Tag: hacker

  • Diserang Hacker, Indodax Klaim Punya Cadangan Aset Kripto Rp 11,5 T


    Jakarta

    Platform pertukaran mata uang kripto, PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax), diduga mengalami peretasan. Meski begitu perusahaan memastikan seluruh aset milik nasabah 100% aman alias tidak ada kehilangan.

    “Kami juga ingin menegaskan bahwa saldo Rupiah dan aset kripto Anda tetap 100% aman dan tidak terpengaruh oleh proses investigasi dan insiden yang terjadi,” terang Indodax melalui unggahan di sosial media X miliknya (@indodax), Sabtu (14/9/2024).

    Perusahaan kripto asal Indonesia itu juga mengungkap memiliki total cadangan aset kripto sebesar Rp 11.529 triliun. Perihal ini disampaikan Indodax untuk menunjukkan bahwa seluruh aset perusahaan serta nasabah aman dari insiden peretasan atau hacking tersebut.


    “Indodax memiliki cadangan aset kripto yang kuat, termasuk 4.806,34 Bitcoin yang saat ini bernilai sekitar Rp 4,288 triliun, serta 36.915,47 Ethereum yang bernilai sekitar Rp 1,334 triliun berdasarkan harga pasar terbaru,” jelas perusahaan.

    “Selain itu, Indodax juga memiliki aset kripto lain-lain senilai sekitar Rp 5,907 triliun. Total cadangan aset kripto INDODAX saat ini adalah sekitar Rp 11,529 triliun,” tambah Indodax.

    Terkait proses investigasi dan penanganan pasca peretasan itu, Indodax mengaku sudah bekerja sama dengan pihak eksternal yang ahli dalam Cyber Security Forensic Investigation untuk melakukan audit menyeluruh terhadap database, perangkat lunak, dan server perusahaan.

    Indodax berjanji akan menjaga transparansi selama proses investasi dan penanganan hacking berlangsung. Bersamaan dengan itu pihaknya meminta kepada seluruh nasabah untuk berhati-hati atas segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.

    “Kami akan terus menjaga transparansi penuh dan mengajak Anda untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan Indodax. Dapatkan informasi terbaru hanya melalui channel resmi kami di Blog, Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, Telegram, dan TikTok,” pungkas Indodax.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • Kiat Trading & Simpan Dogecoin dengan Aman untuk Pemula


    Jakarta

    Setelah melihat utilitas dan pergerakan harga Dogecoin, seringkali kita menjadi penasaran untuk trading Dogecoin. Namun, sebagai pemula tentu ada pertanyaan mulai dari mana untuk trading crypto?

    Kemudian yang paling penting, bagaimana cara menyimpan Dogecoin dengan aman? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

    Pastikan Anda melakukan DYOR (Do Your Own Research), update analisa harga Dogecoin terbaru dengan membaca berita-berita seputar Dogecoin.


    Cara Trading Dogecoin untuk Pemula

    Berikut adalah beberapa langkah penting yang bisa Anda lakukan untuk mulai trading Dogecoin dengan rasa aman dan nyaman:

    1. Pilih Pedagang Kripto Terpercaya di Indonesia

    Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih pedagang fisik aset kripto yang legal di Indonesia, seperti Tokocrypto. Bappebti mendorong pedagang aset kripto menjadi PFAK untuk memperkuat ekosistem aset kripto dan melindungi masyarakat.

    Tentunya perusahaan yang berupaya mengikuti regulasi pemerintah adalah perusahaan yang berkomitmen dan dapat dipercaya untuk mengelola aset kripto pelanggan.

    2. Registrasi dan KYC

    Setelah memilih aplikasi trading, Anda perlu membuat akun. Sama seperti pembukaan akun di bank, selain registrasi Anda perlu melakukan KYC.

    KYC adalah program penting untuk mencegah terjadinya aktivitas keuangan ilegal seperti phising, money laundry, pendanaan kegiatan terorisme, dan kejahatan digital lainnya.

    3. Deposit dengan Rupiah atau Kripto

    Biasanya Anda baru bisa melakukan deposit setelah proses KYC Anda disetujui. Tergantung platform trading yang dipilih, Anda bisa melakukan deposit Rupiah dari bank atau e-wallet.

