Tag: hadits

  • Kumpulan Hadits tentang Sabar, Sikap Mulia yang Harus Dimiliki Muslim


    Jakarta

    Sabar merupakan sifat yang mulia. Sebagai sikap terpuji, sabar dapat meningkatkan derajat manusia sebagai khalifah Allah SWT di muka Bumi.

    Saking mulianya sabar, sifat tersebut bahkan mengandung banyak keutamaan. Dijelaskan oleh Ulya Ali Ubaid melalui buku Sabar dan Syukur, Allah SWT mensifatkan orang-orang yang sabar dengan sejumlah sifat dan menyebutkan kata sabar sebanyak 70 kali di dalam Al-Qur’an.

    Allah SWT bahkan mencintai setiap hamba-Nya yang ingin bersabar, seperti dikatakan dalam surat Ali Imran ayat 146,


    وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ

    Artinya: “Allah mencintai orang-orang yang sabar,”

    Selain itu, sabar bahkan dijadikan sebagai penolong orang-orang beriman. Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 153,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,”

    Kumpulan Hadits tentang Sabar

    Berikut sejumlah hadits Rasulullah SAW mengenai sabar yang dikutip dari buku Panduan Ilmu dan Hikmah Jami’ui-Uium wal Hikam oleh Ibnu Rajab.

    1. Sabar dalam Menghadapi Ujian dan Musibah

    وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: مَا تَجَّرَعَ عَبْدٌ جُرْعَةً أَفْضَلُ عِنْدَ اللهِ مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمَهَا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ تَعَالَى.

    Artinya: Nabi SAW. bersabda, “Tidak ada seorang hamba yang meneguk satu tegukan (menerima musibah) yang lebih utama di sisi Allah dari pada satu tegukan yang berat yang ditahan untuk mencari ridha Allah ta’ala.” (HR Ahmad dan At Thabrani)

    2. Orang Sabar Diganjar Pahala Berlimpah

    وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {الصَّبْرُ عِنْدَ الْمُصِيْبَةِ بِتِسْعِمِائَةِ دَرَجَةٍ}

    Artinya: Nabi SAW bersabda, “Sabar ketika musibah (diganjar) dengan sembilan ratus derajat.” (HR An Nawawi)

    3. Mendapat Cinta Allah SWT

    إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

    Artinya: “Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian, dan bahwa Allah, apabila menyayangi atau mencintai suatu kaum, maka Allah akan mengujinya, dan bagi siapa saja ridha, maka baginya keridhaan dari Allah, dan barangsiapa yang membenci, maka baginya kebenciaan dari Allah SWT.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    4. Penanda Orang Kuat

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: “لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    5. Sabar Awal dari Sikap Pemaaf

    كان أحسن الناس خلقا، لم يكن فاحشا ولا متفحشا، ولا سخابا في الأسواق، ولا يجزي بالسيئة السيئة، ولكن يعفو ويصفح

    Artinya: “Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus akhlaknya: beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau pemaaf dan mendamaikan.” (HR Ibnu Hibban)

    6. Orang Sabar Disukai Allah SWT

    وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {لَوْ كَانَ الصَّبْرُ رَجُلاً لَكَانَ رَجُلاً كَرِيْمًا}.

    Artinya: “Jika sabar itu seorang laki-laki, niscaya ia adalah orang yang pemurah dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (HR At Thabrani)

    7. Sabar sebagai Anugerah

    وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

    Artinya: “Barang siapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari No 1469)

    8. Sabar sebagai Penggugur Dosa

    ما من مسلم يصيبه أذى من مرض فما سواه إلا پو , گماط الشكر رها (رواه بخاری ومسلم)

    Artinya: “Seorang muslim yang tertimpa suatu gangguan berupa penyakit atau yang lainnya pasti Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Orang yang Berpuasa Dilarang Pakai Celak Mata, Benarkah?



    Jakarta

    Memakai celak mata merupakan sunnah Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam sejumlah riwayat. Namun, ada sebuah hadits yang menyebut, orang yang berpuasa dilarang memakai celak mata. Benarkah?

    Hadits larangan memakai celak mata bagi orang yang berpuasa ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Al-Baihaqi dengan sanad dari Abdurrahman bin an-Nu’man bin Ma’bad bin Hudzah, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW. Dikatakan, Nabi SAW memerintahkan untuk mengenakan celak mata ketika hendak tidur, lalu berkata,

    “Hendaklah dijauhi oleh orang yang sedang berpuasa (menggunakan) celak mata.” (HR Abu Daud)


    Adapun, Al-Baihaqi meriwayatkan dengan redaksi berikut,

    “Janganlah engkau memakai celak mata pada siang hari, sedangkan engkau tengah berpuasa. Pakailah celak mata pada malam hari karena yang demikian menguatkan pandangan dan menumbuhkan rambut.”

