Tag: hormon kortisol

  • Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan dan Waktu Terbaik Jogging

    Jakarta

    Ada banyak manfaat yang bisa detikers dapatkan dari aktivitas lari pagi, khususnya bagi kesehatan. Apa saja?

    Lari pagi atau jogging punya sejumlah manfaat bagi tubuh dan mental. Selain meningkatkan stamina, manfaat lari pagi antara lain adalah mengurangi stres.

    Olahraga lari pagi juga terbilang relatif hemat waktu. Healthline menyebut, detikers tidak perlu berlama-lama lari pagi. Manfaat lari pagi sudah bisa didapat dengan durasi minimal 10 menit, dengan catatan dilakukan secara rutin.


    Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan

    Seperti dirangkum dari detikHealth dan detikBali, ada banyak manfaat lari pagi untuk kesehatan. Bukan cuma kesehatan fisik, tapi juga mental. Apa saja?

    1. Lari pagi bisa mengurangi stres

    Dengan lari pagi, suasana hati dan pikiran bisa menjadi lebih segar. Ini dikarenakan lari pagi dapat melepaskan hormon bahagia dan mengurangi level kortisol.

    2. Lari demi hindari potensi serangan jantung

    Saat detikers berolahraga, hormon kortisol bakal menjalankan fungsinya sebagai pengatur gula darah agar gula bisa diolah menjadi sumber energi.

    Kenapa hal itu penting? Pada saat hormon kortisol berlebih, tubuh akan menyimpan banyak lemak yang bisa memicu peningkatan berat badan dan obesitas yang jika terus dibiarkan, bisa menjadi penyebab penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

    Dengan kata lain, jogging setiap pagi juga bikin detikers bisa menjaga kesehatan jantung. Pada saat jogging, jantung akan terus terpompa, meningkatkan aliran oksigen ke seluruh tubuh.

    Lewat olahraga lari, paru-paru juga akan terus bekerja untuk memasok oksigen tambahan yang dibutuhkan otot. Hal itu bisa membuat paru-paru menjadi lebih kuat.

    3. Lari pagi guna meningkatkan kinerja otak

    detikers bisa lebih fokus dalam melakukan aktivitas harian karena lari lagi dapat meningkatkan kinerja otak. Lari pagi rutin melancarkan sirkulasi darah ke otak, akibatnya jaringan frontal dan parietal pun semakin terhubung dengan kuat sehingga kemampuan kontrol diri dan daya ingat akan semakin baik.

    4. Lari pagi bikin tidur lebih nyenyak

    Aktivitas lari pagi membuat badan aktif sejak pagi hari sehingga berpotensi lebih segar di siang harinya. Hal itu, pada akhirnya berpeluang membantu detikers tidur lebih cepat dan nyenyak.

    Ilustrasi tidurLari pagi rutin bisa membuatmu tidur lebih nyenyak. Foto: Getty Images/fizkes

    5. Lari pagi menguatkan tulang

    Jika tidak pernah atau jarang olahraga, pada awalnya aktivitas lari pagi akan bikin badan detikers pegal-pegal. Tapi kalau terus dilakukan secara rutin, tulang dan otot bakal semakin kuat.

    Nah, tulang kuat akan bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, osteoarthritis, dan penyakit tulang lain. Tapi jika detikers merasa sakit yang tidak wajar karena olahraga lari, hentikan dulu aktivitas itu dan segera konsultasikan dengan ahlinya ya!

    Buat yang kesehariannya banyak duduk, olahraga fisik seperti lari pagi juga bisa menjaga fleksibilitas tulang belakang karena duduk lama dapat meningkatkan tekanan pada diskus (bantalan pelindung tulang belakang).

    6. Lari pagi untuk anti penuaan

    Melakukan jogging secara rutin membuat detikers berpotensi menghirup udara lebih segar dan paparan sinar Matahari yang masih kaya manfaat di pagi hari. Di saat bersamaan, kulit akan mendapat lebih banyak oksigen dan pasokan darah.

    Waktu terbaik lari pagi atau jogging

    Idealnya, lari pagi dilakukan secara rutin setiap hari. Tapi jika tidak bisa, detikers bisa mengusahakannya 3-4 kali dalam sepekan.

    Untuk pemilihan waktu, detikers bisa menyesuaikan dengan situasi-kondisi lingkungan masing-masing. Tapi disarankan agar olahraga lagi pagi dilakukan sebelum pukul 08.00 WIB atau 09.00 WIB.

    Hal itu dilakukan demi mendapatkan paparan terbaik dari sinar Matahari, yang merupakan sumber vitamin D. Sehingga, akan ideal jika lari pagi dilakukan mulai pukul 05.30 WIB atau 06.00 WIB. Tapi tetap waspada dan berhati-hati ya!

    (krs/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • 5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Saat berusaha menurunkan berat badan, mengatur pola makan sehat dan rutin berolahraga memang penting. Namun, ada juga kebiasaan sederhana sebelum tidur yang ternyata bisa membantu.

    Tidur yang berkualitas bukan hanya berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga dapat mendukung proses penurunan berat badan. Beberapa rutinitas malam hari bahkan bisa menjadi kunci keberhasilan diet. Apa saja kebiasaan tersebut?

    5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    Menghindari asupan makanan, banyak bergerak, relaksasi, hingga minum teh tanpa kafein bisa membantu menurunkan berat badan.


    1. Menghindari Asupan Makanan Larut Malam

    Makan malam atau camilan yang dikonsumsi dekat dengan waktu tidur bisa menghambat upaya penurunan berat badan. Dikutip dari laman WebMd, banyak orang memilih makanan berkalori tinggi sebelum tidur yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

    Selain itu, asupan makanan atau camilan di larut malam bisa membuat lebih sulit tidur. Jadi, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan. beberapa jam sebelum tidur hingga bangun keesokan harinya.

    2. Olahraga Ringan

    Dikutip dari laman Eating Well, penelitian menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur akan tidur lebih lama dan mendapat tidur yang nyenyak dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif. Tapi, hindari berolahraga terlalu larut malam. Berhenti setidaknya satu jam sebelum tidur.

    Selain itu, jangan memilih olahraga yang berat. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan di antaranya push up, pull up, squat, dan plank.

    3. Mematikan Lampu

    Tidur di kamar yang gelap bisa membantu tidur lebih nyenyak. Perlu diketahui, mendapatkan waktu tidur yang cukup bisa membantu menurunkan berat badan.

    Matikan lampu dan tutupi jendela untuk menghalangi cahaya. Simpan ponsel dan laptop 30 menit sebelum tidur.

    4. Relaksasi

    Stres bisa memengaruhi berat badan dengan meningkatkan hormon kortisol, yang mendorong tubuh menyimpan lemak, terutama di sekitar perut. Dikutip dari laman Times of India, tidur dalam keadaan stres atau cemas bisa mengganggu tidur dan menyebabkan keinginan ngemil larut malam.

    Coba lakukan relaksasi dengan melatih pernapasan dalam, meditasi, atau peregangan ringan. Selain itu, mendengarkan musik yang menenangkan atau membaca buku juga bisa membantu. Ketika pikiran tenang, tidur bisa lebih nyenyak.

    5. Minum Teh Non-Kafein

    Minum teh non-kafein sebelum tidur bisa meningkatkan kualitas tidur dan menunjang pembakaran lemak dalam tubuh. Salah satu teh non kafein yang bisa dikonsumsi adalah teh rooibos, yang terbuat dari daun semak Aspalathus linearis yang ditemukan di Afrika Selatan.

    Teh ini mengandung flavonoid bernama Aspalathin. Menurut penelitian, senyawa ini bisa mengurangi hormon stres yang memicu rasa lapar dan penyimpanan lemak dalam tubuh. Sehingga, teh rooibos bisa membantu menurunkan berat badan.

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Saat berusaha menurunkan berat badan, mengatur pola makan sehat dan rutin berolahraga memang penting. Namun, ada juga kebiasaan sederhana sebelum tidur yang ternyata bisa membantu.

    Tidur yang berkualitas bukan hanya berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga dapat mendukung proses penurunan berat badan. Beberapa rutinitas malam hari bahkan bisa menjadi kunci keberhasilan diet. Apa saja kebiasaan tersebut?

    5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    Menghindari asupan makanan, banyak bergerak, relaksasi, hingga minum teh tanpa kafein bisa membantu menurunkan berat badan.


    1. Menghindari Asupan Makanan Larut Malam

    Makan malam atau camilan yang dikonsumsi dekat dengan waktu tidur bisa menghambat upaya penurunan berat badan. Dikutip dari laman WebMd, banyak orang memilih makanan berkalori tinggi sebelum tidur yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

    Selain itu, asupan makanan atau camilan di larut malam bisa membuat lebih sulit tidur. Jadi, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan. beberapa jam sebelum tidur hingga bangun keesokan harinya.

    2. Olahraga Ringan

    Dikutip dari laman Eating Well, penelitian menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur akan tidur lebih lama dan mendapat tidur yang nyenyak dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif. Tapi, hindari berolahraga terlalu larut malam. Berhenti setidaknya satu jam sebelum tidur.

    Selain itu, jangan memilih olahraga yang berat. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan di antaranya push up, pull up, squat, dan plank.

    3. Mematikan Lampu

    Tidur di kamar yang gelap bisa membantu tidur lebih nyenyak. Perlu diketahui, mendapatkan waktu tidur yang cukup bisa membantu menurunkan berat badan.

    Matikan lampu dan tutupi jendela untuk menghalangi cahaya. Simpan ponsel dan laptop 30 menit sebelum tidur.

    4. Relaksasi

    Stres bisa memengaruhi berat badan dengan meningkatkan hormon kortisol, yang mendorong tubuh menyimpan lemak, terutama di sekitar perut. Dikutip dari laman Times of India, tidur dalam keadaan stres atau cemas bisa mengganggu tidur dan menyebabkan keinginan ngemil larut malam.

    Coba lakukan relaksasi dengan melatih pernapasan dalam, meditasi, atau peregangan ringan. Selain itu, mendengarkan musik yang menenangkan atau membaca buku juga bisa membantu. Ketika pikiran tenang, tidur bisa lebih nyenyak.

    5. Minum Teh Non-Kafein

    Minum teh non-kafein sebelum tidur bisa meningkatkan kualitas tidur dan menunjang pembakaran lemak dalam tubuh. Salah satu teh non kafein yang bisa dikonsumsi adalah teh rooibos, yang terbuat dari daun semak Aspalathus linearis yang ditemukan di Afrika Selatan.

    Teh ini mengandung flavonoid bernama Aspalathin. Menurut penelitian, senyawa ini bisa mengurangi hormon stres yang memicu rasa lapar dan penyimpanan lemak dalam tubuh. Sehingga, teh rooibos bisa membantu menurunkan berat badan.

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini Sebabnya!


    Jakarta

    Minum kopi di pagi hari dipercaya dapat memberikan dorongan energi. Namun, pakar tidur justru menyebutkan bahwa kebiasaan itu bisa membahayakan kesehatan.

    Banyak orang yang mengalami pagi hari dengan meneguk secangkir kopi. Kandungan kafein pada kopi diyakini dapat memberikan banyak manfaat untuk menjalani aktivitas dalam seharian penuh.

    Mulai dari dorongan energi hingga membuat seseorang menjadi lebih fokus. Namun, belakangan seorang pakar tidur mengungkap bahwa kebiasaan minum kopi di pagi hari bisa berbahaya bagi kesehatan.


    Dikutip dari News 24 (19/02/24) berikut faktanya!

    1. Penjelasan pakar tidur

    Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini Sebabnya!Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini Sebabnya! Foto: Getty Images/iStockphoto/SDI Productions

    Pakar tidur di Get Laid Beds bernama Dr Deborah Lee mengatakan bahwa minum kopi di pagi hari bukan ide terbaik. Ia menyebutkan kandungan kafeinnya tidak akan berfungsi.

    “Saat kamu bangun, kadar hormon stres kortisol berada di puncaknya. Itu merupakan hormon yang meningkatkan kewaspadaan dan fokus serta mengatur metabolisme,” tutur Dr Deborah Lee.

    Lebih lanjut, Dr Deborah juga menjelaskan bahwa hormon tersebut dapat mengatur respon sistem kekebalan tubuh.

    2. Berdampak pada sistem kekebalan tubuh

    Sementara itu, peningkatan kadar kortisol akibat minum kopi di pagi hari dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi inilah yang berbahaya.

    “Jika sudah mencapai puncaknya saat bangun tidur, kemudian langsung minum kopi itu lebih berbahaya dan membuat kamu kebal terhadap kafein dalam jangka waktu lama,” ungkar Dr Deborah.

    Lantas, apakah harus menghentikan kebiasaan minum kopi di pagi hari yang sudah menjadi gaya hidup sejak lama? Tentu tidak. Kamu hanya perlu menunggu waktu yang tepat.

    Waktu yang tepat untuk minum kopi ada di halaman selanjutnya.

    3. Waktu tepat minum kopi di pagi hari

    Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini Sebabnya!Waktu terbaik minum kopi di pagi hari paling tidak 45 menit setelah bangun tidur. Foto: Getty Images/iStockphoto/SDI Productions

    Hormon kortisol mengikuti ritme yang spesifik pada siklus tidur. Hormon tersebut mencapai puncaknya dalam waktu setengah jam hingga 45 menit setelah bangun tidur.

    Kemudian, perlahan-lahan akan menurun sepanjang hari. Dengan mempertimbangkan ritme kamu sendiri, waktu terbaik untuk mengonsumsi kafein adalah paling cepat, 45 menit setelah bangun tidur.

    Waktu tersebut waktu yang tepat karena ritme kortisol akan mulai turun. “Di pagi hari ketika kortisol kamu jauh lebih rendah, dan kamu mulai merasakan penurunan energi,” tuturnya.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse

  • Berapa Kali Sebaiknya Pasutri Bercinta dalam Seminggu? Ini Temuan Studi

    Jakarta

    Tidak sedikit pasangan yang masih merasa bingung menentukan frekuensi yang ideal untuk berhubungan seks setiap minggunya. Lalu, sebenarnya berapa kali sebaiknya pasangan bercinta dalam seminggu?

    Dikutip dari NBC News dan Times of India, sebenarnya tidak ada angka ‘normal’ terkait berhubungan seks. Selama pasangan merasa puas terkait frekuensi seks mereka, maka hal itu bisa dikatakan sebagai hubungan yang baik-baik saja.

    Sebuah studi tahun 2017 yang dimuat dalam Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa rata-rata orang dewasa saat ini menikmati seks sebanyak 54 kali setahun, yang setara dengan sekitar seminggu sekali.


    Studi lain yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science yang mensurvei lebih dari 30.000 orang Amerika selama 40 tahun untuk tiga proyek berbeda, menemukan bahwa frekuensi seminggu sekali adalah standar Goldilocks untuk kebahagiaan.

    Manfaat Kesehatan Rutin Berhubungan Seks

    1. Menghilangkan Stres

    Dikutip dari WebMD, saat seseorang stres tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Meskipun hormon ini dapat memberikan efek positif, namun terlalu banyak kortisol dapat membuat seseorang menjadi mudah tegang dan lelah.

    Dari sinilah, seks atau bercinta bisa dilakukan untuk memicu pelepasan endorfin, yakni hormon cinta yang dapat membuat seseorang merasa senang dan meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik.

    2. Tidur Nyenyak

    Saat berhubungan seksual, tubuh akan melepaskan salah satu hormon bernama prolaktin. Hormon ini berperan dalam mengatur tidur seseorang.

    Setelah berhubungan seks, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang seringkali terjadi. Hal ini tidak hanya membantu untuk tertidur lebih mudah tetapi juga mendukung tidur yang lebih nyenyak.

    3. Imun Tubuh Meningkat

    Seks ternyata juga dapat membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi yang melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV).

    Satu studi kecil oleh para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania menemukan bahwa seseorang yang berhubungan seks tiga kali atau lebih setiap minggu memiliki lebih banyak antibodi imunoglobulin A dalam air liur mereka, yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan beberapa virus dan bakteri.

    4. Meredakan Sakit

    Hormon endorfin yang dapat membantu tubuh mengelola stres ternyata dapat juga menjadi penghilang rasa sakit alami. Selama berhubungan seks, tubuh akan dibanjiri endorfin yang berinteraksi dengan reseptor rasa sakit di otak dengan menghalangi transmisi sinyal rasa sakit.

    Sebuah survei tahun 2013 oleh Universitas Munster menemukan bahwa orang-orang yang mengalami serangan migrain atau sakit kepala cluster, seks dapat membantu meringankan gejala-gejalanya.

    5. Jantung Lebih Sehat

    Bercinta juga dapat meningkatkan detak jantung seseorang, hal ini terbilang cukup baik untuk sirkulasi dan menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang lebih muda dan sehat, berhubungan seks secara teratur dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena masalah jantung di kemudian hari. Bagi wanita, satu penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengalaman seksual mereka, bukan seberapa sering mereka berhubungan seks, dikaitkan dengan penurunan risiko masalah jantung.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Sederet Manfaat Rutin Bercinta Bagi Pasutri, Nggak Cuma Hilangkan Stres

    Jakarta

    Berhubungan seksual tidak melulu tentang kesenangan atau keintiman. Bagi pasangan yang rutin untuk bercinta, ternyata bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang tidak disangka-sangka.

    Dikutip dari WebMD, ada banyak manfaat kesehatan yang bisa didapatkan pasangan ketika mereka mampu menjaga frekuensi hubungan seksualnya. Mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga kualitas tidur yang lebih baik.

    Lantas, apa saja manfaat kesehatan yang bisa didapatkan ketika pasangan rutin bercinta?


    1. Menghilangkan Stres

    Saat seseorang stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Meskipun hormon ini dapat memberikan efek positif, namun terlalu banyak kortisol dapat membuat seseorang menjadi mudah tegang dan lelah.

    Dari sinilah, seks atau bercinta bisa dilakukan untuk memicu pelepasan endorfin, yakni hormon cinta yang dapat membuat seseorang merasa senang dan meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik.

    2. Tidur Nyenyak

    Saat berhubungan seksual, tubuh akan melepaskan salah satu hormon bernama prolaktin. Hormon ini berperan dalam mengatur tidur seseorang.

    Setelah berhubungan seks, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang seringkali terjadi. Hal ini tidak hanya membantu untuk tertidur lebih mudah tetapi juga mendukung tidur yang lebih nyenyak.

    3. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Seks ternyata juga dapat membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi yang melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV).

    Satu studi kecil oleh para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania menemukan bahwa seseorang yang berhubungan seks tiga kali atau lebih setiap minggu memiliki lebih banyak antibodi imunoglobulin A dalam air liur mereka, yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan beberapa virus dan bakteri.

    4. Meredakan Sakit Kepala

    Hormon endorfin yang dapat membantu tubuh mengelola stres ternyata dapat juga menjadi penghilang rasa sakit alami. Selama berhubungan seks, tubuh akan dibanjiri endorfin yang berinteraksi dengan reseptor rasa sakit di otak dengan menghalangi transmisi sinyal rasa sakit.

    Sebuah survei tahun 2013 oleh Universitas Munster menemukan bahwa orang-orang yang mengalami serangan migrain atau sakit kepala cluster, seks dapat membantu meringankan gejala-gejalanya.

    5. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Bercinta juga dapat meningkatkan detak jantung seseorang, hal ini terbilang cukup baik untuk sirkulasi dan menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang lebih muda dan sehat, berhubungan seks secara teratur dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena masalah jantung di kemudian hari. Bagi wanita, satu penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengalaman seksual mereka, bukan seberapa sering mereka berhubungan seks, dikaitkan dengan penurunan risiko masalah jantung.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy