Tag: harga ethereum

  • Inilah Prediksi Ethereum yang Anda Wajib Ketahui di 2021

    Siapa sih yang nggak tahu kesuksesan bitcoin pada dua tahun belakangan ini? Naiknya harga bitcoin ini pun turut berpengaruh terhadap aset kripto lainnya, lho. Salah satunya ethereum. Ia juga menunjukkan peningkatan harganya hingga mencapai Rp 28 juta selama hampir dua bulan pada awal tahun 2021 ini.  Jika Anda tertarik untuk investasi di aset kripto ethereum ini, simak dulu yuk prediksi harga ethereum yang akan terjadi di tahun ini!

    Kesuksesan Bitcoin di 2021

    Tahun 2020 merupakan tahun yang bersejarah dan sangat penting bagi perjalanan dunia aset kripto di seluruh dunia. Permintaan bitcoin yang tinggi saat  2020 membuktikan bahwa orang-orang memahami bahwa bitcoin merupakan aset safe haven. Harga bitcoin tetap stabil dan cenderung naik di saat harga aset lainnya mengalami penurunan harga saat pandemi COVID-19 berlangsung.

    Dilansir dari Coinmarketcap, harga bitcoin terus meroket dan mampu menyentuh level tertingginya, yaitu sekitar US$ 29.006 atau sekitar Rp 403 juta pada 31 Desember 2020.

    Seakan ingin mengulang kesuksesannya di tahun 2020, bitcoin terus mengalami tren harga yang positif di awal tahun 2021 ini. Menutup pekan pertama di Januari 2021 (10/1/21), harga bitcoin mampu menyentuh US$ 40.973 atau sekitar Rp 579 juta.

    Walaupun pada pekan selanjutnya di Januari harga bitcoin mengalami penurunan. Tapi itu tak bertahan lama. Pada bulan Februari secara perlahan, harga bitcoin menunjukkan kenaikannya lagi. Pada Selasa (9/2/21) ia sempat menyentuh di harga US$ 47.704 atau sekitar Rp 667 juta per btc.

    Nggak cuman sampai situ, lho. Pada Senin (21/2/21), harga bitcoin berada di level US$ 56.599 atau sekitar 796 juta. Keberhasilan bitcoin pada bulan Februari ini disebabkan karena semakin masifnya pengadopsian bitcoin oleh korporasi. Tesla, adalah salah satu korporasi yang menggadang-gadangkan jika ia telah memborong bitcoin di bulan Februari.

    Prediksi Ethereum di 2021

    Harga ethereum pada tahun ini pun turut naik seiring melonjaknya permintaan pada bitcoin. Ethereum juga mengalami kenaikan harga yang signifikan di awal tahun 2021. Harga ethereum pada Rabu (20/1/21) menembus level tertinggi mencapai Rp 20 juta per etc. Padahal di awal peluncurannya pada 2015 silam, ethereum diperdagangkan di harga kurang dari Rp 40.000 per etc.

    Kini ethereum merupakan aset kripto terpopuler dengan market cap nomor dua terbesar di dunia setelah bitcoin, lho. Dalam satu tahun terakhir, ethereum mampu mengalami kenaikan harga lebih dari 10 kali lipat dalam satu tahunnya. Dilihat dari harga ethereum di awal tahun 2020, ia dijual dengan harga hanya Rp 1,8 juta. Harganya terus naik dan akhirnya berhasil menembus rekor Rp 20 juta di bulan Februari 2021.

    Lantas apa sih yang menyebabkan harga ethereum mengalami tren harga yang positif?

    Nah, kenaikan harga ethereum yang meningkat secara drastis ini bersamaan dengan adanya upgrade jaringan blockchain ethereum menjadi ethereum 2.0. Fase evolusi ethereum 2.0  ini pun sudah dimulai pada akhir Desember 2020 dan akan dilakukan secara bertahap.

    Pada Desember 2020 lalu, penguncian ratusan juta dolar pasokan ethereum sudah dilakukan. Cara tersebut dilakukan untuk mengurangi pasokan Ethereum yang ada sebagai langkah dalam menstabilkan harganya.

    Februari 2021, harga ethereum terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Coinmarketcap, harga ethereum mampu mencapai puncak dengan harga US$ 1.994 atau sekitar Rp 28 juta.