    Muhammad Nashiruddin Al-Albani (Syaikh Al-Albani) dalam Silsilah Ahadits adh Dhaifah wal Maudhu’ah wa Atsaruhas Sayyi’ fil Ummah mengatakan bahwa hadits larangan memakai celak bagi orang yang berpuasa tersebut mungkar dan memiliki kelemahan.

    Menurut Syaikh Al-Albani, kelemahannya terletak pada Abdurrahman bin an-Nu’man. Al-Mundziri dalam Mukhtashar as-Sunan mengatakan bahwa riwayat tersebut dhaif karena keberadaan Abdurrahman bin an-Nu’man. Hal serupa dikatakan al-Hafizh Ibnu Hajar dalam at-Taqrib.

    Hal yang membuat riwayat tersebut lemah juga dikarenakan ke-majhul-an ayah Abdurrahman bin an-Nu’man yakni an-Nu’man bin Ma’bad. Ibnu Taimiyah dalam ash-Shiyam mengatakan bahwa an-Nu’man bin Ma’bad adalah orang asing atau tidak dikenal. Hal ini turut dikatakan al-Hafizh Ibnu Hajar, “Orang ini asing, tidak dikenal (misterius).”

    Al-Baihaqi turut menyebutkan kelemahan riwayatnya dengan ucapan, “Ada riwayat yang melarang menggunakan celak mata pada siang hari bagi orang yang tengah berpuasa dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam at-Tarikh.” Sedangkan, Abu Daud mengatakan setelahnya, “Yahya bin Mu’in telah mengatakan kepada saya bahwa riwayat ini mungkar.”

    Memakai celak mata tidak membatalkan puasa, menurut pendapat mayoritas ulama sebagaimana dikatakan ‘Aidh Al-Qarni dalam Durus al-Masjid fi Ramadhan. Para ulama berhujjah dengan hadits riwayat Ibnu Majah dari Aisyah RA yang mengatakan, “Rasulullah SAW pernah memakai celak pada bulan Ramadan, padahal beliau sedang berpuasa.”

    Ibnu Umar RA juga pernah berkata, “Rasulullah SAW pernah keluar menemui kami. Saat itu, kedua mata beliau dipenuhi dengan celak mata, padahal saat itu bulan Ramadan dan beliau sedang berpuasa.”

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Menuntut Ilmu, Amalkan sebelum Belajar


    Jakarta

    Umat Islam dianjurkan untuk berdoa dalam mengerjakan segala sesuatu, termasuk ketika menuntut ilmu. Dengan membaca doa, niscaya ilmu yang didapat akan bermanfaat dan berkah.

    Menurut buku Agar Menuntut Ilmu Jadi Mudah susunan Abdul Hamid M Djamil Lc, ilmu berasal dari bahasa Arab, العِلْـمُ yang artinya mengetahui. Kata العِلْـمُ merupakan masdar dari kata عَلِمَ – يَعْلَمُ . Orang yang berilmu disebut alimun (mengetahui).

    Anjuran menuntut ilmu sendiri tercantum dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,


    “Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak kayak seperti meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah)

    Berkaitan dengan itu, ada sejumlah doa menuntut ilmu yang bisa dipanjatkan oleh kaum muslimin. Berikut bacaannya.

    1. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat

    Mengutip dari buku Amalan Mujarab Pencerdas Otak karya Ipnu Rinto Nugroho, berikut bacaan doa memohon ilmu yang bermanfaat.

    اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Arab latin: Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu As-Sunni)

    2. Doa agar Ditambahkan Ilmu dan Diberikan Pemahaman Luas

    Selain doa menuntut ilmu di atas, ada juga bacaan lainnya yang bisa dipanjatkan seperti dinukil dari buku Cerita dan 50 Doa Sehari-hari Anak Muslim oleh Endang Firdaus dkk.

    رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا

    Arab latin: Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaan

    Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu bagi kami dan berilah keluasan pemahaman.”

    3. Doa Memohon Ilmu, Rezeki, dan Pemahaman

    Kemudian, ada doa lainnya yang bisa dibaca ketika akan menuntut ilmu. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karangan Thoriq Aziz Jayana.

