Tag: Halving

  • Persiapan Halving Bitcoin SV – Tokocrypto News

    Salah satu aset crypto ternama, Bitcoin Satoshi Vision (BSV), akan mengalami halving pertamanya di minggu kedua April ini. Bagaimanakah harganya akan terpengaruh? Akankah meroket atau malah anjlok?

    Analisa Teknikal BSV

    Sebelum memperkirakan bagaimana harga akan bergejolak menjelang dan sesudah halving nanti, mari kita lihat bagaimanakah pergerakan harganya belakangan ini secara teknikal.

    Jika dilihat dari price action-nya, sejak pertama kali diluncurkan, BSV sangat mematuhi garis trend yang terbentuk di timeframe mingguan dengan trend yang mulai naik sejak 3 minggu terakhir.

    Akankah trend ini akan berlanjut?

    Namun jika dilihat di timeframe yang lebih kecil, BSV, seperti Bitcoin dan aset crypto lainnya masih belum menunjukkan pertanda bullish yang kuat.

    Kenaikan harga yang ditunjukkan beberapa hari ke belakang semakin lama semakin lemah. Menunjukkan bahwa para “bull” mulai kehilangan momentum untuk menaikkan harga lebih jauh.

    Ditambah lagi, harga BSV berada di pola rising wedge yang merupakan pertanda bearish dan sedang mendekati resistance di fibonacci 0.382 pada gambar (sekitar 198 USD)

    Kemungkinan bearish masih ada, sehingga saya simpulkan, waktu terbaik untuk membeli dan berinvestasi BSV bukanlah sekarang, melainkan menunggu kepastian setelah harga keluar dari pola rising wedge dan turun lagi.

    Kesempatan “Belajar” dari BSV

    Apapun yang terjadi saat halving BSV, dan BCH (salah satu aset crypto lainnya yang merupakan hardfork dari bitcoin), dapat dijadikan acuan bagaimana harga Bitcoin akan bergerak saat halving bulan depan nanti.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Fractal: Harga Bitcoin Setara Rp5 Milyar Tahun Ini

    Bitcoin (BTC) dan pasar kripto yang saat ini sedang mengalami tekanan karena dampak global dari prospek keruntuhan Evergrande rupanya masih menyimpan dasar teknikal yang percaya diri.

    Berdasarkan analisis Fractal, kripto utama ini dilihat akan melesat hingga US$250.000 di tahun 2021.

    Apa Itu Fractal?

    Fractal secara umum adalah struktur geometris yang padanannya kita temukan di alam yang berupa bentuk berulang.

    Sedangkan, fractal dari sisi analisis teknikal adalah indikator yang berguna dalam perdagangan yang efektif. Fractal yang dimaksud adalah fragmen dari grafik harga aset, yang strukturnya berulang dalam periode yang berbeda.

    Berkat kesamaan dari fragmen tersebut, analisis dapat dilakukan untuk memprediksi perilaku harga atau indikatornya di masa depan.

    Baca JugaSemakin Keren, Cardano (ADA) Akan Terapkan Jaringan Layer-2

    Prediksi pada Harga Bitcoin 

    Fractal biasanya digunakan pada grafik jangka panjang Bitcoin karena kemiripannya sendiri tampaknya berasal dari siklus halving-nya.

    Menurut grafik yang diterbitkan oleh analis kripto Bit Harington, harga BTC berpotensi mencapai kisaran US$250-350rb pada akhir tahun 2021.

    Fractal Bitcoin, Sumber: Twitter Bitharington
    Fractal Bitcoin, Sumber: Twitter Bit Harington

    Cukup sederhana, gambar ini menjelaskan adanya satu garis resitance (R) dan support (S) muncul. Pertama kali garis ini muncul adalah di sekitar US$200 pada siklus 2012-2015, dan kemudian kita melihatnya lagi di sekitar US$3.000 pada siklus 2016-2019.

