata. Kalau ingin menonton penampilan tari kecak, ada juga di sini. Kamu perlu membeli tiket tambahannya terlebih dahulu ya.

    Untuk fasilitas umum di sini lengkap, mulai dari area parkir luas, toilet, mushola, tempat makan, hingga beach club dapat ditemukan.

    5. Pemandian Tukad Arca

    • Lokasi: Menanga, Rendang, Karangasem

    Pemandian Umum Tukad Arca bisa didatangi kalau ingin main air atau berenang di kolam dengan air yang langsung dari alam. Pemandangan tempat ini mempesona dikelilingi pepohonan dan tanaman hijau serta suasana pedesaan yang asri.

    Area pemandiannya cukup luas dan terdapat beberapa kolam di sini. Ada pancuran air dan air terjun kecil yang mengalirkan air cukup deras, bagus juga dijadikan spot foto. Tersedia beberapa warung, toilet, dan ruang ganti di sini. Untuk tarif masuknya tidak dipatok harga, tapi seikhlasnya saja.

    6. Taman Nasional Bali Barat

    • Lokasi: Gilimanuk, Jembrana
    • Harga tiket masuk: Rp 20.000 per orang

    Taman Nasional Bali Barat dapat dikunjungi kalau ingin menikmati hutan mangrove, pantai pasir, hingga pesisir laut yang dangkal. View tempat ini masih sangat alami dan dapat ditemukan hewan-hewan seperti kijang, rusa, kera, dan Curik Bali.

    Wilayah taman nasional ini sebagian besar terdiri dari sisa-sisa gunung berapi dengan Gunung Patas menjadi titik tertinggi di sini. Fasilitas yang tersedia di sini ada area parkir, toilet, hingga gazebo.

    7. Lazy River Penarungan

    • Lokasi: Penarungan, Mengwi, Badung
    • Harga tiket masuk: Rp 35.000 per orang

    Di Lazy River Penarungan, traveler dapat bermain rafting yang seru. Rute sungainya lumayan panjang, kurang lebih sekitar 30 menit. Kamu dapat bermain sendiri ataupun berdua. Dan arus sungai di sini tenang dan tidak deras, jadi bisa bermain cukup santai.

    Nantinya, pengunjung bisa bermain air di rute finish. Dengan tarif yang relatif terjangkau, sudah termasuk ban, helm, rompi pelampung, dayung, loker, dan kamar mandi. Tersedia kantin yang menyajikan mi instan, camilan ringan, dan minuman.

    Nah, itu tadi sederet tempat wisata murah di Bali yang patut dikunjungi. So, kamu tertarik ke tempat mana nih?

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Curug Walet, Surga Alam Tersembunyi di Kaki Gunung Salak


    Jakarta

    Curug Walet adalah salah satu destinasi wisata alam di kawasan Bogor dengan udara sejuk dan asri.
    Keindahan alam tersembunyi tempat ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

    Tempat ini menawarkan pengalaman dan sensasi healing, untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Curug Walet bisa jadi destinasi yang wajib dikunjungi, apalagi buat kamu yang suka menikmati keindahan dan berpetualang di alam.

    Aktivitas Menarik di Curug Walet

    Berbagai aktivitas menarik dan seru bisa kalian lakukan di Curug Walet. Mulai dari menikmati pemandangan air terjun, bermain air, hingga trekking.


    1. Trekking Curug Walet

    Lokasi Curug Walet sangat cocok dijadikan tempat trekking. Setelah sampai di lokasi, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

    Untuk menuju ke air terjun Curug Walet, pengunjung akan berjalan melewati jalan berbatu dan cukup licin terutama jika setelah hujan. Jadi disarankan untuk memakai sepatu gunung dan selalu berhati-hati.

    Jalannya cukup ekstrem, cukup sempit, dan bahkan sering kali akan menemui jurang di kanan kirinya.

    Oiya, sebelum mencapai Curug Walet, kita juga akan melewati Curug Payung. Walaupun, air terjunnya tidak terlalu besar namun masih tetap indah.

    Dari Curug Payung perjalanan masih berlanjut, dengan jalur yang makin ekstrem karena wisatawan perlu melewati sisi tebing. Perjalanan trekking ke air terjun Curug Walet kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

    Dilihat dari salah satu situs trip tour, harga trekking ke Curug Walet berkisar Rp 300-400 ribu per pax.

    Biaya tersebut merupakan estimasi biaya open trip ke Curug Walet dari Jakarta.
    Harga tersebut sudah termasuk:

    • Transport PP Hiace
    • Tiket masuk Gunung.Halimun Salak
    • Tiket masuk Curug Walet
    • Local guide
    • Tour leader dari Jakarta

    Paket tidak termasuk:

    • Makan
    • Obat-obatan pribadi
    • Pengeluaran keperluan pribadi selama perjalanan
    • Penambahan dan atraksi wisata di luar program
    • Tipping tour leader dan driver

    2. Menikmati Keindahan Alam di sekitar Curug Walet

    Selama di perjalanan sebelum memasuki hutan, jalur kamu juga bisa melihat hamparan sawah di kanan kiri. Pengunjung akan ditawari pemandangan alam, dengan hutan yang asri selama melakukan perjalanan untuk menuju air terjunnya.

