Tag: Harga

  • Pergerakan Grafik Bitcoin Bulan Juli 2020

    Bitcoin (BTC) dan pasar crypto hingga saat ini masih kesulitan untuk mengumpulkan momentum untuk keluar perdagangan sideways.

    Harga BTC yang ‘membosankan’ dikisaran level-level 9.000-an menjadi dasar analisa para pedagang yang menjadi salah satu pembentukan trend yang mampu menjadi penentu potensi trend.

    Lower High terbaru terbentuk saat harga masih kesulitan untuk melewati level Resistance $ 9.200 sehingga terus menekan harga untuk bergerak dibawah level ini, yang menggambarkan sikap Bears meski untuk trend jangka pendek masih belum bisa terkonfirmasi dengan baik.

     

    Baca Juga: Tokocrypto dan Binance Gelar Kompetisi Trading Aset Kripto, Total Hadiah 151Juta BIDR

     

    Pada saat pers, harga Bitcoin masih diperdagangkan sideways, Rp 130 juta- Rp 133 juta-an di Indodax. Harga di pialang luar seperti Binance, $9.000- $9.128 untuk beberapa minggu terakhir.

    Seorang analis menyoroti terbentuknya sebuah “Death Cross” (sinyal untuk Bearish) dalam grafik 4 jam Bitcoin yang bisa Anda lihat dibawah ini:

    Gambar

    Berdasarkan skema analisa pada grafik diatas, ini bisa menyiratkan pasar bisa mengakhiri bulan Juni dengan sentimen rendah, yang berpotensi menciptakan trend penurunan sepanjang bulan Juli!

    Analis Bill Charison di Trading View menunjukkan sebuah chart. Dia mengatakan bahwa key level yang berada di $9.175 sudah ditembus, namun, BTC tidak bisa menembus ke harga lebih tinggi dan harga jatuh.

    Target pertama adalah $9.065 dan $8.925 dan bagus untuk mengambil posisi long dengan target $9.300.

    Josh Rager, co-founder Blockroots.com, mempunyai pendapat berbeda.

    Untuk jangka pendek, BTC masih bullish dan mungkin bisa mencapai $9.285 (key level).

    Jika dalam timeframe 4 jam bisa menutup diharga tersebut, kemungkinan besar bisa mencapai $9.500.

    Namun, harga tetap harus mencapai $9.700 untuk Bitcoin keluar dari trend bearish secara keseluruhan.

    Tidak bisa menutup diatas atau dekat di $9.285, harga akan turun di kisaran $9.000-an.

    Selain sisi teknikal diatas, faktor pada kondisi global juga perlu diperhatikan karena ini bagaimanapun akan memberi dampak besar pada pasar besar seperti saham, yang dinilai telah berkorelasi cukup baik dengan BTC, yang tentu juga akan menggerakan cara fikir para investor global, termasuk investor crypto.

    Note: Artikel diatas bukan nasihat keuangan, lakukan trading anda dengan menanggung resiko sendiri.

    Baca Juga: Faktor Ini Menyiratkan Bitcoin Sudah Berada dalam Downtrend Yang Kuat Untuk Jangka Pendek

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 8 Istilah NFT yang Wajib Anda Ketahui dan Pahami

    Setelah aset kripto semakin lazim dikenal masyarakat, sekarang saatnya bagi NFT untuk memancarkan sinarnya. Sebagai topik bahasan yang relatif baru, banyak istilah NFT yang harus diketahui oleh masyarakat pada umumnya maupun kreator serta kolektor yang ingin terjun ke dalam ekosistem tersebut.

    Tambah Pengetahuan dengan Komunitas NFT

    Bagi para kreator dan kolektor yang ingin terjun ke dalam dunia NFT tapi bingung harus mulai dari mana, Anda bisa bergabung dengan komunitas NFT yang tersebar di luar sana. Biasanya, komunitas NFT bisa Anda temukan dengan mudah di Twitter, Discord, Telegram, dan Clubhouse.

    Selain itu, dengan bergabung di komunitas, Anda bisa mengetahui dan mempelajari istilah-istilah NFT yang tentunya cukup terdengar asing di telinga. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah memahami tren dan update terkini seputar NFT tanpa loading terlalu lama.

    Baca Juga: Wow, Ternyata Inilah Penyebab NFT Semakin Booming!

    Istilah NFT yang Wajib Diketahui 

    Nah, berikut terdapat beberapa istilah dalam NFT yang wajib Anda pelajari, antara lain:

    1. Mint

    Mint yang satu ini bukan rasa es krim, ya! Mint dalam dunia NFT diartikan sebagai  kegiatan meng-upload karya seni digital NFT ke dalam sistem blockchain

    2. DYOR

    Merupakan singkatan dari Do Your Own Research, DYOR adalah di saat Anda harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, risiko mengalami kerugian akan berkurang karena Anda tidak menelan perkataan orang mentah-mentah.

    3. Floor Price

    Floor price adalah harga jual terendah suatu NFT pada marketplace dan bukan termasuk harga rata-rata suatu item. Selain itu, floor price otomatis diperbarui secara real-time oleh sistem.

    4. Gas Fee

    Gas fee merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh user ketika Ia sedang melakukan transaksi atau membuat kontrak baru pada sistem blockchain. Satuan gas fee dalam blockchain disebut Gwei.

