Tag: hewan

  • 5 Kebiasaan yang Bikin Rumah Bau, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Rumah yang wangi tentu menjadi idaman banyak orang. Tapi ada beberapa kebiasaan ini justru bisa bikin rumah bau.

    Ya, rumah bisa jadi bau karena kebiasaan penghuninya. Misalnya karena tidak buang sampah yang sudah menumpuk di dalam rumah.

    Selain itu, masih ada sederet kebiasaan yang bisa bikin rumah bau. Dilansir dari Southern Living, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Memandikan Hewan Peliharaan

    Jika punya hewan peliharaan di rumah, tentunya pemilik harus memandikannya. Kalau tidak dibersihkan atau dimandikan, justru bisa membuat rumah bau.

    Ketombe, bulu, dan rambut hewan peliharaan dapat menumpuk di permukaan dan lama kelamaan menimbulkan bau apek. Untuk menghilangkan bau ini, ahli kebersihan King dan Barton menyarankan untuk menggunakan pembersih berbasis enzim pada lantai dan memandikan hewan peliharaan setidaknya sebulan sekali.

    2. Ventilasi Kurang Baik

    Ventilasi yang kurang baik juga bisa menyebabkan rumah bau apek. Hal itu karena tidak ada aliran udara yang masuk. Tanpa ventilasi yang memadai, bau di rumah bisa terperangkap dan terus bertambah apalagi kalau ditambah tidak membuang sampah.

    3. Tidak Mencuci Karpet

    Apabila di rumah memakai karpet, tentu harus dicuci agar tidak berdebu dan bau. Hal itu karena karpet bisa menjadi sarang bau dari sel kulit mati, rambut hewan, maupun tumpahan air yang menumpuk.

    Setidaknya, cuci karpet setahun sekali untuk hasil yang maksimal. Mencuci karpet juga bisa membuat warna kembali hidup dan menjadi wangi.

    4. Tidak Menyiram Tanaman

    Tanaman hias bisa jadi dekorasi rumah yang menarik. Tapi kalau dibiarkan begitu saja bisa-bisa wanginya menghilang. Tanaman dan bunga yang mulai layu harus segera dibuang agar tidak menimbulkan bau.

    5. Tidak Membersihkan Kulkas

    Di kulkas bisa saja ditemukan makanan busuk. Apabila tidak dibuang, bisa-bisa bikin kulkas bau. Setelah makanan busuk atau kedaluwarsa dibuang baru bersihkan dengan air panas dan sabun.

    Cara terbaik untuk membersihkan bagian dalam kulkas adalah dengan melepas semua rak dan mengelapnya secara menyeluruh dengan sabun sebelum membilasnya dengan air panas. Disarankan juga untuk menggunakan cuka putih dan soda kue saat membersihkan kulkas secara menyeluruh untuk mendisinfeksi dan meningkatkan kualitas udara.

    Itulah beberapa kebiasaan yang bisa bikin rumah bau.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Dipakai Usir Tikus, Ternyata Baking Soda Tidak Seampuh yang Dikira!


    Jakarta

    Baking soda atau soda kue merupakan salah satu bahan multifungsi, bisa dipakai untuk membuat kue, menghilangkan bau di kulkas hingga jadi bahan pengusir serangga.

    Baking soda kadang-kadang juga dipakai untuk basmi tikus. Tapi apakah itu efektif?

    Menurut pemilik All-Safe Pest & Termite, Jeff Schumancher, secara umum baking soda bahan yang murah dan memang sangat membantu untuk mengendalikan hama, tapi tidak untuk tikus dan hewan pengerat lainnya.


    “Agar efektif, mereka (tikus) perlu banyak mengonsumsi baking soda, yang tidak mungkin terjadi karena tikus tidak menyukainya,” ujarnya, dikutip dari The Spruce, Rabu (26/11/2025).

    COO dan entomolog bersertifikat di Arrow Termite & Pest Conrol, Jacob Cohn, menjelaskan tikus tidak bisa mengeluarkan gas jadi kalau mereka makan baking soda dalam jumlah banyak, karbon dioksida akan menumpuk di dalam perut yang kemudian akan kembung dan membuatnya mati. Sekalipun berhasil, kata Cohn, itu adalah cara yang tidak manusiawi untuk memusnahkan tikus.

    “Tikus-tikus itu akan mengalami sakit perut yang parah dan menderita untuk sementara waktu sebelum mereka mati,” ungkapnya.

    Cara Usir Tikus dari Rumah

    Sebelum basmi tikus, Cohn menyarankan untuk mencegahnya masuk ke dalam rumah. Caranya dengan mengkombinasikan bau yang kuat dari minyak esensial peppermint dan citronela atau serai wangi.

    Selain itu, coba hilangkan sumber makanan tikus, baik makanan baru atau di tempat sampah, sekaligus bersihkan rumah agar tidak banyak barang berserakan. Schumacher pun setuju untuk merapikan barang-barang agar tidak jadi tempat persembunyian tikus.