    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا

    Arab latin: Rodlitu billahi robba, wabi islaamidina, wabimuhammadin nabiyya warasulla Robbi zidni ilman nafi’a warzuqni fahma

    Artinya: “Aku ridha Allah SWT menjadi Tuhanku, dan Islam menjadi agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabiku. Ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu, rezeki dan pemahaman.”

    4. Doa agar Diberi Kecerdasan

    Merujuk pada buku yang sama, berikut doa yang dipanjatkan untuk meminta kecerdasan.

    اللَّهُمَّ أَلْهِمْني رُشْدِي ، وَأَعِذْنِي مِنْ شَرِّ نَفْسِي

    Arab latin: Allaahumma alhimnii rusydii wa a’idznii min syarri nafsii

    Artinya: “Ya Allah, ilhamkanlah kepadaku kecerdasan dan lindungilah aku dari kejahatan.”

    5. Doa Memohon agar Diperkaya Ilmu

    Selanjutnya, doa ini dipanjatkan untuk memohon agar diperkaya ilmu oleh Allah SWT. Berikut bacaannya seperti tersemat dalam buku Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kelas VII tulisan Harjan Syuhada dan Fida’ Abdillah.

    اللَّهُمَّ أَغْنِنَا بِالْعِلْمِ وَزَيِّنَّا بِالْحِلْمِ وَأَكْرِمْنَا بِالتَّقْوٰى وَجَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ

    Arab latin: Allahumma aghnina bil ilmi wazayyinna bil hilmi wa akrimnaa bittaqwa wajammilnaa bil’aafiyah.

    Artinya: “Ya Allah, kayakanlah diri kami dengan ilmu, hiasilah kami dengan kesabaran, muliakan kami dengan takwa, dan baguskanlah kami dengan kesehatan.”

    Itulah sejumlah doa yang bisa dipanjatkan untuk menuntut ilmu. Jangan lupa dibaca, ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Hadits tentang Niat Beserta Fungsinya dalam Ajaran Islam


    Jakarta

    Hadits tentang niat menjadi bukti bahwa niat dijadikan dasar atau pondasi dari segala perbuatan manusia. Bahkan, niat dijadikan syarat sah suatu amalan.

    Menurut buku Fiqih Niat oleh Dr Umar Sulaiman al-Asyqar, makna dari niat sendiri ialah tujuan. Imam Nawawi mendefinisikan niat sebagai menuju ke sesuatu dan berkeinginan untuk melakukannya. Singkatnya, niat diartikan sebagai suatu tujuan dan keinginan.

    Bahkan, dalam sebuah hadits dikatakan bahwa segala sesuatu bergantung pada niatnya. Dari Umar bin Khattab, Rasulullah SAW bersabda,


    “Sesungguhnya amal perbuatan itu diiringi dengan niat, dan sesungguhnya bagi setiap insan akan memperoleh menurut apa yang diniatkan. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dibenarkan hijrahnya itu oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya untuk dunia yang hendak diperoleh atau wanita yang hendak dipersunting, maka ia akan mendapatkan apa yang diingini itu saja,” (HR Bukhari dan Muslim)

    Selain hadits di atas, masih ada sejumlah hadits lainnya yang membahas tentang niat seperti dirangkum dari Al Akhbar – Seputar Kita susunan Ir Tebyan A’maari Amachalli MM dan Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 1 karya Prof Dr Wahbah Az-Zuhaili.

    7 Hadits tentang Niat

    1. Hadits tentang Niat Berbuat Baik

    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad bersabda,

    “Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan tetapi dia tidak (jadi) melakukannya, Allah tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga 700 kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk tetapi dia tidak jadi melakukannya, Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menuliskannya sebagai satu kesalahan,” (HR Bukhari dan Muslim)

    2. Hadits tentang Niat akan Melapangkan Rezeki dan Pertolongan Allah

    “Barangsiapa yang mengambil harta orang lain (berutang) dengan maksud mengembalikannya, maka Allah akan membayarkannya. Siapa yang mengambil harta orang lain dengan maksud untuk merusaknya, maka Allah akan merusak orang itu,” (HR Bukhari)

    3. Hadits tentang Niat Baik dan Buruk Mempengaruhi Kehidupan Dunia dan Akhirat

    “Siapa yang menjadikan seluruh tujuannya menjadi satu cita-cita, yaitu cita-cita akhirat, Allah mencukupi tujuan dunianya. Siapa yang tujuannya bercabang cabang dalam berbagai masalah dunia, Allah tidak akan peduli di lembah mana ia meninggal,” (HR Ibnu Majah, sanad haditsnya hasan li ghairih)

    4. Hadits tentang Niat Baik Mengubah Adat Menjadi Ibadah

    Maksud dari poin ini ialah para suami yang menafkahi keluarganya karena Allah atau menggauli sang istri dengan niat menjaga agamanya, menyenangkan hati istri, atau demi memperoleh keturunan berarti ia telah berbuat taat dengan pernikahannya tersebut.