    Pada blockchain Ethereum, 1 Gwei sama dengan 0,000000001 ETH. Lain halnya pada blockchain Binance Smart Cain (BSC), 1 Gwei sama dengan 0.000000001 BNB. Penyebutan

    Berbicara nominal, gas fee memiliki nominal yang tidak menentu karena di setiap NFT  marketplace memiliki besaran yang berbeda. Selain itu, gas fee juga berlaku saat Anda melakukan minting NFT, karena NFT juga dapat berjalan pada beberapa sistem blockchain, seperti BSC dan Ethereum.

    5. OG

    OG adalah singkatan dari Original Gangster yang merujuk kepada orang-orang yang telah berkecimpung lebih dahulu pada sebuah komunitas, termasuk komunitas NFT. Bisa dibilang, OG adalah orang yang sudah memiliki banyak pengalaman dan ilmu seputar dunia NFT.

    6. WAGMI

    WAGMI atau We All Gonna Make It merupakan perasaan senang yang ditunjukkan seseorang apabila ada orang lain yang mulai paham mengenai dunia NFT dan membeli seni digital NFT.

    7. NGMI

    Merupakan kependekan dari Not Gonna Make It, istilah ini merujuk kepada perasaan menyesal khususnya bagi seseorang yang sudah telanjur mengambil keputusan yang kurang tepat.

    8. FOMO

    Istilah ini bisa dibilang yang paling sering didengar. Yes, FOMO adalah Fear of Missing Out, di mana merujuk kepada perasaan cemas yang dimiliki seseorang akibat ketinggalan suatu tren. 

    Dalam ranah NFT, bisa saja kolektor membeli seni digital NFT dengan terburu-buru karena takut ketinggalan tren. Hal ini dapat merugikan kolektor karena tidak mengambil keputusan dengan matang. Oleh sebab itu, selalu pikirkan keputusan dengan matang dan jangan terburu-buru, ya!

    Itulah 8 istilah dalam NFT yang sering Anda temui pada komunitas NFT maupun media sosial. Jangan ragu untuk mempelajari dan berdiskusi dengan para kreator atau kolektor NFT lainnya, ya! Nah, bagi Anda yang ingin memamerkan seni digital NFT ataupun ingin membelinya, segera bergabung dengan TokoMall, yuk!  



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Cara Mudah Membaca Indikator MACD Untuk Trader Pemula!

    Bagi Anda yang ingin berkecimpung di dunia kripto tentulah harus memahami strategi yang harus dilakukan. Karena menggunakan feeling saja itu tidak cukup. Nah penggunaan strategi ini bisa dilakukan dengan memilih indikator apa yang akan digunakan. Salah satu indikatornya adalah MACD. Lalu, apa sih Indikator MACD itu? Dan bagaimana cara membaca indikator MACD?

    Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

    Apa itu MACD?

    Moving Average Convergence Divergence, adalah sebuah indikator momentum yang dihitung untuk menunjukan hubungan antara dua moving average dari sebuah mata uang kripto. Penggunaan indikator ini membuat Anda bisa mengidentifikasi tren yang terjadi, bahkan sebelum tren tersebut terjadi. 

    MACD ini diperhitungkan dengan menggunakan EMA (Exponential Moving Average) atau rerata bergerak eksponensial. EMA sendiri merupakan jenis rerata bergerak (moving average) yang menekankan pada pentingnya poin data terkini. EMA pun juga disebut sebagai rerata bergerak tertimbang eksponensial (exponentially weighted moving average). Dimana ia akan bereaksi lebih signifikan terhadap perubahan harga aset terkini dibanding simple moving average

    Kenapa Menggunakan Indikator MACD

    Indikator MACD bukanlah satu-satunya indikator momentum yang dapat digunakan, masih banyak indikator lain yang dapat digunakan dalam trading aset kripto. Kendati demikian, MACD memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya banyak digunakan oleh para trader. Lantas, apa saja sih keunggulannya?

    Keunggulan yang pertama ialah indikator MACD merupakan indikator trading yang sederhana, namun bisa memberikan sinyal yang baik. Indikator ini juga sangat mudah digunakan dan dibaca. Sehingga membuat indikator MACD mudah dipelajari bagi Anda yang pemula dan masih belajar trading aset kripto.

    Keunggulan selanjutnya adalah Anda bisa mengamati arah trend aset yang sedang diperdagangkan sedang bergerak ke arah downtrend atau uptrend. Tentunya hal ini dapat mempertajam analisis pasar Anda. 

    MACD juga memiliki kemampuan untuk menentukan pembalikan trend, sehingga trader dapat mengetahui titik mana yang tepat untuk masuk dan keluar, dan yang terakhir MACD menyediakan informasi yang lebih update.  

    Indikator serta Komponen MACD 

    MACD berkaitan dengan convergence dan divergence dari dua rerata bergerak yang diamati. Nah, convergence atau konvergensi terjadi ketika rerata bergerak saling mendekati satu sama lain. Sedangkan divergence atau divergensi terjadi ketika sebaliknya. 

    Sementara itu, MACD memiliki 3 komponen utama yang terdiri dari:

    Nilai MACD diperoleh dari selisih antara EMA periode pendek (12) dengan EMA periode panjang (26). Kedua angka tersebut -12 dan 26- adalah periode standar yang digunakan. Jadi Anda masih tetap bisa menyesuaikan berdasarkan kebutuhan Anda sendiri. 

    Sinyal sebagai komponen indikator MACD juga menggunakan EMA. Namun, EMA yang dipakai untuk komponen sinyal biasanya adalah EMA yang memiliki periode yang lebih pendek dari EMA periode pendek pada MACD. 

