Tag: hidden gem

  • Magic Coffee hingga Tiramisu Creamy di Kafe ‘Hidden Gem’ di Bandung


    Jakarta

    Di ujung jalan Alkateri ada kafe ‘tersembunyi’ yang punya menu-menu enak. Mulai dari racikan kopi hingga tiramisunya sayang untuk dilewatkan.

    Fenomena menjamurnya kedai kopi juga terjadi kota kembang atau Bandung. Mulai dari kafe-kafe lokal hingga kafe yang sudah mendunia bisa ditemukan di Bandung.

    Salah satunya ialah Blue Doors. Sesuai dengan namanya, kafe yang menawarkan racikan kopi hingga kue-kue yang enak ini berada di balik sebuah pintu kecil berwarna biru.


    Konsepnya unik, dengan memadukan bangunan tua dengan tren kopi kekinian membuat banyak pengunjung betah berlama-lama di kafenya. Usut punya usut, kafe ini bahkan telah memiliki cabang di luar negeri.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Blue Doors
    Alamat Jalan Alkateri No.2, Braga, Bandung
    No Telp 022-20540614
    Jam Operasional

    Senin, Rabu-Kamis, Sabtu-Minggu, 09.00 – 22.00 WIB

    Selasa, 10.00 – 22.00 WIB

    Jumat, 07.00 – 22.00 WIB

    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 60.000
    Tipe Kuliner Kafe
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Area Merokok
    • dll
    Magic Coffee hingga Tiramisu Creamy di Kafe 'Hidden Gem' di BandungKafe hidden gem ini memanfaatkan bangunan tua yang unik. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Berada di gedung tua yang ikonik

    Blue Doors menggunakan nama yang diartikan sebagaimana bentuk kafenya. Untuk memasuki kafe ini hanya ada sebuah pintu berwarna biru kecil yang menyempil di antara bangunan-bangunan kuno di Jalan Alkateri.

    Ketika memasuki area kafe, pengunjung akan menemukan tulisan yang sudah pudar berukuran besar pada dindingnya. Adalah tulisan yang terbaca sebagai Toko Medan masih tampak dengan tipis pada salah satu sisi temboknya.

    Konsep suasana yang dihadirkan bergaya industrial pada ruangan indoornya. Tetapi dilengkapi dengan peralatan kopi yang canggih dan lengkap, terutama untuk manual brew.

    Cabangnya yang mendunia

    Magic Coffee hingga Tiramisu Creamy di Kafe 'Hidden Gem' di BandungTak hanya ada di dalam negeri, salah satu cabang kafe ini juga buka di Australia. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Sejauh ini Blue Doors telah memiliki beberapa cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Awalnya Blue Doors berdiri di Bandung, yang kini telah menjadi dua cabang yaitu di Jalan Alkateri dan Jalan Karang Tineung.

    Di luar Bandung beberapa cabangnya ada di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Surabaya, hingga Surakarta. Blue Doors ternyata telah berhasil mengembangkan bisnisnya hingga ke luar negeri yaitu di Melbourne, Australia.

    Memiliki banyak cabang, tugas utama dari Blue Doors ialah menjaga kualitas racikan kopi dan suguhannya. Tetapi tak perlu khawatir setiap cabang Blue Doors memiliki kualitas yang tak jauh berbeda satu sama lain.

    Racikan kopi hingga suguhan enak di kafe ini ada di halaman berikutnya.

    House Blend dengan karakter unik

    Magic Coffee hingga Tiramisu Creamy di Kafe 'Hidden Gem' di BandungHouse blend yang digunakan untuk racikan kopinya punya karakter yang unik. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Menyambangi Blue Doors yang ada di Jalan Alkateri, tim detikfood memesan dua menu untuk mencoba karakter kopinya yaitu Magic Coffee dan Cafe Latte. Ketika memesan kopi ada dua jenis biji kopi yang ditawarkan kepada kami.

    Pertama ada Megan yang merupakan perpaduan dari biji kopi Ethiopia, Peru dan Kolombia. Diracik menjadi Magic memberikan karakter rasa kopi yang lebih jelas ketika disesap.

    Ada perpaduan nutty, chocolaty, sedikit manis mirip buah persik tetapi aftertastenya lembut. Berbeda dengan Cafe Latte yang kami pesan dengan biji kopi bernama Chieftain Espresso.

    Chieftain Espresso menggunakan perpaduan 1:1 antara Guatemala Pacaya dan Papua New Guinea Arufa. Adapun tasting notes dari biji kopinya sendiri yaitu agak masam ketika disesap pertama berkat kandungan aciditynya, floral, dan kepekatan yang menengah dengan aftertaste lebih kuat daripada Megan.

    Efenerr yang kerap menobatkan dirinya menjadi Bapak Magic Indonesia sendiri mengakui keenakan Magic di Blue Doors Alkateri, Bandung. Ia mengatakan dirinya rela pulang-pergi Jakarta-Bandung demi mencicipi Magic yang baginya berbeda bahkan di gerai Blue Doors lainnya.

    Tiramisu hingga pastry yang tak kalah enak

    Magic Coffee hingga Tiramisu Creamy di Kafe 'Hidden Gem' di BandungCamilannya seperti tiramisu tak kalah enak untuk menemani waktu ngopi. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Selain kopi yang enak, di sini juga bisa memesan camilan pelengkap. Seperti pastry layaknya croissant dengan berbagai isian hingga tiramisu yang lembut creamy.

    Pilihan kami tertuju pada Almond Croissant seharga Rp 40.000 yang ukurannya medium dan cocok untuk dua orang. Tekstur luarnya renyah flaky dengan bagian dalam chewy dan air pocketnya yang besar-besar.

    Tampilan adonan bagian dalamnya menunjukkan bahwa croissant yang disajikan melalui proses fermentasi yang baik. Tetapi untuk sajian Tiramisunya juga tak kalah enak. Ada dua pilihan tiramisu di sini, yaitu original dan kahlua.

    Perbedaannya ada pada tambahan alkohol berjenis kahlua dan tiramisu original yang bebas alkohol. Teksturnya lembut creamy dan tak terlalu manis, ukurannya sekitar 3×7 centimeter per potong tiramisunya.

    Mascarpone yang digunakan tak meninggalkan kesan yang ringan pada langit-langit mulut, tak menyisakan kesan berlemak. Tetapi lady finger yang kecil di bagian tengahnya terasa kalah dengan mascarpone.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Siang di Sudirman? Ini 5 Restoran Enak dan Keren buat Tanggal Muda


    Jakarta

    Di Sudirman, Jakarta Pusat ada banyak pilihan restoran yang cocok untuk makan siang di tanggal muda. Mulai dari restoran fine dining Jepang hingga Asia.

    Kawasan Sudirman punya banyak restoran baru dan hidden gem yang bisa jadi destinasi makan siang. Mulai dari konsep kekinian sampai nuansa santai, semuanya ada di kawasan ini.

    Beberapa restoran menawarkan menu variatif dengan harga sepadan di tanggal muda. Dari masakan Jepang autentik, fusion Asia, hingga menu western modern yang menggugah selera.


    Dengan lokasi strategis di tengah perkantoran, restoran pilihan ini cocok untuk karyawan maupun foodies. Berikut ini rekomendasinya:

    1. Daily Affair

    Rekomendasi restoran di Sudirman.Daily Affair Foto: Instagram/@daily.affair

    Restoran Daily Affair di kawasan Sudirman tergolong hidden gem dari sisi lokasi. Restoran yang masih terbilang baru ini memiliki suasana yang nyaman dan estetik.

    Ada jendela kaca besar yang mengarah ke pemandangan jalanan di Sudirman. Daily Affair menawarkan menu Asian dan Western. Salah yang menarik ada Chicken Cordon Bleu.

    Seporsinya dibanderol Rp 84.000. Ukurannya terbilang besar, renyah di luar dan juicy di dalam. Selain itu, di sini juga menawarkan varian kopi untuk sekadar nongkrong.

    Daily Affair
    Wisma Keiai, Jalan Jenderal Sudirman 3, Unit 0303, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10250
    Telepon: 0812-3456-3830
    Jam buka: 10.00-22.00

    2. Stalk Jakarta

    Stalk Jakarta bisa jadi pilihan tempat makan siang di tanggal muda. Restorannya mewah, tapi suasananya homey, sehingga bikin tenang di tengah riuhnya kota Jakarta.

    Menu yang tersedia hadir dalam banyak pilihan. Di sini ada menu pasta, seperti Bucatini Alla Carbonara seharga Rp 130.000. Teksturnya lembut, creamy, dan cheesy.

    Untuk dessertnya ada Burnt Cheese Cake seharga Rp 95.000. Menu ini disajikan dengan cream cheese yang lembut. Rasanya manis, asin dari kejunya, dan sentuhan aroma smokey.

    Stalk Jakarta
    Jalan Jendral Sudirman Lot 8H, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190
    Telepon: 0811-8869-771
    Jam buka: 10.00-03.00

    3. Sukiyaki Rin

    Rekomendasi restoran di Sudirman.Sukiyaki Rin Foto: Instagram/@sukiyakirin

    Sukiyaki Rin ini disebut-sebut ‘hidden gem’ karena lokasinya agak nyempil. Lokasinya di kawasan Sudirman dekat dari stasiun MRT Dukuh Atas.

    Restoran ini berkonsep fine dining tapi dengan harga yang terjangkau, yakni mulai Rp 100.000. Restorannya luas, memiliki interior bergaya Jepang dengan ornamen kayu.

    Kalau ke sini jangan lewatkan mencicipi Dry Style Sukiyaki yang didepan meja. Dengan harga Rp 100.000, kamu sudah bisa mendapatkan wagyu A5 yang lembut.

    Sukiyaki Rin
    Central Village, Jalan Tanjung Karang No.5 Lt. 2, RT.11/RW.20, Kb. Melati, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10230
    Jam buka: 11.00-22.00

    4. Mr. Bitsy

    Rekomendasi restoran di Sudirman.Mr. Bitsy Foto: Instagram/@mr.bitsy

    Mr. Bitsy masuk restoran baru dan cukup unik karena menyajikan masakan Asia dengan kreasi. Restorannya nyaman dan suasananya hangat. Pilihan menunya juga beragam.

    Salah satu yang menarik ada menu Salmon Aburi Rice Bowl seharga Rp 74.000. Salmonnya berukuran besar dengan tekstur yang garing di luar, tetapi masih terasa lembut di dalam.

    Selain itu, untuk dessertnya restoran ini menawarkan Klepon Cake seharga Rp 32,000 per slice. Teksturnya lembut dengan aroma pandan dan rasa gula aren yang khas.

    Mr. Bitsy
    Fairground Building – Lower Ground SCBD Lot 14, Jl. Jenderal Sudirman No.53 kav 52, RT.5/RW.3, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190
    Telepon: 0811-8877-805
    Jam buka: 11.00-02.00

    5. Sakana

    Ada lagi restoran Jepang di kawasan Sudirman yang menarik untuk dicoba. Bernama Sakana yang tersembunyi di dalam gedung perkantoran, jadi suasananya agak privat dan tenang.

    Menu andalannya meliputi salmon teriyaki, saikoro steak, chicken teriyaki, serta takoyaki dan gyoza yang rasa umami dan sangat otentik.

    Makan di sana untuk satu orang kira-kira menghabiskan biaya Rp 200.00-Rp 250.000. Harga tersebut jelas sepadan dengan pengalaman bersantap dan kualitas makanannya.

    Sakana
    Midplaza 1 building, B Floor Jakarta, RT.10/RW.11, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10220
    Telepon: 0812-9300-5235
    Jam buka: 11.30-14.00 dan 17.39-21.00

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Smashed Burger Hidden Gem di Kelapa Gading, Menunya Hanya 1!


    Jakarta

    Smashed burger masih menjadi primadona bagi warga Jakarta. Salah satu yang belakangan menjadi perbincangan adalah gerai hidden gem di Kelapa Gading ini.

    Gerai burger hidden gem di Kelapa Gading mencuri perhatian beberapa waktu lalu, karena konsepnya yang menyerupai warung atau angkringan. Namanya Kibo Smash Burger yang menempati area lantai 2 dari Inori Ice.

    Saat detikFood berkunjung memang tempatnya tidak luas. Hanya bisa diisi sekitar 8-10 pengunjung yang ingin makan di tempat. Untungnya detikFood masih mendapatkan tempat duduk untuk santap di tempat (dine in).


    Area makannya tepat menghadap area ‘warung’. Sekilas konsepnya juga mirip sekali dengan izakaya Jepang. Menunya tertera di beberapa sudut warung makan dan pilihannya juga tak beragam.

    Detail Informasi (Kibo Smash Burger)
    Nama Tempat Makan Kibo Smash Burger
    Alamat Jalan Raya Kelapa Hybrida No.31, satu lokasi dengan Inori Ice
    No Telp
    Jam Operasional 11.00 WIB – 21.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 60.000
    Tipe Kuliner Camilan
    Fasilitas
    • Tersedia parkir
    • Pembayaran cash / non-cash
    • Pelayanan ramah

    Menu Andalan Kibo Smash Burger

    Kibo Smash Burger yang hidden gem di Kelapa GadingKibo Smash Burger yang hidden gem di Kelapa Gading Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Pilihan menu yang ditawarkan oleh Kibo Smash Burger memang tak beragam. Hanya ada 1 menu saja yang terbagi dalam varian 1 beef patty, double, ataupun triple.

    Menu burger ini dibanderol harga mulai dari Rp 30.000 – Rp 45.000 per porsi. Mereka juga menyediakan tambahan menu untuk melengkapi sajian burger, yaitu telur, lembaran keju cheddar, dan kentang goreng. Harganya dibanderol Rp 5.000 per menu pelengkap.

    Menurut keterangan yang diberikan pada papan menu, sajian ini telah diracik dengan saus khas Kibo Smash Burger. Semua bahannya juga racikan sendiri, mulai dari patty, pickle, hingga caramelized onion.

    Belum Grand Opening

    Kibo Smash Burger yang hidden gem di Kelapa GadingSuasana Kibo Smash Burger Kelapa Gading Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    detikFood mencoba Double Trouble, yaitu burger double patty dengan tambahan keju cheddar dan kentang goreng yang dibanderol harga Rp 50.000. Sambil menunggu pesanan siap, kami berbincang dengan kasir di sana.

    Ia mengungkapkan kalau sampai saat ini Kibo Smash Burger sebenarnya belum grand opening. Namun, karena antusias dan minatnya sudah sangat tinggi, burger ini akhirnya dijual untuk umum.

    Kebanyakan pelanggannya mengetahui informasinya dari media sosial. Tak jarang juga dari pelanggan setia Inori Ice yang memang masih satu grup dengan Kibo Smash Burger.

    Double Trouble Smashed Burger yang Meaty

    Kibo Smash Burger yang hidden gem di Kelapa Gadingproses pembuatan smashed patty dari kibo burger Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Tipe burger yang ditawarkan Kibo Smash Burger ini ala Amerika dengan beef patty yang ditekan sampai pipih (smashed) saat dipanggang. Bumbunya benar-benar minimalis, hanya garam dan merica saja.

    Patty yang digunakan memang tak begitu besar untuk 1 porsi. Proses masaknya patty ditekan sampai pipih sehingga teksturnya cenderung garing. Namun karena detikFood memesan double patty, maka masih terasa juicy ketika digigit.

    Pickle, caramelized onion, dan house sauce mereka benar-benar menyatu ketika digigit bersamaan. Tambahan keju cheddar membuat sajian burger ini terasa unsur creamy-nya.

    Kibo Smash Burger yang hidden gem di Kelapa GadingSajian Double Trouble Kibo Smash Burger Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Seporsi burger ini bisa dinikmati dengan 6 pilihan saus yang telah disediakan. Di antaranya ada saus sambal, saus tomat, mustard, honey mustard, garlic mayonnaise, dan hot wings.

    detikFood sangat menyukai perpaduan saus honey mustard dan hot wings untuk disantap bersama smashed burger. Kedua saus ini menambahkan sensasi manis, asam, dan agak pedas menggigit lidah.

    Sayangnya, sajian kentang goreng yang dipesan oleh detikFood terasa biasa saja. Layaknya french fries yang banyak ditawarkan di kafe-kafe.

    Cicip Gelato Inori Ice Sebagai Penutup

    Kibo Smash Burger yang hidden gem di Kelapa GadingKibo Smash Burger yang hidden gem di Kelapa Gading Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Kibo Smash Burger dan Inori Ice yang berada di lantai bawah masih satu grup. Ini membuat detikFood penasaran juga ingin mencicipinya. Akhirnya kami membeli menu double seharga Rp 43.000, jadi kami mendapatkan 2 pilihan rasa gelato.

    Pilihan rasanya unik-unik dan setiap harinya berganti. Kami memesan menu gelato Hokkaido Milk dan Orek Tempe. Kedua gelato ini terasa manis yang tak begitu kuat, lebih mendominasi rasa susunya.

    Untuk varian gelato tempe juga tak terasa aneh. Seperti gelato dengan sentuhan rasa kacang kedelai, sentuhan manis dari campuran kecap, dan tekstur agak renyah dari irisan tempenya.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke redaksi@detikfood.com

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurame Bakar Bumbu Padang Lezat ‘Ngumpet’ di Ciputat


    Jakarta

    Ikan bakar bisa menjadi pilihan yang menarik untuk hidangan buka puasa. Di kawasan Ciputat, ada tempat makan tersembunyi yang menawarkan gurame bakar bumbu Padang.

    Tak melulu di restoran, momen buka puasa juga bisa terasa nikmat meski hanya di rumah makan sederhana. Pastinya dengan sajian yang istimewa, seperti ditawarkan rumah makan Serba Nikmat.

    Serba Nikmat merupakan rumah makan ‘hidden gem’ atau tersembunyi di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Lokasinya masuk ke sebuah gang kecil yang tepat berada di samping kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


    Rumah makan tersembunyi ini menawarkan menu ikan bakar yang sedap. Harganya juga ramah di kantong. Berikut ini menu andalan rumah makan Serba Nikmat.

    1. Pakai Ikan Gurame yang Segar

    Gurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di CiputatGurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di Ciputat Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Ikan gurame yang disajikan Serba Nikmat ini tidak digoreng tetapi dibakar. Mereka memakai ikan gurame hidup yang dimatikan saat akan diolah. Bukan ikan gurame mati atau beku.

    Serba Nikmat menyediakan kolam kecil untuk menyimpan ikan gurame hidupnya. Ikan gurame itu akan diambil ketika ada pesanan pelanggan saja. Besar kecilnya ikan disesuaikan dengan permintaan atau porsi pelanggannya.

    Ikan gurame itu ditawarkan dengan harga dibanderol Rp 15.000 per ons. Ikan gurame pesanan kami berukuran 7 ons yang harganya Rp 105.000.

    2. Hanya Sajikan 1 Menu

    Gurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di CiputatGurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di Ciputat Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Serba Nikmat hanya menyediakan 1 menu saja, yaitu gurame bakar. Penyajian gurame bakar di sini juga sederhana, hanya menggunakan sambal dan lalapan.

    Iwan, juru masak dari Serba Nikmat menjelaskan kepada detikFood mengapa hanya menyediakan 1 menu saja. “Dulu banyak menunya, tapi sekarang kita fokus 1 menu saja. Soalnya ini menu yang paling laris,” jelasnya.

    “Gurame bakar kita jadi favorit. Seporsinya cuma pakai lalapan, sambal, terus tambah nasi,” lanjut Iwan.

    Ulasan lain ada di halaman selanjutnya…

    3. Sudah Berjualan Sejak 1973

    Gurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di CiputatGurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di Ciputat Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Serba Nikmat ternyata sudah ada sejak 1973. Pemilik awalnya adalah Syamsir yang dibantu oleh anggota keluarganya. Kini dikelola oleh generasi kedua yang masih satu keluarga, termasuk Iwan sang juru masak.

    Rumah makan Serba Nikmat ini juga dulunya cukup besar, tapi kini hanya menyisakan sebagian kecil bangunan saja. Sisa bangunannya telah dijual.

    Lokasinya masuk ke gang kecil yang di dalamnya terdapat area makan, kolam ikan gurame, dan area dapurnya. Pelanggan juga bisa mengintip ke dapur jika ingin melihat proses memasak ikan tersebut.

    4. Gurame Bakar Bumbu Padang yang Gurih Berempah

    Gurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di CiputatGurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di Ciputat Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Setelah gurame dibersihkan, langsung dibawa ke area pembakaran. Gurame dibelah membujur sehingga melebar, kemudian disiramkan bumbu secara merata. Bumbu gurame bakar itu langsung dituangkan ke wadah yang dibuat khusus menyatu dengan meja.

    Bumbu gurame bakarnya terlihat berwarna kuning pekat, aroma kunyit sangat kuat tercium. Menurut Iwan, mereka menggunakan bumbu ikan bakar khas Padang.

    “Kita pakai bumbunya ala Padang, karena kita orang asli sana. Jadi ada campuran santannya juga,” kata Iwan.

    Gurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di CiputatGurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di Ciputat Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Ciri khas bumbu ikan bakar khas Padang terbuat dari campuran rempah, seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah, kemiri, jahe, kunyit, dan lada. Biasanya juga ditambahkan santan agar rasanya gurih dan campuran air jeruk nipis serta asam kandis.

    Proses membakar ikan juga masih tradisional, mereka menggunakan api arang dari batok kelapa. Jadi, menghasilkan sensasi smoky yang sedap dan kulit gurame bisa kering garing.

    Karena terbuat dari ikan yang segar, benar saja rasanya tak amis sama sekali. Daging ikannya lembut dan terasa manis. Bumbu marinasinya tambah membuat nikmat, apalagi dicampurkan ke nasi hangat. Terasa sensasi rempah yang pekat, agak gurih, dan sedikit asam segar.

    Gurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di CiputatGurame Bakar Serba Nikmat; rumah makan tersembunyi di Ciputat Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Ketika dicocolkan ke dalam sambal kecap dan sambal terasi rasanya makin enak. Meskipun ikan girame dimakan tanpa sambal juga sudah gurih lezat, karena sudah dioles bumbu Padang.

    5. Ludes 50 Ekor Gurame saat Ramadan

    Meski masuk ke dalam gang, ternyata Gurame Bakar Serba Nikmat ini punya banyak pelanggan setia. Saat hari kerja, bisa menghabiskan 25-30 ekor ikan gurame.

    Sedangkan, saat akhir pekan dan bulan Ramadan tambah laris-manis. Minimal 50 ekor ikan gurame ludes terjual. Khusus untuk Ramadan, sebaiknya melakukan pemesanan terlebih dahulu, agar tidak kehabisan.

    “Hari biasa ya bisa dibilang ramai, 25 ekor paling tidak. Kalau Ramadan bisa sampai 50 ekor, biasanya pesanan untuk takeaway sih. Bisa juga langsung makan di tempat, tapi kursinya terbatas,” jelas Iwan.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel Bersejarah


    Tangerang Selatan

    Sebuah rumah sederhana yang terkesan tua ternyata rumah makan legendaris milik seorang chef. Menunya ada fuyunghai hingga udang kuluyuk bercita rasa oriental.

    Cita rasa makanan oriental atau Chinese melekat di lidah masyarakat Indonesia sebab pengaruh budayanya yang kuat di masa lampau. Mulai dari restoran di dalam hotel mewah hingga pedagang kaki lima menyajikannya.

    Begitupula RM Rico yang lokasinya terbilang tak wajar. Bagi tim detikfood yang baru pertama kali menyambanginya, mungkin takkan tahu kalau bangunan tersebut adalah rumah makan jika tak ada plang nama di depannya.


    Namun ketika masuk dan memesan makanannya kami seolah mendapat jawaban mengapa rumah makan tersebut bertahan hingga sekarang. Sedikit berbincang dengan Arpah, pemiliknya, ia mengungkap keahliannya memasak datang dari profesinya dulu yaitu mantan chef hotel mewah.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan RM Rico
    Alamat Jalan Bukit Barisan, Serua, Tangerang
    No Telp
    Jam Operasional Setiap hari, 10.00 – 15.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 45.000
    Tipe Kuliner Chinese food
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Pesan Online
    • Parkir Terbatas
    • dll
    RM Rico: Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel BersejarahArpah, pemilik RM Rico yang pernah bekerja di Hotel Indonesia pada 1962. Foto: Tim detikfood

    Mantan Chef di Hotel Bersejarah

    Arpah, pemilik Rumah Makan Rico, bukan mendirikan rumah makan tanpa alasan. Ia yang memasuki usia senja, ketika ditemui oleh detikcom (1/7) masih gagah memasak di dapur rumah makannya.

    Ternyata keahliannya memasak dari datang pengalamannya sebagai seorang chef. Pada 1962 Arpah bekerja di Hotel Indonesia yang diawali sebagai pencuci piring di dapurnya.

    “Ada satu hari itu salah satu kokinya gak masuk, terus chefnya suruh saya masak. Saya bilang mana bisa saya masak, orang di sini setiap hari cuma cuci piring. Tapi dia yakin, saya dikasih coba masak. Ya karena setiap hari ngeliat cara masak aja, jadi pelan-pelan bisa,” ujarnya kepada tim detikcom.

    Lebih lanjut Arpah mengatakan sejak di Hotel Indonesia ia bekerja oleh seorang chef keturunan China untuk menyajikan makanan oriental. Pengalamannya tersebut yang membuat Arpah kini piawai memasak makanan Chinese.

    Uniknya, Arpah juga memiliki andil dalam sejarah Hotel Indonesia. Ia menjadi salah satu pekerja yang sudah menggerakan dapur hotel tersebut sejak tahun pertama restoran tersebut didirikan oleh Presiden Soekarno dalam menyambut delegasi Asian Games ke-4 di Jakarta.

    RM Rico: Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel BersejarahDi balik rumah tua ini, Arpah, Rico, dan beberapa orang karyawannya menyajikan makanan Chinese yang enak. Foto: Tim detikfood

    Kisah Perjuangannya Mendirikan Rumah Makan

    Menjadi seorang chef di hotel bintang lima pertama di Jakarta, perjalanan Arpah tak selamanya mulus. Gejolak politik dan finansial negara yang saat itu belum stabil menjadi salah satu alasan Arpah dikeluarkan dari Hotel Indonesia.

    “Dulu pas berhenti dikasih uang, zaman dulu mah Rp 100.000 udah banyak banget. Saya beli sawah di sini, dapet 1.200 meter. Sekarang ya tanahnya udah jadi rumah makan,” jelasnya.

    Rumah makan Rico sendiri baru didirikan Arpah pada 1984. Keputusannya bulat ketika sawah yang dimiliki kurang menghasilkan hingga sebagian dijual pada orang lain.

    Sejak dahulu hingga sekarang Arpah mengelola sendiri rumah makan tersebut dibantu anaknya. Ada juga beberapa pekerja, satu yang membantunya masak dan satu lagi yang membantu Rico, anaknya, untuk mencatat serta mengantarkan makanan kepada pelanggan.

    Sajian fuyunghai hingga udang kuluyuknya yang lezat ada di halaman berikutnya.

    RM Rico: Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel BersejarahMie goreng menjadi salah satu menu yang paling laris dipesan pelanggan. Foto: Tim detikfood

    Mie Goreng dan Fuyunghai Jadi Andalan

    Bagi pengunjung pertama atau yang tak biasa datang kes sini, bisa saja dibuat terkejut dengan setiap sudutnya. Rumah makan ini jauh dari kata mewah seperti restoran atau rumah makan di tempat lain.

    Namun jika sudah mencicipi hidangannya, pasti ingin terus kembali ke sini. RM Rico hanya mengandalkan spanduk besar yang ditempel di bagian atas pintu dapur untuk menuliskan nama menu dan harganya.

    Bertanya pada Salahudin Al Ayubi, salah satu pekerja, mie goreng dan fuyunghai menjadi salah satu yang banyak dipesan sehingga membuat kami penasaran mencobanya. Untuk sajian mie goreng seharga Rp 35.000, porsinya sangat banyak.

    Aromanya smoky tipis tetapi sejak suapan pertama bumbunya terasa menyeruak di dalam mulut. Seporsi mie gorengnya dilengkapi dengan irisan sawi, kol, telur orak arik, serta bakso.

    Sementara untuk Fuyunghai, Arpah membanderolnya Rp 45.000. Isinya ada dua buah fuyunghai dengan ukuran sedang namun tebal dan saus yang berlimpah.

    Komposisi antara campuran tepung, sayuran, dan telur pada fuyunghainya seimbang ketika dipotong. Hal ini juga yang membuat fuyunghai di RM Rico tak setebal di tempat makan lain.

    Tekstur saus pelengkapnya memiliki kekentalan sedang, tidak terlalu cair maupun terlalu kental hingga kurang cocok dipadukan dengan nasi putih. Racikan bumbunya manis lembut, gurih, asam tomat yang khas, dengan sedikit rasa bawang putih tipis yang terasa di lidah.

    RM Rico: Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel BersejarahBistik Ayam dengan citarasa oriental yang khas juga sayang untuk dilewatkan. Foto: Tim detikfood

    Bistik Ayam dan Udang Kuluyuk yang Khas

    Seporsi makanan di sini disajikan dengan jumlah yang cukup banyak. Bahkan bisa dinikmati hingga 3-4 orang sekaligus, apalagi jika ditambah nasi putih.

    Melabeli rumah makannya dengan spesialis hidangan Chinese, rasanya tak lengkap bagi kami tidak memesan Bistik Ayam dan Udang Kuluyuk. Kedua makanan tersebut masing-masing dibanderol Rp 45.000 per porsi.

    Bistik Ayam yang disajikan di RM Rico menggunakan bagian dada ayam, terlihat dari teksturnya yang berserat. Arpah tidak membuat lapisan tepung pada bistik terlalu renyah, sehingga menyerap bumbunya dengan baik.

    Bistik ayam disajikan dengan pelengkap berupa irisan kentang goreng dan timun. Bistiknya sendiri memiliki rasa gurih yang sangat tipis, tetapi ini membuatnya cocok dengan siraman kuah yang juga gurih dan sedikit manis.

    Begitupula dengan udang kuluyuk yang dimasak tak terlalu renyah bagian luarnya dengan saus yang sama persis dengan bistik ayam. Bedanya, pada Udang Kuluyuk ditambahkan pelengkap berupa potongan wortel, timun, dan kembang kol.

    Citarasa yang dihadirkan oleh Arpah di RM Rico memang terasa seperti restoran Chinese legendaris melalui sentuhan rasa pada sausnya. Arpah menjamin menu-menu yang dihidangkan juga halal untuk pengunjung Muslim.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview detikcom? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Modal Rp 20.000 Bisa Makan Nasi Burger Enak di Warung Roekoen


    Jakarta

    Dengan harga Rp 20.000 kamu bisa kenyang makan seporsi nasi dan lauk di sini. Menunya Nasi Pok-Pok hingga Nasi Burger dengan suasana vintage.

    Kawasan Senen, Jakarta Pusat identik dengan suasana ramai, sibuk, dan berpusat pada kegiatan perdagangan. Namun di balik itu, ada tempat makan dengan suasana tenang.

    Namanya Warung Roeken yang berlokasi di Jalan Kramat Pulo Dalam 1 No B72. Tempat makan yang disebut hidden gem ini kerap menjadi solusi makan anak kos.


    Selain tempatnya nyaman, semua menu di Warung Roekoen ini harganya murah meriah. Dengan merogoh kocek Rp 20.000 kamu bisa mendapatkan seporsi nasi dan lauk.

    Lokasi unik di bawah indekos

    Warung RoekoenWarung Roekoen berada di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Waroeng Roekoen berlokasi tepat di bawah bangunan indekos Kos Roekoen. Dari depan, terlihat seperti bangunan rumah pada umumnya dengan gerbang yang dipenuhi tanaman.

    Namun ketika masuk, kamu akan disambut dengan interior ‘jadul’ pada Waroeng Roekoen. Suasananya memberikan nuansa nostalgia seperti di rumah nenek.

    Bangunannnya sederhana, dengan beberapa spot yang sengaja dibuatkan ‘unfinished’. Berjalan ke belakang ada pintu untuk menuju indekosnya yang berkonsep mezzanine.

    Banyak dekorasi barang antik

    Warung RoekoenWarung Roekoen memiliki dekorasi barang antik yang estetik. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Setiap sudut Warung Roekoen selalu dihiasi dengan dekorasi barang antik. Dekorasi dengan sentuhan etnik Betawi dan Tionghoa menciptakan atmosfer yang berbeda.

    Nuansanya menjadi klasik, hangat, dan tenang. Beberapa barang antik yang menjadi pajangan di antaranya ada telepon jadul, radio, poster, hingga kerajinan keramik.

    Warung Roeken memiliki area indoor dan outdoor. Pelayanan di sini sangat baik. Ketika masuk kami langsung disambut dan disajikan ‘welcome drink’ yang bisa diisi ulang.

    Nasi Pok-pok yang Mengenyangkan

    Warung RoekoenWarung Roekoen menawarkan nasi pok-pok seharga Rp 20.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Menu makanan yang ditawarkan di sini merupakan makanan sederhana. Harganya terjangkau, rata-rata seporsi makanan di sini dibanderol Rp 20.000.

    Salah satu yang menarik adalah Nasi Pok-pok. Seporsinya terdiri dari nasi putih, telur mata sapi, ayam popcorn, dan dilengkapi dengan sambal ijo juga kerupuk rambak sagu.

    Meskipun penyajiannya sederhana, tetapi enak dan mengenyangkan. Ayam pocornnya renyah di luar, empuk di dalam, dan rasanya gurih.

    Telur mata sapinya dimasak dengan kematangan yang pas. Tambahan sambal cabe ijonya menambah sensasi pedas menggigit di ujung lidah.

    Nasi burger yang unik

    Warung RoekoenTampilan nasi burger harga Rp 20.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain itu, bisa cicip juga menu Nasi Burger seharga Rp 20.000 per porsi. Disebut nasi burger karena nasi putihnya disajikan dengan beef patty yang biasa jadi isian burger.

    Kemudian juga dilengkapi dengan kondimen lainnya, seperti telur mata sapi, kerupuk rambak sagu, sambal ijo, dan timun sebagai lalapan.

    Beef pattynya cukup tebal. Teksturnya empuk dan terasa serat-serat dagingnya. Meskipun kedengarannya unik, tetapi beef pattynya cocok jadi lauk dimakan pakai nasi.

    Paket donat kampung dan es kopi hitam

    Warung RoekoenWarung Roekoen menawarkan paket donat dan es kopi harga Rp 20.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Untuk pilihan camilannya cukup beragam. Ada paket Donat Kampung dan Es Kopi Hitam seharga Rp 20.000. Dengan harga tersebut kamu akan mendapat 2 donat.

    Adonan donatnya dicampur kentang, sehingga teksturnya empuk. Kemudian disajikan dengan topping cokelat yang menggunakan selai Nutella. Rasanya manis legit.

    Cocok dipadukan dengan Es Kopi Hitam. Kopinya merupakan racikan kopi tubruk instan. Kopinya disajikan dengan es batu di gelas terpisah. Kopinya dominan pahit, tapi ada sentuhan rasa manis.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Mantap! 5 Seblak Enak Tersembunyi di Dalam Gang di Bandung


    Jakarta

    Kota Bandung memang tak pernah kehabisan tempat kulineran, terutama bagi para pencinta makanan pedas dan jajanan khas Sunda seperti seblak.

    Di balik gang-gang sempit dan jalan kecil kota kembang tersembunyi sejumlah tempat makan sederhana yang justru menyajikan rasa luar biasa. Mulai dari konsep prasmanan yang bikin bebas berkreasi hingga seblak cobek dengan aroma cikur yang kuat.

    Setiap kedai punya keunikan tersendiri yang membuat pengunjung rela datang jauh-jauh untuk mencicipinya.
    Harganya pun ramah di kantong, cocok untuk mahasiswa, wisatawan, maupun warga lokal yang ingin menikmati sensasi pedas gurih di sudut-sudut tersembunyi Bandung.


    Berikut lima rekomendasi seblak enak di dalam gang di Bandung versi detikFood (08/10/2025):

    1. Seblak Mommy Angie

    5 Rekomendasi Seblak Kaki Lima Enak di Ojek OnlineSeblak enak. Foto: Ilustrasi iShock

    Hidden gem di Bojongsoang ini wajib kamu coba! Namanya Seblak Mommy Anggie yang berlokasi di Jl. Tirtawangi Utara No.1, Cipagalo, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

    Meski tempatnya masuk-masuk gang dan makannya di dalam rumah, suasananya justru nyaman dan elegan karena rumah mewah milik Teh Anggie ini dibuka khusus untuk usaha seblaknya.

    Konsepnya unik yaitu seblak prasmanan. Pengunjung bisa bebas pilih topping mulai dari aneka kerupuk, sayuran, cuankie, sampai telur. Rasanya gurih, bumbunya lekoh, dan harga mulai dari Rp 15.000 aja. Cocok buat pencinta seblak yang mau sensasi makan enak di tempat tersembunyi, tapi istimewa.

    2. Seblak Mahda

    5 Rekomendasi Seblak Kaki Lima Enak di Ojek OnlineSeblak. Foto: Ilustrasi iShock

    Seblak Mahda Hot dikenal sebagai salah satu seblak terenak di Bandung. Meski letaknya tersembunyi di dalam gang kawasan Padasuka, pengunjungnya tak pernah sepi dan banyak yang rela mengantre demi semangkuk seblak legendaris ini.

    Tempatnya sederhana karena berada di rumah sang pemilik, Mamah Dada. Cita rasa seblaknya terkenal kuat dan bumbunya medok khas rumahan.

    Pilihan toppingnya pun beragam, mulai dari telur ceplok, dumpling, batagor, siomay, ceker, hingga tulang. Tingkat kepedasannya juga cukup tinggi, cocok untuk pencinta seblak pedas yang autentik. Kisaran harganya masih ramah di kantong dari Rp 15.000 saja.

    3. Seblak Teh Ida Braga

    Seblak Cobek Teh Ida, Seblak 'Ngumpet' Dalam Gang yang Mantul di BragaSeblak Cobek Teh Ida, Seblak ‘Ngumpet’ Dalam Gang yang Mantul di Braga Foto: detikfood

    Di tengah keramaian kawasan wisata Braga, Bandung terdapat spot tersembunyi bernama Seblak Cobek Teh Ida Braga yang berada di dalam Gang Apandi. Keunikan seblak ini terletak pada cara penyajiannya, menggunakan cobek atau ulekan sambal.

    Kuahnya tidak terlalu banyak dan topping-nya bisa dipilih antara digoreng atau direbus. Setelah itu, semua bahan diulek langsung di cobek, menghasilkan rasa bumbu yang khas dengan dominasi cikur dan bawang putih.

    Pilihan toppingnya melimpah, mulai dari cimol, mie, telur, hingga ceker. Soal harga, kamu bisa menikmati mulai dari Rp 10.000 saja!


    4. Kedai Seblak NumNum

    Kalau bicara soal seblak enak, biasanya memang tersembunyi di dalam gang. Salah satunya ada di kawasan Gerlong, tepatnya di Kedai Seblak NumNum, Geger Arum. Meski lokasinya agak tersembunyi, tempat ini jadi favorit para mahasiswa UPI karena rasanya yang lezat dan harganya bersahabat.

    Konsepnya seblak prasmanan, jadi pengunjung bisa bebas memilih topping sesuai selera. Pilihannya lengkap, mulai dari aneka kerupuk, ceker, tulang ayam, pilus, dumpling, bakso, hingga sayuran segar.

    Harganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp1.000 per topping. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati seblak gurih dan pedas di tempat tersembunyi nan ramai pengunjung.

    5. Seblak Bunda

    Mantap! Seblak Rp 10 Ribu dan Sate Taichan Nikmat di Seberang Mall KuninganSeblak. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Bagi pencinta kuliner pedas, Seblak Bunda di Gang 10, Jalan H. Kurdi II No. 4, Karasak, Astanaanyar, Bandung adalah salah satu hidden gem yang wajib dicoba. Meski tersembunyi di dalam gang sempit, rasa seblaknya sepadan dengan usaha mencari lokasinya. Dikenal sebagai ‘Next Level of Seblak’, tempat ini menawarkan cita rasa gurih pedas yang khas dan menggugah selera.

    Menu andalannya antara lain Seblak Ceker dengan bumbu medok dan tekstur lembut, Seblak Krongkongan dengan campuran tulang ayam yang gurih, serta Seblak Komplet berisi mie, makaroni, kerupuk, sosis, dan bakso.

    Harga per porsi mulai dari Rp11.000 hingga Rp18.000. Tempat sederhana, rasa luar biasa, dan selalu ramai pengunjung setia.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Melepas Penat dengan ‘Baca Di Tebet’, Perpustakaan Hidden Gem di Jaksel



    Jakarta

    Melepas penat dengan me time memang jadi jalan terbaik. Buat traveler yang suka membaca, kalian bisa banget datang ke ‘Baca Di Tebet’.

    Butuh tempat yang bisa memfasilitasi pikiran dan hati saat suasana galau, Baca Di Tebet bisa jadi piliham. Baca Di Tebet merupakan sebuah konsep perpustakaan yang beda dari perpustakaan yang lain.

    Di sini kamu bisa baca buku sambil makan di area baca. Selain itu, Baca Di Tebet juga punya space yang cukup luas yang dibagi ke beberapa ruangan.


    Semua ruangan baca ini telah dilengkapi dengan AC dan Wifi, tentunya ini semakin bikin nyaman ketika berada di perpustakaan ini. Ada sekitar 26.000 koleksi buku bahasa Indonesia dan juga Bahasa Inggris.

    Tempat berkumpul plus perpustakaan ini dimiliki oleh dua orang yakni Wien Muldian dan Kanti W. Janis. Pertemuan mereka pertama kali terjadi pada tahun 2018.

    Perpustakaan di TebetPerpustakaan Baca di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Buku-buku di sini merupakan koleksi pribadi dari sosok Wien dan tempat ini pun asalnya merupakan rumah pribadi milik keluarga Kanti.

    Inisiasi tempat ini sebetulnya sudah terpikiran oleh Kanti sedari lama, ia menuturkan selama ini tak banyak perpustakaan yang memberikan suasana yang nyaman sesuai kebutuhan pengunjung.

    “Di Indonesia kan perpustakaan saat itu ya belum ada perpustakaan yang nyaman yang sesuai dengan kebutuhan. Perpustakaan yang koleksinya lengkap, AC-nya dingin, terus bisa makan ya bisa ngopi tapi ya di luar negeri juga sebenarnya perpustakaan yang boleh makan, boleh ngopi di dalam ruang koleksi tuh juga jarang sih,” kata Kanti kepada detikTravel, Rabu (22/5/2024).

    “Jadi menggabungkan antara keinginan pribadi terus boleh dibilang riset pribadi kalau ke luar negeri gitu ya kalau ada kesempatan ke luar negeri pasti ke perpustakaan ‘oh yang nyaman tuh kaya gini, yang saya suka tuh kaya gini’ tinggal ditambah ini-ini dan semuanya diwujudkan di Baca Di Tebet,” dia menambahkan.

    Kanti juga merupakan seorang penulis novel dan pertemuannya dengan Wien saat berada di organisasi penulis. Dan Wien merupakan seorang yang telah menekuni bidang ini cukup lama, ia pun pernah mengenyam pendidikan terkait keperpustakaan.

    Perpustakaan di TebetPerpustakaan Baca di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Menyoal buku-buku di Baca Di Tebet, Wien pun menyebut kalau buku-buku yang ada di sini merupakan buku yang sedianya berasal dari koleksi pribadi di rumahnya.

    “Jadi semua buku saya yang ada di rumah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, semua buku dari rumah diangkut semua ke sini. Kecuali yang arsip-arsip atau berkas-berkas ya di rumah tapi kalau buku-buku semua di sini,” ujar dia.

    Baca Di Tebet berada di Jalan Tebet Barat Dalam Raya No. 29, Jakarta Selatan. Tempat ini sangat cocok untuk kamu yang memang butuh ketenangan sejenak untuk merefresh pikiran dengan suasana yang nyaman dengan membaca buku sambil makan atau ngopi.

    Untuk bisa masuk ke perpustakaan ini kamu akan dikenakan tarif masuk harian sebesar Rp 35.000 per orang, jika kamu mulai nyaman dengan tempat ini atau perlu buku yang hanya ada di tempat ini bisa langsung mendaftar sebagai member bulanan dengan harga Rp 100.000 atau tahunan dengan harga Rp 600.000 bagi kalangan pelajar atau mahasiswa dan Rp 800.000 untuk umum.

    Di tempat ini, pengunjung harian atau bulanan tidak bisa meminjam buku untuk dibawa pulang. Peminjaman buku untuk dibawa pulang hanya diperkenankan hanya untuk anggota tahunan saja.

    Perpustakaan di TebetPerpustakaan di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Karena pengelolaan perpustakaan ini oleh pribadi jadi semua tarif pengunjung akan disalurkan untuk operasional Baca Di Tebet.

    Jam operasional tempat ini pun dimulai pada hari Selasa-Minggu, untuk Selasa hingga Kamis jam buka berada pada pukul 10.00-18.00 WIB dan Jumat-Sabtu pukul 12.30-20.30 WIB.

    Baca Di Tebet tak hanya menjadi tempat membaca dan makan-ngopi saja, tempat ini juga kerap mengadakan berbagai kegiatan seperti kelas menulis, teater hingga gelaran live musik untuk mengiringi para pembaca.

    Untuk kamu yang penasaran dan ingin mencoba Baca Di Tebet tinggal daftar terlebih dahulu melalui link yang tersedia di Instagram @bacaditebet atau mendaftar langsung di tempat.

    (wsw/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Ada Perpustakaan Mini di Tengah-tengah Pasar



    Bandung

    Di tengah-tengah pasar Cihapit, Kota Bandung tersembunyi satu hidden gem yang patut didatangi. Ada sebuah perpustakaan mini yang menarik untuk dikunjungi.

    Perpustakaan mini yang berbentuk persegi dengan dominan warna putih. Meskipun tempatnya mungil, namun di sini terdapat banyak buku mulai dari buku ilmiah, novel hingga komik.

    Di tengah-tengah perpustakaan itu terdapat empat kursi dan satu meja kaca berwarna hitam. Tempat ini pun cocok untuk dikunjungi karena bisa membaca buku dengan suasana seperti di pasar.


    Bila ingin mengunjungi perpustakaan, anda bisa masuk ke gang Masjid Istiqamah Cihapit Bandung kemudian ikuti jalan sampai masuk ke pasar, tak jauh dari situ tempatnya berada di sebelah kanan, depan kedai Batagor Kahuripan.

