Tag: hujan lebat

  • Rasulullah Larang Mencela Hujan dan Angin, Ini Alasannya



    Jakarta

    Ada kalanya rencana kaum muslim tertunda karena cuaca, misalnya hujan lebat dan angin kencang. Tertundanya rencana kadang membuat kesal, hingga keluar celaan kepada cuaca ciptaan Allah SWT tersebut. Namun, ternyata terdapat larangan mencela hujan dan angin.

    Hujan dan angin merupakan tanda kekuasaan yang diperlihatkan Allah SWT kepada setiap manusia. Hujan dan angin juga merupakan rahmat-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Asy-Syura ayat 28. Allah SWT berfirman,

    وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْد


    Artinya: “Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan (Dia pula yang) menyebarkan rahmat-Nya. Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.”

    Larangan Mencela Hujan dan Angin

    Menukil kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, selain surah Asy-Syura ayat 28, hujan sebagai berkah juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Zaid bin Khalid RA. Ia berkata, “Rasulullah SAW salat Subuh bersama kami di Al-Hudaibiyah setelah turun hujan pada malam hari. Setelah salat, beliau menghadap jemaah dan bersabda,

    ‘Apakah kalian tahu apa yang difirmankan Tuhan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Allah SWT dan utusan-Nya lebih tahu.’

    Rasulullah pun bersabda, ‘Allah berfirman, di antara hamba-Ku ada yang beriman dan kafir. Orang yang mengatakan ‘Telah turun hujan kepada kami dengan karunia dan rahmat Allah’, demikian itu yang iman kepadaku dan kafir kepada bintang-bintang. Sedangkan orang-orang yang mengatakan, ‘Telah turun hujan kepada kami, hujan karena rasi bintang ini dan itu’, maka dia itu yang kafir kepadaku dan beriman kepada bintang-bintang’.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kaum muslim dilarang mencela karunia dan rahmat Allah SWT. Selain itu, menurut penjelasan dalam al-Hadyu an-Nabawi fil-Fadhaail wal-Aadaab karya Ahmad Asy-Syaami yang diterjemahkan Abdul Hayyie Al Kattani dan Mujiburrahman Subadi, Rasulullah SAW melarang kaum muslim mencela sesuatu tidak pada tempatnya. Beliau bersabda,

    “Allah SWT berfirman, ‘Anak keturunan Adam menyakiti-Ku karena mereka mencela masa, padahal Aku adalah Zat yang menciptakan dan menguasai masa, Aku yang mempergantikan malam dan siang’.” (HR Muttafaq’alaih, Bukhari, dan Muslim)

    Selain itu, dalam hadits dijelaskan pula larangan mencela angin. Dikutip dari Shahih Adabul Mufrad karya Imam Bukhari yang diterjemahkan Abu Ahsan, dari Ubay, Rasulullah SAW bersabda,

    “Janganlah kamu mencela angin. Apabila kalian melihat angin yang tidak kalian sukai maka berdoalah, ‘Ya Allah, sesungguhnya kami mohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan apa yang ada di dalamnya, serta kebaikan apa yang telah Engkau kirim. Saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, serta apa yang ada di dalamnya dan apa yang telah Engkau kirim’.” (HR Bukhari)

    Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Angin itu termasuk ruh Allah yang dapat mendatangkan rahmat dan siksa, maka janganlah kamu mencelanya, tetapi mohonlah kebaikannya kepada Allah dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya.” (HR Bukhari)

    Doa ketika Hujan Turun

    Hendaknya kaum muslim mengucap doa ketika hujan turun. Masih dari kitab Al Adzkar, diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW membaca doa berikut ketika melihat hujan.

    اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

    Allaahumma shayyiban naafi’a.

    Artinya: “Ya Allah, semoga menjadi hujan yang manfaat.” (HR Bukhari)

    Doa ketika Angin Kencang

    Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata, “Ketika angin berhembus kencang Rasulullah SAW membaca:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ
    شَرَهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

    Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khairaa maa ursilat bihii wa a’uudzubika min syarihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bih.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kebaikan angin ini, kebaikan apa yang di dalamnya, kebaikan apa yang dikirimkan bersamanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan di dalamnya dan keburukan dari apa yang dikirim bersamanya.” (HR Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa saat Hujan, Bisa Dibaca agar Membawa Keberkahan


    Jakarta

    Hujan menjadi rahmat yang didatangkan oleh Allah SWT untuk manusia dan makhluk hidup bumi. Ketika hujan, Muslim disarankan untuk membaca doa ini.

    Masriyah Amva dalam buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku menjelaskan, hujan menjadi salah satu dari tanda kebesaran Allah SWT. Air menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman.

    Menurut studi yang dilakukan oleh Muhammad Rizky Septian Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam buku Hukum Islam Agroteknologi: Studi Takhrij dan Syarah Hadis menuliskan penjelasan hadits Nabi tentang manfaat hujan terhadap tanaman:


    Nabi SAW ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’, (Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat). (HR Bukhari No. 1032)

    Meskipun begitu, hujan juga bisa mendatangkan banjir. Sehingga kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang bermanfaat.

    Hal yang perlu dilakukan saat turun hujan lebat adalah berdoa, bukan dengan mengeluh atau marah-marah. Ingatlah bahwa yang menurunkan hujan adalah Allah SWT. Dan yang memberi rahmat hingga menimpakan bencana dengan hujan adalah Allah SWT. Jadi, mohonlah kebaikan hujan dan mintalah perlindungan kepada Allah SWT.

    Doa-doa ketika Hujan

    Ada beberapa doa yang bisa Muslim baca ketika hujan mengguyur wilayah tempat tinggal kita. Berikut bacaannya:

    1. Doa saat Hujan Turun

    Saat hujan turun, Rasulullah SAW membaca doa ini. Muslim dapat membacanya agar diberikan keberkahan saat turun hujan. Berikut doa saat turun hujan yang dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H Hamdan Hamedan:

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa saat Hujan Lebat

    Atau bisa juga membaca doa berikut ketika hujan turun lebat:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    3. Doa saat Hujan Disertai Petir

    Ketika hujan lebat disertai dengan petir, Muslim bisa membaca doa berikut sebanyak tiga kali:

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    4. Doa saat Hujan Disertai Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    5. Doa setelah Turun Hujan

    Dalam kitab Al-Adzkar yang ditulis Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, disebutkan doa setelah turun hujan:

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    (lus/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Minta Hujan Sesuai Sunnah kepada Allah SWT untuk Berbagai Situasi


    Jakarta

    Ada macam alasan mengapa kita bisa melakukan doa minta huna, mulai dari kebutuhan akan air untuk pertanian hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW, untuk menunjukkan bagaimana seharusnya kita berdoa dengan penuh harapan dan iman.

    Mengutip buku edisi Indonesia: Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al-Qur’an oleh Andi MuhammadSyahril, seorangmuslim diperbolehkan untuk minta hujan.

    Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Anas bin Malik bahwa Umar bin Al-Khatab yang memohon turunnya hujan saat musim kemarau berkepanjangan dengan perantara Al-Abbas bin Abdul Muthalib,


    “Ya Allah, dahulu kami memohon turunnya hujan dengan perantara Nabi-Mu saat ia hidup, lalu Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka, pada hari ini kami memohon turunnya dengan perantara pamannya Nabi-Mu, maka turunkanlah kepada kami hujan.” Lalu hujan turun untuk mereka.”

    Doa minta hujan sesuai sunnah mengajarkan kita cara meminta pertolongan kepada Allah dengan penuh keyakinan dan kerendahan hati. Simak beberapa doa minta hujan sesuai sunnah Rasulullah SAW di bawah ini.

    1. Doa Minta Hujan yang Berkah

    Dilansir laman Nahdlatul Ulama (NU), diriwayatkan oleh Abu Dawud, berikut adalah doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW untuk meminta hujan yang menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan.

    اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا, نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ

    Allaahummasqinaa ghaitsan mughiitsan marii-an marii’an naafi’an ghaira dharrin ‘aajilan ghaira aajil.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda.”

    Dalam buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun oleh H. Hamdan Hamedan, MA, disebutkan bahwa kala itu ada sekelompok orang datang sambil menangis ke Rasulullah SAW.

    Mereka meminta Rasulullah SAW untuk berkenan berdoa agar turun hujan. Kemudian, Rasulullah SAW mengucapkan doa tersebut dan hujan pun turun.

    2. Doa Minta Hujan yang dipanjatkan Rasulullah SAW

    Dalam riwayat Imam Malik bin Anas, Rasulullah SAW membaca doa turun hujan ini untuk hamba-hamba Allah, dan binatang-binatang ciptaan-Nya, serta dihidupkannya lagi negeri yang sebelumnya mati karena kekeringan.

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada hamba-hamba-Mu dan binatang-binatang (ciptaan)-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah negeri-Mu yang sebelumnya mati.”

    Setelah diturunkannya hujan, kita juga harus berdoa agar hujan yang diturunkan oleh Allah SWT menjadi sebuah keberkahan.

    3. Doa Minta Hujan Lebat

    Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Rasulullah SAW juga pernah memanjatkan doa agar turun hujan berikut ini:

    اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهمَّ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِيُّ, وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْزِلْ عَلْيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَي حِيْنٍ

    Artinya: “Segala puji milik Allah, Tuhan seluruh semesta, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Tuhan yang menguasai hari pembalasan. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Engkau yang Maha Kaya, sedangkan kami makhluk yang membutuhkan, turunkanlah hujan pada kami dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan kepada kami sebagai kekuatan dan pencapaian hingga akhir masa.”

    إنكم شكوتم جدب دياركم واستئخار المطر عن إبان زمانه عنكم وقد أمركم الله سبحانه أن تدعوه ووعدكم أن يستجيب لكم

    Artinya: “Sesungguhnya kalian mengeluhkan gersangnya tanah-tanah kalian dan terlambatnya hujan dari masa biasanya. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya, dan menjanjikan akan mengabulkan (doa) kalian.”

    Doa tersebut dipanjatkan oleh Rasulullah, ketika banyak orang mengeluh karena keterlambatan hujan yang mengakibatkan ketandusan tanah-tanah mereka.

    Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW kemudian meminta mereka untuk menyediakan mimbar dan meletakannya di masjid.

    Rasulullah SAW berjanji akan menemui mereka lagi nanti. Sayyidah ‘Aisyah berkata: “Nabi akan menemui mereka setelah matahari terbit. Beliau duduk di atas mimbar, sambil mengucapkan takbir, tasbih, dan tahmid, dan berkata (kepada mereka):

    إنكم شكوتم جدب دياركم واستئخار المطر عن إبان زمانه عنكم وقد أمركم الله سبحانه أن تدعوه ووعدكم أن يستجيب لكم

    “Sesungguhnya kalian mengeluhkan gersangnya tanah-tanah kalian dan terlambatnya hujan dari masa biasanya. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya, dan menjanjikan akan mengabulkan (doa) kalian.”

    Kemudian, Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya lalu membalikkan tubuh ke arah orang-orang itu. Setelah itu, beliau melaksanakan salat 2 rakaat.

    Pada setiap rakaat tersebut Rasulullah SAW membaca, “Mâ syâ’allâh” dan “Subhânallâh”. Tak lama, suara guntur terdengar dan hujan pun turun dengan lebat hingga memenuhi masjid.

    Melihat hal tersebut, Rasulullah pun tersenyum lebar hingga terlihat gigi gerahamnya saat melihat orang-orang bergegas pulang ke rumah mereka masing-masing.

    Rasulullah SAW berkata:

    أشهد أن الله علي كل شيء قدير وأني عبد الله ورسوله

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya.” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa dâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu).

    Doa Ketika Turun Hujan

    Dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H. Hamdan Hamedan, MA, berikut adalah bacaan doa ketika hujan turun yang diriwayatkan dalam hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Allahumma shoyyiban nafi’an

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.

    hujan turun, maka bisa dilanjutkan dengan doa berikut,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Itu tadi doa minta hujan dan doa yang dipanjatkan saat hujan turun. Semoga setiap doa kita diijabah oleh Allah SWT dan membawa keberkahan, baik bagi bumi yang kita tinggali atauput untuk kehidupan makhluk-Nya.

    Wallahu a’lam.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Hujan Lebat, Amalan supaya Tidak Terjadi Banjir


    Jakarta

    Hujan adalah salah satu nikmat dari Allah SWT yang membawa berkah bagi kehidupan makhluk di bumi. Dalam Islam, hujan diakui sebagai rahmat yang mendatangkan kebaikan.

    Namun, ketika hujan turun dalam intensitas tinggi hingga menyebabkan kekhawatiran seperti banjir, masyarakat dianjurkan untuk berdoa memohon perlindungan dan keselamatan dari bahaya yang mungkin terjadi.

    Berdoa saat hujan memiliki keutamaan khusus karena hujan adalah momen turunnya rahmat dari Allah SWT. Selain itu, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa yang dipanjatkan saat hujan lebat adalah doa yang diijabah oleh Allah SWT. Sebagaimana sabdanya:


    “Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika adzan dan doa ketika hujan.” (HR. Hakim)

    Hadits ini menjelaskan bahwa waktu turunnya hujan adalah salah satu momen terbaik untuk memohon ampun, meminta keselamatan, keberkahan, serta rahmat dari Allah SWT.

    Doa ketika Hujan Lebat

    Berikut adalah doa-doa yang dianjurkan dalam Islam saat menghadapi hujan lebat, seperti yang dikutip dari buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq.

    Doa agar Hujan Turun Menjadi Berkah

    Ketika hujan mulai turun, umat Islam dianjurkan untuk berdoa agar hujan yang turun membawa kebaikan. Rasulullah SAW mengajarkan doa sederhana berikut:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Allahumma shoyyiban nafi’an

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.”

    Doa ini dibaca untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan yang turun tidak membawa kerusakan atau bahaya, melainkan kebaikan yang bermanfaat bagi semua makhluk.

    Doa agar Hujan Tidak Menimbulkan Bahaya

    Ketika hujan mulai deras hingga menimbulkan kekhawatiran, Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk memohon keselamatan dan memindahkan hujan ke tempat yang lebih membutuhkan.

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    Dalam doa ini, kita memohon kepada Allah SWT untuk mengalihkan hujan yang turun ke tempat yang lebih cocok atau yang lebih membutuhkannya, demi menjaga keamanan dan terhindar dari bahaya.

    Doa saat Hujan dengan Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa syarri maa ursilat bih

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    Doa saat Hujan Disertai Petir

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

    Artinya: “Maha Suci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbihlah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.”

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Hujan, Panjatkan Sebagai Bentuk Syukur Atas Nikmat Allah SWT



    Jakarta

    Hujan adalah nikmat dari Allah SWT yang diturunkan dari langit untuk makhluk di bumi. Sebagai bentuk syukur sekaligus untuk memohon perlindungan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa ketika hujan.

    Hujan menjadi sumber kehidupan, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 30,

    أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ


    Artinya: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

    Dalam hadits dari Sahl bin Sa’d, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

    Artinya: Dua doa yang tidak akan ditolak, doa ketika adzan dan doa ketika ketika turunnya hujan.

    Doa saat Hujan

    1. Doa saat Hujan

    Ketika turun hujan, umat Islam bisa membaca doa berikut,

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa saat Hujan Lebat

    Saat hujan turun lebat, bisa mengamalkan doa berikut,

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    3. Doa saat Hujan Disertai Petir

    Ketika hujan disertai petir, umat Islam bisa membaca doa berikut sebanyak tiga kali,

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Anjuran doa saat melihat petir berasal dari Abdullah bin Zubair RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Mahasuci Zat, yang petir selalu membaca tasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat pun bertasbih memuji-Nya karena takut kepada-Nya”. Kemudian ia berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah peringatan yang sangat keras dari Allah kepada para penghuni bumi, yaitu ancaman turunnya petir, banjir, dan sebagainya. Doa ini dikutip dari surah Ar-Ra’d ayat 13″. (HR Malik)

    4. Doa saat Hujan Disertai Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    5. Doa setelah Turun Hujan

    Doa syukur setelah turun hujan bisa diamalkan sebagai bentuk syukur atas nikmat dari Allah SWT.

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com