    Cek biaya deposit atau diskon-diskon deposit yang Anda agar biaya trading kripto Anda lebih hemat. Atau Anda bisa juga mentransfer aset kripto dari cold wallet Anda ke akun CEX lokal Anda.

    4. Mulai Trading Dogecoin

    Sebenarnya ada beberapa cara melakukan trading Dogecoin. Di Tokocrypto Anda bisa melakukan trading crypto dengan 3 cara:

    • Mencari pasangan perdagangan Dogecoin misalnya DOGE/IDR atau DOGE/USDT,
    • Menggunakan fitur Instant jika Anda malas mencari pasangan trading Dogecoin, atau
    • Menggunakan fitur DCA apabila Anda ingin mengumpulkan Dogecoin saja, karena meyakini harganya akan naik.

    Selain itu, penting untuk memahami pergerakan harga Dogecoin. Pergerakan harga aset kripto dapat sangat volatil, sehingga penting untuk selalu memantau harga dan menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual.

    Cara Menyimpan Dogecoin dengan Aman

    Lalu bagaimana menyimpan Dogecoin dengan aman. Mari kita bahas di bawah ini:

    1. Dompet Digital (Hot Wallet)

    Hot wallet adalah aplikasi dompet digital yang terhubung ke internet. Anda bisa menginstall-nya di handphone Anda, sehingga memudahkan akses dan transaksi sehari-hari. Namun, karena terhubung ke internet, hot wallet lebih rentan terhadap serangan hacker.

    Beberapa hot wallet yang populer untuk menyimpan Dogecoin antara lain adalah Trust Wallet dan dompet bawaan dari platform trading.

    2. Dompet Hardware (Cold Wallet)

    Cold wallet adalah jenis dompet yang tidak terhubung ke internet. Bentuknya seperti hard disk tapi dapat menyimpan aset kripto. Cold wallet menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena tidak terhubung ke internet.

    Dompet ini biasanya berbentuk perangkat fisik, seperti Ledger atau Trezor, yang memungkinkan Anda menyimpan Dogecoin secara offline. Cold wallet adalah pilihan terbaik bagi mereka yang berencana menyimpan Dogecoin dalam jangka waktu panjang tanpa sering melakukan transaksi.

    3. Backup dan Keamanan

    Sangat penting untuk selalu melakukan backup dari dompet digital Anda. Catat seed phrase (frasa pemulihan) yang diberikan saat Anda membuat dompet. Seed phrase ini bisa digunakan untuk memulihkan dompet Anda jika terjadi masalah, seperti kehilangan perangkat atau lupa kata sandi. Simpan seed phrase ini di tempat yang aman dan jangan bagikan kepada siapa pun.

    Selain itu, selalu aktifkan fitur keamanan tambahan, seperti autentikasi dua faktor (2FA), pada akun trading dan dompet digital Anda. Hal ini akan memberikan lapisan perlindungan ekstra dari potensi peretasan.

    Tips Tambahan untuk Pemula

    • Mulai dengan Investasi Kecil

    Jangan langsung menginvestasikan seluruh dana Anda dalam Dogecoin. Mulailah dengan jumlah kecil hingga Anda merasa nyaman dengan proses trading.

    • Perhatikan Biaya Transaksi

    Setiap platform trading memiliki biaya transaksi yang berbeda. Pastikan Anda memahami biaya ini sebelum melakukan pembelian atau penjualan Dogecoin.

    • Tetap Tenang di Tengah Volatilitas

    Harga Dogecoin bisa sangat fluktuatif. Sebagai pemula, penting untuk tidak terburu-buru dalam membuat keputusan trading. Lakukan riset sebelum mengambil langkah.

    Trading dan menyimpan Dogecoin dapat menjadi pengalaman yang menguntungkan, tetapi juga penuh risiko jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Sebagai pemula, pastikan Anda memilih platform trading yang aman, memverifikasi akun dengan benar, dan menyimpan Dogecoin di dompet yang sesuai dengan kebutuhan keamanan Anda. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mulai berinvestasi dan trading Dogecoin dengan lebih aman.