    3. Bermain Air di Air Terjun

    Curug Walet memiliki air jernih berwarna kehijauan karena berasal dari mata air Gunung Salak. Jika tercampur tanah dan hujan, biasanya air berwarna cokelat.

    Dikutip dari salah satu situs travel, Air terjun di Curug Walet terdiri dari tiga tingkatan. Air terjun yang paling tinggi ada di area atas. Untuk menuju ke sana, disediakan akses berupa tangga. Jangan lupa mengabadikan momen di Curug Walet dengan berfoto-foto ria.

    Alamat Curug Walet

    Curug Walet berlokasi di Desa Ciasihan, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Dari pusat kota Bogor ke sini, jaraknya sekitar 38 km dan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam.

    Harga Tiket Curug Walet 2024

    Tiket masuk ke Curug Walet berkisar Rp 20.000. DItambah biaya untuk parkir motor Rp 5.000 dan untuk mobil Rp 10.000.

    Itu tadi informasi seputar wisata Curug Walet di Bogor. Keindahan alamnya yang masih alami, mungkin bisa memberikan kamu kesan liburan yang tak terlupakan.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tahukah Kamu, Pegunungan Anjasmoro Punya 40 Puncak, tapi Tak Boleh Didaki



    Mojokerto

    Anjasmoro merupakan pegunungan yang berada di Jawa Timur. Tahukah kamu jika pegunungan ini memiliki 40 puncak, tapi tidak boleh didaki oleh para pendaki.

    Pegunungan Anjasmoro terdiri dari gunung-gunung dalam satu gugusan. Pegunungan ini memiliki sejumlah fakta menarik yang mungkin belum banyak orang tahu.

    Gunung setinggi 2.282 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini masuk ke dalam lima wilayah kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Jombang, Kediri, Mojokerto, Malang, dan Kota Batu.


    Lokasi Gunung Anjasmoro masih satu klaster dengan Gunung Argowayang dan berdekatan dengan Gunung Arjuno-Welirang. Berikut fakta-fakta tentang gunung Anjasmoro:

    1. Tidak Boleh Didaki

    Gunung Anjasmoro memiliki kawasan hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montane, dan hutan ericaceous atau hutan gunung. Pepohonan di gunung ini sangat lebat dan vegetasinya masih alami.

    Pada 1992, Kementerian Kehutanan menetapkan pegunungan Anjasmoro sebagai kawasan konservasi. Di mana, Gunung Anjasmoro masuk ke dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang berada di bawah Dinas Kehutanan Jawa Timur.

    Di gunung Anjasmoro tidak boleh ada aktivitas pendakian. Tahura Raden Soerjo menutup pendakian gunung ini. Bahkan, pendakian di sini memang tidak pernah dibuka sejak zaman dahulu.

    2. Jalur Pendakiannya Ekstrem

    Selain karena masuk kawasan konservasi, jalur pendakian di gunung Anjasmoro juga masih sangat asing. Meski ada beberapa jalur pendakian, namun medannya ekstrem, super licin, masih asri, dan sepi pendaki.

    Masih belum banyak penanda yang jelas di setiap titik sepanjang pendakian gunung Anjasmoro. Ditambah lagi, jalur pendakian yang harus menerobos semak-semak dalam dan basah.

    Topografi gunung Anjasmoro yang curam dan terjal juga membahayakan keselamatan pendaki. Itulah alasan mengapa pendakian di gunung Anjasmoro dilarang.

    3. Punya 40 Puncak

    Gunung Anjasmoro memiliki 40 puncak. Puncaknya pun belum banyak yang menaklukkan, karena memang gunung ini tidak boleh didaki. Puluhan puncak itu terbagi dalam tiga kota dengan titik tertingginya masing-masing.

    Di antaranya, ada Top Anjasmoro, Gunung Biru yang berada di ketinggian 2.277 mdpl. Puncak ini terletak di Kota Batu, dengan jalur pendakian via Cangar, Pabrik Jamur. Lalu di Mojokerto ada Puncak Kukusan.

    Puncak ini ada di ketinggian 1.950 mdpl dengan jalur pendakian melalui Nawangan dan Rejosari. Selanjutnya, Puncak Cemorosewu di Jombang yang berada 1.800 mdpl dengan jalur pendakian via Carangwulung, Wonosalam.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Tempat Camping di Cibodas, Suguhkan Pemandangan Indah dan Udara yang Sejuk



    Jakarta

    Cibodas menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak disukai. Alam yang indah dan juga sejuk membuat wisatawan betah belama-lama di kawasan ini.

    Salah satu aktivitas seru yang bisa dilakukan di Cibodas adalah berkemah. Ada beberapa kawasan Cibodas yang menyediakan area berkemah dengan fasilitas yang cukup lengkap.

    Tempat Camping di Cibodas

    Beberapa tempat camping di Cibodas di antaranya yaitu Bumi Perkemahan Mandalawangi, Bukit Golf Cibodas, Bumi Perkemahan Mandala Kitri, serta Glamping Cibodas. Berikut informasinya.


    1. Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas

    Bumi Perkemahan MandalawangiBumi Perkemahan Mandalawangi Foto: Luthfi Hafidz/detikcom

    Lokasi:

    Komplek Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gerbang area perkemahan terletak tepat di samping Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

    Harga tiket:

    • Camping: Rp 27.500/orang/malam
    • Kunjungan: Rp 13.500/orang
    • Paket camping: Rp 195.000-295.000/orang/malam.

    Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas berada di area yang asri dan sejuk di bawah kaki Gunung Gede Pangrango. Wisatawan bisa camping di area pinggir sungai dengan pepohonan yang indah.

    Pengunjung dapat menyusuri sungai atau langsung menuju ke area Danau Mandalawangi yang menyejukkan. Untuk camping, wisatawan bisa menyewa peralatan camping di sini, jadi, tidak perlu membawa peralatan tersebut dari rumah.

    Di area perkemahan, wisatawan akan menemukan patung komodo raksasa dengan mulut yang terbuka. Patung ini merupakan terowongan untuk masuk ke area perkemahan. Bagi wisatawan yang suka rintangan, ada jungle track dan fasilitas high rope seperti flying fox, lintas tali pohon, lintas danau, dan juga spider net.

    2. Bukit Golf Cibodas

    Bukit Golf CibodasBukit Golf Cibodas Foto: (Yulianto Adi/d’travelers)

    Lokasi:

    Jl. Kebun Raya Cibodas, Sindangjaya, Kec. Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tepatnya berada di sebelah kiri barat atau pintu keluar dari Kebun Raya Cibodas dan berada di sebelah Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

    Harga tiket: .

    • Camping di padang rumput hijau: Rp 35.000/orang untuk kegiatan camping 24 jam
    • Paket Camping meliputi booking tiket, peralatan hingga makan: Mulai dari Rp 195.000- Rp 295.000.

    Sama seperti Mandalawangi Cibodas, Bukit Golf Cibodas berada tepat di bawah kaki Gunung Gede Pangrango. Luasnya mencapai 40 hektar dengan pemandangan padang rumput dan pohon hijau yang rimbun.

    Saking luasnya, Bukit Golf Cibodas bisa menampung peserta hingga 10.000 orang. Selain sejuk dan memiliki pemandangan indah, tempat camping di Cibodas ini dilengkapi area parkir dan toilet untuk banyak orang.

    3. Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas

    Lokasi: Jalan Kebun Raya Cibodas Km. 7, Cipanas, Cimacan, Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

    Harga tiket untuk berkemah: Rp 21.000/orang (Weekday) dan Rp 25.000/orang (Weekend).

    Bumi Perkemahan Mandala Kitri Scout Camp Cibodas memiliki area yang sangat luas. Total luas tempat camping di Cibodas ini mencapai 5 hektar, dengan daya tampung mencapai tiga ribu orang.

    Berlokasi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango da Kebun Raya Cibodas, Mandala Kitri Scout Camp Cibodas menyuguhkan panorama indah dan suasana yang sejuk. Tempat ini cocok untuk healing dan relaksasi bersama keluarga, teman dekat, atau kolega di kantor.

    Di sini, ada beberapa penyewaan tenda dengan kapasitas 4 orang hingga 8-10 orang, extra bed, matras, sleeping bag, hingga terpal. Ada juga paket api unggun untuk sekolah yang mau mengadakan kegiatan di area ini.

    4. Glamping Cibodas

    Lokasi: Bumi Perkemahan, Mandalawangi, Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

    Harga tiket: Rp 500.000 per malam (minimal 3 orang).

    Pengunjung Glamping Cibodas akan menikmati wisata camping mewah, layaknya yang ada di hotel berkelas. Tentunya, pengunjung glamour camping tetap bisa merasakan pesona alam bebas dan hawa sejuk.

    Tak heran jika tempat camping di Cibodas ini menjadi pilihan utama untuk relaksasi dan mempererat hubungan dengan orang terdekat. Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh tempat tidur, televisi, water heater, dapur umum, hingga dapur umum. Kawasan ini juga mempunyai kebun strawberry yang buahnya bisa dipetik oleh wisatawan.

    Itulah 4 tempat camping di Cibodas dengan yang menyuguhkan keindahan alam dan suasana yang sejuk. Informasi ini didapatkan dari berbagai website wisata. Informasi harga mungkin bisa berubah. Jadi kamu bisa mengecek website atau menghubungi contact person di setiap wisata untuk mengetahui harga terupdatenya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com