Tag: herbal

  • 8 Manfaat Minum Teh Serai bagi Tubuh, Bisa Melancarkan Pencernaan

    Jakarta

    Teh sereh atau serai merupakan salah satu minuman herbal yang memiliki banyak manfaat. Mengkonsumsi teh serai secara rutin dipercaya baik untuk kesehatan tubuh.

    Salah satu manfaat dari minum teh serai adalah mampu melancarkan pencernaan. Minuman ini sangat cocok bagi mereka yang punya masalah pencernaan, seperti sakit perut atau sembelit.

    Selain itu, ada sejumlah manfaat lainnya dari mengkonsumsi teh serai secara rutin. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Manfaat Teh Serai untuk Tubuh

    Teh serai memiliki beragam manfaat untuk tubuh, terutama jika dikonsumsi secara rutin saat pagi hari. Dilansir situs Healthline dan Times of India, berikut sejumlah manfaatnya:

    1. Memperkuat Imun Tubuh

    Manfaat yang pertama adalah dapat memperkuat imunitas tubuh. Minum secangkir teh serai dapat meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga dapat membantu melawan penyakit seperti flu, infeksi, serta demam akibat virus selama pergantian musim.

    2. Melancarkan Pencernaan

    Bagi yang mengidap masalah pencernaan seperti sakit perut dan sembelit, disarankan untuk minum teh serai. Soalnya, teh herbal ini dinilai efektif untuk melancarkan pencernaan.

    Selain itu, kandungan antioksidan pada serai ternyata juga dapat membantu menghilangkan peradangan di usus.

    3. Mengurangi Risiko Hipertensi

    Mengkonsumsi teh serai secara rutin saat pagi hari ternyata sangat baik untuk mengatur tekanan darah, sehingga dapat mengurangi risiko terserang hipertensi. Tumbuhan ini diketahui memiliki khasiat yang dapat meningkatkan sirkulasi darah serta menurunkan tekanan darah.

    Manfaat selanjutnya dari teh serai adalah dapat membantu menurunkan berat badan. Sebab, serai berfungsi untuk meningkatkan metabolisme sekaligus mempercepat pembakaran kalori, sehingga cocok bagi mereka yang sedang diet.

    Sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition (2013) mengungkapkan, kandungan polifenol dan kafein dalam teh serai disebut dapat meningkatkan pengeluaran energi serta oksidasi lemak dalam tubuh.

    5. Menjaga Kesehatan Mulut

    Sebuah studi pada 2023 mengungkapkan, peserta yang berkumur dengan minyak serai menunjukkan tingkat plak gigi yang lebih rendah, serta kesehatan gusi yang lebih baik daripada peserta yang menggunakan obat kumur biasa.

    Selain itu, studi lainnya pada 2021 menunjukkan bahwa minyak yang terkandung pada serai memiliki sifat anti-plak. Dengan begitu, serai diyakini memberikan manfaat bagi kesehatan mulut, terutama menjaga mulut tetap bersih dan sehat.

    6. Membuat Tubuh Rileks

    Mengkonsumsi teh serai secara rutin ternyata dapat membantu tubuh jadi lebih rileks dan mengurangi ketegangan.

    Sebuah penelitian menunjukkan, menghirup minyak esensial yang beraroma lemongrass atau serai memiliki efek menenangkan serta mampu mengatasi rasa cemas. Namun, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengungkap manfaat ini.

    7. Meredakan Nyeri Menstruasi

    Bagi wanita, mengkonsumsi teh serai ternyata dapat meredakan nyeri saat menstruasi. Minuman herbal ini memiliki efek menenangkan sekaligus membantu mengurangi kram perut, pusing, dan kelelahan selama periode menstruasi.

    Namun, para peneliti masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk mengungkap manfaat tersebut agar terbukti secara klinis.

    8. Menjaga Kesehatan Kulit

    Manfaat lain dari teh serai adalah dapat menjaga kesehatan kulit. Hal ini berkat kandungan vitamin A dan C pada serai yang dipercaya membantu mengatasi masalah kulit, seperti jerawat dan kulit berminyak berlebih.

    Serai juga memiliki sifat antibakteri yang dinilai mampu mengurangi gatal-gatal di kulit kepala akibat ketombe.

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Manfaat Kembang Turi bagi Kesehatan Tubuh, Sudah Tau Belum?

    Jakarta

    Kembang turi atau Sesbania grandiflora merupakan tanaman yang tumbuh subur di wilayah Asia seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Filipina. Bunga satu ini tidak hanya memiliki rupa yang cantik, tetapi juga menyimpan aneka manfaat.

    Selama ini, bunga turi sering dimanfaatkan sebagai bahan masakan dan obat tradisional. Kira-kira apa saja manfaat kembang turi? Yuk, langsung simak penjelasannya.

    Mengenal Kembang Turi

    Kembang turi adalah tanaman dari famili fabaceae. Umumnya, kembang turi ditanam di halaman pekarangan, pinggir jalan, dan di pematang sawah sebagai penanda batas kepemilikan lahan. Hal ini tertera dalam jurnal Kandungan Flavonoid dan Serat Sesbania grandiflora pada Berbagai Umur Bunga dan Polong yang ditulis oleh Eko Setiawan.


    Menariknya, seluruh bagian kembang turi mulai dari akar hingga bunganya dapat digunakan sebagai obat. Hal ini karena kembang turi mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Mengutip dari laman Keymerhealth, berikut kandungan nutrisi yang terdapat dalam 100 gram kembang turi:

    • 8,4 gram protein
    • 11,8 gram karbohidrat
    • 1,4 gram lemak
    • 2,2 gram serat
    • 1.130 mg kalsium
    • 169 mg vitamin C
    • 80 mg fosfor
    • 3,9 mg zat besi
    • 3,1 gram mineral
    • 2 mg niasin
    • 5.400 mikrogram karotin.

    10 Manfaat Kembang Turi

    Dilansir dari laman Netmeds, Annai Medical College, dan Pemerintahan Provinsi Jambi, berikut sejumlah manfaat kembang turi bagi kesehatan tubuh:

    1. Meningkatkan Imun Tubuh

    Kembang turi merupakan tanaman dengan antioksidan tinggi yang dapat mencegah kerusakan DNA dan melindungi membran sel dari paparan radikal bebas. Selain itu, bunga ini juga terbukti bermanfaat untuk meningkatkan kadar zat seng, selenium, magnesium, dan menjaga tubuh dari senyawa berbahaya seperti glutathione.