    (Content Promotion/Tokocrypto)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bos Indodax Ungkap Fakta di Balik Peretasan, Kerugian Rp 300 M


    Jakarta

    Platform perdagangan kripto, PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax), sempat diretas pada 11 September 2024. Akibatnya Indodax harus mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

    CEO Indodax, Oscar Darmawan, menerangkan kasus peretasan ini bermula saat salah satu karyawan perusahaan yang tidak disebut namanya mendapat tawaran pekerjaan sampingan dengan gaji yang sangat besar dari pihak luar.

    “Jadi salah satu dari karyawan kita, salah satu dari engineering kita itu ditawari kerjaan itu. Ditawari pekerjaan untuk men-setting satu server,” kata Oscar dalam acara talk show Indodax di Jakarta, Senin (23/9/2024).


    “Sekarang zaman di mana kalau orang kerja di mana mereka akan menulis di LinkInd-nya. Dia sebagai apa di mana selalu semua orang menuliskan. Nah orang yang kerja di kita ini dia ditawari pekerjaan dalam satu jam berapa ribu dolar,” jelasnya lagi.

    Ia mengatakan yang bersangkutan ditawari gaji hingga US$ 2.000-3.000 atau setara dengan Rp 30,41-45,61 juta (kurs dolar Rp 15.205/dolar AS) per jam. Menurutnya yang bersangkutan sempat beberapa kali menerima pembayaran dari peretasan.

    Atas tawaran ‘pekerjaan impian’ itu, Oscar menyebut karyawan yang bersangkutan itu diminta untuk mengunduh aplikasi tertentu yang ternyata membawa malware

    Sayang, karyawan yang bersangkutan men-download aplikasi tersebut di laptop milik perusahaan. Padahal laptop ini merupakan salah satu perangkat yang terhubung dengan server perusahaan.

    “Jadi orang ini kerja pakai laptop kantor. Jadi ini menyalahi SOP-nya kantor. Dia bekerja freelance itu kemudian ternyata ini cuma kedok. Pekerjaan freelance ini cuma kedok karena ini dipakai untuk menyusupin laptop dia,”

    “Jadi orang yang nawari dia kerja itu menyuruh dia untuk meng-instal sebuah software. Bahkan bukan suruh instal ya, men-download sebuah file yang berkaitan dengan pekerjaan dia. Nah di salah satu file itu ada malware, malware yang dirancang khusus untuk punya line dan kemudian malware inilah yang digunakan untuk menyerang,” terangnya lagi.

    Beruntung, karyawan yang ditipu kelompok peretas ini tidak memiliki akses terhadap server utama perusahaan. Sehingga saat serangan peretasan pertama terjadi sekitar pukul 4 pagi, server utama perusahaan tetap aman.

    Setelah sistem keamanan perusahaan menemukan adanya serangan, Indodax kemudian memutuskan untuk segera menutup seluruh server perusahaan agar tidak ada kebocoran data lebih jauh.

    “Nah waktu terjadi jam 4 pagi itu, tim IT security kita merasa ada anomali. Jadi yang dilakukan Indodax pertama kali adalah menutup withdraw. Makanya kalau teman-teman sadar dari jam 4 sampai jam 7 itu tidak bisa withdraw, kita maintenance,” ucap Oscar.

    “Kita cek, kita pastikan server ini aksesnya bukan dari sistem trading kita. Makanya kemudian jam setengah 8, setelah kita lakukan penyelidikan internal, jam 4 sampai jam 7 kita putuskan sepertinya ini harus dilakukan penutupan seluruh sistem sehingga bisa dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Kemudian kita lakukan PR sekitar jam 10 untuk mengatasi permasalahan ini,” jelasnya lagi.

    Atas permasalahan ini, Oscar menyebut pihaknya langsung mengamankan seluruh aset nasabah dan melakukan analisis atau pemetaan serangan untuk memecahkan permasalahan itu. Menurutnya proses pemetaan serangan inilah yang menjadi kunci untuk menutup akses serangan dan memperbaiki kekurangan yang ada.

    Di saat yang bersamaan, Oscar menyebut pihaknya melakukan kerja sama dengan enam perusahaan cyber security ternama dunia, dan Mabes Polri. Kemudian pihaknya juga sudah melakukan perbaikan dan memperketat keamanan perusahaan agar permasalahan ini tidak terulang lagi.