    Histogram diperoleh dari selisih antara MACD dan sinyal.  

    Cara Membaca Indikator MACD

    Ada beberapa cara yang bisa Anda ketahui, pahami, dan ikut. Secara umum, inilah 3 cara membaca indikator MACD:

    • MACD berpotongan dengan sinyal

    Cara ini adalah cara membaca indikator MACD yang paling umum yang digunakan oleh para trader dalam membaca indikatornya. Ketika garis MACD memotong dan berada di atas garis sinyal, maka ada dua kesimpulan, yaitu:

    • Apabila garis MACD memotong garis sinyal dan berada di atasnya, maka grafik menunjukkan prediksi bahwa harga akan naik.
    • Apabila garis MACD memotong garis sinyal dan berada di atas garis sinyal, hal tersebut merupakan tanda atau sinyal beli (titik beli), dan sebaliknya. 

    Ketika nilai MACD memotong dan ada di atas titik 0, menunjukkan adanya momentum trend strong bullish, yang berarti harga aset akan mengalami kenaikan, dan dapat dikatakan ada momentum uptrend disini. Dan begitu juga sebaliknya.

    Apabila garis MACD bergerak ke atas, namun masih berada di bawah titik 0, hal ini berarti harga aset akan mengalami kenaikan, namun belum bisa dikatakan bullish. Karena masih ada kemungkinan harga akan mengalami kenaikan. Berbeda cerita jika garis MACD sudah berhasil memotong dan bahkan berada di atas titik 0, artinya inilah indikasi yang menunjukkan adanya momentum uptrend atau strong bullish. Hal yang sama pun berlaku sebaliknya. 

    Apabila garis histogram berada di bawah 0, lalu mengecil dan menuju ke atas 0,artinya harga akan mengalami kenaikan, dan sebaliknya. Histogram digunakan sebatas untuk memprediksi pergerakan harga aset saja.

    Itulah penjelasan mengenai indikator MACD dan cara membacanya. Apakah Anda tertarik untuk segera melakukan strategi ini pada aset kripto milik Anda? Yuk lakukan trading maupun investasi aset kriptonya di Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Penggunaan Bollinger Band Scalping Agar Profit!

    Dalam menghadapi pasar kripto yang sangat volatil, tentunya trader membutuhkan keahlian dalam menganalisa pergerakan aset yang sedang terjadi di pasar. Nah, dalam trading aset kripto ada beberapa jenis strategi yang bisa Anda terapkan untuk mendapatkan keuntungan dan menyiasati hal tersebut. Salah satunya, bollinger band scalping.

    Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

    Pengertian Scalping

    Sebelumnya mari kita bahas apa yang dimaksud dari strategi scalping terlebih dahulu. Scalping adalah strategi trading yang mengambil keputusan berdasarkan dari pergerakan pasar kecil, dengan cepat masuk dan keluar dalam sehari, dan bahkan mungkin satu jam. Scalping sendiri memiliki ciri khususnya, yakni mengambil keuntungan beberapa pip (sekitar 5 – 10) dengan frekuensi trading yang terus berulang. 

    Dalam scalping, Anda tidak memerlukan pengembalian tinggi per perdagangan, tetapi lebih bertujuan untuk mempertahankan rasio menang/kalah yang lebih tinggi. Yang menjadi kunci pada strategi ini adalah membuat perdagangan kecil yang sukses sebanyak-banyaknya sambil menghindari kerugian. 

    Apa itu Bollinger Band Scalping?

    Bollinger band sendiri adalah salah satu dari beberapa analisa teknikal yang mengacu pada bands yang ditempatkan di chart untuk menunjukkan rentang volatilitas harga suatu mata uang/aset apakah sedang naik ataupun turun. Bollinger band scalping pun disimpulkan sebagai penggunaan indikator bollinger band untuk jangka pendek. 

    Bollinger band sendiri terdiri dari tiga bands (pita) yaitu upper band (garis atas), middle band (garis tengah), dan lower band (garis bawah), yang dimana ketiga bands tersebut bergerak mengikuti pergerakan harga. Nah, jarak yang ada di antara upper band, middle band, dan lower band sendiri pun dipengaruhi oleh volume. Semakin besar volume, maka semakin lebar jarak antara upper band dan lower band-nya, dan sebaliknya. 

    Penggunaan Bollinger Band Scalping

    Penggunaan indikator bollinger band dalam jangka pendek (scalping) terdapat beberapa keuntungan, yakni salah satunya ialah ia mampu memberikan profit dengan cepat.  Sehingga beban psikologi dari seorang trader dapat berkurang. 

    Namun, seperti yang sudah disebutkan di atas karena keuntungan yang diambil hanyalah beberapa pip, maka seorang trader haruslah hati-hati dan teliti ketika menggunakan indikator ini. 

    Cara Penggunaan Bollinger Band Scalping

    Nah, biasanya bollinger bands sendiri dipakai untuk scalping pada time frame M15, M30, atau H1. Untuk mengatur bollinger band scalping Anda diperlukan 3 langkah. Langkah awalnya adalah pasang indikator bollinger band pada chart aset kripto yang ingin di-tradingkan.

