Tag: hormon

  • Tak Disangka-sangka, Ini 5 Manfaat Seks yang Jarang Diketahui

    Jakarta

    Seks bukan sekadar aktivitas yang menyenangkan bagi pasangan. Bercinta, bagi banyak pasangan dapat membangun hubungan yang lebih kuat antara dua orang dengan mengurangi segala hal negatif yang ada.

    Hormon oksitosin yang dilepaskan selama momen intim antar pasangan mampu meningkatkan kepercayaan dan rasa persahabatan yang lebih kuat. Hal ini membuat seks tak hanya sekadar bersenang-senang di ranjang, namun juga memiliki banyak manfaat.

    Dikutip dari WebMD, berikut adalah 5 manfaat kesehatan dari bercinta.


    1. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

    Pakar kesehatan seksual Yvonne K Fulbright, PhD mengatakan mereka yang aktif secara seksual memiliki kekebalan tubuh yang bagus, sehingga jarang sakit. Orang yang berhubungan seks memiliki tingkat pertahanan tubuh yang lebih tinggi terhadap kuman hingga virus.

    “Orang yang aktif secara seksual memiliki waktu sakit lebih sedikit,” ujar Fulbright dikutip dari Web MD.

    2. Mengurangi Rasa Sakit

    Profesor dari University of New Jersey, Barry Komisaruk phD mengatakan orgasme dapat menurunkan rasa sakit pada seseorang.

    “Kami menemukan bahwa rangsangan pada vagina dapat menghalangi nyeri kronis pada punggung dan kaki dan banyak wanita mengatakan kepada kami bahwa rangsangan pada alat kelamin dapat mengurangi kram menstruasi, nyeri rematik, dan dalam beberapa kasus bahkan sakit kepala,” kata Komisaruk.

    Pria yang sering ejakulasi (setidaknya 21 kali sebulan) lebih kecil kemungkinannya terkena kanker prostat. Hal ini terbukti pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

    4. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Psikiater di West Hollywood, California Sheenie Ambardar, MD mengatakan seks dapat membuat seseorang mendapatkan tidur yang berkualitas. Hal ini karena adanya hormon prolaktin yang dilepaskan oleh tubuh.

    “Setelah orgasme, hormon prolaktin dilepaskan yang bertanggung jawab atas perasaan rileks dan mengantuk setelah berhubungan seks,” kata Ambardar.

    5. Meredakan Stres

    Setiap sentuhan dan pelukan pada saat bercinta, tubuh akan melepaskan hormon yang dapat membuat perasaan menjadi lebih bahagia. Gairah seksual melepaskan zat kimia otak yang meningkatkan sistem kesenangan dan penghargaan di otak.

    “Seks dan keintiman dapat meningkatkan harga diri dan kebahagiaan,” ujar Ambardar.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Makanan yang Bisa Bikin ‘Turn Off’, Wajib Dihindari Sebelum Bercinta

    Jakarta

    Makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap libido atau gairah seks. Jika ada makanan yang bisa meningkatkan gairah, tentu ada pula makanan yang dapat membuat gairah seks menurun.

    Karenanya, mengonsumsi makanan tersebut sebelum berhubungan seks tidak dianjurkan. Selain menurunkan gairah, makanan-makanan ini juga dapat memicu gejala tidak nyaman, seperti begah, gas, nyeri perut, dan lain-lain.

    Lantas, apa saja makanan yang dapat menurunkan gairah seks tersebut? Dikutip dari Good Housekeeping dan Healthshots, berikut pembahasannya.


    1. Makanan yang terlalu asin

    Mengonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi dapat menyebabkan terjadinya retensi cairan dan kembung. Selain itu, asupan garam yang berlebihan juga dapat memengaruhi sirkulasi darah. Jika sirkulasi darah ke alat vital terganggu, baik pria maupun wanita akan kesulitan mencapai orgasme saat bercinta.

    2. Kacang kedelai

    Kacang kedelai memang menyehatkan, namun makanan ini sebaiknya dihindari sebelum bercinta. Pasalnya, kacang kedelai dan produk olahannya dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang kemudian membuat libido turun.

    3. Makanan pedas

    Jika ingin membuat sesi ranjang makin ‘panas’, sebaiknya hindari makanan pedas atau yang mengandung cabai. Makanan pedas dapat menyebabkan refluks, gangguan pencernaan, hingga merangsang keinginan untuk BAB. Tentunya detikers tidak mau tiba-tiba ke kamar mandi saat ‘momen penting’ bersama pasangan bukan?

    4. Keju

    Bagi orang yang memiliki intoleransi terhadap laktosa, sebaiknya hindari mengonsumsi keju sebelum bercinta. Sebab, keju mengandung laktosa tinggi yang dapat memicu rasa tidak nyaman di perut. Jauhi pula makanan yang menggunakan keju, seperti burger, pizza, dan pasta.

    5. Bawang

    Mengonsumsi bawang sebelum bercinta memang tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, bawang dapat membuat mulut dan tubuh memiliki bau yang tidak mengenakkan. Hal ini tentu dapat menurunkan gairah seks pasangan.

    6. Minuman soda

    Minuman bersoda adalah salah satu hal terburuk untuk dikonsumsi sebelum bercinta. Pasalnya, minuman ini bisa membuat perut kembung dan bergas, sehingga memicu seseorang lebih sering kentut dan sendawa.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Paksu Catat, Ini 9 Makanan Penyubur Sperma Biar Istri Cepat Hamil

    Jakarta

    Menjaga kesehatan sperma sangat penting untuk dilakukan, terutama bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan pria untuk menjaga kualitas dan kesehatan spermanya, salah satunya dengan rajin mengonsumsi makanan penyubur sperma.

    Kualitas sperma sangat memengaruhi peluang kehamilan istri. Hal ini juga menjadi faktor yang menentukan apakah seorang pria subur atau tidak.

    Sperma yang sehat dapat dilihat dari jumlah, bentuk, dan pergerakannya. Jika kualitas sperma baik, peluang terjadinya kehamilan tentu akan semakin besar.


    Salah satu cara meningkatkan dan menjaga kualitas sperma adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kualitas sperma. Makanan-makanan ini tidak hanya bisa membuat sperma menjadi lebih ‘tokcer’, tapi juga meningkatkan libido, mengatasi disfungsi ereksi, serta mendongkrak hormon testosteron pria.

    Apa saja makanan tersebut? Dikutip dari Fertility World, berikut daftar makanan penyubur sperma yang bisa dicoba.

    1. Telur

    Telur adalah salah satu makanan penyubur sperma yang mudah didapat. Telur mengandung vitamin E dan protein yang dapat membantu meningkatkan pergerakan atau motilitas sperma.

    Mengonsumsi telur juga melindungi sperma dari efek radikal bebas, yang berpengaruh terhadap kesuburan pria. Telur juga kaya akan zinc, nutrisi yang dipercaya dapat meningkatkan pergerakan sperma.

    2. Tiram

    Makanan penyubur sperma selanjutnya adalah tiram. Tiram mengandung vitamin B12, zinc, dan selenium. Vitamin B12 sangat penting untuk kesehatan sperma, terutama sintesis dan integritas DNA.

    Selain itu, kandungan zinc dalam tiram juga dapat meningkatkan kadar testosteron serta volume sperma.

    3. Bayam

    Bayam dipercaya sebagai salah satu makanan penyubur sperma karena memiliki kandungan asam folat tinggi. Asam folat sangat penting bagi pria karena berperan penting dalam menjaga bentuk sperma dan mencegah terjadinya kelainan.

    4. Alpukat

    Alpukat kaya akan berbagai vitamin B, terutama asam folat, yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan jumlah sperma pada pria. Karenanya, mengonsumsi alpukat dapat meningkatkan kesuburan pria.

    5. Pisang

    Makanan penyubur sperma satu ini mengandung vitamin B1, C, serta magnesium yang bermanfaat untuk meningkatkan motilitas dan produksi sperma. Pisang juga mengandung bromelain yang diyakini dapat meningkatkan jumlah sperma.

    6. Walnut

    Walnut atau kacang kenari kaya akan lemak dan protein sehat yang dibutuhkan dalam produksi membran sel sperma. Walnut juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat menambah volume sperma dengan cara meningkatkan aliran darah ke testis.

    Walnut juga mengandung arginin, zat yang dikaitkan dengan peningkatan jumlah sperma.

    7. Biji Labu

    Biji labu mengandung fitosterol yang diketahui dapat meningkatkan produksi testosteron dalam tubuh. Zat ini juga membantu meningkatkan jumlah sperma dan kesuburan.

    Tak hanya itu, biji labu juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menambah volume air mani.

    8. Coklat Hitam

    Cokelat hitam mengandung asam amino yang disebut L-arginine hydrochloride. Asam amino ini berperan dalam meningkatkan jumlah dan volume sperma.

    Namun perlu diingat, coklat hitam mengandung sejumlah kalori dan gula. Jadi, konsumsi makanan penyubur sperma ini dalam jumlah wajar agar tidak menyebabkan kenaikan berat badan atau efek samping lainnya.

    9. Ikan

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, asam lemak omega-3 sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sperma. Nah, salah satu makanan yang paling kaya akan zat tersebut adalah ikan.

    Adapun jenis ikan yang paling banyak mengandung asam lemak omega-3 antara lain salmon, tuna, sarden, dan herring. Asam lemak omega-3 juga dapat melancarkan sirkulasi darah ke penis, sehingga membantu meningkatkan ereksi dan performa di ranjang.

    (ath/sao)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Sperma Encer dan Tidak Berkualitas, Biang Keroknya Apa Sih?


    Jakarta

    Menjaga kualitas sperma menjadi hal yang penting dilakukan oleh setiap pria. Apalagi bagi mereka yang ingin memiliki keturunan maka hal tersebut mesti dilakukan.

    Pasalnya, sperma yang tidak berkualitas bisa meningkatkan risiko seseorang sulit untuk mendapatkan keturunan. Sejumlah riset menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas sperma menurun.

    Kurang olahraga menjadi salah satu penyebab sperma mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, setiap pria disarankan untuk menjaga kualitas sperma dengan cara olahraga.


    Jurnal European Journal of Applied Physiology menyebutkan olahraga ringan dan teratur terbukti bisa memperbaiki kualitas sperma laki-laki. Pasalnya, aktivitas fisik mampu meningkatkan pelepasan hormon yang dibutuhkan dalam proses pembentukan sperma.

    Selain itu, kurang mengonsumsi makanan bergizi juga menjadi salah satu faktor penyebab kualitas sperma mengalami penurunan. Bahkan hal ini bisa membuat sperma menjadi lebih encer.

    Ada banyak makanan bergizi yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan kualitas sperma, salah satunya wortel. Sayuran ini terbukti mampu menjaga kesehatan sperma. Pasalnya, kandungan karotenoid dalam wortel mampu membantu sperma lebih aktif sehingga bisa mencapai sel telur.

    Selain itu, ada juga alpukat yang bisa menjaga kualitas sperma. Alpukat memiliki kandungan vitamin E yang cukup besar. Vitamin E ini lah yang bisa menjaga sekaligus meningkatkan kualitas sperma.

    Satu buah alpukat memiliki 21 persen DV untuk vitamin E, 9 persen DV untuk seng dan mineral yang berperan penting dalam kualitas sperma, produksi testosteron, dan kesuburan. Asam folat juga banyak terkandung pada Alpukat.

    Selain kurang mengonsumsi makanan bergizi dan kurang berolahraga, paparan senyawa Bisphenol A (BPA) juga berpotensi untuk menurunkan kualitas sperma. Senyawa BPA sendiri biasanya terdapat dalam kemasan air minum hingga makanan.

    Studi kohort di China pada 218 responden pria pada 2010 menyebutkan bahwa terjadi peningkatan kadar BPA pada urine sehingga mempengaruhi penurunan konsentrasi, jumlah, vitalitas, dan motilitas sperma.

    Pria dengan urine yang mengandung BPA, 3 kali lebih berisiko mengalami penurunan konsentrasi dan vitalitas sperma, 4 kali lebih berisiko menurunkan jumlah sperma. Selain itu BPA bersifat menyerupai hormon esterogen atau ‘esterogen like’. Senyawa ini juga bersifat sebagai antiandrogen sehingga pada pria memang bisa berdampak pada produksi sperma.

    (anl/ega)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Manfaat Bercinta untuk Kesehatan Otak yang Tak Disangka-sangka

    Jakarta

    Mungkin sudah banyak yang mendengar manfaat seks bagi kesehatan tubuh. Beberapa penelitian bahkan mengungkapkan seks dapat meningkatkan imun tubuh, membakar kalori, hingga mengurangi risiko penyakit tertentu.

    Namun, manfaat bercinta tidak hanya sebatas pada kesehatan fisik saja. Seks juga memiliki sejumlah efek positif dalam memelihara kesehatan otak dan mental.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut manfaat berhubungan seks bagi kesehatan otak dan mental yang sayang untuk dilewatkan.


    Banyak penelitian yang mengaitkan aktivitas seksual dengan tingkat stres yang lebih rendah. Seks merangsang produksi hormon bahagia, seperti dopamin, endorfin, oksitosin, dan serotonin. Hormon-hormon ini tidak hanya memberikan perasaan rileks, tapi juga bisa mengurangi tingkat stres.

    Dikutip dari MedicineNet, kehidupan seksual yang aktif juga dapat mengurangi kecenderungan depresi.

    2. Meningkatkan kualitas tidur

    Hormon bahagia yang dilepaskan saat berhubungan intim juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Dikutip dari Business Insider, hal ini disebabkan oleh aktivitas hormon oksitosin dalam tubuh.

    “Saat bercinta, otak akan melepaskan oksitosin yang meningkatkan rangsangan dan kegembiraan. Tapi ketika jumlahnya menurun, oksitosin bisa membuat seseorang merasa sangat lelah,” terang pakar terapi seks, dr Debra Laino.

    Selain itu, oksitosin kerap berdampingan dengan melatonin, yaitu hormon yang mengatur tidur.

    3. Mengurangi ansietas

    Saat bercinta, aliran darah menuju amygdala akan berkurang. Amygdala adalah bagian di otak yang dikaitkan dengan ansietas.

    Ketika aliran darah menuju amygdala meningkat, risiko seseorang mengalami gangguan kecemasan atau penyakit mental lainnya akan ikut bertambah besar. Karenanya, seks secara tidak langsung dapat mengurangi risiko ansietas.

    4. Mempertajam daya ingat

    Sebuah studi mengungkapkan seks dapat meningkatkan kemampuan memori jangka pendek. Peneliti menemukan seks dapat meningkatkan pertumbuhan sel di otak yang berkaitan dengan fungsi daya ingat.

    Studi serupa yang dipublikasikan di jurnal Archives of Sexual Behavior pada 2018 menunjukkan seks dapat meningkatkan kemampuan daya ingat seiring pertambahan usia.

    5. Meningkatkan fungsi kognitif

    Bercinta tidak hanya meningkatkan daya ingat, tapi juga menunjang fungsi kognitif otak. Faktanya, aktivitas seksual yang rutin dikaitkan dengan peningkatan kemampuan verbal, bahasa, dan visuospasial.

    Sebuah studi yang dilakukan Universitas Coventry dan Oxford pada 2016 juga menemukan orang dewasa yang bercinta setiap minggu memiliki skor kognitif yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang jarang berhubungan intim.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bercinta Tak ‘Sepanas’ Biasanya? Ini 5 Hal yang Bisa Bikin Libido Suami Drop

    Jakarta

    Bercinta menjadi momen yang penting untuk pasangan suami istri. Dalam banyak kasus, libido suami yang drop dapat mengganggu kesenangan pasangan ketika bercinta.

    Sebenarnya apa sih faktor-faktor yang dapat menyebabkan menurunnya libido suami? Berikut ini adalah beberapa di antaranya dikutip dari Healthline:

    1. Masalah Tidur

    Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa pria yang memiliki masalah tidur seperti sleep apnea cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang terjadi ketika pernapasan terhenti sementara dalam beberapa periode ketika tidur.


    Seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan aktivitas seksual dan libido. Dalam studi tersebut, tim peneliti menemukan hampir sepertiga pria yang mengalami sleep apnea parah mengalami penurunan kadar testosteron.

    Penelitian lain menyebut kadar testosteron menurun 10-15 persen setelah seminggu jam tidur dibatasi menjadi lima jam per malam.

    2. Usia Bertambah

    Tingkat testosteron yang berkaitan dengan libido berada di titik tertinggi ketika seorang pria memasuki usia akhir remaja. Semakin tua, mungkin diperlukan waktu yang sedikit lebih lama untuk orgasme, ejakulasi, atau bahkan terangsang.

    Ereksi yang terjadi mungkin tidak sekeras biasanya dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Untuk mengatasi masalah ini, coba konsultasikan dengan profesional kesehatan terpercaya.

    3. Penyakit Kronis

    Masalah penyakit kronis juga dapat menjadi salah satu pemicu libido suami menjadi drop. Beberapa jenis penyakit kronis yang dimaksud meliputi diabetes tipe dua, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga masalah organ seperti paru-paru, jantung, ginjal, dan hati kronis.

    Jika memiliki masalah penyakit kronis di atas, pertimbangkan menemui dokter untuk mengelola masalah kesehatan tersebut. Berbicara dengan pasangan untuk menemukan cara agar tetap intim juga diperlukan.

    4. Stres

    Stres dan tekanan situasi dapat menurunkan hasrat seksual. Ini berkaitan erat dengan hormon yang ada pada tubuh, hingga pembuluh darah arteri yang menyempit ketika stres. Penyempitan ini membatasi aliran darah dan berpotensi meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Research and Essays mendukung gagasan bahwa stres mempunyai efek langsung pada masalah seksual. Tidak hanya pada suami, ini juga dapat terjadi pada istri.

    Penelitian lain mengungkapkan gangguan stres pasca trauma atau yang lebih dikenal dengan PTSD juga meningkatkan risiko disfungsi seksual sebanyak tiga kali lipat.

    Stres merupakan sesuatu yang sulit dihindari. Lakukan latihan teknik manajemen stres seperti latihan pernapasan dan meditasi. Jika masih sulit menangani stres, cobalah pergi ke ahli kesehatan jiwa.

    5. Tidak Olahraga

    Jarang berolahraga atau tidak sama sekali dapat menyebabkan masalah kesehatan seksual, hingga memengaruhi gairah dan hasrat. Berolahraga secara teratur, dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis yang berkaitan dengan menurunnya libido suami.

    Olahraga ringan dapat menurunkan kadar kortisol di malam hari dan mengurang stres. Kebiasaan ini dapat mengurangi stres dan membantu meningkatkan gairah seks.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dahsyatnya Efek Kurma Buat Pasutri, Gairah Bercinta Makin ‘Gaspol’

    Jakarta

    Kurma menjadi salah satu buah yang kaya manfaat untuk kesehatan. Buah satu ini mengandung berbagai macam antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari efek radikal bebas hingga mendukung kesehatan otak.

    Ternyata kurma juga sangat bermanfaat untuk mendorongnya gairah seksual. Menurut penelitian yang dipublikasikan BMC Research Notes pada 2022, senyawa seperti alkaloid, dan flavonoid yang terdapat dalam kurma bisa meningkatkan hasrat seksual pria maupun wanita.

    Dikutip dari laman Healthshot, berikut beberapa cara kurma agar membantu meningkatkan gairah seks:


    1. Meningkatkan energi

    Kurma mengandung gula alami seperti fruktosa, glukosa, dan sukrosa, yang memberikan energi yang cepat dan berkelanjutan. Per 100 gram kurma mengandung 66,5 gram gula total, menurut Departemen Pertanian AS.

    Meningkatnya energi dapat mendorong stamina secara keseluruhan, sehingga berdampak positif pada gairah seks.

    2. Kaya akan vitamin dan mineral

    Kurma memiliki kandungan vitamin A yang menunjang kesehatan selaput lendir, termasuk jaringan vagina, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan saat melakukan aktivitas seksual.

    Ginekolog dan dokter spesialis kebidanan Dr Vinatha Puli mengungkapkan buah ini juga mengandung magnesium yang berperan dalam pengaturan hormon dan relaksasi. Hal ini dapat mengurangi stres dan meningkatkan hasrat seksual.

    Kurma juga mengandung arginin, yang dapat meningkatkan aliran darah dengan merelaksasi pembuluh darah, sehingga berpotensi meningkatkan fungsi dan gairah seksual.

    3. Menyeimbangkan hormon

    Nutrisi dalam kurma juga membantu menjaga keseimbangan hormonal, yang penting untuk libido yang sehat.

    “Misalnya, magnesium berperan dalam mengatur kortisol, hormon stres yang dapat berdampak negatif pada gairah seks,” kata Dr Puli.

    4. Meningkatkan mood

    Kurma mengandung triptofan, yakni asam amino yang dapat meningkatkan produksi serotonin di otak. Kadar serotonin yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan suasana hati dan berkurangnya kecemasan, yang dapat meningkatkan hasrat seksual.

    Bagaimana cara untuk mengkonsumsinya?

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menikmati buah kurma ini, antara lain:

    • Kurma bisa dikonsumsi menjadi camilan
    • Bisa menambahkan kurma ke dalam smoothie sebagai pengganti gula
    • Gunakan kurma sebagai pemanis alami dalam kue, termasuk kue kering
    • Isi kurma dengan kacang-kacangan atau selai kacang sebagai camilan yang bergizi

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh saat Pasutri Mendadak Jarang Bercinta

    Jakarta

    Seks adalah salah satu ‘rutinitas’ yang dilakoni oleh pasangan suami istri. Selain untuk kepuasan dan menjaga keharmonisan, seks juga dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan.

    Lantas, apa yang terjadi jika pasutri mendadak jarang berhubungan seks? Berhenti bercinta untuk sementara waktu memang tidak memiliki pengaruh yang serius terhadap tubuh. Namun, jika seseorang berhenti bercinta dalam waktu yang sangat lama, maka efek sampingnya bisa menyerang kesehatan fisik dan mental.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang terjadi pada tubuh ketika berhenti bercinta dalam waktu yang lama.


    1. Stres dan Cemas Meningkat

    Dikutip dari WebMD, seks dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Ini karena seks melepaskan hormon bahagia, seperti dopamin dan endorfin, yang membuat relaks tubuh dan mengurangi stres.

    Karenanya, orang yang berhenti bercinta dalam waktu lama bisa lebih rentan mengalami stres. Kehidupan seks yang aktif juga dapat membuat seseorang lebih sehat dan bahagia, sehingga jauh dari kecemasan.

    2. Gangguan pada Jantung

    Penelitian menemukan orang yang berhubungan seks sekali sebulan atau kurang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung, dibanding orang yang melakukannya dua kali seminggu. Salah satu alasannya adalah karena seks bertindak sebagai aktivitas fisik yang membantu melancarkan sirkulasi darah.

    Selain itu, seks juga dapat menurunkan tingkat stres, salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    3. Penurunan Daya Ingat

    Seseorang yang berhenti bercinta juga rentan mengalami penurunan daya ingat. Pasalnya, seks secara rutin dapat membantu meningkatkan kemampuan daya ingat, terutama pada orang yang berusia antara 50-89 tahun.

    Belum diketahui secara pasti kaitan antara seks dan daya ingat. Namun, peneliti menduga seks dapat meningkatkan perkembangan sel otak yang berhubungan dengan ingatan.

    Penelitian juga menunjukkan seks dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama immunoglobulin A yang terdapat pada lapisan mukosa (selaput lendir) dan melindungi tubuh dari ancaman virus, bakteri, dan zat berbahaya penyebab penyakit.

    Pria yang jarang berhubungan seks ternyata memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat. Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Harvard menemukan pria yang ejakulasi kurang dari 7 kali dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat 20 persen lebih tinggi dibanding pria yang ejakulasi 21 kali per bulan.

    Studi yang sama dilakukan di Australia menemukan pria yang ejakulasi 7 kali dalam seminggu memiliki risiko kanker prostat 36 persen lebih rendah.

    6. Risiko Gangguan Seksual Meningkat

    Baik pria maupun wanita yang jarang bercinta juga punya risiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi seksual. Pada wanita yang memasuki masa menopause, dinding vagina mereka dapat menipis dan kering jika tidak rutin berhubungan seks.