    Dalam sebuah riwayat dari Abu Mas’ud, Nabi Muhammad bersabda,

    “Sesungguhnya seorang muslim ketika menafkahi keluarganya dengan harapan pahala Allah, ia akan menjadi shadaqah buatnya,” (Muttafaq ‘Alaih)

    5. Hadits tentang Meraih Hasil atas Niat

    “Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati,” (HR Bukhari)

    6. Hadits tentang Niat Lebih Penting Ketimbang Amal

    “Niat seorang mukmin lebih utama daripada amalnya,” (HR Al-Baihaqi)

    7. Hadits tentang Pahala dan Siksa Mulanya dari Niat

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

    “Sesungguhnya Allah SWT mengampuni umatku dari apa saja yang terbesit dalam hatinya, selagi belum terucap atau belum terlaksana,”

    Apa Fungsi Niat?

    Merujuk pada buku yang sama yaitu Al Akhbar – Seputar Kita, setidaknya ada dua fungsi niat menurut Islam. Pertama yaitu membedakan ibadah satu dengan ibadah lainnya atau membedakan ibadah dengan kebiasaan yang kerap dilakukan.

    Lalu yang kedua niat juga berfungsi membedakan tujuan seorang muslim dalam mengerjakan ibadah. Entah ia beribadah dengan niat mengharap ridha Allah atau karena selain-Nya, seperti mengharap materi, pujian, jabatan, dan semacamnya.

    Itulah sejumlah hadits tentang niat beserta fungsinya dalam ajaran Islam. Semoga bermanfaat.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Pagi Hari Islam, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Doa pagi hari Islam termasuk ke dalam amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Terlebih, pagi hari termasuk ke dalam waktu berkah sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:

    “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya,” (HR Abu Daud)

    Pagi hari menjadi waktu yang tepat untuk memulai kegiatan karena tenaga, waktu dan pikiran dipersiapkan untuk menjalani hari. Selain itu, di waktu tersebut orang-orang juga disibukkan dengan segala urusan duniawi.


    Karenanya, agar aktivitas yang dijalankan lancar dan berkah ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan. Imam Nawawi melalui Kitab Al-Adzkar mengatakan berdoa di pagi hari termasuk ke dalam kebiasaan Rasulullah SAW.

    Dari Abu Iyasy mengatakan Nabi Muhammad bersabda,

    “Barang siapa ketika pagi hari mengucapkan, ‘Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,’ maka dia berhak mendapatkan pahala sebesar memerdekakan hamba sahaya dari keturunan Ismail, dituliskan sepuluh kebaikan baginya, dihapuskan sepuluh keburukan darinya, diangkat sepuluh derajat baginya, dan dia senantiasa terjaga dari setan hingga petang. Apabila dia mengucapkannya menjelang petang, maka dia berhak mendapatkan pahala yang sama hingga menjelang pagi” (Hadits ini dianggap shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud)

    Lantas, apa saja doa pagi hari Islam yang bisa dipanjatkan?

    Kumpulan Doa Pagi Hari Islam yang Bisa Dibaca

    1. Doa Pagi Hari Islam sebagai Rasa Syukur

    Disebutkan oleh Imam Nawawi melalui Kitab Induk Doa, berikut doa pagi hari Islam yang dibaca Rasulullah dan dapat dipanjatkan setiap pagi.

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيَمِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ، لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشكر

    Arab latin: Allaahumma maa ashbaha bii, min ni’matin fa minka wahdaka laa syariikalak, lakal hamdu wa lakasy-syukru

    Artinya: “Ya Allah, aku tidak menjumpai pagi hari kecuali karena nikmat-Mu, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, bagimu segala puji dan syukur,”

    Membaca doa tersebut di pagi hari tergolong sebagai rasa syukur kepada Allah. Lalu, jika kembali dibaca pada sore hari, maka terhitung rasa syukurnya sampai malam hari.

    2. Doa Pagi Hari Islam Memohon Kesehatan

    Selanjutnya ada juga doa pagi hari Islam yang dipanjatkan untuk memohon kesehatan dan terhindar dari kefakiran. Imam Nawawi meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, bahwa doa tersebut berasal dari Abdurrahman bin Abu Bakrah,

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

    Arab latin: Allahumma afini fi badani allahumma afini fi sam’i allahumma afini fi bashari Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qabri. La ilaha illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, sehatkanlah tubuhku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah pandangan mataku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tiada tuhan selain Engkau,”

    3. Doa Pagi Hari Islam sesuai Hadits Rasulullah

    Berdasarkan hadits dalam Shahih Abu Dawud yang telah dibahas sebelumnya, berikut bunyi bacaan doa pagi hari Islam yang dapat dipanjatkan.

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,”

    4. Doa Pagi Hari Islam agar Sejahtera Dunia Akhirat

    Selain bacaan di atas, ada juga doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon kesejahteraan di dunia dan akhirat setiap pagi serta sore. Doa ini tertulis dalam Kitab Sunan Abu Dawud, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah dari Ibnu Umar RA. Berikut bunyinya,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ في الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِي. اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيَّ وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْق وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَن أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaa- humma innii as-alukal ‘afwa wal’aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaali wa min fauqii wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala min tahtii

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi),”

    Amalan Pagi yang Bisa Dikerjakan Umat Islam

    Selain bacaan doa, ada sejumlah amalan pagi yang dapat dikerjakan oleh umat Islam. Apa saja? Berikut bahasannya.

    1. Tadarus Al-Qur’an

    Tadarus atau membaca Al-Qur’an bisa dilakukan usai mengerjakan salat Subuh. Sebab, pada waktu tersebut suasana tergolong tenang sehingga kaum muslimin bisa lebih fokus.

    Menukil dari buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari susunan Muhammad Ainur Rasyid, penghafal Al-Qur’an dapat memanfaatkan waktu Subuh untuk melakukan muroja’ah atau mengulang hafalan. Dengan demikian, hafalan ayat Al-Qur’an tidak akan hilang dan tetap mendapat pahala.

    2. Salat Dhuha

    Amalan selanjutnya adalah salat Dhuha. Dikatakan, salat Dhuha dapat menjadi amalan yang membuka pintu rezeki.

    Meski tergolong ke dalam ibadah yang hukumnya sunnah muakkad, Rasulullah SAW selalu mengerjakan salat Dhuha semasa hidupnya. Diriwayatkan Muslim dari hadits Aisyah RA, dia berkata:

    “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sholat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya,”

    3. Berzikir

    Terkait zikir di pagi hari, Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 41-42,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang,”

    Demikian kumpulan doa pagi hari Islam yang bisa dipanjatkan beserta informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ucapan Terakhir Jelang Kematian yang Jadikan 8 Pintu Surga Terbuka



    Jakarta

    Surga disebut memiliki sejumlah pintu yang kelak dimasuki oleh para penghuninya. Menurut sebuah riwayat, ada ucapan menjelang kematian yang bisa membukakan pintu-pintu surga dan membuatnya bebas masuk lewat pintu mana saja.

    Riwayat ini disebutkan dalam Kitab Ash-Shahihain sebagaimana dinukil Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Shifat Al-Jannah wa ma ‘A’adda Allahu li Ahliha min An-Na’im. Dari Ubadah bin Shamit RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang mengatakan ‘aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa tanpa ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba Allah, rasul-Nya dan kalimat-Nya yang Allah sampaikan kepada Maryam serta merupakan roh dari-Nya, bahwa surga itu benar adanya dan neraka itu benar adanya’, maka Allah memasukkannya melalui pintu mana pun yang ia mau di antara pintu-pintu surga yang delapan.”


    Dalam redaksi lain disebutkan, “Allah memasukkannya ke dalam surga, bagaimanapun keadaan amalnya.”

    Masih dalam Ash-Shahihain, terdapat pula hadits serupa yang berasal dari Abu Dzar RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

    “Aku didatangi satu utusan yang datang dari Tuhanku, lalu ia memberitahuku bahwa barang siapa yang mati di antara umatmu dalam keadaan tidak menyekutukan sesuatu pun maka ia masuk surga.” Lalu aku bertanya, “Meskipun ia berzina dan meskipun ia mencuri?” Utusan itu menjawab, “Meskipun ia berzina dan meskipun ia mencuri.”