    Selanjutnya, atur bollinger untuk strategi scalping, nah disini Anda mengisi beberapa parameter default-nya, antara lain:

    • Periode : Parameter ini merupakan input periode Moving Average (MA) pada middle band sebagai alat pembaca trend. Anda bisa mengisinya dengan “20”.
    • Deviation: Parameter ini merupakan input jarak antara lower band atau upper band dengan garis MA. Parameter ini berfungsi sebagai alat pembaca volatilitas. Semakin lebar jarak antara lower band atau upper band dengan garis MA, maka nilai volatilitasnya semakin tinggi. Ini artinya trend masih berjalan dengan kuat. Begitu juga sebaliknya. Pada parameter ini Anda bisa mengisinya dengan “2.00”.
    • Apply to: Parameter ini merupakan pembaca data input. Anda bisa mengisinya dengan “close”

    Dan yang terakhir adalah Anda bisa melakukan analisa secara teknikal untuk mengamati perkembangan harga. Baik itu di masa lampau dan terkini. Hal ini agar Anda dapat memperkirakan arah harga pasar. Lalu jalankan. Jika harga menyentuh lower band, maka buy. Sedangkan jika harga mencapai upper band, maka sell.

    Itulah penjelasan lengkapnya mengenai trading menggunakan indikator bollinger band untuk jangka pendek. Oh iya, selain menggunakan indikator agar profit Anda dapat lebih maksimal, jangan lupa trading pada exchange terpercaya dan terdaftar di BAPPEBTI seperti Tokocrypto, ya! Nantikan juga update terbaru kami di instagram dan twitter kami!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Token Unlock? Ini Pengaruhnya Terhadap Harga Crypto

    Pernahkah kamu mendapatkan harga aset kripto yang terus menurun di tengah kapitalisasi pasar yang stabil atau bahkan meningkat? Bisa jadi hal ini terjadi gara-gara adanya token unlock yang menyebabkan suplai aset kripto bertambah secara signifikan tanpa adanya peningkatan permintaan yang seimbang.

    Lalu apa itu sebenarnya token unlock dan apa pengaruhnya bagi harga aset kripto yang kamu miliki? Cari tahu lebih lengkap pada artikel ini.

    Apa Itu Token Unlock?

    Token unlock adalah proses pelepasan aset kripto yang sebelumnya terkunci melalui mekanisme vesting untuk mulai dirilis ke pasar sesuai jadwal yang sudah ditentukan melalui smart contract

    Perilisan ini akan secara otomatis didistribusikan oleh smart contract kepada pihak-pihak terkait seperti tim pengembang, investor awal, mitra strategis, dan komunitas sebagai bagian dari strategi distribusi proyek.

    Untuk mengurangi  dampak dari meningkatnya suplai beredar (inflasi), tekanan jual, dan membantu menjaga stabilitas harga, proses token unlock ini biasanya dilakukan secara bertahap.

    Bagaimana Proses Token Unlock Bekerja?

    Token unlock terjadi mengikuti skema tertentu yang telah dirancang oleh tim pengembang sejak awal proyek. Skema ini menentukan kapan dan seberapa banyak token akan dirilis ke pasar dari total pasokan yang dikunci. 

    Berikut ini beberapa jenis mekanisme token unlock yang umum digunakan dalam proyek kripto, berdasarkan data dari 4irelabs:

    Gambar ilustrasi penjadwalan vesting yang biasa dilakukan. Sumber: 4irelabs.
    • Linear Stream: Token dirilis secara konstan dari waktu ke waktu. Cocok untuk distribusi stabil.
    • Cliff Stream: Seperti linear, tapi token baru mulai dirilis setelah periode “cliff” (tunda awal).
    • Unlock in Steps: Vesting dalam beberapa tahap dengan jeda waktu tetap.
    • Monthly Unlocks: Token dibuka setiap bulan dalam jumlah tetap. Umum dalam program insentif tim.
    • Timelock: Semua token dikunci penuh hingga waktu tertentu, lalu dilepas sekaligus.
    • Backweighted: Vesting dilakukan bertahap dengan porsi yang makin besar di akhir periode.
    • Unlock Linear: Sebagian token langsung dilepas, sisanya mengikuti pola linear.
    • Unlock Cliff: Kombinasi pelepasan sebagian secara langsung, lalu sisanya mengikuti cliff stream.
    • Exponential: Token dirilis makin cepat seiring waktu, membentuk kurva eksponensial.
    • Cliff Exponential: Mirip exponential, tapi dimulai setelah masa cliff atau penundaan tertentu.

    Setiap metode vesting membawa dampak yang berbeda terhadap likuiditas pasar. Misalnya, model timelock sering memicu volatilitas tinggi saat token tiba-tiba dilepas, sementara linear stream memberi kestabilan karena distribusinya merata.

    Memahami pola ini membantu investor menilai risiko tekanan jual dan perilaku harga dari sebuah token menjelang masa unlock.

    Mengapa Token Unlock Dilakukan?

    Token unlock merupakan bagian penting dari manajemen ekosistem proyek kripto, dan dilakukan dengan beberapa tujuan:

    • Memberikan insentif kepada tim pengembang agar terus membangun proyek dengan komitmen jangka panjang.
    • Membayar mitra dan tim yang membantu pertumbuhan proyek.
    • Mendistribusikan hadiah staking kepada komunitas atau peserta ekosistem.
    • Meningkatkan likuiditas di bursa dengan memperluas suplai token.

    Dampak Token Unlock terhadap Harga Aset Kripto

    Meski mekanisme unlock bermanfaat bagi perkembangan proyek dan tim internal, dari perspektif pasar, token unlock dapat mempengaruhi harga aset kripto secara signifikan. Berikut dampak umumnya:

    1. Peningkatan Pasokan Token hingga Inflasi

    Ketika jumlah token yang dirilis ke pasar terus membanjiri tanpa ada mekanisme pembakaran dan peminatan yang kuat, total suplai aset yang beredar di pasar menjadi semakin besar. Peningkatan pasokan token ini menciptakan tekanan inflasi, di mana nilai setiap token bisa tergerus karena beredarnya lebih banyak unit di pasar.