    Dan yang terbaru, analis menyarankan bahwa garis R/S yang sama akan ada di sekitar US$60.000.

    Dalam dua siklus sebelumnya, penembusan pada resistance menyebabkan kenaikan 6 kali lipat pada harga BTC. Ini adalah kenaikan parabola yang cepat.

    Menurutnya, menembus resistance terbaru saat ini dapat membawa harga ke kisaran US$250-350 ribu pada akhir tahun 2021.

    Baca JugaNFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

    Meroket Setelah Halving 

    Tidak diragukan, halving adalah momen jangka panjang yang telah mendongkrak harga hingga ke level ATH baru dengan skala pertumbuhan yang cepat.

    Sekadar informasi, halving adalah momen saat hadiah penambangan BTC dikurangi setengahnya.

    Dengan melihat dua momen halving sebelumnya, harga telah mengalami peningkatan nilai sekitar 12.000 – 13.000-an persen.

    Berpegang pada fakta tersebut, analis Rekt Capital mengungkapkan dalam tweetnya bahwa halving ketiga BTC akan mengalami pertumbuhan serupa dan membawanya ke US$385.000-US$400.000.

    Tentu saja, halving ketiga sudah dimulai pada Mei 2020 lalu, sehingga harga saat ini hanya tinggal menjalankan prosesnya untuk mencetak ketinggian baru. Tetapi pertama-tama, harga perlu menemukan pijakan dari keterpurukannya saat ini. Mari kita saksikan.

    sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Kripto Minggu Ketiga Mei: Apakah Bear Market akan segera tiba?

    Bulan Mei telah berlalu lebih dari setengahnya. Halving telah terjadi seminggu lalu. Bagaimana dengan pasar crypto? Apakah akan terus mengalami kenaikan? Atau malah bear market? Kita coba analisa bareng-bareng yuk!

    Fundamental: Hash rate menurun. HATI-HATI!

    Berdasarkan data dari blockchain.com, sejak 10 Mei 2020 atau menjelang halving Bitcoin, nilai hash rate bitcoin turun jauh dari 136 juta TH/s ke titik lokal terrendah di 91 juta TH/s di tanggal 14 Mei 2020 kemarin. Hal ini pun diikuti dengan melemahnya momentum bullish bagi bitcoin, diikuti dengan 2 kali “dump”. Pertama di 10 Mei 2020 ke sekitar 8100 USD dan pada 15 Mei 2020 dari USD 9800 ke USD 9300-an.

    Secara sederhana, hash rate adalah aktivitas dari jaringan blockchain bitcoin. Hash rate yang tinggi menunjukkan sehatnya jaringan bitcoin, begitu pula sebaliknya. Turunnya hash rate bisa jadi mengindikasikan banyaknya miners yang merasa harus mengurangi aktivitasnya, mungkin karena tidak seimbangnya pemasukannya akibat halving dari bitcoin.

    Baca Juga: Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

    Bear-Market-tokocrypto

    Secara teknikal, kita dapat melihat adanya rejection dari garis tren di timeframe 1 minggu. Gagal menembus garis ini akan mengindikasikan bitcoin telah kehilangan momentum bullishnya dan kita perlu mengantisipasi adanya penurunan ke zona 8000-an USD.

    bear-market-bitcoin-tokocrypto

    Baca Juga: Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

    Mengantisipasi Datangnya Golden Cross

    Selain itu, kita dapat juga mengantisipasi adanya indikator bullish golden cross, yaitu saat MA 50 berada di atas MA 200. Jika Bitcoin dapat menutup minggu ini dengan candlestick yang bullish, kita dapat mengharapkan hal tersebut terjadi. Namun, masih kurang tepat jika asal masuk sekarang, karena belum ada konfirmasi

    bear-market-bitcoin-tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Diprediksi Berlipat Ganda dalam Beberapa Hari Mendatang

    Harga Bitcoin diprediksi berlipat ganda dalam beberapa hari mendatang. Jake Yocom-Piatt, Pendiri Decred juga meramalkan, bahwa akibat Bitcoin Halving pada Mei 2020 nanti, bisa mendorong para penambang (miner) menjual Bitcoin (BTC) mereka di harga paling tinggi daripada saat ini.

    “Kita tahu Bitcoin Halving akan mengurangi imbalan BTC sebanyak separuh untuk jenis operasi yang relatif sama kepada penambang. Inilah yang kelak melipatgandakan biaya menambang yang juga relatif tak terjangkau oleh sebagian besar penambang kecil,” katanya.

    Baca Juga: Kinerja Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham Selama April 2020

    Tambahnya, dengan biaya penambangan yang tetap, untuk mempertahankan margin laba yang sama, mereka akan terdorong menjual Bitcoin di harga yang lebih tinggi.

    “Dengan kata lain, kita akan melihat kenaikan Bitcoin berlipat ganda daripada harga hari ini dalam beberapa hari ke depan. Tetapi, prediksi jelas jangka panjang sulit dibuat. Namun, dalam jangka panjang, menggunakan model stock-to-flow (StF), harga bisa meningkat secara substansial,” pungkasnya.

    Berdasarkan data dari Digitalik.net, menggunakan model StF, harga BTC bisa mencapai US$265 ribu per BTC pada 20 Oktober 2021. [Cointelegraph/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jelang Halving, Bitcoin Terkonsolidasi, Menuju US$10 Ribu?

    Rabu (15 April 2020) pagi, Bitcoin berfluktuasi di sekitar US$7 ribu. Dari sudut pandang teknikal, Bitcoin terkonsolidasi antara US$6.600-7.200. Petang ini, Bitcoin terpantau di US$6.883, turun tipis dalam 3 jam terakhir.

    “Saya melihat pola itu sama seperti Desember 2019, ketika Bitcoin terkonsolidasi antara US$6.600-7.400, lalu naik menjadi US$10 ribu dalam dua setengah bulan,” kata Nemo Qin, Analis Senior eToro dalam keterangannya pagi ini kepada Blockchainmedia.id.

    Qin menegaskan, dalam jangka pendek Bitcoin bisa bergerak sideways dan mungkin menguji US$7 ribu lagi setelah turun.

    Qin juga mempertimbangkan sentimen positif terkait pencarian Bitcoin Halving di Google.

    “Kenaikan minat terhadap Bitcoin Halving tercermin dari data di Google Trends. Grafiknya melonjak mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Tampaknya investor sangat memusatkan perhatian pada momen istimewa itu. Mereka penasaran apa yang akan terjadi terhadap harga Bitcoin sebelum dan setelah Halving,” kata Qin.

    Halving pada Mei nanti adalah Halving Ketiga setelah dua Halving sebelumnya pada 28 November 2012 dan 10 Juli 2016. Pada Halving Pertama imbalan kepada para penambang berkurang dari 50 BTC menjadi 25 BTC per block.

    Sedangkan pada Halving Kedua berkurang lagi dari 25 BTC menjadi 12,5 BTC. Pada Halving Ketiga nanti, imbalan berkurang dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC.

    “Mengingat batas pasokan maksimum Bitcoin adalah 21 juta BTC, maka Halving bisa sebagai faktor berkurangnya likuiditas pasar. Inilah selanjutnya dapat mendorong harga naik jika permintaan tetap pada tingkat yang sama,” tegasnya. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pencarian Bitcoin Halving di Google Meningkat Signifikan

    Data dari Google Trends pada 14 April lalu menunjukkan kenaikan minat sebanyak 16% tahun ini ada pada peristiwa Halving tersebut. Hal ini lebih tinggi dari yang terjadi di tahun 2016 silam, ketika peristiwa ini terjadi.

    Pada rincian data secara geografis dan fokus pada 30 hari terakhir, lima negara teratas yang menunjukkan minat paling besar ada di wilayah Luxembourg, Latvia, Estonia, Swiss, dan Lithuania.