    2. Mengatasi Diabetes

    Bagian daun dari kembang turi rupanya dapat dijadikan alternatif pengobatan pada penderita diabetes. Tanaman ini mampu mengontrol kadar gula darah dan memperbaiki kerusakan sel pankreas apabila rutin dikonsumsi. Kembang turi atau agathi juga diketahui ampuh dalam mengurangi kadar kolesterol serta trigliserida.

    3. Memperkuat Tulang

    Kembang turi memiliki kadar kalsium, zat besi, dan vitamin tinggi yang bagus untuk menunjang kesehatan tulang serta mengurangi risiko osteoporosis dan radang sendi pada lansia. Konsumsi daun kembang turi secara teratur untuk mengoptimalkan kepadatan mineral tulang.

    4. Mencegah Penyakit Kanker

    Berikutnya, daun dari kembang turi mengandung sifat antioksidan dan anti radang yang berperan penting dalam menghambat pertumbuhan sel tumor. Selain itu, bunga turi juga dapat melawan sel kanker paru-paru dan mencegah timbulnya kanker usus besar.

    5. Bersifat Antimikroba

    Bagian daun dan bunga dari kembang turi memiliki sifat antioksidan dan antimikroba yang ampuh melawan infeksi jamur dan serangan radikal bebas. Kemudian, bagian akar kembang turi diketahui memiliki efek anti-tuberkulosis.

    6. Menjaga Kesehatan Kulit

    Beberapa studi menemukan bahwa kembang turi efektif untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan kelembaban kulit. Berbicara tentang kesehatan kulit, tanaman ini mempunyai kandungan tanin dan saponin yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati jerawat.

    7. Menyembuhkan Sariawan

    Kembang turi bisa jadi solusi obat alami untuk mengatasi masalah sariawan. Pasalnya, kembang turi mengandung vitamin C yang tentunya manjur dalam menyembuhkan sariawan. Untuk mengobati sariawan, cukup kumur-kumur menggunakan rebusan kulit batang kembang turi.

    8. Memabntu Mengatasi Masalah Pencernaan

    Sifat antimikroba dari kembang turi juga dapat mengatasi gangguan pencernaan. Karena itu, kembang turi kerap digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk meredakan gejala diare.

    9. Mengobati Batuk

    Bunga turi yang diolah menjadi ramuan minuman bisa menjadi ekspektoran untuk mengobati batuk. Untuk membuat obat batuk, gunakan daun kembang turi merah dan ungu. Haluskan daun kembang turi lalu tambahkan perasan jeruk nipis. Jadilah obat batuk alami sederhana yang bisa dibuat di rumah.

    10. Meredakan Demam

    Terakhir, kembang turi dapat dimanfaatkan sebagai pengganti obat demam dari bahan kimia. Hal ini karena kembang turi mengandung antipiretik yang ampuh menurunkan demam.

    Demikian penjelasan terkait manfaat dari kembang turi. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan detikers ya.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan dan Kecantikan

    Jakarta

    Teh hijau merupakan minuman tradisional yang memiliki segudang manfaat dan dipercayai sejak dulu. Minuman ini berasal dari daun tumbuhan bernama Camellia Sinensis.

    Bahkan beberapa sumber mengatakan teh hijau jadi satu minuman paling sehat di dunia. Teh ini dipercaya mampu membantu mencegah berbagai penyakit, bermanfaat untuk kecantikan, hingga meningkatkan fungsi otak.

    Penasaran dengan berbagai khasiatnya, simak 10 manfaat teh hijau pada artikel berikut ini.


    Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan dan Kecantikan

    Dilansir dari National Institutes of Health, sebuah penelitian pada tahun 2022 menjelaskan bahwa teh hijau dapat meningkatkan metabolisme positif yang efektif dalam memecah lemak. Ini membuat pembakaran lemak lebih optimal.

    Sehingga, sangat bagus untuk menambahkan teh hijau dalam daftar diet untuk mengurangi berat badan. Walaupun demikian, untuk mencapai pengurangan berat badan hingga ideal tetap disarankan untuk mengimbanginya dengan pola makan sehat dan olahraga secara teratur.

    2. Mengurangi Kecemasan dan Stres

    Teh mengandung asam amino yang disebut L-teanin yang dapat mengurangi kecemasan dan stres, dengan membantu tubuh kita lebih rileks. Sementara itu melansir dari Health, teh hijau memiliki salah satu konsentrasi L-teanin tertinggi dibandingkan dengan teh hitam, oolong, dan putih.

    Penelitian telah menemukan bahwa suplementasi 200-400 miligram L-teanin setiap hari membantu mengurangi kecemasan dan stres. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2019 menemukan bahwa, orang yang mengkonsumsi 200 miligram L-teanin sehari selama empat minggu mengalami peningkatan yang lebih besar dalam kecemasan, depresi, dan masalah tidur.

    Sebagai gambaran, setiap satu cangkir teh hijau mengandung 8-30 milligram L-teanin.

    3. Meningkatkan Fungsi Otak

    Pelemahan fungsi otak dapat menyebabkan penurunan kognitif yang berdampak pada penyakit neurodegeneratif, seperti alzheimer, parkinson, dan berbagai penyakit demensia lainnya.

    Melansir dari Healthline, mengacu pada sebuah penelitian pada 2017 mengatakan penurunan fungsi otak dapat dicegah dengan kandungan yang ada dalam teh hijau seperti kafein dan L-teanin. Ini tentu bisa bermanfaat untuk mencegah penyakit seperti yang telah disebutkan.

    4. Mencegah Tumbuhnya Sel Kanker

    Mengutip dari Medical News Today, di negara-negara dengan konsumsi teh hijau yang tinggi, beberapa tingkat kanker cenderung lebih rendah.

    Walaupun belum ada bukti penelitian menyeluruh yang menyebutkan teh hijau dapat mencegah resiko kanker,penelitian telah mengaitkan minum teh hijau dengan peluang lebih rendah untuk mengembangkan beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru atau kanker ovarium.

    5. Mengurangi Resiko Diabetes

    Seberapa jauh teh hijau efektif dalam mengurangi resiko diabetes memang belum terbukti secara pasti dan diperlukan penelitian lebih lanjut.

    Akan tetapi melansir goodFOOD, polifenol teh yang terkandung dalam teh hijau memiliki kemampuan untuk menghambat enzim pencernaan seperti laktase dan menunda penyerapan glukosa (gula) di dalam usus.

    Berdasarkan pernyataan tersebut, para peneliti mengkaitkan bahwa asupan polifenol yang konsisten dari teh hijau dapat sama efektifnya dengan beberapa obat dalam mengurangi risiko diabetes.

    6. Menjaga Kesehatan Jantung

    Teh hijau memiliki sifat anti-inflamasi yang menargetkan radikal bebas dan melindungi kesehatan jantung. Ini dapat membantu mencegah penyakit seperti gagal jantung, stroke, penyakit jantung, dan hipertensi.

    Selain itu kandungan polifenol dalam teh hijau dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi epitel, yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas.

    7. Mencegah Osteoporosis

    Bukti-bukti menunjukkan bahwa konsentrasi antioksidan yang tinggi dalam teh hijau dapat meningkatkan pembentukan tulang dan melindungi terhadap kehilangan massa tulang.

    Karena khasiatnya tersebut, teh hijau terbukti bisa mencegah osteoporosis, sebuah penyakit tulang yang meningkatkan risiko patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

    8. Mengurangi Tekanan Darah

    Khasiat selanjutnya yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi teh hijau adalah menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung dan stroke karena merusak lapisan pembuluh darah.

    Hal tersebut bisa meningkatkan risiko penumpukan plak. Akibatnya, pembuluh darah menyempit, membatasi aliran darah ke jantung dan otak.

    Sementara itu antioksidan yang tinggi pada teh hijau dapat membantu mengurangi peradangan, dan memperlebar pembuluh darah, serta mendukung aliran darah yang sehat.

    9. Menghilangkan Bau Mulut

    Manfaat mengkonsumsi teh hijau selanjutnya adalah mampu menghilangkan bau mulut. Teh hijau mengandung tanin yang memiliki sifat antibakteri, sehingga bisa mencegah pembentukan bakteri pada mulut.

    Selain bisa mengatasi bau, teh hijau juga bisa mencegah karies gigi dan pembentukan plak pada gigi. Oleh karena tak heran jika banyak orang yang menggunakan teh hijau sebagai obat kumur tradisional.

    10. Bagus Untuk Perawatan Kulit

    Siapa sangka selain memberikan manfaat melalui minuman yang dikonsumsi dalam tubuh, teh hijau juga ternyata sangat bagus untuk perawatan kulit.

    Kandungan yang tinggi akan antioksidan, anti-inflamasi, kafein dan L-teanin membuat teh hijau sangat bagus untuk kesehatan kulit.

    Melansir dari situs Nivea, berkat kandungannya teh hijau berkhasiat untuk mengurangi jerawat, mencerahkan kulit, mengurangi mata bengkak, menghilangkan iritasi dan kemerahan, hingga melawan penuaan dini.

    (khq/khq)



    Sumber : food.detik.com

  • 11 Air Rebusan untuk Asam Urat yang Ampuh Tanpa Efek Samping

    Jakarta

    Air rebusan untuk asam urat terbuat dari herbal yang minim efek samping bagi pasien. Obat herbal tersebut membantu untuk menurunkan kadar asam urat hingga kembali normal.

    Kadar asam urat naik ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung purin. Contohnya seperti daging sapi, kambing, babi, seafood, dan alkohol.

    Jenis Air Rebusan untuk Asam Urat

    Pasien asam urat bisanya mengalami nyeri, bengkak, dan kemerahan di sekitar sendi yang sakit. Konsumsi herbal berikut bisa membantu menurunkan kadar asam urat, hingga gejala tersebut hilang.


    1. Air Rebusan Daun Salam

    Air rebusan daun salam dipercaya dapat menurunkan kadar asam urat jika dikonsumsi setiap hari. Dikutip dari jurnal berjudul Ekstrak Daun Salam untuk Menurunkan Kadar Asam Urat pada Penderita Artritis Gout karya Ningtiyas, penderita hiperurisemia (kadar asam urat sangat tinggi) disarankan untuk rutin mengkonsumsi minuman herbal ini.

    Kandungan pada daun salam mampu memecah kristal asam urat penyebab gout dan batu ginjal. Terapi kompres hangat dan konsumsi air rebusan daun salam juga dapat mengurangi nyeri di sendi yang bengkak.

    2. Air Rebusan Daun Sirsak

    Daun sirsak mengandung antioksidan yang dapat menghambat enzim xantine oksidase untuk mengoksidasi hipoxanthine menjadi xantin dan asam urat. Senyawa fenolik kumarin yang lebih tinggi dari alopurinol efektif untuk menurunkan kadar asam urat.

    Senyawa tersebut juga berperan sebagai analgesik atau pereda nyeri yang kuat. Kombinasi antara sifat analgesik dan anti inflamasi dari air rebusan daun sirsak dapat memecah timbunan monosodium di persendian.

    3. Air Rebusan Daun dan Biji Seledri

    Air rebusan seledri mengandung senyawa kompleks yang berguna untuk menurunkan kadar asam urat. Kandungan flavonoid, 3-n butylphthalide (3nB), apiin, alkaloid, tanin, dan saponin berpengaruh memecah purin pada penderita gout arthritis.

    Dikutip dari jurnal Uric Acid Levels Are Lowered by Traditional Boiling Water from Leaves at Elderly Posyandu Jonggon Jaya Kutai Kartanegara karya Faried dkk, pemberian infus seledri mengandung zat antiinflamasi yang baik untuk penderita asam urat.

    4. Air Rebusan Daun dan Biji Ketumbar

    Dikutip dari laman Only My Health, makanan kaya vitamin C seperti ketumbar bermanfaat untuk menurunkan kadar asam urat. Kandungan vitamin K dan mineral lain seperti kalsium, potasium, tiamin, fosfor, dan niasin baik untuk pencernaan dan fungsi hati.

    Tidak hanya daunnya, biji ketumbar juga mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menaikkan kadar kolesterol baik (HDL). Rempah ini dapat menurunkan kadar gula darah dan sekresi insulin pada penderita diabetes.

    5. Air Rebusan Daun Sambiloto

    Daun sambiloto yang pahit ternyata telah digunakan sebagai obat mengatasi asam urat sejak abad ke-18. Air rebusan daun sambiloto memiliki efek antihiperurisemia dan antiinflamasi untuk menurunkan asam urat.

    Mengutip dari jurnal Extracts of Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees Leaves Exert Anti-Gout Effects by Lowering Uric Acid Levels and Reducing Monosodium Urate Crystal-Induced Inflammation karya Elzida dkk, ekstrak Et0H80 memiliki efek anti asam urat substansial yang dapat menekan produksi mediator pro-inflamasi. Hal ini karena kandungan andrografolida didalamnya yang berperan besar mengatasi peradangan sendi.

    6. Air Rebusan Daun Kelor

    Daun kelor adalah tumbuhan herbal yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat. Kandungan vitamin C dan antioksidan mampu menurunkan stres oksidatif dan inflamasi yang mempengaruhi sintesis asam urat.

    Dilansir dari laman Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang, senyawa kuersetin dapat menghambat aktivitas xantin oksidase dalam membentuk asam urat. Sementara senyawa tanin, alkaloid, dan saponin berguna untuk meningkatkan konsentrasi asam urat dalam urin yang membentuk batu ginjal.

    7. Air Rebusan Daun Sukun

    Air rebusan ekstrak daun sukun terbukti dapat menurunkan kadar asam urat. Kandungan flavonoid, fenol, riboflavin, tanin, asetilkolin, dan kalium diklaim dapat mengurangi produksi asam urat.

    Penelitian di tahun 2019 menyebut jika pemberian ekstrak daun sukun pada tikus terbukti positif untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. Namun perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas obat ini.

    8. Air Rebusan Daun Sirih

    Daun sirih memiliki kandungan kimia aktif untuk mengatasi produksi asam urat berlebihan. Senyawa sirihfenol, seskuiterpen, diastase, gula, triterpenoid, flavonoid, dan tanin efektif menurunkan kadar asam urat. Berdasarkan jurnal Efektivitas Daun Sirih (Piper betle L.) dan Daun Sukun (Artocarpus altilis) Dalam Menurunkan Kadar Asam Urat pada Tikus Putih Jantan hiperurisemia (Rattus norvegicus) karya Faizal, dkk, air rebusan daun sirih dapat membantu mengobati asam urat.

    9. Air Rebusan Daun Alpukat

    Daun alpukat mengandung flavonoid seperti kuersetin dan luteolin yang baik untuk antiinflamasi dan mengatasi radikal bebas. Air rebusannya dipercaya dapat mengatasi asam urat, radang sendi, kejang otot, dan kesehatan usus.

    10. Air Rebusan Daun Mangga

    Air rebusan daun mangga diklaim dapat mengatasi nyeri akibat pembengkakan sendi pada kasus asam urat dan arthritis. Obat herbal ini telah lama digunakan pada pengobatan tradisional India, Cina, dan negara Asia Timur lainnya. Saat ini, ekstrak daun mangga telah banyak dikembangkan untuk mengatasi hipertensi, batu ginjal, hingga masalah rambut dan kulit.

    11. Air Rebusan Jahe

    Air rebusan jahe tidak hanya dikenal sebagai penghangat badan, melainkan obat herbal untuk asam urat. Aktivitas antiinflamasi dan antioksidan pada jahe dapat mengurangi peradangan. Penderita osteoarthritis, rheumatic arthritis, dan asam urat disarankan untuk mengkonsumsi air rebusan jahe.

    Dikutip dari laman Healthline, berikut beberapa minuman menyehatkan lain yang baik untuk menurunkan asam urat. Bahan-bahannya sangat mudah ditemukan dan tidak menimbulkan efek samping.

    • Jus ceri
    • Air dan cuka sari apel hangat
    • Jus lemon
    • Air kunyit
    • Teh jelatang
    • Teh dandelion
    • Teh kembang sepatu
    • Teh akar burdock
    • Milk thistle (ramuan bunga aster dan ragweed)
    • Ekstra minyak yarrow
    • Teh daun zaitun
    • Minyak kayu manis
    • Ekstrak daun Cemara Cina (Biota Orientalis).

    Demikian air rebusan untuk asam urat dan cara membuatnya di rumah. Pastikan untuk memperbanyak minum air putih, istirahat, dan menghindari konsumsi daging merah dan makanan dengan kadar gula tinggi.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Minuman Obat Kuat Alami, Bikin Stamina Pria Meningkat Pol!

    Jakarta

    Sejumlah bahan alami ternyata berkhasiat sebagai obat kuat pria. Konsumsi teratur memungkinkan stamina pria tahan lama saat sedang beraktivitas atau bersama istri.

    Obat kuat dari bahan alami bisa jadi alternatif selain pengobatan kimia, yang dapat dibeli di apotek. Bahan alami ini mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

    5 Minuman Alami Penambah Stamina

    Berikut sejumlah bahan alami yang dapat menambah kekuatan pria, termasuk saat di ranjang sehingga dapat bercinta lebih lama dikutip dari laman Eat This Not That:


    1. Teh

    Teh hitam maupun teh hijau mengandung senyawa flavonoid yaitu katekin. Senyawa katekin membantu mengusir radikal bebas dari tubuh yang dapat merusak pembuluh darah. Sehingga, meningkatkan aliran darah yang sehat.

    Darah yang bersirkulasi dengan baik membantu ereksi tahan lama dan bisa menghasilkan orgasme yang memuaskan. Senyawa katekin juga mengatur penyimpanan alami zat vasokonstriktor dalam tubuh seperti oksida nitrat. Mengutip Medical News Today, oksida nitrat diyakini dapat mencegah disfungsi ereksi.

    2. Kopi

    Dikutip dari The Sun, beberapa penelitian menemukan peningkatan kafein bisa membuat orgasme lebih intens dan meningkatkan stamina seks. Kafein dalam kopi dapat memperlebar pembuluh darah dan melancarkan aliran darah.

    Sirkulasi yang baik membuat aliran darah ke jaringan ereksi semakin banyak. Ini memungkinkan pria mencapai keadaan terangsang dan meraih puncak orgasme.

    Di sisi lain, kafein juga diketahui bisa mengurangi risiko disfungsi ereksi. Studi melaporkan pria yang konsumsi kopi punya kemungkinan lebih kecil mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang tidak.

    3. Jus Delima

    Jus delima kaya akan antioksidan, yang mampu memperlancar aliran darah dan bantu memperbaiki disfungsi ereksi. Penelitian lain melaporkan, jus biji delima dapat meningkatkan respons ereksi agar bertahan lama.

    Jus buah ini dapat dibuat sendiri di rumah dengan blender atau mesin press untuk mengambil sarinya. Usahakan tidak menambahkan gula dan bahan tambahan lain dalam jus.

    4. Jus Apel

    Apel banyak mengandung senyawa quercetin yang berasal dari jenis flavanoid. Senyawa ini bersifat antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk gairah seks pria.

    Sebuah ulasan menemukan quercetin berhasil menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi diketahui dapat menyebabkan disfungsi seksual karena kerusakan pembuluh darah mengganggu aliran darah ke alat vital.

    Pada wanita, tekanan darah tinggi bisa mengakibatkan libido lebih rendah dan menurunkan minat terhadap hubungan seks. Ini lantaran aliran darah ke miss V dapat mempengaruhi respons tubuh terhadap aktivitas seksual.

    Untuk mengambil apel, buah ini apel bisa dijadikan jus dan diminum. Buah ini dapat pula dikonsumsi langsung bersama buah-buah lainnya yang kaya vitamin dan mineral.

    5. Jus Buah Bit

    Bit kaya akan antioksidan, vitamin, dan nitrat. Senyawa nitrat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga alirannya lebih lancar. Hasilnya, stamina menjadi lebih baik saat berhubungan intim maupun ketika beraktivitas sehari-hari.

    Buah bit dapat diolah menjadi jus jika tidak ingin memakannya secara langsung. Bit dapat diolah bersama buah lain, dengan sedikit gula dan bahan tambahan lain.

    Nah, itu tadi minuman yang bisa dijadikan obat kuat alami untuk meningkatkan stamina pria.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 12 Manfaat Rebusan Serai, Bantu Redakan Batuk hingga Bikin Rileks

    Jakarta

    Serai termasuk dalam tanaman obat yang memiliki sejumlah khasiat. Cara mengolahnya adalah dengan merebus batang atau daunnya.

    Air rebusan serai ini memiliki aroma wangi menyegarkan. Untuk menambahkan khasiat, serai bisa dicampur dengan jahe, kunyit, lemon, maupun madu.

    Di bawah ini akan kita ulas 12 manfaat rebusan serai. Di antaranya dapat meredakan batuk hingga membuat pikiran menjadi rileks.


    Manfaat Rebusan Serah

    Berikut ini 12 manfaat rebusan serai untuk kesehatan tubuh:

    1. Bantu Meredakan Batuk

    Dilansir dari Netmeds, air rebusan serai bermanfaat untuk meredakan batuk, sakit tenggorokan, dan flu biasa, karena memiliki geraniol dan citronellol yang merupakan senyawa antiseptik. Cukup rebus beberapa helai serai untuk mendapatkan minuman berkhasiat.

    2. Sebagai Antioksidan

    Penelitian tahun 2005 dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry, yang dikutip dari buku Rempah-Rempah (Bumbu Dapur, Kaya Manfaat) oleh Inti Aisyah (Aisyah Putri), menunjukan serai mengandung beberapa antioksidan yang bisa membantu membersihkan radikal bebas dalam tubuh.

    Beberapa antioksidan tersebut antara lain asam klorogenat, isoorientin, dan swertia japonica. Senyawa ini memiliki manfaat untuk membantu mencegah disfungsi sel-sel di dalam arteri koroner.

    3. Membantu Menangani Infeksi Mulut dan Gigi Berlubang

    Sifat antimikroba pada rebusan serai dapat membantu tubuh mengatasi infeksi mulut dan gigi berlubang. Penelitian in vitro tahun 2012 yang diterbitkan National Institutes of Health menunjukkan, minyak atsiri serai dapat mengatasi bakteri Streptococcus mutans yang menyebabkan kerusakan gigi.

    4. Meredakan Kram Akibat Haid

    Manfaat rebusan sereh juga bisa dirasakan wanita yang merasakan kram akibat haid, perut kembung, dan hot flashes (kondisi merasakan sensasi panas). Secara teori, serai mengandung antiradang yang bisa bermanfaat menenangkan perut.

    5. Memperbaiki Saluran Pencernaan

    Teh serai dapat bermanfaat untuk memperbaiki saluran pencernaan, sehingga mengatasi masalah pencernaan. Studi pada hewan pengerat tahun 2012 yang diterbitkan National Institutes of Health menjelaskan, serai efektif mengatasi tukak lambung dan melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat aspirin dan etanol.

    6. Mengontrol Kolesterol

    Penelitian tahun 2011 oleh Gagan Shah, dkk, menunjukkan ekstrak minyak serai bermanfaat membantu menurunkan kolesterol pada hewan, bergantung pada dosisnya.

    Ada kemungkinan air rebusan serai juga memiliki manfaat serupa. Namun masih dibutuhkan lebih banyak penelitian mengenai hal ini.

    Teh serai bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan, karena kandungannya baik untuk metabolisme tubuh. Rebusan serai ini berperan sebagai teh detoks. Namun kebanyakan penelitian yang ada bukan riset ilmiah.

    8. Berpeluang Sebagai Diuretik

    Serai juga kemungkinan bisa berperan sebagai diuretik, yaitu obat untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh lewat urine. Efeknya, kita akan buang air kecil lebih sering.

    9. Anti-inflamasi

    Peradangan bisa mempengaruhi banyak masalah, termasuk stroke dan penyakit jantung. Berdasarkan Pusat Kanker Memorial Sloan Kettering, kandungan sitral dan geraniol bermanfaat sebagai anti-inflamasi untuk membantu menghentikan pelepasan tanda peradangan tertentu di tubuh.

    10. Meringankan Tekanan Darah Sistolik Tinggi

    Dalam studi observasional tahun 2012 oleh Naveed Ullah, dkk, dijelaskan kandungan serai bisa meringankan tekanan darah sistolik yang tinggi. Sebanyak 72 responden pria dalam riset yang diberi teh serai mengalami penurunan tekanan darah sistolik secara moderat. Para responden juga mengalami sedikit peningkatan tekanan darah diastolik.

    11. Membantu Mengurangi Risiko Kanker

    Kandungan citral di dalam serai diyakini memiliki kemampuan antikanker atau mencegah tumbuhnya beberapa jenis sel kanker. Beberapa ahli memberikan air rebusan serai sebagai terapi tambahan selama kemoterapi dan radiasi.

    12. Membuat Rileks

    Teh panas diketahui bisa membuat rileks, tetapi teh serai bisa membuat rileks disertai dengan kecemasan. Aroma serai membuat pikiran tenang, sehingga bisa membantu tidur nyenyak dan mengatasi insomnia.

    Kebanyakan minum rebusan serai mungkin bisa menyebabkan efek samping ringan, seperti sering buang air kecil, alergi, hingga pusing. Jika ada reaksi yang buruk dan merugikan jangan ragu segera konsultasi ke dokter.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Air Rebusan Daun yang Bantu Mengobati Asam Urat, Diabetes, dan Hipertensi

    Jakarta

    Daun salam, sirih, hingga kelor sering direbus menjadi air ramuan herbal untuk dikonsumsi. Rebusan air daun-daun tersebut dipercaya bantu mengobati berbagai penyakit dan kondisi kesehatan seperti asam urat, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

    Khasiat yang diberikan rebusan herbal itu diyakini berasal dari senyawa yang terkandung di dalam daun-daunnya. Karena itu, ramuan alami ini kerap dijadikan alternatif obat oleh sebagian orang. Lantas, rebusan air daun apa saja yang bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan sejumlah penyakit?

    6 Rebusan Air Daun untuk Penyembuhan Penyakit dan

    Mengutip catatan detikcom, berikut sederet rebusan air daun yang bantu mencegah dan mengobati sejumlah kondisi kesehatan:


    1. Rebusan Air Daun Salam

    Daun salam tak hanya memberikan aroma sedap pada masakan, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Ahli menyebutkan daun salam mengandung senyawa metabolit sekunder, potasium, zat besi, dan antioksidan.

    Senyawa tersebut dapat mengatasu gangguan asam urat, menurunkan risiko diabetes tipe 2, hingga menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh. Untuk mendapat khasiatnya, beberapa daun salam dapat direbus dengan dua gelas air selama 5 menit. Air rebusannya kemudian bisa diminum rutin.

    2. Rebusan Air Daun Sirih

    Rebusan daun sirih mendukung penyembuhan luka, mengendalikan kadar glukosa, menurunkan kolesterol tinggi dan tekanan darah, hingga sebagai antiseptik dan antioksidan. Senyawa bermanfaat yang ditemukan di dalam daun sirih meliputi flavonoid, tanin, polifenol, eugenol, serta riboflavin.

    Sama seperti daun salam, beberapa sirih dapat direbus dengan tiga gelas air sampai tersisa segelas air saja. Sebelum direbus, pastikan daun sirih dicuci bersih.

    3. Rebusan Air Daun Sirsak

    Dikutip dari buku Segudang Khasiat Manggis dan Sirsak untuk Kesehatan dan Kecantikan oleh Lia Ernawati, daun sirsak berkhasiat untuk mengontrol gula darah, mengendalikan hipertensi, meredakan nyeri tulang dan persendian, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Daun sirsak dapat diolah dengan cara direbus untuk mengambil manfaatnya. Sekitar 10 lembar daun sirsak segar dapat direbus dengan empat gelas air. Rebus sampai air tersisa tiga gelas. Air ramuan ini dapat diminum dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

    4. Rebusan Air Daun Kelor

    Daun kelor kaya akan manfaat. Daun berbentuk bulat kecil ini memiliki sifat antikanker, antiinflamasi, dan antioksidan. Kelor juga berkhasiat untuk bantu menurunkan tekanan darah, melindungi dari penyakit kardiovaskular, serta mencegah kanker.

    Berbagai kandungan yang bisa ditemui di dalamnya mencakup niazimicin, quercetin, sampai beta karoten. Untuk mengambil manfaatnya, daun kelor segar dapat direbus dengan air atau daun keringnya juga bisa direndam dengan air panas selama beberapa menit.

    5. Rebusan Air Daun Jambu Biji

    Kalau punya pohon jambu biji di halaman rumah, bisa dipetik daunnya untuk dijadikan rebusan herbal kaya manfaat. Daun jambu biji memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi berkat sejumlah senyawa yang dikandungnya.

    Daun jambu biji diketahui dapat menyeimbangkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, serta menjaga kesehatan pencernaan. Seperti rebusan lainnya, daun ini bisa direbus dengan air secukupnya. Air ramuannya lalu dapat diminum rutin untuk memperoleh khasiatnya.

    6. Rebusan Air Daun Pepaya

    Rebusan daun pepaya dikenal untuk mengobati asam lambung. Enzim papain yang ditemukan pada daunnya bantu meredakan gejala asam lambung saat naik seperti sensasi panas di dada.

    Untuk mengatasi asam lambung, daun pepaya segar atau kering dapat direbus dengan air secukupnya. Setelah mendidih selama beberapa menit, air yang tersisa bisa disaring dan diminum.

    Itu tadi sederet rebusan air daun yang bermanfaat bagi kesehatan dan membantu menyembuhkan sejumlah penyakit. Bagi detikers yang sudah terdiagnosis sakit, jangan lupa disertai kontrol teratur ke dokter dan menerapkan pola hidup sehat.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini Efek yang Dirasakan Tubuh jika Rutin Minum Air Kelapa

    Jakarta

    Di kala cuaca panas, memang paling nikmat meneguk segelas air kelapa murni yang menyegarkan. Airnya yang bening manis ditambah daging kelapa muda yang lembut, benar-benar melepas dahaga.

    Bukan hanya saat panas terik, tak sedikit orang yang minum air kelapa setiap hari. Sebab mereka tergiur akan kandungan nutrisi air kelapa yang menawarkan banyak manfaat kesehatan. Tapi, apakah aman rutin minum air kelapa? Dan apa efek yang akan dirasakan tubuh?

    Manfaat Minum Air Kelapa

    Mengutip EatingWell dan Healthline, berikut sederet manfaat atau efek positif setelah rutin minum air kelapa:


    1. Mengisi Ulang Elektrolit Tubuh

    Air kelapa kerap dijuluki “minuman olahraga alami” sebab kandungan elektrolitnya yang tinggi, meliputi kalsium, kalium, magnesium, dan natrium. Sejumlah mineral ini penting untuk menghidrasi dan menyeimbangkan jumlah cairan dalam tubuh.

    Usai berolahraga dan sembuh dari diare atau muntah-muntah, tubuh mengalami ketidakseimbangan elektrolit akibat kehilangan banyak cairan. Karena itu, minuman elektrolit terutama yang alami seperti air kelapa ideal untuk mengisi kembali elektrolit dalam tubuh yang hilang.

    Kalium dalam air kelapa terbilang tinggi. Mineral ini diketahui vital untuk menjaga kadar tekanan darah dengan merelaksasi dinding pembuluh darah dan menangkal efek negatif natrium dalam tubuh.

    Kadar natrium terlalu tinggi dapat menaikkan tekanan darah. Di sinilah kalium berperan mendorong ginjal agar mengeluarkan kelebihan natrium sehingga tekanan pada dinding pembuluh darah berkurang. Dengan begitu, kadar tekanan terjaga stabil.

    3. Mengurangi Kerusakan Sel

    Antioksidan seperti vitamin C, sitokinin, dan fenolik dapat ditemukan dalam air kelapa. Sejumlah senyawa ini bantu melawan kerusakan sel dalam tubuh akibat paparan radikal bebas.

    Radikal bebas diketahui merupakan molekul berbahaya yang berasal dari proses alami metabolisme tubuh dan paparan racun serta polutan eksternal. Saat tubuh terpapar terlalu banyak molekul ini, stres oksidatif yang merusak sel dapat muncul. Stres ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis.

    4. Menstabilkan Gula Darah

    Rutin minum air kelapa bisa bantu menstabilkan kadar gula darah. Manfaatnya ini diduga berasal dari antioksidan tinggi dalam minuman tersebut, magnesium, dan kandungan asam amino yang disebut L-arginin.

    Air kelapa juga tergolong tinggi karbohidrat, yang akan dipecah menjadi gula dalam tubuh. Karena itu, pengidap diabetes dan pradiabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu jika ingin merutinkan minum kelapa.

    5. Mencegah Batu Ginjal

    Konsumsi cukup cairan penting untuk mencegah batu ginjal. Di samping air putih, air kelapa bisa dibilang cocok untuk mengisi jumlah cairan tubuh.

    Berdasarkan penelitian, air kelapa bantu cegah pembentukan batu ginjal dengan meningkatkan produksi sitrat dalam urin. Sitrat diketahui bisa menghentikan pembentukan batu kalsium oksalat, yang merupakan jenis batu ginjal paling umum.

    Apakah Air Kelapa Aman Diminum Setiap Hari?

    Menurut ahli nutrisi berbasis di Amerika Serikat, Hannah Van Ark, MS, RD, air kelapa aman bila dikonsumsi setiap hari. Air kelapa juga baik sebagai sumber hidrasi tambahan, terutama setelah berolahraga dan sakit.

    Akan tetapi, dilansir Verywell Health, penting untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan dan gaya hidup sebelum rutin meminum air kelapa ini. Contohnya, pengidap gagal ginjal dan penyakit ginjal kronis sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jika ingin sering minum air kelapa.

    Hal ini lantaran air kelapa tinggi kalium dan saat tubuh tidak dapat membuang kelebihan jenis mineral tersebut dari tubuh, maka berisiko mengalami hiperkalemia atau kondisi terlalu banyak kalium dalam darah yang mengancam jiwa.

    Pengidap sindrom iritasi usus besar juga perlu membatasi bahkan kalau perlu menghindari air kelapa. Jenis minuman ini berisiko memperburuk gejala gangguan pencernaan.

    Selain itu, orang yang mengonsumsi obat antihipertensi atau antidiabetik bersamaan dengan air kelapa bisa menyebabkan penurunan tekanan darah dan kadar gula yang terlalu rendah. Karena itu, seorang pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter lebih dulu sebelum minum air kelapa secara teratur.

    Aturan Minum Air Kelapa

    Air kelapa bisa diminum rutin sebanyak 250 ml setiap harinya. Air ini dapat diminum langsung atau dicampur ke dalam smoothie, jus buah, maupun dibekukan menjadi es.

    Usahakan meminum air kelapa murni tanpa tambahan gula dan bahan lain untuk memperoleh segudang khasiatnya. Nah, itu tadi efek positif alias manfaat minum air kelapa rutin yang akan dirasakan tubuh.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Berapa Kandungan Gula dalam Madu? Ini Sederet Manfaatnya

    Jakarta

    Ada dua jenis utama gula alami dalam makanan berkarbohidrat, yaitu fruktosa dan glukosa. Fruktosa maupun glukosa merupakan monosakarida, yaitu molekul tunggal yang tidak bisa dipecah lebih lanjut.

    Kedua jenis gula ini terdapat dalam madu. Lantas, berapa kandungan fruktosa dan glukosa dalam madu? Bolehkah madu dikonsumsi oleh penderita diabetes?

    Berapa Kandungan Gula dalam Madu?

    Madu mentah terdiri dari sekitar 40% fruktosa dan 30% glukosa. Mengutip laman Brightland, rasio pasti fruktosa terhadap glukosa bervariasi pada setiap jenis madu. Sisanya, terdapat air, serbuk sari, mineral, asam amino, dan komponen lainnya.


    Menurut Food Insight, madu adalah gula yang terbentuk secara alami, namun seringkali juga dianggap sebagai gula tambahan. Sehingga, madu bisa dijadikan pemanis tambahan dalam makanan.

    Saat mengkonsumsi madu, tubuh akan memecahnya menjadi energi. Glukosa diserap oleh sel-sel tubuh dengan bantuan insulin, sementara fruktosa tidak memerlukan insulin untuk diserap.

    Fruktosa dan glukosa dalam madu lebih mudah dicerna tubuh dari pada gula pasir. Rasanya juga lebih manis, sehingga kemungkinan penggunaannya akan lebih sedikit.

    Meski begitu, kelebihan ini hanya berlaku pada madu mentah atau alami yang belum diproses dengan tambahan gula. Sebab, biasanya, madu yang sudah diproses untuk dijual diberikan tambahan gula sekitar 17 gram per sendok makan.

    Apakah Madu Boleh Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes?

    Mengutip laman WebMd, tidak ada manfaat yang didapat dari mengganti gula dengan madu bagi penderita diabetes. Keduanya bisa meningkatkan gula darah dengan cepat

    Madu mempunyai indeks glikemik (IG) 58, sedangkan gula pasir 60. Pasien diabetes yang ingin mengganti gula dengan madu harus berkonsultasi lebih dulu dengan dokter. Termasuk bila mengganti dengan pemanis lainnya.

    Manfaat Madu untuk Kesehatan

    Mengkonsumsi madu dapat memberi dampak yang baik pada kesehatan. Menurut laman Healthline, berikut di antaranya:

    1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Menurut sebuah ulasan, madu bisa membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar lemak darah, mengatur detak jantung, dan mencegah kematian sel-sel sehat. Semua manfaat ini bisa meningkatkan kesehatan jantung.

    2. Membantu Meredakan Batuk pada Anak

    Batuk menjadi masalah umum bagi anak-anak yang bisa mempengaruhi kualitas tidur. Suatu ulasan mengatakan bahwa madu tampak lebih efektif daripada diphenhydramine untuk mengatasi batuk. Selain itu, madu juga bisa mengurangi durasi batuk.

    Ulasan lainnya mengatakan bahwa ,adi bisa meningkatkan kualitas tidur pada anak-anak yang menderita batuk. Saat dijadikan obat batuk, madu juga tidak memiliki efek samping.

    3. Kaya Antioksidan

    Madu yang diproses secara minimal mengandung banyak senyawa tanaman bioaktif dan antioksidan. Senyawa ini dapat membantu menetralkan spesies oksigen reaktif (SOR) dalam tubuh.

    SOR bisa menumpuk di dalam sel dan menyebabkan kerusakan. Nantinya, kerusakan tersebut bisa memicu kondisi seperti penuaan dini, diabetes tipe2, dan penyakit jantung.

    Secara umum, konsumsi madu berdampak baik untuk kesehatan. Manfaat ini tentunya akan lebih dirasakan tubuh bila disertai penerapan pola hidup sehat tiap hari.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Rempah Ini Timbulkan Efek Samping Jika Dikonsumsi Berlebihan


    Jakarta

    Rempah, seperti jahe, kunyit, dan bawang putih memang berkhasiat. Namun, konsumsinya perlu dibatasi karena jika berlebihan, bisa menimbulkan efek samping.

    Berbagai jenis rempah tidak hanya menambah aroma dan rasa pada masakan, tetapi juga mendatangkan manfaat bagi kesehatan.

    Beberapa manfaatnya, seperti meredakan nyeri secara alami hingga mengelola stress. Selain itu, rempah-rempahan, seperti cengkeh, juga mengandung eugenol sebagai anestesi alami yang dapat membantu mengatasi sakit gigi.


    Rempah-rempahan ini memang bermanfaat, tetapi penting untuk memahami dosis idealnya. Jangan mengonsumsi terlalu banyak karena kemungkinan memberi efek samping berbahaya.

    Melansir Times Of India (17/09/2024), berikut efek samping yang jarang diketahui dari beberapa rempah-rempahan populer.

    1. Jahe

    5 Khasiat Minum Air Jahe Setelah Makan, Banyak Manfaatnya!Jika terlalu banyak, jahe dapat menyebabkan gejala ulu hati hingga iritasi mulut. Foto: Times of India

    Khasiat dari jahe sudah terkenal sejak lama. Di dalamnya terkandung senyawa aktif yang baik untuk pencernaan, mulai dari mengatasi kembung, sembelit, mual, hingga pembengkakan.

    Namun, konsumsinya perlu diperhatikan karena bisa menimbulkan efek samping gangguan tertentu.

    Dalam dosis tinggi, jahe dapat menyebabkan gejala nyeri ulu hati ringan, diare, dan iritasi mulut. Konsumsi jahe berlebihan juga dapat meningkatkan risiko pendarahan pada sebagian orang dan memperburuk kondisi jantung tertentu.

    Dosis ideal untuk mengonsumsi jahe kurang lebih 3 sampai 4 gram per hari. Konsumsi lebih dari 6 gram jahe per hari dapat menyebabkan masalah, seperti yang disebutkan di atas.

    2. Kunyit

    Kunyit AsamKunyit yang terlalu banyak juga bisa menganggu pencernaan dan menyebabkan sembelit. Foto: iStock

    Kunyit juga merupakan salah satu rempah tertua yang banyak digunakan dalam pengobatan infeksi, masalah pencernaan, hingga dapat menghilangkan rasa sakit dan nyeri.

    Senyawa kurkuminnya dikenal dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mencegah peradangan dan infeksi, kanker, dan banyak masalah lainnya.

    Memang manfaatnya sering dipuji, tetapi konsumsinya perlu dibatasi.

    Terlalu banyak mengonsumsi kunyit dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan sembelit, diare, gas, dan refluks asam.

    Kunyit memiliki sifat pengencer darah yang dapat meningkatkan risiko peningkatan pendarahan. Kunyit yang berlebihan juga dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba, yang bisa menimbulkan masalah lebih serius.

    Oleh karena itu, batasi konsumsinya kurang lebih 3 gram sehari.

    Jenis rempah lainnya yang berbahaya jika dikonsumsi berlebihan dapat dilihat pada halaman berikut ini!

    3. Bawang putih

    Bawang PutihKonsumsi bawang putih berlebihan bisa menimbulkan efek samping berbahaya. Foto: iStock

    Bawang putih dikenal mampu melezatkan rasa makanan. Dari sisi kesehatan, bawang ini juga banyak manfaatnya.

    Berkat senyawa allicin di dalamnya, bawang putih dapat melawan bakteri dan virus, mengatur gula darah, mengobati pilek dan batuk, serta mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar dan perut.

    Namun, mengonsumsi lebih dari jumlah yang disarankan dapat menyebabkan masalah gastrointestinal hingga bau mulut.

    Bawang putih memiliki kandungan fruktan tinggi, yang dapat menyebabkan kembung, gas, dan sakit perut pada sebagian orang.

    Takaran idealnya yaitu mengonsumsi 1-2 siung atau sekitar 3-6 gram per hari.

    4. Daun salam

    Daun salam juga sering ditambahkan ke dalam beberapa masakan. Namun, seseorang harus menghindari memakan seluruh daun salam karena tidak aman.

    Mengingat daun salam tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat tersangkut di tenggorokan atau menembus lapisan usus. Ekstrak daun salam kemungkinan juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.

    Mereka yang sedang menjalani pengobatan diabetes juga perlu hati-hati karena daun salam berlebihan juga dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah.

    Sebaiknya, daun salam hanya digunakan 1-2 lembar saja untuk satu resep.

    5. Ketumbar

    Ilustrasi ketumbarKetumbar yang dikonsumsi kebanyakan juga bisa membuat tenggorokan kering hingga sesak. Foto: Getty Images/iStockphoto/kitzcorner

    Ketumbar juga seringkali ditambahkan ke dalam masakan Indonesia. Selain menambah rasa dan aroma, ketumbar dikenal bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah hingga melawan infeksi.

    Manfaat tersebut akan datang ketika ketumbar dikonsumsi dalam batas wajar. Jika berlebihan, bisa menimbulkan beberapa efek samping.

    Salah satunya menimbulkan masalah hati akibat sekresi empedu berlebihan. Pada beberapa orang, konsumsi ketumbar berlebihan juga mungkin menimbulkan reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal, hingga pembengkakan.

    Konsumsi biji ketumbar berlebihan dan dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan masalah pernapasan disertai nyeri dada, tenggorokan kering, dan sesak.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com