    Hal ini bisa membuat harga aset menjadi menurun meskipun dengan kapitalisasi pasar yang sama.

    1. Risiko Tekanan Jual

    Saat sejumlah besar token dilepaskan ke pasar, ada kemungkinan besar tekanan jual meningkat. Jika investor awal atau pihak lain yang menerima token memilih untuk menjual, hal tersebut dapat menyebabkan suplai melonjak sementara permintaan tetap yang membuat harga jatuh drastis jika volume jual melebihi minat beli.

    1. Ketidakpastian Pasar

    Menjelang jadwal unlock, sentimen pasar cenderung negatif. Banyak trader memilih untuk menjual lebih awal karena takut akan tekanan jual besar setelah unlock terjadi. 

    Ini menciptakan volatilitas tinggi bahkan sebelum token benar-benar dirilis. Dampaknya, harga bisa turun secara bertahap bahkan sebelum unlock dimulai, karena spekulasi ketakutan investor.

    Contoh Kasus Token Unlock: Aevo

    Proyek Aevo, sebuah platform derivatif kripto yang sempat mendapat perhatian tinggi saat peluncuran, menjadi contoh nyata bagaimana token unlock dalam jumlah besar dapat berdampak negatif terhadap harga aset.

    Pada Mei 2024, Aevo melakukan unlock hingga lebih dari 50% dari token total suplai AEVO yang mencakup distribusi untuk tim, investor awal, dan DAO. Meski proyek memiliki teknologi menarik dan roadmap yang ambisius, jadwal unlock yang agresif ternyata menjadi bumerang. 

    Pasokan AEVO di pasar meningkat tajam dalam waktu singkat, sementara volume dan minat beli tidak mampu menyerap tambahan token tersebut.

    Grafik harga Aevo jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasanya. Merah=harga, biru=kapitalisasi pasar. Sumber data: CoinmarketCap.

    Hasilnya:

    • Harga AEVO mengalami penurunan drastis lebih dari 50% sebelum dan sesudah setelah unlock dimulai.
    • Investor awal yang mendapatkan token di harga jauh lebih rendah, melakukan profit-taking besar-besaran, memicu tekanan jual berantai setelah token unlock.
    • Kondisi yang dengan dominasi Bitcoin yang tinggi dan market yang sedang sideways memperburuk situasi, karena tidak ada katalis positif yang mampu menahan arus jual.

    Kasus Aevo memperlihatkan bagaimana inflasi token akibat unlock tanpa kompensasi dari sisi permintaan dapat menjadi ancaman serius terhadap stabilitas harga. 

    Ini menjadi pengingat bahwa jadwal unlock bukan hanya informasi teknis, tetapi faktor fundamental yang bisa mempengaruhi keputusan investasi secara langsung.

    Apakah Token Unlock Selalu Negatif?

    Tidak selalu. Token unlock bisa berdampak positif dalam kondisi tertentu, seperti:

    • Proyek mengalami pertumbuhan ekosistem yang dapat memberikan insentif bagi para pengembang atau bahkan komunitas dalam jangka panjang.
    • Tim dan investor menunjukkan komitmen dengan tidak langsung menjual token mereka.
    • Peningkatan utilitas token, seperti integrasi baru atau adopsi platform, bisa menyerap pasokan tambahan.
    • Membantu pengembangan ekosistem untuk mendanai pengembangan proyek, seperti peningkatan teknologi, kemitraan strategis, atau insentif bagi pengguna.
    • Mendorong partisipasi komunitas ketika token unlock dialokasikan untuk komunitas atau ekosistem proyek, ini bisa meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperkuat adopsi jangka panjang.

    Dengan kata lain, unlock tidak otomatis berarti kehancuran harga, tetapi risiko karena narasi yang muncul akan tetap ada.

    Tips Menghadapi Jadwal Token Unlock

    Untuk investor yang ingin lebih bijak, berikut tips sederhana menghadapi jadwal token unlock:

    • Pantau kalender unlock: Pantau terus informasi mengenai berita terbaru melalui Tokonews atau lihat langsung jadwal perilisan token melalui TokenUnlocks atau CoinMarketCap dan platform lain yang menyediakan informasi jadwal rilis token.
    • Cek besarnya unlock: Unlock kecil (<3% dari total supply) biasanya tidak terlalu berdampak besar.
    • Cari tahu jangka waktu unlock: Lihat seberapa sering token unlock dilakukan, apakah per hari, minggu, bulan, atau bahkan tahun.
    • Perhatikan kondisi proyek: Unlock dari proyek aktif dengan ekosistem yang terus berkembang, lebih aman dibanding proyek stagnan.

    Setelah memahami bagaimana token unlock bisa berdampak besar terhadap harga aset kripto, kini saatnya kamu mengambil langkah nyata untuk berinvestasi dengan lebih bijak. 

    Memilih platform yang aman, praktis, dan hemat biaya menjadi salah pilihan tepat untuk memulai investasi. Melalui Tokocrypto, kamu bisa mulai membeli aset kripto dengan mudah memulai fitur Beli/Jual, hanya dengan mulai dari Rp1.700 tanpa harus bayar biaya transaksi!

    Yuk, nikmati kemudahan trading tanpa biaya di Tokocrypto dengan fitur Beli/Jual dan wujudkan rencana investasimu sekarang juga!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Besaran Bunga Shopee PayLater, Denda, dan Biaya Penanganannya

    Jakarta

    Pengguna dapat menggunakan PayLater saat bertransaksi atau melakukan pembelian di aplikasi Shopee. Mirip kartu kredit, pembayaran dengan skema ini dikenakan suku bunga cicilan.

    Shopee PayLater atau SPayLater merupakan program Beli Sekarang Bayar Nanti yang disediakan oleh Shopee. Fitur ini memberikan pinjaman atau cicilan sehingga pengguna dapat berbelanja barang meski belum mempunyai dana. Usai menggunakan metode ini, tagihan cicilan harus dibayar tepat waktu sebelum jatuh tempo. Bila tidak, ada denda keterlambatan yang dikenakan.

    Lantas, berapa suku bunga cicilan Shopee PayLater? Dan berapa denda keterlambatan yang ditanggung jika pengguna telat bayar tagihannya? Simak penjelasannya di bawah.


    Bunga Shopee PayLater

    Bunga Shopee Paylater.Bunga Shopee Paylater. Foto: Shopee Help Center.

    Transaksi menggunakan Shopee PayLater dikenakan cicilan dengan suku bunga minimum 2,95% dari jumlah total pembayaran. Pengguna juga perlu membayar biaya penanganan sebesar 1% dari harga produk dan ongkos kirim per transaksinya.

    Sebagai contoh, seorang pengguna membeli produk seharga Rp 50.000 dengan skema SPayLater dan ia dikenai ongkos kirim sebesar Rp 10.000. Biaya penanganannya yaitu 1%, sehingga menjadi Rp 600. Shopee juga memberlakukan biaya layanan sejumlah Rp 1.000, jadi total transaksinya yakni 61.600. Dengan dikenakan bunga 2,95%, besaran bunganya yaitu Rp 1.817. Maka total tagihan yang harus dibayarkan pengguna sejumlah Rp 63.417.

    Periode cicilan program PayLater dari Shopee ini dapat diselesaikan dalam jangka 1 bulan atau bayar bulan berikutnya. Pengguna juga bisa menyicil dalam waktu 3, 6, dan 12 bulan. Adapun masa angsuran hingga 18 dan 24 bulan dikhususkan untuk pengguna terpilih.

    Denda Shopee PayLater

    Tagihan SPayLater harus dibayarkan tepat waktu sebelum jatuh tempo. Jika tidak, maka pengguna dapat dikenakan denda keterlambatan Shopee PayLater sebesar 5% per bulannya dari total tagihan yang sudah jatuh tempo.

    Sebagai contoh, seorang pengguna memiliki total tagihan SPayLater sebesar Rp 100.000 dengan tanggal jatuh tempo pada 1 April. Namun pengguna baru melakukan pembayaran lewat dari tgl tersebut. Sehingga ia dikenakan denda 5% dari total tagihannya yaitu Rp 5.000.

    Selain denda, pengguna yang telat bayar tagihan dapat terkena pembatasan penggunaan voucher dan akses fungsi di akun Shopee miliknya. Penagihan ke lapangan juga bisa dilakukan.

    Keterlambatan bayar tagihan SPayLater mempengaruhi pula peringkat kredit di SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan). Di sistem tersebut, skor kredit dapat menjadi buruk sehingga berdampak pada pengajuan angsuran ke bank atau perusahaan pembiayaan lainnya.

    Perlu diperhatikan, pengguna bakal mendapatkan notifikasi total tagihan pada 10 hari sebelum tanggal jatuh tempo. Rincian tagihan mencakup pesanan yang sudah dalam status Selesai (termasuk pengembalian dana) dari tanggal 25 bulan sebelumnya hingga tanggal 24 bulan ini.

    Cara Bayar Tagihan Shopee PayLater

    Untuk membayar tagihan atau cicilan Shopee PayLater, pengguna dapat mengikuti langkah berikut:

    • Buka aplikasi Shopee
    • Klik tab Saya di pojok kanan bawah pada halaman utama
    • Pilih SPayLater lalu klik Bayar Tagihan
    • Ketuk Tagihan Bulan Ini, lalu klik Bayar Sekarang
    • Pilih Metode Pembayaran lalu ketuk Konfirmasi
    • Cek terlebih dahulu nominal tagihan, lalu klik Bayar Sekarang.

    Selanjutnya, pembayaran akan diversifikasi. Bila sudah terverifikasi, akan muncul notifikasi bahwa pembayaran tagihan sudah diterima. Dan limit SPayLater akan dikembalikan segera atau maksimal 1×24 jam.

    Cara Bayar Shopee PayLater Sebelum Periode Tagihan

    Pengguna bisa membayar tagihan Shopee PayLater sebelum rincian total tagihan muncul. Dengan catatan, status pesanan pengguna telah selesai, termasuk bila mengajukan pengembalian dana. Cara bayar tagihan SPayLater bulan berikutnya:

    • Buka aplikasi Shopee
    • Pada halaman utama, pilih tab Saya
    • Ketuk SPayLater lalu pilih Bayar Lebih Awal
    • Pilih pembayaran untuk bulan yang diinginkan, lalu klik Bayar Sekarang
    • Pilih Metode Pembayaran lalu klik Konfirmasi
    • Cek besaran tagihan terlebih dahulu, lalu ketuk Bayar Sekarang.

    Nah, itu tadi besaran bunga Shopee PayLater yang akan dikenakan pada pengguna yang melakukan pembayaran transaksi menggunakan skema Beli Sekarang Bayar Nanti dari Shopee ini. Dikenakan juga denda keterlambatan jika telat bayar tagihan. Jadi, jangan sampai telat bayar ya.

    (row/row)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Tiba-tiba Terjun Bebas!


    Jakarta

    Pasar keuangan digital kripro kompak terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (16/12/2025). Penurunan harga terjadi pada Bitcoin (BTC) yang diikuti beberapa altcoin lainnya, seperti Ethereum, BNB, hingga Solana.

    Mengutip dari data perdagangan Coinmarketcap hari ini, harga BTC melemah 4,44% selama 24 jam terakhir. BTC turun signifikan dari harga tertingginya di level US$ 89.945 atau sekitar Rp 1,50 miliar (asumsi kurs Rp 16.692) ke posisi US$ 85.595 atau sekitar Rp 1.42 miliar.

    Jika ditarik pada perdagangan sepekan terakhir, pergerakan harga BTC turun signifikan setelah mencapai level US$ 94.350 atau sekitar Rp 1,54 miliar. Dalam sepekan, harga BTC tercatat melemah sebesar 4,79%.


    Berdasarkan analisa Coinmarketcap, para investor BTC masih menanti laporan inflasi AS. Data inflasi ini disebut dapat menentukan tren harga BTC di sisa bulan Desember 2025. Adapun data yang dinanti mencakup penjualan ritel, klaim pengangguran, Indeks Harga Konsumen, hingga konsumsi rumah tangga.

    Meski begitu, koreksi harga ini tidak hanya terjadi untuk mata uang BTC. Pelemahan yang sama juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang melemah 6,88% selama 24. ETH melemah dari harga tertingginya di level US$ 3.171 atau sekitar Rp 52,93 juta ke harga US$ 2.909 atau Rp 48,55 juta.

    Kemudian untuk BNB melemah 4,16% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir. BNB turun dari harga tertingginya US$ 892,44 ke level US$ 852,34. Sementara untuk Solana (SOL) melemah 4,61% sepanjang 24 jam terakhir, dari harga tertinggi di posisi US$ 134,58 ke level US$ 125,91.

    Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Tiket Konferensi Kripto Tembus Rp 13 M Gara-gara Donald Trump


    Jakarta

    Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menjadi bintang dalam acara penggalangan dana kampanye di Nashville, Tennessee. Acara ini digelar di sela-sela acara Bitcoin 2024, dengan harga tiket tertinggi US$ 844.600 atau setara Rp 13,68 miliar per orang (kurs Rp 16.200).

    Bitcoin 2024 merupakan sebuah konferensi tahunan yang dianggap sebagai tempat pertemuan penggemar kripto terbesar di AS. Acara ini akan digelar pada 27 Juli 2024.

    Melansir CNBC Internasional, Senin (22/7/2024), tiket kelas atas, termasuk kursi di meja bundar dengan Trump, diberi Harga senilai US$ 844.600 atau setara Rp 13,68 miliar.


    Harga tersebut dipatok sesuai dengan jumlah donasi maksimum bagi individu untuk diberikan kepada Trump dan komite penggalangan dana gabungan terbesar Partai Republik, yang dikenal sebagai Komite Trump 47.

    Sedangkan kelas di bawahnya, dipatok seharga US$ 60.000 atau sebesar Rp 972 juta per orang, sedangkan untuk paket pasangan senilai US$ 100.000 atau Rp 1,62 miliar per pasangan. Besaran tersebut sudah termasuk foto dengan mantan presiden AS itu.

    Disebutkan, Trump telah menandatangani kontrak untuk menjadi headline pertemuan Music City Center sesaat sebelum dia selamat dari percobaan pembunuhan pada 13 Juli lalu.

    Di sisi lain, dalam beberapa bulan terakhir Trump telah memposisikan dirinya sebagai kandidat presiden yang pro-crypto, kebalikan dari pendiriannya sebelumnya selama berada di Gedung Putih.

    Pada April lalu, Trump meluncurkan koleksi token non-fungible (NFT) terbarunya di blockchain Solana. Sejak saat itu, ia semakin banyak membuat komentar bullish terhadap kripto.

    Tim kampanye Trump bahkan menerima sumbangan mata uang digital, dan dia secara pribadi berjanji untuk membela hak-hak mereka yang memilih untuk menyimpan sendiri koin mereka. Hal ini berarti, mereka tidak bergantung pada entitas terpusat seperti Coinbase untuk menyimpan token mereka.

    Sementara itu, setelah pertemuan di klub Mar-a-Lago di Florida dengan sekitar selusin eksekutif penambangan bitcoin yang menjanjikan uang tunai dan suara kepadanya, Trump menyatakan bahwa semua bitcoin di masa depan akan dicetak di AS, jika ia kembali ke Gedung Putih.

    Pada hari Senin lalu, calon presiden dari Partai Republik ini telah menunjuk Senator Ohio JD Vance sebagai pasangannya. Langkah ini dipandang oleh banyak orang sebagai kemenangan bersih untuk sektor kripto. Vance telah menganjurkan regulasi kripto yang lebih longgar.

    Hal ini sangat kontras dengan Gedung Putih Biden, yang secara konsisten mengambil pendekatan skeptis terhadap regulasi kripto. Di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden, Komisi Sekuritas dan Bursa telah melakukan tindakan terhadap sektor ini.

    (shc/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Kripto Anjlok US$ 270 M, Bitcoin Sempat Jatuh ke Level US$ 54.000


    Jakarta

    Nilai pasar kripto secara keseluruhan anjlok pada hari Minggu kemarin hingga US$ 270 miliar atau sekitar Rp 4.347 triliun dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini disebabkan karena investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti bitcoin dan ether.

    Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/8/2024), data CoinGecko menunjukkan, Bitcoin turun hingga 11% dan ether turun 21% dalam waktu 24 jam. Hal ini membuat nilai keseluruhan mata uang kripto anjlok sekitar US$ 270 miliar.

    Kondisi ini bertepatan dengan penurunan ekuitas di pasar Asia-Pasifik. Nikkei 225 Jepang anjlok hingga 7%, memperpanjang kerugian yang dimulai minggu lalu, setelah Bank of Japan mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 16 tahun.


    Lalu di Amerika Serikat (AS), Nasdaq merosot 3,4% minggu lalu ke wilayah koreksi, mengakhiri tiga minggu terburuk indeks yang sarat teknologi itu sejak September 2022. Saham Amazon dan Nvidia berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

    “Penurunan saham minggu lalu sebagian terkait dengan laba yang mengecewakan, laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, pengangguran yang lebih tinggi, dan sektor manufaktur yang menurun,” tulis CNBC.

    Di tengah kondisi tersebut, Federal Reserve AS memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dan tidak menjanjikan penurunan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah cenderung berkorelasi dengan kinerja yang lebih baik untuk aset berisiko.

    Bitcoin Merosot ke Level US$ 54.000

    Sementara itu, harga Bitcoin telah mencapai level terendah sejak Februari. Mata uang kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan sekitar US$ 54.000 atau sekitar Rp 869,4 juta. Meski demikian, harganya masih mencatatkan kenaikan hampir 23% tahun ini.

    Sedangkan harga ether, token asli yang menopang blockchain ethereum, turun menjadi sekitar US$ 2.300 atau setara Rp 37,03 juta dan telah menghapus keuntungannya untuk tahun ini. Token BNB Binance turun lebih dari 15% dan Solana diperdagangkan 10% lebih rendah.

    Kondisi hancurnya pasar kripto diproyeksikan akan segera dirasakan oleh basis investor yang lebih luas. Hal ini imbas atas Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa spot baru atau ETF bitcoin spot untuk bitcoin dan ether.

    ETF telah melihat ratusan juta dolar mengalir ke koin tersebut. Pada hari Jumat lalu, CNBC melaporkan bahwa Morgan Stanley akan segera mengizinkan 15.000 penasihat keuangannya untuk menawarkan ETF bitcoin kepada kliennya. Ini merupakan langkah pertama di antara bank-bank besar Wall Street untuk mengadopsi kripto ke dalam portofolio investasinya.

    (shc/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • Elon Musk Lolos dari Gugatan Manipulasi Dogecoin!


    Jakarta

    Elon Musk dan perusahaannya Tesla lolos dari gugatan yang menuding mereka melakukan manipulasi harga kripto dogecoin, yang menyebabkan kerugian miliaran dolar AS. Keputusan tersebut dikeluarkan pada Kamis malam oleh Hakim Distrik AS Alvin Hellerstein di Manhattan.

    Sejumlah investor menuduh orang terkaya di dunia itu menggunakan unggahan Twitter (sekarang X) dan membayar influencer untuk bertransaksi menggunakan dogecoin yang dikendalikannya. Ia juga dituding sengaja menaikkan harga dogecoin lebih dari 36.000% selama dua tahun dan kemudian membiarkannya jatuh.

    Dilansir dari Reuters, Jumat (30/8/2024), Elon Musk kerap mengeluarkan pernyataan ke publik soal dogecoin yang mempengaruhi perdagangannya. Hal itu termasuk saat dia menjual dogecoinnya setelah mengganti logo Twitter dengan logo dogecoin Shiba Inu yang mendongkrak harga hingga 30%.


    Hellerstein menilai cuitan Elon Musk yang menyebut dogecoin adalah mata uang masa depan dan bisa digunakan membeli Tesla adalah aspirasional dan berlebihan, tidak faktual dan rentan untuk dipalsukan. Artinya, kata dia, tidak ada investor yang dapat mengandalkan tweet tersebut untuk mengajukan klaim penipuan sekuritas.

    Hellerstein menolak gugatan tersebut dengan prasangka, yang berarti tidak dapat diajukan lagi. Investor awalnya meminta US$ 258 miliar dan telah mengubah keluhan mereka sebanyak empat kali dalam dua tahun. Pengacara penggugat belum menanggapi permintaan komentar.

    Sementara itu, pengacara Elon Musk mengatakan tidak ada yang salah dengan tweet kliennya yang tidak berbahaya dan sering kali konyol. Mereka juga mengatakan tidak ada bukti Musk memiliki dua rekening karena melakukan perdagangan mencurigakan, atau bahwa dia atau Tesla pernah menjual dogecoin.

    Sejumlah investor diketahui melayangkan gugatan class action terhadap Elon Musk. Bos Tesla ini dituduh melakukan insider trading dan memanipulasi mata uang kripto Dogecoin hingga menimbulkan kerugian mencapai miliaran dolar Amerika Serikat (AS).

    Para investor ini menuduh Musk melakukan manipulasi dengan memanfaatkan unggahan di Twitter, membayar influencer online, kemudian lewat penampilannya pada 2021.

    (ily/das)



    Sumber : finance.detik.com