    Pencarian yang lebih sempit terkait “Bitcoin Halving 2020”, mengungkapkan distribusi geografis yang sangat berbeda. Nigeria menduduki puncak grafik dengan pencarian tersebut. Jumlah ini diikuti oleh Venezuela, Austria, Portugal, dan Czechia.

    Siapa dan Mengapa Mereka Peduli pada Bitcoin Halving ini?

    Halving ini adalah peristiwa pengurangan 50% pra-kode secara berkala dari penambangan bitcoin untuk setiap blok di blockchain dari cryptocurrency yang diberikan. Peristiwa ini juga diawasi dengan ketat oleh komunitas crypto karena pengaruhnya terhadap harga mata uang cryptocurrency dan juga dampaknya pada miners.

    Halving di tahun 2020 akan menjadi yang ketiga dari peristiwa Halving Bitcoin ini dan akan mengurangi tingkat penerbitan Bitcoin menjadi 6,5 BTC untuk setiap 10 menit penambangan.

    Baca juga : Apa itu Bitcoin Halving?

    Jauh sebelum peristiwa ini, co-Founder DeFi Toronto, Victor Li telah mengamati peristiwa Halving yang akan terjadi di bulan Mei tahun ini dan akan berpotensi mengurangi tingkat inflasi Bitcoin menjadi 1,8%. Dirinya mengklaim hal ini “mirip dengan emas (emas baru pada rasio mined-to-inventory)”.

    Pada akhir 2019 lalu, data Google Trends mengindikasikan peningkatan secara signifikan terhadap pencarian Bitcoin Halving ini di seluruh dunia sepanjang tahun tersebut.

    Walaupun dengan adanya pandemi Covid-19 yang menjadi pusat perhatian dunia, minat terhadap peristiwa Halving di industri ini tetap akan berpotensi memiliki dampak bullish pada harga Bitcoin nanti. Klaim ini didasari pada pengetahuan akan hanya ada sedikit Bitcoin “baru” yang diterbitkan, sehingga tingkat pasokan akan berkurang.

    Hal ini juga disertai dengan kekhawatiran akan muncul “miner kapitulasi” dan “merugikan” pelaku pasar yang lebih kecil dalam bisnis ini, karena tekanan dari pengurangan rewards itu sendiri. Meskipun hal ini juga bergantung pada kinerja koin pasca-halving ini di spot market.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jihan Wu: Setelah Halving, Harga Bitcoin Bisa Naik Tinggi, Tetapi Perlahan

    Jihan Wu, Pendiri dan CEO perusahaan alat tambang Bitcoin, Bitmain mengatakan setelah Halving harga Bitcoin bisa naik lebih tinggi, tetapi lajunya perlahan. Antminer S19 Pro jadi pilihan?

    “Ketika kapitalitasi pasar Bitcoin bertumbuh, volatilitasnya menurun, maka Bitcoin kian stabil. Itu artinya, Bitcoin mungkin tak mengalami lonjakan naik tajam. Betapapun Bitcoin melejit, satu hari nanti akan memuncak di harga tertingginya. Namun, sebelum itu harga akan relatif datar dengan twist di sana-sini dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.

    Ia menambahkan, bahwa bull run Bitcoin mungkin tidak tiba segera setelah tanggal Halving. Kemungkinan akan ada penundaan waktu alias naik perlahan, kata Wu.

    Berbeda dengan pendapat pelaku Bitcoin lain, Wu tidak melihat Bitcoin sebagai aset safe haven di kala ekonomi bergejolak.

    BERITA TERKAIT  Penelusuran Bitcoin Halving 2020 Meningkat Drastis di Google

    Baginya Bitcoin naik turun ibarat papan selancar di antara gelombang-gelombang. Maksud Wu adalah Bitcoin murni berdasarkan arus besar antara permintaan dan penawaran.

    “Seberapa baik Anda berselancar, itu tergantung pada keterampilan Anda,” kata Wu.