    Atas kejadian peretasan ini, Oscar menyebut perusahaan mengalami kerugian hingga US$ 20 juta atau kurang lebih setara dengan Rp 300 miliar jika dihitung dengan kurs yang berlaku.

    “Jadi kalau kita bicara mengenai soal total reserve (kepemilikan aset kripto milik perusahaan) kita itu kan ada Rp 11,5 triliun. Demaged itu angkanya naik turun dia (karena dalam bentuk dolar), tapi kurang lebih sekitar Rp 300 miliar,” ucapnya.

    “Mungkin kalau user melihat Rp 300 miliar itu besar banget, tapi kalau kita lihat dari reserve kita itu tidak lebih dari 3%. Untungnya kalau kita lihat dari kripto yang kena (berhasil dicuri) itu bukan kripto mayor, jadi banyak kripto-kripto yang nggak jelas juga,” terang Oscar lagi.

    Kerugian ini berasal dari hilangnya sebagian kripto milik perusahaan dalam bentuk aset reserve saat peretasan terjadi. Namun ia memastikan tidak ada kripto milik nasabah yang ikut hilang dalam proses tersebut.

    “Kerugian itu terjadi karena ada wallet yang unauthorized itu ke-transfer ke luar. Jadi memang salah satu aset kripto ini ada yang hilang. Tapi Indodax saat ini aset member semuanya aman karena Indodax sudah melakukan penggantian dari reserve-nya 100%, jadi tidak ada member yang dirugikan. Pada saat ini berarti yang hilang adalah reserve perusahaan, (kripto nasabah) 100% nggak ada yang keambil,” tegasnya.

    Sebagai informasi, sebelumnya Indodax sempat menduga serangan peretasan itu dilakukan oleh kelompok hacker dari Korea Utara. Dugaan ini berdasarkan hasil analisis dari salah satu crypto security agency yang bekerja sama dengan Indodax.

    “Berdasarkan analisis dari salah satu crypto security agency terkemuka dunia yang membantu kami saat ini terindikasi bahwa serangan ini terafiliasi dengan DPRK (Korea Utara),” jelas Oscar dalam keterangan resminya, Kamis (19/9).

    “Kami menyadari bahwa ini adalah ancaman global yang serius, oleh karena itu kami telah berkoordinasi dengan Cyber Mabes Bareskrim POLRI untuk menangani insiden ini dengan cepat dan efektif,” tambahnya.

    Selain Indodax, Oscar menyebut kelompok hacker yang terafiliasi dari DPRK cukup banyak menyerang crypto exchange global lainnya. Disebutkan penyerangan ini memang menargetkan banyak crypto exchange dengan likuiditas besar dan bertaraf global.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Kenapa Website KIP Kuliah Tak Bisa Diakses? Cek Penyebab dan Solusinya



    Jakarta

    Akhir-akhir ini banyak keluhan yang disampaikan oleh pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur seleksi mandiri. Pasalnya, website pendaftaran KIP Kuliah sedang tidak bisa diakses.

    Laman resmi KIP Kuliah atau https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/ mengalami eror sejak 20 Juni 2024 lalu. Jika detikers masuk ke laman tersebut, maka akan muncul pemberitahuan adanya gangguan layanan Pusat Data Nasional (PDN).

    Apa sebenarnya penyebab error pada link tersebut? Dan apakah calon mahasiswa jalur mandiri bisa tetap daftar KIP Kuliah?


    Penyebab Website KIP Kuliah Tak Bisa Diakses

    Dijelaskan oleh saluran Whatsapp resmi Kemendikbudristek, website KIP Kuliah saat ini tak bisa diakses karena adanya serangan lockit 3.0 ransomware oleh hacker terhadap server PDN. Serangan dilakukan sejak Kamis, 20 Juni 2024.

    Selain laman KIP Kuliah, terdapat 47 domain layanan/aplikasi Kemendikbudristek di bidang pendidikan dan kebudayaan yang terdampak dan belum dapat diakses publik. Seperti Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Beasiswa Pendidikan, dan layanan perizinan film.

    “Kemendikbudristek memohon maaf atas gangguan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” tulis unggahan saluran Kemendikbudristek.

