Tag: ICO

  • Maksimalkan Cuan dengan Beli Koin Duluan

    Tren bullish dari aset kripto dari akhir tahun lalu sedikit berbeda dengan apa yang terjadi pada akhir 2017. Pada saat ini, periode bullish hanya berlangsung sesaat dan kemudian rontok diikuti dengan berbagai permsalahan yang ada, termasuk banyaknya aksi penipuan melalui ICO (Initial Coin Offering).

    Padahal, ICO merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para penggiat aset kripto untuk mendapatkan cuan secara maksimal. Hal ini dapat terjadi karena konsep ICO mirip seperti IPO di pasar saham, dimana publik akan mendapatkan harga awal sebelum koin atau token tersebut dilepas ke pasar.

    Tapi apa mau dikata. Yang terjadi malah sebaliknya, dimana banyak proyek yang melakukan ICO pada akhirnya exit scam (penipuan) setelah memperoleh dana dan memanfaatkan trend FOMO dari aset kripto pada saat itu.

    Namun seiring waktu, berbagai perbaikan dilakukan oleh para pelaku industri aset kripto. Dimulai dengan semakin banyaknya negara yang resmi meregulasi aset kripto, termasuk Indonesia, hingga perubahan ICO menjadi IEO (Initial Exchange Offering), dimana kini para pedagang aset kripto terliat secara langsung dalam mengaudit dan memperjualbelikan aset tersebut ketika dan setelah listing.

    Dari sekian banyak platform IEO, bisa dibilang yang paling terkenal dan dinantikan publik adalah platfrom IEO dari Binance selaku pedagang aset kripto terbesar di dunia, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Binance Launchpad.

    Saat ini, ada dua metode untuk para penggiat aset kripto untuk bergabung dalam IEO di Binance Launchpad, yaitu melalui Launchpool dan Launchpad itu sendiri. Kedua mekanisme ini menawarkan sistem berbeda dalam hal bagaimana orang-orang dapat berpartisipasi.

    Berikut adalah cara-cara bagaimana orang dapat bergabung dalam program IEO di Binance Launchpad:

    Launchpool

    Farming, mungkin itulah kata-kata yang paling pas digunakan dalam penggunaan metode launchpool. Kalian hanya akan diminta untuk melakukan staking berdasarkan token tertentu selama periode yang telah ditentukan. Periode staking biasanya berlangsung selama 30 hari.

    Selama periode tersebut, kalian dapat terus memanen dalam besaran tertentu berdasarkan berapa banyak koin yang kalian stake ke dalam launchpool proyek tersebut. Walaupun lebih sederhana, keuntungan yang ditawarkan oleh launchpool tidak bisa dipandang enteng. Sebut saja proyek ALICE yang sampai saat ini masih dapat di farming oleh pengguna, sempat mengalami kenaikan hingga lebih dari 300x dari harga awalnya, dan saat ini masih berada dikisaran 125x dibandingkan awalnya.

    Berikut adalah cara kalian bergabung melalui Launcpool:

    1. Pastikan akun Binance kalian telah terverifikasi
    2. Masuk ke laman Launchpad, lalu pilih launchpool
    3. Pilih proyek yang kalian minati (apabila lebih dari satu).
    4. Kemudian pilih token yang kalian ingin stake. Biasanya akan selalu ada pilihan staking dalam BUSD dan BNB. Jadi pastikan kalian memiliki minimal salah satu dari koin ini.
    5. Klik stake, dan masukkan jumlah yang kalian ingin tempatkan.
    6. Selamat, kini kalian dapat memanen koin tersebut setiap jamnya berdaarkan besaran nomimal yang kalian stake.

    Launchpad

    Berbeda dengan launchpool yang dapat diikuti oleh siapa saja dalam rentang waktu yang cukup panjang, maka Launchpad hanya menawarkan kuota terbatas, waktu yang cukup singkat, dan tentu saja proyek yang lebih mentereng. SafePal, WazirX, dan Elrond merupakan beberapa proyek yang sukses melakukan IEO di Launchpad.

    Launchpad memiliki beberapa tahapan proses yang perlu dipahami setelah kalian memastikan diri kalian telah memiliki akun di sana, Tahapan-tahapan tersebut antara lain:

    Tahap 1: Periode penghitungan limit partisipasi nasabah

    Batas partisipasi Anda akan ditentukan oleh saldo BNB rata-rata Anda selama periode perhitungan initertentu. Anda tidak perlu melakukan stake atau melakukan aktivitas lainnya dengan BNB Anda selama periode ini. Periode ini biasanya berlangsung selama kurang lebih satu minggu, dimana awal periode sekaligus menjadi pengumuman akan berlangsungnya IEO.

    Step 2: Komit jumlah BNB

    Setelah besaran partisipasi kalian dihitung, kini Anda dapat memasukkan berapa besaran BNB yang Anda komit untuk ditukarkan dengan koin baru tersebut. Dana yang Anda komit kemudian akan dikunci oleh sistem untuk tidak dapat diperdagangkan selama periode tertentu.

    Step 3: Pengkalkulasian

    Setelah periode komitmen BNB selesai, sistem akan menghitung alokasi token setiap pengguna selama sekitar 1 jam.

    Step 4: BNB akan dipotong berdasarkan jumlah nilai token yang kalian terima

    Setelah alokasi akhir setiap pengguna ditentukan, sebagian dari BNB Anda yang terkunci akan dipotong untuk token baru. Token BNB dan token IEO Anda akan secara otomatis ditransfer ke dompet spot Anda.

    Dalam perjalanannya, tidak ada garansi bahwa kalian akan mendapatkan jumlah token sesuai dengan jumlah BNB yang Anda masukkan. Hal ini terjadi karena akan ada sistem pembagian berdasarkan jumlah total BNB yang dikunci dengan besaran suplai yang ada.

    Misalkan Anda berkomitmen untuk membeli sebanyak 1 BNB, namun pada akhirnya hanya mendapatkan token senilai 0.1 BNB, maka sisa 0.9 BNB kalian akan kembali ke wallet.

    Baca Juga: Bitcoin Mencapai Rp 1,15 Triliun Bulan Mei, Menurut Beberapa Trader Options

    Nah itu adalah langkah-langkah untuk kalian mendapatkan koin baru dengan harga murah untuk mendapatkan cuan maksimal dari aset kripto kalian. Sudahkan Anda naikkan jumlah BNB kalian hari ini?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Semua yang Perlu Diketahui Mengenai Initial Coin Offering (ICO)

    Initial Coin Offering (ICO) adalah sebuah metode bagi tim proyek untuk mengumpulkan dana dalam lingkungan mata uang kripto. Dalam ICO, tim menciptakan token berbasis blockchain dan menjualnya kepada pendukung awal.

    Proses ini berperan sebagai tahap crowdfunding, di mana pengguna mendapatkan token yang dapat mereka gunakan di masa depan, sementara proyek mendapat dana untuk pengembangan. Popularitas ICO meroket pada tahun 2014 ketika digunakan untuk membiayai pengembangan Ethereum.

    Sejak saat itu, ICO telah diadopsi oleh banyak perusahaan modal ventura, terutama selama booming di tahun 2017, meskipun dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi. Meskipun namanya mirip dengan Penawaran Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO), keduanya sangat berbeda dalam hal pengumpulan dana.

    IPO biasanya dilakukan oleh perusahaan mapan yang menjual sebagian kepemilikan saham untuk mengumpulkan dana, sedangkan ICO digunakan oleh perusahaan pada tahap awal untuk mendanai proyek mereka. Ketika investor ICO membeli token, mereka tidak memperoleh kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

    ICO dapat menjadi alternatif pendanaan yang menarik bagi startup di bidang teknologi. Namun, seringkali startup kesulitan mendapatkan modal tanpa memiliki produk yang sudah berjalan. Di lingkungan blockchain, perusahaan mapan jarang berinvestasi dalam proyek-proyek yang hanya ada dalam dokumen white paper. Selain itu, kurangnya regulasi dalam mata uang kripto juga menghalangi banyak investor untuk mempertimbangkan investasi dalam startup blockchain.

    Tidak hanya startup baru yang memanfaatkan ICO. Perusahaan yang sudah mapan kadang-kadang juga meluncurkan ICO terbalik, yang pada dasarnya mirip dengan ICO biasa. Dalam kasus ini, perusahaan sudah memiliki produk atau layanan yang ada, tetapi kemudian menerbitkan token untuk mendesentralisasi ekosistemnya atau menarik investor untuk mendapatkan modal tambahan bagi produk baru berbasis blockchain.

    ICO vs. IEO (Initial Exchange Offering)

    ICO dan Initial Exchange Offering (IEO) memiliki kesamaan dalam banyak hal. Perbedaan utamanya adalah bahwa IEO tidak diluncurkan secara mandiri oleh tim proyek, melainkan bekerja sama dengan bursa mata uang kripto.

    Bursa tersebut bermitra dengan tim proyek untuk memungkinkan pengguna membeli token langsung dari platform bursa. Hal ini menguntungkan semua pihak yang terlibat, karena pengguna dapat yakin bahwa proyek telah melewati proses audit yang ketat oleh bursa yang terpercaya. Tim di belakang IEO mendapatkan manfaat dari peningkatan eksposur, sementara bursa juga mendapat keuntungan dari kesuksesan proyek tersebut.

    ICO vs. STO (Security Token Offering)

    Security Token Offering (STO) pernah dianggap sebagai “ICO baru”. Secara teknis, keduanya mirip karena keduanya melibatkan penciptaan dan distribusi token. Namun, secara hukum keduanya berbeda.

    Karena ketidakjelasan dalam regulasi, belum ada konsensus tentang bagaimana regulator harus menangani ICO. Beberapa perusahaan memilih STO sebagai cara untuk menawarkan ekuitas dalam bentuk token, yang juga membantu mereka menghindari ketidakpastian hukum. Penerbit token STO mendaftarkan penawaran mereka sebagai penawaran sekuritas kepada badan pemerintah terkait, sehingga mereka akan diperlakukan seperti sekuritas tradisional.

    Bagaimana ICO Bekerja?

    ICO dapat berbentuk beragam. Kadang-kadang, tim proyek sudah memiliki blockchain fungsional yang akan terus mereka kembangkan, dan dalam kasus ini, pengguna dapat membeli token yang dikirim ke alamat mereka di blockchain. Alternatif lainnya adalah saat blockchain belum diluncurkan, dan dalam hal ini token akan dikeluarkan di atas blockchain yang sudah ada, seperti Ethereum. Ketika blockchain baru diluncurkan, pemegang token dapat menukar token mereka dengan token yang baru diciptakan.

    Namun, praktik yang paling umum adalah dengan menerbitkan token pada blockchain yang mendukung smart contract. Kebanyakan ICO dilakukan pada Ethereum, dengan banyak aplikasi menggunakan standar token ERC-20. Selain Ethereum, ada juga blockchain lain yang dapat digunakan, seperti Waves, NEO, NEM, dan Stellar. Pendekatan ini memungkinkan proyek untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada dan efek jaringan yang luas dari ekosistem blockchain yang mapan.

    ICO diumumkan sebelum tanggal peluncurannya untuk menetapkan aturan yang harus diikuti. Aturan tersebut dapat mencakup kerangka waktu peluncuran, penerapan hard cap untuk jumlah token yang akan dijual, atau keduanya. Mungkin juga ada daftar putih di mana peserta harus mendaftar sebelumnya. Pengguna kemudian mengirimkan dana ke alamat yang ditentukan, biasanya dengan pembayaran menggunakan Bitcoin atau Ethereum. Pembeli kemudian memberikan alamat untuk menerima token, atau token secara otomatis dikirimkan ke alamat yang digunakan untuk pembayaran.

    Siapa yang Dapat Meluncurkan ICO?

    Teknologi untuk membuat dan mendistribusikan token sudah dapat diakses oleh banyak orang, namun dalam praktiknya, ada banyak konsekuensi hukum yang harus dipertimbangkan sebelum meluncurkan ICO.

    Regulasi dalam lingkungan mata uang kripto masih belum memadai, dengan beberapa negara melarang peluncuran ICO secara tegas, dan bahkan negara yang paling ramah terhadap kripto pun belum menetapkan undang-undang yang jelas. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami hukum negara Anda sendiri sebelum mempertimbangkan ICO.

    Peraturan Seputar ICO

    Tidak ada jawaban tunggal untuk masalah regulasi ICO, karena hal tersebut bergantung pada banyak faktor yang berbeda dan peraturan yang berbeda di setiap yurisdiksi. Dalam beberapa kasus, regulator telah memberikan sanksi kepada tim yang menggalang dana melalui apa yang dianggap sebagai penawaran sekuritas. Jika token dianggap sebagai sekuritas, penerbit token harus mematuhi langkah-langkah yang ketat yang berlaku untuk jenis aset tradisional ini.

    Pengembangan regulasi di dunia blockchain masih berlangsung lambat, terutama karena teknologi ini berkembang dengan cepat melewati kemampuan sistem hukum yang ada. Namun, semakin banyak pemerintah yang mulai mengembangkan kerangka kerja yang lebih transparan untuk teknologi blockchain dan mata uang kripto.

    Banyak pihak yang menyadari kemungkinan campur tangan pemerintah yang dapat menghambat perkembangan teknologi blockchain, sementara yang lain menyadari perlunya perlindungan bagi investor. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi, dan tidak ada perlindungan yang signifikan jika proyek gagal.

    Risiko ICO

    Prospek token baru yang menjanjikan keuntungan besar memang menarik, tetapi tidak semua token sama. Dalam investasi kripto, tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapat keuntungan atau ROI yang positif. Sulit menilai apakah suatu proyek layak, karena ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Calon investor harus melakukan penelitian dan analisis yang mendalam terhadap token yang sedang mereka pertimbangkan.

    Aturan yang paling penting adalah jangan pernah berinvestasi lebih dari yang Anda mampu tanggung. Pasar mata uang kripto sangat fluktuatif, dan ada risiko besar bahwa nilai aset Anda dapat turun.

    Penutup

    ICO telah membuktikan diri sebagai alat yang efektif bagi proyek pada tahap awal untuk mendapatkan pendanaan. Setelah kesuksesan ICO Ethereum pada tahun 2014, banyak organisasi berhasil memperoleh modal untuk mengembangkan protokol dan ekosistem baru.

    Namun, pembeli harus menyadari bahwa tidak ada jaminan keuntungan. Investasi dalam mata uang kripto sangat berisiko, dan hampir tidak ada perlindungan jika proyek tersebut gagal.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ICO: Jalan Cepat Proyek Kripto dan Yang Perlu Diperhatikan Investor

    Initial Coin Offering (ICO) adalah metode pengumpulan dana yang digunakan oleh proyek-proyek blockchain untuk mendapatkan pendanaan awal. Dalam ICO, perusahaan atau pengembang menawarkan token digital kepada investor sebagai imbalan atas cryptocurrency, seperti Bitcoin atau Ethereum.

    ICO sering disebut sebagai “IPO versi crypto” karena mirip dengan Initial Public Offering (IPO) di dunia saham, namun dengan aset digital. Investor membeli token dengan harapan bahwa nilai proyek akan meningkat seiring waktu, memberikan potensi keuntungan.

    Mengapa ICO Dilakukan?

    ICO memberikan solusi pembiayaan alternatif yang efisien, khususnya untuk startup blockchain yang ingin membangun produk atau layanan tanpa bergantung pada modal ventura tradisional atau pinjaman dari lembaga keuangan.

    Manfaat ICO:

    • Akses cepat ke modal global.
    • Peluang bagi investor awal untuk mendapatkan keuntungan signifikan jika proyek berhasil.
    • Distribusi token yang luas untuk membangun komunitas dan meningkatkan adopsi.

    Risiko ICO:

    • Potensi penipuan: Banyak proyek palsu atau tidak jelas yang menghilang setelah penggalangan dana.
    • Kurangnya regulasi: Memberi risiko tinggi bagi investor karena minimnya perlindungan hukum.
    • Volatilitas tinggi: Nilai token sangat fluktuatif dan bisa anjlok sewaktu-waktu.

    Insight: ICO membuka peluang besar, tetapi harus disertai dengan riset dan kehati-hatian dari investor.

    Sejarah ICO: Dari Mastercoin hingga Regulasi Ketat

    • 2013: ICO pertama oleh Mastercoin (sekarang Omni), mengumpulkan lebih dari 5.000 BTC.
    • 2014: Peluncuran Ethereum memperkenalkan smart contract yang mempermudah distribusi token.
    • 2017: Tahun keemasan ICO – proyek seperti Filecoin dan Tezos berhasil mengumpulkan miliaran dolar.
    • 2018: Penurunan drastis akibat meningkatnya penipuan dan tekanan regulasi global.

    Bagaimana Proses ICO Berjalan?

    🔧 Untuk Proyek/Perusahaan:

    1. Memahami dasar-dasar ICO dan regulasinya.
    2. Menentukan audiens dan tujuan yang jelas.
    3. Menyusun roadmap dan strategi ICO.
    4. Membangun tim kuat dan kemitraan strategis.
    5. Menyusun whitepaper yang transparan dan meyakinkan.
    6. Melakukan kampanye pemasaran yang terarah.
    7. Memastikan kepatuhan hukum dan keamanan platform.
    8. Mengelola dana dan pertumbuhan pasca-ICO.

    👥 Untuk Investor/User:

    1. Mengevaluasi tim dan rekam jejak proyek.
    2. Menilai teknologi dan inovasi yang ditawarkan.
    3. Membaca whitepaper secara menyeluruh.
    4. Meninjau roadmap dan kelayakannya.
    5. Memastikan ada komunitas aktif yang mendukung proyek.
    6. Memeriksa kemitraan yang telah terbentuk.
    7. Memahami ekonomi token dan penggunaannya.
    8. Memastikan proyek patuh terhadap hukum dan regulasi yang berlaku.

    Regulasi ICO di Berbagai Negara

    Lanskap regulasi ICO sangat beragam secara global:

    • Thailand: Melembagakan regulasi ICO dengan penyesuaian wajib setiap dua tahun, menjadi pemimpin di Asia Tenggara.
    • Swiss dan Malta: Mendukung pengembangan ICO dan startup blockchain dengan regulasi ramah inovasi.
    • China dan Korea Selatan: Melarang ICO karena kekhawatiran terhadap penipuan dan risiko terhadap investor.

    Bagaimana Regulasi ICO di Indonesia?

    Status ICO di Indonesia masih berada di area abu-abu:

    • Saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur ICO secara menyeluruh.
    • Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyusun kerangka regulasi yang diharapkan dapat segera diterbitkan.
    • Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ICO yang legal, transparan, dan aman — baik bagi investor maupun penerbit token.

    Kesimpulan

    ICO merupakan salah satu inovasi penting dalam dunia crypto yang memungkinkan pendanaan proyek dilakukan secara global, cepat, dan langsung dari komunitas.

    Namun, potensi besar ini juga disertai dengan risiko tinggi, terutama dari sisi regulasi dan keamanan. Regulasi yang jelas seperti yang sudah diterapkan di Thailand dan Swiss, serta yang sedang disiapkan di Indonesia, akan menjadi kunci untuk menciptakan pasar ICO yang sehat dan berkelanjutan.

    Seiring perkembangan teknologi dan regulasi, ICO tetap menjadi instrumen penting yang perlu terus dipantau, dipahami, dan dijalankan secara hati-hati.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sandiaga Uno: Blockchain Adalah Kunci Ekonomi 2026

    Industri kripto dan blockchain Indonesia mulai memasuki fase baru. Jika sebelumnya kripto kerap dipersepsikan sebatas aset digital dan instrumen investasi, kini fokusnya bergeser ke peran yang lebih strategis dalam mendukung efisiensi ekonomi nasional. Arah perubahan ini disampaikan langsung oleh Sandiaga Uno dalam pemaparan Indonesia Crypto Outlook 2026.

    Dalam pembukaan penyampaiannya, Sandiaga menempatkan kripto dalam konteks besar dinamika pasar keuangan global yang sedang bergejolak. Ia menyinggung koreksi pasar saham hingga ketidakpastian global sebagai tantangan yang tidak bisa dihindari oleh seluruh instrumen keuangan.

    “Ini adalah tantangan yang selalu dihadapi di pasar keuangan, baik itu produknya saham maupun juga produk-produk lainnya,” ujar Sandiaga, menegaskan bahwa kripto pun tidak terlepas dari dinamika tersebut.

    Basis Investor Kripto Jadi Modal Strategis

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Sandiaga kemudian menyoroti kekuatan utama ekosistem kripto Indonesia, yaitu basis penggunanya. Hingga 2025, jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai sekitar 19 juta orang, angka yang dinilainya sangat meningkat signifikan jika dibandingkan dengan instrumen keuangan konvensional, menimbang pasar kripto yang masih baru dan hampir bisa menyalip total investor pasar modal.

    “Jumlah investor di kripto di Indonesia ini sudah mencapai 19 juta orang. Sementara produk-produk lain yang lebih konvensional ini memakan waktu yang begitu lama untuk mencapai angka seperti yang dicapai oleh kripto,” jelasnya.

    Menurut Sandiaga, capaian ini menunjukkan tingginya daya tarik kripto di masyarakat yang tercermin dari nilai transaksi kripto nasional yang telah mendekati Rp500 triliun sepanjang 2025. Namun, besarnya basis investor juga berarti ekosistem kripto harus dikelola dengan lebih bertanggung jawab agar pertumbuhan tersebut tidak rapuh.

    “Total nilai transaksi kripto yang sudah mencapai hampir 500 triliun rupiah ini harus bisa terjaga, dan kuncinya adalah kepercayaan pasar,” lanjut Sandiaga.

    Baca juga: Ternyata Ini Sektor Kripto yang Paling Mendominasi Percakapan Warganet di 2025

    Regulasi sebagai Penopang Trust, Bukan Penghambat

    Menurut pandangan Sandiaga Uno, regulasi memegang peran sentral dalam menjaga kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa regulasi tidak boleh menjadi faktor yang justru melemahkan industri; “Regulasi harus bisa memfasilitasi. Jangan sampai regulasi ini justru menggoyang pondasi untuk membangun trust, membangun governance, dan keberlanjutan industri,” ujarnya.

    Sandiaga juga menjelaskan bahwa regulasi kripto bukan sekadar respons terhadap munculnya instrumen investasi baru, melainkan bagian dari strategi besar untuk memposisikan aset digital sebagai pendukung pembangunan ekonomi digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

    Kripto Menuju Quality Growth di 2026

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Memasuki pembahasan outlook 2026, Sandiaga menyampaikan perlu adanya pergeseran fokus industri kripto, dimana pertumbuhan tetap penting, tetapi tidak lagi cukup jika berdiri sendiri.

    “Di 2026 ini kita bergeser dari hanya growth, for the sake of growth, menuju ke quality growth,” ujarnya.

    Ia kemudian menjelaskan bahwa quality growth berarti kripto harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian. “Crypto ini harus menghadirkan jobs, harus menghadirkan literasi, harus menghadirkan juga solusi-solusi yang dibutuhkan oleh ekonomi kita.”

    Penjelasan ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan kripto ke depan tidak lagi sebatas volume transaksi, tetapi kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

    Selanjutnya, Sandiaga juga menegaskan perubahan cara pandang terhadap teknologi blockchain dan menolak pendekatan yang melihat blockchain hanya sebagai fondasi aset kripto, tapi juga sebagai pendukung efisiensi lintas sektor.

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Ia kemudian memberi contoh konkret melalui isu affordability, yaitu bagaimana teknologi dapat membantu menurunkan biaya dan membuat layanan lebih terjangkau.

    How to make a product more affordable. How to create a system that service is become more affordable,” ujar Sandiaga yang terinspirasi setelah bertemu tim ekonom Zohran Mamdani di New York.

    Penjelasan ini memperlihatkan bahwa blockchain diposisikan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi sistem ekonomi, bukan sekadar teknologi finansial. Namun, efisiensi tidak akan berarti tanpa adopsi yang merata, maka dari itu Sandiaga menekankan pentingnya inklusivitas.

    “Kunci adopsinya adalah inclusivity. Tidak ada yang boleh tertinggal. Semuanya harus menjadi bagian daripada kemajuan tersebut.” Ujar sandiaga sembari menegaskan bahwa arah pertumbuhan kripto Indonesia harus bersifat adil dan bukan hanya quality growth, tapi growth with equity.

    Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Transformasi digital melalui kripto harus membuka peluang seluas mungkin, bukan menciptakan kesenjangan baru, dan visi besar ini hanya bisa tercapai melalui kolaborasi lintas sektor. Sandiaga percaya bahwa peran penting misalnya seperti regulator, tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatkan pelaku industri, serta harus juga melibatkan komunitas guna mencapai visi besar tersebut.

    Selain insight dari Sandiaga Uno, dalam rangkaian acara Indonesia’s Crypto Outlook 2026 juga memuat beragam insight lain dari para pelaku industri kripto dan ahli lain, termasuk ke mana arah pasar kripto Indonesia di 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional.

    Kalau kamu ingin melihat riset dan insight kripto Indonesia yang lebih lengkap dan mendalam, kamu bisa dapatkan materi riset resminya secara gratis di sini: Riset & Materi Indonesia Crypto Outlook 2026 – Tokocrypto

    Baca juga: Ternyata Ini 3 Hal Paling Dicari Investor Kripto Indonesia!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ternyata Ini Sektor Kripto yang Paling Mendominasi Percakapan Warganet di 2025

    Pasar kripto yang semakin berkembang membuat percakapan dan diskusi perihal dunia kripto tidak lagi hanya berfokus pada pergerakan harga aset kripto, tetapi mulai mengarah pada sektor teknologi yang menjadi fondasi pengembangan industri kripto ke depan.

    Perubahan ini terekam dalam laporan Indonesia’s Crypto Outlook 2026 yang diungkapkan oleh Dataxet Sonar x Tokocrypto, berdasarkan analisis percakapan publik terkait kripto di berbagai kanal online selama 2025 yang menunjukkan bahwa minat publik mulai terbuka terhadap inovasi berbasis teknologi seperti AI dalam cakupan Web3.

    Menurut Prasetyo Katon, Head of Insights Dataxet Sonar, dengan mengetahui sektor-sektor ini kita bisa mengikuti pola seperti apa, dan sektor-sektor apa yang diminati di industri kripto. Lantas, kira-kira apa saja sektor yang menjadi pembahasan warganet selama 2025?

    AI & DePIN Jadi Sektor Paling Banyak Dibicarakan

    Head of Insights Dataxet Sonar, Prasetyo Katon di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Berdasarkan pemetaan sektor kripto yang menjadi fokus percakapan publik, AI & DePIN (Artificial Intelligence & Decentralized Physical Infrastructure Networks) muncul sebagai sektor paling dominan sepanjang 2025. Sektor ini mencatat 32% share of voice, menjadikannya yang tertinggi dibanding sektor kripto lainnya.

    Dalam presentasinya tersebut Dataxet Sonar memberikan sentimen bahwa dominasi AI & DePIN selaras dengan tren global, di mana integrasi kecerdasan buatan dan infrastruktur terdesentralisasi menjadi topik utama dalam pengembangan ekosistem kripto. Percakapan ini menunjukkan bahwa warganet tidak hanya membahas kripto sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai teknologi yang menopang berbagai aplikasi masa depan.

    Top 5 Sektor Kripto yang Paling Banyak Dibicarakan

    Untuk konteks perbandingan, berikut lima sektor kripto utama yang mendominasi percakapan publik di Indonesia sepanjang 2025 berdasarkan share of voice:

    1. AI & DePIN: 32%
    2. Stablecoin: 22%
    3. RWAs (Real World Assets): 10%
    4. Memecoin: 5.7%
    5. Layer 1 dan Layer 2: 3.92%

    Data ini menunjukkan bahwa  selama 2025 meskipun memecoin masih ramai dibicarakan, ini bisa menjadi salah satu pertanda bahwa fokus warganet mulai bergeser ke sektor yang lebih fundamental dan berorientasi utilitas.

    Baca juga: Aplikasi Bitchat Bisa Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet, Gini Caranya!

    Indikasi Pasar Kripto Indonesia Mulai Mature

    Salah satu temuan penting dalam laporan ini adalah meningkatnya percakapan tentang RWAs, regulasi stablecoin, dan tokenisasi. Dataxet Sonar mencatat bahwa topik-topik tersebut menjadi sinyal bahwa market Indonesia mulai mature dan siap untuk institutional participation. Menurut Dataxet Sonar:

    “Percakapan tentang RWAs, stablecoin regulation, dan tokenization menunjukkan market Indonesia mulai mature dan siap untuk institutional participation.”

    Hal ini menunjukkan bahwa warganet dan pelaku pasar tidak lagi hanya membicarakan kripto dari sisi volatilitas harga, tetapi juga dari perspektif regulasi, kepastian hukum, dan kesiapan ekosistem untuk melibatkan institusi dalam skala yang lebih besar.

    Arah Baru Perbincangan Kripto di Indonesia

    Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa percakapan kripto di Indonesia mulai bergerak ke fase yang lebih dewasa. Warganet tidak lagi hanya bereaksi terhadap fluktuasi harga, tetapi mulai membahas teknologi, infrastruktur, serta kesiapan pasar. Dominasi AI & DePIN selama tahun 2025 kemarin diharapkan menjadi gambaran bahwa kripto semakin dipahami sebagai fondasi inovasi digital, bukan sekadar instrumen spekulasi.

    Laporan Dataxet Sonar x Tokocrypto di ICO 2026 juga memuat beragam insight lain, termasuk ke mana arah pasar kripto Indonesia di 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional.

    Kalau kamu ingin melihat riset dan insight kripto Indonesia yang lebih lengkap dan mendalam, kamu bisa dapatkan materi riset resminya secara gratis di sini: Riset & Materi Indonesia Crypto Outlook 2026 – Tokocrypto

    Baca juga: Ternyata Ini 3 Hal Paling Dicari Investor Kripto Indonesia!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com