    Dilansir dari Warta Ekonomi, kenaikan di bulan Februari ini juga disebabkan karena adanya lonjakan minat dari investor institusional. Di bulan ini, Bursa Chicago Mercantile (CME) meluncurkan uang digital atau token yang memfasilitasi transaksi di Ethereum blockchain.

    Tak hanya sampai situ saja. Harga ethereum diprediksikan akan terus mengalami kenaikan. Menurut salah satu pendiri Aragon, Luis Cuende mengungkapkan bahwa ethereum mampu mencapai US$ 2.500 di 3 bulan ke depan.

    Nah itulah prediksi ethereum yang akan terjadi di tahun 2021 ini. Wah menarik kan? Jika Anda tertarik untuk melakukan investasi pada ethereum, Anda bisa melakukannya di Tokocrypto, lho. Yuk, daftarkan diri Anda segera di www.tokocrypto.com!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin Prediksi Crypto Winter Segera Tiba

    Salah satu pendiri blockchain Ethereum, Vitalik Buterin, memprediksi bahwa crypto winter bisa segera tiba dalam waktu dekat. Pernyataan Buterin tersebut mencerminkan kondisi pasar kripto yang telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir.

    Market kripto sedang dalam tekanan bersama saham, karena investor memilih untuk lebih berhati-hati dalam mengambil risiko mengingat kenaikan inflasi yang terus-menerus, rencana kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh Federal Reserve, dan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.

    Investor ‘Senang’ Nilai Kripto Turun

    Vitalik Buterin, menyatakan bahwa tren pasar yang menurun ini telah membuat sebagian orang senang. Bagi pengembang kripto penurunan nilai aset kripto yang berkelanjutan, dapat menghapus proyek-proyek yang kurang layak, sehingga menyisakan yang terbaik.

    analisa teknikal

    Ilustrasi Ethereum dan Bitcoin.

    Sementara, investor yang sudah kawakan senang menyambut penurunan harga karena ada potensi pembalikan sebelum naik lebih tinggi lagi. Mereka melihat ada celah untuk melakukan buy the dip, di mana investor melihat penurunan harga sebuah aset adalah saat yang tepat untuk mengakumulasi portofolio asetnya.

    “Mereka menyambut tren pasar menurun itu karena ketika ada periode pembalikan harga juga akan naik cepat, ini jelas membuat banyak orang senang. Tetapi juga cenderung mengundang banyak kerugian jangka pendek karena ada spekulasi,” kata Buterin dikutip Bloomberg.

    Baca juga: Nilai Bitcoin Anjlok di Bawah $40.000 Bikin Investor Panik

    Crypto Winter Ciptakan Jutawan Baru

    Miliarder kripto berusia 28 tahun itu, juga mengatakan crypto winter yang membuat harga kripto mengalami penurunan besar-besaran, pada saat yang bersaman bisa menciptakan kenaikan signifikan, bahkan ada yang tembus rekor harga baru, setelah masanya usai. Kejadian ini juga mendorong munculnya para jutawan baru.

    “Crypto winter adalah ketika banyak dari project kripto tersebut jatuh dan Anda dapat melihat proyek mana yang benar-benar berkelanjutan dalam jangka panjang, baik dalam proyek independen maupun bekerja sama dalam orang lain,” ungkap Buterin.

    penyebab harga ethereum naik di tahun 2021

    Ilustrasi Ethereum.

    Buterin tidak yakin apakah pasar crypto sudah mengalami kerugian dari crypto winter yang baru, atau apakah itu hanya mencerminkan pergerakan aset lain, karena mata uang digital menarik lebih banyak investor arus utama. Ia juga menambahkan musim dingin kripto juga dapat membantu mereka yang sedang membangun proyek di kripto untuk fokus pada peningkatan teknologi.

    Pada saat berita ini ditayangkan pada Selasa (22/2), harga Bitcoin jatuh di bawah level support kuatnya di $39.600. Sementara, telah kehilangan 35% year-to-date, turun dari $3.722 pada awal Januari menjadi di bawah $ 2.532.

    Baca juga: 4 Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT!

    Ethereum Dikritik Lambat dan Mahal

    Ethereum (ETH) sendiri sukses jadi koin kripto yang mengekor Bitcoin dalam 10 koin dengan kapitalisasi pasar di dunia. Hal itu dikarenakan ETH membuat teknologi yang lebih kuat beserta smart contract, sehingga banyak pengembang pun memanfaatkannya untuk mengembangkan aplikasi DeFi (decentralized finance).

