Tag: Harga

  • Antisipasi Kenaikan Bitcoin, Ajaib Kripto Berikan Bonus Transfer 1%


    Jakarta

    Platform jual-beli asset kripto, Ajaib Kripto menghadirkan program ‘Transfer Aset Kripto – Bonus Coin 1%’. Program tersebut sengaja dihadirkan untuk mengantisipasi potensi kenaikan Harga Bitcoin (bull run).

    CEO Ajaib Kripto Adrian Sudirgo mengatakan Melalui program tersebut pengguna mendapatkan bonus 1% dalam bentuk Bitcoin untuk setiap pemindahan aset kripto ke platform Ajaib Kripto. Program ini berlaku untuk lebih dari 50 pilihan aset kripto populer, dengan periode terbatas dan kuota tanpa batas. Program ini hadir di tengah momentum pertumbuhan pesat Bitcoin di platform Ajaib Kripto dan prediksi pasar yang positif.

    Dalam setahun terakhir, Ajaib Kripto mencatat peningkatan signifikan dalam aktivitas Bitcoin, dengan jumlah pengguna yang membeli Bitcoin dan total nilai transaksi meningkat sekitar 7 kali lipat, dan jumlah Bitcoin yang dibeli meningkat 3,4 kali lipat.


    “Kami melihat adanya momentum positif di pasar Bitcoin dan ingin memberikan kesempatan kepada para pengguna untuk memaksimalkan potensi keuntungan mereka. Program bonus transfer 1% adalah salah satu cara kami untuk mendukung para pengguna dalam perjalanan investasi mereka. Selain itu, Ajaib Kripto menawarkan fitur-fitur unggulan yang akan sangat membantu pengguna dalam berinvestasi aset kripto,” kata Adrian dalam keterangan tertulis, Senin (2/9/2024).

    Dia mengatakan Ajaib Kripto juga tengah mengadakan program bagi-bagi Bitcoin senilai total 1 BTC atau senilai Rp 900 juta. Pengguna cukup memindai kode QR di instalasi berskala masif ‘Ingat Bitcoin, Ingat Ajaib Kripto’ di terowongan Sudirman. Untuk mengikuti program tersebut bisa dengan mengunggah selfie di depan instalasi ke media sosial dengan mention akun Ajaib Kripto dan tiga teman mereka untuk berkesempatan mendapatkan Bitcoin gratis.

    Baik program bagi-bagi Bitcoin maupun bonus transfer aset kripto akan berlangsung dalam periode terbatas. Pengguna dapat mengunjungi situs web Ajaib Kripto atau mengunduh aplikasi Ajaib Kripto untuk informasi lebih lanjut.

    “Keberhasilan platform ini didukung oleh rekam jejak luar biasa dari perusahaan induk, Ajaib. Hingga saat ini Ajaib telah berhasil menggalang dana lebih dari US$ 153 juta dari berbagai investor industri kripto global seperti Ribbit Capital, Y Combinator, dan DST Global – investor yang sama di balik raksasa industri seperti Coinbase, Fireblocks, dan OpenSea,” jelasnya.

    Pertumbuhan luar biasa ini bertepatan dengan pasar kripto Indonesia yang berkembang pesat. Menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indonesia memiliki lebih dari 18 juta investor kripto, dan telah jadi pasar kripto terbesar ke-7 di seluruh dunia.

    Sementara itu, Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menilai ada Bitcoin memiliki peluang besar untuk melampaui rekor tertingginya yakni US$ 73.750.

    “Dengan dukungan politik dan institusional yang semakin kuat, ditambah potensi penurunan suku bunga yang dapat melemahkan dolar AS, Bitcoin memiliki peluang besar untuk melampaui rekor tertingginya di US$ 73.750 dan bahkan mencapai kisaran US$90.000 – US$100.000 hingga akhir tahun,” tutup Panji Yudha.

    (ncm/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ini Alasan Mengapa Supply yang Terbatas Bisa Pengaruhi Harga Bitcoin


    Jakarta

    Bitcoin dikenal sebagai salah satu aset digital paling revolusioner dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu karakteristik uniknya adalah supply atau pasokan yang terbatas, yaitu hanya 21 juta koin yang dapat ditambang.

    Berbeda dengan mata uang tradisional yang bisa dicetak atau diatur oleh bank sentral, jumlah Bitcoin yang tersedia tidak akan pernah melebihi batas tersebut. Hal ini membawa dampak signifikan terhadap harga bitcoin, dan berikut ini pembahasan yang akan mengupas mengapa supply yang terbatas bisa memengaruhi harga Bitcoin secara signifikan.

    Konsep Supply dan Demand dalam Ekonomi

    Untuk memahami bagaimana supply Bitcoin yang terbatas memengaruhi harganya, kita perlu melihat pada konsep dasar ekonomi, yaitu supply (penawaran) dan demand (permintaan). Ketika penawaran suatu barang terbatas sementara permintaan terhadap barang tersebut tetap bahkan meningkat, harga akan cenderung naik. Ini berlaku di pasar apapun, termasuk pasar cryptocurrency seperti Bitcoin.


    Dalam kasus Bitcoin, dengan supply yang terbatas dan semakin banyak orang yang ingin memilikinya, mekanisme ini mulai berlaku. Jika permintaan terus bertambah tetapi ketersediaan Bitcoin tetap stagnan atau bahkan menurun, harga secara alami akan terdorong naik.

    Bitcoin, Aset dengan Supply Terbatas

    Bitcoin didesain dengan jumlah maksimum yang sudah ditentukan dari awal. Sejak pertama kali diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009, aturan utama Bitcoin adalah bahwa hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang dapat ditambang. Saat ini, lebih dari 19 juta Bitcoin sudah beredar di pasar, dan setiap empat tahun sekali, jumlah Bitcoin yang ditambang melalui proses yang disebut halving akan semakin berkurang.

    Halving adalah mekanisme pengurangan reward untuk penambang yang terjadi setiap 210.000 blok atau kira-kira setiap empat tahun. Artinya, semakin sedikit Bitcoin yang akan diterbitkan di masa depan, sehingga proses ini secara bertahap memperketat penawaran Bitcoin yang baru.

    Pengaruh Halving pada Supply dan Harga

    Setiap kali terjadi halving, jumlah Bitcoin baru yang bisa ditambang per blok berkurang setengahnya. Misalnya, pada awalnya, penambang menerima 50 Bitcoin per blok. Namun, setelah beberapa kali halving, reward saat ini hanya sebesar 6,25 Bitcoin per blok.

    Penurunan pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar ini menciptakan ketidakseimbangan antara supply dan demand. Sebagai contoh, ketika halving terakhir terjadi pada tahun 2020, harga Bitcoin melonjak dalam waktu beberapa bulan setelahnya. Mengapa demikian? Karena meskipun penawaran baru Bitcoin berkurang, permintaan dari investor dan pengguna tetap ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan adopsi yang lebih luas.

    Inilah mengapa banyak analis pasar berpendapat bahwa setiap kali terjadi halving, harga Bitcoin akan mengalami kenaikan jangka panjang, meskipun mungkin tidak langsung terlihat. Seiring waktu, dengan semakin sedikit Bitcoin yang tersedia untuk ditambang, nilai Bitcoin yang sudah ada menjadi semakin berharga.

    Bitcoin sebagai “Emas Digital”

    Banyak orang menyebut Bitcoin sebagai “emas digital” karena karakternya yang mirip dengan emas dalam hal kelangkaan. Sama seperti emas yang terbatas di bumi, Bitcoin pun memiliki jumlah yang terbatas. Kelangkaan inilah yang menciptakan nilai bagi kedua aset tersebut.

    Namun, perbedaan utama antara Bitcoin dan emas adalah bahwa supply Bitcoin sudah pasti, sementara jumlah emas yang ada di dunia mungkin akan terus bertambah seiring ditemukannya tambang-tambang baru. Ini membuat Bitcoin semakin langka seiring berjalannya waktu, sehingga memengaruhi persepsi nilai di kalangan investor.

    Mengapa Investor Tertarik dengan Supply yang Terbatas?

    Investasi pada aset yang langka atau memiliki keterbatasan supply biasanya lebih menarik bagi para investor. Mereka melihat potensi kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan di masa depan. Karena Bitcoin memiliki batasan supply yang jelas dan tak dapat diubah, banyak investor yakin bahwa harga Bitcoin akan terus naik seiring dengan meningkatnya permintaan global, terutama ketika adopsi institusional dan pemerintah semakin meluas.

    Selain itu, karena Bitcoin tidak diatur oleh entitas sentral atau pemerintah, hal ini menambah daya tariknya sebagai aset yang tidak rentan terhadap inflasi. Dengan supply yang terbatas, investor merasa lebih aman menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk Bitcoin daripada uang fiat yang dapat dengan mudah dicetak dan mengakibatkan inflasi.

    Faktor-Faktor Lain yang Memengaruhi Harga Bitcoin

    Tentu saja, supply bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga Bitcoin. Ada beberapa faktor lain yang juga harus dipertimbangkan:

    1. Adopsi Institusional

    Ketika perusahaan besar seperti Tesla, MicroStrategy, atau institusi keuangan lainnya membeli Bitcoin dalam jumlah besar, hal ini dapat meningkatkan permintaan, yang pada akhirnya mendorong harga naik.

    2. Peraturan Pemerintah

    Kebijakan regulasi di berbagai negara juga memiliki dampak besar terhadap harga Bitcoin. Ketika regulasi yang mendukung cryptocurrency diberlakukan, hal ini sering kali menyebabkan kenaikan harga, sebaliknya kebijakan yang membatasi dapat menurunkan harga.

    3. Sentimen Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin juga sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar. Berita tentang peretasan, penipuan, atau kemajuan teknologi blockchain dapat memengaruhi harga dalam jangka pendek.

    Supply Terbatas, Potensi Besar

    Jadi, mengapa supply Bitcoin yang terbatas bisa memengaruhi harganya? Jawabannya terletak pada prinsip ekonomi dasar. Ketika supply terbatas dan demand terus tumbuh, harga akan naik.

    Dengan hanya 21 juta Bitcoin yang pernah ada, supply terbatas ini memberikan Bitcoin karakteristik yang mirip dengan aset langka lainnya, seperti emas. Namun, dengan teknologi yang mendasarinya dan potensi untuk adopsi global yang terus meningkat, Bitcoin memiliki potensi pertumbuhan yang jauh lebih besar di masa depan.

    Jika Anda tertarik untuk mulai berinvestasi dalam Bitcoin atau ingin menjelajahi dunia cryptocurrency lebih dalam, platform Tokocrypto adalah tempat yang tepat untuk memulai. Tokocrypto menawarkan cara yang mudah dan aman untuk membeli, menjual, dan menyimpan Bitcoin serta berbagai altcoin lainnya. Sebagai salah satu platform cryptocurrency terkemuka di Indonesia, Tokocrypto membantu Anda memasuki dunia investasi digital dengan lebih siap.

    (Content Promotion/TKO)



    Sumber : finance.detik.com

  • Kiat Trading & Simpan Dogecoin dengan Aman untuk Pemula


    Jakarta

    Setelah melihat utilitas dan pergerakan harga Dogecoin, seringkali kita menjadi penasaran untuk trading Dogecoin. Namun, sebagai pemula tentu ada pertanyaan mulai dari mana untuk trading crypto?

    Kemudian yang paling penting, bagaimana cara menyimpan Dogecoin dengan aman? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

    Pastikan Anda melakukan DYOR (Do Your Own Research), update analisa harga Dogecoin terbaru dengan membaca berita-berita seputar Dogecoin.


    Cara Trading Dogecoin untuk Pemula

    Berikut adalah beberapa langkah penting yang bisa Anda lakukan untuk mulai trading Dogecoin dengan rasa aman dan nyaman:

    1. Pilih Pedagang Kripto Terpercaya di Indonesia

    Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih pedagang fisik aset kripto yang legal di Indonesia, seperti Tokocrypto. Bappebti mendorong pedagang aset kripto menjadi PFAK untuk memperkuat ekosistem aset kripto dan melindungi masyarakat.

    Tentunya perusahaan yang berupaya mengikuti regulasi pemerintah adalah perusahaan yang berkomitmen dan dapat dipercaya untuk mengelola aset kripto pelanggan.

    2. Registrasi dan KYC

    Setelah memilih aplikasi trading, Anda perlu membuat akun. Sama seperti pembukaan akun di bank, selain registrasi Anda perlu melakukan KYC.

    KYC adalah program penting untuk mencegah terjadinya aktivitas keuangan ilegal seperti phising, money laundry, pendanaan kegiatan terorisme, dan kejahatan digital lainnya.

    3. Deposit dengan Rupiah atau Kripto

    Biasanya Anda baru bisa melakukan deposit setelah proses KYC Anda disetujui. Tergantung platform trading yang dipilih, Anda bisa melakukan deposit Rupiah dari bank atau e-wallet.

    Cek biaya deposit atau diskon-diskon deposit yang Anda agar biaya trading kripto Anda lebih hemat. Atau Anda bisa juga mentransfer aset kripto dari cold wallet Anda ke akun CEX lokal Anda.

    4. Mulai Trading Dogecoin

    Sebenarnya ada beberapa cara melakukan trading Dogecoin. Di Tokocrypto Anda bisa melakukan trading crypto dengan 3 cara:

    • Mencari pasangan perdagangan Dogecoin misalnya DOGE/IDR atau DOGE/USDT,
    • Menggunakan fitur Instant jika Anda malas mencari pasangan trading Dogecoin, atau
    • Menggunakan fitur DCA apabila Anda ingin mengumpulkan Dogecoin saja, karena meyakini harganya akan naik.

    Selain itu, penting untuk memahami pergerakan harga Dogecoin. Pergerakan harga aset kripto dapat sangat volatil, sehingga penting untuk selalu memantau harga dan menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual.

    Cara Menyimpan Dogecoin dengan Aman

    Lalu bagaimana menyimpan Dogecoin dengan aman. Mari kita bahas di bawah ini:

    1. Dompet Digital (Hot Wallet)

    Hot wallet adalah aplikasi dompet digital yang terhubung ke internet. Anda bisa menginstall-nya di handphone Anda, sehingga memudahkan akses dan transaksi sehari-hari. Namun, karena terhubung ke internet, hot wallet lebih rentan terhadap serangan hacker.

    Beberapa hot wallet yang populer untuk menyimpan Dogecoin antara lain adalah Trust Wallet dan dompet bawaan dari platform trading.

    2. Dompet Hardware (Cold Wallet)

    Cold wallet adalah jenis dompet yang tidak terhubung ke internet. Bentuknya seperti hard disk tapi dapat menyimpan aset kripto. Cold wallet menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena tidak terhubung ke internet.

    Dompet ini biasanya berbentuk perangkat fisik, seperti Ledger atau Trezor, yang memungkinkan Anda menyimpan Dogecoin secara offline. Cold wallet adalah pilihan terbaik bagi mereka yang berencana menyimpan Dogecoin dalam jangka waktu panjang tanpa sering melakukan transaksi.

    3. Backup dan Keamanan

    Sangat penting untuk selalu melakukan backup dari dompet digital Anda. Catat seed phrase (frasa pemulihan) yang diberikan saat Anda membuat dompet. Seed phrase ini bisa digunakan untuk memulihkan dompet Anda jika terjadi masalah, seperti kehilangan perangkat atau lupa kata sandi. Simpan seed phrase ini di tempat yang aman dan jangan bagikan kepada siapa pun.

    Selain itu, selalu aktifkan fitur keamanan tambahan, seperti autentikasi dua faktor (2FA), pada akun trading dan dompet digital Anda. Hal ini akan memberikan lapisan perlindungan ekstra dari potensi peretasan.

    Tips Tambahan untuk Pemula

    • Mulai dengan Investasi Kecil

    Jangan langsung menginvestasikan seluruh dana Anda dalam Dogecoin. Mulailah dengan jumlah kecil hingga Anda merasa nyaman dengan proses trading.

    • Perhatikan Biaya Transaksi

    Setiap platform trading memiliki biaya transaksi yang berbeda. Pastikan Anda memahami biaya ini sebelum melakukan pembelian atau penjualan Dogecoin.

    • Tetap Tenang di Tengah Volatilitas

    Harga Dogecoin bisa sangat fluktuatif. Sebagai pemula, penting untuk tidak terburu-buru dalam membuat keputusan trading. Lakukan riset sebelum mengambil langkah.

    Trading dan menyimpan Dogecoin dapat menjadi pengalaman yang menguntungkan, tetapi juga penuh risiko jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Sebagai pemula, pastikan Anda memilih platform trading yang aman, memverifikasi akun dengan benar, dan menyimpan Dogecoin di dompet yang sesuai dengan kebutuhan keamanan Anda. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mulai berinvestasi dan trading Dogecoin dengan lebih aman.

    (Content Promotion/Tokocrypto)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Tembus Rp 1,1 Miliar di Tengah Pilpres AS


    Jakarta

    Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) pada Rabu pagi. Harga Bitcoin sempat tercatat berada di US$ 75.100 atau sekitar Rp 1,18 miliar (kurs Rp 15.800).

    Isyarat pasar yang positif selama 24 jam terakhir disebut-sebut jadi sentimen besar terhadap kenaikan tersebut, meskipun Bitcoin menghadapi tren yang umumnya melemah dalam beberapa minggu terakhir.

    Dilansir dari laman beincrypto, Rabu (6/11/2024), Pemilu AS yang sedang berlangsung jadi faktor utama dalam lonjakan harga Bitcoin. Investor dengan penuh semangat menunggu hasil pemilu, dengan tanda-tanda yang mendukung Donald Trump akan kembali menang jadi presiden.


    Popularitas Trump yang terus meningkat, dinilai bisa ikut meningkatkan kepercayaan pasar. Pasar kripto sendiri telah berspekulasi tentang dampak pemilu AS terhadap Bitcoin selama beberapa waktu.

    CoinShares baru-baru ini menyoroti sentimen ini dalam sebuah laporan, mencatat bahwa arus masuk institusional minggu lalu mencapai US$ 2,2 miliar. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar investasi ini kemungkinan berasal dari optimisme seputar potensi kemenangan Partai Republik.

    Pada platform prediksi Polymarket, peluang kemenangan Trump melonjak, yang menunjukkan pergeseran ekspektasi pasar. Peluang Trump untuk menang meningkat tajam dari 58% menjadi 93,3%.

    Latar belakang politik ini telah memicu minat beli yang signifikan terhadap Bitcoin. Sentimen investor terhadap Bitcoin cukup baik sejak pertengahan Agustus. Exchange Net Position Change menunjukkan bahwa, selama tiga bulan terakhir, bursa kripto sebagian besar mencatat arus keluar Bitcoin yang menandakan sinyal peningkatan aktivitas pembelian.

    Pola arus keluar BTC ini menunjukkan bahwa investor telah mempertahankan minat yang kuat. Namun nampaknya kenaikan harga ini tidak bertahan lama, karena dengan kenaikan harga Bitcoin, pasar pun jadi melambat. Bitcoin kini telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa membuat investor berpikir dua kali untuk menaruh investasinya di Bitcoin.

    Harga Bitcoin telah melonjak sebesar 7% hari ini. Sekarang berada di dekat titik kritis, dengan US$ 73.773 dan US$ 71.367 sebagai support potensial langsung. Jika investor mulai membukukan keuntungan dengan menjual Bitcoin-nya maka harga dapat stabil di sekitar level tersebut.

    Jika momentum penguatan berlanjut, yang didukung lebih lanjut oleh kondisi ekonomi makro yang menguntungkan, Bitcoin dapat mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 75.100.

    Simak juga video: Jokowi Kaget Ada yang Belajar Robotik, Bitcoin hingga AI di UNU Yogya

    [Gambas:Video 20detik]

    (hal/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Pecah Rekor Lagi Jadi US$ 76.000, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mencapai rekor tertinggi atau All Time High (ATH) pada harga US$76.000, atau sekitar Rp1,2 Miliar yang didorong oleh beberapa faktor. Di antaranya, kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden AS, serta meningkatnya minat dari kalangan institusional.

    Hal ini disebabkan oleh sentimen positif yang menguat di pasar kripto. Ekspektasi investor terkait hasil Pilpres AS di mana Donald Trump mengungguli Kamala Harris.

    Trump dikenal memiliki sikap mendukung kebijakan yang pro terhadap aset digital dan sektor teknologi, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pasar kripto.


    Selain itu, Trump juga berencana untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional dan menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam hal aset Bitcoin. Selain faktor politik, pergerakan dana institusional di pasar juga menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin belakangan ini.

    Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada 6 November 2024, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar US$621,9 juta pasca kemenangan Trump meningkat. CEO Indodax, Oscar Darmawan, menilai bahwa fenomena ini mencerminkan betapa kuatnya pengaruh peristiwa politik AS terhadap harga Bitcoin.

    “Ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertingginya, ini menunjukkan kepercayaan dan harapan yang besar dari para investor. Faktor politik, seperti kemenangan Trump yang pro kripto pada Pilpres AS, memberikan dorongan psikologis yang signifikan di pasar,” ungkap Oscar. Oscar juga menggarisbawahi peran penting institusi besar dalam adopsi Bitcoin.

    “Adopsi Bitcoin bukan hanya didorong oleh para investor ritel, tetapi juga semakin kuat di kalangan institusi keuangan, terutama setelah adanya pengajuan ETF Spot Bitcoin dari perusahaan besar seperti BlackRock. Hal ini menunjukkan perubahan persepsi institusi terhadap aset kripto yang kini dilihat sebagai instrumen investasi jangka panjang,” tambah Oscar.

    Oscar menguraikan bahwa permintaan dari kalangan institusional, yang cenderung lebih stabil dan berjangka panjang, memberikan dampak terhadap keberlanjutan harga Bitcoin di level tinggi. “Ketika institusi mulai berinvestasi dalam Bitcoin, mereka membawa likuiditas yang lebih besar dan legitimasi ke pasar kripto. Ini menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima di kalangan mainstream dan bukan sekadar aset spekulatif semata,” jelas Oscar.

    Sebagai platform perdagangan aset digital terbesar di Indonesia, Indodax mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dalam berinvestasi dan mempertimbangkan risiko yang ada akibat volatilitas pasar kripto. Indodax terus berkomitmen untuk menyediakan akses mudah ke aset digital serta memastikan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi bagi para pengguna

    Simak juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Diprediksi Bisa Tembus Rp 1,5 M


    Jakarta

    Harga mata uang kripto, Bitcoin, tembus di atas US$ 89.000 atau Rp 1,39 miliar (kurs Rp 15.700) usai kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Harga Bitcoin diperkirakan terus naik hingga US$ 100.000 atau Rp 1,57 miliar.

    Dikutip dari CNBC, Senin (12/11/2024), Coin Metrics melaporkan nilai kripto sempat naik hingga 12% ke posisi US$ 89.174. Bahkan belum lama ini, mencapai titik tertinggi baru di US$ 89.623.

    Ether naik lebih dari 7% menjadi US$ 3.371,79 setelah kenaikan 30% dalam seminggu terakhir. Token keuangan terdesentralisasi yang terkait dengan Cardano naik 4,7%. Dogecoin terus naik, naik hampir 24%.


    Dalam sesi perdagangan reguler pada Senin, Coinbase ditutup naik 19,8%, sementara MicroStrategy naik lebih dari 25,7%. Kedua saham tersebut lebih tinggi dalam perdagangan yang diperpanjang.

    Kepala Keuangan dan Pasar di platform investasi Hargreaves Lansdown, Susannah Streeter, mencatat bahwa kenaikan kripto terjadi di tengah euforia pasar yang dipicu oleh kemenangan Trump minggu lalu.

    “Janjinya untuk berinvestasi penuh pada kripto telah membawa Bitcoin ke rekor baru,” kata Streeter.

    Selama kampanye, Trump memberikan banyak janji kepada industri kripto, termasuk menjadikan AS sebagai Ibu Kota Kripto. Ia juga bersikeras bahwa semua Bitcoin harus ditambang di negara tersebut.

    Dia juga berjanji untuk melengserkan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler, yang telah melakukan pendekatan agresif terhadap kripto. Langkah ini dijanjikannya meskipun presiden tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya.

    Beberapa analis memperkirakan kripto terus meningkat. Disebut-sebut nilai Bitcoin dapat melesat hingga US$ 100.000 pada akhir tahun, menandai tonggak sejarah baru.

    “Sebagian alasannya (kenaikan nilai kripto) adalah karena sifat pemerintahan Trump yang ramah terhadap kripto, yang diharapkan oleh para investor akan menghasilkan kejelasan regulasi di AS,” katanya.

    Simak juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

    [Gambas:Video 20detik]

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Cetak Rekor, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) mencapai nilai US$89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada kemarin, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024

    Menurut data dari CoinGecko, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak sebesar 6,9% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,1 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 7,4% menjadi US$ 3.397.

    Adapun beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 16,4% ke harga US$0,6782, Cardano (ADA) naik sebesar 8,7% ke angka US$ 0,6317, dan Solana (SOL) naik 4,9% ke harga US$ 220,56.


    Selain itu, coin AI juga memiliki tren positif seperti Render (RENDER) mengalami kenaikan sebesar 24% ke angka US$ 7,37 dan SleeplessAI (AI) naik sebesar 10,5% di harga US$ 0,52. Di sisi lain, meme coin pun mengalami kenaikan signifikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 52,6% menjadi US$0,42 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar, SHIB naik 16,4% ke harga US$ 0,00002917 dan PEPE mengalami kenaikan 21,4% ke US$ 0,00001462.

    CEO INDODAX Oscar Darmawan mengatakan dengan naiknya berbagai koin membuktikan tren positif sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 memberi dampak signifikan di kalangan pelaku pasar. Bahkan, Standard Chartered juga memprediksi lonjakan harga Bitcoin hingga US$ 200.000 pada akhir tahun depan.

    Proyeksi ini dianggap semakin realistis dengan melihat tren harga Bitcoin saat ini. Selain Bitcoin, dia juga menyebut Ethereum diperkirakan akan mencatatkan rekor tertinggi baru di level US$ 10.000 dalam setahun mendatang. Sementara itu, Solana diproyeksikan memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi daripada kedua aset utama tersebut di pasar kripto.

    “Lonjakan harga Bitcoin yang mencapai ATH adalah momen penting bagi pasar kripto, menandakan kepercayaan dan adopsi yang terus meningkat terhadap Bitcoin sebagai aset digital yang terdesentralisasi,” ujar Oscar dalam keterangannya, dikutip Kamis (14/11/2024).

    Menurut Oscar, pencapaian ini juga berpotensi membuka peluang Bitcoin mencapai harga yang lebih tinggi lagi, didukung oleh sejumlah faktor eksternal seperti perkembangan kebijakan global dan minat dari institusi keuangan besar.

    “Ke depan, saya optimistis Bitcoin akan menjadi lebih menarik, tidak hanya bagi investor ritel tetapi juga bagi institusi yang mencari diversifikasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi global,” tambahnya.

    Oscar menilai Bitcoin semakin mengukuhkan diri sebagai ‘digital gold’. Sama halnya dengan emas yang telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai, dia bilang bitcoin kini mulai mendapatkan pengakuan yang serupa.

    Menurutnya, Bitcoin menawarkan peluang bagi investor untuk melindungi kekayaan mereka di saat ketidakstabilan pasar tradisional. Dengan kenaikan harga ini, Oscar juga melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital.

    “Bitcoin telah membuktikan dirinya sebagai aset yang tidak hanya terdesentralisasi tetapi juga transparan. Kami di INDODAX percaya bahwa adopsi yang lebih luas akan semakin memperkuat keamanan dan daya tarik Bitcoin,” jelas Oscar.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Terus Meroket Pecahkan Rekor, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Harga koin kripto Bitcoin terus melambung tinggi. Bahkan baru-baru ini melewati rekor tertinggi sepanjang sejarah di kisaran US$ 93.000 atau Rp 1.472.190.000 (Rp 1,47 miliar jika dihitung dalam kurs Rp 15.830 per dolar AS).

    Tidak hanya nilai jualnya yang terus bertambah, kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini sudah menembus lebih dari US$ 1,77 triliun atau Rp 28.019,1 triliun. Kondisi ini membuat Bitcoin melampaui kapitalisasi pasar perak (US$ 1,70 triliun atau Rp 26.911 triliun) sebagai aset terbesar ke-8 di dunia.

    Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin hanya berada di bawah emas (US$ 17,23 triliun), Nvidia (US$ 3,63 triliun), Apple (US$ 3,4 triliun), Microsoft (US$ 3,16 triliun), Google (US$ 2,2 triliun), Amazon (US$ 2,2 triliun), dan Saudi Aramco (US$ 1,79 triliun) dalam peringkat aset terbesar dunia.


    CEO sekaligus pendiri Indodax, Oscar Darmawan, mengatakan pergerakan pasar Bitcoin yang terus meningkat ini sebagian besar didorong oleh pembelian institusional dan arus kas masuk ke ETF Bitcoin yang terus berlanjut.

    “Pencapaian kapitalisasi pasar Bitcoin yang kini menembus US$ 1,77 triliun adalah bukti semakin diterimanya aset digital ini di kancah global sebagai alternatif investasi yang potensial,” jelas Oscar dalam keterangan resminya, Minggu (17/11/2024).

    “Lonjakan harga Bitcoin yang melewati level US$ 93.000 mencerminkan tingginya minat institusi besar terhadap kripto sebagai salah satu aset utama dalam portofolio investasi,” sambungnya lagi.

    Selain itu optimisme atas kemenangan Donald Trump sebagai Presiden baru AS, yang dikenal dengan sikap pro-kripto, turut mendukung kepercayaan para investor bahwa regulasi yang lebih mendukung aset digital ini akan segera hadir.

    “Saya melihat adanya potensi besar dalam regulasi yang mendukung industri kripto seperti Financial Innovation and Technology for the 21st Century Act (FIT 21) dan Financial Innovation Act (FIA) dalam kebijakan Amerika, dan juga kebijakan baru mengenai perpindahan regulasi ke OJK di Indonesia di 2025,” papar Oscar.

    “Dukungan regulasi yang positif akan memperkuat perkembangan pasar dan mengurangi risiko yang dihadapi oleh para investor kripto,” terangnya lagi.

    Menurutnya selain faktor-faktor tadi, faktor pendorong lainnya seperti sentimen inflasi juga memberikan dampak pada pergerakan harga Bitcoin. Misalkan saja pada Rabu (13/11) kemarin saat inflasi di AS tercatat sebesar 2,6% YoY atau naik dari periode sebelumnya yang sebesar 2,4%.

    Kenaikan sebesar 0,2% ini sebetulnya masih dalam perhitungan konsensus, sehingga seharusnya kenaikan inflasi ini memberikan pandangan positif terhadap dolar. Namun, kripto Bitcoin justru mengalami kenaikan dan berhasil mencapai all-time high (ATH), mencerminkan antusiasme investor terhadap adopsi Bitcoin di tengah kondisi ekonomi saat ini.

    “Dengan inflasi tinggi, Bitcoin dianggap sebagai aset yang dapat melindungi nilai dan menarik investor yang mencari alternatif investasi yang lebih stabil dibandingkan aset tradisional yang bisa terdampak penurunan nilai akibat inflasi,” katanya.

    Karena itu, Oscar optimis bahwa Bitcoin masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih jauh, terutama jika didukung oleh kerangka regulasi yang lebih jelas dan penerimaan publik yang terus meningkat.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Kembali Cetak Rekor!


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi mencapai US$ 91.589 atau Rp 1,449 miliar (kurs Rp 15.830), Sabtu (16/11). Rekor sebelumnya harga Bitcoin mencapai US$ 89.000.

    Menurut data dari Coin Market Cap, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak 4,22% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,03 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 1,63% menjadi US$ 3.106.

    Beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 9,53% ke harga US$0,887, Cardano (ADA) naik 23,84% ke US$ 0,7276, dan Solana (SOL) naik 5,26% ke US$ 219,41.


    Meme coin juga mengalami kenaikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 3,93% menjadi US$0,38 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar.

    Terakhir, harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi mencapai nilai US$ 89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024.

    (ada/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Begini Pergerakannya


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi. Kenaikan mencapai rekor tertinggi telah terjadi beberapa kali dalam dua minggu terakhir.

    Menurut data dari Coin Market Cap, Sabtu (16/11) harga Bitcoin mencapai US$ 91.589 atau Rp 1,449 miliar (kurs Rp 15.830). Rekor sebelumnya harga Bitcoin mencapai US$ 89.000.

    Kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak 4,22% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,03 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 1,63% menjadi US$ 3.106.


    Beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 9,53% ke harga US$0,887, Cardano (ADA) naik 23,84% ke US$ 0,7276, dan Solana (SOL) naik 5,26% ke US$ 219,41.

    Meme coin juga mengalami kenaikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 3,93% menjadi US$0,38 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar.

    Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) sejak pemilu di Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung pada bulan lalu. Hal itu jadi faktor utama dalam lonjakan harga Bitcoin.

    Harga Bitcoin sempat tercatat berada di US$ 75.100 atau sekitar Rp 1,18 miliar (kurs Rp 15.800).

    Kemudian, harga Bitcoin menyentuh level US$ 80.000 atau Rp 1,25 miliar (kurs Rp 15.619) untuk pertama kalinya setelah Donald Trump mengalahkan Kamala Harris dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS).

    Harga Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi karena dukungan Donald Trump terhadap aset digital dan kemungkinan adanya anggota parlemen pro-kripto di Kongres.

    Lalu, halarga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) mencapai nilai US$89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada kemarin, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024.

    Menurut data dari CoinGecko, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak sebesar 6,9% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,1 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 7,4% menjadi US$ 3.397.

    (ada/ara)



    Sumber : finance.detik.com