    Saat berkunjung ke sana, tidak ada yang menjaga perpustakan ini. Setelah menunggu beberapa menit, terlihat ada pria lansia di dalam kedai kopi. Saat bertanya, ternyata ia adalah salah satu penjaga perpustakaan tersebut bernama Bayu (62).

    Setelah berbincang-bincang, perpustakaan ini sudah berdiri selama empat tahun. Adanya perpustakaan ini berawal dari ide teman-temannya yang sering nongkrong di kedainya, kebetulan ada tempat kosong alhasil dibuatlah taman baca itu.

    “Awalnya sih dari teman-teman yang suka ke sini, mereka itu ada yang dari pecinta buku segala macem, karena ada tempat kosong tercetus lah, saya coba bikin seperti taman baca gitu, ya sederhana aja gitu,” kata Bayu, Sabtu (20/4/2024).

    Kedai kopi Los Tjihapit di Pasar Cihapit, Kota Bandung.Kedai kopi Los Tjihapit di Pasar Cihapit, Kota Bandung. Foto: Shafa Aulia Nursani/detikJabar

    Mengapa memilih tempatnya di dalam pasar, menurutnya selain ada tempat yang kosong juga sebelumnya ia sudah berjualan terlebih dahulu sehingga teman-temannya suka ngopi di kedainya.

    “Kalau tempat di sini karena saya udah jualan duluan di sinu, ini jualan kopi. Jadi mereka itu memang teman-teman yang suka ngopi di sini,” ucap pria yang memakai kacamata tersebut.

    Untuk motivasi diadakannya perpustakaan ini ingin membuat antusias orang untuk membaca lagi. “Motivasinya sih sederhana sebenarnya bikin gairah membaca lagi, soalnya kan sekarang itu udah terlalu banyak bacaan dari elektronik, kita pingin orang pinjem buku lagi,” ucapnya.

    Perpustakaan mini ini buka dari pukul 06.00-13.00 WIB, bisa sampai sore dengan mengikuti kedai kopinya. Buku-buku yang dipajang di sini, bisa anda pinjam dengan kemudian di catat oleh pemilik kedai kopi. Waktu peminjaman buku ini selama satu minggu dan bisa meminjam satu buku.

    Buku yang tersedia di perpustakaan diberi oleh teman-temannya yang mempunyai niatan untuk bisa

    “Saya tambahkan aja buku-buku ini juga kebanyakan donaturnya ya teman-teman juga, mereka juga sama-sama punya niatan untuk orang kembali membaca,” pungkasnya.

    Setelah membuat perpustakaan ini, Bayu juga mengatakan ada hasilnya sedikit demi sedikit orang membaca buku.

    “Alhamdulillah sih yang baca udah mulai ada, udah ada perkembangannya, mulai dari iseng sambil dia ngopi membaca sampai akhirnya tertarik lagi,” turur Bayu.

    Orang yang berkunjung ke perpustakaan dari mulai mahasiswa hingga orang tua. Sekedar mengetahui jika perpustakaan ini bekerjasama dengan perpustakaan Ajip Rosidi yang berada di Jalan Garut.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mungkin Ini Hotel Paling Hidden Gem di Subang, Begitu Tenang Serasa di Ubud!



    Subang

    Tren staycation di tempat-tempat anti-mainstream mulai digandrungi. Nah, hotel ini boleh dibilang hidden gem, tidak jauh dari Jakarta.

    Favehotel Pamanukan adalah hidden gem yang dimaksud. Terletak di jalan M. Tjeje Dzakaria no 92, Rancasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, hotel ini memiliki view yang tak disangka-sangka, seolah mendapatkan kejutan yang menenangkan.

    Dari depan, hotel ini tampak berkelas dengan desain yang modern. Lobby dan Lime Restoran berada di lantai pertama dengan konsep konekting, memberi kesan minimalis namun tetap elegan.


    Memiliki luas 8.000 meter persegi, Favehotel Pamanukan jadi yang terbesar kedua di Subang. Hotel bintang tiga itu memiliki 107 kamar dengan empat tipe kamar yaitu Standard room mulai dari Rp 545.000 per malam, Standard Balcony room mulai dari Rp 645.000 per malam, Deluxe room mulai dari Rp 795.000 per malam, dan Suite room mulai dari Rp 1.020.000 per malam.

    Dalam undangan media trip bersama Archipelago pada Jumat-Sabtu (30-31 Agustus), detikTravel merasakan langsung bagaimana bermalam di Favehotel Pamanukan. Tipe kamarnya standar room dengan twin bed, pemandangan jendela langsung menghadap sawah. Rasanya seperti sedang ada di Ubud!

    Favehotel Pamanukan, SubangSuite room di Favehotel Pamanukan, Subang (dok Favehotel Pamanukan)

    Pasar utama hotel ini adalah MICE, kebanyakan yang menginap adalah ekspatriat dari China, Korea Selatan dan Jepang. Durasi menginapnya pun bisa bulanan alias long-stay.

    Subang yang adalah kawasan pertanian dan pabrik, tak memiliki banyak tempat hiburan. Mau tak mau, Favehotel harus mampu memberikan sesuatu yang berbeda kepada tamu.

    Hal itu dituangkan ke dalam restoran. Kebanyakan hotel-hotel dengan tamu asing memiliki rasa makanan yang menyesuaikan lidah bule atau bisa dibilang kurang garam dan bumbu. Namun hal ini sangat berbeda dengan Lime Restoran yang dikelola oleh Favehotel, tiap menu makanan dibuat dengan penuh bumbu.

    Favehotel Pamanukan di SubangsFavehotel Pamanukan di Subangs (bonauli/detikcom)

    Siang itu, tim media mendapat menu makanan Padang karena setiap hari restoran menyajikan tema yang berbeda. Soto Padang yang pekat dan kuat rasa terjadi bersama emping dan sambal yang pedas. Menu-menu lain seperti rendang, sayur dan gulai ikan pun menambah selera makan.

    Menu makanan saat sarapan pun berganti tema setiap hari. Jangan khawatir, rasanya akan dibuat sama-sama enak dan kaya bumbu.

    Fasilitas lain yang disediakan oleh hotel adalah gym dan kolam renang. Khusus untuk kolam renang, tamu akan diantar ke waterpark Subang, karena pemilik hotel juga mengelola waterpark tersebut. Sementara itu, gym berada di bangunan terpisah dari hotel, fasilitasnya pun lengkap!

    Favehotel Pamanukan di SubangsFavehotel Pamanukan di Subangs (bonauli/detikcom)

    Untuk melengkapi kebutuhan tamu-tamu MICE, Favehotel Pamanukan juga memiliki ruang rapat dan ballroom.

    Favehotel Pamanukan hanya berjarak dua jam dari Jakarta. Traveler yang mau staycation di tempat tenang dengan view Ubud, rasanya bisa healing ke Favehotel Pamanukan.

    Selamat staycation dan jajal kejutan yang menenangkan itu.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com