    Teknologi blockchain ETH banyak digunakan untuk minting NFT yang kini sedang tren di global hingga Indonesia. Artinya prospek ke depan akan semakin tumbuh seiring dengan token utilitas yang berjalan di jaringan ETH tersebut.

    Meski begitu, Buterin telah lama dikritik karena transaksi di Ethereum lambat dan mahal. Ethereum Foundation yang dipimpin Buterin telah melakukan upaya terbaru yang didedikasikan untuk meningkatkan skalabilitas blockchain dengan mungkin peningkatan paling penting dalam sejarah Ethereum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Merosot ke Level $1.415, Kenali Dampaknya

    Harga Ethereum merosot ke level terendah dalam dua tahun terakhir di tengah gejolak pasar kripto yang sangat fluktuatif.

    Pada 7 April 2025, Ethereum (ETH) mengalami penurunan tajam, mencapai harga $1.415 menurut CoinMarketCap, yang merupakan level terendah dalam dua tahun terakhir.

    Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual besar-besaran di pasar kripto yang menghapus miliaran dolar dari total kapitalisasi pasar.

    Faktor Penyebab Penurunan

    Menurut laporan Bankless pada Selasa (8/4), beberapa faktor berkontribusi terhadap penurunan signifikan harga Ethereum dan aset kripto lainnya:

    1. Kebijakan Tarif Pemerintah AS: Pengumuman Presiden Donald Trump mengenai tarif baru sebesar 10% pada impor global dan tambahan tarif untuk negara-negara dengan praktik perdagangan yang dianggap tidak adil telah meningkatkan ketegangan perdagangan global. Langkah ini memicu volatilitas di pasar keuangan, termasuk pasar kripto.
    2. Likuidasi Paksa Posisi Leverage: Penurunan harga yang tajam menyebabkan likuidasi posisi leverage dalam jumlah besar. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa dalam dua hari terakhir, lebih dari $370 juta posisi futures ETH terlikuidasi, dengan mayoritas berasal dari posisi long.
    3. Penjualan oleh Pemegang Besar (Whales): Beberapa pemegang besar Ethereum menjual aset mereka dalam jumlah signifikan. Misalnya, seorang whale dilaporkan melikuidasi sekitar 67.570 ETH senilai sekitar $106 juta di Maker, yang memicu reaksi berantai dan penurunan harga lebih lanjut.

    Dampak pada Pasar Kripto Secara Keseluruhan

    Seperti efek domino, Ethereum bukan satu-satunya aset yang terdampak. Beberapa mata uang kripto lainnya juga mengalami penurunan, antara lain:

    • Bitcoin (BTC): Harga Bitcoin turun di bawah $75.000, level terendah sejak reli pasca-pemilu tahun sebelumnya.
    • Altcoin Lainnya: Solana (SOL) dan Cardano (ADA) mengalami penurunan dua digit dalam persentase, mencerminkan sentimen negatif yang meluas di pasar.

    Analisis Teknis Ethereum

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski turun jika ditinjau dari harga, namun secara teknis, Ethereum menunjukkan tren bearish yang masih kuat:

    • Level Support: Level support sebelumnya di $1.829 dan $1.550 gagal bertahan, dengan ETH turun hingga $1.507 sebelum sedikit pulih.
    • Indikator Moving Average: ETH diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 dan 200 hari, mengindikasikan momentum penurunan yang berkelanjutan.

    Reaksi Pasar dan Prospek ke Depan

    Di sisi lain, penurunan harga ETH yang cukup tajam ini menimbulkan berbagai reaksi di komunitas kripto:

    • Kekhawatiran Investor: Investor khawatir tentang stabilitas pasar kripto dan potensi penurunan lebih lanjut jika kondisi makroekonomi tidak membaik.
    • Harapan Pemulihan: Beberapa pedagang profesional tetap optimis, percaya bahwa level harga saat ini mungkin menawarkan peluang pembelian sebelum potensi pemulihan.

    Dengan demikian, Ethereum dan pasar kripto secara keseluruhan menghadapi tantangan signifikan akibat kombinasi faktor makroekonomi dan dinamika internal pasar.

    Investor disarankan untuk tetap waspada, melakukan analisis menyeluruh, dan mempertimbangkan toleransi risiko pribadi sebelum membuat keputusan investasi di tengah volatilitas yang tinggi ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Berpotensi Mengalami Bull Trap Sebelum Koreksi Tajam

    Seorang analis kripto dalam wawancaranya dengan Cryptopolitan memperingatkan bahwa Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya mungkin sedang mengalami bull trap sebelum mengalami koreksi tajam.

    Dalam analisisnya, ia memprediksi bahwa Bitcoin bisa mencapai $100.000 (Rp 1,6 miliar) dan Ethereum naik hingga $3.000 (Rp 48 juta) sebelum mengalami penurunan harga yang signifikan antara 30% hingga 60%.

    Menurut analis yang dikenal sebagai Capo, kondisi ini bisa terjadi akibat kejadian tak terduga di pasar, seperti peristiwa black swan yang memiliki dampak besar pada ekosistem keuangan.

    Salah satu contoh black swan yang pernah terjadi adalah pandemi COVID-19 yang menyebabkan pasar kripto mengalami penurunan drastis.

    Jalan Terjal Bitcoin dan Ethereum

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun saat ini pasar kripto menunjukkan tanda-tanda kenaikan, analis memperingatkan bahwa ini bisa menjadi sinyal palsu.

    Bull trap terjadi ketika harga tampak naik tetapi kemudian berbalik arah, menyebabkan investor yang membeli di puncak mengalami kerugian.

    Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran $82.659 (Rp 1,3 miliar), mengalami penurunan 4% dalam 24 jam terakhir, sementara Ethereum berada di angka $2.010 (Rp 32,8 juta) setelah turun 8%.

    Pergerakan Harga Ethereum

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 10 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Data on-chain menunjukkan bahwa nilai Bitcoin telah merosot 11% dalam seminggu terakhir, sementara volume perdagangan harian menurun sebesar 53%.

    Namun, ada tanda-tanda optimisme di antara investor besar. Bitcoin whales telah membeli lebih dari 22.000 BTC dalam tiga hari berturut-turut, yang menunjukkan bahwa institusi masih memiliki pandangan bullish terhadap pasar.

    Harus diakui, pasar kripto selalu penuh dengan ketidakpastian, dan bull trap yang diprediksi bisa menjadi tantangan besar bagi investor.

    Meski begitu, potensi kenaikan jangka panjang tetap ada, terutama jika pasar berhasil melewati fase koreksi ini.

    Ethereum dan Bitcoin masih menjadi dua aset digital yang banyak diminati, dengan peluang besar untuk kembali menguat setelah koreksi terjadi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Akumulasi 1,10 Juta Ethereum, Sinyal Bullish atau Strategi?

    Dalam dua hari terakhir, investor besar atau whale telah mengakumulasi 1,10 juta Ethereum (ETH).

    Sebagaimana dilaporkan Ambcrypto pada Minggu (9/3), langkah ini memicu spekulasi di pasar kripto mengenai kemungkinan pergeseran besar atau bahkan potensi breakout.

    Meskipun akumulasi besar-besaran ini terjadi, harga Ethereum masih berada dalam tren menurun, menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan akumulasi oleh pemain besar.

    Strategi atau Tanda Perubahan Pasar?

    Total pasokan Ethereum saat ini mencapai sekitar 120 juta ETH. Dengan jumlah akumulasi sebesar 0,92% dari total pasokan, aksi whale ini menjadi perhatian utama.

    Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki wawasan atau informasi yang belum diketahui pasar secara luas.

    Pola Akumulasi Whale di Awal 2025

    Akumulasi besar-besaran oleh whale bukanlah kejadian yang terisolasi. Pada Januari 2025, para pemegang besar telah membeli lebih dari 330.000 ETH dalam satu minggu, senilai lebih dari $1 miliar.

    Hal ini mengindikasikan adanya pola yang berulang, terutama di tengah pergerakan harga Ethereum yang lesu.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Apa yang Mendorong Lonjakan Aktivitas Whale?

    Beberapa faktor yang mendorong akumulasi whale antara lain dukungan dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

    Pada 2 Maret lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana cadangan kripto strategis AS dan menyatakan dukungannya terhadap Ethereum.

    Selain itu, tren ini juga dipengaruhi penyelenggaraan White House Crypto Summit. Acara yang dijadwalkan pada 7 Maret ini menambah sentimen positif di kalangan investor.

    Terakhir, karena dominasi Ethereum di pasar stablecoin. Dengan kepemilikan 56% dari total nilai stablecoin, Ethereum tetap menjadi aset kripto yang krusial.

    Menariknya, meskipun ada akumulasi besar dari whale, harga ETH masih dalam tren turun. Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.195 (Rp 35 juta), dengan indikator teknikal menunjukkan dominasi tekanan jual.

    Indikator Teknis: Bearish Masih Kuat

    RSI (Relative Strength Index) di 37,32 menunjukkan ETH mendekati wilayah oversold.

    MACD (Moving Average Convergence Divergence) masih berada di zona negatif, menandakan momentum bearish masih akan berlanjut.

    Sementara itu, grafik harga menunjukkan pola lower highs dan lower lows, yang memperkuat tren penurunan.

    Level Penting: Support dan Resistance ETH

    Tanpa adanya katalis positif yang kuat, ETH bisa menguji level support $2.000 (Rp 32 juta) dalam waktu dekat.

    Untuk membalikkan tren bearish ini, ETH perlu menembus level resistance di $2.500 (Rp 40 juta). Jika gagal, tekanan jual bisa semakin kuat.

    Akumulasi besar-besaran oleh whale menunjukkan keyakinan terhadap Ethereum dalam jangka panjang. Namun, tanpa dorongan fundamental atau katalis kuat, harga ETH masih dalam tekanan.

    Investor sebaiknya tetap waspada dan memperhatikan level teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Anjlok, Apa yang Harus Dilakukan?

    Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitasnya setelah pengumuman dari mantan Presiden AS, Donald Trump, terkait rencana cadangan strategis kripto yang mencakup Ethereum, Solana, ADA, Ripple’s XRP, dan Bitcoin.

    Menurut laporan dari Newsbtc pada Sabtu (8/3), reaksi pasar langsung terasa, dengan Ethereum mengalami lonjakan dan penurunan harga dalam hitungan hari.

    Pada 2 Maret, harga Ethereum tercatat di $2.191, kemudian naik hingga $2.542 pada 3 Maret sebelum akhirnya turun ke level $2.050 keesokan harinya.

    Strategi Pemegang Ethereum Saat Pasar Bergejolak

    Data dari Glassnode menunjukkan bahwa pemegang ETH aktif mengelola portofolio mereka selama periode volatilitas ini.

    Pemegang aset yang membeli ETH pada harga $3.500 mulai menyesuaikan portofolio mereka sejak Februari.

    Pada periode ini, investor yang memiliki 1,75 juta ETH dengan harga akuisisi rata-rata $3.200 mengalami penurunan nilai sebesar 10%.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Aksi Beli dan Jual ETH yang Signifikan

    Pada 1 Maret, investor membeli sekitar 500 ribu ETH dengan harga rata-rata $2.200. Namun, ketika harga ETH mencapai $2.500, banyak di antara mereka yang langsung mendistribusikan kembali kepemilikannya.

    Glassnode juga mencatat bahwa area resistensi utama baru terbentuk di level $2.800, di mana trader mengakumulasi 800 ribu token ETH.

    Level ini kini menjadi perhatian utama para investor dalam menentukan potensi rebound harga ETH.

    Akumulasi oleh Pemegang Besar (Whale) ETH

    Sejumlah analis mencatat meningkatnya aktivitas akumulasi oleh dompet besar atau whale di pasar Ethereum.

    Seorang investor besar diketahui membeli 17.855 ETH senilai sekitar $36 juta dengan harga rata-rata $2.054.

    Dengan total kepemilikan mencapai $2,5 miliar, transaksi ini semakin mengonfirmasi tren akumulasi yang sedang berlangsung, menunjukkan bahwa harga ETH saat ini dianggap sebagai peluang beli.

    Apakah Saatnya Membeli Ethereum?

    Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.100 hingga $2.300, yang masih jauh di bawah harga puncaknya sebesar $3.500 pada awal pekan.

    Menurut analis dari CryptoQuant, Ethereum berada dalam kondisi yang menguntungkan setelah mengalami koreksi harga.

    Indikator MVRV menunjukkan bahwa ETH kini berada di bawah level 1, menandakan aset ini dalam kondisi undervalued dan berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.

    Faktor Eksternal yang Bisa Mempengaruhi Harga ETH

    Meskipun tren akumulasi ETH meningkat, analis tetap waspada terhadap faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi harga kripto.

    Kebijakan moneter, tarif perdagangan, serta ketidakpastian ekonomi global dapat memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga Ethereum dan altcoin lainnya.

    Kesimpulannya, meskipun harga ETH saat ini sedang mengalami fluktuasi, banyak pemegang besar yang melihat ini sebagai peluang akumulasi.

    Dengan level resistensi di $2.800 dan peningkatan jumlah dompet yang terus membeli ETH, prospek kenaikan harga masih terbuka.

    Namun, investor tetap perlu mencermati faktor makro yang bisa menghambat pertumbuhan harga di masa mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Anjlok, Ini Dampaknya Terdahap Pasar

    Harga Ethereum (ETH) mengalami penurunan tajam, melewati batas kritis $2.000 akibat volatilitas pasar kripto yang meningkat.

    Data dari Coinglass yang dilansir pada Jumat (7/3) mencatat bahwa total likuidasi mencapai $47,87 juta dalam 24 jam terakhir, dengan pembeli melikuidasi $28,1 juta dan penjual menutup posisi pendek sebesar $19,7 juta.

    Meskipun begitu, beberapa investor besar memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan akumulasi sebelum pertemuan White House Crypto Summit mendatang.

    Whale Ethereum Jual 40.000 ETH, Volume Perdagangan Turun 14%

    Akibatnya, aktivitas whale di pasar Ethereum menunjukkan penurunan signifikan. Berdasarkan data IntoTheBlock, jumlah transaksi whale berkurang drastis dari 13.400 menjadi 6.460 transaksi.

    Volume transaksi besar juga turun dari $11 miliar menjadi $5,5 miliar. Coinpedia menyebutkan bahwa penurunan tekanan whale ini terjadi setelah pergeseran keuntungan belum terealisasi menjadi negatif bagi pemegang besar ETH, terutama mereka yang memiliki antara 1.000 hingga 100.000 ETH.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 7 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 7 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Akumulasi Ethereum oleh Investor Besar

    Di tengah tren bearish, beberapa investor besar justru meningkatkan kepemilikan ETH mereka. Arkham Intel melaporkan bahwa dompet milik World Liberty Financial (WLF), yang didukung oleh Donald Trump, telah meningkatkan kepemilikan Ether-nya dari 2.500 menjadi 7.100 token dalam satu hari.

    Dengan nilai lebih dari $80 juta, langkah ini menandakan strategi akumulasi yang kuat menjelang White House Crypto Summit.

    Prediksi Harga ETH Selanjutnya

    Harga Ethereum sempat pulih ke $2.300 akibat tekanan beli, namun gagal menembus level resistensi utama di $2.530.

    Apabila harga terus bertahan di bawah garis EMA20 pada grafik 1 jam, kemungkinan besar ETH akan kembali turun ke $2.000.

    Namun, jika pembeli berhasil mendorong harga di atas $2.530, potensi kenaikan ke $2.935 terbuka lebar. Dengan level RSI yang berada di sekitar 45, ETH masih memiliki peluang untuk menguji ulang saluran resistensi.

    Pergerakan harga Ethereum ke depan sangat bergantung pada sentimen pasar dan minat beli dari investor besar di tengah ketidakpastian regulasi kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Terjebak di Bawah $2.2K, Cek Fakta Berikut!

    Ethereum (ETH) mengalami kenaikan harga sebesar 14,2% setelah pulih dari level support $2,000 (Rp 32,6 juta) pada 4 Maret.

    Namun, harga Ethereum kesulitan untuk menembus angka $2.200 (Rp 35,8 juta) dan tertinggal 11% dibandingkan dengan pasar kripto secara keseluruhan dalam dua minggu terakhir.

    Hal ini disebabkan beberapa faktor utama yang menjadi penghambat Ethereum untuk kembali bullish. Berikut faktor utama yang menjadi penghambat Ethereum untuk kembali bullish.

    Aktivitas Onchain yang Melemah

    Cointelegraph melaporkan pada Kamis (6/3) bahwa salah satu penyebab utama stagnasi harga Ethereum adalah menurunnya aktivitas onchain.

    Data menunjukkan volume transaksi di beberapa platform utama berbasis Ethereum mengalami penurunan signifikan.

    Misalnya, Curve Finance mengalami penurunan aktivitas hingga 49%, sementara Pendle mencatat penurunan sebesar 16% dalam periode yang sama.

    Penurunan Total Value Locked (TVL)

    Total Value Locked (TVL) Ethereum turun 13% dalam dua minggu terakhir menjadi $50,8 miliar.

    Penurunan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap Ethereum sebagai ekosistem DeFi sedang melemah.

    Sebagai perbandingan, TVL BNB Chain hanya turun 8% di periode yang sama, meskipun dengan nilai yang jauh lebih kecil sebesar $5,1 miliar.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kekhawatiran terhadap Emisi ETH

    Penurunan aktivitas transaksi juga menyebabkan penurunan biaya transaksi rata-rata Ethereum hingga di bawah $1 untuk pertama kalinya sejak Juli 2020.

    Meskipun biaya transaksi yang lebih rendah dapat meningkatkan adopsi, tapi kondisi yang sama juga menunjukkan lemahnya permintaan jaringan.

    Ditambah lagi, mekanisme burn ETH yang diperkenalkan melalui EIP-1559 tidak cukup untuk menyeimbangkan peningkatan pasokan akibat ekspansi solusi layer-2.

    Outflow dari Spot ETF Ethereum

    Dalam kurun waktu 19 Februari hingga 4 Maret 2025, ETF Ethereum mengalami outflow bersih sebesar $336 juta.

    Nilai tersebut mencerminkan bahwa minat institusional terhadap ETH semakin menurun, terutama dengan adanya spekulasi bahwa Solana (SOL) bisa mendapatkan persetujuan ETF di AS.

    Saat ini, hanya Bitcoin dan Ethereum yang memiliki status tersebut, namun dominasi ETH dalam ETF tampaknya mulai tergerus.

    Tantangan dari Regulasi dan Kebijakan AS

    Ethereum juga menghadapi ketidakpastian dari sisi regulasi. Pada 7 Maret nanti, Gedung Putih akan mengadakan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan kripto untuk membahas kebijakan aset digital strategis di bawah pemerintahan Donald Trump.

    Laporan menyebutkan bahwa Bitcoin mungkin akan diberikan status khusus, sementara peluang Ethereum untuk mendapatkan pengakuan serupa masih dipertanyakan.

    Ethereum menghadapi tantangan besar untuk kembali menguat di atas $2.200. Melemahnya aktivitas onchain, penurunan TVL, peningkatan pasokan ETH, serta spekulasi terkait regulasi dan ETF menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan harga ETH.

    Dengan kondisi ini, investor masih menunggu langkah selanjutnya dari jaringan Ethereum, terutama dalam hal peningkatan ekosistem dan adopsi teknologi baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Melejit 10%, Momentum Bullish Makin Kuat

    Pasca dibentuknya U.S Crypto Reserve oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Ethereum mengalami lonjakan signifikan setelah menembus level support $2.080.

    Saat ini, harga Ethereum telah kembali di atas $2.400, namun masih menghadapi tantangan di kisaran $2.550.Ethereum melonjak di atas zona resistensi $2.350.

    Harga ETH kini diperdagangkan di atas $2.350 dan Simple Moving Average (SMA) 100 jam dan terjadi breakout di garis tren bearish utama dengan resistensi $2.240 pada grafik ETH/USD.

    Untuk terus naik, ETH harus menembus level resistensi $2.500 dan $2.550.

    Harga Ethereum Naik 10%

    Menariknya, laporan Newsbtc pada Selasa (4/3) menyebutkan bahwa Ethereum sempat turun di bawah $2.200 sebelum akhirnya rebound seperti Bitcoin.

    Setelah menyentuh level $2.080, ETH kembali melonjak dengan kuat, melampaui resistensi di $2.200 dan $2.320.

    Breakout terjadi pada garis tren bearish di $2.240, bahkan ETH sempat melewati resistensi $2.500.

    Harga tertinggi yang tercatat adalah $2.550 sebelum mengalami koreksi kecil.Saat ini, ETH diperdagangkan di atas $2.350 dan SMA 100 jam.

    Namun, resistensi utama berada di kisaran $2.500 hingga $2.550. Jika Ethereum mampu menembus level ini, potensi kenaikan ke $2.650 semakin terbuka.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi Kenaikan Lanjutan

    Jika ETH berhasil menembus resistensi $2.650, maka momentum bullish bisa membawa harga lebih tinggi lagi.

    Target selanjutnya ada di level $2.780 dan bahkan bisa mencapai $2.850 dalam waktu dekat.

    Kemungkinan Penurunan Harga Ethereum

    Akan tetapi, seandainya Ethereum gagal menembus level $2.550, harga berisiko mengalami koreksi kembali. Support awal berada di $2.400, dengan support utama di $2.360.

    Apabila ETH turun di bawah $2.360, tekanan jual bisa semakin meningkat dan mendorong harga turun menuju $2.320 atau bahkan $2.220.

    Sedangkan level support kritis yang harus diperhatikan ada di $2.080.

    Indikator Teknis Ethereum

    Sementara itu, MACD Per Jam yang merupakan indikator MACD untuk ETH/USD mulai kehilangan momentum bullish.

    RSI Per Jam – Indeks RSI ETH/USD tetap berada di atas level 50, menunjukkan tren masih dalam fase bullish. Support Utama di angka $2.360, dan resistensi utama $2.550.

    Dengan kondisi pasar saat ini, Ethereum memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren bullish jika mampu menembus resistensi kunci. Namun, jika gagal, koreksi harga bisa terjadi dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Siap Melonjak, Upgrade Pectra Jadi Pemicu?

    Ethereum sedang bersiap untuk melakukan upgrade besar bernama Pectra, yang diperkirakan dapat mengurangi tekanan jual Ether secara signifikan, seperti dilaporkan oleh Cointelegraph pada Senin (3/3).

    Dengan peningkatan ini, Ethereum berpotensi memperkuat daya saingnya dan mendorong kenaikan harga dalam jangka panjang.

    Apa Itu Upgrade Pectra?

    Pectra adalah pembaruan jaringan Ethereum yang rencananya akan dirilis pada 5 Maret 2025 mendatang.

    Secara keseluruhan, upgrade ini akan membawa berbagai peningkatan teknis yang bertujuan untuk mengurangi beban konsensus serta meningkatkan skalabilitas layer-2 (L2), sehingga kapasitas jaringan secara keseluruhan meningkat.

    Dampak Upgrade Pectra pada Harga Ethereum

    Meskipun upgrade Pectra tidak serta-merta menyebabkan lonjakan harga Ethereum, para analis percaya bahwa dalam jangka panjang, pembaruan ini akan mengurangi tekanan jual.

    Ethereum Improvement Proposal (EIP)-7251 juga akan meningkatkan batas staking validator dari 32 ETH menjadi 2.048 ETH, memungkinkan validator untuk memperoleh keuntungan lebih besar dan mengurangi potensi aksi jual besar-besaran.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Performa Harga Ethereum Saat Ini

    Pada Februari 2025, harga Ethereum mengalami penurunan lebih dari 32%, dengan titik terendah mencapai $2.073 sebelum kembali naik ke level $2.245.

    Namun, berdasarkan pola fraktal dari siklus tahun 2017, beberapa analis meyakini bahwa penurunan ini dapat menjadi sinyal awal kenaikan harga berikutnya.

    Persaingan dan Tantangan Ethereum

    Ethereum telah menghadapi berbagai kritik dari komunitasnya, terutama terkait dominasi solusi layer-2 yang dianggap mengurangi aktivitas di jaringan utama.

    Selain itu, kompetisi dari blockchain dengan throughput tinggi semakin meningkat, menantang posisi Ethereum sebagai platform smart contract terkemuka.

    Perubahan Kepemimpinan Ethereum Foundation

    Di sisi lain, sebagai bagian dari respons terhadap berbagai kritik tersebut, Ethereum Foundation mengumumkan perubahan kepemimpinan dengan menunjuk dua co-director baru: Hsiao-Wei Wang dan Tomasz Stańczak.

    Pergantian kepemimpinan ini bertujuan untuk memperkuat visi dan strategi pengembangan Ethereum di masa depan.

    Strategi Masa Depan Ethereum

    Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, telah mengusulkan strategi untuk memperkuat jaringan, termasuk meningkatkan jumlah blob untuk meningkatkan kapasitas transaksi serta mengarahkan solusi layer-2 agar berkontribusi terhadap biaya jaringan utama.

    Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempertahankan daya saing Ethereum di tengah persaingan industri blockchain yang semakin ketat.

    Upgrade Pectra dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat jaringan Ethereum dan mengurangi tekanan jual Ether.

    Dengan peningkatan kapasitas serta perubahan kepemimpinan di Ethereum Foundation, Ethereum berpotensi mengalami lonjakan harga dalam siklus pasar kripto berikutnya.

    Investor dan pengguna Ethereum perlu mencermati perkembangan ini untuk memahami dampaknya terhadap ekosistem kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com