Tag: hikmah

  • Tasbih Malaikat Sebelum Subuh, Lengkap dengan Keutamaan dan Cara Mengamalkannya


    Jakarta

    Waktu sebelum subuh merupakan momen mustajab bagi muslim. Karenanya, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa, zikir dan tasbih pada waktu tersebut.

    Salah satu tasbih yang bisa dibaca muslim adalah tasbih malaikat sebelum subuh. Dengan mengamalkannya, muslim akan mendapat banyak keutamaan yang luar biasa.

    Bacaan Tasbih Malaikat Sebelum Subuh

    Berikut bacaan tasbih malaikat sebelum subuh yang dikutip dari buku Cara Tepat Mendapat Pertolongan Allah oleh Supriyanto.


    سُبْحَانَ اللهِ الْعَلِيِّ الدَّيَانِ سُبْحَانَ اللهِ الشَّدِيدِ الأركان سُبْحَانَ مَنْ يَذْهَبُ بالليل ويأتي بالنَّهَارِ سُبْحَانَ مَنْ لاَ يُشغلُهُ شَأْنٍ عَنْ شَأن سُبْحَانَ الله الْحَنَّانِ الْمَنَّان سُبْحَانَ اللهِ الْمُسَبَّح فِي كُلِّ مَكَانٍ

    Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. Maha Suci Allah Yang Maha Kokoh dan kuat. Maha Suci Zat yang pergi pada malam hari dan kembali pada waktu siang. Maha Suci Zat yang mengurus segala sesuatu. Maha Suci Allah Yang Mahalembut dan Maha Pemberi. Mahasuci Allah yang senantiasa ditasbihkan di segala penjuru.”

    Selain bacaan di atas, ada juga tasbih malaikat sebelum subuh dengan versi lebih singkat. Bunyinya sebagai berikut seperti dikutip dari buku Amalan-Amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki karya Nasrudin dan Nasrudil Abdulrohim.

    سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيم، سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، اسْتَغْفِرُ اللهِ وَآتُوبُ إلَيْهِ.

    Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Maha Suci Allah dengan memuji-Nya. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Nya.”

    Hendaknya bacaan tersebut diamalkan 100 kali ketika memasuki waktu subuh.

    Cara Mengamalkan Tasbih Malaikat Sebelum Subuh

    Masih dari sumber yang sama, cara mengamalkan tasbih malaikat sebelum subuh adalah sebagai berikut:

    1. Niatkan untuk Allah SWT dan sebagai bentuk penghambaan kepada-Nya
    2. Lakukan di waktu mustajab
    3. Baca dengan khusyuk setiap kalimat yang dilantunkan
    4. Akhiri dengan doa memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT

    Keutamaan Tasbih Malaikat Sebelum Subuh

    Terdapat keutamaan luar biasa yang bisa diperoleh muslim dari mengamalkan tasbih malaikat sebelum subuh. Berikut beberapa di antaranya:

    • Diberi rezeki yang berlimpah
    • Mendapat pahala dari Allah SWT
    • Dimintai ampunan oleh malaikat untuknya kepada Allah SWT
    • Menghapus dosa mukmin
    • Terhindar dari kesedihan dan penyakit berat
    • Memberatkan timbangan amal baik di akhirat

    Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Nabi Adam AS Menurut Hadits Nabi SAW



    Jakarta

    Dalam sejumlah hadits disebutkan terkait tinggi Nabi Adam AS, manusia pertama di bumi yang Allah SWT ciptakan. Ciri fisiknya juga digambarkan dalam beberapa riwayat.

    Menukil dari Qashash Al Anbiyaa’ susunan Ibnu Katsir yang diterjemahkan Dudi Rosyadi, Adam AS diciptakan dari tanah yang diambil dari hamparan bumi dengan warna beragam. Mulai dari putih, merah dan hitam.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Sad ayat 71-71,


    إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَٰجِدِينَ

    Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”

    Disebutkan dalam kitab An Na’im Al-Jinsi Li Ahli Al-Jannah susunan Syaikh Abdullah bin Qasim Al-Qasimi terjemahan H Masturi Irham Munawar dan H Malik Supar, tinggi Nabi Adam AS ialah 60 hasta. Apabila dikonversi, maka setara dengan 27,4-30 meter.