    Di luar rumah, tikus bisa bersembunyi di tumpukan daun, semak-semak, dan tumpukan kayu.

    Cara lainnya adalah dengan menutup lubang-lubang yang bisa mereka masuki dengan sabut baja dan sealant. Bagian-bagian yang bisa ditutup contohnya seperti celah bawah pintu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lari Malam Aman Nggak? Ini Tips Penting biar Tetap Sehat & Nggak Bahaya

    Jakarta

    Lari menjadi salah satu olahraga yang diminati banyak orang dari berbagai kalangan. Selain karena tekniknya yang sederhana dan tidak memerlukan perlengkapan tertentu, lari juga dapat dilakukan dengan waktu yang fleksibel.

    Bagi beberapa orang, pagi hari menjadi waktu yang paling tepat untuk lari. Namun, tak sedikit juga yang memilih untuk berlari pada malam hari.

    Bagi detikers yang menyukai kegiatan lari pada malam hari, perlu menyimak beberapa tips di bawah ini agar olahraga kamu terasa lebih efektif dan menyenangkan.


    1. Menyiapkan peralatan lari yang tepat

    Peralatan yang tepat sebelum lari menjadi aspek penting agar terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Salah satu peralatan yang harus detikers siapkan yaitu perlengkapan cahaya, seperti rompi berlampu yang dapat menerangi jalan selama berlari.

    Penerangan sangat penting dikarenakan kondisi malam hari yang tidak mempunyai sinar matahari langsung seperti pagi hari.

    Berlari di malam hari memerlukan energi yang lebih banyak dibandingkan pagi hari. Hal ini dikarenakan tubuh sudah beraktivitas seharian, sehingga membutuhkan energi lagi untuk bergerak dan beraktivitas selama lari.

    Sebelum mulai berlari, pastikan detikers mengonsumsi makanan yang mudah dicerna namun tetap kaya akan nutrisi. Beberapa di antaranya seperti kacang, roti panggang, telur dadar, salad tuna, dan protein hewani lainnya termasuk dada ayam atau kalkun.

    3. Tentukan lokasi yang aman

    Penerangan yang minim pada malam hari membuat kita lebih sulit untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Untuk itu, sebelum mulai berlari, ada baiknya detikers menelusuri tempat yang akan digunakan sebagai lintasan lari. Selain itu, berlari dengan teman atau secara berkelompok juga lebih disarankan.

    4. Menyesuaikan kecepatan lari

    Saat berlari pada malam hari, detikers sebaiknya memperhatikan kecepatan lari. Ada baiknya langkah yang digunakan saat berlari pada malam hari lebih pendek namun lambat. Penyesuaian ini bertujuan untuk menjaga detikers dari rintangan yang tidak terlihat karena cahaya minim. Contohnya seperti batu, akar pohon, hingga jalan yang menanjak.

    5. Meningkatkan fokus terhadap keadaan sekitar

    Selain membutuhkan cahaya tambahan, berlari pada malam hari juga harus diiringi dengan fokus dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Sebaiknya detikers perlu menghindari distraksi seperti handphone atau mendengarkan musik saat berlari.

    Hal yang patut diwaspadai yaitu adanya keberadaan satwa liar, sebab hewan ini lebih banyak aktif pada malam hari. Sebagai antisipasi, detikers dapat membawa peluit atau alarm pribadi untuk mengusir hewan.

    Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan bagi detikers yang ingin berolahraga lari pada malam hari. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan diri dengan baik. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Ngopi di Lebak Bulus Bisa Sambil Main Futsal-Lihat Hewan di Mini Zoo



    Jakarta

    Melipir dari hiruk pikuk kota yang semrawut, traveler bisa ke Lebak Bulus. Ada kafe dengan kopi enak, sambil main futsal, bahkan kasih makan hewan di Mini Zoo.

    Terletak di Jalan Taman Sari 1 Nomor 77, Jakarta Selatan, kafe Bandarkopi ini cukup asri dan tenang, sehingga membuat pengunjung yang datang betah untuk berlama-lama.

    detikTravel berkunjung ke kafe yang posisinya sedikit masuk ke wilayah pemukiman ini pada Rabu (31/7) siang hari. Walaupun panas menyengat ubun-ubun, ketika sampai di Bandarkopi suasana langsung berubah 180 derajat.


    Teduh pepohonan yang ada di sana membuat kesejukan menemani siang ini. Biasanya coffee shop akan ramai saat sore hari. Namun di Bandarkopi, sekitar pukul 11.00 WIB, pengunjung sudah mulai ramai.

    Banyak spot yang bisa dijajal pengunjung untuk berfoto di sini, baik di area dalam kafe maupun area luarnya.

    Bandarkopi Lebak BulusBandarkopi Lebak Bulus Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    detikTravel memilih untuk berdiam di area luar, duduk di bawah pohon-pohon jati membuat kesan seperti tengah berada di kebun dengan ditemani segelas Green Apple Yakult yang segar dengan harga Rp 35.000.

