Tag: hikmah

  • Menyamar Jadi Muslim, Snouck Hurgronje Nekat Masuk Makkah demi Belajar Islam


    Jakarta

    Sejak berabad-abad silam, Makkah dikenal sebagai kota suci yang hanya boleh dimasuki oleh umat Islam. Larangan ini membuatnya nyaris mustahil dijelajahi oleh orang non-Muslim. Namun, di penghujung abad ke-19, seorang orientalis Belanda, Christiaan Snouck Hurgronje, berhasil melanggar batas itu. Ia masuk ke Makkah dengan cara menyamar sebagai seorang Muslim.

    Harda Armayanto, dkk dari Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS) Universitas Darussalam Gontor dalam artikel ilmiahnya berjudul Snouck Hurgronje dan Tradisi Orientalisme di Indonesia mengungkap bahwa tidak seperti kebanyakan orientalis yang hanya mempelajari Islam dari literatur, Snouck Hurgronje terjun langsung ke tengah komunitas Muslim. Bahkan, ia berpura-pura memeluk Islam demi bisa menyelami kehidupan umat Islam lebih dalam, termasuk berbaur dengan para ulama dan cendekiawan di Makkah.

    Pada tahun 1884, Snouck tiba di Jeddah. Untuk bisa masuk Makkah, ia pun mengucapkan syahadat di hadapan Qadhi Jeddah pada 16 Januari 1885 dan mengambil nama Abdul Ghaffar. Dengan identitas barunya sebagai Muslim asal Surabaya, ia berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat sekitar. Ia pun tinggal di Makkah selama beberapa bulan, mempelajari kehidupan sosial, budaya, hingga politik umat Islam di sana.


    Menguasai Ilmu Islam dan Dihormati Ulama

    Penyamaran Snouck Hurgronje tidak sekadar basa-basi. Ia benar-benar menguasai ilmu-ilmu Islam, menghadiri majelis-majelis ilmu, dan belajar langsung kepada para ulama terkemuka di Makkah. Karena kemampuan dan pengetahuannya, banyak ulama Arab menganggapnya sungguh-sungguh seorang Muslim. Bahkan ada yang mengira ia seorang ulama Jawi, yaitu sebutan bagi kaum Muslimin asal Asia Tenggara.

    Selama di Makkah, Snouck Hurgronje mengumpulkan berbagai data penting yang kemudian ia tuangkan ke dalam karya-karya ilmiah, termasuk bukunya yang terkenal berjudul Mekka (1888-1889). Ia juga menulis ratusan artikel ilmiah tentang hukum Islam, masyarakat Muslim, dan politik.

    Ilmu Snouck Hurgronje Jadi Senjata Kolonial

    Masih mengutip sumber sebelumnya, pengetahuan Snouck Hurgronje soal Islam tidak hanya berhenti sebagai studi ilmiah. Ketika pulang ke Hindia Belanda, Snouck justru menjadi penasihat penting Pemerintah Kolonial Belanda, khususnya dalam merumuskan strategi menghadapi perlawanan rakyat Aceh.

    Ia menganjurkan pemutusan hubungan agama dan politik (sekularisasi) demi melemahkan semangat perlawanan rakyat, karena baginya Islam yang bersatu dengan politik akan meningkatkan perlawanan rakyat terhadap Belanda

    Agama yang Dianut Snouck Hurgronje

    Mengutip sumber sebelumnya, Christiaan Snouck Hurgronje lahir pada 1857 di Oosterhout, Belanda. Ia merupakan anak seorang pendeta Protestan. Sejak muda, ia tumbuh dalam tradisi Gereja Hervormde Belanda.

    Berbagai rumor menyebut Snouck Hurgronje pernah masuk Islam sebab ia pernah bersyahadat di Makkah. Namun hal itu ia lakukan demi menjaga penyamarannya. Oleh sebab itu, para peneliti modern secara umum berpendapat bahwa ia tidak pernah benar-benar memeluk agama Islam, ia tetap tercatat sebagai Protestan hingga akhir hidupnya.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Niat Puasa Tasua dan Asyura 2025 Lengkap dengan Hukum dan Jadwalnya


    Jakarta

    Niat puasa Tasua dan Asyura 2025 dibaca pada malam hari sebelum puasa berlangsung atau bisa di pagi harinya. Kedua amalan ini dianjurkan pada 9-10 Muharram setiap tahunnya.

    Mengutip dari buku Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunnah oleh Amirulloh Syarbini dan Iis Nur’aeni Afgandi, terdapat hadits yang menyebut bahwa puasa pada bulan Muharram menjadi yang terbaik kedua setelah Ramadan.

    Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,


    “Sebaik-baiknya puasa setelah bulan Ramadan adalah pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    Dalam pelaksanaannya, umat Islam bisa mengawali puasa Muharram baik Tasua maupun Asyura dengan berniat.

    Niat Puasa Tasua dan Asyura 2025

    Berikut bacaan niat puasa Tasua dan Asyura 2025 yang dinukil dari buku Meraih Surga dengan Puasa oleh H Herdiansyah Achmad.

    1. Niat Puasa Tasua

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُعَةَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yauma tasu’ata sunnata-lillâhi ta’ala.

    Artinya: “Saya berniat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta’ala.”

    2. Niat Puasa Asyura

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yauma ‘asyûra-a sunnata-lillâhi ta’âla.

    Artinya: “Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”

    Apa Hukum Puasa Tasua dan Asyura?

    Mengacu pada sumber yang sama, puasa Tasua hukumnya sunnah sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram.” (HR Muslim)

    Selain itu dijelaskan dalam Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi yang disyarah Musthafa Dib al Bugha terjemahan Misbah, hikmah melaksanakan mpuasa pada 9 Muharram untuk membedakan dengan orang-orang Yahudi yang hanya mengkhususkan puasa di tanggal 10 Muharram atau hari Asyura.

    Nabi Muhammad SAW dalam riwayat lain menyebut terkait hukum puasa Asyura. Dari Ibnu Abbas RA berkata,

    “Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa pada hari itu.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Perintah puasa Asyura merujuk pada hadits itu adalah sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan.

    Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2025

    Mengacu pada Kalender Hijriah 2025 Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag RI), maka jadwal puasa Tasua dan Asyura 2025 adalah sebagai berikut:

    Puasa Tasua 9 Muharram 1447 H: Sabtu, 5 Juli 2025
    Puasa Asyura 10 Muharram 1447 H: Minggu, 6 Juli 2025

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Ar Raqib Artinya Maha Mengawasi, Ini Cara Meneladani dan Manfaat Mengamalkannya


    Jakarta

    Ar Raqib termasuk salah satu Asmaul Husna yang juga dimaknai sebagai nama-nama baik Allah SWT. Setidaknya ada 99 Asmaul Husna yang bisa dipahami muslim. Lalu Ar Raqib artinya apa?

    Ar Raqib Artinya Maha Mengawasi

    Menurut buku Akidah Akhlak untuk Madrasah Aliyah tulisan Thoyib Sah Saputra dan Wahyudin, secara bahasa Ar Raqib berasal dari bahasa Arab yaitu Raqaba yang artinya memelihara atau mengawasi. Dari segi istilah, makna Ar Raqib adalah Allah Maha Mengawasi, Mengamati, dan Menyaksikan segala yang terjadi di alam dunia serta seluruh jagat raya.

    Pengawasan Allah SWT meliputi seluruh alam semesta tanpa lengah. Tak pernah ada waktu untuk mengantuk, tidur, tanpa susah payah dalam mengawasi makhluk ciptaan-Nya karena Dia adalah Tuhan Semesta Alam.


    Ar Raqib Disebutkan dalam Ayat Suci Al Qur’an

    Masih dari sumber yang sama, Ar Raqib disebutkan dalam sejumlah ayat suci Al-Qur’an. Pada ayat apa saja?

    1. Ar Raqib dalam Surah An Nisa Ayat 1

    إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا …

    Artinya: “… Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kamu sekalian.”

    2. Ar Raqib dalam Surah Al Ahzab Ayat 52

    وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ رَّقِيبًا

    Artinya: “… Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.”

    3. Ar Raqib dalam Surah Al Maidah Ayat 117

    وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِى كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

    Artinya: “… Dan akulah yang menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah Yang Maha Mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”

    Cara Meneladani Ar Raqib

    Orang beriman yang memahami Ar Raqib maka akan semakin mantap keyakinannya. Berikut cara meneladaninya sebagaimana dikutip dari buku Akidah Akhlak karya H Aminudin dan Harjan Syuhada.

    1. Selalu berbuat baik karena Allah SWT
    2. Menjaga diri agar selalu berada dalam petunjuk Allah SWT
    3. Senantiasa berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT
    4. Merasa selalu diawasi Allah SWT dalam setiap keadaan
    5. Konsisten melakukan ketaatan kepada Allah SWT dan menjauhi seluruh perbuatan maksiat

    Keutamaan Mengamalkan Ar Raqib

    Setelah mengamalkan Asmaul Husna Ar Raqib, ada beberapa keutamaan yang diraih muslim. Berikut bahasannya yang dirangkum dari buku Edisi Indonesia Syamsul Ma’arif oleh Ahmad bin Ali al-Buni.

    1. Dilindungi dari Mara Bahaya

    Jika muslim memperbanyak zikir Yaa Raqiib setiap hari, niscaya Allah SWT akan melindunginya dari segala kejahatan dan mara bahaya. Ini salah satu keutamaan mengamalkan Asmaul Husna Ar Raqib sebagai zikir.

    2. Tempat Usaha Tetap Aman

    Jika muslim rutin melantunkan zikir Yaa Raqiib setiap hari sebanyak 50 kali. Niscaya tempat usahanya atau toko yang ia miliki tetap aman karena berada di bawah lindungan Allah SWT.

    3. Tidak Malas dan Lalai

    Apabila zikir Yaa Raqiib diamalkan tujuh kali setelah salat fardhu, Allah SWT akan membentengi keluarga, diri kita dan rumah dari berbagai musibah. Karenanya, rasa malas dan lalai di hati seseorang akan lenyap.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Niat Puasa Tasua dan Asyura 2025, Kapan Sebaiknya Dibaca?


    Jakarta

    Sebelum menjalankan ibadah puasa Tasua dan Asyura, umat Muslim dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Kedua puasa sunnah ini dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 bulan Muharram dalam kalender Hijriah.

    Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Sebaik-baiknya puasa setelah bulan Ramadan adalah pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)


    Puasa Tasua tergolong sunnah, sementara puasa Asyura termasuk sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan untuk dilakukan. Mengacu pada Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi yang disyarah oleh Musthafa Dib al-Bugha, puasa Tasua bertujuan untuk membedakan diri dari kebiasaan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura.

    Sedangkan hari Asyura, yang jatuh pada 10 Muharram, dianggap sangat istimewa. Dari Ibnu Abbas RA disebutkan bahwa:

    “Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan kaum Muslimin untuk juga berpuasa pada hari tersebut.” (HR Muttafaq ‘Alaih)

    Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura

    Umat Islam dapat melafalkan niat puasa Tasua dan Asyura seperti berikut, sebagaimana tercantum dalam buku Meraih Surga dengan Puasa karya H. Herdiansyah Achmad:

    1. Niat Puasa Tasua (9 Muharram):

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُعَةَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yauma tasu’ata sunnatan lillâhi ta’âla.
    Artinya: “Saya berniat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta’ala.”

    2. Niat Puasa Asyura (10 Muharram):

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yauma ‘asyûrâ-a sunnatan lillâhi ta’âla.
    Artinya: “Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”

    Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Tahun 2025

    Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 1447 H dari Kementerian Agama RI, berikut adalah tanggal pelaksanaannya:

    Puasa Tasua (9 Muharram 1447 H): Sabtu, 5 Juli 2025
    Puasa Asyura (10 Muharram 1447 H): Minggu, 6 Juli 2025

    Kapan Niat Puasa Dibaca?

    Dalam buku 12 Bulan Mulia: Amalan Sepanjang Tahun karya Abdurrahman Ahmad As Sirbuny, dijelaskan bahwa niat puasa sebaiknya dibaca pada malam hari sebelum pelaksanaannya, yaitu setelah salat Isya. Artinya:

    Niat puasa Tasua bisa dibaca sejak Jumat, 4 Juli 2025 malam

    Niat puasa Asyura bisa dibaca sejak Sabtu, 5 Juli 2025 malam

    Sementara itu, menurut penjelasan Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam kitab Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, niat untuk puasa sunnah dapat dilafalkan sejak terbenam matahari hingga sebelum fajar menyingsing. Meski demikian, disarankan untuk berniat lebih awal agar tidak terburu-buru.

    Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

    Berikut beberapa manfaat dan keutamaan dari puasa Tasua dan Asyura, sebagaimana dijelaskan dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha:

    1. Menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan setahun sebelumnya
    2. Membentuk identitas keislaman yang berbeda dari kaum Yahudi
    3. Merupakan puasa paling utama setelah Ramadan

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Puasa Asyura Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Niatnya Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Puasa Asyura adalah amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan Muharram. Banyak keutamaan dari puasa ini, sehingga sayang untuk dilewatkan.

    Mengutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari yang ditulis Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha, Muharram menjadi sebaik-baiknya bulan untuk berpuasa. Saking baiknya, Muharram dikatakan menjadi bulan terbaik kedua setelah Ramadan.

    Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad.


    “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam.”

    Puasa Asyura dilaksanakan pada hari Asyura yang merupakan momen bersejarah. Diterangkan dalam buku Mengenal Hari-Hari Besar Islam tulisan Marfu’ah, banyak peristiwa penting yang bertepatan dengan hari Asyura karenanya digolongkan sebagai hari yang sangat mulia.

    Adapun, dalil terkait puasa Asyura disebutkan dalam hadits berikut dari Ibnu Abbas RA,

    “Nabi SAW datang di Madinah, tiba-tiba beliau mendapati orang-orang Yahudi pada berpuasa Asyura (10 Muharram). Mereka berkata: Ini adalah hari kemenangan Musa terhadap Fir’aun. Lalu Nabi SAW bersabda kepada sahabat-sahabatnya: Kami lebih berhak atas Musa daripada mereka, oleh sebab itu berpuasalah!” (HR Bukhari)

    Jadwal Puasa Asyura 2025

    Puasa Asyura dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Tahun ini, 10 Muharram 1447 Hijriah bertepatan dengan Minggu, 6 Juli 2025.

    Penanggalan tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag RI).

    Niat Puasa Asyura 2025

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yauma ‘asyûra-a sunnata-lillâhi ta’âla.

    Artinya: “Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”

    Manfaat Puasa Asyura bagi Muslim

    Masih dari sumber yang sama, ada beberapa manfaat yang dapat diraih muslim dari mengerjakan puasa Asyura yaitu:

    1. Menghapus Dosa Setahun Lalu

    Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW,

    “Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

    2. Mendapat Pahala Setara 10 Ribu Orang Pergi Haji

    Menurut kitab Fadha ‘Ilul Quqat (Edisi Indonesia) oleh Imam Baihaqi yang diterjemahkan Muflih Kamil, puasa pada hari Asyura diganjar pahala setara 10 ribu orang pergi haji. Ini disebutkan dari hadits dari Ibnu Abbas RA bahwa Nabi SAW bersabda,

    “Barang siapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan salatnya; barang siapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barang siapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala yang setara dengan pahala seribu orang yang haji dan umrah; barang siapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barang siapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad SAW dan membuat mereka semua kenyang; barang siapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga.”

    Berdasarkan keterangan kitab tersebut, hadits di atas pada sanadnya terdapat beberapa perawi yang tidak dikenal atau majhul.

    3. Puasa Terbaik Kedua setelah Ramadan

    Seperti yang sudah dijelaskan pada hadits sebelumnya, puasa pada bulan Muharram menjadi yang terbaik kedua setelah Ramadan. Dalam redaksi lain dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW berkata:

    “Salat manakah yang lebih utama setelah salat fardhu?”, kemudian Rasulullah menjawab, “Yaitu salat di tengah malam.” Lalu ada lagi yang bertanya kepadanya, “Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadan?”, dan Rasulullah bersabda, “Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 9, 10 Muharam?


    Jakarta

    Puasa Tasua dan Asyura adalah amalan sunnah yang dianjurkan pada 9-10 Muharram. Meski tidak wajib, keutamaan dari puasa tersebut sangat luar biasa.

    Perlu dipahami, Muharram menjadi bulan paling mulia kedua setelah Ramadan untuk menjalani ibadah puasa. Karenanya, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa pada bulan ini. Beliau bersabda,

    “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)


    Menukil dari Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi yang disyarah Musthafa Dib al Bugha terjemahan Misbah, hukum puasa Tasua 9 Muharram adalah sunnah. Amalan ini sebagai pembeda dengan bangsa Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharram atau hari Asyura.

    Sementara itu, puasa Asyura hukumnya sangat dianjurkan atau sunnah muakkad. Dari Ibnu Abbas RA berkata,

    “Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa pada hari itu.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Lantas, kapan jadwal puasa Tasua dan Asyura 9-10 Muharram 1447 Hijriah?

    Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 1447 H

    Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag RI), berikut jadwal puasa Tasua dan Asyura 1447 H.

    • Puasa Tasua 9 Muharram 1447 H: Sabtu, 5 Juli 2025
    • Puasa Asyura 10 Muharram 1447 H: Minggu, 6 Juli 2025

    Niat Puasa Tasua dan Asyura

    1. Niat Puasa Tasua

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُعَةَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yauma tasu’ata sunnata-lillâhi ta’ala.

    Artinya: “Saya berniat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta’ala.”

    2. Niat Puasa Asyura

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yauma ‘asyûra-a sunnata-lillâhi ta’âla.

    Artinya: “Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”

    Bolehkah Puasa Tasua Tanpa Asyura?

    Wahbah Az Zuhaili melalui Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 3 terbitan Gema Insani menyebut bahwa puasa Tasua dan Asyura sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda,

    “Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tanggal 9 dan 10.” (HR al-Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)

    Adapun, jika seseorang hanya berpuasa Asyura tanpa Tasua tidak mengapa. Wahbah Az Zuhaili berpendapat bahwa puasa Asyura lebih dianjurkan.

    Sementara itu, Mazhab Syafi’i berpandangan jika hanya puasa Asyura tanpa Tasua maka disunnahkan puasa pada 11 Muharram. Namun, Imam Syafi’i juga mengatakan tidak masalah apabila hanya puasa Asyura saja.

    Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura bagi Muslim

    Berikut beberapa keutamaan puasa Tasua dan Asyura sebagaimana dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari yang disusun oleh Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha dan buku 10 Formula Dasar Islam: Konsep dan Penerapannya oleh Gamar Al Haddar.

    1. Dihapuskan dosanya setahun yang lalu
    2. Menjadi pembeda dengan bangsa Yahudi
    3. Puasa paling baik kedua setelah Ramadan
    4. Pahalanya setara 10 ribu orang berhaji
    5. Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW
    6. Menjaga kesehatan
    7. Memperbaiki sel yang rusak
    8. Membersihkan tubuh dari racun

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Deretan Amalan Pembuka Pintu Rezeki bagi Muslim, Apa Saja Itu?


    Jakarta

    Allah SWT mengatur rezeki setiap makhluk yang bernyawa, termasuk manusia. Sebagai muslim, sudah sepantasnya kita berikhtiar, bekerja keras, dan berdoa kepada Sang Khalik agar dilimpahkan rezeki oleh-Nya.

    Dalam surah At Talaq ayat 3, Allah SWT berfirman:

    وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا


    Artinya: “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

    Berkaitan dengan itu, ada beberapa amalan yang bisa dikerjakan muslim agar pintu rezekinya senantiasa dibukakan oleh Allah SWT. Apa saja amalan itu?

    Amalan Pembuka Rezeki yang Bisa Dikerjakan Muslim

    1. Salat Dhuha

    Salat Dhuha adalah amalan sunnah yang dianjurkan bagi muslim pada pagi hari. Keutamaan dari salat ini adalah melancarkan rezeki seseorang.

    Mengutip dari buku 7 Amalan Penarik Rezeki tulisan Muhammad Syafi’ie el-Bantanie, melalui sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman:

    “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (salat Dhuha), niscaya akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada hari akhirnya.” (HR Imam Al-Hakim dan ath-Thabrani)

    2. Sedekah

    Sedekah sangat dianjurkan bagi muslim kepada orang yang membutuhkan. Sedekah bisa dimulai dari orang yang menjadi tanggungannya, seperti anak, istri, dan orang tua.

    Dari Abu Hurairah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW terkait sedekah yang paling utama. Dia berkata,

    “Wahai Rasulullah, apakah sedekah yang paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah orang sedikit harta. Utamakanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

    Menurut buku The Ultimate Power of Shalat Dhuha oleh Zezen Zainal Alim, memperbanyak sedekah bisa mendatangkan rahmat dan membuka pintu rezeki. Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Zubair bin Awwam,

    “Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu di atas Arasy, yang dikirim oleh Allah Azza Wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang memperbanyak sedekah kepada orang lain, niscaya Allah SWT memperbanyak baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah SWT menyedikitkan baginya.” (HR Daruquthni dari Anas RA)

    3. Membaca Surah Al Waqiah

    Surah Al Waqiah dikenal sebagai surah kekayaan. Dijelaskan dalam buku Dahsyatnya Ayat-Ayat Pembuka Pintu Rezeki yang disusun Muhammad Hanafiyah, khasiat mengamalkan surah Al Waqiah secara rutin adalah baik untuk kebutuhan duniawi maupun ukhrawi.

    Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Barang siapa membaca surah Al Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran selama-lamanya.” (HR Imam Baihaqi)

    4. Menjaga Tali Silaturahmi

    Menjaga hubungan silaturahmi sangat penting dalam Islam. Dalam buku Inilah Jalan Lurus, Jalan Hidup Nikmat Dunia-Akhirat oleh Mohammad Mufid, kesempatan iman seorang hamba ditentukan tidak hanya baiknya hubungan dengan Allah SWT melainkan juga sesamanya.

    Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya yang menyebut silaturahmi menjadi sebab dibukakannya pintu rezeki seseorang.

    “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR Bukhari)

    5. Membaca Zikir Pembuka Rezeki

    Ada beberapa zikir yang dapat dibaca untuk membuka rezeki. Diterangkan dalam buku Cara Kaya susunan Ahmad Zainal Abidin, hendaknya muslim memperbanyak bacaan “Laa haula walaa quwwata illaa billaah.”

    Hal tersebut dijelaskan juga dalam hadits Rasulullah SAW,

    “Barang siapa yang lambat datang rezekinya, hendaklah banyak mengucapkan laa haula walaa quwwata illaa billaah.” (HR Thabrani)

    Kemudian dalam hadits lainnya disebutkan bahwa membaca surah Al Ikhlas ketika hendak masuk rumah akan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah serta tetangganya. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Barang siapa membaca surah Al Ikhlas ketika masuk rumah, maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya.” (HR Thabrani)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Dosa Besar Ini Takkan Diampuni Allah SWT, Wajib Dihindari!


    Jakarta

    Ada sejumlah dosa yang disebut tak terampuni. Dosa ini tergolong besar sehingga harus dijauhi oleh muslim.

    Perintah menjauhi dosa besar termaktub dalam surah An Nisa ayat 31,

    اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا


    Artinya: “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang (mengerjakan)-nya, niscaya Kami menghapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami memasukkanmu ke tempat yang mulia (surga).”

    Syirik Adalah Dosa Besar yang Tak Diampuni Allah SWT

    Syamsuddin Muhammad bin ‘Utsman bin Qaimas At Turkmaniy Al Fariqy Ad Dimasyqiy Asy Syafi’iy melalui karyanya berjudul Al Kabair yang diterjemahkan Abu Zufar Imtihan Asy Syafi’i menjelaskan bahwa syirik termasuk salah satu dosa besar yang tak diampuni oleh Allah SWT. Terkait hal ini tertuang dalam surah An Nisa ayat 116,

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

    Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”

    Menurut kitab Ad Da ‘u wa ad-Dawa’ karya Ibnu Qayyim Al Jauziyyah terjemahan Salim Bazemool, dosa syirik yang tidak diampuni itu seperti mencintai makhluk layaknya mencintai Allah SWT. Bagaimana mungkin seseorang bisa menyamai Allah SWT dengan makhluk? Sang Khalik merupakan Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Kuasa. Rahmat dan kesempurnaann-Nya mutlak serta menjadi keharusan yang pasti.

    Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik selama orang itu masih berbuat demikian sampai ajal menjemputnya. Namun, Allah SWT adalah Maha Pengampun jika hamba-Nya memohon ampunan atas dosa yang ia perbuat serta bertobat nasuha sebelum meninggal dunia.

    Hadits Syirik Adalah Dosa Besar yang Harus Dihindari

    Masih dari sumber yang sama, Rasulullah SAW melalui haditsnya menyebut terkait syirik sebagai dosa besar. Berikut sabdanya,

    “Maukah kalian aku beritahukan apa kabair (dosa besar) yang paling besar?” Beliau mengulang tiga kali. Para sahabat menjawab, “tentu, wahai Rasulullah.”

    Kemudian Rasulullah bersabda, “Yaitu menyekutukan Allah SWT dan durhaka kepada kedua orang tua.” Saat itu beliau bersandar lalu duduk dan melanjutkan, “Juga kesaksian palsu, kesaksian palsu.” Begitu Rasulullah mengulang-ulang sampai-sampai kami mengatakan, “Andai beliau menghentikannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    7 Dosa Besar Lain yang Harus Dihindari Muslim

    Selain syirik, ada sejumlah dosa besar lainnya yang harus dihindari oleh muslim. Deretan dosa besar ini disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda,

    “Jauhilah tujuh perkara yang merusak!” Lalu beliau SAW menyebutkan, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT kecuali karena alasan yang dibenarkan, memakan harta anak yatim, memakan riba, meninggalkan medan perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik telah berzina.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Awanah dan Nasa’i)

    Berdasarkan hadits di atas, maka dosa-dosa besar itu mencakup:

    1. Syirik
    2. Sihir
    3. Membunuh jiwa yang diharamkan
    4. Memakan harta anak yatim
    5. Memakan riba
    6. Meninggalkan medan perang
    7. Menuduh wanita baik-baik telah berzina

    Naudzubillah min dzaalik.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Imam Sholat Dzuhur dan Ashar Tak Bersuara saat Membaca Surah


    Jakarta

    Ketika mengerjakan sholat Dzuhur dan Ashar, imam tidak membacakan surah Al Fatihah dengan suara keras pada dua rakaat pertama. Begitu juga dengan surah-surah lainnya.

    Padahal, biasanya imam mengeraskan suaranya saat membaca surah Al Fatihah pada waktu sholat lain seperti Maghrib, Isya dan Subuh. Mengapa demikian? Apa alasannya?

    Alasan Imam Tak Mengeraskan Bacaan saat Sholat Dzuhur dan Ashar

    Menurut penjelasan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani melalui karyanya Sifat Ash Shalah An Nabi yang diterjemahkan Rohidin Wakhid, pembacaan surah Al Fatihah dan lainnya dengan suara keras disebut sebagai jahr. Alasan pembacaan jahr tidak dilakukan pada sholat Dzuhur dan Ashar karena mengikuti anjuran Nabi Muhammad SAW untuk memelankan suara dalam membaca surah atau dikenal dengan istilah sirr.


    Rasulullah SAW bahkan mencontohkan untuk melirihkan suara bacaan ketika rakaat terakhir sholat Maghrib dan rakaat ketiga serta keempat pada sholat Isya. Adapun, pembacaan surah dengan pelan oleh imam saat sholat Dzuhur dan Ashar mengacu pada ijma ulama yang didasarkan dari hadits serta atsar yang ada.

    Abu Ma’mar Abdullah bin Sakhbarah bertanya kepada sahabatnya Khabbab ibnul Arts, dia berkata:

    “Kami bertanya kepada Khabbab, ‘Apakah Nabi Muhammad SAW membaca dalam sholat Dzuhur dan Ashar?’ Dia menjawab, ‘Benar.’ Kami bertanya lagi, ‘Dengan apa kalian mengetahui hal itu?’ Dia menjawab, ‘Dengan gerakan jenggotnya’.” (HR Bukhari)

    Sebagai muslim, sudah sepatutnya kita mengikuti cara sholat Rasulullah SAW. Beliau merupakan suri teladan bagi umat manusia, baik dalam akhlak maupun cara beribadahnya.

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (HR Bukhari dan Ad Darimi)

    Anjuran Mengeraskan Bacaan pada Sholat yang Dikerjakan Malam Hari

    Menurut kitab I’anah at-Thalibin yang dinukil oleh NU Online, anjuran mengeraskan bacaan pada sholat yang dikerjakan di waktu malam hari seperti Maghrib, Isya dan Subuh dikarenakan momen itu merupakan waktu khalwat atau menyepi. Pada waktu tersebut, mengeraskan bacaan Al Fatihah dan surah lainnya dimaksudkan mencari kenikmatan munajat hamba kepada Tuhan Semesta Alam, Allah SWT.

    Sementara itu, sholat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan pada siang hari dianjurkan untuk membaca surah dengan pelan. Sebab, momen ini identik dengan waktu sibuk dan saat-saat manusia beraktivitas, sehingga waktu siang kurang nyaman untuk bermunajat.

    Apakah Wajib Mengeraskan dan Memelankan Suara?

    Hukum mengeraskan atau melirihkan suara ketika sholat adalah sunnah sebagaimana diterangkan dalam kitab Al Muntaqo Syarah Muwatho. Apabila imam tidak sengaja membaca surah Al Fatihah atau lainnya dengan suara keras ketika sholat Dzuhur dan Ashar, maka sholatnya tidak batal.

    Dijelaskan dalam kitab Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap, mengeraskan atau memelankan bacaan secara tidak sengaja pada waktu yang tidak dianjurkan maka sholatnya tetap sah. Namun, apabila seseorang ingat setelah melakukan hal tersebut, hendaknya ia segera mengubahnya.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Amalan Ringan Tapi Dahsyat untuk Memperlancar Rezeki


    Jakarta

    Setiap orang tentu mendambakan hidup yang berkecukupan dan rezeki yang lancar. Namun, rezeki bukan hanya soal kerja keras, tetapi juga berkaitan dengan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.

    Dalam Islam, ada banyak amal yang tampak sederhana namun memiliki pengaruh besar dalam melapangkan rezeki seseorang. Amalan ini tidak menuntut waktu dan tenaga besar, tetapi jika dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah, bisa menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.

    Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa rezeki sepenuhnya berada dalam kekuasaan-Nya. Dalam Surah Al-Isra ayat 30, Allah berfirman:


    اِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا ࣖ

    Arab latin: Inna rabbaka yabsuṭur-rizqa limay yasyā’u wa yaqdir(u), innahū kāna bi’ibādihī khabīram baṣīrā(n).

    Artinya: Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (-nya bagi siapa yang Dia kehendaki). Sesungguhnya Dia Maha Teliti lagi Maha Melihat hamba-hamba-Nya.

    Ayat ini menegaskan bahwa rezeki bukan hanya hasil usaha manusia, melainkan sepenuhnya atas kehendak dan hikmah Allah. Oleh karena itu, memperbanyak amalan yang dicintai-Nya adalah salah satu ikhtiar agar rezeki menjadi lebih lancar dan berkah.

    Amalan Ringan yang Memperlancar Rezeki

    Berikut beberapa amalan ringan namun berdampak besar yang dapat menjadi wasilah terbukanya pintu rezeki.

    1. Sholat Dhuha

    Muhammad Syafi’ie el-Bantanie dalam buku 7 Amalan Penarik Rezeki menjelaskan bahwa shalat Dhuha merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk memperlancar rezeki. Ibadah sunnah ini dapat dilaksanakan mulai setelah matahari terbit hingga mendekati masuknya waktu Zuhur.

    Terdapat hadits qudsi yang menggambarkan keutamaan salat ini. Allah SWT berfirman:

    “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (salat Dhuha), niscaya akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada hari akhirnya.” (HR Imam Al-Hakim dan ath-Thabrani)

    2. Berzikir

    Salah satu amalan ringan namun dahsyat dalam membuka pintu rezeki adalah memperbanyak zikir. Dalam buku Dahsyatnya Amalan Pembuka Rezeki karya K.H. Muhammad Arifin Ilham, disebutkan sebuah hadits dari Jabir bin Abdullah RA yang berkata:

    Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhotbah di hadapan kami dan bersabda:

    “Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah sebelum kalian mati. Bergegaslah melakukan amal saleh sebelum kalian disibukkan (oleh urusan dunia). Perkuatlah hubungan kalian dengan Rabb kalian dengan memperbanyak zikir kepada-Nya dan memperbanyak sedekah, baik secara diam-diam maupun terang-terangan. Niscaya kalian akan diberikan rezeki dan mendapat pertolongan.” (HR. Ibnu Majah)

    Hadits ini menegaskan bahwa memperbanyak zikir bukan hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadi salah satu sebab datangnya rezeki dan pertolongan dalam kehidupan.

    3. Berdoa

    Amalan ringan lainnya yang memiliki dampak besar dalam membuka pintu rezeki adalah berdoa. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa di antara kalian yang dibukakan baginya pintu doa, maka dibukakan baginya pintu rahmat. Sesungguhnya doa itu memberi manfaat bagi sesuatu yang telah terjadi dan yang belum terjadi.” (HR. at-Tirmidzi)

    Bahkan saat kita berdoa, sejatinya kita sedang membuat Allah senang, karena menunjukkan bahwa kita bergantung dan berharap hanya kepada-Nya. Rezeki, pertolongan, dan keberkahan bisa datang dari doa yang tulus dan penuh harap.

    4. Memperbanyak Istighfar

    Dalam buku Kaya Total dengan Ayat Kursi, Muhammad Ainur Rasyid menyebutkan bahwa salah satu amalan yang dapat membuka jalan rezeki adalah memperbanyak istighfar dan bertaubat. Kedua amalan ini menjadi sebab turunnya kelapangan dalam rezeki dan kehidupan seseorang.

    Allah SWT menerangkan dalam Al-Qur’an surah Nuh ayat 10-12,

    فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ ١٠ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ ١١ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ ١٢

    Artinya: “Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepada memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai untukmu.”

    Dari ayat ini, kita bisa memahami bahwa istighfar tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga dapat menjadi sebab terbukanya pintu-pintu keberkahan, baik berupa hujan, keturunan, maupun kekayaan.

    5. Membaca Surah Al-Waqiah

    Amalan ringan lainnya yang sangat dianjurkan untuk membuka pintu rezeki adalah membaca Surah Al-Waqiah secara rutin setiap malam. Dalam buku Mau Kaya? Yuk, Baca Al-Waqiah karya Sukron Abdilah (Sabil El-Marufie), disebutkan beberapa hadits Rasulullah SAW serta pendapat para ulama mengenai keutamaan surah ini.

    Salah satu hadits yang menunjukkan keutamaannya berbunyi:

    “Barang siapa membaca Surah Al-Waqiah setiap malam, tidak akan mengalami kefakiran (kemelaratan).” (HR. Al-Baihaqi)

    6. Selalu Bersyukur

    Berdasarkan buku 5 Jurus Lapangkan Rejeki karya Drs. Arif Yosodipuro, MM, salah satu amalan ringan namun memiliki pengaruh yang dahsyat dalam melapangkan rezeki adalah selalu bersyukur. Rasa syukur merupakan magnet keberkahan yang sering kali diabaikan.

    Dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman:

    وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

    Arab latin: Wa iż ta’ażżana rabbukum la’in syakartum la’azīdannakum wa la’in kafartum inna ‘ażābī lasyadīd(un).

    Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

    7. Memperbanyak Sedekah

    Dalam buku The Ultimate Power of Shalat Dhuha karya Zezen Zainal Alim, disebutkan bahwa memperbanyak sedekah merupakan salah satu amalan yang dapat menarik rahmat Allah dan menjadi jalan terbukanya rezeki bagi seorang hamba.

    Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Zubair bin Awwam:

    “Wahai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki seorang hamba berada di atas Arasy. Allah Azza wa Jalla mengirimkan rezeki kepada setiap hamba-Nya sesuai kebutuhan mereka. Barang siapa yang gemar bersedekah kepada sesama, maka Allah akan melapangkan rezekinya. Namun, siapa yang enggan berbagi, Allah pun akan menyempitkan rezekinya.” (HR. Daruquthni dari Anas RA)

    Pesan dari hadits ini sangat jelas, yaitu semakin banyak kita memberi, semakin besar pula balasan dari Allah dalam bentuk rezeki yang berkah dan melimpah.

    8. Bersilaturahmi

    Hubungan baik antar sesama bukan hanya mempererat ukhuwah, tapi juga menjadi sebab terbukanya pintu-pintu rezeki.

    Dalam buku Ayat-Ayat Nasihat karya Mohamad As’adi bin Tawi, disebutkan sabda Rasulullah SAW:

    “Barang siapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya (kebaikannya), maka bersilaturahmilah.” (HR. Bukhari)

    Silaturahmi membawa keberkahan dalam kehidupan, menjauhkan dari permusuhan, dan mendekatkan hati. Dengan saling mengunjungi, menyambung komunikasi, atau sekadar menanyakan kabar, seseorang telah membuka jalan rezeki yang lebih luas, baik secara langsung maupun melalui pertolongan Allah dari arah yang tidak disangka.

    9. Bersholawat

    Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW termasuk amalan ringan yang punya banyak keutamaan. Selain sebagai tanda penghormatan kepada Rasulullah, sholawat juga membawa manfaat nyata bagi yang mengamalkannya.

    Dalam hadits riwayat An-Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa saja yang membaca sholawat kepadaku sekali, niscaya Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan.” (HR. An-Nasa’i)

    Bersholawat juga diyakini sebagai salah satu sebab datangnya rezeki. Dengan melafalkannya secara rutin, seseorang bisa mendapatkan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com