Tag: Harga

  • Harga Bitcoin Kembali Melejit, Pecah Rekor Lagi!


    Jakarta

    Sejak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat, nilai tukar kripto terus mengalami lonjakan. Bahkan harga Bitcoin yang menjadi patokan bursa perdagangan kripto terus melejit hingga di atas Rp 1,4 miliar per koin.

    Menurut data dari Coin Market Cap, Minggu (17/11) harga Bitcoin mencapai US$ 91.235 atau setara Rp 1.444.250.050. (kurs Rp 15.830). Memecahkan rekor harga Bitcoin sebelumnya yang mencapai US$ 89.000 atau Rp 1.412.786.000.

    Kondisi ini membuat kripto menjadi salah satu primadona pilihan untuk trading dan investasi. Namun seiring peningkatan minat terhadap aset digital ini, memilih aplikasi trading kripto yang tepat menjadi sangat penting.


    Tidak hanya memperhatikan jumlah aset yang tersedia, tetapi juga fitur-fitur yang mumpuni serta lisensi resmi yang dimiliki aplikasi tersebut harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih platform jual beli kripto.

    Sebab aplikasi berlisensi ini memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam setiap transaksi, sehingga pengguna dapat berinvestasi dengan lebih percaya diri. Melansir dari keterangan resmi platform investasi Pluang, berikut 5 aplikasi trading kripto terlengkap di Indonesia:

    1. Pluang

    Dirikan pada 2019 oleh Claudia Kolonas dan Richard Chua, platform Pluang menawarkan investasi multi-aset dan trading dengan lebih dari 11 juta pengguna di Indonesia. Platform ini Pluang menyediakan akses ke lebih dari 1000 pilihan aset, termasuk Aset Kripto, Saham AS, ETF, Emas Digital dan Reksa Dana.

    Keberagaman ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna dari berbagai latar belakang, baik investor pemula maupun profesional untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.

    Di luar itu, keamanan dan legalitas di Pluang juga sangat diutamakan. Pluang telah resmi memperoleh lisensi penuh sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dan menjadi salah satu yang pertama di Indonesia dengan lisensi tersebut.

    Lisensi ini adalah bentuk perlindungan bagi investor, memastikan bahwa perdagangan aset kripto di Pluang telah resmi dan memenuhi ketentuan perizinan dari Bappebti. Lisensi ini juga menunjukkan bahwa Pluang telah memenuhi standar operasional dan teknologi yang handal, memberikan jaminan keamanan bagi penggunanya.

    2. Pintu

    Pintu merupakan aplikasi yang fokus pada kemudahan penggunaan, khususnya untuk investor pemula di dunia kripto. Platform ini menawarkan lebih dari 300 koin kripto sebagai pilihan bagi penggunanya.

    Salah satu fitur unggulan Pintu termasuk Web3 yang merupakan crypto wallet yang menggunakan teknologi multi-party computation (MPC) untuk memudahkan pengguna mengakses berbagai aplikasi. Hal ini mendukung beberapa jaringan blockchain termasuk Ethereum, BNB Smart Chain, Polygon dan lain sebagainya serta mengelola aset crypto dan NFT dengan aman dengan pelengkap lapisan keamanan tambahan Firewall.

    3. Indodax

    Sebagai salah satu platform kripto terbesar dan tertua di Indonesia, Indodax menawarkan lebih dari 410 pilihan koin kripto dengan volume perdagangan harian yang tinggi. Indodax dikenal dengan fitur Pro yang menawarkan pengalaman trading yang lebih mendalam, serta dukungan integrasi dengan Trading View dan Web Trading untuk analisis harga yang lebih akurat.

    Indodax juga menawarkan program Indodax Prioritas, yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Fitur unggulan lainnya termasuk Crypto Earn, yang memungkinkan pengguna mendapatkan bunga dari aset kripto yang disimpan.

    4. Tokocrypto

    Tokocrypto merupakan aplikasi trading kripto yang berkolaborasi dengan Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Platform ini menawarkan lebih dari 340 koin kripto, menjadikannya salah satu platform terlengkap di Indonesia.

    Beberapa fitur unggulan Tokocrypto termasuk Crypto Earn, Order Book, serta dukungan untuk Advanced Order dan Web Trading. Tokocrypto juga menawarkan program Tokocrypto VIP, yang memberikan biaya transaksi lebih rendah bagi pengguna prioritas.

    5. Reku

    Reku adalah platform kripto yang menawarkan lebih dari 175 koin kripto dan dikenal dengan layanan Reku VIP OTC, yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas.

    Reku dilengkapi dengan fitur Packs yang memudahkan pengguna khususnya investor pemula untuk membeli aset-aset saham pilihan dalam satu kategori, serta fitur Crypto Staking, yang memungkinkan pengguna memperoleh bunga dari aset digital mereka.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Meroket, Kekayaan Satoshi Nakamoto Tembus Rp 1.594 T


    Jakarta

    Bersamaan dengan harga bitcoin yang meroket, kepemilikan Bitcoin milik Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin telah melampaui US$ 100 miliar atau setara Rp 1.594 triliun (kurs Rp 15.940). Capaian tersebut membuat sosok misterius itu bisa masuk daftar 20 orang terkaya di dunia apabila dia nyata dan hidup.

    Menurut data dari Timechainindex, Patoshi wallet yang disebut milik Satoshi, nilainya lebih dari 1,12 juta BTC.

    Melansir dari Cryptoslate, saat ini Patoshi wallet bernilai sekitar US$ 102 miliar. Angka tersebut mewakili sekitar 5,68% dari total pasokan Bitcoin. Kepemilikan yang signifikan ini mengangkat kekayaan bersih Nakamoto mendekati tokoh-tokoh terkemuka, seperti Michael Dell dan Bill Gates, yang masing-masing tercatat memiliki kekayaan bersih masing-masing sebesar US$ 110,2 miliar dan US$ 105,2 miliar.


    Satoshi telah melampaui salah satu pendiri Binance CZ yang mempunyai kekayaan US$ 62,6 miliar dan sedikit di atas kekayaan crazy rich India, Mukesh Ambani US$ 99,7 miliar.

    Meski misterius, semua percaya bahwa Nakamoto merupakan pencipta Bitcoin. Hal ini berdasarkan white paper Bitcoin yang terkenal, “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System” yang diterbitkan pada Oktober 2018 secara daring.

    Bitcoin sebagai mata uang kripto terbesar di dunia, telah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini. Terakhir kali berada di US$ 93.709, naik 1,6%, setelah mencapai puncak sepanjang masa di US$ 94.982,37.

    Belakangan ini Bitcoin memang tercatat telah melonjak lebih dari 40% sejak pemilihan presiden AS. Para investor didorong dengan kampanye Trump yang diketahui akan mendukung mata uang kripto.

    Mengutip dari Coin Market Cap, Kamis (21/11/2024) harga Bitcoin tembus US$ 94.446 atau setara Rp 1,49 miliar (kurs Rp 15.834) naik 2,69% dalam 24 jam. Angka tersebut menjadi rekor baru. Kenaikan bitcoin ini didorong oleh isu media sosial Donald Trump Trump Media and Technology Group (DJT.O) yang berencana mencaplok perusahaan perdagangan kripto Bakkt (BKKT.N).

    Simak juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bitcoin Sempat Tembus Rekor Tertinggi, Begini Pergerakannya


    Jakarta

    Aset kripto terbesar di dunia yaitu Bitcoin sempat memecahkan rekor. Dikutip dari Coinmarketcap bitcoin tercatat US$ 93.232. Dengan kapitalisasi pasar US$ 1.845.050.981.422.

    Sebelumnya bitcoin sempat menembus harga $99,655 atau Rp1,579,731,000. Bitcoin saat ini masuk dalam jajaran 10 besar aset paling bernilai di dunia dan berada di posisi ke-7 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,824 triliun. Dengan begitu, Bitcoin lebih unggul dibandingkan perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco, perak, dan perusahaan Meta milik Mark Zuckerberg.

    Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan banyak faktor pendorong kenaikan harga Bitcoin di antaranya, menangnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47, masuknya arus uang dari produk ETF BTC mencapai $2 miliar, mundurnya Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler, hingga positifnya data makroekonomi khususnya di AS, yang seluruhnya meningkatkan ketertarikan investor untuk ikut berinvestasi pada Bitcoin.