    Setengah berpromosi, ia tak enggan mengatakan bahwa alat tambang Bitcoin generasi terbaru Bitmain, yakni Antminer S19 Pro memang disiapkan untuk menghadapi Bitcoin Halving pada Mei 2020 nanti. Diluncurkan pada Februari 2020 lalu, Antminer S19 Pro itu bertenaga 110 Terahash per detik.

    Prakiraaan keuntungan menambang Bitcoin menggunakan Antminer S19 Pro buatan Bitmain.

    “Saya percaya para penambang bisa menggunakan itu untuk melayani pasar Bitcoin selama kurang lebih 3-4 tahun ke depan,” katanya.

    Di atas kertas, Antminer S19 Pro yang berdaya lebih dari 3.250 watt itu, dengan harga Bitcoin saat ini, US$6.319, bisa menghasilkan 0,001988 BTC per hari dengan keuntungan bersih mencapai US$8,34 per hari.

    Tapi perlu waktu kurang dari 12 bulan untuk balik modal alat, yakni US$2.500. Untuk mencapai itu tentu saja dengan memasukkan harga listrik yang murah, yakni US$0,05 dan biaya mining pool sebesar 1 persen. [Bitcoin.com/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Halving Litecoin Tidak Mendorong Kenaikan Harga Segera, Ini Analisanya

    Litecoin telah menyelesaikan halving ketiga dalam sejarahnya pada 2 Agustus lalu. Momen halving Litecoin ini terjadi setiap empat tahun, memotong setengah penghargaan penambang dari 12,5 LTC menjadi 6,25 LTC.

    Halving biasanya dilihat sebagai katalis yang dapat mendorong kenaikan harga token asli jaringan yaitu LTC dalam jangka panjang. Namun, LTC bergerak ke arah yang berlawanan beberapa jam setelah peristiwa tersebut, saat ini diperdagangkan pada Kamis (3/8) pukul 12.00 WIB berada disekitar US$ 86,80 (6% lebih rendah dari penilaian kemarin).

    Tim di belakang salah satu protokol blockchain tertua ini mengumumkan Litecoin akan memotong hadiah per blok menjadi 6,25 LTC dari 12,5 LTC. halving sebelumnya terjadi pada 5 Agustus 2019, dan 25 Agustus 2015. Menurut pendiri Litecoin Charlie Lee, halving disinflasi ini membantu mencapai adopsi massal tanpa mengorbankan keamanan jaringan.

    Harga LTC

    Grafik harga Litecoin LTC/USDT. Sumber: Tradingview.
    Grafik harga Litecoin LTC/USDT. Sumber: Tradingview.

    Baca juga: Tether (USDT) Jadi Stablecoin Favorit, Punya Cadangan Aset Besar

    Namun, respons Litecoin terhadap dua kejadian sebelumnya sama sekali tidak bullish. Setelah halving pada Agustus 2015, Litecoin diperdagangkan antara US$ 2,8-US$ 3,6 selama 19 bulan, sebelum penembusan yang bertepatan dengan reli Bitcoin dan melihat harga naik setinggi US$ 370 pada Desember 2017. Pola yang agak mirip terjadi setelah separuh Agustus 2019.

    Dikutip CoinDesk, mungkin trader memberi harga pada halving sebelum terjadi, seperti yang terlihat dari aksi “buy the rumor, sell the news,” dan kemudian mengambil untung selama berbulan-bulan sebelum menunggu kenaikan Bitcoin.

    Sikap acuh tak acuh LTC terhadap peristiwa penting tersebut dapat dijelaskan oleh fakta bahwa pada kedua kesempatan tersebut, Bitcoin, aset kripto terkemuka berdasarkan nilai pasar dan jangkar industri, merawat efek lanjutan dari bear market yang brutal.

    Lebih penting lagi, pasar kripto bull biasanya dimulai beberapa bulan setelah halving Bitcoin, yang terjadi 8-9 bulan setelah pengurangan separuh Litecoin. Halving keempat Bitcoin akan jatuh tempo pada Maret/April 2024.

    Litecoin Peningkatan Adopsi

    Ilustrasi halving Litecoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi halving Litecoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Altcoin Layak Dipantau: Litecoin (LTC), Solana (SOL) hingga Ripple (XRP)

    Di samping potensi harga LTC, halving Litecoin menjadi momen penting. Berbicara tentang adopsi Litecoin sebagai metode pembayaran, CEO BitPay Stephen Pair mengatakan kepada Cointelegraph bahwa pembayaran Litecoin dan Bitcoin Lightning memiliki bulan terbaik dalam sejarah platform pembayaran global.

    Dibuat oleh Charlie Lee pada tahun 2011, Litecoin adalah salah satu protokol blockchain pertama. Secara detail teknis, karakteristik utamanya mirip dengan Bitcoin. Jika Bitcoin sering dibandingkan dengan “emas digital,” sedangkan Litecoin mendapat julukan “perak digital” karena kesamaan yang mendasarinya dengan yang pertama.

    Protokol blockchain memiliki batas pasokan tetap sebesar 84 juta koin yang pernah ada. Terlepas dari harapan jangka panjang itu, harga aset LTC bisa berpotensi mengalami kenaikan di masa depan.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Berkinerja Baik Pasca Dua Bulan Bitcoin Halving 2024

    Dua bulan setelah halving Bitcoin pada tahun 2024, pasar altcoin telah menunjukkan pergerakan harga yang signifikan. Namun, koreksi terbaru telah mengikis sebagian besar keuntungan yang dipicu oleh halving di pasar altcoin.

    Halving Bitcoin sering kali menjadi isyarat bullish untuk pasar yang lebih luas, termasuk altcoin. Pelaku pasar sering membeli altcoin setelah peristiwa halving atau mendiversifikasi kepemilikan mereka dengan menuangkan keuntungan dari Bitcoin ke altcoin.

    Pembelian besar-besaran ini membantu mendorong reli pasar secara keseluruhan, meskipun beberapa token sering kali mengungguli yang lain.

    PEPE Coin Memimpin

    Ya, banyak yang terkejut dengan masuknya koin PEPE ke dalam daftar. Sebagian besar altcoin memperoleh keuntungan besar setelah peristiwa halving Bitcoin. Namun, banyak token mengalami koreksi karena profit booking atau koreksi pasar yang lebih luas.

    Di antara 50 token kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, koin PEPE tetap menjadi pemenang dalam hal keuntungan pasca-halving Bitcoin. Misalnya, Bitcoin Cash, koin yang lahir dari fork Bitcoin, turun hampir 22% sejak Bitcoin halving pada 20 April.

    Grafik harga harian PEPE/USD dengan RSI. Sumber: Tradingview.com.
    Grafik harga harian PEPE/USD dengan RSI. Sumber: Tradingview.com.

    Sejak Bitcoin halving, harga koin PEPE telah meningkat sebesar 148%, mencapai level tertinggi harian di dekat US$0,0000124 pada 17 Juni. Kenaikan ini mengesankan mengingat token tersebut telah berada dalam tren turun sejak 28 Mei.

    Meskipun token sedang dalam tren naik, pedagang sebaiknya berhati-hati sebelum berinvestasi dalam koin PEPE. Token ini adalah memecoin yang mengandalkan hype media sosial untuk isyarat bullishnya, menjadikannya pilihan investasi yang sangat fluktuatif.

    Tidak mengejutkan, mengingat posisi Ethereum sebagai kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin. Ketika harga BTC mencapai ATH baru setelah peluncuran ETF Bitcoin awal tahun ini, pelaku pasar mengharapkan ETH untuk mengikuti.

    Harga ETH naik ke level tertinggi tahun 2024 di dekat US$4.080 sebelum jatuh, mencapai level terendah harian di dekat US$3.020 pada hari Bitcoin halving.

    Grafik harga harian ETH/USDT dengan RSI. Sumber: Tradingview.com.
    Grafik harga harian ETH/USDT dengan RSI. Sumber: Tradingview.com.

    Baca juga: Analis Sarankan Hold Altcoin, Meskipun Terjadi Tekanan Jual

    Namun, hype tentang ETF Ethereum spot membantu mengangkat harga ETH menjelang akhir Mei 2024, yang mengakibatkan token hampir menembus di atas US$4.000 sebelum terkoreksi lagi. Persetujuan ETF sudah cukup untuk memastikan harga ETH naik hampir 20% sejak peristiwa halving Bitcoin.

    Dalam periode yang sama, altcoin besar lainnya mencatatkan keuntungan yang dapat diabaikan, seperti Solana yang turun ke US$140 pada 17 Juni dan menghapus semua kenaikannya sejak 20 April.

    Selain itu, token seperti AVAX, ADA, MATIC, dan lainnya dari daftar 20 token kripto teratas (berdasarkan kapitalisasi pasar) diperdagangkan dengan kerugian dibandingkan dengan harga pada 20 April.

    Toncoin (TON)

    Toncoin dari Jaringan Terbuka menjadi pemenang lainnya dalam perlombaan pasca-halving Bitcoin. Harga TON telah mencapai level tertinggi yang lebih tinggi sejak Maret 2024. Harga token ini terdorong oleh halving Bitcoin dan masuknya pembeli berikutnya.

    Selain itu, akumulasi paus juga membantu kenaikan harga TON, dengan jumlah alamat yang menyimpan antara 100.000 dan 1 juta TON token terus meningkat pada awal Juni.

    Sejak 20 April, harga TON telah melonjak lebih dari 35%, mencapai level tertinggi harian di dekat US$8 pada 17 Juni. Token ini sedang terkoreksi, tetapi tampaknya berada di jalur menuju target harga US$9 pada bulan Juni.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akun 4chan dari 2023 Ramal BTC Top di 6 Oktober, Siklus 4 Tahunan Terulang?

    Pada 6 Oktober 2025, Bitcoin (BTC) mencapai all time high (ATH) baru di level $126.198, melampaui rekor sebelumnya yang dipecahkan beberapa minggu yang lalu. Setelah mencapai ATH baru, Bitcoin mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tanggal 10 Oktober, karena rencana presiden AS Donald Trump yang ingin menaikan tarif dagang bagi barang-barang China.

    Kejadian ini tidak hanya mengejutkan pasar kripto, tapi juga memvalidasi sebuah prediksi anonim dari forum 4chan yang diposting pada Desember 2023. Prediksi tersebut secara tepat meramalkan bahwa BTC akan mencapai puncaknya pada 6 Oktober 2025, berdasarkan pola siklus bull dan bear yang berulang setiap empat tahun.

    Lanas apakah ini kebetulan belaka, atau bukti bahwa siklus halving Bitcoin masih berlaku? Artikel ini akan mengupas prediksi tersebut, latar belakang siklus BTC, serta implikasinya bagi investor di pasar kripto.

    Prediksi Akun Anonim 4Chan

    Screenshoot postingan 4chan

    Prediksi ini berasal dari sebuah posting anonim di 4chan yang diposting pada akhir tahun 2023, postingan tersebut kemudian viral setelah dibagikan ulang  di X (sebelumnya twitter). Postingan tersebut menggambarkan pola siklus Bitcoin sebagai berikut:

    Siklus Bull Run (naik): Terjadi selama ±1064 hari → harga naik signifikan hingga mencapai ATH (All-Time High).

    Siklus Bear Market (turun): Terjadi selama ±364 hari → harga turun dari puncak menuju ATL (All-Time Low).

    Siklus 1:

    • ATL 2015 → ATH 2017 = 1064 hari
    • ATH 2017 → ATL 2018 = 364 hari

    Siklus 2:

    • ATL 2018 → ATH 2021 = 1064 hari
    • ATH 2021 → ATL 2022 = 364 hari (beberapa menyebut 376 hari)

    Prediksi Siklus 3:

    • ATL 2022 → ATH 2025 = 1064 hari
    • ATH diprediksi terjadi pada 6 Oktober 2025 kemarin

    Menariknya pada tanggal 6 Oktober kemarin BTC berhasil mencapai ATH terbarunya dan membuat banyak pengguna X menyoroti akurasi pola ini.

    Baca juga: Sentimen Pasar Kripto Ambruk: Indeks Fear & Greed Jatuh Usai Pengumuman Tarif Trump

    Siklus 4 Tahun Bitcoin: Apakah Masih Relevan?

    Bitcoin dikenal dengan siklus empat tahunan yang dipicu oleh event halving, di mana reward mining dikurangi setengahnya setiap empat tahun. Siklus ini biasanya mencakup:

    • Fase akumulasi: Pasca-halving, harga stabil sebelum naik secara bertahap.
    • Bull run: Kenaikan eksponensial, sering mencapai ATH, didorong oleh peningkatan kelangkaan BTC dan minat investor.
    • Bear market: Penurunan tajam setelah euforia memudar, diikuti konsolidasi.
    • Pemulihan: Menuju halving berikutnya.

    Berdasarkan data historis dari gambar di atas bisa terlihat jika pola siklus bullrun dan bearmarket selalu selalu konsisten, setidaknya selama beberapa siklus terakhir. Pola ini mencakup dari hitungan Halving sampai dengan rentang harga tertinggi untuk merealisasikan profit ada di sekitar 560 hari.

    Jika pola ini terus berlanjut maka kemungkinan besar ‘top’ untuk Bitcoin ada di bulan September-Oktober, jika mengikuti pola yang sama.

    Pola historis Bitcoin, sumber akun X @spacepixel

    Jika dibandingkan dengan prediksi dari postingan anonim dari 4chan, maka siklus ini terlihat match.

    Tapi… banyak yang berpendapat bahwa siklus di 2025 ini berbeda, dan akan lebih lama dari pada siklus yang pernah terjadi seperti di atas, faktornya adalah karena pengaruh Presiden Trump yang pro kripto dan semakin masifnya adopsi institusional.

    Seperti @coinbureau yang berpendapat bahwa siklus kali ini dapat memanjang lebih lama dari sebelumnya, dengan HODLer yang kuat disertai dengan uptrend yang melambat.

    Baca juga: Tren Bitcoin 13-17 Oktober 2025: Bocoran CPI Minggu ini

    Implikasi bagi Investor

    Jika pola siklus Bitcoin benar-benar berulang seperti yang diprediksi dengan fase bull selama ±1064 hari dan bear selama ±364 hari, maka fase akumulasi berikutnya kemungkinan besar akan terjadi dalam waktu dekat. Ini membuka peluang bagi investor untuk mulai mengidentifikasi zona harga rendah sebelum potensi kenaikan berikutnya.

    Namun, penting untuk diingat bahwa:

    • Siklus bukan jaminan: Meskipun pola historis menunjukkan ritme yang konsisten, pasar kripto tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti regulasi, geopolitik, dan sentimen global.
    • Manajemen risiko tetap utama: Investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan pola waktu, tetapi juga memperhatikan indikator teknikal, volume, dan data on-chain.
    • Don’t timing the market: Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di pasar kripto besok atau bahkan satu jam ke depan, jadi selalu siapkan strategi jangan FOMO atau YOLO.

    Seperti adagium yang sering kali diungkapkan para investor:

    “History doesn’t repeat itself, but it often rhymes.”

    Sejarah mungkin tidak akan berulang, tapi biasanya memiliki pola, dengan memahami pola masa lalu ini, semoga bisa menjadi alat bantu kamu dalam menyikapi hal yang akan datang dan pernah terjadi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com