    Menyikapi hal tersebut, Kemendikbudristek telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hingga saat ini, sudah ada beberapa layanan yang sudah dipulihkan yakni layanan Itjen, kebugaran Pusmendik, dan layanan DNS Pusdatin Kemendikbudristek.

    Bagaimana Jika Belum Daftar KIP Kuliah?

    Bagi detikers yang hendak mendaftar KIP Kuliah jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS), maka hal yang bisa dilakukan saat ini adalah terus memantau informasi terkini pada kanal-kanal Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek di http://ult.kemdikbud.go.id/.

    Dikutip dari arsip detikEdu, masa pendaftaran KIP Kuliah 2024 untuk jalur seleksi mandiri PTN dibuka dari 7 Juni 2024 hingga 31 Oktober 2024. Sedangkan untuk jalur seleksi mandiri PTS dibuka 11 Juni – 31 Oktober 2024.

    Oleh karena itu, masih ada cukup waktu bagi calon mahasiswa melakukan pendaftaran. Sembari menunggu website KIP Kuliah pulih, calon mahasiswa bisa mengetahui dulu cara daftar KIP Kuliah hingga hal-hal yang perlu dipersiapkan:

    • Pendaftaran bisa dilakukan lewat laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/
    • Ada empat nomor penting yang wajib ada saat melakukan pendaftaran KIP Kuliah yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
    • Pendaftar membuat akun secara mandiri atau bisa didaftarkan juga oleh PTN atau PTS tempat mahasiswa baru diterima
    • Input nomor-nomor tadi untuk membuat akun
    • Masukkan email aktif untuk menerima informasi kode akses dan nomor pendaftaran
    • Data yang diinput kemudian akan divalidasi oleh Sistem KIP Kuliah
    • Pendaftar menyelesaikan registrasi sesuai jalur yang dipilih (mandiri PTN atau PTS)
    • Jika lolos sebagai penerima KIP Kuliah, mahasiswa harus melakukan verifikasi ke perguruan tinggi yang dipilih

    Demikian penjelasan mengapa website KIP Kuliah tidak bisa diakses. Semoga laman tersebut segera pulih agar detikers bisa daftar KIP Kuliah ya!

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Mengembalikan WhatsApp yang Dibajak Orang Lain

    Jakarta

    Sudah banyak kasus akun WhatsApp kena hack atau dibajak. Biasanya, para peretas akan mencuri data, melakukan penipuan, atau mengirimkan ancaman ke orang lain.

    Saat dibajak, pemilik dari akun WhatsApp tersebut tak bisa mengaksesnya sama sekali, baik lewat smartphone maupun PC/laptop. Hal ini tentu sangat meresahkan, apalagi jika banyak mengandung informasi dan data penting.

    Tapi jangan khawatir, karena ada sejumlah cara untuk mengembalikan akun WhatsApp yang di-hack. Lantas, seperti apa caranya? Simak dalam artikel ini.


    Cara Mengembalikan Akun WhatsApp yang Dibajak

    Mengutip laman resminya, berikut sejumlah cara untuk mengembalikan akun WhatsApp yang dibajak:

    1. Login Kembali

    Cara yang pertama adalah dengan menghapus aplikasi WhatsApp di smartphone, kemudian install ulang, setelah itu baru login kembali dengan nomor yang telah terdaftar. Langkah ini bisa dilakukan jika peretas belum mengganti nomor ponsel pada akun WhatsApp milikmu.

    Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Buka aplikasi WhatsApp yang telah diinstal
    • Kemudian masukkan nomor ponsel yang kamu gunakan pada akun WhatsApp
    • Masukkan 6 digit kode verifikasi WhatsApp yang dikirim melalui SMS
    • Setelah melakukan log-in ulang, secara otomatis peretas akan keluar dari akun WhatsApp milikmu

    Sebagai catatan, apabila peretas sudah memasang kode verifikasi dua langkah (two-step verification) dan kamu tidak tahu kode tersebut, maka detikers harus menunggu selama 7 hari sebelum dapat masuk ke akun milikmu.

    Setelah 7 hari, kamu dapat masuk ke akun WhatsApp milikmu tanpa perlu memasukkan kode verifikasi dua langkah saat login.

    2. Lapor ke Pusat Bantuan WhatsApp

    Apabila detikers masih kesulitan, cobalah melapor ke pusat bantuan WhatsApp dengan mengirim email ke support@whatsapp.com. Cara ini dilakukan agar akun WhatsApp bisa digunakan kembali.

    Pada kolom subjek, kamu bisa tulis ‘Akun WhatsApp Saya telah dibajak’ atau ‘My WhatsApp account got hacked’ dalam bahasa Inggris. Setelah itu, tulis kronologi dan kirim bukti bahwa akun WhatsApp telah di-hack.

    Jangan lupa untuk mencantumkan nomor telepon yang terkena hack agar bisa diproses pihak WhatsApp. Pastikan menulis nomor ponsel dengan kode internasional, misalnya untuk Indonesia menggunakan kode +62.

    Tunggu selama beberapa waktu sampai pihak WhatsApp memberikan jawaban, apakah akunmu ingin dimatikan selamanya atau dinonaktifkan sementara. Agar bisa menggunakannya lagi, pihak WhatsApp juga menganjurkan untuk melakukan login ulang di smartphone.

    Tips Agar Akun WhatsApp Tidak Dibajak

    Ada sejumlah tips agar akun WhatsApp tidak dibajak oleh peretas. Mengutip laman The Indian Express, berikut tipsnya:

    • Jangan pernah menyebarkan 6 digit kode verifikasi WhatsApp kepada siapa pun.
    • Aktifkan kode verifikasi dua langkah (two-step verification). Caranya, buka WhatsApp > Settings > Account > Two-step verification > Buat PIN.
    • Hati-hati terhadap orang yang mengaku sebagai pihak bank dan meminta sejumlah uang. Biasanya, akun WhatsApp resmi milik bank akan terverifikasi dengan centang hijau.
    • Jika mengakses akun WhatsApp lewat website di PC atau laptop orang lain, pastikan telah di logout setelah menggunakannya.

    Itu dia cara mengembalikan akun WhatsApp yang di-hack orang lain. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Menghapus Hacker yang Login ke Email, Ikuti Langkahnya!

    Jakarta

    Hacker bisa menyusup ke email jika ada celah. Celah tersebut dapat terjadi jika kebocoran data pengguna dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab.

    Jika kamu mendapati ada orang lain yang login ke email, kamu bisa melaporkan perangkat tersebut. Jangan dibiarkan, karena akses email sangat penting. Contohnya urusan finansial seperti perbankan yang juga membutuhkan email.

    Cara melaporkan perangkat tidak dikenal yang sudah login di email:

    1. Buka Akun Google kamu
    2. Di panel navigasi kiri, klik Keamanan
    3. Di panel Perangkat Anda, pilih Kelola perangkat > Tidak mengenali perangkat?

    Cara menghapus akses perangkat tidak dikenal:

    1. Buka bagian Keamanan di Akun Google
    2. Di bagian ‘Aplikasi pihak ketiga dengan akses akun’, pilih Kelola akses pihak ketiga
    3. Pilih aplikasi atau layanan yang ingin kamu hapus
    4. Pilih Hapus Akses

    “Agar tidak terjadi lagi pembobolan akun dan untuk mengamankan akunmu, kamu disarankan untuk mengikuti Kiat keamanan Gmail dan memulai pemeriksaan keamanan akun. Pelajari juga bagaimana cara membuat sandi yang kuat, menjaga akun agar tetap aman, dan Langkah pengamanan akun Google,” tulis Google di halaman Bantuan Akun Google.


    Google menambahkan bahwa pastikan juga kamu sudah melakukan beberapa hal antara lain menambahkan dan/atau memperbarui opsi pemulihan akun (email dan nomor telepon), mengaktifkan verifikasi dua langkah dengan memberikan opsi lain untuk verifikasi, menyiapkan nomor ponsel cadangan dalam akun, menyimpan rangkaian kode cadangan, sampai melakukan pemeriksaan akun untuk memastikan bahwa tidak ada aktivitas mencurigakan dalam akunmu.

    “Lakukan penghapusan perangkat asing dalam akunmu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, seperti peretasan. Ikuti juga langkah yang ada dalam menambahkan atau menghapus komputer terpercaya,” tutup Google.


    (ask/fay)



    Sumber : inet.detik.com