Tag: Ibnu Watiniyah

  • Teks Sholawat Fatih Arab Beserta Arti dan Manfaat Mengamalkannya


    Jakarta

    Teks sholawat fatih Arab, latin dan artinya bisa membantu muslim untuk melantunkan bacaan tersebut. Sama seperti sholawat pada umumnya, sholawat fatih berisi pujian kepada Rasulullah SAW.

    Dikutip dari buku Kumpulan Shalawat Nabi Super Lengkap oleh Ibnu Watiniyah, sholawat diartikan sebagai doa, memberi berkah dan ibadah. Sholawat juga dimaknai sebagai ungkapan sanjungan dan permohonan seorang hamba kepada Allah SWT lewat ungkapan mulia.


    Teks Sholawat Fatih Arab, Latin dan Arti

    Berikut bunyi sholawat fatih yang diambil dari buku Suramnya Surga Indahnya Neraka tulisan Muhammad Syukron Maksum.

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُعْلِقَ وَالْحَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ

    Allahumma shalli wasallim wabârik ‘alâ sayyidinâ Muhammadinil fâtihi limâ ughliqa walkhâtimi limâ sabaqa wannâshiril haqqi bil haqqi walhadî ilâ shirâtikal mustaqimi shallallahu ‘alaihi wa’alâ âlihi wa ashhâbihî haqqa qadrihi wamiqdârihil ‘adzimi

    Artinya: “Ya Allah, limpahkan sholawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang haq dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan sholawat kepadanya, keluarga, dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”

    Manfaat Membaca Sholawat Fatih

    Ada beberapa manfaat yang bisa diraih muslim jika rutin mengamalkan sholawat fatih, berikut bahasannya yang dirangkum dari buku Mukjizat Sholawat karya Habib Abdullah Assegaf dkk.

    1. Dimudahkan Menerima Materi Pelajaran

    Seseorang yang sering mengalami kesulitan ketika belajar, bisa mengamalkan bacaan sholawat fatih sebanyak 11x setiap selesai sholat fardhu dan 3x sebelum mengikuti pelajaran. Amalan ini diyakini dapat memudahkan seseorang dalam menerima dan menyerap apa saja yang dipelajari.

    2. Melindungi Manusia dari Gangguan Jin

    Manfaat membaca sholawat fatih setiap selesai sholat Subuh dan Maghrib diyakini bisa melindungi seorang manusia dari gangguan jin. Amalan ini bisa dilakukan secara istiqomah sebanyak 7x bacaan.

    3. Memperbaiki Perilaku Anak yang Nakal

    Manfaat sholawat fatih selanjutnya adalah untuk memperbaiki perilaku anak-anak yang nakal dan susah diatur. Sholawat fatih bisa dilantunkan pada telinga kanan dan kirinya secara istiqamah, dan insya Allah akan memperbaiki perilaku anak tersebut.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Makna dan Arti Lirik Lagu Addinu Lana, Nasheed Penuh Semangat Islam



    Jakarta

    Sholawat Addinu Lana dikenal sebagai nasyid perjuangan Islam yang sarat semangat dan nilai spiritual. Sholawat ini sering menggema di berbagai acara keagamaan, kegiatan pesantren, hingga perlombaan seni Islam.

    Dengan melodi yang kuat dan lirik yang membangkitkan motivasi, Addinu Lana bukan sekadar lagu, tetapi sebuah seruan bagi umat Islam untuk mencintai agamanya, menegakkan kebenaran, serta menjaga identitas keislaman di tengah kehidupan modern.


    Addinu Lana berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘Agama adalah milik kami’ atau ‘Islam adalah agama kami’. Lagu ini populer di dunia Arab dan kemudian menyebar luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia, melalui kalangan pesantren, madrasah, dan komunitas nasyid.

    Secara umum, nasyid ini sering dibawakan dalam suasana penuh semangat, seperti pada peringatan Hari Santri, acara keislaman, dan kegiatan keagamaan di sekolah atau kampus. Irama dan liriknya mampu menumbuhkan rasa bangga menjadi muslim, sekaligus mengingatkan pentingnya memperjuangkan nilai-nilai Islam secara damai dan berakhlak mulia.

    Lirik Sholawat Addinu Lana

    Dikutip dari buku Kumpulan Shalawat Nabi Super Lengkap yang disusun Ibnu Watiniyah, berikut lirik sholawat addinu lana versi arab dan latin dan artinya:

    الدين لنا والحق لنا ، والعدل لنا والکل لنا

    Arab latin: Addiinu lanaa wal haqqu lanaa, wal ‘adlu lanaa walkullu lanaa

    اضحی الإسلام لنا دينا ، وجميع الگون لنا وطنا

    Arab latin: Adhal Islaamu lanaa diinaan, wa jamii’ul kauni lanaa wathona

    الدين لنا والحق لنا ، والعدل لنا والکل لنا

    Arab latin: Addiinu lanaa wal haqqu lanaa, wal ‘adlu lanaa walkullu lanaa

    اضحی الإسلام لنا دينا ، وجميع الگون لنا وطنا

    Arab latin: Adhal Islaamu lanaa diinaan, wa jamii’ul kauni lanaa wathona

    توحيد الله لنا نور ، اعددنا الروح له سگنا

    Arab latin: Tauhiidullahu lanaa nuurun, a’dadnar ruuhu lahu sakanan

    هو اول بيت نحفظه ، بحياة الروح ويحفظنا

    Arab latin: Huwal awwalu baitun nahfadzohu, bijayaatilluuhi wayahfadzona

    الدين لنا والحق لنا ، والعدل لنا والکل لنا

    Arab latin: Addiinu lanaa wal haqqu lanaa, wal ‘adlu lanaa walkullu lanaa

    اضحی الإسلام لنا دينا ، وجميع الگون لنا وطنا

    Arab latin: Adhal Islaamu lanaa diinaan, wa jamii’ul kauni lanaa wathona

    علم الإسلام علی الأيام ، شعار المجد لملتنا

    Arab latin: ‘Alamul islaami ‘alal ayyam, syi’arul majdi limillatiina

    الگون يزول ولا تمحی ، بالدهر صحائف سؤددنا

    Arab latin: Alkauunu yazuulu walaa tumha, biddahri shohaaifu sukdadina

    علم الإسلام علی الأيام ، شعار المجد لملتنا

    Arab latin: ‘Alamul islaami ‘alal ayyam, syi’arul majdi limillatiina

    الگون يزول ولا تمحی ، بالدهر صحائف سؤددنا

    Arab latin: Alkauunu yazuulu walaa tumha, biddahri shohaaifu sukdadina

    الدين لنا والحق لنا ، والعدل لنا والکل لنا

    Arab latin: Addiinu lanaa wal haqqu lanaa, wal ‘adlu lanaa walkullu lanaa

    اضحی الإسلام لنا دينا ، وجميع الگون لنا وطنا

    Arab latin: Adhal Islaamu lanaa diinaan, wa jamii’ul kauni lanaa wathona

    Arti Lirik Sholawat Addinu Lana

    Berikut arti sholawat Addinu Lana:

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alamm merupakan tempat tinggal kami

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alam merupakan tempat tinggal kami

    Mengesakan Allah menjadi cahaya bagi kami, ruh (Islam) itu telah menyiapkan sebagai tempat tinggal kami

    Dialah pertama kalinya rumah yang kami jaga, dan kami pun menjaganya segenap hidup kami

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alam merupakan tempat tinggal kami

    Mengesakan Allah menjadi cahaya bagi kami, ruh (Islam) itu telah menyiapkan sebagai tempat tinggal kami

    Dialah pertama kalinya rumah yang kami jaga, dan kami pun menjaganya segenap hidup kami

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alam merupakan tempat tinggal kami

    Islam mengajari kami setiap hari , syi’ar agung bagi agama kami

    Waktu boleh bergeser, namun (agama) tidak boleh terhapus

    Agama bagi kami dan kebenaran bagi kami, keadilan bagi kami dan seluruhnya untuk kami

    Islam telah lahir sebagai agama kami, dan seluruh alam merupakan tempat tinggal kami

    Makna Filosofis Lirik Addinu Lana

    Lirik Addinu Lana sangat sederhana, namun memiliki makna yang mendalam. Setiap baitnya mengandung pesan moral dan nilai keimanan yang kuat:

    “Addinu lana” (Agama milik kami)
    Menegaskan bahwa Islam bukan sekadar identitas, tetapi jalan hidup. Seorang muslim menjadikan agama sebagai pedoman dalam setiap langkahnya.

    “Wal-ḥaqqu lana” (Kebenaran milik kami)
    Mengandung makna bahwa Islam mengajarkan kebenaran universal yang datang dari Allah SWT. Umat Islam diajak untuk menjunjung tinggi nilai keadilan dan kebenaran dalam setiap perbuatan.

    “Wan-nūru lanā” (Cahaya milik kami)
    Cahaya di sini bermakna petunjuk (hidayah) yang menerangi hati dan akal manusia. Islam adalah cahaya yang membawa manusia keluar dari kegelapan menuju kehidupan yang penuh keberkahan.

    “Wal-fakhru lanā” (Kebanggaan milik kami)
    Baris ini mengajarkan agar setiap Muslim bangga dengan agamanya – bukan dengan kesombongan, melainkan kebanggaan karena mengikuti ajaran yang penuh rahmat, kejujuran, dan kasih sayang.

    “Naḥnul muslimūn” (Kami adalah kaum Muslimin)
    Penutup ini adalah deklarasi iman. Ia menjadi bentuk pengakuan dan komitmen untuk hidup dalam nilai-nilai Islam, bersatu dalam persaudaraan, dan berbuat kebaikan di muka bumi.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Syuruq 2 Rakaat dan Artinya


    Jakarta

    Sholat syuruq adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit, sekitar 15-20 menit setelah terbitnya matahari. Sholat ini juga sering disebut sebagai sholat isyraq.

    Salah satu keutamaan sholat syuruq adalah mendapatkan pahala seperti menunaikan ibadah haji dan umrah yang sempurna. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

    مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ


    Artinya: “Siapa yang sholat Subuh berjamaah, lalu duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian sholat dua rakaat, ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna (diulang tiga kali).” (HR Tirmidzi)

    Setelah mengerjakan sholat syuruq, dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar ibadah yang dilakukan mendapatkan keberkahan. Berikut adalah bacaan doa yang dapat dibaca setelah sholat syuruq, beserta penjelasan keutamaannya.

    Bacaan Doa setelah Sholat Syuruq

    Berikut adalah salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah sholat syuruq, menukil Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir dan Doa karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah:

    أَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عَافِيَةً وَجَاءَالشَّمْسُ مِنْ مَطْلَعِهَا.اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ خَيْرَهَذَا الْيَوْمِ وَادْفَعْ عَنِّيْ شَرَّهُ. اَللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ اْلأَرْضَ بِنُوْرِ شَمْسِكَ اَبَدًا. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzi ja’alal yauma ‘afiyataw waja-‘asy syamsu min mathla’iha. Allahummar-zuqni khaira hadzal yaumi wadfa’ ‘annii syarrah. Allahumma nawwir qalbi binuri hidayatika kama nawwartal ardla binuri syamsika abada. Birahmatika ya arhamar rahimin.

    Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan telah terbit matahari dari tempatnya. Ya Allah, beri lah aku kebaikan hari ini dan jauhkan lah dariku keburukan hari ini. Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana telah Engkau terangi bumi dengan cahaya matahari-Mu terus-menerus. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara semua yang mengasihi.

    Keutamaan Sholat Syuruq

    Sholat syuruq memiliki banyak keutamaan bagi mereka yang mengerjakannya dengan penuh keikhlasan. Berikut adalah beberapa diantaranya:

    Dari Abu Umamah radhiyallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan sholat subuh dengan berjamaah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan sholat sunnah Dhuha (di awal waktu, syuruq), maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumrah secara sempurna.” (HR Thabrani)

    Syekh Al-Albani dalam Shahih Targhib (469) mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairihi (shahih dilihat dari jalur lainnya).

    Dari Anas bin Malik radhiyallahu, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan sholat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR Tirmidzi No 588, Syekh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

    Kapan Waktu Mengerjakan Sholat Syuruq?

    Waktu sholat syuruq adalah sekitar 15-20 menit setelah terbitnya matahari. Dalam jadwal waktu sholat, biasanya waktu syuruq sudah tertera sebagai waktu matahari terbit.

    Setelah matahari terbit, tunggu beberapa saat sebelum melaksanakan sholat syuruq. Hal ini penting untuk memastikan bahwa waktu terbit benar-benar telah berlalu dan Anda mengerjakan sholat di waktu yang tepat.

    Dalam buku Fiqih Salat Sunah yang ditulis oleh Ali Musthafa Siregar dkk., disebutkan bahwa waktu matahari terbit yang dimaksud adalah ketika matahari setinggi satu tombak.

    Sebagai contoh, di DKI Jakarta, waktu matahari terbit biasanya berkisar antara pukul 05.30 hingga 06.00 WIB, sebagaimana dijelaskan dalam situs Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Oleh karena itu, sholat syuruq dapat dilakukan sekitar pukul 06.00 hingga 06.30 pagi.

    Sholat syuruq dapat dikerjakan hingga sebelum waktu masuknya sholat Dzuhur.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Taubat Beserta Dzikirnya: Arab, Latin, dan Terjemahan


    Jakarta

    Memanjatkan doa setelah sholat Taubat merupakan bagian penting yang melengkapi kesempurnaan proses pertobatan. Hal ini dianjurkan sebagai permohonan ampun dari segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

    Untuk mengamalkannya, simak bacaan doa dan dzikir setelah sholat Taubat di artikel berikut ini, beserta penjelasan mengenai perintah bertaubat dalam Islam.

    Perintah Bertaubat dari Perbuatan Dosa

    Semua manusia pasti pernah berbuat kesalahan. Maka wajib hukumnya untuk bertaubat atas dosa yang telah dilakukan, menyesalinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


    Mengutip Ensiklopedia Shalat Taubat oleh Rafi’udin, S.Ag., Allah Ta’ala melalui Nabi Muhammad SAW menyeru kaum musyrikin untuk memohon ampun atas dosa yang telah diperbuat, kembali kepada Allah dan melakukan segala perintahnya, serta berjanji tidak akan mengulangi dosa lagi.

    Perintah taubat ini sebagaimana firman Allah dalam surat Hud ayat 3:

    وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗۗ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ ۝٣

    Artinya: Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).

    Shalat taubat merupakan salah satu amalan utama dalam proses bertaubat. Sama dengan sholat sunnah lainnya, sholat taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat. Setiap muslim setidaknya pernah melakukan sholat taubat sekali seumur hidupnya.

    Doa setelah Sholat Taubat

    Dianjurkan untuk membaca serangkaian doa dan dzikir setelah melakukan sholat Taubat. Mengutip buku Panduan Salat Sunah Syukril Wudhu, Taubat, Hajat & Dhuha Karya Ibnu Watiniyah, setelah sholat Taubat, hendaknya membaca doa sebagai berikut:

    اسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمُ الَّذِي لا إله إلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةً عَبْدٍ ظَالِم لا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مونا وَلاحَيَا وَلاحَيَاةَ وَلَا نُشُورًا

    Astaghfirullaahal azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuuniu wa atuubu ilaih taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku linafsihii dharraw wa laa naf aw wa laa mawtaw wa laa hayaataw wa laa nusyuuraa.

    Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang Hidup dan terus Terjaga. Aku bertaubat kepada-Nya, taubatnya seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat, untuk mati, atau hidup, atau bangkit nanti.”

    Kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:

    اِلٰهِىْ عَبْدُكَ الْاٰ بِقُ رَجَعَ اِلٰى بَابِكَ. عَبْدُكَ الْعَاصِىْ رَجَعَ اِلَى الصُّلْحِ. عَبْدُكَ الْمُذْنِبِ اَتَاكَ بِالْعُذْرِفَاعْفُ عَنِّىْ بِجُوْدِكَ وَتَقَبَّلْ مِنِّىْ بِفَضْلِكَ وَانْظُرْاِلَىَّ بِرَحْمَتِكَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ مَاسَلَفَ مِنَ الذُّنُوْبِ وَاعْصِمْنِىْ فِيْمَابَقِىَ مِنَ الْاَ جَلِ فَاِنَّ الْخَيْرَكُلَّهُ بِيَدِكَ وَاَنْتَ بِنَارَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

    Ilaahii ‘abdukal aabiqu raja’a ilaa baabika, ‘abdukal ‘aashii raja’a ilash-shulhi ‘abdukal mudznibu ataaka bil’udzri fa’fu ‘anniii bijuudika wataqabbal minnii bifadhlika wandzhur ilayya birahmatika. Allaahummagh firlii maa salafa minadz-dzunuubi wa’shimnii fiimaa baqiya minal ajali fainnal khaira kullaahu biyadika wa anta binaa ra-uufurrahiimun.

    Artinya: “Tuhanku, Hamba-Mu yang melarikan diri telah kembali ke pintu-Mu. Hamba-Mu yang telah berbuat maksiat telah kembali kepada perbaikan. Hamba-Mu yang berdosa telah datang kepada-Mu memohon maaf. Oleh karena itu maafkanlah aku dengan kemurahan-Mu, terimalah permohonanku dengan keutamaan-Mu, dan pandanglah aku dengan rahmat-Mu.

    Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau, dan peliharalah sisa-sisa umurku, karena sesungguhnya semua kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu dan Engkau Maha Pengasih dan Penyayang terhadap kami.”

    Setelah membaca doa sholat taubat, dianjurkan untuk memperbanyak Sayyidul Istighfar, sebagai berikut:

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْتُ أَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لَايَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

    Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtnii wa anna ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu a’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu u laka bini’ matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii fa innahu laa yagfirudzdzunuuba illa anta

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan.”

    Setelah membaca doa-doa di atas, amalkanlah juga dzikir setelah sholat taubat. Dirangkum dari buku Hidup Tanpa Masalah karya H.M. Amrin Ra’uf, berikut bacaan dzikir yang dimaksud:

    1. Istighfar 1000 Kali

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمِ

    Astaghfirullaahal ‘azhiim.

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

    2. Ya Tawwaab 440 Kali

    يا تَوَّابُ

    Yaa Tawwab.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Menerima Taubat.”

    3. Yaa ‘Afuwwu 187 Kali

    يَا عَفُوٌّ

    Yaa ‘Afuwwu.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Pemaaf.”

    4. Ya Haadi 251 Kali

    يَا هَادِى

    Ya Haadi.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Pemberi.”

    5. Yaa Bashiir 333 Kali

    يَا بَصَيْرُ

    Yaa Bashiir.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Melihat.”

    Demikianlah bacaan doa dan dzikir setelah sholat taubat. Semoga bermanfaat.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Ada doa yang dapat dibaca saat momen pergantian tahun. Mengamalkan doa ini sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT di tahun kemarin sekaligus permohonan agar dilindungi di tahun berikutnya.

    Doa adalah perintah dari Allah SWT yang ditegaskan dalam surat Al-Mu’min ayat 60. Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dijelaskan, barang siapa membaca doa akhir tahun, maka ia akan terhindar dari godaan dan tipu daya setan dan diampuni dosanya setahun sebelumnya.

    Doa akhir tahun dibaca setelah salat Ashar atau sebelum masuk waktu Maghrib. Doa akhir dan awal tahun ini biasanya dilafalkan ketika pergantian tahun Hijriyah.

    Bacaan Doa Akhir Tahun

    Melansir laman NU Online yang merujuk kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, berikut bacaan doa akhir tahun,

    اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Arab Latin: Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihi sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da’autanî ilat taubati min ba’di jarâ’atî ‘alâ ma’shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa’attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha’ rajâ’î minka yâ karîm.

    Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

    Bacaan Doa Awal Tahun

    Selain doa akhir tahun, terdapat juga doa awal Tahun Baru Hijriah. Berikut bacaannya,

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

    Arab Latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

    Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

    Hukum Membaca Doa Akhir Tahun

    Dalam buku Fiqih Do’a dan Dzikir Jilid 1 karya Syaikh Abdurrazaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr, dijelaskan bahwa doa adalah ibadah, sedangkan ibadah dibangun di atas taufiq (wahyu) dan ittiba (mengikuti Rasul). Bukan di atas hawa nafsu dan ibtida (mengada-ada).

    Tidak diperkenankan bagi muslim untuk berpegang dengan doa-doa rutin atau yang khusus dilafalkan pada waktu-waktu tertentu atau sifat-sifat tertentu, selain yang diriwayatkan tentang hal itu dalam sunnah Rasulullah SAW.

    Adapun doa yang sifatnya spontanitas, yaitu yang terjadi pada seorang muslim karena perkara-perkara tertentu, maka boleh baginya meminta pada Allah SWT pada kondisi itu semaunya, selama tidak bertentangan dengan syariat.

    Secara syariat, tidak ada dalil yang menjelaskan secara khusus tentang doa akhir dan awal tahun masehi. Doa ini disebutkan dalam kitab yang berisi kumpulan doa, sebagaimana dicantumkan pula doa akhir dan awal tahun dalam kitab Maslakul Akhyar oleh Habib Utsman bin Yahya dan kitab Majmu’ Syarif karya Ibnu Watiniyah.

    Adapun hukum membaca doa akhir dan awal tahun saat pergantian tahun Hijriah dan Masehi dibolehkan, asal tidak meyakininya sebagai sunnah yang bersumber dari Rasulullah SAW pada momen tersebut. Melainkan mempercayainya sebagai permohonan doa secara umum di waktu kapan saja.

    Waallahu a’lam.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Sosok Wanita Pertama yang Masuk Surga selain Ummul Mukminin



    Jakarta

    Istri-istri Nabi SAW atau yang dikenal dengan Ummul Mukminin merupakan wanita yang dijamin masuk surga. Selain mereka, ada sosok wanita pertama yang akan masuk surga.

    Wanita pertama yang masuk surga adalah Ummu Mutiah. Hal ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW saat ditanya oleh putrinya, Fatimah az-Zahra, mengenai siapa wanita pertama yang akan masuk surga.

    Kisah ini diceritakan dalam buku Nisa’ul Auliya’: Kisah Wanita-wanita Kekasih Allah karya Ibnu Watiniyah dan buku 33 Kisah Wanita Superhebat di Masa Lalu karya Arum Faiza.


    Suatu hari, Fatimah bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayahku, beri tahu padaku siapa wanita yang beruntung masuk surga untuk pertama kali selain Ummul Mukminin?”

    Rasulullah SAW pun menjawab, “Wahai Fatimah, jika engkau ingin mengetahui wanita pertama yang masuk surga selain Ummul Mukminin, ia adalah Ummu Mutiah.”

    Ummu Mutiah adalah wanita yang tinggal di pinggiran Kota Madinah. Namanya begitu asing di telinga Fatimah. Hal ini membuat Fatimah penasaran terhadap sosok wanita solehah tersebut.

    Fatimah lantas mencari tahu tentang Ummu Mutiah. Dia pun mendatangi rumah Ummu Mutiah untuk mencari tahu amalan apa yang membuatnya masuk surga.

    Fatimah pun pamit kepada suaminya untuk mengunjungi kediaman Ummu Mutiah. Ia berangkat bersama putranya, Hasan. Sesampainya di rumah Ummu Mutiah, ia mengetuk pintu lalu memberi salam.

    “Siapa di luar?” tanya Ummu Mutiah.

    Fatimah menjawab, “Saya Fatimah, putri Rasulullah.”

    Ummu Mutiah belum juga membukakan pintu, ia justru balik bertanya, “Ada keperluan apa?

    Fatimah menjawab, “Ingin bersilaturahim saja.”

    Dari dalam rumah Ummu Mutiah kembali bertanya, “Ada seorang diri atau bersama yang lain?”

    Fatimah menjawab, “Saya bersama Hasan, putra saya.”

    Ummu Mutiah lantas berkata, “Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami untuk menerima tamu laki-laki.”

    “Tetapi Hasan anak-anak,” balas Fatimah.

    Ummu Mutiah menimpali, “Walaupun anak-anak, dia lelaki juga. Besok saja kembali lagi setelah saya mendapat izin dari suami saya.”

    Fatimah tidak bisa menolak. Ia mengucapkan salam lantas meninggalkan rumah Ummu Mutiah. Keesokan harinya, Fatimah kembali mendatangi rumah Ummu Mutiah. Kali ini dengan Husein.

    Dialog serupa terjadi lagi. Ummu Mutiah belum juga mengizinkan Fatimah dan putranya masuk karena izin dari suaminya hanya untuk Hasan yang tempo hari datang bersama Fatimah.

    Pada hari selanjutnya, Fatimah baru diperbolehkan masuk. Di rumah itu, ia melihat keanggunan sosok Ummu Mutiah yang menggunakan pakaian terbaik dengan aroma tubuh yang wangi dan riasan yang menawan. Rumah Ummu Mutiah yang sederhana juga tampak sangat nyaman, bersih, dan meneduhkan.

    Ummu Mutiah mengatakan bahwa suaminya akan segera pulang sehingga dia harus merawat diri sebaik mungkin untuk menyambut sang suami.

    Hal tersebut membuat Fatimah kagum atas kepribadian Ummu Mutiah. Ia tambah dibuat kagum setelah melihat ketaatan dan pelayanan terbaik Ummu Mutiah kepada suaminya.

    Melihat hal itu, barulah Fatimah sadar mengapa Rasulullah SAW menyebut Ummu Mutiah sebagai wanita pertama yang masuk surga.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com