Tag: hiperglikemia

  • Idap Penyakit Ini Jadi Motivasi Meghan Trainor Pangkas BB sampai 27 Kg


    Jakarta

    Penyanyi Meghan Trainor mengaku perjalan menurunkan berat badannya bermula saat didiagnosis diabetes gestasional. Saat itu, ia sedang hamil dan mulai serius memperbaiki gaya hidupnya.

    Wanita 31 tahun itu menanggapi komentar publik soal tubuhnya yang kini terlihat lebih ramping. Ia mengungkapkan penurunan berat badannya ini bukan semata urusan penampilan, tetapi tuntutan kesehatan saat hamil.

    “Saat didiagnosis diabetes gestasional, aku berpikir ‘oke aku harus belajar soal kesehatan dan kebugaran,” terangnya yang dikutip dari laman People.


    Meghan yang berhasil menurunkan berat badannya sampai 27 kg itu menyebut motivasi terbesarnya adalah anak-anak dan keinginannya untuk tetap bugar. Selain itu, ia juga masih ingin tur keliling dunia dengan kondisi yang baik.

    Rutin Latihan Kekuatan

    Kini, Meghan rutin melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu. Ia berfokus pada kesehatan hormon hingga kondisi usus.

    “Aku cuma ingin merasa sehat, karena pekerjaan ini susah dijalani kalau badan nggak enak,” tuturnya.

    Namun, perubahan fisiknya itu justru memicu reaksi negatif di media sosial. Meghan mengaku banyak yang membenci dirinya karena menjadi kurus, yang membuatnya sangat bingung dan terguncang.

    Pada Maret lalu, Meghan sempat mengklarifikasi kritik publik lewat Instagram. Ia mengaku menggunakan Mounjaro atau tirzepatide, yakni obat suntik berbasis GLP-1, setelah kelahiran anak keduanya.

    Selain itu, ia juga berkonsultasi dengan ahli gizi, menerapkan perubahan gaya hidup, dan olahraga dengan pelatih pribadi.

    “Aku sedang berusaha menjadi versi paling sehat dan terkuat untuk anak-anakku dan diriku sendiri,” kata Meghan.

    “Ya, aku memanfaatkan ilmu pengetahuan dan dukungan (termasuk Mounjaro) setelah kehamilan keduaku. Dan aku senang karena rasanya luar biasa,” sambungnya.

    Apa Itu Diabetes Gestasional?

    Dikutip dari Cleveland Clinic, diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi selama kehamilan, saat kadar gula darah menjadi terlalu tinggi (hiperglikemia). Kondisi ini terjadi saat hormon dari plasenta menghalangi kemampuan untuk menggunakan atau memproduksi insulin.

    Diabetes gestasional biasanya muncul di pertengahan kehamilan, antara minggu ke-24 dan ke-28. Dokter kandungan akan meminta tes darah untuk memeriksa diabetes gestasional.

    Mengalami diabetes gestasional bukan berarti orang tersebut sudah mengidap diabetes sebelum hamil. Kondisi ini muncul karena kehamilan. Orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 sebelum kehamilan memiliki tantangan saat mereka hamil.

    Biasanya, tidak ada tanda-tanda peringatan yang jelas untuk diabetes gestasional. Gejalanya ringan dna seringkali tidak disadari sampai dokter kandungan mendiagnosis diabetes gestasional.

    Gejala yang mungkin muncul meliputi:

    • Sering buang air kecil.
    • Rasa haus yang berlebihan.
    • Kelelahan.
    • Mual.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 5 Makanan Alami Penurun Gula Darah dari Alpukat hingga Beras Merah


    Jakarta

    Banyak makanan alami yang berkhasiat sebagai penurun gula dari. Seperti jahe dan kayu manis yang sudah populer khasiat sehatnya.

    Asupan gula diperlukan tubuh untuk memproduksi energi. Namun saat kadarnya terlalu banyak atau hiperglikemia, justru bisa membawa dampak buruk buat kesehatan.

    Kadar gula darah tinggi biasanya menunjukkan sejumlah gejala seperti, rasa haus luar biasa, kencing lebih sering, sakit kepala dan penglihatan kurang jelas. Akibatnya memicu pradiabetes atau bahkan diabetes melitus.


    Banyak cara bisa dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, salah satunya konsumsi rempah atau makanan tertentu. Di rumah, kamu bisa saja menemukan obat alami penurun gula darah. Dari rempah segar hingga buah-buahan.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Meyampurkan katu manis ke dalam makanan dan minuman setiap hari bantu kurangi kadar gula darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula

    1. Kayu manis

    Kayu manis mampu mengontrol diabetes dan mengurangi kadar gula dalam darah dengan memicu aktivitas insulin.

    Melansir dari Times of India, riset menunjukkan kayu manis membantu mengurangi stres oksidatif yang berperan penting dalam menurunkan kadar gula pada kasus diabetes tipe 2.

    Kamu dapat mencampurkan setengah sendok teh bubuk kayu manis dalam secangkir air hangat dan diminum setiap hari. Bubuk kayu manis pun dapat ditambahkan dalam berbagai minuman, smoothie, atau dessert.

    2. Kacang-kacangan

    Kamu dapat menurunkan kadar gula darah dengan memasukkan kacang-kacangan serta pangan kaya serat larut dalam menu makan harian.

    Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dipecah dan diserap ke dalam aliran darah. Serat tidak akan menaikkan kadar gula darah. Memasukkan serat larut dalam diet harian membantu mencegah lonjakan gila darah setelah makan.

    Selain kacang-kacangan, sumber serat larut alami antara lain lentil, polong-polongan, pisang, oatmeal, dan kubis Brussels.

    3. Beras merah

    Sebaiknya ganti nasi putih dengan nasi merah yang mengandung karbohidrat kompleks. Melansir dari Healthy, ulasan terhadap lebih dari 80 penelitian menyimpulkan dibanding biji-bijian olahan, biji-bijian utuh mampu menurunkan kadar gula darah setelah makan.

    Biji-bijian utuh tidak terbatas pada beras merah. Anda bisa mengonsumsi obat alami penurun gula darah lain seperti soba, gandum utuh, sorgum, atau jelai (millet).

    Konsumsi Alpukat hingga Kuning Telur Bantu Bakar Lemak Usai LebaranBuah superfood ini juga dapat diandalkan sebagai penurun gula darah. Foto: Ilust iStock

    4. Alpukat

    Alpukat sangat kaya akan nutrisi seperti lemak sehat, mineral, vitamin, antioksidan dan serat. Seperti jahe penurun gula darah, alpukat juga mampu mengatur kadar gula dalam darah.

    Studi pada 2018 terhadap 31 orang yang overweight atau obesitas membandingkan tiga makanan dengan kalori sesuai yaitu, pangan tanpa alpukat, setengah alpukat dan satu alpukat utuh.

    Hasilnya, pangan dengan setengah atau satu buah alpukat utuh mengurangi kadar gula darah setelah makan dibanding menu tanpa alpukat.

    5. Jahe

    Jahe membuktikan diri sebagai penurun gula darah alami dan mengatur respons insulin pada orang dengan diabetes.

    Melansir dari Healthline, satu studi pada hewan di 2014 menemukan campuran kayu manis dan jahe dapat menurunkan gula darah, berat badan, massa lemak pada tikus yang obesitas.

    Sementara riset pada 2015 membuktikan suplemen jahe bubuk dapat mengatur gula darah puasa pada partisipan.

    Manfaat ini bisa diperoleh jika jahe dikonsumsi dalam moderasi. Cukup konsumsi sebanyak 4 gram per hari untuk dimanfaatkan sebagai penurun gula darah.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com