Tag: Harga Bensin

  • Market Awal Pekan: Harga Bensin Naik, Kripto Ikut Kuat

    Pergerakan market aset kripto pada Senin (5/9) pagi tampak optimis. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau naik tipis ke zona hijau, di saat harga bensin juga sudah melonjak sejak hari Sabtu (2/9) lalu.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 0,17% ke US$ 19.848 dalam sehari terakhir. Ethereum (ETH) juga melonjak 1,03% ke US$ 1.572 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kembalinya market kripto ke zona hijau pada awal pekan ini, mungkin disebabkan oleh mulai bergairahnya investor untuk melakukan akumulasi, pasca penurunan yang terjadi pada akhir pekan lalu. Selain itu investor mulai percaya diri setelah mencerna data ekonomi baru yang cukup penting, yaitu laporan ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll).

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: TokoMall dan Grid Network Rilis Koleksi Gajah Monster NFT di Otobursa Tumplek Blek 2022

    “Laporan itu menjadi sentimen positif untuk market tingkat pengangguran di AS naik menjadi 3,7%, tapi penyerapan tenaga kerja baru sepanjang Agustus juga cukup besar 315.000 pekerjaan. Pengumuman itu pun direspon positif oleh market kripto dan saham. Bitcoin dan beberapa altcoin mengalami pumping secara serentak. Namun, setelahnya harga kripto kembali turun,” kata Afid.

    Market Kripto Masih Sideways

    Afid melanjutkan, meski performa aset kripto membaik di Senin pagi, namun pergerakan sejatinya masih sideways. Jika dibanding sepekan sebelumnya, misalnya Bitcoin masih diperdagangkan di bawah US$ 20.000. Hal ini menandakan bahwa ada tekanan kuat baik dari sisi jual maupun beli.

    Sementara dari sisi makroekonomi, investor sepertinya mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin setelah kemampuan penyerapan tenaga kerja AS masih kuat di Agustus.

    “Di saat bersamaan, investor juga terlihat antusias menanti dua peristiwa penting di jaringan Ethereum dan Cardano, yang dijadwalkan terjadi pada September,” ungkap Afid.

    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

    Rencananya, pembaruan jaringan Ethereum, atau yang disebut The Merge, diperkirakan meluncur antara 10-20 September. Sementara itu, Vasil Hard Fork jaringan Cardano juga diharapkan terjadi pada 22 September mendatang.

    Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

    Sementara dari sisi analisis teknikal, harga Bitcoin dalam beberapa hari ini berada di rentang ketat antara US$ 19.540 hingga US$ 20.576. Hal Iini mengindikasikan bahwa terdapat pelaku pasar yang fokus memborong BTC atau melakukan buy the dip, namun masih belum kuat mengalahkan sentimen market yang belum kondusif.

    Target naik BTC saat ini berada pada level US$ 20.359, kembali ke posisi aman di level psikologisnya. “Apabila harga Bitcoin mampu brekaout resistance, maka bisa lanjut naik ke US$ 20.859. Sementara, jika breakdown akan lanjut penurunan dengan target di level US$ 19.313,” proyeksi Afid.

    Kemudian, Ethereum level support terdekat berada pada level US$ 1.544. Kemudian, level resistensi di level US$ 1.616 masih menjadi target naik terdekat.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bagaimana Cara Tahu 1 Liter Bensin Bisa Berapa Km? Begini Penjelasannya


    Jakarta

    Bagi pemilik kendaraan konvensional, bahan bakar adalah hal yang wajib diperhitungkan dengan baik. Sebab, harga bensin yang kerap berubah setiap awal bulan menjadi perhatian tersendiri.

    Maka dari itu, banyak pengendara yang mulai menghitung konsumsi bahan bakar setiap kali mengisi bensin. Apabila mobil yang dikendarai boros BBM, maka pengeluaran untuk membeli bensin juga turut membengkak.

    Nah, ada beberapa cara untuk menghitung konsumsi bahan bakar. Lantas, 1 liter bensin dapat menempuh berapa Km? Simak cara menghitungnya yang benar dalam artikel ini.


    1 Liter Bensin Berapa Km?

    Dilansir situs Wuling Indonesia, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menghitung 1 liter bensin berapa kilometer pada mobil. Berikut penjelasannya:

    1. Cek Konsumsi Bahan Bakar Lewat MID

    Mobil keluaran terbaru telah mengusung fitur Multi-Information Display (MID). Layar digital di dekat odometer ini berfungsi untuk memberikan informasi tambahan kepada pengemudi, salah satunya mengecek konsumsi bahan bakar.