    Penelitian juga menunjukkan pria yang bercinta kurang dari satu kali dalam seminggu memiliki risiko lebih tinggi terkena disfungsi ereksi dibanding pria yang bercinta setiap minggu.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Manfaat Orgasme usai Bercinta, Termasuk Tingkatkan Suasana Hati hingga Kualitas Tidur


    Jakarta

    Orgasme tidak hanya memberikan rasa nikmat dalam bercinta. Faktanya, tersimpan beragam manfaat orgasme untuk kesehatan, mulai dari memperbaiki suasana hati, mengurangi rasa sakit, hingga meningkatkan kesehatan jantung.

    “Orgasme adalah puncak gairah seksual dan menyebabkan perasaan nikmat yang intens,” kata Monique De Four Jones, MD, kepala asosiasi persalinan dan persalinan di Rumah Sakit Wanita Katz di New York.

    Dikutip dari Everyday Health, berikut sederet manfaat yang bisa didapatkan oleh seseorang ketika mengalami orgasme rutin.


    1. Membuat suasana hati lebih baik

    Saat orgasme, tubuh akan melepaskan dopamin yang juga dikenal sebagai hormon ‘bahagia’ atau ‘merasa senang’. Hal ini bisa dipicu oleh apa saja yang membuat seseorang bahagia, salah satunya orgasme.

    “Dopamin bekerja di area otak untuk memberi Anda perasaan senang, puas, dan motivasi. Ini juga mengaktifkan jalur penghargaan di otak yang menyebabkan kita lebih menginginkan aktivitas ini,” kata De Four Jones.

    Dopamin dan hormon peningkat suasana hati lainnya yang dilepaskan saat berhubungan seks, termasuk serotonin , vasopresin , dan oksitosin (hormon ‘cinta’) juga dapat membantu menurunkan kadar kortisol, hormon stres utama tubuh.

    2. Meningkatkan kualitas tidur

    Sebuah survei kecil yang terbit pada Mei 2023 di jurnal Sleep, ditemukan 75 persen peserta melaporkan tidur malam yang lebih baik setelah mereka berhubungan seks atau orgasme menjelang waktu tidur.

    “Karena orgasme dapat meningkatkan suasana hati dan membantu mengurangi stres, hal ini diyakini membantu meningkatkan kualitas tidur,” kata De Four Jones.

    3. Memperkuat dasar panggul

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine pada Mei 2022 mengamati 55 wanita yang telah melahirkan satu anak dan menjalani persalinan normal tanpa komplikasi.

    Sekitar setengahnya disarankan untuk melakukan senam Kegel setiap hari (metode yang dikenal untuk memperkuat dasar panggul). Sementara separuh lainnya diinstruksikan untuk memulai orgasme melalui stimulasi diri sendiri atau pasangan bersamaan dengan senam kegel.

    Para peneliti menilai partisipan setiap bulan, selama enam bulan dan menemukan bahwa fungsi seksual dan kemampuan untuk mengendurkan dasar panggul secara signifikan lebih tinggi pada kelompok orgasme.

    “Saya tidak yakin apakah ada cukup data yang secara kuat mendukung penguatan orgasme pada dasar panggul. Tapi saya yakin itu tidak ada salahnya,” kata De Four Jones.

    4. Meningkatkan kesehatan jantung

    Orgasme yang teratur ternyata memiliki dampak yang baik bagi kesehatan jantung. Hal ini dibuktikan lewat studi observasional yang diterbitkan pada Maret 2022 di European Journal of Preventive Cardiology.

    Para peneliti mewawancarai 495 penyintas serangan jantung berusia 65 tahun ke atas tentang aktivitas seksual mereka selama masa pemulihan. Ditemukan bahwa kembali ke aktivitas seksual normal atau meningkat selama enam bulan pertama dikaitkan dengan penurunan risiko kematian sebesar 35 persen selama dua dekade berikutnya.

    5. Meredakan sakit

    “Diyakini bahwa sejumlah besar endorfin yang dilepaskan saat orgasme dapat memengaruhi reaksi tubuh terhadap rasa sakit,” jelas De Four Jones.

    Dalam sebuah studi observasi terhadap 304 orang penderita migrain dan 96 orang dengan cluster headaches, 60 persen penderita migrain melaporkan nyeri berkurang dengan aktivitas seksual selama serangan. Sedangkan, 37 persen penderita cluster headaches, 37 persen merasa lebih baik.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Manfaat Rutin Bercinta, Jantung Lebih Sehat hingga Bikin Awet Muda


    Jakarta

    Rutin bercinta ternyata tidak hanya membuat hubungan dengan pasangan semakin harmonis, tetapi sejumlah riset mengaitkannya dengan kesehatan tubuh, bahkan organ-organ vital. Hal ini dibenarkan oleh dokter spesialis kandungan Amy Wetter.

    “Seks dapat bermanfaat bagi kesehatan karena berbagai alasan. Beberapa di antaranya termasuk tidur yang lebih nyenyak, stres yang lebih rendah, peningkatan harga diri, penurunan tekanan darah, dan pereda nyeri,” ujarnya, dikutip dari Everyday Health.

    Berikut adalah deretan manfaat untuk kesehatan tubuh bagi pasangan suami istri yang rutin bercinta.


    1. Peningkatan kesehatan jantung

    Sebuah studi berbasis populasi longitudinal yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung dibandingkan mereka yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang.

    Sebuah studi observasional yang diterbitkan pada 2020 menemukan bahwa seks dapat meningkatkan pemulihan jangka panjang setelah serangan jantung. Orang-orang yang lebih sering berhubungan seks memiliki risiko kematian 35 persen lebih rendah dalam dua dekade berikutnya.

    Seks sebenarnya dianggap sebagai bentuk olahraga yang baik. Sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa pria membakar rata-rata 4 kalori per menit selama sesi seks rata-rata 25 menit, dan wanita membakar 3 kalori.

    2. Meringankan rasa sakit

    Dalam sebuah penelitian, orang-orang yang berada dalam sembilan bulan pertama hubungan romantis terkena nyeri termal di laboratorium. Mereka diperlihatkan foto-foto pasangan dan momen romantis mereka, serta permainan kata sebagai selingan.

    Peserta melaporkan bahwa melihat pasangan romantis secara signifikan mengurangi rasa sakit, dan pencitraan otak menunjukkan bahwa hal itu juga meningkatkan aktivitas di area yang terkait dengan sistem penghargaan otak.

    3. Mengurangi stres dan menurunkan tekanan darah

    “Seks dapat membantu menghilangkan stres dengan meningkatkan endorfin dan hormon lain yang meningkatkan suasana hati,” kata Wetter.

    Sebuah penelitian kecil yang diterbitkan di Sexual Medicine menemukan bahwa berhubungan seks pada malam sebelum pembacaan tekanan darah menyebabkan penurunan tingkat tekanan darah sistolik.

    4. Mengurangi risiko kanker prostat

    Sebuah studi yang melibatkan 32.000 pria di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mereka yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, dibandingkan mereka yang melakukannya hanya empat sampai tujuh kali per bulan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil terkena kanker prostat.

    5. Tidur lebih nyenyak

    Seks yang baik akan memberikan pengaruh kepada kualitas tidur seseorang. Hal ini karena adanya pelepasan beberapa hormon.

    “Seks dapat meningkatkan kualitas tidur dengan pelepasan hormon yang disebut oksitosin, prolaktin, dan endorfin,” kata Wetter.

    6. Suasana hati yang lebih bahagia

    Setelah berhubungan seks, seseorang cenderung akan memiliki pandangan yang lebih positif. Ada alasan biokimia untuk mengalami peningkatan suasana hati sebagai manfaat seks, mulai dari neurotransmiter yang mungkin dilepaskan selama hubungan seks yang sehat hingga peningkat suasana hati yang terkandung dalam air mani itu sendiri.

    Selain itu, seks yang baik juga bisa memberikan perasaan senang dan mampu membantu menjalin ikatan yang lebih baik dengan pasangan.

    7. Kulit bercahaya dan tampak lebih muda

    Pada saat bercinta, detak jantung akan meningkat dan menyebabkan adanya peningkatan aliran darah ke wajah. Sehingga, ini akan membuat wajah seseorang menjadi lebih cerah. Meskipun ini hanya bersifat sementara.

    “Hal ini menyebabkan pembuluh darah membesar dan membuat tampak cerah,” jelas Wetter.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy