Tag: identitas

  • WHV Australia 2025 Resmi Dibuka, Gen-Z yang Ingin Kerja di Aussie Cek Nih!



    Jakarta

    Pendaftaran Surat Dukungan Usulan Work and Holiday Visa (SDUWHV) Australia telah dibuka mulai 15 Oktober 2025. Surat ini adalah salah satu dokumen pendukung untuk mengikuti program Work and Holiday Visa (WHV) Australia.

    Working Holiday Visa (WHV) adalah jenis visa untuk liburan sekaligus bekerja di luar negeri.WHV merupakan program kerja sama antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi).


    Khusus Australia, terdapat dua subkelas dalam program ini, yakni subclass 417 dan subclass 462. Jenis yang berlaku untuk Warga Negara Indonesia (WNI) adalah subclass 462 yang merupakan visa “Work and Holiday”.

    Melalui visa ini, pemegang bisa dapat berlibur, bekerja fleksibel (full-time, part-time, shift) selama enam bulan, serta mengikuti kursus atau pelatihan hingga empat bulan. Masa berlaku WHV adalah selama 12 bulan, tetapi dalam kondisi tertentu, visa bisa diperpanjang atau diperoleh hingga 2-3 tahun.

    Syarat WHV Australia 2025

    Agar memperoleh WHV kelas 462, seseorang harus memenuhi sejumlah syarat berikut seperti dilansir dari laman Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia:

    1. Pemohon harus berada dalam rentang usia 18 hingga 30 tahun pada saat mengajukan permohonan.

    2. Pemohon memiliki kualifikasi pendidikan di perguruan tinggi, atau telah menyelesaikan setidak-tidaknya dua tahun pendidikan perguruan tinggi

    3. Belum pernah mengikuti WHV

    4. Kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan sebagai berikut:

    IELTS dengan skor rata-rata minimal 4,5 dari keempat komponen
    TOEFL iBT minimal total 32 dari empat komponen tes
    PTE Academic minimal 30 dari empat komponen tes
    Cambridge English Advanced (CAE) dengan minimal 147 dari empat bagian tes
    Sertifikat bahasa Inggris umumnya harus diterbitkan dalam kurun waktu maksimal 12 bulan, sebelum permohonan diajukan.

    5. Bukti keuangan yang memadai untuk biaya awal tinggal di Australia dan tiket pulang ke Indonesia, yaitu sekitar AUD 5.000 atau setara. Per Jumat (17/10), AUD 5.000 adalah sekitar Rp53 juta.

    6. Pemohon harus dalam kondisi sehat jasmani dan bebas dari catatan kriminal

    7. Surat dukungan dari pemerintah Indonesia (SDUWHV)

    8. Dokumen pendukung umum

    Beberapa dokumen lain yang harus disiapkan meliputi:

    Paspor dengan masa berlaku minimal sekitar 12 bulan atau lebih dari tanggal pengajuan.
    Foto terbaru latar polos
    Ijazah / transkrip / surat keterangan mahasiswa aktif
    SKCK
    Dokumen identitas (KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga)
    Sertifikat bahasa Inggris
    Bukti kepemilikan dana dan surat pernyataan keabsahan dokumen.

    Cara Pengajuan SDUWHV Australia 2025

    Cara Buat Akun SDUWHV

    1. Kunjungi laman resmi sduwhv.imigrasi.go.id
    2. Klik menu “Login” di pojok kanan atas, lalu pilih “Buat Akun Baru”
    3. Masukkan data diri dengan benar, seperti email, nomor paspor, nama lengkap, hingga tanggal lahir;
      Klik tombol “Submit”
    4. Setelah itu, cek kotak masuk pada email untuk verifikasi akun. Jika tidak ada, buka di folder spam.

    Cara Pengajuan SDUWHV Australia 2025

    1. Kembali ke halaman utama di sduwhv.imigrasi.go.id
    2. Pilih opsi “Login” dengan memasukkan email dan password yang telah dibuat sebelumnya
    3. Kemudian klik “Ajukan Permohonan”
    4. detikers akan diarahkan ke halaman antrean, tunggu hingga slot pengisian formulir tersedia
    5. Saat menunggu antrean, tidak perlu me-refresh halaman karena akan mengulang antrean
    6. Jika slot sudah tersedia, lengkapi formulir dengan mengisi data yang diminta, lalu klik “Lanjutkan”
    7. Isi riwayat pendidikan, mulai dari lokasi perguruan tinggi, NIM, status mahasiswa, hingga kolom deskripsi tujuan
    8. Setelah memastikan data terisi dengan benar, klik “Lanjutkan”
    9. Unggah dokumen yang telah disebutkan di atas
    10. Pastikan seluruh dokumen yang diunggah sudah benar
    11. Setujui persyaratan dan peraturan yang berlaku, kemudian klik “Submit”
    12. Selanjutnya, lakukan swafoto (selfie) dan pilih tombol “Ambil Foto”
    13. Klik “Submit” untuk menyelesaikan proses pengajuan
    14. Sistem akan melakukan verifikasi data selama 60 menit
    15. Jika disetujui, SDUWHV dapat diunduh dengan memilih tombol “Download SDUWHV”.

    Informasi selengkapnya mengenai SDUWHV Australia dapat dicek melalui Instagram resmi @ditjen_imigrasi atau laman Kedutaan Besar Australia https://indonesia.embassy.gov.au/.

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Biografi Singkat, Pendidikan, Pemikiran, dan Bukunya


    Jakarta

    Tan Malaka merupakan Pahlawan Nasional yang dikenal memiliki pemikiran penting bagi Indonesia. Pemikiran Tan Malaka diabadikan melalui buku-bukunya, termasuk yang berjudul “Madilog”.

    Tan Malaka lahir pada 2 Juni 1897 di Nagari Pandan Gadang, Suliki, Sumatera Barat. Ia memiliki nama lain dengan gelarnya yaitu Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka.

    Nama “Tan Malaka” sendiri merupakan gelar adat yang ia sandang sejak usia 16 tahun. Gelar itu kemudian melekat dan menjadi identitas perjuangannya hingga akhir hayat.


    Sutan Ibrahim, nama kecilnya, berasal dari keluarga Muslim Minangkabau yang taat. Sejak kecil, mendapat penempaan nilai-nilai agama, budaya matrilineal, hingga tradisi pencak silat.

    Pendidikan tersebut menjadi karakter Tan Malaka yang disiplin, pemberani, dan visioner, demikian dikutip dari Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 3 No 1 (2022), karya Jems Sopacua dari Universitas Negeri Yogyakarta.

    Pendidikan Tan Malaka

    Tan Malaka mendapatkan pendidikan formalnya dimulai di Suliki, lalu berlanjut ke Kweekschool Bukittinggi, sekolah pribumi satu-satunya di Sumatera. Ia lulus dari Inlandsche Kweekschool voor Onderwijzers di Bukittinggi hingga lulus pada 1913.

    Dengan pemikirannya yang menonjol, ia kemudian melanjutkan studi ke Belanda untuk belajar di Rijkskweekschool Haarlem (1913-1919). Studi di Belanda ini yang kemudian membuka wawasan dan pola pikirnya.

    Tan Malaka muda mulai berkenalan dengan ide-ide politik, sosialisme, dan perlawanan terhadap kolonialisme. Dia banyak mempelajari tentang Sosialisme dan Komunisme setelah adanya Revolusi Rusia pada Oktober 1917. Tan Malaka membaca buku karya Karl Marx, Friedrich Engels, dan Vladimir Lenin.

    Perjuangan Tan Malaka

    Dengan latar belakang pendidikan dan pergaulannya, Tan Malaka tumbuh menjadi tokoh revolusioner. Pemikirannya yang terkenal yaitu tentang kemerdekaan sejati yang hanya bisa diraih melalui revolusi total.

    Tan Malaka aktif di Sarekat Islam (SI) bersama H.O.S. Tjokroaminoto, lalu bergabung dengan PKI hingga sempat menjabat sebagai ketua pada 1921. Namun, karena pemikirannya yang independen, ia akhirnya keluar dan mendirikan partai bawah tanah PARI (1927).

    Semboyannya tegas, “Merdeka 100 persen.”

    Ia menolak kompromi dengan Belanda, bahkan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Tan Malaka memilih menggerakkan massa, salah satunya dalam Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945, yang menjadi bukti dukungan rakyat terhadap “Republik Muda”-nya Tan Malaka.

    Sayangnya, sikap kerasnya membuat ia sering berbenturan dengan tokoh lain. Hidupnya diwarnai pengasingan, penjara, hingga akhirnya berakhir dengan eksekusi tragis pada 21 Februari 1949 di Kediri.

    Pemikiran Revolusioner

    Dalam Jurnal Jejak: Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 2 (2021) karya Wanda Marshanda, dijelaskan bahwa di balik sosoknya yang kontroversial, Tan Malaka meninggalkan warisan pemikiran yang masih relevan hingga kini. Ia bahkan merupakan pencetus ide Republik Indonesia.

    1. Bapak Republik

    Dalam bukunya Naar de Republiek Indonesia (1925), Tan Malaka merumuskan visi Indonesia merdeka jauh sebelum tulisan Hatta atau Soekarno. Karena itu, ia kerap dijuluki “Bapak Republik.”

    2. Marxisme ala Tan Malaka

    Ia memandang Marxisme bukan sebagai dogma, melainkan alat analisis untuk melawan penjajahan. Tan Malaka mencoba memadukan Marxisme dengan Pan-Islamisme dalam perjuangan rakyat.

    3. Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika)

    Ditulis pada masa pendudukan Jepang, Madilog mengajak rakyat berpikir rasional dan meninggalkan takhayul, agar mampu membangun kesadaran nasional yang kritis.

    4. Gerpolek (Gerilya, Politik, Ekonomi)

    Ditulis saat dipenjara, Gerpolek menjadi panduan revolusi tiga front: perjuangan bersenjata, politik ideologis, dan kemandirian ekonomi. Selain Madilog dan Gerpolek, pemikirannya yang lain, juga dituangkan dalam buku-buku seperti “Aksi Massa”, “Dari Penjara ke Penjara”, hingga “Menuju Republik Indonesia”.

    Selama ini, dalam kacamata sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah, nama Tan Malaka tidak dikenalkan sebagai tokoh yang memiliki pemikiran penting bagi Bangsa Indonesia. Sejarah hanya sering mencatat bagaimana Soekarno dan Hatta menjadi tokoh sentral tunggal.

    Padahal, perjuangan bangsa Indonesia dibangun oleh sejumlah tokoh, termasuk fondasi pemikiran dari Tan Malaka tentang revolusi dan Republik Indonesia.

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Lowongan Magang BUMN di PT PFN 2025, Mahasiswa dan Fresh Graduate Bisa Daftar!


    Jakarta

    PT Produksi Film Negara (PFN) buka lowongan magang untuk mahasiswa aktif dan fresh graduate jenjang D3-S1 2025. Pendaftaran dibuka hingga 24 Oktober 2025 melalui laman Magang Generasi Bertalenta (Magenta) di tautan https://magentaku.id/.

    Sebagai informasi, Magenta adalah platform informasi lowongan magang yang dibuka berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk PFN. PFN merupakan BUMN yang bergerak di bidang industri audiovisual.

    Saat ini, PFN tengah bertransformasi menjadi perusahaan pembiayaan film. Sehingga, ke depan industri perfilman dan konten Indonesia bisa berkembang dan semakin maju.


    Untuk pendaftaran hingga 24 Oktober 2025, terdapat 4 lowongan magang yang tersedia. Dikutip dari laman resmi Magenta, Sabtu (18/10/2025) berikut rinciannya.

    Daftar Lowongan Magang PFN 2025

    1. Administrasi – 1 Posisi

    • Kualifikasi:
      • Mahasiswa aktif S1 minimal semester 5 dari jurusan Administrasi Perkantoran, Administrasi Bisnis, Manajemen, atau bidang relevan lainnya.
      • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ramah, dan profesional dalam melayani pelanggan.
      • Teliti, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mampu bekerja secara tim maupun mandiri.
      • Memiliki keterampilan administrasi dan pengarsipan dokumen atau aset.
      • Mampu mengoperasikan Microsoft Office, terutama Excel dan Word.
      • Bersedia mengikuti program magang full-time (WFO) selama 5 bulan, di kantor pusat, Jakarta Timur.
    • Syarat Dokumen:
      • Portofolio
      • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
      • Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
      • Curriculum vitae (CV)
      • Transkrip nilai
      • Sertifikat
      • Dokumen lainnya.
    • Deskripsi Pekerjaan:
      • Membantu proses administrasi pengadaan barang dan jasa.
      • Membantu penyusunan dan pembaruan data vendor, termasuk pengecekan kelengkapan dokumen kerja sama.
      • Mendukung penyusunan, pencatatan, pendataan, dan pengarsipan dokumen pengadaan secara digital maupun fisik.
      • Membantu kegiatan operasional umum seperti pengelolaan sarana & prasarana kantor, kebutuhan logistik, serta kegiatan administrasi dan dokumentasi kantor.
      • Melaksanakan tugas lain yang diberikan sesuai dengan kebutuhan divisi Pengadaan & Umum.
    • Tanggal Penting:
      • Durasi magang: 5 bulan
      • Penutupan lamaran: 24 Oktober 2025
      • Pengumuman lolos seleksi: 26 Oktober 2025

    2. Social Media Specialist – 2 Posisi

    • Kualifikasi:
      • Mahasiswa aktif atau lulusan D3/D4/S1 dari jurusan Komunikasi, Marketing, Desain Komunikasi Visual, Public Relations, atau bidang terkait.
      • Memahami dan aktif menggunakan berbagai platform media sosial (Instagram, TikTok, LinkedIn, Facebook, dll).
      • Kreatif, komunikatif, serta mengikuti tren dan perkembangan konten digital terkini.
      • Mampu menggunakan tools pendukung seperti Canva, Google Workspace, Microsoft Office, dan Notion.
      • Memiliki kemampuan analisis dasar performa konten dan kemampuan mengedit video dengan CapCut atau Adobe Premiere Pro menjadi nilai tambah.
      • Bersedia mengikuti program magang full-time (WFO) selama minimal 5 bulan di kantor pusat, Jakarta Timur.
    • Syarat Dokumen:
      • Portofolio
      • KTP
      • KTM
      • CV
      • Dokumen lainnya.
    • Deskripsi Pekerjaan:
      • Membantu perencanaan, pembuatan, dan penjadwalan konten untuk berbagai platform media sosial (Instagram, TikTok, LinkedIn, Facebook, dll).
      • Melakukan riset tren dan memberikan ide kreatif untuk pengembangan konten yang relevan serta menarik.
      • Mengelola kalender konten, memastikan publikasi sesuai jadwal, dan berinteraksi dengan audiens melalui komentar serta pesan langsung (DM).
      • Membantu analisis performa konten menggunakan tools seperti Instagram Insights, Meta Business Suite, atau Google Analytics.
      • Berkoordinasi dengan tim terkait untuk mendukung aktivitas promosi, kolaborasi, dan pelaporan performa media sosial secara berkala.
    • Tanggal Penting:
      • Durasi magang: 5 bulan
      • Penutupan lamaran: 24 Oktober 2025
      • Pengumuman lolos seleksi: 26 Oktober 2025

    3. Manajemen Event – 1 Posisi

    • Kualifikasi:
      • Mahasiswa aktif S1/D4 minimal semester 5 dari jurusan Manajemen Event, Ilmu Komunikasi, Marketing, atau jurusan relevan lainnya.
      • Memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik.
      • Kreatif, inisiatif, dan mampu bekerja secara mandiri maupun tim.
      • Memiliki ketertarikan pada dunia event, komunitas, dan industri kreatif.
      • Memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan aplikasi seperti Canva, Adobe Photoshop, atau aplikasi desain/editing visual lainnya.
      • Memiliki pengalaman organisasi atau kepanitiaan menjadi nilai tambah.
      • Bersedia mengikuti program magang full-time (WFO) selama minimal 5 bulan di kantor pusat, Jakarta Timur.
    • Syarat Dokumen:
      • Portofolio
      • KTP
      • KTM
      • Transkrip nilai
      • Sertifikat
      • CV
      • Dokumen lainnya.
    • Deskripsi Pekerjaan:
      • Membuat perencanaan, konsep, dan ide kreatif untuk pelaksanaan acara perusahaan.
      • Membangun dan memperluas jaringan dengan komunitas serta pelaku industri kreatif melalui komunikasi yang aktif dan efektif.
      • Menangani pelayanan pelanggan (customer service) dengan sikap ramah, solutif, dan profesional.
      • Membantu pembuatan materi visual pendukung acara (poster, slide, e-flyer, dsb).
      • Mendukung proses pelaksanaan kegiatan/event perusahaan dari tahap persiapan hingga pelaporan.
    • Tanggal Penting:
      • Durasi magang: 5 bulan
      • Penutupan lamaran: 24 Oktober 2025
      • Pengumuman lolos seleksi: 26 Oktober 2025

    4. Desain Komunikasi Visual – 1 Posisi

    • Kualifikasi:
      • Mahasiswa aktif D3/D4/S1 jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) atau bidang terkait.
      • Menguasai software desain grafis seperti Adobe Creative Suite (Photoshop, Illustrator, InDesign) atau aplikasi serupa.
      • Kreatif, inovatif, dan mampu menuangkan ide visual dengan baik.
      • Terbiasa bekerja dalam tim dan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu.
      • Memiliki komputer atau laptop pribadi yang mendukung pekerjaan desain.
      • Bersedia mengikuti program magang full-time (WFO) selama minimal 5 bulan di kantor pusat, Jakarta Timur.
    • Syarat Dokumen:
      • Portofolio
      • KTP
      • KTM
      • Transkrip nilai
      • CV
      • Sertifikat
      • Dokumen lainnya.
    • Deskripsi Pekerjaan:
      • Membantu proses perancangan dan pembuatan desain grafis untuk berbagai kebutuhan komunikasi dan promosi perusahaan.
      • Mengembangkan ide dan konsep visual yang kreatif dan sesuai dengan identitas merek.
      • Membuat desain konten media sosial, poster, banner, serta materi digital lainnya.
      • Berkolaborasi dengan tim terkait dalam pelaksanaan proyek desain dan produksi konten.
      • Membantu proses penyuntingan video sederhana untuk kebutuhan media sosial atau promosi.
    • Tanggal Penting:
      • Durasi magang: 5 bulan
      • Penutupan lamaran: 24 Oktober 2025
      • Pengumuman lolos seleksi: 26 Oktober 2025

    Cara Daftar Magang PFN Lewat Magenta BUMN

    1. Buka laman resmi Magenta BUMN pada tautan https://magentaku.id/.

    2. Buat akun untuk melanjutkan pendaftaran pada menu “Masuk”

    3. Masuk menggunakan akun Google atau buat akun dengan klik “Daftar disini”

    4. Isi seluruh data yang dibutuhkan untuk mendaftar lalu klik “Daftar”

    5. Jika sudah mendaftar, masuk ke akun masing-masing

    6. Lengkapi data-data lebih lanjut dengan klik “Lihat Profil”, data yang perlu dilengkapi adalah “Data Pribadi”,”Informasi Akademik”, dan “Kelengkapan Data Pemagang”

    7. Cari lowongan magang dengan klik menu “Cari Lowongan”

    8. Pilih lowongan magang yang sesuai dengan jurusan lalu klik “Daftar Magang”

    9. Lanjutkan proses pendaftaran hingga selesai.

    Informasi lain tentang magang PFN bisa diakses melalui tautan https://magentaku.id/c/pfn.

    Demikianlah informasi tentang magang PFN 2025. Masih ada posisi yang minim pendaftar lo detikers, jadi jangan lupa dicek ya!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Merumuskan Ulang Posisi Islam Indonesia dalam Kancah Global



    Jakarta

    Kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar Dr. Ahmed Muhammad Ahmed El-Tayeb untuk ketiga kalinya ke Indonesia, pada 8 hingga 11 Juli 2024, yang merupakan bagian dari lawatannya ke Asia Tenggara, patut mendapat sambutan istimewa karena beberapa alasan. Kunjungan ini bertujuan untuk menggaungkan Piagam Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia, yang ditandatangani oleh pemimpin tertinggi Universitas Al-Azhar dan Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada tahun 2019, sebagaimana dijelaskan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (balitbangdiklat.kemenag.go.id 26/6/2024).

    Lebih dari itu, kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar kali ini memiliki arti penting bukan saja bagi penguatan hubungan historis yang mendalam antara Indonesia dan Mesir, tetapi juga bagi upaya Indonesia untuk memperkuat posisi strategisnya dalam kancah global. Indonesia dan Mesir dapat bergandengan tangan berdiri di depan untuk menyuarakan perdamaian dan persaudaraan sambil melawan segala bentuk ekstremisme, radikalisme dan kekerasan. Ditopang Al-Azhar, Mesir dikenal sebagai benteng nilai-nilai moderasi dan toleransi. Begitu juga Indonesia. Dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar, Indonesia masyhur dengan model keislaman yang inklusif dan damai.

    Dalam lanskap dunia kontemporer, interaksi antara agama, politik, dan identitas menjadi semakin kompleks. Di antara dinamika ini, konsep “decentring Islam” (mendesentrisasi Islam) muncul sebagai paradigma signifikan. Decentring Islam berupaya untuk mengalihkan dari perspektif tradisional yang berpusat pada Arab mengenai identitas dan praktik Islam, ke arah keragaman dan pluralitas dalam dunia Muslim. Indonesia, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbanyak dan satu negeri Asia besar, menawarkan sudut pandang unik untuk mengeksplorasi konsep ini dan implikasinya terhadap geopolitik global, wacana keagamaan, dan pertukaran budaya.


    Secara historis, pemikiran dan praktik Islam sangat dipengaruhi oleh budaya Arab, mengingat asal-usul agama ini di Jazirah Arab. Pandangan yang berpusat pada Arab ini sering kali menutupi kekayaan keragaman tradisi Islam di berbagai wilayah, termasuk Indonesia yang sering masih dipandang pinggiran (peripheral). Decentring Islam bertujuan memperluas pemahaman tentang identitas Islam dengan mengakui dan menghargai berbagai ekspresi Islam yang dipraktikkan oleh Muslim non-Arab. Pendekatan ini menekankan pentingnya konteks lokal, kekhasan budaya, dan perkembangan historis yang membentuk praktik keagamaan Muslim di berbagai belahan dunia.

    Decentring Islam bukan berarti mengurangi pentingnya kontribusi Arab terhadap peradaban Islam, tetapi mengakui bahwa Islam adalah agama global dengan berbagai macam ekspresi dan perubahan budaya. Ini bertujuan membongkar representasi Islam yang monolitik, dengan mendorong pemahaman yang lebih inklusif dan representatif yang mencerminkan realitas kehidupan Muslim di seluruh dunia.

    Indonesia: Model Pluralisme Islam

    Indonesia, rumah bagi lebih dari 270 juta Muslim, mewujudkan prinsip-prinsip decentring Islam melalui perpaduan khas antara iman Islam dan budaya lokal. Sejarah kepulauan ini ditandai oleh sintesis berbagai pengaruh budaya dan agama, termasuk Hindu, Buddha, dan kepercayaan adat, yang telah berjalin dengan tradisi Islam. Mosaik budaya ini melahirkan Islam khas Indonesia yang berakar kuat pada konteks lokal yang melahirkan berbagai keragaman di dalam Islam Indonesia itu sendiri. Kecuali Islam di Jawa yang terepresentasi dengan baik dalam berbagai kajian kesarjanaan, sebenarnya mosaik keragaman di berbagai kepulauan lain, termasuk wilayah Indonesia Timur, masih sangat menarik dieksplorasi untuk mendapatkan gambaran lebih utuh tentang Islam Indonesia.

    Islam Indonesia ditandai oleh sifatnya yang moderat dan pluralistik. Falsafah dasar bangsa, Pancasila, yang mempromosikan toleransi dan inklusivitas beragama, memastikan bahwa semua komunitas agama dapat hidup berdampingan dengan harmonis. Pancasila menjadi falsafah antarbudaya (intercultural philosophy) yang sangat relevan dengan kemajemukan. NU dan Muhammadiyah mendukung interpretasi Islam yang kontekstual dan progresif yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia. Model pluralistik dan inklusif ini menawarkan narasi alternatif tentang Islam, dengan menunjukkan bahwa agama ini dapat berkembang dalam lingkungan budaya dan politik yang beragam.

    Peran NU dan Muhammadiyah sangat penting dan tidak tergantikan dalam memosisikan Islam Indonesia dalam kancah global. Terutama melalui inisiatif pendidikan, sosial, dan politik mereka, NU dan Muhammadiyah berkontribusi pada pemahaman Islam yang lebih pluralistik dan inklusif, baik di Indonesia maupun di dunia Muslim yang lebih luas. