Tag: herbal

  • 8 Manfaat Teh Serai untuk Kesehatan, Pas Dinikmati Pagi Hari

    Jakarta

    Serai adalah tanaman yang kerap digunakan dalam berbagai minuman herbal untuk menjaga kesehatan. Tanaman yang dikenal dengan aroma khas ini juga digunakan dalam berbagai hidangan nusantara.

    Sebagai minuman herbal, serai bisa dihidangkan dalam bentuk teh hangat yang nikmat. Teh serai ini tentunya menjadi pilihan tetap untuk mendukung gaya hidup sehat.

    8 Manfaat Teh Serai untuk Kesehatan, Pas Dinikmati di Pagi Hari

    Teh serai dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu menurunkan berat badan, hingga mengontrol tekanan darah. Berikut penjelasan lengkapnya.


    1. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

    Teh serai mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh. Teh serai juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang bisa melindungi tubuh dari berbagai jenis infeksi. Menurut laman Times of India, orang yang mengonsumsinya setiap pagi saat perut kosong dapat terhindar dari berbagai penyakit serius.

    Teh serai bisa membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme dan mempercepat pembakaran lemak. Menurut NDTV, teh ini juga membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk makan. Minum teh serai saat perut kosong setiap pagi bisa mengurangi lemak dan tidak meningkatkan kegemukan.

    3. Mengontrol Tekanan Darah

    Teh serai mengandung kalium yang membantu mengendalikan tekanan darah. Mengonsumsinya setiap pagi hari dengan perut kosong bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Tak hanya itu, teh ini juga terbukti bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit jantung.

    4. Mendetoksifikasi Tubuh

    Teh serai merupakan detoksifikasi alami. Jika mengkonsumsinya di pagi hari saat perut kosong, teh ini bisa membuang racun yang ada dalam tubuh. Teh serai juga dapat membantu membersihkan darah.

    5. Menjaga Kesehatan Pencernaan

    Secara tradisional teh serai telah digunakan untuk meredakan masalah pencernaan berkat antioksidannya. Teh ini dapat membantu merangsang pergerakan usus, meningkatkan pencernaan. Mengkonsumsi teh ini saat perut kosong di pagi hari bisa meredakan masalah perut, seperti sakit perut, sembelit, gangguan pencernaan, dan gas.

    6. Mengurangi Risiko Kanker

    Senyawa citral dalam serai dianggap memiliki kemampuan antikanker yang ampuh terhadap beberapa garis sel kanker. Menurut healthline, hal ini bisa terjadi baik langsung menyebabkan kematian sel atau dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan kanker dengan sendirinya.

    Terkadang, teh serai digunakan sebagai terapi tambahan selama kemoterapi dan radiasi. Meski begitu, hal ini hanya boleh digunakan di bawah bimbingan seorang onkolog.

    7. Membantu Mengatasi Kram Menstruasi

    Teh serai digunakan sebagai obat alami untuk kram menstruasi. Penelitian menemukan, serai efektif dalam merangsang aliran menstruasi dan membantu meredakan kram dan ketidaknyamanan saat menstruasi. Serai juga memiliki khasiat galaktagog yang mendorong pembentukan ASI di payudara.

    8. Meningkatkan Kesehatan Kulit dan Rambut

    Teh serai bisa meningkatkan kesehatan kulit dan rambut karena kandungan antioksidannya. Antioksidan dalam teh serai dapat membantu melawan radikal bebas, mencegah penuaan dini, dan membuat kulit lebih sehat dan bercahaya.

    Teh serai atau sereh ini bisa diseduh bersama gula secukupnya agar tetap terasa manis menyegarkan. Teh serai juga bisa diseduh bersama rempah lain yang sama-sama mampu menjaga kesehatan tubuh.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini Dampak Rutin Minum Teh Serai di Pagi Hari

    Jakarta

    Minum teh sereh atau serai di pagi hari bisa menjadi kebiasaan sehat yang membawa banyak manfaat untuk tubuh. Teh sereh dikenal dengan aroma segar yang menenangkan dan kaya nutrisi.

    Tak hanya membantu mengawali hari dengan rasa yang menyegarkan, namun juga mendukung kesehatan tubuh. Berikut manfaat minum teh sereh di pagi hari.

    7 Manfaat Rutin Minum Teh Serai atau Sereh di Pagi Hari

    Teh serai memiliki sejumlah manfaat kesehatan, terutama jika dikonsumsi rutin pada pagi hari. Mengutip laman Healthsite dan Times of India, berikut di antaranya:


    1. Meningkatkan Kesehatan Kulit

    Kandungan vitamin A dan vitamin C pada sereh cukup tinggi. Kedua vitamin ini penting untuk memperbaiki masalah kesehatan rambut dan kulit. Sehingga kamu selalu tampil glowing dengan rambut dan kulit yang sehat.

    Konsumsi teh serai secara teratur dapat mencegah jerawat dan minyak berlebih yang berisiko menyumbat pori. Kandungan antibakteri dan antimikrobanya dalam sereh juga efektif mengurangi gatal serta ketombe pada kulit kepala.

    2. Memperkuat Imunitas Tubuh

    Teh serai bisa dikonsumsi untuk meningkatkan kekebalan atau imunitas tubuh. Secangkir teh serai dapat membantu tubuh melawan flu biasa, infeksi, serta demam akibat virus selama pergantian musim.

    3. Melancarkan Pencernaan

    Asupan serat yang kurang bisa menyebabkan masalah pencernaan. Untuk mengatasinya kamu bisa menggunakan teh serai.

    Berkat antioksidannya, teh serai dapat membantu menghilangkan peradangan di usus. Jika dikonsumsi di pagi hari, teh ini bisa meredakan masalah perut seperti sakit perut, sembelit, gangguan pencernaan, dan gas.

    4. Meredakan Nyeri Menstruasi

    Teh serai dapat menjadi minuman yang bisa dikonsumsi wanita selama masa menstruasi. Karena teh ini membantu meredakan nyeri menstruasi, mengurangi peradangan, dan perut kembung.

    5. Mengurangi Risiko Hipertensi

    Teh serai juga sangat baik untuk mengatur tekanan darah dan mengurangi risiko hipertensi. Diketahui bahwa teh ini memiliki khasiat yang bisa meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah. Jika meminumnya bisa membantu menjaga tekanan darah tetap seimbang sepanjang hari.

    Secangkir teh serai menjadi minuman yang ampuh menurunkan berat badan serta membantu kamu tampil langsing serta sehat. Teh serai dengan tambahan madu bisa membantu membakar lemak perut dan area tubuh lainnya.

    7. Untuk Detoksifikasi Tubuh

    Teh serai mengandung antioksidan yang membantu membersihkan tubuh. Bersifat diuretik, teh ini mengeluarkan racun dari tubuh melalui air kemih (urine). Jika dikonsumsi di pagi hari, teh ini bekerja paling efektif untuk mendetoksifikasi tubuh.

    Untuk membuat teh serai, cukup rendam daunnya dengan air mendidih. Selain itu, kamu juga bisa menyeduh teh biasa, seperti teh hijau atau teh hitam bersama serai.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Cara Memanfaatkan Jeruk Lemon dan Nipis yang Berkhasiat untuk Kesehatan

    Jakarta

    Jeruk lemon dan jeruk nipis adalah dua jenis buah yang kerap kita gunakan sehari-hari untuk olahan masakan. Nyatanya, dua jenis jeruk ini juga punya kandungan nutrisi yang melimpah dan manfaatnya luar biasa untuk kesehatan.

    Kaya akan vitamin C, antioksidan, dan senyawa alami lainnya, kedua buah ini sering menjadi pilihan utama dalam menjaga daya tahan tubuh, memperbaiki sistem pencernaan, hingga merawat kecantikan kulit. Namun, untuk mendapatkan manfaat maksimal, cara mengolahnya tentu perlu diperhatikan.

    Mengolah jeruk lemon dan jeruk nipis tidak hanya sebatas memerasnya menjadi jus. Ada banyak cara kreatif yang bisa dilakukan, mulai dari mencampurnya dalam minuman, menjadikannya bahan utama dalam makanan, hingga memanfaatkannya untuk perawatan tubuh secara alami.


    Cara Mengolah Jeruk Lemon dan Jeruk Nipis

    Lemon dan jeruk nipis masuk kategori buah citrus yang umum digunakan. Keduanya memiliki rasa yang asam segar dan tinggi khasiat kalau rutin dikonsumsi.

    Dilansir dari USDA, pada 100 gram buah lemon mengandung sekitar 53 miligram vitamin C, sedangkan pada jeruk nipis sekitar 29 miligram. Vitamin C pada lemon dan jeruk nipis membuat cita rasanya asam, tapi bisa bertindak sebagai zat antioksidan.

    Biasanya lemon dan jeruk nipis dikonsumsi sebagai minuman atau dicampurkan pada masakan. Dalam artikel WebMD yang telah diverifikasi Zilpah Sheikh, MD, dan artikel Medical News Today verifikasi Natalie Butler, R.D., L.D., ada banyak cara sehat memanfaatkan setiap perasan lemon dan jeruk nipis sebagai berikut:

    1. Penambah Cita Rasa

    Lemon biasa digunakan untuk santapan yang lekat dengan olahan ikan dan untuk menguatkan rasa. Sementara jeruk nipis biasa digunakan untuk perasan santapan berkuah, sebagai penyeimbang masakan.

    Saat kamu memeras sari buah ke dalam air atau ke dalam hidangan yang lezat, air dua jenis jeruk yang segar ini memberikan vitamin dan mineral yang sama. Kedua jenis jeruk ini menjadi penyeimbang rasa, tanpa memberi tambahan kadar gula pada masakan.

    2. Menjadi Minuman

    Lemon dan jeruk nipis punya rasa yang kuat dan asam. Keduanya bisa dijadikan minuman yang segar dalam bentuk jus, bahkan juga bisa sebagai potongan irisan buah.

    Lemon dan jeruk nipis adalah tambahan pas untuk banyak minuman, baik yang panas atau dingin. Seperti menambahkan potongan lemon atau jeruk nipis ke dalam air untuk membuat air jeruk, infused water, hingga menggunakan lemon atau jeruk nipis untuk menambah rasa segar pada teh.

    Tapi, kedua buah ini punya rasa pahit pada kulitnya. Jadi saat dijadikan minuman atau campuran jus dengan buah lainnya, kulit buah harus dikupas terlebih dahulu.

    3. Pelengkap Bumbu Masakan

    Selain itu, lemon dan thyme biasanya jadi kombinasi terbaik untuk mengasinkan ayam dan ikan. Sementara itu, jeruk nipis cocok dengan bawang putih, yang bisa ditambah dengan bubuk cabai untuk mengasinkan daging. Saat memasak, kamu tak harus mengupas kulitnya, karena justru rasa pahitnya jadi memberi keunikan.

    4. Aromaterapi

    Kalau sudah beres menggunakan air perasannya, sisa kulit lemon dan jeruk nipis juga bisa jadi wewangian yang menenangkan. Tingkat keasaman yang tinggi, membuat kedua jeruk ini juga efektif dalam membunuh bakteri bahkan mengusir nyamuk. Makanya, kini banyak minyak esensial yang ditambah dengan ekstrak wangi lemon, jeruk nipis, dan buah jeruk lainnya sebagai aromaterapi.

    Manfaat Jeruk Lemon dan Jeruk Nipis Bagi Tubuh

    Lemon dan jeruk nipis adalah jenis buah jeruk dengan nutrisi dan manfaat kesehatan yang sangat mirip, meski asal keduanya berbeda. Lemon berasal dari pohon cemara kecil yang berasal dari Asia Selatan. Sementara beberapa jenis pohon jeruk menghasilkan jeruk nipis yang berasal dari Asia Tenggara.

    Baik lemon maupun jeruk nipis memiliki fungsi besar dalam pengobatan tradisional. Keduanya mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral yang memberikan berbagai manfaat kesehatan. Berikut 7 manfaat lemon dan jeruk nipis untuk menyehatkan tubuh:

    1. Memudarkan Kerutan Wajah

    Penuaan dini sangat dihindari oleh banyak wanita, karena bisa mempengaruhi penampilan. Selain perawatan dari luar, dorongan dari dalam juga perlu diperhatikan. Caranya dengan mengonsumsi vitamin C yang tepat, seperti lemon dan jeruk nipis.

    Vitamin C ini dapat membantu proses pembentukan kolagen, sehingga kulit menjadi kenyal dan bersinar. Tentunya, kerutan wajah juga memudar secara alami.

    2. Membantu Penurunan Berat Badan

    Beberapa sumber mengklaim bahwa mengkonsumsi lemon dapat membantu menurunkan berat badan. Bahkan tak jarang kita temui air lemon dan jus lemon segar, menjadi bagian dari tips diet penurunan berat badan.

    Namun, dikatakan saat ini tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa lemon, dapat membantu penurunan berat badan yang signifikan. Lemon bisa menjadi bagian dari diet sehat, tetapi kemungkinan juga tak lepas dari upaya mengurangi asupan kalori, olahraga teratur, dan peningkatan kualitas gaya hidup sehat.

    Darah tinggi bisa dipicu karena pola hidup yang tidak sehat. Seperti mengonsumsi makanan tinggi garam atau yang mengalami obesitas.

    Salah satu cara untuk menguranginya, bisa dengan mengkonsumsi lemon dan jeruk nipis secara rutin. Caranya dengan menambahkan jus lemon ke dalam air dan konsumsi langsung. Tapi tentu saja dengan pengawasan dokter dan diikuti dengan mengurangi makanan tinggi garam.

    Jika kamu mengonsumsi obat tekanan darah atau obat lainnya, harus konsultasi ke dokter sebab khawatir jeruk dapat menghambat kerja obat. Mengonsumsi air jeruk hanya sebagai selingan, bukan sebagai obat pengurang efek makan makanan banyak garam.

    4. Mencegah Penyakit Kronis

    Lemon dan jeruk nipis mengandung flavonoid, sebuah fitokimia yang memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti penyakit jantung dan gangguan metabolisme. Flavonoid memiliki sifat anti-inflamasi, antidiabetes, melawan kanker, dan neuroprotektif.

    Meski memang, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efeknya pada manusia. Penelitian tentang flavonoid masih dalam tahap awal.

    5. Meningkatkan Kesehatan Otak

    Lemon dan jeruk nipis juga dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan otak. Sebab, kedua buah citrus ini memiliki kandungan bahan kimia khusus yang dapat menjaga sel-sel otak aman dari zat beracun.

    Keduanya juga mengandung zat antioksidan tinggi, sehingga dapat melindungi terhadap kerusakan sel dan peradangan secara umum. Lemon dan jeruk nipis juga baik dikonsumsi rutin dalam mengurangi beberapa risiko penyakit otak, seperti parkinson dan alzheimer.

    6. Menjaga Kesehatan Gusi

    Kesehatan gigi sangat perlu diperhatikan. Permasalahan seperti gusi bengkak, berdarah, hingga gigi goyang kerap dialami oleh banyak orang. Biasanya karena dipicu kekurangan vitamin C. Untuk menjaga kesehatan gusi dan gigi, rutin mengkonsumsi lemon dan jeruk nipis dianjurkan.

    Namun, asam sitrat pada lemon dan jeruk nipis juga bisa berdampak buruk pada email gigi. Setidaknya tunggu sekitar 30 menit kalau ingin menggosok gigi setelah makan atau minum lemon dan dan jeruk nipis.

    7. Mengatasi Gejala Flu

    Musim hujan sedang berlangsung di Indonesia membuat sebagian orang mengalami gejala flu. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang menurun.

    Untuk menjaga kekebalan atau imunitas tubuh, pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang. Vitamin C adalah salah satu nutrisi yang asupannya harus terjaga.

    Bisa mengkonsumsi lemon dan jeruk nipis untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Jika mengkonsumsinya saat gejala awal flu, bisa membantu tubuh sembuh lebih cepat.

    Nah itulah tadi cara mengolah jeruk lemon dan jeruk nipis untuk sehari-hari. Ternyata banyak manfaat baik untuk tubuh, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 8 Manfaat Minum Air Jahe Secara Rutin, Bisa Turunkan Kolesterol

    Jakarta

    Jahe merupakan salah satu rempah yang umum digunakan sebagai bumbu dapur. Selain dipakai untuk memasak, jahe juga sering diolah menjadi minuman herbal yang menyehatkan.

    Sebab, jahe memiliki aroma kuat dan rasa sedikit pedas yang dapat memberikan efek hangat. Maka dari itu, rempah ini sering diolah menjadi air jahe untuk menghangatkan tubuh.

    Selain itu, ada sejumlah manfaat lain dari air jahe jika dikonsumsi secara rutin. Lalu apa saja manfaatnya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Manfaat Minum Air Jahe Secara Rutin

    Mengkonsumsi air jahe secara rutin ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Simak sejumlah manfaat dari air yang yang dilansir situs Healthline dan Medical News Today:

    1. Mengurangi Rasa Nyeri

    Manfaat yang pertama adalah dapat mengurangi rasa nyeri. Sebuah studi pada 60 orang dewasa penderita migrain menunjukkan bahwa jahe sebagai pengobatan tambahan diklaim lebih baik ketimbang mengkonsumsi obat pereda nyeri saja.

    Jahe ternyata dapat membantu menurunkan kadar kolesterol “jahat” atau LDL di dalam tubuh. Sedikit informasi, kadar kolesterol jahat yang tinggi berisiko menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti stroke dan serangan jantung.

    Salah satu cara untuk menurunkan kadar LDL adalah dengan minum air jahe secara rutin. Dalam penelitian yang diterbitkan Saudi Medical Journal, orang yang mengkonsumsi jahe setiap hari membantu menurunkan kadar trigliserida dan LDL yang dapat meningkatkan risiko stroke.

    3. Meringankan Mual dan Muntah

    Sedang mengalami gejala mual dan muntah? Jika iya, kamu bisa meredakannya dengan minum air jahe hangat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air jahe dapat mengatasi mual di pagi hari (morning sickness), pasca operasi, dan usai menjalani kemoterapi.

    4. Mengontrol Gula Darah

    Manfaat air jahe berikutnya adalah dapat mengontrol kadar gula darah. Sebuah studi terhadap penderita diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa kelompok yang rutin minum suplemen bubuk jahe merah setiap hari mengalami penurunan gula darah yang signifikan daripada kelompok yang hanya mendapat obat plasebo.

    5. Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan seperti sembelit dapat diatasi dengan minum air jahe secara rutin. Selain itu, rempah yang satu ini juga bisa meminimalisir terjadinya refluks asam lambung dan perut bergas.

    Selain melancarkan pencernaan, minum air jahe juga dapat menurunkan berat badan. Sebuah studi mengungkapkan bahwa orang yang minum air jahe panas setelah sarapan dapat memberikan efek kenyang, sehingga tidak mudah merasa lapar.

    7. Menjaga Kesehatan Kulit

    Air jahe juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Hal ini berkat kandungan antioksidan gingerol yang mampu melawan radikal bebas. Alhasil, kulit akan lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

    Selain itu, jahe juga dapat mencegah penuaan pada kulit seperti kulit keriput. Sebab, sifat antiinflamasi dalam jahe dapat melawan segala infeksi, sehingga membuat kulit tetap sehat.