    “Di sini lumayan menampilkan sesuatu yang berbeda dari yang biasa ada di Jakarta, jadi intinya lumayan menghibur karena di Jakarta penuh sesak sama tempat yang lebih konsumtif gitu ta minim ruang terbuka,” kata Sindia dari Bandarkopi kepada detikTravel.

    “Kalau di sini karena emang banyak aktivitasnya, jadi mau AC-AC tetap ada kalau panas, tapi jam-jam yang udah menuju ke sore gini kan nggak terlalu panas jadi bisa di sini (area piknik),” tambah Sindia.

    Berikut Beberapa spot yang bisa dinikmati di Bandarkopi:

    1. Mini Zoo

    Di tempat ini juga memiliki mini zoo yang bisa didatangi oleh pengunjung, terdapat beberapa jenis unggas hingga rusa-rusa yang lucu. Untuk bisa memberi makan rusa, pengunjung akan dikenakan biaya minimum di Bandarkopi seharga Rp. 150.000.

    Bandarkopi Lebak BulusLihat rusa di Mini Zoo Bandarkopi Lebak Bulus Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    2. Galeri

    Semesta Gallery merupakan satu di antara yang lain fasilitas di kawasan Bandarkopi. Galeri ini juga memamerkan berbagai karya yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

    3. Memanah

    Untuk bisa mencoba memanah di Bandarkopi ini pengunjung hanya bisa menjajalnya di hari Jumat hingga Minggu, dengan harga yang dibanderol sebesar Rp 35.000.

    Bandarkopi Lebak BulusBisa piknik di Bandarkopi Lebak Bulus Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    4. Area Piknik

    Bagi pengunjung yang datang ke Bandarkopi bersama keluarga dan teman-teman, ingin merasakan situasi yang berbeda. Bisa menikmati suasana sejuk dengan piknik di area hijau nan sejuk ini.

    “Iya ini ada minimum spent-nya tadi juga baru tahu sih Rp 200.000 minimum spent-nya terus dapat free set up (untuk piknik),” jelas Sindia.

    5. Lapangan Futsal

    Ada pula lapangan futsal di kawasan ini yang bisa dinikmati oleh pengunjung, tak hanya digunakan untuk bermain bola. Lapangan ini juga bisa dinikmati oleh si kecil untuk bereksplorasi atau sekadar bermain.

    Bandarkopi tak hanya menyuguhkan kesegaran dari minuman-minumannya, terdapat beberapa camilan hingga makanan berat yang bisa dicoba oleh pengunjung.

    Jam Buka dan Harga

    Bandarkopi buka dari hari Senin-Kamis mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Sedangkan untuk hari Jumat-Minggu, kafe ini buka dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

    Rata-rata harga makanan dan minuman di Bandarkopi dibanderol mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 65.000. Traveler bisa mampir ke sini untuk menghabiskan akhir pekan.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jakarta Aquarium & Safari, Wisata Akuarium di Dalam Mall Neo Soho


    Jakarta

    Di Jakarta terdapat akuarium besar tempat tinggal ribuan hewan akuatik yang berada di dalam mall lho yaitu Jakarta Aquarium & Safari. Di sana kamu juga bisa menemukan satwa non akuatik seperti burung macaw, ular piton, hingga binturong.

    Jakarta Aquarium merupakan akuarium indoor di bawah naungan Taman Safari Indonesia yang bekerja sama dengan Aquaria KLCC Malaysia. Tempat ini cocok banget buat traveler yang mau berwisata edukasi bersama anak dan keluarga di akhir pekan.

    Tak sedikit juga pengunjung yang datang bersama pasangan untuk aquarium date, lho. Penasaran dengan destinasi wisata di Jakarta satu ini? Cek informasi selengkapnya mengenai Jakarta Aquarium di bawah ini.


    Aktivitas Seru di Jakarta Aquarium

    Ada banyak kegiatan seru yang dapat kamu lakukan di Jakarta Aquarium & Safari. Berikut penjelasan yang dikutip dari website resminya.

    1. Melihat Koleksi Hewan

    Traveler bisa menemukan sekitar 3.500 spesies satwa di Jakarta Aquarium. Hewan akuatik yang dapat kamu lihat seperti ikan pari, bintang laut, ubur-ubur, kuda laut, hiu, hingga penguin.

    Tidak hanya itu, di area akuarium indoor seluas 1 hektare ini terdapat koleksi hewan eksotis (non akuatik) seperti ular piton, meerkat, lemur, burung makaw, sampai kapibara.

    2. Menonton Pertunjukan (Show)

    Jakarta Aquarium menjadi pilihan tepat untuk menikmati akhir pekan. Aquarium Mal pertama di ibukota ini pun memiliki beraneka biota laut yang unik dan menarik.Pertunjukan putri duyung (mermaid) di Jakarta Aquarium & Safari. (Agung Pambudhy)

    Pengunjung dapat menyaksikan beberapa show menarik yang digelar setiap harinya di Jakarta Aquarium & Safari. Seperti pertunjukan Pearl of The South Sea yang menampilkan gabungan aksi panggung dan tari bawah air oleh putri duyung.

    3. Menyaksikan Pemberian Makan Hewan

    Kamu bisa melihat pemberian makan satwa harian pada waktu-waktu tertentu. Seperti feeding time di akuarium utama pada jam 16.30 setiap harinya, hewan berang-berang pada jam 11.10 dan 14.10 di zona 3, dan singa laut di zona 13 pada pukul 14.00 dan 16.00/17.00 WIB.

    4. Berinteraksi dengan Hewan

    Jakarta Aquarium & SafariPengunjung berinteraksi dengan hewan di Jakarta Aquarium & Safari. (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

    Menariknya lagi, pengunjung dapat berinteraksi lebih dengan para satwa di Jakarta Aquarium & Safari. Kamu bisa mengelus ular, menyentuh burung, sampai memegang dan memberi makan penguin. Tenang saja, akan ditemani petugas penjaganya kok jadi traveler tidak perlu takut.

    5. Makan Ditemani Penguin

    Di Jakarta Aquarium & Safari terdapat Pingoo Restaurant yang menyajikan berbagai menu seafood, Indonesia, dan western yang lezat. Di sini kamu dapat bersantap sembari ditemani penguin yang berada di dalam akuarium. Pastinya Si Kecil bakal makan dengan lahap. Lokasi restoran ini terletak di lantai LG Neo Soho ya.

    6. Bersantap Romantis Bersama Pasangan

    Acara Jakarta Aquarium di bulan Desember.Dinner romantis di Anemone Private Dining, Jakarta Aquarium. (dok Jakarta Aquarium)

    Selain itu, kamu bisa bersantap romantis dengan pasangan di Anemone Private Dining. Makan malam di sini bakal ditemani ratusan ikan yang berenang-renang di akuarium. Suasana romantis yang tercipta pastinya membuat momen bersantap ini tidak akan terlupakan.

    7. Berfoto

    Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).Jakarta Aquarium & Safari (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Jakarta Aquarium & Safari memiliki banyak sekali spot Instagramable yang cocok banget untuk berfoto. Jadi jangan sampai melewatkannya ya!

    Di sana traveler bisa berfoto dengan dengan latar sejumlah akuarium. Terdapat pula zona rainforest bak hutan betulan yang pas banget jadi spot foto. Kamu juga dapat mengabadikan momen saat sedang berinteraksi dengan hewan-hewan yang ada.

    Lokasi dan Cara ke Jakarta Aquarium

    Jakarta Aquarium & Safari terletak di dalam Neo Soho Mall Lt. LG-LGM 101. Lokasi mall berada di Jl. Letjen S. Parman, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

    Kamu dapat menuju Jakarta Aquarium menggunakan kendaraan pribadi maupun umum seperti KRL, Transjakarta, dan transportasi online.

    Bila menggunakan kereta, traveler bisa turun di Stasiun Grogol dan lanjut menaiki ojek atau taksi online menuju lokasi. Jika memakai Transjakarta, bisa naik bus koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit) atau 9E (Kebayoran-Jelambar) lalu turun di halte Podomoro City Grogol.

    Kalau menggunakan transportasi online, kamu dapat langsung memesan perjalanan dengan rute ke Mal Neo Soho saja.

    Jam Buka Jakarta Aquarium

    Jakarta Aquarium & Safari buka setiap hari dari jam 10.00-21.00 WIB. Jam terakhir masuk ke akuarium indoor ini yaitu pukul 19.00 WIB.

    Pengunjung yang ingin menonton show, berikut jadwalnya:

    • Pearl of The South Sea: Selasa-Kamis (13.00), Jumat (13.30), Sabtu-Minggu dan libur nasional (13.00, 15.00, 17.00)
    • Guardian of The River: Senin-Jumat (15.00).

    Berikut jadwal feeding animal harian yang bisa kamu saksikan:

    • Berang-berang (Zona 3): 11.10 dan 14.10 WIB
    • Binturong (Zona 5): 11.30 dan 14.30 WIB
    • Penguin (Pingoo): 12.00 dan 16.00 WIB
    • Parade Penguin (Pingoo): 13.40 WIB
    • Singa laut (Zona 13): 14.00 dan 17.00 (weekday), 14.00 dan 16.00 (weekend)
    • Piranha (Zona 10): 15.40 WIB
    • Akuarium utama (Zona 12): 16.30 WIB.

    Tiket Masuk Jakarta Aquarium

    Untuk masuk ke Jakarta Aquarium & Safari, kamu perlu membeli tiket terlebih dahulu. Tiket bisa dibeli langsung atau offline maupun secara online. Dilansir akun Instagram resinya, berikut opsi tiket Jakarta Aquarium yang dapat dibeli:

    • Tiket Jakarta Aquarium Weekday Regular: Rp 160.000 (dewasa), Rp 125.000 (anak-anak)
    • Tiket Jakarta Aquarium Weekday Premium: Rp 200.000 (dewasa), Rp 150.000 (anak-anak)
    • Tiket Jakarta Aquarium Weekend Regular: Rp 185.000 (dewasa), Rp 150.000 (anak-anak)
    • Tiket Jakarta Aquarium Weekend Premium: Rp 225.000 (dewasa), Rp 175.000 (anak-anak).

    Sebagai informasi, kategori tiket anak berlaku untuk pengunjung usia 2-6 tahun dengan maksimal tinggi badan 120 cm. Anak di bawah 2 tahun tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Sementara kategori tiket dewasa berlaku bagi pengunjung berusia 6 tahun ke atas dengan tinggi badan di atas 120 cm.

    Tiket masuk termasuk berinteraksi dengan hewan serta menyaksikan pertunjukan. Tiket premium mendapat keuntungan tambahan yaitu akses keluar masuk area selama 4 jam, bermain games interaktif, snack dan welcome drink di premium lounge, serta voucher promo sejumlah tenant makanan dan minuman di mall.

    Jakarta Aquarium & Safari memiliki dua penghuni baru. Kedua satwa unik itu adalah Naga Laut (Sea Dragon) dan Gurita Raksasa (Giant Pacific Octopus).Jakarta Aquarium & Safari (Grandyos Zafna/detikcom)

    Cara Beli Tiket Masuk Jakarta Aquarium

    Tiket masuk Jakarta Aquarium & Safari bisa kamu beli secara online agar lebih praktis dan tanpa antre. Berikut langkah-langkahnya:

    • Akses website jakartaaquariumsafari.com di browser
    • Pada halaman utama klik Pesan Tiket Sekarang
    • Isi data diri di halaman Pembelian Tiket
    • Tentukan tanggal kunjungan
    • Pilih opsi tiket dan jumlah yang diinginkan
    • Klik Lanjutkan Pembayaran pada bagian bawah
    • Cek detail pemesanan tiket dan pilih metode pembayaran
    • Selesaikan pembayaran segera
    • Tiket masuk Jakarta Aquarium & Safari pun berhasil dipesan.

    Nah, itu tadi informasi lokasi, jam buka, hingga harga tiket Jakarta Aquarium & Safari. Informasi tambahan, pengunjung tidak diperkenankan membawa masuk makanan dan minuman dari luar ke area Jakarta Aquarium & Safari ya.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ada si ‘Raja Biawak’ di Balik Keindahan Rawa Talanca



    Sukabumi

    Di balik keindahan Rawa Talanca Sukabumi, ada cerita tentang si Raja Biawak yang ‘menguasai’ tempat itu. Bagaimana kisahnya?

    Rawa Talanca berlokasi di Kampung Talanca, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Rawa ini dikenal sebagai spot favorit para pemancing.

    Di lokasi yang merupakan bagian dari kali atau sungai mati itu, siapa saja bebas melontarkan kail mereka. Berbagai jenis ikan menanti untuk dipancing di rawa ini.


    Namun, siapa sangka, di balik rimbunnya tanaman eceng gondok, tersembunyi seekor biawak yang konon berukuran besar, bahkan nyaris mencapai panjang 1,5 meter.

    Warga setempat bahkan menjuluki hewan tersebut sebagai ‘Raja Biawak’. Amih Raram (60), seorang pemilik warung kecil di sekitar rawa, tak akan pernah melupakan hari saat ia pertama kali bertemu sang ‘Raja Biawak’.

    Suara gedebuk keras mengagetkannya sore itu. Penasaran, Amih segera mendekati sumber suara, dan apa yang ia lihat benar-benar membuatnya terpaku.

    “Awalnya saya kira suara itu cuma hewan biasa, tapi waktu saya lihat ternyata ada dua ekor biawak sedang kawin. Yang satu besar sekali, panjangnya kurang lebih 1,5 meteran. Rasanya merinding waktu itu,” cerita Amih dengan raut wajah serius, belum lama ini.

    Saat berada di lokasi, kondisi sekitar rawa itu hampir setengah permukaannya tertutup eceng gondok. Tidak heran, tanaman dengan bunga berwarna ungu atau biru muda ini memang dikenal berkembang biak dengan cepat.

    Rawa Talnaca di Kabupaten Sukabumi.Rawa Talnaca di Kabupaten Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    Sekilas, seekor biawak terlihat berenang dengan tenang menuju rimbunan eceng gondok, namun ukurannya hanya beberapa sentimeter, bukan sang ‘Raja Biawak’ yang diceritakan Amih.

    “Bukan itu, itu mah yang kecil. Walau ukurannya hanya segitu, tapi sudah beberapa kali bikin repot karena memangsa ayam peliharaan saya. Tapi mau bagaimana lagi, warung saya memang dekat sekali dengan rawa,” tukas Amih sambil tersenyum, seolah mengerti saat detikJabar menatap lekat biawak kecil itu.

    Amih mengungkap, tidak sedikit orang yang datang ke rawa untuk berburu biawak. Beberapa dari mereka bahkan membawa senapan angin. Biawak-biawak itu, katanya, diburu untuk dimakan dagingnya, yang konon dipercaya memiliki khasiat dalam mengobati penyakit gatal.

    “Entah benar atau tidak, tapi beberapa dari mereka bilang daging biawak yang dimasak dan dibumbui itu enak dan bagus untuk mengobati penyakit gatal. Kalau saya mah, boro-boro. Ngebayanginnya saja sudah geli,” ujar Amih lirih.

    Kembali ke soal Raja Biawak, Amih menjelaskan bahwa hewan besar itu biasanya muncul ketika air di rawa naik atau setelah hujan deras.

    Biawak tersebut sering terlihat berenang di antara rimbunan eceng gondok atau naik ke permukaan dan berjalan di pinggiran rawa.

    “Kalau lihat manusia, biasanya dia tidak langsung lari. Dia tidak akan menyamperi, tapi kalau merasa terancam, ya, dia akan menghindar. Kalau tidak didekati, dia tidak akan kabur. Tapi, kalau saya sih ngeri, ya, melihatnya saja sudah bikin takut,” pungkasnya.

    Keberadaan biawak raksasa tersebut tidak mjadi suatu yang menakutkan bagi para pehobi mancing di daerah tersebut. Bagi mereka, Rawa Talanca adalah sebuah berkah.

    Dengan ketenangan airnya yang dalam, rawa ini memang menjadi tempat favorit bagi para pemancing dari desa sekitar karena habitat ikannya yang beragam.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Tips Sebelum Berkunjung ke Bali Zoo, Destinasi Favorit Keluarga di Bali



    Jakarta

    Bali Zoo adalah salah satu taman satwa paling populer di Bali yang menawarkan pengalaman wisata edukatif sekaligus menyenangkan. Terletak di Gianyar, Bali, Bali Zoo menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin mengenal lebih dekat berbagai macam satwa dari seluruh dunia.

    Tidak hanya melihat beragam hewan, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman seru seperti Elephant Expedition, di mana kamu bisa berinteraksi langsung dengan gajah sambil menjelajahi Bali Zoo.

    Agar kunjunganmu ke Bali Zoo semakin seru dan nyaman, berikut 5 tips yang bisa kamu ikuti!

    1. Pakai Pakaian yang Nyaman

    Saat berkunjung ke taman satwa Bali, kamu akan banyak berjalan-jalan di area terbuka. Kenakan pakaian yang ringan dan nyaman, seperti kaos dan celana pendek, serta sepatu yang cocok untuk berjalan jauh. Jangan lupa bawa topi dan kacamata hitam untuk melindungi diri dari terik matahari!


    2. Bawa Sunblock dan Air Minum

    Cuaca di Bali bisa cukup panas, jadi pastikan kamu membawa sunblock untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Selain itu, bawa juga air minum sendiri agar tetap terhidrasi sepanjang perjalanan mengelilingi Bali Zoo.

    3. Datang Lebih Awal

    Agar kamu bisa menikmati semua atraksi dan aktivitas yang ada, usahakan datang lebih awal. Bali Zoo memiliki berbagai pertunjukan satwa yang diadakan pada waktu tertentu. Dengan datang pagi, kamu punya kesempatan lebih banyak untuk mengikuti setiap acara tanpa terburu-buru.

    4. Coba Elephant Expedition

    Selain melihat satwa dari jarak dekat, jangan lewatkan Elephant Expedition, salah satu atraksi andalan di Bali Zoo. Kamu bisa menaiki gajah dan menjelajahi area khusus sambil berinteraksi langsung dengan hewan besar ini. Pastikan untuk mencoba pengalaman unik ini bersama keluarga!

    5. Beli Tiket Secara Online

    Untuk menghindari antrean panjang, disarankan untuk membeli tiket masuk Bali Zoo secara online. Dengan begitu, kamu bisa lebih santai dan langsung menikmati keseruan di dalam taman. Kamu bisa membeli tiket dengan mudah di detikevent.

    Dengan mempersiapkan semua kebutuhan sebelum berkunjung ke Bali Zoo, pengalaman liburanmu bersama keluarga pasti akan semakin menyenangkan dan tak terlupakan.

    Ikuti tips-tips di atas agar perjalananmu lebih nyaman dan penuh keseruan. Jangan lupa, beli tiket secara online di detikevent untuk menghemat waktu dan menikmati Bali Zoo tanpa antre! Beli tiketnya sekarang juga di sini!

    (ddn/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bekantan, Maskot Ancol, Ada di Faunaland



    Jakarta

    Siapa bilang harus pergi jauh ke Kalimantan untuk melihat bekantan? Di Faunaland Ancol pengunjung dapat menikmati pengalaman dekat dengan bekantan.

    Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata langka yang berasal dari Kalimantan. Lewat hidungnya, traveler akan langsung mengingat maskot tempat wisata di Dufan.

    Bekantan memiliki warna bulu yang bervariasi yaitu coklat kemerahan hingga orange. Bukan cuma memiliki pembeda pada hidung panjangnya, ternyata primata ini pandai berenang lho!


    Faunaland Berlokasi di Ecovention Building – Ecopark, Jalan Lodan Raya, Pademangan, Ancol, Jakarta Utara, dekat juga dengan Stasiun KRL Ancol.

    detikTravel datang ke sana, Selasa (24/09/2024) untuk bertemu langsung dengan primata endemik Kalimantan itu. Saat tiba, kami menyebrangi jembatan berwarna coklat tua dengan nuansa keasrian pohon-pohon, menjadikan perjalanan menuju primata unik ini semakin mengesankan.

    Saat tiba, bekantan sedang santai. Di sini traveler bisa mengamati perilaku, karakteristik, warna bulu, cara makan, dan bentuk fisiknya secara lebih dekat.

    Bekantan di Faunaland, Ancol, Jakarta UtaraBekantan di Faunaland, Ancol, Jakarta Utara (Amalia Novia Putri/detikcom)

    “Ciri fisik khas bekantan ada di hidungnya, perbedaan fisik terlihat jelas pada 1 bekantan jantan bernama Simon memiliki hidung yang besar dan panjang, 2 bekantan betina bernama Melani dan Stephani anaknya memiliki hidung cenderung lebih pendek. Hidung pada bekantan jantan jika semakin besar dan panjang menjadi daya tarik lebih bagi bekantan betina,” kata Febri, dokter hewan di Faunaland.

    Selain memiliki ciri fisik yang mencolok yaitu hidung besar dan panjang yang khas, bekantan juga memiliki kemampuan luar biasa dalam hal berenang. Mereka hidup di sepanjang sungai dan hutan bakau, menjadikannya primata yang sangat terampil menyelam di dalam air.

    “Tak hanya bergelantungan di ranting-ranting pohon maupun di pagar kandang, bekantan juga pandai berenang karena memiliki selaput di sela-sela jari kakinya,” ujar Febri.

    Selain adanya edukasi kepada pengunjung, Faunaland juga mengambil langkah dalam menjaga kelestarian bekantan, dari ancaman kepunahan melalui upaya konservasi. Itu sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup bekantan yang terancam punah, dengan memantau dan menjaga perkembang-biakan bekantan dengan teknologi USG, agar memastikan kesehatan dan pertumbuhan janin bekantan.

    “Kita mencoba untuk mengembangbiakan bekantan. kita terus pantau perkembangannya, biasanya saat sudah satu bulan kemungkinan perkembangbiakan berhasil, kita terus pantau dan USG untuk menjaga kehamilan bekantan betina” kata Febri.

    Dikutip dari WWF.id masa depan bekantan berada dalam keadaan yang bisa dibilang kritis. Satwa khas dari Kalimantan ini banyak diburu untuk dikonsumsi dagingnya karena dipercaya dapat menambah stamina. Selain itu, bekantan banyak diperdagangkan untuk dipelihara. Karena inilah populasi bekantan di habitatnya terus menerus dan terancam punah (9/01/2024).

    Faunaland Ancol bisa dikunjungi mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB setiap hari. detikTravel menyarankan datanglah pagi karena selain bisa melihat primata bekantan traveller juga bisa melihat siamang putih di pulang amang dengan menaiki sampan di perairan Faunaland.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gedung di Surabaya yang Dijaga 2 Singa Sejak 123 Tahun yang Lalu



    Surabaya

    Di Surabaya, ada bangunan kolonial Belanda yang dinamakan Gedung Singa. Itu karena gedung ini dijaga oleh dua ekor singa sejak 123 tahun yang lalu.

    Gedung Singa beralamat di Jalan Jembatan Merah No 19 Surabaya. Gedung ini memiliki keunikan yang jadi ciri khasnya yakni dua patung singa yang diletakkan di depan Gedung.

    Kenapa ada dua patung Singa menjaga gedung tersebut?


    Dilansir dari buku Alweer een sieraad voor de stad: Het werk van Ed. Cuypers en Hulswit-Fermont in Nederlands-Indië 1897-1927 karya Obbe Norburis, Gedung Singa yang saat ini sudah berusia 123 tahun, awalnya bernama Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Tunjangan Hidup).

    Sejak zaman dahulu, orang-orang Surabaya sering menyebut gedung yang dibangun pada tahun 1901 ini dengan nama Gedung Singa karena ada patung dua ekor singa yang ‘berjaga’ di depan pintu masuk.

    Patung Singa di depan pintu masuk utama gedung itu memiliki sepasang sayap. Singa bersayap ini jelas bukan merupakan singa lokal, melainkan terinspirasi dari sosok singa yang berasal dari luar negeri, seperti yang ada di Mesir.

    Gedung Singa SurabayaGedung Singa Surabaya Foto: Firtian Ramadhani

    Dalam budaya Mesir Kuno, singa dipandang sebagai hewan istimewa. Dengan nama latin Panthera leo, singa diasosiasikan dengan matahari dan Firaun, mewakili kekuatan hidup dan mati di Mesir Kuno.

    Karena itu, di bagian dada kedua Singa terdapat simbol matahari. Citra singa juga digunakan untuk objek kehidupan sehari-hari, seperti dengan kursi dan tempat tidur. Tidak hanya itu, dua patung singa di depan Gedung itu juga bisa digunakan sebagai perlindungan.

    Sejarawan Begandring Soerabaia Kuncarsono Prasetyo menjelaskan terkait alasan mengapa ada dua patung singa di depan Gedung Singa tersebut.

    Ia mengatakan bahwa peletakan patung singa itu didasarkan pada simbol teologi Yunani dengan arti kemakmuran.

    “Itu ada banyak filosofi, jadi tidak hanya patung singa saja. Lukisan atasnya juga memiliki banyak filosofi. Kalau singa itu bersayap simbol Yunani, itu teologi Yunani tentang kemakmuran. Di atas itu di lukisan lebih konkret lagi memaknai,” terang Kuncar, Kamis (17/10) lalu.

    Gedung Singa SurabayaGedung Singa Surabaya Foto: Firtian Ramadhani

    Lukisan porselen di bagian atas Gedung Singa juga dinilai Kuncar memiliki makna filosofi yang mendalam. Pasalnya, terdapat simbol Eropa kuno menggambarkan perkawinan dengan simbol-simbol pribumi dengan wujud perempuan berkebaya menggendong anak.

    “Ada juga simbol lain, menggendong bayi dan mengangkat bayi. Kakinya salah satu menghadap di salah satu sisi. Kemudian, ada angka 1880 dimana itu peringatan jaringan Asuransi pertama kali dibuka di Belanda,” jelasnya.

    Pada tahun 1957, Gedung Singa yang terletak di Jalan Jembatan Merah itu dinasionalisasi oleh PT Jiwasraya. Hingga kini, Gedung Singa tetap menjadi aset dari Jiwasraya.

    Namun sekarang, kantor asuransi itu telah berpindah ke tempat lain mengikuti perkembangan zaman. Kantor Asuransi Jiwasraya telah pindah ke tempat yang lebih modern.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Seru Juga Safari Malam di Taman Nasional Way Kambas



    Jakarta

    Menyaksikan gajah tidak hanya pada siang hari. Taman Nasional (TN) Way Kambas yang berada di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung menyajikan wisata baru yakni safari malam.

    detikcom mencoba wisata yang pertama kali disajikan oleh pihak TN Way Kambas pada Januari 2024 lalu. Keseruan mulai terasa sejak awal perjalanan, dengan menggunakan kendaraan khusus, kami akan diajak berkeliling kawasan hutan untuk menyaksikan tingkah hewan seperti Gajah Sumatera, Kijang, kancil, tapir dan berbagai jenis hewan nokturnal lainnya.

    Masing-masing kendaraan akan ditempatkan seorang tour guide yang bertugas untuk memberikan informasi terhadap semua jenis hewan yang ditemui dalam perjalanan ini.


    Untuk lama waktu berkeliling di hampir semua kawasan TN Way Kambas, pihak pengelola memberikan waktu selama dua jam.

    Ketua Koperasi Wisata Gajah Alam Sejahtera TN Way Kambas Tengku Dedi Surya mengatakan inovasi safari malam ini untuk memberikan sensasi berbeda bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kegiatan hewan yang jarang muncul di siang hari.

    “Wisata malam di Way Kambas yang pasti kita bisa melihat satwa yang ada di TNWK ini. Kita bisa lihat Rusa, perilaku gajah di malam hari, kalau beruntung kita bisa melihat tapir terus yang paling sering kita lihat itu adalah jenis hewan primata dan musang,” katanya, Minggu (16/2/2025).

    Dedi menjelaskan selama beberapa bulan belakangan, wisata Safari Malam di TN Way Kambas mulai mengalami peningkatan dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

    “Kalau untuk wisatawan malam itu memang tidak seramai wisata siang hari ya. Namun, belakangan mulai meningkat. Karena untuk treknya itu juga cukup menantang ya, jadi tidak hanya di seputar kandang ini melainkan kita melihat langsung ke jalur yang selalu dicintai oleh Rusa maupun satwa lain,” jelasnya.

    Nah, bagi yang tertarik menikmati sensasi berwisata alam liar di malam hari bisa langsung datang ke TN Way Kambas yang berada di Lampung Timur. Traveler cukup membayar Rp 500 ribu untuk satu wisatawan.

    Artikel ini telah tayang di detiksumbagsel

    (sym/sym)



    Sumber : travel.detik.com