    Berikut bunyi haditsnya,

    “Para penduduk surga ketika masuk surga, tingginya seperti Adam, 60 dzira (hasta), tampan seperti Yusuf, di usia seperti Isa sekitar 33 tahun, memiliki lisan seperti Nabi Muhammad SAW, badan tidak berbulu, berpenampilan muda, dan bercelak.” (HR Ibnu Abid Dunya)

    Dalam hadits lainnya turut dijelaskan terkait tinggi Nabi Adam AS. Dari Abu Hurairah RA berkata Nabi SAW bersabda,

    “Allah telah menciptakan Adam AS berdasarkan bentuk-Nya, tingginya 60 hasta. Kemudian (Allah) berfirman, “Pergilah dan memberi salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepadamu. Itulah kehormatanmu dan keturunanmu.

    Lalu, (Adam) mengucapkan, “Assalamualaikum,” maka, (para malaikat) mengucapkan, “Assalamualaika wa rahmatullah,” (para malaikat) menambahkan ‘warrahmatullahi,’

    Maka, setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam (dalam hal perawakan/postur dan gambaran), dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Kalimat yang Sering Diucapkan Mukmin Penghuni Surga


    Jakarta

    Surga adalah tempat yang didambakan para mukmin dan orang-orang yang beriman. Surga sendiri digambarkan sebagai tempat yang penuh kenikmatan.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 15,

    ۞ قُلْ اَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِّنْ ذٰلِكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَاَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِالْعِبَادِۚ ١٥


    Artinya: “Katakanlah, “Maukah aku beri tahukan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa, di sisi Tuhan mereka ada surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan (untuk mereka) pasangan yang disucikan serta rida Allah. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”

    Menurut buku Al Jannah wan Nar oleh Umar Sulaiman Al Asyqar terbitan Pustaka Amani, penghuni surga akan memakai pakaian yang mewah dan perhiasan seperti emas, perak, hingga mutiara. Mereka bisa makan dan minum apapun yang mereka inginkan.

    Meski makan dan minum layaknya di dunia, penghuni surga kelak tidak buang air besar maupun kecil. Mereka berada dalam kondisi yang suci sebagaimana sabda Nabi SAW,

    “Penghuni surga makan dan minum, tidak mengeluarkan ingus dari hidungnya, tidak buang air besar, dan tidak pula buang air kecil. Makanan mereka menjadi sendawa yang beraroma misik. Mereka selalu diilhamkan bertasbih dan takbir sebagaimana kalian diilhamkan bernapas.” (HR Muslim)

    Kalimat yang Kerap Diucapkan Penghuni Surga Kelak

    Terdapat kalimat yang sering diucapkan oleh penghuni surga. Terkait hal ini tertuang dalam surah Yunus ayat 10,

    دَعْوَىٰهُمْ فِيهَا سُبْحَٰنَكَ ٱللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَٰمٌ ۚ وَءَاخِرُ دَعْوَىٰهُمْ أَنِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

    Artinya: “Doa mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka ialah: “Salam” Dan penutup doa mereka ialah: “Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”

    Mengacu pada Tafsir Kementerian Agama, kalimat pada surah Yunus ayat 10 menggambarkan kehidupan rohani penghuni surga. Apabila dirinci, doa mereka dimulai dengan menyebut Subhanaka Allahumma. Kemudian, salam penghormatan mereka ialah, Salam.

    Lalu, untuk mengakhiri doa mereka adalah Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Doa merupakan permohonan yang dipanjatkan oleh seorang hamba kepada Tuhan-nya yang Maha Agung.

    Pengakuan akan keagungan Allah SWT diungkapkan melalui Subhanaka Allahumma yang artinya Maha Suci Engkau, Wahai Allah. Adapun, salam penghormatan maksudnya diucapkan agar sejahtera dan selamat dari yang tidak disukai dan diinginkan. Menurut penjelasan Tafsir Kemenag RI, salam penghormatan ini, sering diucapkan semasa hidup mereka di dunia.

    Yang terakhir yaitu Alhamdulullahi Rabbil Alamin yang mengandung arti segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Ucapan tersebut dikatakan oleh orang-orang beriman ketika pertama masuk surga.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Manfaat Membaca Surat Al-Fatihah Secara Rutin, Muslim Wajib Tahu


    Jakarta

    Al-Qur’an menjadi kitab suci yang paling istimewa karena Al-Qur’an adalah firman Allah SWT, Dzat yang menciptakan manusia dan seluruh isi alam raya. Al-Qur’an dapat menyelamatkan manusia dari kesengsaraan dunia dan akhirat.

    Surat Al-Fatihah adalah bagian dari Al-Qur’an. Surat ini jadi salah satu surat yang wajib dihafalkan umat Islam karena jadi salah satu rukun dalam salat fardhu. Meskipun begitu, tidak semua orang memahami tentang keistimewaan Al-Fatihah.

    Sesungguhnya, Allah menurunkan wahyu melalui surat Al-Fatihah itu tidak sekedar untuk dilantunkan bacaannya. Tidak pula hanya untuk pelengkap salat. Namun sesungguhnya, di dalam setiap ayat tersebut menyimpan makna yang dalam, yang agung dan istimewa.


    Jika seseorang mampu mempelajari dan memahami maknanya, tentu akan menjadi takjub. Ia akan mendapatkan ilmu yang mulia karena di dalam surat Al-Fatihah terdapat kemuliaan. Inilah yang jarang dilakukan oleh kebanyakan orang. Jarang pula dipahami oleh mereka.

    Al-Fatihah Surat Paling Agung

    Melansir buku Mutiara di Samudra Al-Fatihah tulisan Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Surat al-Fatihah mempunyai beberapa keistimewaan. Salah satu dari beberapa keistimewaannya adalah bahwa Al-Fatihah itu dianggap sebagai surat yang paling agung di antara surat-surat di dalam Al-Qur’an. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa ia berkata: Yahya menyampaikan riwayat dari Syu’bah dari Hubaib bin Abdurrahman dari Hafisz bin Ashim dari Abu Said al-Ma’alli, katanya:

    كُنْتُ أَصَلِّي فَدَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمْ أَجِبَهُ حَتَّى صَلَّيْتُ قَالَ فَأَتَيْتُهُ فَقَالَ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَا تِينِي قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولُ إِنِّي كُنتُ أَصَلِّي قَالَ أَلَمْ يَقُلِ اللَّهُ تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحِينَكُمْ ، ثُمَّ قَالَ لَا عَلَمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي القُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخرج مِنَ الْمَسْجِدِ ، قَالَ فَأَخَذَ بِيَدَيَّ فَلَمَّا أَرَادَ انْ يخرجَ مِنَ الْمَسْجِدِ، قُلْتُ يَا رَسُولَ إِنَّكَ قُلْتُ لَا عَلَمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي القُرْآنِ قَالَ نَعَمْ الحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالِمِينَ ، هِوَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ أُوتِيتُهُ .

    Artinya: Aku sedang melakukan shalat, lalu dipanggil oleh Rasulullah saw, sehingga aku tidak menyahutnya. Sesudah selesai shalat aku mendatangi beliau. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Mengapa engkau tidak segera mendatangiku? Bukankah Allah swt. telah berfirman, “Wahai orang-orang beriman, sahutilah seruan Allah dan rasul bila menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu.” Beliau berkata lagi, “Sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu sebesar-besar surah di dalam al-Quran sebelum engkau keluar dari masjid ini.” Ketika Rasulullah saw. hendak keluar dari masjid, ia memegang tanganku, lalu aku berkata, “Wahai Rasul, engkau mengatakan hendak mengajarkan kepadaku sebesar-besar surah dalam al-Quran?” Maka Rasulullah saw, berkata, “Ya, surat (yang kumaksudkan itu) adalah alhamdulillahi rabbil ‘alaamiin (dan seterusnya hingga tujuh ayat yang berulang-ulang), dan itulah al-Quran al-Adhim yang telah disampaikan kepadaku. HR.

    5 Manfaat Membaca Surat Al-Fatihah

    Dilansir dari buku Syaifurrahman El-Fati dalam buku Manfaat Dahsyat Dzikir Asmaul Husna dan buku Tafsir Al-Asas tulisan Darwis Abu Ubaidah berikut manfaat membaca surat Al-Fatihah:

    1. Sebagai Obat dan Penawar

    Darwis Abu Ubaidah dalam Tafsir Al-Asas menuliskan, Utsman bin Abi Al-‘Ash Ats-Tsaqafi mengatakan bahwa dia mengadukan kepada Rasulullah suatu penyakit yang dideritanya sejak ia masuk Islam. Maka Rasulullah bersabda kepadanya, ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ. وَقُلْ: بِاسْمِ اللَّهُ، ثَلَاثَاً. وَقُلْ، سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.

    Artinya: “Letakkan tanganmu di tubuhmu yang terasa sakit, kemudian ucapkan Bismillah tiga kali, sesudah itu baca tujuh kali: A’udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa ubadziru.” (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari penyakit yang aku derita dan aku cemaskan).” (HR. Muslim)

    2. Dilindungi Allah SWT

    Barangsiapa yang membaca surat Al-Fatihah maka ia akan aman (selamat) dari segala bahaya yang datang menimpanya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al Buzar yang bersumber dari Anas, ia berkata bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda, “Bila engkau membaca Al-Fatihah dan Qul Huwal loohu Ahad (surat Al-Ikhlas) maka amanlah engkau dari segala sesuatu, kecuali dari maut.”

    3. Diberikan Pengampunan

    Diriwayatkan oleh Muhyiddin Ibn al Arabi dalam Futuhat al Makkiyyah dengan sanadnya yang bersambung kepada Nabi, Allah berfirman, “Hai Israfil, demi keagungan-Ku, kebesaran-Ku, kemurahan- Ku dan kemuliaan-Ku, siapa yang membaca bismillaa-hirrahmaanirrahiim bersambung dengan Al-Fatihah satu kali, saksikanlah bahwa Aku ampuni dosa-dosanya, Aku terima kebaikannya, Aku maafkan kesalahannya. Aku tidak akan membakar lidahnya dengan api dan siksa pada hari kiamat, pada hari ketakutan yang besar. la akan berjumpa dengan-Ku sebelum para nabi dan para auliya.”

    Al Thabrani meriwayatkan dengan sanad dari al-Saib bin Yazid, “Nabi memohonkan perlindungan bagiku dengan Fatihat al-Kitab.”

    4. Mendapatkan Pahala

    Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi bersabda, “Pada malam Isra, aku berhenti di bawah ‘Arasy. Aku melihat ke atasku dan kulihat dua papan bergantung terbuat dari mutiara dan yakut. Pada papan yang satu tertulis Al-Fatihah, dan pada papan yang lain seluruh Al-Quran. Aku berkata, “Tuhanku, muliakanlah umatku dengan dua papan ini. Tuhan yang Mahatinggi berfirman, ‘Aku sudah memuliakan kamu dan umatmu dengan keduanya (yakni firman Tuhan: Sudah Aku berikan kepadamu tujuh yang diulang dan Al-Quran yang agung).’ Aku berkata, “Tuhanku, apa pahala orang berfirman, ‘Ya yang membaca Al-Fatihah? Allah Muhammad, barangsiapa yang membaca tujuh ayat itu satu kali, haram baginya tujuh pintu jahanam (seperti firman Allah: Baginya ada tujuh pintu)’. Aku berkata, “Tuhanku, apa pahala orang yang membaca Al Quran satu kali?” Allah berfirman, “Ya Muhammad, untuk setiap huruf Aku beri kepadanya satu pohon di surga.”

    5. Melancarkan Rezeki

    Barang siapa istiqamah membaca surah Al Fatihah setiap selesai salat fardhu 20 kali, sehingga sehari semalam ia membacanya 100 kali, maka Allah SWT akan meluaskan rezekinya, dibaguskan semua tingkahnya, terang wajah dan hatinya, serta dimudahkan segala urusannya.

    (lus/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Syarat Wajib Sholat bagi Muslim, Ini Bedanya dengan Syarat Sah


    Jakarta

    Syarat wajib sholat harus dipahami oleh muslim. Syarat ini harus dipenuhi sebelum mengerjakan sholat, jika tidak sholatnya belum wajib dilaksanakan.

    Dalam Islam, sholat adalah ibadah wajib dan termasuk rukun Islam yang kedua. Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 103,

    فَأَقِيمُوا الصَّلُوةَ إِنَّ الصَّلوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَبًا مَّوْقُوتًا…


    Artinya: “…Maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

    Syarat Wajib Sholat bagi Muslim

    Mengutip dari buku Panduan Sholat untuk Perempuan yang disusun Nurul Jazimah, berikut beberapa syarat wajib sholat bagi muslim.

    1. Islam

    Syarat wajib sholat yang pertama adalah beragama Islam. Sebagaimana diketahui, perintah sholat hanya ditujukan kepada muslim, karenanya orang yang bukan termasuk muslim tidak diwajibkan sholat.

    2. Baligh

    Syarat wajib sholat selanjutnya yaitu baligh atau telah menginjak usia dewasa. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Orang-orang yang tidak dibebankan tanggung jawab hukum ada tiga golongan, yaitu; orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga bermimpi (baligh) dan orang gila hingga sembuh.” (HR Ahmad dan lainnya)

    Dengan demikian, anak-anak tidak diwajibkan sholat. Namun, tak ada larangan jika anak-anak ingin sholat. Orang tua juga diwajibkan mendidik anaknya untuk sholat sejak dini sebagai bentuk pembelajaran.

    Nabi SAW bersabda,

    “Ajarilah anak-anakmu sholat ketika usianya tujuh tahun.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud dan Al Hakim)

    3. Berakal

    Berakal menjadi syarat wajib sholat bagi muslim. Maksud berakal di sini berarti ia dapat membedakan perbuatan baik dan buruk, pantas dan tidak pantas. Karenanya, orang gila tidak wajib sholat karena dianggap tidak berakal.

    4. Mampu Sholat

    Sholat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun, selama keadaan memungkinkan. Ketika sehat, sholat bisa dikerjakan secara sempurna dengan tata cara yang sudah ditetapkan.

    Ketika sakit, muslim bisa sholat dengan posisi duduk atau berbaring. Bahkan, ketika tidak mampu bergerak pun, sholat bisa dilakukan dengan isyarat.

    5. Suci dari Haid dan Nifas

    Syarat wajib lain dari sholat adalah suci dari haid dan nifas. Artinya, muslimah yang sedang haid dan nifas tidak diperbolehkan untuk sholat.

    Mereka baru boleh mengerjakan sholat setelah mandi wajib. Rasulullah SAW bersabda,

    “Apabila seorang muslimah mendapatkan haid, maka tinggalkanlah sholat da apabila telah selesai masa haidnya, maka mandilah dan bersihkan (sisa-sisa) darahnya, kemudian sholatlah.” (HR Abu Daud)

    Apa Perbedaan Syarat Wajib Sholat dengan Syarat Sah?

    Masih dari sumber yang sama, syarat wajib sholat berbeda dengan syarat sah. Syarat wajib adalah syarat yang harus dipenuhi sebelum hendak sholat. Jadi, jika syarat tidak terpenuhi maka ia tidak wajib sholat.

    Sementara itu, syarat sah adalah syarat yang harus dipenuhi karena menjadi penentu sah atau tidaknya sholat yang dikerjakan seseorang.

    Syarat Sah Sholat

    Menukil dari buku Tuntunan Bersuci dan Sholat: Madzhab Imam Asy Syafi’i karya Humaidi Al Faruq, berikut beberapa syarat sah sholat.

    1. Suci dari hadats kecil dan besar
    2. Suci dari najis
    3. Menutup aurat
    4. Menghadap kiblat
    5. Telah masuk waktu sholat

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • BPJPH Gelar Rakernas LP3H, Dorong Terbentuknya Ekosistem Halal yang Produktif



    Jakarta

    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) tahun 2025. Rakernas ini bertujuan mendorong terbentuknya ekosistem Jaminan Produk Halal (JPH) yang semakin produktif untuk mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Saya baca satu persatu di Asta Cita, bahwa salah satu tujuan utamanya adalah untuk menjaga kedaulatan pangan, dan juga penguatan ekspor. Beruntung Bapak Presiden Prabowo Subianto menjadikan kewajiban sertifikasi halal ini untuk melindungi segenap bangsa Indonesia,” terang Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keteranganya, dikutip pada Selasa (29/7/2025).

    Rakernas tersebut diikuti oleh 280 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal atau LP3H, dan 34 Satuan Tugas Layanan JPH dari seluruh Indonesia. Rakernas LP3H akan berlangsung selama 3 hari hingga 30 Juli 2025.


    Besar harapan, Rakernas ini menghasilkan langkah-langkah strategis demi memperkuat peran pendamping dalam mendukung percepatan sertifikasi halal di Indonesia.

    “Untuk itu, maka perlu adanya penguatan kolaborasi, peningkatan kapasitas SDM kita bersama, dan perluasan sosialisasi dan edukasi jaminan produk halal kepada masyarakat serta pelaku usaha akan pentingnya sertifikasi halal,” sambung pria yang akrab disapa Babe Haikal itu.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJPH tersebut juga mengapresiasi peran LP3H, P3H, dan Satgas Layanan JPH atas peran penting mereka dalam penyelenggaraan JPH.

    “Bapak Ibu sekalian adalah garda terdepan penyelenggaraan JPH. Anda semua turun langsung ke lapangan, mendampingi pelaku UMK dari Sabang sampai Merauke agar produknya bersertifikat halal,” tambahnya.

    Ia berharap, peran penting tersebut terus dilaksanakan dengan penuh ikhlas, tanggung jawab dan kesungguhan. Dengan begitu, diharapkan sertifikasi halal dapat terlaksana secara optimal, dan kebermanfaatan sertifikat halal dapat dirasakan semakin luas.

    Rakernas LP3H turut diisi dengan sesi diskusi bagi seluruh peserta terkait kebijakan dan regulasi JPH. Ini meliputi mekanisme sertifikasi halal melalui skema Self Declare, program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), hingga pembahasan teknis pelaksanaan sertifikasi halal di lapangan.

    Melalui rakernas tersebut, BPJPH juga mengapresiasi penghargaan kepada LP3H dan Satgas Layanan JPH atas capaian kinerja mereka dalam penyelenggaraan program SEHATI 2025.

    Turut hadir dalam rakernas Wakil Kepala BPJPH Afriansyah Noor, Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham, Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan JPH Chuzaemi Abidin, Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal Abd Syakur, serta Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal Mamat Salamet Burhanuddin. Hadir juga para Kepala Biro, para Direktur, beserta jajaran BPJPH.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Saudi, Qatar dan Mesir Serukan agar Hamas Melucuti Senjata untuk Akhiri Perang Gaza



    Jakarta

    Negara-negara Arab termasuk Qatar, Arab Saudi dan Mesir meminta Hamas untuk menyerahkan senjata dan mengakhiri kekuasaan di Gaza, Palestina. Seruan ini dilakukan untuk mengakhiri perang dengan cara menghidupkan solusi dua negara bagi Israel dan Palestina.

    Melansir dari Arab News pada Rabu (30/7/2025), 17 negara ditambah Uni Eropa dan Liga Arab menyepakati deklarasi yang menjadi bagian dari dokumen tujuh halaman dalam konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Deklarasi berfokus pada penghidupan kembali solusi dua negara.


    “Dalam konteks mengakhiri perang di Gaza, Hamas harus mengakhiri kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan persenjataannya kepada Otoritas Palestina, dengan keterlibatan dan dukungan internasional, sejalan dengan tujuan Negara Palestina yang berdaulat dan merdeka,” bunyi pernyataan dalam deklarasi tersebut.

    Deklarasi ini menyusul seruan delegasi Palestina di PBB agar Israel dan Hamas meninggalkan Gaza yang memungkinkan otoritas Palestina mengelola wilayah pesisir tersebut. Negara Prancis yang menjadi tuan rumah konferensi bersama Arab Saudi itu menyebut deklarasi tersebut bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya.

    “Untuk pertama kalinya, negara-negara Arab dan Timur Tengah mengecam Hamas, mengecam serangan 7 Oktober, menyerukan pelucutan senjata Hamas, menolak keikutsertaannya dalam pemerintahan Palestina, serta menyatakan niat untuk menormalisasi hubungan dengan Israel di masa depan,” ungkap Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot.

    Deklarasi diteken bersama oleh Prancis, Inggris, dan Kanada di antara negara-negara Barat lainnya. Mereka juga menyerukan kemungkinan pengerahan pasukan asing untuk menstabilkan Gaza setelah berakhirnya peperangan. Meski demikian, Israel dan sekutunya Amerika Serikat tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan, Waktu Pengucapan dan Keutamaan Mengamalkannya


    Jakarta

    Syahadat adalah rukun Islam pertama. Setiap muslim wajib mengucap syahadat dengan penuh keyakinan, baik ketika memeluk Islam maupun saat membacanya dalam tahiyat salat.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ibrahim ayat 27 terkait dua kalimat syahadat,

    يُثَبِّتُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِۚ وَيُضِلُّ اللّٰهُ الظّٰلِمِيْنَۗ وَيَفْعَلُ اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُ ࣖ ٢٧


    Artinya: “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Allah menyesatkan orang-orang yang zalim, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”

    Syahadat: Arab, Latin dan Artinya

    Menurut buku Tuntunan Lengkap Rukun Islam & Doa: Kunci Beragama Secara Kaffah oleh Dr Moch Syarif Hidayatullah, terdapat dua macam syahadat, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul.

    1. Syahadat Tauhid

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

    Asyhadu an laa ilaaha illallaahu

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah.”

    2. Syahadat Rasul

    أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

    Asyhaduanna muhammadar rasuulullah

    Artinya: “Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

    Apabila kedua syahadat di atas digabung, maka menjadi syahadatain atau dua kalimat syahadat. Berikut bacaannya jika digabungkan,

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

    Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

    Waktu Pengucapan Syahadat

    Menukil dari buku Akidah Akhlak oleh Fida’ Abdillah dan Yusak Burhanudin, berikut sejumlah waktu pengucapan syahadat yang bisa dipahami muslim.

    1. Saat azan dan iqamah bayi baru lahir
    2. Ketika menyatakan keislamannya, dalam hal ini maksudnya mualaf
    3. Saat salat fardhu dan sunnah
    4. Waktu sakaratul maut
    5. Azan dan iqamah ketika akan salat fardhu

    Keutamaan Mengamalkan Syahadat

    Ada sejumlah keutamaan yang didapat muslim jika mengamalkan syahadat. Berikut bahasannya yang dikutip dari buku Tidak Semua Syahadat Diterima Allah karya Badiatul Muchlisin Asti.

    1. Pintu Masuk Islam

    Syahadat menjadi pintu masuk atau titik tolak seseorang masuk agama Islam. Karenanya, dua kalimat syahadat dijadikan rukun Islam yang pertama.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Islam dibangun di atas lima: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, memberikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    2. Terlindungi Darah dan Hartanya

    Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa syahadat dapat membuat seseorang terlindungi dari darah dan hartanya. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mereka mendirikan salat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah melaksanakan itu, berarti mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, sedangkan hisab mereka menjadi wewenang Allah Ta’ala.” (HR Bukhari dan Muslim)

    3. Diharamkan dari Neraka

    Turut diterangkan dalam buku Ensiklopedia Amal Saleh susunan Tim AHNAF bahwa syahadat membuat seseorang diharamkan dari neraka. Rasulullah SAW bersabda dari Anas bin Malik RA berkata,

    “Tak seorangpun yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dalam hatinya, kecuali Allah mengharamkannya disentuh api neraka.” (HR Bukhari)

    4. Syarat Utama Masuk Surga Allah

    Dalam hadits lainnya dikatakan bahwa syarat utama masuk surga Allah SWT adalah membaca dua kalimat syahadat. Berikut bunyinya,

    “Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya, bahwa Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan pada Maryam, dan ruh dari-Nya, juga bersaksi bahwa surga benar adanya serta neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga seperti apa pun amalnya.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Radhiyallahu Anhu Artinya Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya


    Jakarta

    Sebagai seorang Muslim, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan istilah “radhiyallahu anhu” atau yang biasa disingkat “ra.” Istilah ini sering kita temukan setelah nama-nama mulia para sahabat Nabi Muhammad seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu atau Umar bin Khattab radhiyallahu anhu.

    Ucapan ini bukan sekadar penghias nama, melainkan doa yang mengandung makna yang sangat dalam dan mulia dalam tradisi Islam.

    Lantas, radhiyallahu anhu artinya apa? Mengapa para sahabat Nabi diberikan gelar ini secara khusus?


    Arti Radhiyallahu Anhu

    Imam Nawawi dalam kitab Terjemah Al-Adzkar Nawawi menjelaskan bahwa ungkapan seperti “radhiyallahu anhu” (untuk laki-laki) atau “anha” (untuk perempuan). Ucapan-ucapan tersebut bermakna “semoga Allah meridhainya” dan “semoga Allah merahmati mereka” sesuai dengan konteksnya.

    Ucapan doa radhiyallahu ‘anhu (رضي الله عنه) memiliki arti “Semoga Allah meridhainya.” Kalimat ini lazim diucapkan setelah menyebut nama para sahabat Nabi Muhammad, misalnya Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

    Kata “hu” pada akhir doa tersebut adalah kata ganti orang ketiga tunggal laki-laki dan berfungsi sebagai obyek (maf’ul bih). Penggunaannya dapat disesuaikan dengan jenis kelamin orang yang didoakan. Jika yang disebut adalah perempuan, seperti Sayyidah Aisyah, maka bentuknya menjadi radhiyallahu ‘anha.

    Secara umum, doa ini dikhususkan bagi para sahabat Nabi. Meski ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang boleh tidaknya mengucapkannya untuk selain sahabat, mayoritas menjadikannya sebagai ciri khas yang melekat pada nama-nama sahabat Rasulullah SAW.

    Contoh Penggunaan Radhiallahu ‘Anhu

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, doa radhiallahu ‘anhu ini disematkan kepada para sahabat dan kerabat nabi. Berikut ini adalah beberapa contoh sahabat dan kerabat Nabi Muhammad dengan gelar ra.

    Berikut adalah 10 contoh sahabat Nabi Muhammad lengkap dengan gelar doa “radhiyallahu ‘anhu/anha”, mencakup sahabat laki-laki dan perempuan:

    1. Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu
    Sahabat terdekat Muhammad dan khalifah pertama umat Islam.

    2. Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu
    Khalifah kedua, dikenal dengan ketegasannya dan keadilannya.

    3. Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu
    Khalifah ketiga dan menantu Muhammad yang dikenal sangat dermawan.

    4. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu
    Khalifah keempat, sepupu dan menantu Muhammad.

    5. Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu
    Sahabat yang terkenal dengan kekayaannya dan kemurahan hatinya.

    6. Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu
    Muazin pertama dan simbol keteguhan iman dalam sejarah Islam.

    7. Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu
    Sahabat dekat Muhammad dan termasuk dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

    8. Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha
    Istri Nabi Muhammad dan salah satu periwayat hadis terbanyak.

    9. Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha
    Istri pertama Nabi Muhammad dan wanita pertama yang beriman kepada Islam.

    10. Fatimah Az-Zahra radhiyallahu ‘anha
    Putri kesayangan Muhammad dan ibu dari Hasan dan Husain.

    Para sahabat dan kerabat Nabi Muhammad adalah generasi terbaik umat Islam yang menemani dan membela beliau dalam menyebarkan dakwah.

    Mereka dikenal sebagai orang-orang mulia karena keimanan, ketakwaan, dan pengorbanan mereka yang luar biasa di jalan Allah. Allah memuji mereka dalam Al-Qur’an dan meridhai mereka atas keimanan dan amal shaleh yang mereka lakukan.

    Ucapan “radhiyallahu ‘anhu/anha” menjadi bentuk penghormatan dan doa atas ridha Allah yang telah mereka raih.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Hari yang Dianjurkan untuk Potong Kuku Menurut Islam


    Jakarta

    Potong kuku termasuk salah satu fitrah manusia sebagaimana dikatakan Rasulullah SAW. Selain itu, memotong kuku juga menjadi salah satu cara menjaga kebersihan.

    Nabi Muhammad SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Lima perkara yang termasuk fitrah; mencukur rambut kemaluan, khitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.” (HR Bukhari dan Muslim)


    Hasan Ayyub dalam Fiqhul ‘Ibadat yang diterjemahkan Abdurrahim menyebut bahwa apabila perkara-perkara dalam hadits tersebut dilakukan maka muslim dianggap menepati fitrahnya sebagai manusia yang sifatnya baik sekaligus berpenampilan rapi.

    Lalu, kapan saja hari yang dianjurkan untuk potong kuku menurut Islam?

    Hari yang Dianjurkan untuk Potong Kuku

    Menukil dari kitab Al Fiqh ‘Ala Al Madzhahib Al Arba’ah oleh Syaikh Abdurrahman Al Juzairi terjemahan Shofa’u Qolbi Djabir disebutkan bahwa hari Senin, Kamis dan Jumat menjadi hari yang dianjurkan atau paling baik untuk memotong kuku.

    Syeikh Zainuddin Al Malibari melalui kitab Fathul Mu’in yang diterjemahkan Bahrudin Fuad menyebut sunnah potong kuku hendaknya dilakukan pada Kamis atau Jumat pagi. Meski demikian, sebagian imam salaf lebih menyukai memotong kuku pada hari Jumat, Imam Nawawi mengatakan hal tersebut dalam Al Majmu Syarh Al Muhadzdzab-nya.

    Hadits Rasulullah SAW Memotong Kuku Hari Jumat

    Menurut buku Fikih Mazhab Syafi’i yang disusun Abu Ahmad Najieh, terdapat hadits yang menyebut bahwa Rasulullah SAW memotong kukunya pada Jumat. Dari Al Bazzar berkata,

    “Sesungguhnya Nabi SAW memotong kukunya dan memendekkan kumisnya pada hari Jumat.” (HR Al Bazzar)

    Berikut tata cara memotong kuku sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi yang dikutip dari buku Perempuan Bertanya, Fikih Menjawab oleh Nurul Asmayani.

    1. Tata Cara Potong Kuku Tangan

    • Potong kuku tangan dimulai dari bagian kanan, tepatnya telunjuk tangan kanan.
    • Setelah telunjuk tangan kanan, beralih ke jari tengah kanan, jari manis hingga kelingking kanan. Terakhir, potong kuku ibu jari tangan kanan.
    • Jika sudah, beralih ke jari kiri. Dimulai dari jari kelingking kiri, jari manis kiri, jari tengah kiri, jari telunjuk dan diakhiri dengan memotong ibu jari kiri.

    2. Tata Cara Potong Kuku Kaki

    • Dimulai dari jari kelingking kaki kanan.
    • Setelah itu, potong jari manis kaki kanan dan seterusnya hingga mencapai ibu jari kaki kanan.
    • Jika sudah selesai bagian kanan, beralih ke kuku kaki jari kiri dimulai dari ibu jari sampai kelingking.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com