Tag: hubungan

  • Pasutri Perlu Tahu! Segini Jumlah Kalori yang Terbakar saat Bercinta

    Jakarta

    Seorang ahli seks di Stanford Health di California, Amerika Serikat, Profesor Leah Millheiser, mengungkapkan pasangan suami istri yang berhubungan seks dapat membakar banyak kalori. Namun, terdapat perbedaan jumlah kalori yang terbakar pada pria dan wanita.

    Menurut penelitian, pria mengeluarkan rata-rata 101 kalori selama berhubungan seks. Sementara wanita, hanya membakar sekitar 69 kalori.

    Angka-angka tersebut berasal dari tinjauan penelitian terbaru tahun 2022. Diperkirakan seorang pria dapat membakar sekitar 4,2 kalori per menit, sedangkan wanita hanya 3,1 kalori per menit.


    Angka-angka tersebut bervariasi berdasarkan durasi dan intensitas hubungan seksual, serta posisi seks yang berbeda.

    Profesor Millheiser mengatakan angka-angka tersebut bisa bervariasi tergantung pada siapa yang lebih ‘berperan aktif’ saat berhubungan seks.

    “Secara umum, pria memiliki lebih banyak otot daripada wanita. Yang berarti mereka membakar lebih banyak kalori bahkan saat melakukan aktivitas yang sama dengan rekan wanita mereka,” terangnya yang dikutip dari Daily Mail.

    Posisi Bercinta Ini Diyakini Lebih Banyak Bakar Kalori

    Sebuah survei yang diungkap oleh DailyMail pada awal bulan ini, menemukan bahwa gaya doggy dan misionaris termasuk di antara posisi seks paling populer.

    Sebagian besar waktu kedua posisi ini melibatkan pria yang mengeluarkan lebih banyak energi, yang akan menyebabkan pembakaran kalori yang lebih besar saat berhubungan seks.

    Angka kalori dalam tinjauan tahun 2022 hanyalah perkiraan rata-rata dan bisa berubah pada pasangan di mana wanita lebih suka mengambil peran yang lebih aktif.

    Survei bulan lalu menunjukkan bahwa cowgirl terbalik juga merupakan salah satu posisi seksual paling populer. Ini melibatkan wanita yang berada di atas dan membelakangi pasangannya.

    Dalam posisi ini, wanita melakukan sebagian besar gerakan, yang berarti ia mungkin akan membakar lebih banyak kalori daripada pasangan prianya.

    Prof Millheiser mengatakan semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berpelukan, berciuman, dan bermesraan, maka semakin banyak kalori yang akan dibakar.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Kebiasaan yang Tak Boleh Dilakukan Usai Bercinta, Bisa Bikin Gairah ‘Anjlok’

    Jakarta

    Setelah berhubungan intim, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga keharmonisan pasangan suami istri. Tindakan-tindakan tertentu mungkin nampak sepele, tapi dapat berdampak negatif pada keintiman dan kedekatan emosional.

    “Setelah bercinta, jika salah satu pihak mencoba melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan seks, hal itu dapat membuat pasangan merasa tidak diakui,” ucap pakar seks dan hubungan Dr Amitha Mishra dikutip dari India Times, Jumat (30/8/2024).

    Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah berhubungan intim:


    1. Tertidur

    Banyak pasangan suami istri yang mengalami masalah ini. Hal ini tentu merupakan kesalahan besar yang dapat merusak intimasi dalam berhubungan intim.

    Langsung tidur membuat pasangan jadi tidak menikmati secara maksimal kualitas hubungan yang baru dilakukan, khususnya pada faktor suasana hati. Padahal itu merupakan hal paling penting untuk meningkatkan keharmonisan pasutri.

    2. Langsung ke Kamar Mandi

    Bergegas langsung ke kamar mandi setelah berhubungan intim bukanlah hal yang tepat. Mungkin di satu pihak tidak akan merasa keberatan, namun ha ini seperti melupakan bahwa pasangan mungkin masih ingin menikmati suasana setelah bercinta.

    Langsung pergi ke kamar mandi dapat menghilangkan kesenangan dan merusak momen kenikmatan tersebut. Sebaiknya tunggu dulu selama beberapa saat sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi.

    3. Urus Pekerjaan

    Langsung mengurus pekerjaan merupakan hal yang tidak ‘menghargai’ pasangan setelah melakukan hubungan seks. Kenikmatan setelah seks harus dirasakan bersama-sama tanpa adanya intervensi dari manapun, termasuk urusan pekerjaan.

    “Kalau Anda lebih suka bekerja atau membaca buku daripada berpelukan dan bermesraan, Anda benar-benar mengundang masalah ke ‘surga’ seks Anda,” kata Mishra.

    4. Tidur Terpisah

    Beberapa pasutri mungkin memang memiliki kebiasaan tidur terpisah, tapi pada momen tertentu seperti setelah melakukan hubungan seks, sebaiknya hal ini ditinggalkan terlebih dahulu. Setelah bercinta, meninggalkan pasangan adalah ide yang buruk.

    Hal itu tidak hanya mematikan gairah pada malam tersebut, tapi juga dapat merusak intimasi dan gairah bercinta pada malam-malam berikutnya.

    5. Makan

    Mishra juga tidak menyarankan pasangan untuk mencari makanan ke dapur setelah bercinta. Kunci terpenting dalam bercinta adalah pasangan tetap bisa memaksimalkan waktu untuk bersama, bahkan setelah fase menyenangkan itu selesai.

    “Itu merusak seluruh gairah dan akan membuat pasangan merasa bahwa Anda tidak menikmati seks hanya karena lapar dan memikirkan makanan,” ujarnya.

    6. Bawa Anak ke Kamar

    Membiarkan siapapun masuk ke dalam ‘ruangan’ privasi seksual dapat mengganggu kenikmatan bersama. Banyak ibu mungkin memiliki kecenderungan membawa anak tidur bersama di ranjang yang sama.

    Jika itu dilakukan setelah berhubungan seks, menurut Mishra itu dapat memberikan dampak yang buruk pada intimasi pasangan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya pasutri melakukan perencanaan matang terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan intim agar terbebas dari gangguan apapun.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dokter Ungkap Disfungsi Ereksi Bisa Disembuhkan Tanpa Obat, Begini Caranya


    Jakarta

    Mengalami kondisi disfungsi ereksi tentu menjadi mimpi buruk bagi seorang laki-laki. Pasalnya, kondisi ini akan mengganggu kondisi psikologisnya dan mungkin berefek pada renggangnya hubungan rumah tangga.

    Penyebab disfungsi ereksi terbagi menjadi dua yakni psikogenik dan organik, misalnya seperti penyakit tertentu, masalah psikologis, efek samping obat-obatan, dan cedera. Lantas, bagaimana cara mengatasi disfungsi ereksi?

    Spesialis urologi Dr dr Ponco Birowo SpU(K), PhD mengatakan disfungsi ereksi bisa diatasi dengan terapi. Menurutnya, pemberian obat hanya sebagai pelengkap dari metode terapi yang dijalani pasien.


    “Obat bisa nggak (menyembuhkan)? Obat juga bisa. Tapi itu hanya sebagai pelengkap, bukan yang utama,” ujar dr Ponco kepada detikcom saat The 4th Siloam Urology-Nephrology Summit 2024, di Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2024).

    dr Ponco menambahkan, setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan laki-laki yang ingin mencegah atau sembuh dari disfungsi ereksi.

    “Satu, jauhi asap rokok. Kalau pasien yang masih merokok juga ya nggak akan bisa sembuh,” kata dr Ponco.

    Setelah itu, dr Ponco menyarankan untuk aktif berolahraga. Menurutnya, hal ini bisa dimulai dengan aktivitas ringan seperti berjalan kaki rutin, minimal 10.000 langkah dalam sehari.

    “Olahraganya paling simpel ya jalan kaki, (minimal) 10.000 langkah sehari,” katanya.

    “Kalau bilang nggak ada waktu, harus diadain waktunya,” tegasnya.

    Langkah berikutnya, lanjut dr Ponco, adalah dengan menjaga pola makan dan berat badan. Menurutnya, menghindari makanan manis dan berminyak merupakan langkah yang tepat untuk bisa sembuh dari kondisi ini.

    “Harus menurunkan berat badan (obesitas). Terus makanannya manis, gorengan yang banyak. Nah, itu menyebabkan disfungsi ereksi,” katanya.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy