Tag: hype

  • Hyperliquid (HYPE) Dominasi Pasar Perpetual Semakin Tak Terbendung

    Token Hyperliquid (HYPE) kembali mencuri perhatian dunia kripto setelah menembus rekor tertinggi sepanjang masa dan stabil di atas angka $40. Dalam 30 hari terakhir, HYPE melonjak hampir 70%, menjadikannya salah satu dari 10 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar — jika tidak menghitung stablecoin dan aset terbungkus.

    Kenaikan tajam ini bukan tanpa alasan: Hyperliquid tengah mendominasi pasar perpetual (perps) dengan volume dan pendapatan yang mengungguli pesaing-pesaingnya secara signifikan.

    Hyperliquid Unggul dalam Volume dan Pendapatan

    Dilaporkan BeInCrypto, Hyperliquid telah memantapkan posisinya sebagai pemimpin di pasar perpetual dengan pangsa pasar melonjak dari 63,7% pada Desember 2024 menjadi 76,9% saat ini. Volume mingguan perdagangan protokol ini berada di kisaran $50 hingga $75 miliar, jauh meninggalkan Jupiter yang hanya mencatatkan $4 hingga $7 miliar.

    Dalam hal pendapatan, Hyperliquid mencatatkan hampir $65 juta dalam 30 hari terakhir, hanya kalah dari Tether dan Circle, dua raksasa stablecoin. Capaian ini juga menempatkan Hyperliquid di atas nama-nama besar seperti Tron, PancakeSwap, dan Axiom.

    Baca juga: Harga HYPE Melonjak Dekati ATH Usai Listing Binance US

    Dalam 24 jam terakhir saja, protokol ini mengumpulkan pendapatan sebesar $2,5 juta, bertepatan dengan lonjakan harga HYPE. Bahkan, di tengah kontroversi baru-baru ini terkait aktivitas perdagangan James Wynn, momentum HYPE tetap tak tergoyahkan. Token ini juga baru saja terdaftar di Binance US, memicu spekulasi bahwa listing di Binance global mungkin hanya tinggal menunggu waktu.

    Indikator Teknis: Fase Pendinginan, Tapi Momentum Tetap Terjaga

    Secara teknikal, Relative Strength Index (RSI) HYPE menurun ke 67,27 setelah sempat mencapai 77,63. Meski belum masuk ke zona jenuh beli (RSI > 70), angka ini menunjukkan bahwa reli mulai memasuki fase pendinginan, namun masih dalam tren bullish.

    Sementara itu, BBTrend—indikator tren berbasis Bollinger Band—menunjukkan nilai -0,9, naik tajam dari -4,11 sehari sebelumnya. Meskipun nilai ini masih negatif, tren pemulihannya menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda dan momentum naik kembali tumbuh.

    Target Berikutnya: $45, Tapi Risiko Koreksi Masih Ada

    Harga HYPE berhasil bertahan di atas level kunci $40, didukung oleh struktur Exponential Moving Average (EMA) yang sehat — di mana garis jangka pendek tetap berada di atas garis jangka panjang, mengindikasikan kekuatan tren naik masih kuat.

    Jika tren ini berlanjut, target kenaikan berikutnya berada di wilayah $45. Namun, jika tekanan beli melemah, level support di $38,2 akan menjadi zona pertahanan penting. Kegagalan mempertahankan level ini bisa membuka jalan bagi koreksi lebih dalam ke area $32,62, bahkan hingga $30,64 jika tekanan jual meningkat drastis.

    Dengan dominasi pasar perpetual yang luar biasa dan performa pendapatan yang mengesankan, Hyperliquid dan token HYPE-nya terus menunjukkan kekuatan di tengah fluktuasi pasar. Meski beberapa indikator teknikal mengisyaratkan fase konsolidasi, tren jangka menengah masih berpihak pada para bull — dengan mata pasar kini tertuju pada apakah HYPE bisa menembus $45 dalam waktu dekat.

    Baca juga: Jalan Hyperliquid Meraih Kepercayaan di Dunia DeFi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jalan Hyperliquid Meraih Kepercayaan di Dunia DeFi

    Ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi) sedang mengalami pergeseran menarik. Protokol seperti Hyperliquid dan Ethena tampil mencolok—bukan karena mereka sepenuhnya terdesentralisasi, tetapi karena justru sebaliknya: mereka mengadopsi pendekatan hibrida.

    Di tengah idealisme dunia kripto soal desentralisasi penuh, keberhasilan protokol semi-terdesentralisasi ini menunjukkan bahwa akses tanpa izin dan transparansi bisa lebih penting bagi pengguna daripada arsitektur sistem yang sepenuhnya terdesentralisasi.

    Hyperliquid dan Pendekatan Hibrida

    Dalam satu bulan terakhir, Hyperliquid mencatatkan lonjakan luar biasa dalam Total Value Locked (TVL), naik 54% dari $2,21 miliar menjadi $3,35 miliar. Ini menandakan meningkatnya minat investor terhadap model operasionalnya yang unik.

    Menurut laporan BeInCrypto, Hyperliquid menggunakan sistem pencocokan pesanan di luar jaringan (off-chain), namun tetap menyimpan dan memverifikasi semua data penting di blockchain. Ini memungkinkan kecepatan transaksi tinggi tanpa mengorbankan transparansi atau keamanan. Meski demikian, model ini belum sepenuhnya desentralistik seperti Uniswap atau Aave.

    Namun, justru pendekatan ini yang mendapatkan kepercayaan pengguna.

    “Proyek seperti Hyperliquid dan Ethena berhasil karena mereka sengaja menjauh dari desentralisasi penuh. Mereka menekankan akses terbuka dan transparansi yang dapat diverifikasi di rantai,” jelas Tracy Jin, COO MEXC, kepada BeInCrypto.

    Menurutnya, pengguna kini lebih mementingkan pengalaman dan keandalan, bukan sekadar prinsip. Tim pengembang yang memanfaatkan sentralisasi sebagian pun dapat bergerak lebih cepat dan menawarkan nilai nyata yang langsung dirasakan oleh pengguna.

    TVL hiperlikuid. Sumber: DeFiLlama
    TVL hiperlikuid. Sumber: DeFiLlama

    Baca juga: Dampak Posisi Short Rp 5,9 Triliun di Hyperliquid terhadap Bitcoin

    Masa Depan: Solusi Hibrida

    Tren ini tampaknya bukan kebetulan. Pauline Shangett, CSO dari ChangeNOW, bahkan menyebut model hibrida sebagai masa depan industri kripto.

    “Solusi hibrida akan menjadi fondasi. DeFi akan tetap dijual sebagai narasi utama, tapi realitanya, banyak proyek akan mengadopsi elemen sentralisasi di belakang layar,” ujarnya.

    Pengguna, menurut Shangett, lambat laun akan menerima kenyataan bahwa “desentralisasi absolut” sulit dicapai tanpa mengorbankan aspek penting lain seperti efisiensi dan keamanan. Dalam jangka panjang, kepercayaan dan efisiensi akan menjadi tolok ukur utama, bukan struktur teknisnya.

    HYPE: Token yang Ikut Terbang

    Pergerakan harga Hyperliquid (HYPE).
    Pergerakan harga Hyperliquid (HYPE).

    Token asli Hyperliquid, HYPE, turut mencatat pertumbuhan impresif. Sepanjang Mei 2025, HYPE melonjak 64% dan saat ini diperdagangkan di kisaran $36,33—hanya sekitar 16% di bawah all-time high (ATH) sebesar $42,25 yang dicapai Desember 2024.

    Jika mampu bertahan di atas support $36,47, HYPE berpotensi menembus ATH dan melanjutkan tren naik. Namun demikian, tekanan jual yang meningkat dapat membawa harga turun ke $31,26, atau bahkan menyentuh $27,31 jika sentimen pasar berubah drastis.

    Kesimpulan: Yang Penting Bukan Struktur, Tapi Kepercayaan

    Keberhasilan Hyperliquid menegaskan bahwa dalam dunia DeFi, kepercayaan lebih penting daripada dogma desentralisasi penuh. Pengguna ingin solusi yang dapat diakses, transparan, dan efisien—meskipun itu berarti harus menerima sedikit sentralisasi.

    Seperti yang ditegaskan oleh Tracy Jin, “Kepercayaan adalah fondasi DeFi. Tanpa kepercayaan, likuiditas mengering, investor pergi, dan inovasi melambat.”

    Dan hingga saat ini, protokol seperti Hyperliquid tampaknya telah menemukan cara membangun kepercayaan itu—dengan cara mereka sendiri.

    Baca juga: Harga HYPE Melonjak Dekati ATH Usai Listing Binance US


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga HYPE Melonjak Dekati ATH Usai Listing Binance US

    Hyperliquid (HYPE) kembali menjadi sorotan setelah pengumuman listing di Binance US memicu lonjakan harga sebesar 15%, mencapai $37,50.

    Kenaikan harga Hyperliquid menempatkan HYPE hanya sekitar 6% dari rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $39,93 yang dicapai pada 26 Mei 2025.

    Dominasi di Pasar Derivatif Terdesentralisasi

    Hyperliquid telah mencatatkan volume perdagangan bulanan tertinggi sepanjang masa pada Mei 2025, mencapai $244 miliar.

    Platform ini menguasai 74,97% dari total volume di semua platform derivatif terdesentralisasi, menegaskan dominasinya di sektor DeFi.

    Dengan arsitektur Layer-1 yang menggunakan konsensus HyperBFT, Hyperliquid menawarkan eksekusi order dengan latensi rendah dan kontrol penuh atas aset, menjadikannya pilihan menarik bagi investor ritel dan institusional.

    Baca Juga: Dampak Posisi Short Rp 5,9 Triliun di Hyperliquid terhadap Bitcoin

    Model Token Deflasi dan Insentif Staking

    Token HYPE memiliki pasokan maksimum sebesar 1 miliar, dengan model deflasi yang mengurangi sirkulasi tahunan sebesar 26%.

    Lebih dari $1 miliar dalam token HYPE telah di-stake, dan 40 juta token terkunci, mencerminkan kepercayaan komunitas terhadap proyek ini.

    Staking HYPE juga memberikan insentif berupa diskon biaya perdagangan. Misalnya, staking lebih dari 10 HYPE dapat memberikan diskon 5%, sementara staking lebih dari 10.000 HYPE dapat mengurangi biaya hingga 20%.

    Pergerakan harga Hyperliquid (HYPE/USDT) pada Kamis, 5 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Hyperliquid (HYPE/USDT) pada Kamis, 5 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Teknikal dan Prospek Harga

    Secara teknikal, HYPE menunjukkan momentum bullish yang kuat.

    Indikator RSI mendekati zona overbought, dan pola “cup-and-handle” pada grafik 12 jam mengindikasikan potensi breakout ke atas.

    Target harga jangka pendek diperkirakan antara $40 hingga $45, dengan potensi kenaikan hingga 63% dari level saat ini.

    Baca Juga: Riset Kripto 26-30 Mei 2025: Sektor AI Memes Memiliki Potensi?

    Hyperliquid (HYPE) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan didorong oleh listing di Binance US, dominasi di pasar derivatif terdesentralisasi, dan model token deflasi yang kuat.

    Dengan fundamental yang solid dan momentum pasar yang positif, HYPE berpotensi mencapai rekor tertinggi baru dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 1,75 Juta Token HYPE Resmi Di-unlock, Harga Langsung Tertekan 4,6%

    Sebanyak 1,75 juta token Hyperliquid (HYPE) senilai lebih dari $60,4 juta resmi dibuka kuncinya (unlock) pada Sabtu (29/11). Langkah ini memicu kekhawatiran komunitas bahwa pasar akan dibanjiri tekanan jual dari developer dan kontributor inti proyek.

    Menurut pengembang pseudonim iliensinc, unlock ini bukan kejutan baru. Ia menegaskan bahwa proses tersebut telah dijadwalkan sebagai bagian dari program vesting token HYPE. Pengumuman ini bertepatan dengan satu tahun peluncuran airdrop dan token generation event (TGE) yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di industri kripto.

    “Sebagai gambaran, sekitar 270 juta token sudah sepenuhnya terbuka pada 29 November 2024 sebagai airdrop terbesar dalam sejarah, dengan nilai pasar mencapai sekitar $9,5 miliar. Tidak ada unlock untuk investor karena Hyperliquid tidak pernah menerima pendanaan eksternal,” ujar iliensinc.

    Namun, meski sudah diumumkan sebelumnya, jumlah token baru yang beredar tetap memunculkan kekhawatiran. Harga HYPE sempat melemah sekitar 4,6% pada saat unlock berlangsung.

    Pasar Sudah Prediksi Tekanan Jual

    Dilaporkan Cointelegraph, Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menanggapi unlock ini dengan peringatan keras. Ia menyebut bahwa meskipun tim pengembang berjanji tidak akan menjual token, pasar tetap memperhitungkan kemungkinan tersebut.

    “Pemegang HYPE harus sadar ada peluang tekanan jual harian, dan itu semua sudah tercermin di harga saat ini,” ujar Hayes.

    Sejak mencapai all-time high (ATH) $59,40 pada September, harga HYPE telah turun sekitar 42% dan kini berada di bawah moving average 200 hari, level teknikal penting yang sering menjadi acuan dukungan harga.

    HYPE Anjlok Setelah Bull Run, Tapi Pernah Terkoreksi 54% Dalam Sehari

    Data harga menunjukkan bahwa HYPE mulai melemah sejak 19 September, sebelum pasar kripto mengalami crash besar pada Oktober yang menumbangkan hingga 95% nilai beberapa altcoin.

    Pada 10 Oktober, HYPE bahkan sempat jatuh 54% dalam sehari, namun pulih cepat ke level $40 hanya dalam dua hari.

    Meski Harga Turun, Hyperliquid Masih Dipuji Industri

    Di balik fluktuasi harga, Hyperliquid tetap mendapat pujian dari analis dan eksekutif industri kripto. Platform DEX ini mampu mencatat volume trading bulanan mencapai $330 miliar,angka yang luar biasa untuk tim pengembang yang relatif kecil.

    Model peluncuran proyek yang berfokus pada komunitas, bukan investor modal ventura, juga dianggap mengubah tren peluncuran produk dalam dunia kripto.

    Baca juga: Crash Test Pertama Hyperliquid! Token $HYPE Bikin Harga Jeblok ke $20?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token HYPE Melonjak, Potensi Naik 90% ke Rekor Harga Baru

    Token Hyperliquid (HYPE) mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, memicu spekulasi bahwa harga aset ini berpotensi mencapai rekor tertinggi baru. Sejak 24 Februari, HYPE telah naik sekitar 31% dan saat ini diperdagangkan di kisaran US$32.

    Kinerja ini bahkan melampaui beberapa aset kripto besar seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana yang masih mencatat pelemahan dalam periode 30 hari terakhir. Analis menilai kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan aset keuangan tradisional di platform Hyperliquid.

    Hyperliquid Buka Akses TradFi 24 Jam

    Dilaporkan BeInCrypto, Hyperliquid menarik perhatian karena menawarkan perdagangan derivatif aset tradisional seperti minyak, emas, perak, hingga saham secara 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

    Berbeda dengan pasar keuangan tradisional yang memiliki jam operasional terbatas, platform ini memungkinkan trader memperdagangkan aset seperti NVIDIA atau komoditas energi kapan saja menggunakan kontrak perpetual.

    Lonjakan aktivitas terlihat pada akhir pekan 1–2 Maret ketika volume perdagangan di platform tersebut melampaui US$6,4 miliar hanya dalam satu hari. Perdagangan kontrak perpetual minyak bahkan dilaporkan melonjak hampir 20%.

    Data dari Delphi Digital juga menunjukkan bahwa aset tradisional yang ditokenisasi kini menyumbang sekitar 31,6% dari total volume perdagangan Hyperliquid, meningkat tajam dari kurang dari 5% hanya sebulan sebelumnya.

    Baca Juga: Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

    Mekanisme Burn Dorong Tekanan Pasokan

    Kenaikan aktivitas perdagangan ini berdampak langsung pada mekanisme deflasi token HYPE. Sekitar 97% biaya transaksi di platform dialokasikan ke sistem yang secara otomatis membeli token HYPE dari pasar dan membakarnya secara permanen.

    Selain itu, biaya gas dari HyperEVM juga ikut dibakar, sehingga setiap transaksi di platform secara langsung mengurangi suplai token.

    Data terbaru menunjukkan platform menghasilkan sekitar US$2,74 juta biaya transaksi dalam 24 jam dan sekitar US$16,96 juta dalam tujuh hari terakhir. Selama periode tersebut, sekitar US$9,22 juta token HYPE telah dibakar.

    Saat ini jumlah token yang dibakar setiap hari mencapai lebih dari 48.000 HYPE, sementara emisi token baru dari staking hanya sekitar 26.790 HYPE per hari. Artinya, tingkat pembakaran token sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan pencetakan token baru.

    Smart Money Dominan Posisi Long

    Data on-chain juga menunjukkan perbedaan strategi antara investor institusional dan investor ritel. Menurut analisis Nansen AI, dompet yang dikategorikan sebagai smart money memegang posisi long sekitar US$8,5 juta pada HYPE, sementara posisi short hanya sekitar US$70.000.

    Beberapa investor besar seperti Arrington XRP Capital dan Selini Capital juga tercatat membuka posisi long pada token tersebut.

    Sebaliknya, trader ritel justru lebih banyak membuka posisi short. Data peta likuidasi menunjukkan potensi likuidasi short cukup besar di atas level harga US$34, yang dapat memicu short squeeze jika harga berhasil menembus area tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, mekanisme burn flywheel Hyperliquid yang menghanguskan biaya transaksi dari perdagangan aset TradFi menciptakan tekanan suplai negatif yang sangat kuat.

    “Secara teknis, keberhasilan menembus resistance $34 dapat memicu short squeeze menuju target jangka panjang di area $62,” jelasnya.

    Target Harga Hingga US$62

    Dari sisi teknikal, harga HYPE baru saja kembali menembus indikator 20-day exponential moving average (EMA), yang sebelumnya juga menjadi titik awal reli besar pada Januari.

    Pada saat itu, harga HYPE melonjak sekitar 81% hingga mencapai US$43 sebelum mengalami koreksi.

    Jika pola serupa terulang, analis memproyeksikan beberapa level resistance penting di sekitar US$34, US$39, dan US$43. Jika harga mampu menembus level tersebut, target berikutnya berada di kisaran US$48 hingga US$62.

    Level US$62 akan menandai rekor harga baru bagi HYPE, melampaui puncak sebelumnya di atas US$59 pada September 2025.

    Namun skenario bullish ini dapat berubah jika harga turun di bawah US$30. Penurunan lebih dalam hingga US$25 berpotensi membatalkan struktur kenaikan yang sedang terbentuk.

    Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crash Test Pertama Hyperliquid! Token $HYPE Bikin Harga Jeblok ke $20?

    Hyperliquid, salah satu proyek on-chain perpetual DEX paling panas di 2025, kini menghadapi ujian terbesar sejak peluncurannya. Pada November ini, proyek tersebut akan melakukan token unlock besar-besaran yang berpotensi mengguncang harga dan sentimen pasar.

    Menurut data Tokenomist, sekitar 2,66% dari total pasokan HYPE akan dilepaskan ke pasar bulan ini. Meski jumlahnya tampak kecil, pelepasan token dalam volume besar seperti ini kerap menimbulkan kekhawatiran soal dilusi dan tekanan jual yang dapat memicu koreksi harga jangka pendek.

    Skenario Tekanan Harga: Pola Head-and-Shoulders dan Potensi Koreksi ke $20

    Dilaporkan BeInCrypto, beberapa analis teknikal memperingatkan bahwa grafik harian HYPE sedang membentuk pola head-and-shoulders, yang berpotensi menyeret harga turun ke sekitar $20 jika pola tersebut terkonfirmasi.

    Seorang trader juga mencatat adanya aktivitas “TWAP out, slow efficient selling”, menandakan adanya aksi jual perlahan oleh pemegang besar (whales) tanpa menimbulkan lonjakan volatilitas ekstrem.

    “Nggak tahu pasti apa yang sedang terjadi, tapi saya akan menunggu kejelasan lebih dulu,” ujarnya.

    Namun, tak semua pandangan bersifat pesimis. Analis Route2FI melihat peluang di tengah gejolak pasar. Ia menyebut bahwa jika HYPE mampu menutup candle 1 menit di sekitar $40, itu bisa menciptakan peluang temporary yield farm alias strategi keuntungan jangka pendek, meski ini hanya cocok bagi trader berpengalaman yang siap menghadapi volatilitas tinggi.

    Pendapatan On-Chain Kuat Jadi Penyelamat?

    Di tengah tekanan pasokan baru, kekuatan fundamental Hyperliquid justru terletak pada pendapatan on-chain yang luar biasa besar. Data dari Artemis menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, Hyperliquid menghasilkan lebih dari $2,2 juta dalam biaya transaksi, melampaui semua blockchain lain di sektor DeFi.

    Bahkan, laporan sebelumnya mencatat Hyperliquid menguasai 33% dari total pendapatan blockchain global, menjadikannya “tambang emas biaya transaksi” di ekosistem DeFi.

    Jika sebagian dari pendapatan besar ini digunakan untuk buyback atau mekanisme burn token, maka tekanan jual akibat unlock bisa diimbangi, menjaga harga tetap stabil sambil memperkuat nilai jangka panjang token HYPE.

    Ujian Sejati untuk Model Bisnis Hyperliquid

    November ini akan menjadi momen krusial bagi Hyperliquid dan komunitas investornya. Di satu sisi, unlock token sebesar 2,66% bisa menimbulkan gejolak harga jangka pendek. Namun di sisi lain, fundamental kuat dan pendapatan nyata on-chain memberi peluang bagi proyek ini untuk membuktikan ketahanan dan keberlanjutan model bisnisnya.

    Jika Hyperliquid mampu mengelola hasil pendapatannya secara efisien, lewat buyback, staking, atau program likuiditas, maka token unlock ini bukanlah awal dari kejatuhan, melainkan titik revaluasi bagi salah satu proyek DeFi paling menjanjikan di tahun 2025.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

    Ekosistem decentralized finance (DeFi) memasuki babak baru.

    Dilansir dari The Block, Hyperliquid Foundation resmi mendirikan Hyperliquid Policy Center, sebuah lembaga advokasi dan riset kebijakan yang berbasis di Washington D.C.

    Inisiatif ini didanai melalui donasi 1 juta token HYPE senilai sekitar $9 juta dan dipimpin oleh pengacara kripto ternama, Jake Chervinsky.

    Langkah ini menandai transformasi strategis Hyperliquid dari sekadar protokol perdagangan derivatif terdesentralisasi menjadi aktor aktif dalam membentuk arah regulasi DeFi di Amerika Serikat.

    Baca Juga: Menyala! Trader Perpetual di Hyperliquid Tembus 202 Ribu

    Dari Protokol ke Arena Politik

    Selama beberapa tahun terakhir, sektor DeFi menghadapi ketidakpastian regulasi yang signifikan di AS.

    Banyak protokol beroperasi di area abu-abu hukum, sementara regulator seperti SEC dan CFTC terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas aset digital.

    Dengan mendirikan pusat kebijakan khusus, Hyperliquid menunjukkan bahwa protokol DeFi tidak lagi hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga mulai menginvestasikan sumber daya untuk memengaruhi diskursus kebijakan publik.

    “Hyperliquid mulai beralih dari sekadar protokol teknis menjadi pemain politik aktif untuk membentuk regulasi DeFi di AS. Penggunaan token native (HYPE) sebagai dana lobi menunjukkan kekuatan ekonomi protokol desentralisasi dalam melawan ketidakpastian hukum, sekaligus memperkuat legitimasi Hyperliquid di hadapan regulator,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Donasi Token HYPE: Model Pendanaan Baru

    Yang menarik, pendanaan lembaga ini tidak berasal dari dolar AS konvensional, melainkan dari token asli ekosistem, yaitu HYPE.

    Donasi sebesar 1 juta HYPE memperlihatkan model baru dalam pendanaan advokasi kebijakan: protokol menggunakan kekuatan ekonomi token mereka untuk mendukung kepentingan industri.

    Pendekatan ini memiliki dua implikasi besar:

    1. Validasi nilai ekonomi token – Token bukan sekadar instrumen spekulasi, tetapi juga alat strategis untuk memengaruhi kebijakan.
    2. Transparansi on-chain – Penggunaan dana dapat dilacak secara publik, meningkatkan akuntabilitas.

    Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin protokol DeFi lain akan mengikuti jejak serupa dengan mendirikan lembaga advokasi berbasis token.

    Peran Jake Chervinsky

    Penunjukan Jake Chervinsky sebagai pimpinan Hyperliquid Policy Center juga bukan langkah sembarangan.

    Ia dikenal sebagai salah satu suara paling vokal dalam isu regulasi kripto di AS, dengan pengalaman panjang dalam advokasi kebijakan blockchain.

    Kehadirannya memberikan kredibilitas hukum dan jaringan politik yang kuat bagi Hyperliquid. Ini menunjukkan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan upaya serius untuk berpartisipasi dalam pembentukan regulasi.

    Strategi Jangka Panjang DeFi

    Keputusan membuka pusat kebijakan di Washington D.C. yang merupakan jantung pemerintahan AS menunjukkan ambisi jangka panjang Hyperliquid.

    Alih-alih menghindari regulator, protokol ini memilih pendekatan kolaboratif dan proaktif.

    Dalam konteks global, langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas: industri kripto mulai mengadopsi strategi institusional yang sebelumnya hanya dilakukan oleh perusahaan keuangan tradisional.

    Jika sebelumnya perusahaan fintech dan bank besar yang aktif melakukan lobi di Washington, kini protokol DeFi pun ikut masuk arena.

    Dampak terhadap Ekosistem HYPE

    Secara pasar, inisiatif ini dapat berdampak pada persepsi investor terhadap token HYPE.

    Pendekatan yang lebih matang terhadap regulasi sering kali dipandang positif oleh pelaku pasar institusional.

    Namun demikian, respons harga jangka pendek tetap bergantung pada sentimen pasar kripto secara umum.

    Yang jelas, dari sisi fundamental, langkah ini memperkuat narasi bahwa Hyperliquid ingin menjadi pemain utama dalam lanskap DeFi global.

    Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

    Masa Depan Regulasi DeFi di AS

    Pembentukan Hyperliquid Policy Center menandai babak baru dalam hubungan antara DeFi dan regulator AS.

    Jika dialog konstruktif dapat terjalin, industri mungkin bergerak menuju kerangka regulasi yang lebih jelas dan ramah inovasi.

    Bagi ekosistem DeFi, langkah ini menjadi preseden penting: protokol desentralisasi kini mampu mengorganisir diri secara politik untuk melindungi dan mengembangkan industrinya.

    Dengan dukungan dana signifikan dan kepemimpinan berpengalaman, Hyperliquid berpotensi memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan regulasi DeFi di Amerika Serikat.

    Satu hal yang pasti, industri kripto tidak lagi hanya bertarung di pasar, tetapi juga di meja perundingan kebijakan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HYPE Terjebak Liquidation Trap? Zona $28–$32 Jadi Target Empuk

    Token native Hyperliquid, HYPE, mengalami tekanan jual dalam 24 jam terakhir setelah turun 6,8% ke level $32,40. Meski harga melemah, volume perdagangan justru tetap tinggi dengan catatan mencapai $1,03 miliar, menunjukkan aktivitas pasar masih sangat intens di tengah penurunan harga. Dalam tujuh hari terakhir, HYPE juga tercatat turun tipis 0,5%, mengindikasikan adanya pelemahan jangka pendek setelah pergerakan harga yang cukup fluktuatif.

    Saat ini, perhatian pasar mulai bergeser ke level-level bawah, karena struktur harga dan data posisi leverage menunjukkan tekanan yang semakin kuat. Para trader kini mengamati apakah HYPE mampu bertahan di area support penting atau justru melanjutkan penurunan menuju zona yang dianggap sebagai area likuidasi terbesar.

    Likuiditas Padat di $28–$32, Long Berisiko Terpukul

    Data likuiditas menunjukkan adanya konsentrasi besar level likuidasi posisi long pada rentang harga $28 hingga $32. Zona ini dipenuhi oleh trader yang menggunakan leverage dan berpotensi dipaksa menutup posisi jika harga bergerak lebih rendah. Seorang analis bernama Ardi menyebut bahwa HYPE memiliki “tembok likuidasi long” di kisaran tersebut, yang dapat memicu tekanan jual besar jika harga memasuki area itu.

    Heatmap likuiditas memperkuat sinyal tersebut, dengan munculnya pita terang di area $28–$32 yang menandakan kemungkinan terjadinya forced liquidation. Umumnya, ketika harga memasuki wilayah dengan kepadatan likuidasi tinggi, tekanan jual bisa meningkat secara cepat karena stop order dan margin call mulai terpicu secara beruntun.

    Baca juga: Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

    Harga Terus Ditolak di Atas $32,5, Sinyal Buyer Mulai Melemah

    Dilaporkan Coincu, pergerakan harga HYPE juga menunjukkan bahwa level $32,5 menjadi batas yang sulit ditembus. Setiap kali terjadi rebound, harga kembali terkoreksi dan gagal bertahan di atas level tersebut, menandakan lemahnya kekuatan beli. Ardi menilai bahwa penolakan berulang di area tersebut memperbesar risiko penurunan, karena semakin banyak posisi long justru menumpuk di bawah resistance.

    Ia juga menyampaikan bahwa setiap penolakan dari area $35 membuat eksposur long semakin besar di bawah harga saat ini. Situasi ini meningkatkan potensi terjadinya “liquidation cascade” karena semakin lama harga tertahan di bawah resistance, semakin besar pula kumpulan likuidasi yang terbentuk di area bawah.

    Support $32–$33 Jebol, Struktur Harga Berubah Jadi Bearish

    Dari sisi teknikal, HYPE juga dilaporkan telah menembus support horizontal di zona $32–$33. Area ini sebelumnya menjadi pijakan penting yang sering menahan penurunan harga dan memicu reversal. Namun, candle terbaru justru ditutup di bawah level tersebut, menunjukkan bahwa pasar mulai menerima harga di bawah support lama.

    Analis SilverBulletBTC menyebut bahwa HYPE telah menembus support horizontal penting dan hingga saat ini belum mampu merebutnya kembali. Kondisi tersebut membuat support lama berpotensi berubah menjadi resistance, sehingga upaya pemulihan harga dinilai semakin terbatas.

    Target Berikutnya $28, Trader Waspada “Market Makers Feast”

    Dengan harga yang masih berada di bawah $32,5, fokus pasar kini tertuju pada level $28 yang disebut sebagai zona likuidasi terbesar berikutnya. Data menunjukkan tidak banyak hambatan likuiditas antara level saat ini menuju $28, sehingga penurunan bisa terjadi lebih cepat jika tekanan jual meningkat.

    Ardi memperingatkan bahwa jika level $32,5 gagal dipertahankan, market maker berpotensi “berpesta” hingga harga turun ke $28 karena banyaknya posisi leverage yang siap terlikuidasi di rentang tersebut. Selama HYPE belum mampu kembali menembus $32,5, risiko penurunan masih terbuka dan area $28–$32 dipandang sebagai zona krusial yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Jika HYPE berhasil naik kembali di atas $32,5, tekanan likuidasi dapat berkurang. Namun, selama harga masih tertahan di bawah support yang hilang, pasar tetap menganggap zona $28 sebagai target utama yang perlu diwaspadai.

    aca Juga: HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

    Platform decentralized exchange (DEX) derivatif Hyperliquid kembali mencuri perhatian komunitas kripto setelah mengajukan Proposal HIP-4.

    Sebagaimana dilansir dari Cointelegraph pada Rabu (4/2), proposal HIP-4 merupakan sebuah inisiatif tata kelola yang akan memperkenalkan pasar prediksi (prediction markets) serta instrumen menyerupai opsi (options-like instruments) tanpa risiko likuidasi maupun penggunaan leverage.

    Jika disetujui dan diimplementasikan, proposal ini menandai evolusi penting Hyperliquid: dari sekadar Perpetual DEX menjadi ekosistem finansial terdesentralisasi yang lebih komprehensif, dengan fokus pada manajemen risiko dan aksesibilitas bagi trader ritel.

    Baca Juga: HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan

    Apa Itu Proposal HIP-4?

    HIP-4 merupakan proposal pengembangan produk yang bertujuan memperluas jenis instrumen perdagangan di Hyperliquid.

    Berbeda dengan produk derivatif konvensional seperti perpetual futures yang bergantung pada leverage dan mekanisme margin, instrumen baru ini dirancang tanpa risiko likuidasi otomatis.

    Artinya, pengguna tidak akan kehilangan posisi secara paksa akibat pergerakan harga ekstrem—sebuah masalah klasik yang sering menimbulkan trauma bagi trader ritel, terutama di pasar volatil kripto.

    Selain itu, HIP-4 juga mengusulkan aktivasi pasar prediksi, di mana pengguna dapat berspekulasi terhadap hasil suatu peristiwa atau kondisi pasar tanpa harus terlibat langsung dalam perdagangan aset spot atau derivatif berisiko tinggi.

    Mengapa Produk “Bebas Likuidasi” Ini Penting?

    Selama ini, salah satu penghalang adopsi DeFi derivatif adalah kompleksitas dan risiko leverage.

    Banyak trader ritel tertarik pada potensi keuntungan, namun enggan menghadapi ancaman likuidasi mendadak.

    Tim Research Tokocrypto menilai pendekatan Hyperliquid ini sebagai langkah strategis.

    “Inovasi produk ‘bebas likuidasi’ ini dapat menarik segmen trader ritel yang menghindari risiko tinggi. Hyperliquid terus berevolusi dari sekadar Perp DEX menjadi ekosistem finansial lengkap,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dengan menghilangkan leverage dan likuidasi, HIP-4 berpotensi memperluas basis pengguna Hyperliquid ke kalangan yang lebih konservatif namun tetap ingin mendapatkan eksposur pasar kripto.

    Pasar Prediksi: Use Case Baru di DeFi

    Pasar prediksi telah lama dianggap sebagai salah satu aplikasi paling menarik di Web3, karena mampu menggabungkan informasi kolektif (wisdom of the crowd) dengan insentif finansial.

    Implementasi pasar prediksi di Hyperliquid memungkinkan pengguna untuk berspekulasi pada pergerakan harga atau event tertentu; mengelola risiko tanpa membuka posisi derivatif tradisional; dan mengakses produk spekulatif dengan struktur payoff yang lebih jelas.

    Dalam konteks DeFi, fitur ini juga dapat meningkatkan engagement dan volume transaksi, sekaligus memperkaya variasi produk di dalam ekosistem.

    Dampak bagi Ekosistem Hyperliquid

    Proposal HIP-4 memperkuat narasi bahwa Hyperliquid tidak ingin terjebak sebagai “satu produk satu fungsi”.

    Dengan memperluas lini produknya, Hyperliquid berpotensi menarik pengguna baru dari luar segmen trader leverage tinggi.

    Selain itu, HIP-4 digadang dapat meningkatkan retensi pengguna melalui diversifikasi instrumen, sekaligus memposisikan diri sebagai alternatif terdesentralisasi bagi platform derivatif terpusat.

    Strategi ini juga relevan di tengah meningkatnya tekanan regulasi terhadap bursa derivatif terpusat, di mana produk dengan risiko lebih rendah cenderung lebih mudah diterima oleh regulator.

    Risiko dan Hal yang Perlu Dipantau

    Meski terdengar menarik, implementasi HIP-4 tetap memiliki tantangan.

    Desain instrumen options-like tanpa leverage memerlukan mekanisme pricing dan risk management yang solid, agar tidak menciptakan celah eksploitasi atau ketidakseimbangan pasar.

    Selain itu, adopsi pasar prediksi sangat bergantung pada likuiditas dan kualitas event yang ditawarkan. Tanpa partisipasi aktif, pasar prediksi berisiko menjadi sepi dan tidak efisien.

    Baca Juga: HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan

    Proposal HIP-4 Hyperliquid menandai langkah ambisius menuju DeFi yang lebih inklusif dan ramah risiko.

    Dengan menghadirkan pasar prediksi serta instrumen mirip opsi tanpa likuidasi dan leverage, Hyperliquid berpotensi menjangkau segmen pengguna yang selama ini menghindari derivatif kripto.

    Jika dieksekusi dengan baik, inovasi ini tidak hanya memperkuat posisi Hyperliquid di sektor DEX derivatif, tetapi juga mendorong evolusi DeFi ke arah produk yang lebih matang, beragam, dan berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan

    Ekosistem DeFi kembali mencatat tonggak penting. Hyperliquid secara resmi meluncurkan HIP-3 (Hyperliquid Improvement Proposal 3).

    Menurut laporan Republik Rupiah, HIP-3 digambarkan sebagai sebuah pembaruan besar yang memungkinkan developer untuk membuat pasar perpetual secara permissionless hanya dengan melakukan staking 500.000 HYPE.

    Melalui HIP-3, pasar derivatif di Hyperliquid tidak lagi terbatas pada kripto, tetapi dapat mencakup aset apa pun, mulai dari saham, indeks, hingga komoditas seperti perak dan emas.

    Peluncuran ini langsung memicu lonjakan aktivitas di jaringan. Data terbaru menunjukkan Open Interest (OI) Hyperliquid menembus All-Time High, dengan salah satu kontributor utamanya berasal dari meningkatnya volume trading komoditas, khususnya Perak (Silver).

    Hal ini menandakan bahwa minat trader tidak hanya datang dari pasar kripto, tetapi juga mulai merambah instrumen yang selama ini identik dengan keuangan tradisional.

    Baca Juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT?

    Seberapa Penting HIP-3?

    HIP-3 adalah proposal yang mengubah cara listing pasar di Hyperliquid.

    Jika sebelumnya penambahan pasar sangat bergantung pada keputusan terpusat, kini siapa pun dapat menciptakan pasar perpetual untuk aset apa pun, selama memenuhi syarat staking HYPE.

    Skema staking 500.000 HYPE berfungsi sebagai mekanisme insentif sekaligus filter kualitas. Di satu sisi, ini mencegah spam market berkualitas rendah.

    Di sisi lain, ini memastikan bahwa pihak yang membuat pasar memiliki “skin in the game” dan kepentingan langsung terhadap stabilitas ekosistem.

    Dengan HIP-3, Hyperliquid pada dasarnya memperkenalkan konsep “permissionless market creation” di sektor derivatif on-chain, sebuah terobosan yang membuka peluang lahirnya ribuan pasar baru tanpa perlu restu otoritas terpusat.

    Open Interest All-Time High, Komoditas Jadi Pendorong Baru

    Tak butuh waktu lama bagi pasar merespons. Setelah HIP-3 diluncurkan, Open Interest Hyperliquid melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah.

    Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya jumlah posisi terbuka, yang umumnya diasosiasikan dengan masuknya likuiditas baru dan bertambahnya partisipan pasar.

    Yang menarik, salah satu pendorong utama bukan berasal dari kripto, melainkan dari pasar komoditas seperti Perak (Silver).

    Fenomena ini menunjukkan bahwa Hyperliquid mulai berfungsi sebagai jembatan antara dunia on-chain dan off-chain, di mana trader dapat mengekspresikan pandangan terhadap aset global langsung dari infrastruktur DeFi.

    Masuknya komoditas sebagai kelas aset aktif memperluas basis pengguna Hyperliquid, dari semula didominasi trader kripto menjadi mencakup trader makro dan spekulan komoditas.

    Dari DEX ke “Everything Exchange

    Tim Research Tokocrypto menilai HIP-3 sebagai titik balik strategis bagi Hyperliquid.

    “Hyperliquid bertransformasi dari sekadar DEX menjadi ‘Everything Exchange’. Kemampuan listing tanpa izin (permissionless) ini adalah game changer yang bisa menyedot likuiditas dari pasar TradFi ke on-chain secara masif.”

    Istilah “Everything Exchange” mencerminkan visi Hyperliquid untuk tidak lagi hanya menjadi tempat trading kripto, tetapi sebuah hub global derivatif on-chain.

    “Pertumbuhan eksplosif ini memvalidasi tesis HYPE sebagai blue chip DeFi masa depan,” tambah Tim Research Tokocrypto.

    Jika visi ini terwujud, Hyperliquid berpotensi menjadi platform di mana saham, komoditas, indeks, hingga produk sintetis lain dapat diperdagangkan secara terdesentralisasi, 24/7, dan tanpa perantara.

    Implikasi Besar bagi DeFi dan TradFi

    HIP-3 menghadirkan implikasi yang lebih luas dari sekadar fitur baru. Dengan kemampuan membuat pasar apa pun, Hyperliquid membuka pintu bagi:

    1. Eksperimen finansial skala besar – developer dapat meluncurkan pasar niche, aset sintetis, atau produk derivatif inovatif tanpa hambatan birokrasi.
    2. Migrasi likuiditas TradFi ke DeFi – trader komoditas dan makro kini memiliki alternatif on-chain untuk mengeksekusi strategi mereka.
    3. Pertumbuhan ekosistem berbasis komunitas – pasar tidak lagi ditentukan dari atas ke bawah, tetapi lahir dari kebutuhan pengguna.

    Namun, pendekatan permissionless juga membawa tantangan: risiko manipulasi harga, likuiditas tipis di pasar baru, dan kebutuhan akan sistem kurasi berbasis reputasi.

    Keberhasilan jangka panjang HIP-3 akan sangat bergantung pada bagaimana Hyperliquid dan komunitasnya mengelola risiko-risiko tersebut.

    Dampak terhadap HYPE sebagai Aset

    Dari sisi tokenomics, kewajiban staking 500.000 HYPE untuk membuat pasar berpotensi menciptakan tekanan permintaan struktural.

    Semakin banyak developer yang ingin meluncurkan pasar, semakin besar pula jumlah HYPE yang terkunci di jaringan.

    Dalam jangka panjang, ini dapat memperkuat posisi HYPE sebagai aset utilitas inti sekaligus value capture mechanism dalam ekosistem Hyperliquid.

    Baca Juga: Crash Test Pertama Hyperliquid! Token $HYPE Bikin Harga Jeblok ke $20?

    Peluncuran HIP-3 menandai evolusi besar Hyperliquid dari DEX derivatif kripto menjadi kandidat kuat bursa on-chain multiaset.

    Open Interest yang mencetak rekor baru dan meningkatnya minat pada komoditas seperti Perak menjadi sinyal awal bahwa pasar menyambut transformasi ini.

    Jika adopsi berlanjut, HIP-3 bukan hanya fitur, tetapi fondasi bagi lahirnya “Everything Exchange” di dunia DeFi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com