    Pengendara dapat mengetahui konsumsi BBM secara otomatis berkat bantuan Electronic Control Unit (ECU) sesuai bensin yang disuplai oleh injektor. Untuk mengetahui jumlah konsumsi bahan bakar, detikers bisa mengeceknya pada kolom average fuel consumption atau umumnya disingkat menjadi ‘AVG’.

    2. Cek Konsumsi Bahan Bakar Lewat Metode Full to Full

    Apabila mobil detikers tidak dilengkapi dengan MID, kamu masih bisa menghitung konsumsi bahan bakar lewat metode full to full. Cara ini dilakukan dengan mencari total jarak tempuh yang sudah dilalui, kemudian membaginya dengan jumlah bahan bakar yang telah diisi ulang.

    Adapun rumus dalam mengecek konsumsi bahan bakar lewat metode full to full, yaitu:

    (Kilometer akhir – Kilometer awal) / BBM yang telah diisi = Hasil akhir.

    Sebagai contoh, Andi mengisi BBM untuk mobilnya hingga full tank. Saat mengisi bensin pertama, angka odometer yang tercatat di mobil adalah 2.000 Km. Setelah mengisi bensin, Andi menggunakan mobil untuk perjalanan sehari-hari.

    Setelah melaju hingga kecepatan 60-100 Km/jam, Andi kembali mengisi BBM sampai full. Di tahap ini, Andi menghitung berapa liter bahan bakar yang diisi ke dalam tangki, ternyata mencapai 30 liter bensin.

    Selain itu, Andi juga mencatat berapa kilometer jarak yang telah ditempuh setelah terakhir kali mengisi bensin. Ternyata, ia sudah menempuh jarak sejauh 300 Km, sehingga di odometer tercatat 2.300 Km.

    Kini, Andi tinggal menghitung konsumsi bahan bakar sesuai rumus di atas. Perhitungannya sebagai berikut:

    (Kilometer akhir – Kilometer awal) / BBM yang diisi = Hasil akhir
    (2.300 – 2.000) / 30 = 10 Km/liter.

    Jadi, jawaban dari pertanyaan 1 liter bensin berapa Km adalah 10 Km/liter.

    Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar Bisa Berbeda

    Perlu diingat, konsumsi bahan bakar bisa berbeda-beda tergantung dari sejumlah faktor. Mengutip laman Daihatsu, berikut penyebabnya:

    1. Kapasitas Mesin

    Faktor yang pertama terkait dengan kapasitas mesin. Saat ini, ada banyak mobil yang memiliki kapasitas mesin yang beragam, mulai dari 1.5 L, 2.0 L, hingga 1.5 L dengan teknologi mesin turbo. Kapasitas mesin yang berbeda juga menyebabkan jumlah konsumsi BBM yang tak sama.

    2. Kompresi

    Selain kapasitas mesin, rasio kompresi juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Sebab, efisiensi BBM selaras dengan rasio kompresi yang dimilikinya. Rasio bahan bakar yang tinggi dapat mengubah energi kimia ke energi mekanis yang jauh lebih besar.

    3. Gaya Berkendara

    Setiap pengendara memiliki gaya berkendara yang berbeda. Apabila mengendarai mobil dengan santai di perkotaan, maka konsumsi bahan bakar bisa irit. Namun jika mengendarai mobil dengan ngebut atau banyak melintasi tanjakan, maka mesin mobil harus bekerja ekstra sehingga lebih boros bensin.

    4. Jenis BBM yang Dipakai

    Menggunakan jenis BBM yang punya oktan tinggi diklaim lebih irit bensin. Meski begitu, detikers juga harus menyesuaikan kembali dengan kompresi kendaraan masing-masing, apakah bisa meminum bensin dengan oktan tinggi atau tidak.

    Demikian cara menghitung 1 liter bensin berapa Km. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Penghasilan Rp 8 Juta per Bulan, Bisa Punya Mobil?

    Jakarta

    Memiliki mobil pribadi masih menjadi impian banyak orang. Mobil menjadi simbol kenyamanan saat berkendara di jalan hingga dianggap sebagai salah satu pencapaian finansial seseorang.

    Oleh karena itu banyak orang masih bertanya-tanya, harus punya gaji berapa untuk membeli mobil? Bisakah seseorang yang memiliki gaji Rp 8 juta membeli mobil tanpa membebani kebutuhan sehari-hari keluarganya?

    Hitung-hitungan Gaji Rp 8 Juta Bisa Beli Mobil

    Dilansir dari situs Mandiri Utama Finance, Senin (7/7/2025), seseorang yang memiliki gaji Rp 8 juta sangat mungkin membeli mobil pribadi. Meskipun hal itu harus mempertimbangkan beberapa aspek, seperti jenis mobil yang dibeli dan persentase gaji yang akan dipakai membayar cicilan.


    Diasumsikan harga mobil baru yang termurah saat ini bertipe car city, yaitu Daihatsu Ayla dengan harga OTR Rp 134 Jutaan. Jika mengambil kredit dengan tenor 60 bulan, maka angsurannya adalah Rp 2,4 juta.

    Asumsikan nilai angsuran maksimal yang akan ditanggung adalah sebesar 30% dari pendapatan bulanan. Maka dengan asumsi angsuran tadi, penghitungan pendapatan minimal untuk membeli mobil menjadi:

    Pendapatan minimal = angsuran/30% = Rp 2.400.000/0.3 = Rp 8 juta-an. Jadi, untuk punya mobil baru bertipe city car, LCGC, pendapatan minimal yang harus diperoleh adalah Rp 8 juta-an per bulan.

    Sebagai catatan, harga mobil di setiap daerah mungkin berbeda-beda, serta tergantung promo apa yang disediakan oleh dealer. Selain itu ada biaya operasional lain, misalnya ongkos perawatan yang harus diperhitungkan.

    Hitung Biaya Perawatan dan Bensin Bulanan

    Agar Anda bisa punya mobil dengan nyaman, maka perlu memasukkan biaya operasional dalam penghitungan. Apa saja keperluan untuk biaya operasional mobil?

    Bahan bakar: Rp 1 Juta (dengan asumsi konsumsi bahan bakar rata-rata 12 km/liter dan harga bensin Rp 10 ribu/liter).
    Perawatan rutin: Rp 500 ribu (dengan asumsi servis berkala setiap 6 bulan dengan biaya rata-rata Rp 3 juta).
    Parkir: Rp 300 Ribu (dengan asumsi parkir rata-rata Rp 10 ribu/hari selama 30 hari).
    Tol: Rp 500 Ribu (dengan asumsi menggunakan tol rata-rata Rp 20 Ribu/hari selama 25 hari).
    Asuransi: Rp 200 Ribu (dengan asumsi AKB sebesar 0.5% dari harga OTR dibayar setiap tahun).
    Jadi, total operasional mobil per bulan adalah: Rp 1juta + Rp 500 ribu + Rp 300 ribu + Rp500 ribu + Rp200 ribu = Rp2,6 juta.

    Hitungan itu belum termasuk pajak yang harus dibayarkan setiap tahun. Tapi dengan pendekatan ini, pendapatan minimal untuk memiliki mobil seharusnya:

    Pendapatan minimal = (angsuran + operasional) / 30% = (Rp 2,4 juta + Rp 2,6 juta) / 0,3 = Rp 5 juta / 0,3 = Rp 16,67 jutaan.
    Jadi, untuk punya mobil city car, LCGC dan dapat menikmatinya dengan nyaman, gaji yang pas untuk kredit mobil minimal Rp 16,67 jutaan per bulan.

    Gaji di Bawah Rp 8 Juta atau UMR Jakarta Bisa Beli Mobil?

    Dari uraian di atas, jelas bahwa gaji Rp 8 juta masih mungkin untuk membeli mobil, meskipun tergolong pas-pasan. Lantas bagaimana dengan yang gajinya di bawah Rp 8 juta, misalnya hanya UMR atau sekitar Rp 5,39 juta (UMR Jakarta)?

    Jawabannya adalah bisa saja namun harus disiplin menerapkan sejumlah tips berikut. Pertama, kompromilah dengan mobil bekas. Jika ini pembelian mobil pertama maka membeli mobil bekas merupakan praktik yang sangat umum.

    Harga pasaran mobil bekas Daihatsu Ayla tahun 2016 sekitar Rp 76 Jutaan. Berdasarkan kalkulator simulasi kredit, jika mengambil tenor 60 bulan, Anda hanya perlu membayar angsuran Rp1,4 jutaan.

    Dengan angsuran sebesar ini, maka pendapatan minimal untuk beli mobil hanya: Rp 1,4juta / 0,3 = Rp 4,67 jutaan. Jadi, dengan UMR Jakarta sebesar maka nilai ini masih tercukupi.

    Pastikan juga untuk menyiapkan DP pembelian mobil Anda. Minimal DP untuk mendapatkan angsuran senilai di atas yaitu sebesar 20%, atau sekitar Rp 15 Juta-an. Semakin besar DP, angsuran akan semakin kecil.

    Bila perlu, menabunglah terlebih dahulu selama 6-12 bulan untuk DP mobil. Ini akan membuat prosesnya jadi lebih mudah dan lancar. Terakhir, gunakan lembaga pembiayaan terpercaya untuk membeli mobil.

    (ily/fdl)



    Sumber : finance.detik.com