    8. Mengandung Antioksidan Tinggi

    Jahe mengandung antioksidan tinggi yang dapat membantu melawan stres oksidatif, yakni ketidakseimbangan radikal bebas dan antioksidan yang menyebabkan kerusakan sel. Stres oksidatif dapat mengurangi enzim antioksidan dan menyebabkan peradangan di dalam tubuh, yang juga turut menyebabkan penuaan sel.

    Perubahan sel dapat menyebabkan penyakit yang berkaitan dengan usia, terutama yang dipicu oleh peradangan kronis, seperti Alzheimer, kanker, hingga diabetes. Nah, antioksidan di dalam jahe dapat membantu mengatasi radikal bebas di dalam tubuh.

    Apakah Aman Minum Air Jahe Secara Rutin?

    Mengutip MedicineNet, minum air jahe secara rutin diklaim aman bagi kebanyakan orang karena mengandung banyak manfaat. Namun, pastikan takaran jahe yang digunakan tidak berlebihan karena dikhawatirkan bisa menyebabkan efek samping.

    Sejumlah orang mungkin mengalami efek samping karena minum teh jahe, seperti kembung atau nyeri ulu hati. Apalagi jika seseorang sedang menjalani pengobatan terhadap penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

    Cara Membuat Air Jahe

    Untuk membuat air jahe, disarankan menggunakan takaran sekitar 3-4 gram jahe per harinya. Takaran ini berlaku untuk jahe dalam bentuk apa pun.

    Setelah menyesuaikan dengan takarannya, jahe bisa diiris terlebih dahulu, kemudian direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Setelah disaring, kamu bisa meminum air jahe selagi hangat.

    Jahe yang berbentuk suplemen bubuk juga dapat digunakan. Cukup seduh 2 gram (1 sdt) bubuk jahe dengan air hangat, lalu aduk hingga merata dan diminum langsung selagi hangat.

    Air jahe dapat dikonsumsi kapan saja sepanjang hari. Biasanya, air jahe lebih cocok sebagai minuman penambah energi di pagi hari agar lebih semangat dan bertenaga dalam menjalani aktivitas.

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Khasiat Teh Serai untuk Tubuh Plus Cara Membuatnya yang Simpel


    Jakarta

    Selain teh hitam atau teh hijau, kamu bisa memulai pagi dengan minum teh serai. Selain rasa khas herba yang nikmat, minum teh serai mendatangkan khasiat sehat berikut untuk tubuh.

    Serai atau sereh merupakan tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat dan bumbu masak tradisional di Indonesia. Serai yang terkenal dengan aroma harumnya juga bisa diracik jadi minuman sehat berupa teh serai.

    Manfaat Teh Serai bagi Kesehatan

    1. Sumber antioksidan


    Pada penelitian tahun 2005 oleh José Cheel, dkk. yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry terungkap serai mengandung beberapa antioksidan yang bisa membantu membersihkan radikal bebas dalam tubuh.

    Dalam hal ini, antioksidan yang perlu diperhatikan yaitu asam klorogenat, isoorientin, dan swertiajaponin. Antioksidan tersebut bermanfaat membantu mencegah disfungsi sel-sel di dalam arteri koroner.

    2. Bantu penurunan berat badan

    Salah satu, manfaat minum teh serai yaitu bisa membantu menurunkan berat badan dan mendukung metabolisme. Dalam hal ini, teh serai berperan sebagai teh detoks.

    Namun, sebagian besar penelitian mengenai serai dan penurunan berat badan sifatnya anekdot (bukan ilmiah). Pasalnya serai merupakan diuretik alami, jika seseorang meminumnya dalam jumlah cukup, kemungkinan berat badan akan turun.

    Umumnya, dengan mengganti minuman ringan/ manis lainnya dalam diet dengan teh herbal seperti teh serai bisa mencapai tujuan penurunan berat badan. Namun perlu dicatat, jangan minum teh serai saja dalam jumlah berlebihan. Hal ini bisa meningkatkan risiko efek samping.

    3. Kurangi kram saat menstruasi

    Teh serai mungkin bermanfaat sebagai obat alami untuk kram haid, kembung, maupun hot flashes (kondisi merasakan sensasi panas). Memang, tidak ada penelitian khusus mengenai serai dan PMS. Namun jika dilihat secara teori, khasiat serai yang menenangkan perut dan antiradang bisa membantu.

    Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research Trusted Source, minyak serai punya manfaat untuk membantu mendinginkan tubuh.

    Penting! Ini 5 Manfaat Konsumsi Teh Serai Untuk Kesuburan PasutriFoto: Getty Images/iStockphoto/A stockphoto

    4. Bantu mengatur kolesterol

    Kolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung. Teh serai di sini bisa berfungsi penurun pengatur kadar kolesterol.

    Sebuah penelitian tahun 2011 yang dilakukan oleh Gagan Shah, dkk. menunjukkan ekstrak minyak serai berguna dalam membantu menurunkan kolesterol pada hewan. Namun, penurunan kolesterol bergantung pada dosisnya.

    Pada tahun 2011, penelitian lebih lanjut pada tikus mengkonfirmasi bahwa keamanan jangka panjang hingga 100 mg minyak esensial serai setiap hari.

    Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah teh serai memiliki efek yang sama seperti minyak serai.

    5. Menyehatkan pencernaan

    Secangkir teh serai tak ubahnya obat alami dalam mengatasi sakit perut, kram perut, dan masalah pencernaan lainnya.

    Sebuah studi pada hewan pengerat tahun 2012 dalam National Institutes of Health, menunjukkan bahwa serai juga efektif melawan tukak lambung. Hasil studi menemukan minyak esensial dari daun serai dapat membantu melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat aspirin dan etanol.

    6. Mengurangi risiko kanker

    Kandungan citral dalam serai dianggap mempunyai kemampuan antikanker, terhadap beberapa jenis sel kanker. Beberapa komponen serai bermanfaat untuk membantu melawan kanker.

    Terkadang, teh serai digunakan sebagai terapi tambahan selama kemoterapi dan radiasi. Namun, hal ini hanya boleh digunakan di bawah bimbingan seorang onkolog (dokter yang fokus pada penyakit kanker).

    7. Bantu obati infeksi mulut dan gigi berlubang

    Minum air serai memiliki manfaat untuk mengobati penyakit mulut, karena sifat antimikrobanya.

    Menurut sebuah studi in vitro tahun 2012 oleh Lalit Kumar D Chaudhari, dkk. dari ACPM Dental College, India, minyak esensial serai memiliki kemampuan antimikroba terhadap bakteri Streptococcus mutans (bakteri yang paling bertanggung jawab atas kerusakan gigi).

    Penelitian lebih lanjut tahun 2015 oleh Aijaz Ahmad dan Alvaro Viljoen dalam National Institutes of Health, menemukan bahwa minyak serai dan ion perak mampu bekerja sama melawan beberapa jenis bakteri dan jamur secara in vitro (sebutan kultur suatu sel/jaringan/organ tertentu).

    Cara Bikin Teh Serai

    Manfaat Teh Serai untuk Kesehatan, Bisa Bikin Panjang Umur!Foto: Getty Images/iStockphoto/pimonpim

    Dilansir laman Healthline, berikut merupakan resep untuk membuat teh serai:

    Tuangkan 1 cangkir air mendidih di atas 1- 3 sendok teh serai kering.
    Lalu, seduh setidaknya selama 5 menit.
    Saring teh untuk menghilangkan ampasnya.
    Teh serai bisa dinikmati panas atau tambahkan es batu.

    Efek Samping Serai

    Secara umum, serai dianggap aman untuk dimasak. Namun jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek samping seperti dikutip dari laman Pharmeasy:

    Reaksi alergi seperti ruam dan gatal.
    Mulut kering.
    Kelelahan.
    Pusing.
    Sering buang air kecil.
    Nafsu makan meningkat.
    Beberapa orang dengan kondisi berikut, tidak boleh minum teh serai:
    Ibu hamil.
    Minum obat diuretik yang diresepkan.
    Punya kadar kalium rendah.
    Punya detak jantung rendah.

    Apakah Boleh Minum Teh Serai Setiap Hari?

    Teh serai boleh diminum secukupnya saja. Tidak ada penelitian yang cukup tentang teh serai untuk merekomendasikan berapa aturan minum rebusan serai standar untuk kondisi apa pun.

    Untuk membatasi risiko efek samping, mulailah dengan minum satu cangkir teh serai setiap hari.

    Pada dasarnya, teh serai hanyalah minuman yang membantu menunjang kesehatan tubuh. Maka, sebaiknya tidak boleh digunakan secara berlebihan dan dianggap mampu menyembuhkan beberapa penyakit.

    Untuk rekomendasi dosis, konsultasikanlah dengan dokter atau praktisi kesehatan alami yang berkualifikasi.

    Sebelum mengkonsumsi teh serai atau herba lain untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, disarankan untuk konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan efek sampingnya.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Siasat BPOM Kembangkan Fitofarmaka, Tekan Impor Bahan Baku Obat


    Jakarta

    Obat bahan alam atau fitofarmaka masih menemui banyak tantangan dalam pengembangannya. Baik dari sisi bahan baku hingga pengolahannya.

    Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Dian Putri Anggraweni, mengungkapkan perlunya inovasi dalam pengembangan obat bahan alam yang ternyata banyak tersedia di Indonesia.

    “Perlunya pengembangan obat bahan alam Indonesia dengan tepat, agar bisa menjadi produk berkelas secara global,” tutur Putri dalam keterangan tertulis, Kamis (16/10/2025).


    “Hal ini yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset bahan obat alam dan fitofarmaka nasional,” tambahnya.

    Hal ini juga disinggung oleh Sekretariat untuk International Regulatory Cooperation for Herbal Medicines Organisasi Kesehatan Dunia (WHO-IRCH), Pradeep Dua. Pihaknya juga telah merilis WHO Global Traditional Medicine Strategy 2025-2034.

    “Salah satu dari 4 tujuan utama dalam strategi ini berfokus pada regulasi. Regulasi ini tidak hanya membahas mengenai produk, melainkan juga mengatur masalah praktik dan praktisi pengobatan tradisional, komplementer, dan intergratif,” terangnya.

    Dalam mendukung bahan alami dari Indonesia sebagai obat, farmakolog Prof Raymond Tjandrawinata menggunakan tumbuhan dan hewan dari dalam negeri. Meski begitu, tetap dibutuhkan tahap uji klinis agar mendapatkan bukti ilmiah bahwa produk fitofarmaka yang dihasilkan aman dan berkhasiat.

    “Ketika kami masuk ke tahap uji klinis, kita perlu memiliki bukti ilmiah. Dengan pendekatan tersebut, akan lebih mudah memperoleh data yang baik pada fase klinis, dan berdasarkan pengalaman tersebut, jika desain baik mulai dari bahan baku aktif hingga produk jadi, maka produk herbal berbasis keanekaragaman hayati tidak kalah kualitasnya dibandingkan produk kimia,” tegasnya.

    Sebelumnya, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan tengah mengintensifkan perkembangan fitofarmaka Indonesia. Hal ini dilakukan demi menekan penggunaan bahan baku impor untuk obat-obatan di Indonesia.

    Taruna menyebut Indonesia memiliki potensi 30 ribu jenis tumbuhan baru, yang 18 ribu di antaranya digunakan sebagai jamu. Sementara 71 jenis yang berkembang menjadi obat herbal terstandar dan 20 yang menjadi fitofarmaka.

    “Kita punya ribuan kampus, at least BPOM sekarang sudah kerja sama 179 kampus-kampus besar dan industri. Jika digabungkan, keduanya ini maka nanti hasil ribuan jamu-jamuan itu bisa berkemban menjadi obat herbal terstandar,” jelas Taruna ketika ditemui awak media di Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2025).

    “Dan dari herbal terstandar ini, nanti bisa berpotensi menjadi obat,” punkasnya.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com