Tag: harvard university

  • 5 Tips Membuat CV untuk Daftar Beasiswa LPDP ala Harvard University



    Jakarta

    Curriculum Vitae atau CV adalah salah satu berkas wajib pendaftar beasiswa LPDP. CV berisikan pengalaman akademik, penelitian, hingga publikasi ilmiah pelamar.

    Sebuah CV sangat penting dalam melamar beasiswa karena secara tidak langsung menggambarkan profil diri pelamar. CV yang baik dan sesuai akan memperbesar peluang pelamar lolos ke tahap seleksi berikutnya.

    Oleh karena itu, pelamar beasiswa LPDP perlu untuk memperhatikan isi CV sebelum melamar. Mengutip postingan Instagram @lpdp_ri, berikut adalah tips membuat CV dari Pusat Pengembangan Karier Harvard University. Yuk simak!


    Tips Membuat CV untuk Daftar Beasiswa LPDP

    1. Perhatikan Bahasa

    Gaya bahasa yang dipakai dalam membuat CV sangat berpengaruh pada pemahaman pembaca. Pelamar harus menggunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti.

    Bahasa yang dipakai harus spesifik atau tidak terlalu umum dan menggunakan kalimat aktif. Selain itu, bahasa yang digunakan lebih baik lugas dan berbasis fakta untuk memudahkan dibaca secara cepat.

    2. Ketahui Kesalahan Umum

    Untuk membuat CV lebih sempurna, detikers bisa mencari tahu kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang untuk menghindari melakukan hal serupa. Misalnya spelling dan grammar errors, melewatkan email, dan nomor kontak, hingga isi CV yang tidak terstruktur.

    Hal yang tak kalah penting lainnya adalah jangan membuat sebuah CV untuk berbagai tujuan. Alangkah lebih baik membuat CV sesuai kebutuhan karena CV untuk melamar beasiswa akan berbeda dengan CV untuk melamar pekerjaan.

    3. Pastikan Format Sudah Benar

    Isi konten memang sangat penting karena berisi informasi dan fakta soal diri. Akan tetapi, format penulisan CV pun juga ikut penting karena berpengaruh pada kenyamanan pembaca.

    CV harus dibuat dengan format yang konsisten baik hurufnya atau spasi yang digunakan. Selain itu, perhatikan juga format file CV sesuai dengan permintaan recruiter atau penyedia beasiswa.

    4. Tulis Informasi Secara Berurutan

    Membaca informasi yang teratur dan berurutan akan lebih memudahkan recruiter atau penyeleksi beasiswa. Pastikan informasi dibuat dengan reverse chronological order atau informasi/pengalaman terbaru ditulis lebih dahulu.

    Jangan lupa untuk mencantumkan juga informasi lisensi, pencapaian, penghargaan, sertifikasi, atau informasi lain yang relevan dengan tujuan CV.

    Struktur CV yang umum digunakan biasanya ditulis dengan informasi sebagai berikut:

    • Personal information: berisikan nama lengkap, nomor kontak, dan alamat email
    • Summary: berisikan pengalaman, skill, dan pencapaian
    • Education: berisikan tahun belajar, nama sekolah dan gelar yang didapat, atau informasi lain yang mendukung seperti beasiswa, penghargaan, sertifikat, atau kursus yang relevan
    • Work experience: berisikan tahun bekerja, tempat bekerja, keterangan peran/tanggung jawab pekerjaan, pencapaian terbaik selama bekerja, dan pengalaman lain seperti part time atau volunteer

    5. Hindari Kata-kata Tidak Penting

    CV yang baik berisikan informasi yang efektif. Artinya, kata-kata yang tidak penting tak perlu dimasukkan ke dalam CV.

    detikers disarankan menghindari penggunaan kata ganti orang seperti saya, menggunakan singkatan, menulis dengan gaya naratif, menggunakan bahasa gaul atau sehari-hari, menyertakan gambar, mencantumkan kontak referensi atau mencantumkan usia dan jenis kelamin.

    Nah, itulah beberapa tips membuat CV untuk melamar beasiswa LPDP. Semoga bermanfaat ya.

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Saya Cuma ke Toko Bukunya



    Jakarta

    Presiden Prabowo bercerita bahwa dirinya sempat berguyon pernah kuliah di Universitas Oxford dan Harvard dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di St. Regis Jakarta, pada Rabu (15/10/2025) lalu.

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tengah mengisi sesi dialog bersama Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr atau Steve Forbes. Mulanya, Steve yang menyinggung bahwa Prabowo sempat bercanda soal kuliah di Universitas Harvard.

    Prabowo pun meluruskan bahwa hal tersebut sebatas gurauan. Sama halnya, ia pernah berguyon soal kuliah di Oxford.


    Candaan Berhasil Alihkan Perhatian ke Prabowo

    Prabowo bercerita, kala itu ia menghadiri acara perayaan ulang tahun Ratu Inggris di Jakarta. Ia datang sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

    Menurutnya, sudah menjadi pengetahuan umum orang-orang persemakmuran Inggris begitu terkesan dengan kampus-kampus di Inggris seperti Universitas Oxford hingga Cambridge.

    Begitu juga orang-orang dari Amerika Serikat pun kagum dengan para alumni dari kampus terkemuka seperti Universitas Harvard, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Cornell University, atau Princeton University

    “Jadi, suatu hari saya menghadiri sebuah acara. Itu adalah (perayaan) ulang tahun ratu (Inggris) di Jakarta, dan saya di sana bersama salah satu deputi saya. Saya ketua partai, dia wakil ketua. Tapi dia lulusan London School of Economics (LSE). Jadi, di acara itu, semua diplomat muda Inggris mengelilinginya dan tidak menyapa saya sama sekali,” kata Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (17/10/2025).

    “Karena saya terus mendengar, ‘oh Anda Yang Mulia, Anda lulusan LSE, London’. Jadi, deputi saya seperti, ya…,” lanjut Prabowo.

    Mendengar hal itu, Prabowo pun menyela dan mengatakan dirinya berkuliah di Oxford. Tamu-tamu tersebut pun berhasil menyorot Prabowo.

    Setelah mereka tertuju padanya, Prabowo pun mengatakan ia hanya bercanda. Ia menjelaskan dirinya pernah ke Oxford, tetapi hanya untuk ke toko buku.

    “Lalu saya (karena saya) ingin diperhatikan, saya menyela, saya bilang, sebenarnya, saya kuliah di Oxford. Dan mereka semua mengalihkan perhatian mereka kepada saya. Mereka mengerumuni saya, ‘Kamu kuliah di mana?’ Tidak, tidak, tidak, sebenarnya, saya pergi ke toko buku di Oxford,” ujar Prabowo.

    Prabowo Juga Pernah Guyon Soal Kuliah di Harvard

    Selain itu, Prabowo juga menceritakan kejadian serupa saat bertemu dengan mantan Duta Besar AS yakn Ted Osius yang merupakan lulusan Harvard University. Prabowo mengatakan dirinya pernah ke Harvard juga, tapi hanya ke toko buku.

    “Jadi, mereka bilang, ya, kami lulusan Harvard, angkatan yang sama, 1984, kan? Jadi, Anda tahu, saya tidak ingin kalah, jadi saya bilang, tidak, saya juga kuliah di Harvard. ‘Jadi, kamu kuliah di mana?’” kata Prabowo.

    Menurut Prabowo, candaan tersebut selalu berhasil mencairkan suasana. Pada akhirnya, sang presiden pun menjelaskan bahwa itu hanya candaan.

    “Saya bilang, tidak, tidak, saya pergi ke toko buku di Harvard. Saya berhasil, selalu berhasil,” kata Prabowo.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Prabowo Harap Sekolah Garuda Antarkan Anak RI Lolos Harvard-Oxford


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto berharap program Sekolah Garuda mendorong banyak anak-anak Indonesia diterima di universitas terbaik di dunia. Termasuk di antaranya seperti Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan University of Oxford.

    “Kita berharap dengan program ini, nanti banyak anak-anak kita bisa masuk ke sekolah terbaik di dunia, Harvard, MIT, Oxford, dan sebagainya. Sekarang itu ditangani oleh Menteri Dikti dan Wamen, Wakil Menteri Dikti ya, Profesor Stella,” kata Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

    “Saya sendiri sudah, saya dulu di Harvard saya. Tapi hanya ke toko buku,” imbuhnya berkelakar.


    Sekolah Garuda

    Sekolah Garuda merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Prabowo untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia RI dan ekosistem sains dan teknologi (saintek). Siswanya akan menjalani pendidikan berbasis sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).

    Prabowo menjelaskan, program ini selaras dengan harapan agar Indonesia untuk unggul di bidang sains dan teknologi. SDM-nya diharapkan mampu mengelola kekayaan alam RI.

    Kita butuh anak-anak pintar, kita butuh insinyur-insinyur, profesor-profesor, ahli matematika, ahli di semua bidang teknologi kita, negara yang sangat kaya. Kita punya mineral-mineral kritis, kita punya mineral-mineral yang disebut rare earth,” tuturnya.

    “Tapi kita harus punya para ilmuwan, para saintis, para experts, pakar yang mampu mengelola kekayaan-kekayaan kita. kita tidak boleh dibohongi lagi oleh bangsa-bangsa lain. Jadi, saudara-saudara, kita bikin sekolah unggulan yang kita beri nama SMA Garuda,” imbuh Prabowo.

    Ia menjabarkan, Sekolah Garuda juga terdiri dari unit-unit Sekolah Garuda Terintegrasi. Dalam skema ini, sekolah dan madrasah yang sudah ada sebelumnya kemudian diintegrasikan ke dalam payung Sekolah Garuda.

    Diketahui, ada pula Sekolah Garuda baru. Skema ini diperuntukkan bagi lokasi-lokasi yang belum memiliki sekolah sejenis di pelosok Indonesia. Kurikulumnya terdiri dari kurikulum nasional dan kurikulum internasional untuk mendukung siswa dalam persiapan melamar perguruan tinggi terbaik di dalam dan luar negeri.

    “Kurikulum itu kita pakai standar internasional ya, IB. International Baccalaureate. Sistem IB, berarti lulusan itu bisa diterima di universitas mana pun di dunia. Yang terbaik,” tuturnya.

    Daftar Sekolah Garuda

    Berikut daftar Sekolah Garuda Transformasi dan lokasi Sekolah Garuda baru:

    1. SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Aceh
    2. SMA Unggul Del, Sumatera Utara
    3. MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan
    4. SMAN Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta
    5. SMA Cahaya Rancamaya, Jawa Barat
    6. SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah
    7. SMA Taruna Nusantara, Jawa Tengah
    8. SMAN Banua Kalsel, Kalimantan Selatan
    9. SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur
    10. MAN Insan Cendekia Gorontalo, Gorontalo
    11. SMAN Siwalima Ambon, Maluku
    12. SMA Averos, Papua Barat Daya
    13. Lahan Sekolah Garuda Baru, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung
    14. Lahan Sekolah Garuda Baru, Timor Tengah Selatan, NTT
    15. Lahan Sekolah Garuda Baru, Konawe, Sulawesi Tenggara
    16. Lahan Sekolah Garuda Baru, Bulungan, Kalimantan Utara

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com