    Menurut data dari Triple-A, jumlah orang yang memiliki aset crypto di seluruh dunia terus bertambah. Pada tahun 2023 jumlahnya sekitar 420 juta orang, kemudian di 2024 ini sudah naik hingga 34% atau mencapai 562 juta orang.

    “Investor crypto yang masuk dalam kategori retail, seringkali bertanya kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi pada Bitcoin, terutama karena volatilitas dan asumsi bahwa harga Bitcoin sudah terlalu tinggi. Namun, setelah mencapai harga tertingginya di $69 ribu pada November 2021, Bitcoin kembali menunjukkan ketahanannya dengan hampir mendekati harga $100 ribu. Ini membuktikan peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai (store of value) serta memiliki potensi memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan aset lainnya,” kata dia dalam keterangannya, ditulis Rabu (27/11/2024).

    Jika dibandingkan dengan dua instrumen investasi misalnya emas dan Indeks Harga Gabungan Saham (IHSG) Indonesia, Bitcoin unggul dari sisi return of investment (ROI) dalam 14 tahun terakhir. Harga per gram emas pada awal tahun 2009 sekitar Rp322 ribu dan di tahun 2024 mencapai Rp1.399.000 atau mencatatkan ROI 334.26%. Di sisi lain, IHSG Indonesia di tahun 2009 berada di sekitar 1,355 poin dan di tahun 2024 per 25 November ada di level 7,200 poin atau ROI di kisaran 431.37%.

    Jika dibandingkan dengan ROI Bitcoin sangat jauh sekali. Sejak diluncurkan pada tahun 2009, Bitcoin hanya bernilai sekitar $0.000764 per BTC atau dengan kurs saat itu di Rp10 ribu, harga BTC hanya sekitar Rp7.64. Melaju ke 14 tahun mendatang di tahun 2024, harga BTC menyentuh $99,655 setara Rp1,579,731,000 yang berarti persentase kenaikannya sebesar 13 miliar persen.

    “Menyambut tahun 2025 BTC saat ini masuk dalam fase bullish, investor dan trader crypto dapat memaksimalkan keuntungan investasinya dalam fase saat ini. Untuk trader pro, aplikasi PINTU menawarkan produk unggulan Pintu Pro Futures, yang memungkinkan trader berinvestasi pada derivatif crypto dengan leverage hingga 25x. Trader dapat mengambil posisi long atau short tanpa expiry date pada aset seperti BTC, ETH, SOL, dan lainnya. Selain itu, Pintu Pro Futures dilengkapi dengan fitur risk management, seperti indikator margin, auto close open order, dan kalkulasi margin yang transparan, untuk membantu pengguna mengelola risiko likuidasi secara lebih efektif,” ujar Iskandar.

    “Bagi trader yang mencari platform dengan fitur canggih, Pintu Pro menawarkan pro charting, order book, berbagai tipe order, hingga portofolio tracker dengan interface yang user-friendly, sehingga memberikan pengalaman trading terbaik bagi penggunanya. Terakhir, bagi investor pemula, aplikasi PINTU menyediakan solusi investasi crypto dengan tampilan intuitif dan akses ke ratusan aset crypto, termasuk Meme koin. Dengan aplikasi PINTU, pengguna dapat dengan mudah memulai perjalanan investasi crypto,” tutup Iskandar.

    Tonton juga video: Kominfo Gaet Bappebti Blokir Transaksi Judi Online Lewat Kripto

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ini Pergerakan Harga Bitcoin yang Sempat Melonjak hingga 40%


    Jakarta

    Harga bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi pada Jumat pekan lalu yaitu tercatat US$99.000 atau lebih dari Rp1,5 miliar. Kenaikan ini membawa kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi di atas US$1,9 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai US$52 miliar. Lonjakan harga Bitcoin mencerminkan momentum bullish yang terus berlanjut sejak awal bulan, meski ketika mayoritas altcoin mengalami penurunan.

    Kenaikan nilai Bitcoin menjadikannya aset terbesar ke-7 di dunia, melampaui silver yang berada di peringkat ke-9 dengan kapitalisasi pasar US$ 1,7 triliun. Saat ini, Bitcoin (US$ 1,9 triliun) berada di bawah emas (US$ 18,13 triliun), Nvidia (US$ 3,5 triliun), Apple (US$ 3,4 triliun), Microsoft (US$ 3 triliun), Amazon (US$ 2,07 triliun), dan Google (US$ 2,02 triliun) dalam daftar aset terbesar di dunia.

    Adapun salah satu pendorong utama kenaikan Bitcoin adalah laporan mengenai Trump Media and Technology Group yang sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan perdagangan kripto Bakkt.


    Berita ini memicu ekspektasi bahwa kebijakan pro-kripto akan diterapkan di bawah kepemimpinan Donald Trump. Faktor lainnya yang mendorong lonjakan harga ini adalah peluncuran produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin dari BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), yang mencatat nilai perdagangan sebesar US$1,9 miliar pada hari pertama.

    Selain itu, peluncuran platform aset digital Goldman Sachs Group Inc. memberikan sentimen positif tambahan. Di sisi lain, CEO Coinbase, Brian Armstrong, bertemu Presiden terpilih Donald Trump (19/11) untuk membahas penunjukan pejabat pemerintahan baru.

    Pertemuan ini semakin memperkuat harapan akan kebijakan pro-kripto yang mendukung pertumbuhan industri. Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 juga berperan besar dalam mengangkat harga Bitcoin.

    Sejak diumumkan pada 6 November 2024, harga Bitcoin telah melonjak lebih dari 40%. Janji Trump untuk mendorong regulasi yang ramah kripto dan menjadikan Bitcoin sebagai cadangan aset nasional memicu optimisme di pasar. CEO INDODAX, Oscar Darmawan, memberikan pandangan yang mendalam tentang momentum ini.

    “Ketika kita melihat berita seperti Trump Media yang berniat mengakuisisi Bakkt dan pertemuan dengan Brian Amstrong, ini bukan hanya tentang ekspansi bisnis. Ini adalah langkah strategis yang memperkuat Bitcoin sebagai pilar utama di ekosistem ekonomi digital global. Kombinasi ini memberikan kejelasan arah yang sangat signifikan terhadap masa depan industri,” ujar Oscar dalam siaran pers, Kamis (28/11/2024).

    Dia menjelaskan ETF Bitcoin dari BlackRock menjadi tonggak sejarah yang menunjukkan bahwa lembaga-lembaga besar semakin meyakinkan bahwa Bitcoin lebih dari sekadar aset digital, tetapi juga alat diversifikasi portofolio jangka panjang.

    Oscar juga mengatakan bahwa kemenangan Trump di pemilu AS 2024 membawa dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar perubahan regulasi. “Kebijakan pro-kripto yang dijanjikan Trump menciptakan harapan bahwa Bitcoin dapat bertransisi menjadi aset strategis, bahkan mungkin sebagai cadangan nasional. Ini adalah langkah revolusioner yang menunjukkan pengakuan terhadap nilai intrinsik Bitcoin dalam konteks ekonomi global,” jelasnya.

    Di tengah dominasi Bitcoin, Oscar juga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi altcoin. “Penurunan pada Ether dan altcoin lainnya memperlihatkan bahwa investor saat ini lebih cenderung memilih Bitcoin sebagai aset utama. Ini adalah refleksi dari kepercayaan pada Bitcoin yang terus meningkat di tengah ketidakpastian pasar,” ungkapnya.

    Dengan momentum ini, INDODAX berkomitmen untuk terus mendorong adopsi Bitcoin di Indonesia. “Kami tidak hanya melihat rekor harga ini sebagai pencapaian, tetapi juga sebagai peluang untuk mengedukasi pasar tentang pentingnya memiliki akses yang aman dan transparan ke aset digital. Melalui langkah ini, kami ingin menjadikan INDODAX sebagai gerbang utama investasi kripto di Indonesia,” ujar Oscar.

    Saksikan juga video: Jokowi Kaget Ada yang Belajar Robotik, Bitcoin hingga AI di UNU Yogya

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bitcoin Tembus US$ 100.000, Ini Pemicunya


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan rekor baru tembus US$ 100.000. Momentum ini dinilai menunjukkan level resistensi psikologis, sekaligus membentuk level support baru yang kuat.

    CEO INDODAX Oscar Darmawan mengatakan hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan politik dan meningkatnya adopsi institusional dan pola musiman seperti Santa Claus Rally.

    “Kenaikan Bitcoin ke harga US$ 100.000 menandai tonggak sejarah dalam perjalanan pasar aset kripto. Ini adalah bukti nyata dari meningkatnya kepercayaan terhadap teknologi blockchain dan adopsi aset digital secara global. Pasar kripto kini menjadi instrumen investasi keuangan yang semakin diakui, baik oleh investor ritel maupun institusi besar,” ujar Oscar dalam keterangan resmi, Jumat (6/12/2024).


    Selain Bitcoin, Altcoin seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP) dan Solana (SOL) juga mencatatkan kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

    Altcoin Season Index berada di angka 80, mengonfirmasi bahwa Altcoin Season tengah berlangsung.

    “Angka ini mencerminkan semakin banyaknya Altcoin yang menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan Bitcoin dalam periode 90 hari terakhir. Ethereum, Ripple, dan Solana adalah contoh utama yang semakin menarik perhatian investor,” tutur Oscar.

    Berdasarkan catatan INDODAX, Ethereum kini diperdagangkan di atas US$ 3.900, didukung oleh lonjakan minat institusional dan peningkatan volume pada pasar berjangka yang mencapai US$ 25 miliar atau sekitar 5% dari total market cap Ethereum.

    Kemudian Ripple (XRP) mengalami lonjakan dari US$ 0,5 di 1 November 2024, lalu sempat naik hingga US$ 2,9 pada 3 Desember 2024.

    Lalu Solana (SOL) juga menjadi sorotan, di mana koin ini mencatatkan harga di atas US$ 240 dengan pertumbuhan hampir 100% dari Oktober-November 2024.

    Dengan peningkatan volume perdagangan dan sentimen positif menjelang tahun baru, Oscar melihat momentum ini akan berlanjut hingga 2025. Meski begitu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian mengingat volatilitas pasar kripto sangat tinggi.

    “Sejarah menunjukkan bahwa periode akhir tahun sering kali didorong oleh optimisme yang lebih besar dan ini terlihat jelas di pasar kripto. Dengan peningkatan volume perdagangan dan sentimen positif menjelang tahun baru, kami bisa melihat momentum ini berlanjut hingga 2025,” terang Oscar.

    (aid/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Terjun Bebas, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Harga mata uang kripto, Bitcoin (BTC) terjun bebas setelah menembus level US$ 100.000 pada awal Desember lalu. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin anjlok 5% menjadi US$ 95.519 pada Senin (9/12) kemarin.

    Mengutip Coindesk, Selasa (10/12/2024) kapitalisasi pasar kripto global turun. Bitcoin kembali turun ke level US$ 95.000 atau 5% selama 24 jam terakhir. Sementara itu, Ether (ETH) turun 10% menjadi US$ 3.590.

    Berdasarkan Indeks CoinDesk20, penurunan juga terjadi di beberapa aset kripto. Bahkan penurunan 20% untuk Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), dan XRP (XRP).


    Ada beberapa tanda menurunnya momentum di pasar kripto, termasuk menurunnya volume dan aksi ambil untung besar-besaran oleh pemegang jangka panjang. Pendiri 10x Research, Markus Thielen mengatakan fase ini merupakan salah satu fase konsolidasi sementara sebelum pasar kembali bullish.

    “Namun, para trader sekarang harus memperhatikan dengan seksama posisi mana yang berkinerja lebih baik dan mana yang berkinerja buruk, karena reli memasuki fase di mana tidak semuanya akan terus meningkat,” kata Thielen.

    Dia mengimbau agar para trader menjauhi segmen yang lebih lemah dan fokus pada aset kripto pilihan masing-masing. Hal ini dilakukan agar para trader dapat menavigasi pasar kripto secara efektif.

    “Untuk menavigasi pasar ini secara efektif, para trader harus menjauhi segmen yang lebih lemah dan berfokus pada posisi inti mereka yang memiliki keyakinan tinggi,” tambahnya.

    Sementara itu, perusahaan perdagangan aset kripto terkemuka di Singapura, QCP Capital dalam laporannya menyebut kondisi tersebut disebabkan beberapa hal, di antaranya para trader di pasar semakin memposisikan diri untuk dalam kondisi sideways hingga akhir tahun, mengambil untung dari tren bullish mereka sebelumnya, hingga berpotensi memperpanjang posisi hingga awal tahun depan.

    “Meskipun kami masih bullish secara struktural, (harga) spot kemungkinan seperti sekarang selama sisa musim liburan,” tulis laporan tersebut.

    Lihat juga Video: Cara Situs Judi Online Samarkan Transaksi: Pakai Kripto-Money Changer

    [Gambas:Video 20detik]

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Tembus Rp 1,7 M, Donald Trump Biang Keroknya!


    Jakarta

    Aset kripto Bitcoin terus mengalami peningkatan, bahkan Bitcoin sempat menyentuh harga US$ 107 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar (kurs Rp 15.925) pada perdagangan hari Senin kemarin. Hal ini merupakan respons pasar terhadap langkah yang bakal diambil Donald Trump ketika resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

    Trump menegaskan dia berencana membuat cadangan strategis Bitcoin yang dibuat menyerupai cadangan minyak strategis di AS. Hal ini memicu antusiasme investor kripto.

    Dilansir dari Reuters, Selasa (17/12/2024), sentimen investor juga terangkat oleh masuknya MicroStrategy ke dalam indeks Nasdaq 100. MicroStrategy selama ini dikenal sebagai perusahaan yang cukup banyak memiliki cadangan Bitcoin.


    Dengan masuk indeks Nasdaq 100, artinya perusahaan itu kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak arus modal yang bisa berubah menjadi pembeli Bitcoin.

    Analis Pasar dari IG Analyst, Tony Sycamore menyebut Bitcoin masih bisa terbang ke level US$ 110 ribu dengan situasi dan kondisi yang ada sekarang.

    “Angka berikutnya yang akan dicari pasar adalah US$ 110 ribu. Penurunan yang ditunggu banyak orang ternyata tidak terjadi, karena sekarang kita punya berita baik,” sebut Tony.

    Investor telah bertaruh bahwa pemerintahan Donald Trump yang akan datang akan membawa lingkungan regulasi yang lebih bersahabat buat aset kripto. Ini meningkatkan sentimen yang baik di seputar mata uang alternatif tersebut. Bitcoin saja sudah naik sekitar 150% nilainya pada tahun 2024.

    Trump sendiri sudah menegaskan dia ingin agar Amerika Serikat menjadi yang terdepan dalam urusan regulasi kripto.

    “Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan kripto. Kami ingin menjadi yang terdepan,” kata Trump.

    Ketika ditanya apakah ia berencana untuk membangun cadangan kripto yang mirip dengan cadangan minyak. Dia mengatakan hal itu bisa saja terjadi.

    Menurut data CoinGecko, pemerintah di seluruh dunia memegang sekitar 2,2% dari total pasokan Bitcoin per Juli. Amerika Serikat memiliki hampir 200.000 bitcoin yang bernilai lebih dari US$ 20 miliar saat ini. China, Inggris, Bhutan, dan El Salvador juga menjadi negara-negara lain dengan jumlah bitcoin yang signifikan.

    Simak juga Video ‘Ancaman Trump ke Hamas: Bebaskan Sandera atau Kekacauan akan Terjadi’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (hal/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Cetak Rekor Lagi Nih!


    Jakarta

    Bitcoin (BTC) mencatatkan rekor tertinggi di atas $107.000 atau sekitar Rp1,7 miliar hari ini. Kenaikan tersebut dipacu oleh perdagangan whale dan bergabungnya MicroStrategy ke dalam indeks Nasdaq 100 sebagai industri teknologi yang memperkuat sentimen bullish.

    Selain itu, data makroekonomi AS yang positif terkait kenaikan inflasi sebesar 2,7% juga disinyalir memperkuat sentimen. Begitu juga dengan analisis on-chain yang menunjukkan cadangan devisa Bitcoin di bursa yang terus menurun. Hal ini mencerminkan tekanan jual yang rendah dan minat yang meningkat terhadap aset crypto.

    CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menyatakan bahwa pencapaian Bitcoin ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan pasar terhadap aset digital di tengah dukungan dari pemain institusional besar seperti MicroStrategy.


    “Masuknya MicroStrategy ke Nasdaq 100 memberikan validasi tambahan terhadap peran Bitcoin sebagai aset investasi yang semakin diterima secara global,” ungkap Oscar dalam keterangannya, Selasa (17/12/2024).

    Faktor lainnya yang mendukung kenaikan Bitcoin, kata Oscar, kemungkinan Trump akan mengeluarkan perintah eksekutif pada hari pertamanya menjabat di tanggal 20 Januari 2025 yang diyakini akan menetapkan Bitcoin sebagai aset cadangan nasional.

    Dengan kondisi makroekonomi yang mendukung dan partisipasi institusional yang semakin meningkat, kenaikan harga Bitcoin diperkirakan akan berlanjut dalam waktu dekat.

    Ia juga menyebut, lonjakan harga Bitcoin juga didorong oleh penurunan tekanan jual di pasar. “Analisis on-chain menunjukkan cadangan devisa Bitcoin di bursa terus menurun. Hal ini menandakan banyak investor yang memilih menyimpan aset mereka, yang menjadi pendorong utama dalam reli harga saat ini,” jelas Oscar.

    “Inflasi yang terkendali dan kebijakan moneter yang stabil memberikan pondasi bagi Bitcoin untuk terus menarik minat dari berbagai kalangan, termasuk investor institusional,” tambahnya.

    Adapun kenaikan harga Bitcoin didukung oleh Fear and Greed Index yang mencapai 80 dari 100, mencerminkan dominasi sentimen ‘greed’ untuk jangka pendek. Sentimen tersebut diyakini mendorong aksi beli spekulatif dan meningkatkan volatilitas pasar.

    Kendati begitu, investor tetap diminta berhati-hati dan mempertimbangkan risiko volatilitas sebelum berinvestasi. Menurut Oscar, indikator Fear and Greed Index yang berada di angka 80 menunjukkan dominasi sentimen optimisme.

    “Namun, sentimen ini harus diimbangi dengan kewaspadaan, mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi dapat membawa risiko bagi investor,” jelasnya.

    Oscar juga menegaskan pentingnya diversifikasi dalam berinvestasi. Dengan kondisi pasar yang positif dan dukungan dari berbagai faktor, Oscar optimis bahwa tren bullish ini akan terus berlanjut dan tetap perlu menerapkan manajemen risiko yang baik dalam menghadapi dinamika pasar kripto.

    “Jangan hanya terpaku pada Bitcoin. Ada banyak aset digital lain yang memiliki potensi besar, dan memahami fundamentalnya adalah kunci untuk mengambil keputusan investasi yang tepat,” tutupnya.

    Simak juga Video ‘Sebelum Trading Kripto Pahami Bisnis Modelnya Dulu’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Trading Volume & Downloaders Aplikasi PINTU Meningkat di Akhir 2024


    Jakarta

    PT Pintu Kemana Saja (PINTU) aplikasi crypto all-in-one menorehkan kinerja positif sepanjang tahun 2024. Berbagai peningkatan seperti trading volume, jumlah downloaders, dan hadirnya produk unggulan seperti Pintu Web3 Wallet, Pintu Pro, Pintu Pro Web, & Pintu Pro Futures yang menambah deretan produk inovatif untuk memberikan pengalaman investasi crypto terbaik bagi investor crypto Indonesia.

    “2024 menjadi tahun yang luar biasa bagi seluruh pemain di industri crypto tak terkecuali PINTU dengan berbagai pencapaian positif. Pencapaian pertama, PINTU menjadi aplikasi crypto dengan produk dan fitur terlengkap di Indonesia. Berbagai produk yang sudah bisa digunakan oleh pengguna adalah Pintu, Pintu Web3 Wallet, Pintu Pro, Pintu Pro Web, & Pintu Pro Futures,” kata Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin dalam keterangan tertulis, Jumat (20/12/2024).

    “Dengan hadirnya produk-produk inovatif tersebut, performa perusahaan juga mengalami peningkatan. Dari sisi trading volume dan jumlah downloaders naik hampir 300% secara year-on-year (yoy), di mana saat ini aplikasi PINTU telah diunduh lebih dari 9 juta kali. Selain itu, jumlah aset crypto yang diperdagangkan telah mencapai 320 dan akan terus bertambah,” sambungnya.


    Menurutnya, industri crypto dalam negeri turut mengalami peningkatan baik dari sisi nilai transaksi hingga jumlah investor crypto. Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (Bappebti) mencatat, transaksi aset crypto di Indonesia periode Januari hingga Oktober 2024 menyentuh Rp 475,13 triliun.

    “Positifnya pertumbuhan industri crypto di Indonesia tidak terlepas dari peran regulator yang memastikan kepastian hukum bagi perdagangan aset crypto. Kami sendiri patuh terhadap regulasi yang telah ditetapkan dengan mendapatkan lisensi penuh sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dari Bappebti, serta terdaftar sebagai anggota bursa kripto CFX yang menegaskan komitmen kami sebagai perusahaan crypto terdepan tidak hanya dari sisi inovasi, melainkan juga kepatuhan terhadap regulasi,” ujar Timothius.

    Pasar crypto di tahun 2024 terus memperlihatkan optimisme dengan berbagai faktor positif yang mendorong kenaikan harga berbagai aset crypto. Dimulai pada awal tahun 2024 dengan disetujuinya perdagangan ETF Spot Bitcoin & ETH oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) yang membuka jalan investasi bagi institusi besar untuk masuk ke pasar crypto.

    Kemudian puncaknya adalah dengan terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS Ke-47 yang dianggap pro terhadap pasar crypto sehingga memicu optimisme dan mendongkrak harga Bitcoin melampaui $100 ribu.

    “Pasar crypto di tahun 2025 diperkirakan memiliki potensi berada dalam tren bull market yang ditandai dengan berbagai faktor makroekonomi yang positif seperti, pemangkasan suku bunga oleh The Fed, ditambah dengan meningkatnya money supply global M2, hingga regulasi dari Presiden terpilih Donald Trump yang diproyeksi mendukung penuh industri crypto. Tentu kami berharap seluruh faktor tersebut juga menjadi pendorong positif bagi industri crypto di Indonesia,” tutupnya.

    (prf/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Awal Tahun, Harga Bitcoin Kembali Naik Tembus Rp 1,5 M


    Jakarta

    Mata uang kripto memulai tahun 2025 dengan kenaikan harga. Kenaikan ini terjadi usai harga Bitcoin sempat mengalami penurunan menjelang akhir 2024.

    Melansir dari CNBC International, Jumat (3/1/2025) peningkatan harga ini menandai optimisme para investor yang kembali muncul ke pasar. Harga Bitcoin naik 3% menjadi US$ 97.234,80 atau setara Rp 1,5 miliar (16.235) pada hari Kamis. Alhasil, keuntungan tahun barunya menjadi hampir 4% apabila menghitung dari sesi perdagangan pada 1 Januari.

    Berdasarkan Indeks CoinDesk 20, harga Bitcoin naik lebih dari 3%. Aset kripto lainnya, seperti Solana, Ethereum yang populer, juga ikut mengalami kenaikan hampir 7%.


    Tahun ini diperkirakan akan menjadi tahun gemilang bagi industri kripto. Hal ini sebagai bentuk optimisme pasar terhadap langkah yang bakal diambil Donald Trump ketika resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

    Trump berencana membuat cadangan strategis Bitcoin yang dibuat menyerupai cadangan minyak strategis di AS. Hal ini memicu antusiasme investor kripto.

    Investor pun berharap Kongres Amerika Serikat (AS) akan meloloskan undang-undang pertama yang berfokus pada kripto, di mana mengatur tentang stablecoin atau struktur pasar.

    Sebelumnya, aset kripto sempat merosot menjelang akhir tahun 2024. Meskipun reli pasca pemilu AS yang mengantarkan bitcoin ke rekor baru di atas US$ 100.000 telah mereda, mata uang kripto andalan tersebut masih mengakhiri tahun dengan kenaikan lebih dari 120%.

    Sebagian investor kripto jangka panjang memilih ambil sebagian keuntungan. Sementara yang lain menjual di tengah ketidakpastian baru terkait arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve pada tahun 2025.

    (rrd/rrd)



    Sumber : finance.detik.com