    Balasan surga bagi orang yang mengesakan Allah SWT juga diterangkan dalam Kitab Shahih Muslim. Diceritakan, Rasulullah SAW memberikan dua sandal beliau kepada Abu Hurairah RA, lalu beliau bersabda,

    “Pergilah dengan kedua sandalku ini. Barang siapa yang engkau temui di balik kebun ini, yang bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dengan meyakininya, maka sampaikanlah kabar gembira tentang surga kepadanya.”

    Rauh bin Ubadah turut meriwayatkan dari Habib in Asy-Syahid, dari Hasan yang berkata, “Harga surga adalah kalimat La Ilaha Illa Allah (tiada tuhan selain Allah).”

    Riwayat tersebut juga termuat dalam Kitab Shifah Al-Jannah karya Abu Nuaim dari jalur Aban, dari Anas. Ia berkata, “Seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya, ‘Apa ada harganya surga?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Kalimat La Ilaha illa Allah (tiada tuhan selain Allah).’”

    Ada banyak riwayat yang menguatkan hal itu. Salah satunya, seperti yang tercantum dalam Kitab Al-Musnad dan Sunan Abi Dawud, Muadz bin Jabal RA mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجنَّةَ

    Artinya: “Barang siapa yang mati dalam keadaan mengetahui bahwa tiada tuhan selain Allah maka ia masuk surga.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Akad Nikah dalam Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Setelah akad nikah, di dalam budaya Islam, disunnahkan untuk mengucapkan doa kepada pengantin pria. Doa ini memiliki tujuan untuk memohon keberkahan Allah SWT bagi pengantin pria dan mengharapkan agar Allah SWT menyatukan keduanya dalam kebaikan.

    Pada pembahasan kali ini kita akan membahas doa-doanya serta merujuk kepada hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan dan tuntunan doa untuk pengantin pria setelah akad nikah.

    Doa setelah Akad Nikah dalam Islam

    Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah: Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, doa yang disunnahkan untuk diucapkan kepada pengantin pria setelah akad nikah adalah sebagai berikut,


    بَاركَ اللهُ لَكَ أَوْ بَارَكَ اللهُ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab Latin: “Baarakallaahu laka, atau baarakallaahu ‘alaika wa jama’a baina-kumaa fii khair,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah untukmu, atau semoga keberkahan Allah untukmu dan semoga Dia mengumpulkan antara kalian berdua dalam kebaikan.”

    Selain itu, disunnahkan juga untuk mengucapkan doa pada tiap-tiap mempelai dengan bacaan berikut.

    بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِي صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab latin: “Baarakallaahu likulli wahidin min kumaa fii shaahibihi wa jama’a bainakumaa fii khair,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas tiap-tiap dari kalian dalam perjodohannya, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    Dalam Kitab Shahih Bukhari-Muslim, ada hadits yang diriwayatkan dari Anas RA. Hadits tersebut menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Abdurrahman bin Auf RA,

    بَارَكَ اللهُ لَكَ

    Arab Latin: “Baarakallaahu laka,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah untukmu.”

    Dalam riwayat yang sama, Nabi Muhammad SAW juga bersabda kepada Jabir RA. Saat itu, dia memberitahu Rasulullah SAW tentang pernikahannya. Rasulullah SAW mengatakan,

    بَارَكَ اللهُ عَلَيْكَ

    Arab Latin: “Baarakallaahu ‘alaika,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas kamu.”

    Dalam Kitab-kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Diceritakan bahwa ketika ada seseorang yang menikah, Rasulullah SAW mengucapkan,

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

    Arab Latin: “Baarakallaahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fil khair,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah untukmu, semoga Dia memberikan keberkahan-Nya atasmu, dan semoga Dia menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    Demikian pembahasan mengenai doa setelah akad nikah. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Penutup Acara dan Adab yang Harus Diperhatikan Saat Membacanya


    Jakarta

    Doa penutup acara bisa dipanjatkan kaum muslimin selepas acara. Doa dibaca agar orang-orang yang hadir di sana diberkati dan diberi kebaikan, kesehatan, serta keselamatan saat perjalanan pulang.

    Saking pentingnya doa, Rasulullah SAW sendiri menyebut doa sebagai ibadah yang utama. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

    “Ibadah yang paling utama adalah doa,” (HR Al-Hakim)


    Dikatakan dalam buku Doa-doa dalam Acara Resmi, Keagamaan dan Kemasyarakatan susunan Drs M Ali Chasan Umar, dengan berdoa maka kita akan memperoleh naungan rahmat Allah, dilindungi dari bencana, menghilangkan kegelisahan dan mempermudah kesulitan.

    Doa Penutup Acara: Arab, Latin dan Artinya

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

    Arab latin: Subhaanakallaahumma wa bi-ḥamdika, asyhadu allaa Ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayka

    Artinya: “Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu,”

    Doa penutup majelis di atas berdasarkan hadits yang diriwayatkan Tirmidzi. Dengan memanjatkan doa tersebut, niscaya dosa-dosa akibat perkataan atau perbuatan yang tidak bermanfaat ketika acara berlangsung.

    Selain membaca doa penutup acara, doa juga dipanjatkan ketika acara dibuka. Mengutip dari buku Doa Para Nabi dan Rosul karya Nurul Huda dikatakan doa itu tercantum dalam surat Al A’raf ayat 43 yang berbunyi,

    … الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ …

    Arab latin: “Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk,” (QS Al A’raf: 43)

    Adab ketika Membaca Doa Penutup Acara

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut sejumlah adab yang bisa diperhatikan ketika membaca doa penutup acara.

    • Dalam keadaan suci dan menghadap kiblat
    • Dengan penuh kekhusyukan dan tadharru’
    • Memuji kepada Allah di permulaan berdoa dan menyanjungkan shalawat atas Nabi Muhammad SAW dalam doanya
    • Mengulang doa itu sampai dua-tiga kali
    • Mengangkat kedua tangannya pada waktu berdoa
    • Pada waktu akan berdoa, diawali dengan membaca Basmalah dan disudahi dengan bacaan Hamdalah
    • Mengokohkan kepercayaan bahwa doa itu akan diperkenankan Allah dan tidak merasa gelisah jika doa itu tidak diperkenankan-Nya
    • Bertawakal dan penuh dengan harap kepada Allah atas doanya.

    Demikian bacaan doa penutup acara dan adabnya. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Hadits tentang Kebersihan, Bisa Diterapkan dalam Keseharian


    Jakarta

    Kebersihan sebagian dari iman. Ungkapan tersebut menjadi bukti pentingnya kebersihan dalam ajaran Islam.

    Bahkan, Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan umat Islam untuk menjaga kebersihan. Dijelaskan dalam buku Pendidikan Akhlak Berbasis Hadits Arba’in An-Nawawiyah susunan Dr Saifudin Amin MA, kebersihan jadi tolak ukur kehidupan kaum muslimin.

    Hal tersebut dibuktikan dalam kitab-kitab fikih klasik diawali dengan pembahasan thaharah atau bersuci. Selain itu, kaum muslimin juga harus membersihkan diri sebelum menghadap Allah SWT, seperti berwudhu.


    Berikut sejumlah hadits yang membahas tentang kebersihan seperti dinukil dari Kitab Ihya’ Ulumuddin oleh Imam Al-Ghazali dan buku Fiqih Thaharah karangan Ibnu Abdullah.

    7 Hadits tentang Kebersihan

    1. Sebagai Kunci Diterimanya Salat

    مِفْتاَحُ الصَّلاَةِ الطُّهُوْرُ.

    Artinya: “Kunci (diterimanya atau sahnya) shalat adalah bersuci,” (HR Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, Hakim, Ibnu Majah, ad-Daruquthni, dan ad-Darimi)

    2. Allah SWT Menyukai Tempat yang Bersih

    إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ, نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ, كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ, جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ, فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

    Artinya: “Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu,” (HR Tirmidzi)

    3. Kebersihan Sebagian dari Iman

    الطُهُورُ نِصْفُ الإِيْمَانِ.

    Artinya: “Kesucian adalah sebagian dari iman,” (HR Muslim)

    4. Islam Dibangun Atas Dasar Kebersihan

    تَنَظَّفُوْا بِكُلِّ مَا اِسْتَطَعْتُمْ فَاِنَ اللهَ تَعَالَي بَنَي الاِسْلاَمَ عَلَي النَظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلاَ كُلُّ نَظِيْفٍ

    Artinya: “Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta’ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih,” (HR Ath-Thabrani)

    5. Menjaga Kebersihan Masjid dan Mushola

    أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وسلم ببنيان المساجد في الدور ، وأمر أن تنظف وتطيب “. أخرجه أحمد في “المسند” (26386) ، وصححه الشيخ الألباني في السلسة الصحيحة (2724)

    Artinya: “Rasulullah SAW memerintahkan untuk membangun masjid di perkampungan. Dan memerintahkan untuk membersihkan dan memberi wewangian,” (HR Ahmad)

    6. Anjuran Membersihkan Halaman

    طَهِّرُوا أَفْنِيَتَكُمْ ، فَإِنَّ الْيَهُودَ لَا تُطَهِّرُ أَفْنِيَتَهَا ” . أخرجه الطبراني في “المعجم الأوسط” (4057) ، وحسنه الشيخ الألباني في “السلسلة الصحيحة”

    Artinya: “Bersihkan halaman kamu, karena sesungguhnya orang Yahudi tidak membersihkan halamannya,” (HR Thabrani)

    7. Pahala Menjaga Kebersihan

    Rasulullah mengatakan bahwa Allah SWT menjanjikan surga bagi yang membersihkan dahan pohon di jalanan,

    مرَّ رجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ فَقَالَ : وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهُمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ

    Artinya: “Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalangi jalan, lalu ia berkata, “Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin,” maka Allah pun memasukkannya ke surga,” (HR Muslim)

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Surga Disebut Ada 100 Tingkatan, Jaraknya Sejauh Langit dan Bumi



    Jakarta

    Surga disebut memiliki 100 tingkatan dengan Firdaus sebagai tingkatan tertinggi. Menurut sebuah hadits, jarak setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi.

    Hadits yang memuat tingkatan surga ini dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dari Muadz bin Jabal dan turut dinukil Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Shifat Al-Jannah wa ma ‘A’adda Allahu li Ahliha min An-Na’im. Muadz bin Jabal mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang mengerjakan salat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadan, maka menjadi kewajiban bagi Allah untuk mengampuninya, baik ia ikut hijrah atau duduk saja di tempat ia dilahirkan ibunya.”


    Muadz bin Jabal bertanya, “Ya Rasulullah, tidakkah sebaiknya aku keluar untuk memberitahukan hal ini kepada orang-orang?”

    Beliau menjawab, “Jangan biarkan orang-orang itu beramal. Sesungguhnya dalam surga ada seratus tingkatan, di mana jarak antara setiap dua tingkatan sama seperti jarak antara langit dan bumi. Tingkatannya yang paling tinggi adalah surga Firdaus. Di sana terdapat Arasy, dan surga tersebut merupakan bagian yang paling tengah dari surga. Darinyalah memancar sungai-sungai surga. Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus.” (HR At Tirmidzi)

    Dalam hadits Atha’ dari Ubadah bin Ash-Shamit juga dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya dalam surga terdapat seratus tingkatan.”

    Senada dengan itu, Abu Hurairah RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dalam surga ada seratus tingkatan yang jarak antara setiap dua tingkatan sama dengan perjalanan seratus tahun.” Ibnu Qayyim mengatakan bahwa hadits ini hasan-gharib.

    Sementara itu, dalam riwayat dari Abu Said yang secara sanadnya terangkat dikatakan, “Sesungguhnya dalam surga ada seratus tingkatan yang seandainya seluruh alam berkumpul pada salah satu di antara tingkatan-tingkatan tersebut, maka ia dapat menampung mereka.” (HR Ahmad)

    Derajat Tertinggi dalam Surga

    Imam Muslim dalam Kitab Shahih-nya mengeluarkan hadits dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA yang mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَى صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدِ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ فِى الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

    Artinya: “Apabila kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bacalah sholawat atasku. Karena barang siapa yang bersholawat atasku satu sholawat, maka Allah bersholawat atasnya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Allah wasilah untukku, karena ia adalah suatu tempat di surga yang tidak kecuali untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Allah, dan aku berharap sekiranya akulah menjadi hamba tersebut. Barang siapa memintakan wasilah untukku maka syafaat halal untuknya.”

    Menurut riwayat lain, wasilah ini adalah derajat yang paling tinggi dalam surga. Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika kalian bersholawat atasku, maka mohonlah wasilah kepada Allah untukku.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu wasilah?” Beliau menjawab, “Derajat yang paling tinggi dalam surga, tidak ada yang memperolehnya kecuali satu orang, dan aku berharap sekiranya akulah orang itu.” (HR Ahmad)

    Wallahu a’lam.

    (kri/nwk)



    Sumber : www.detik.com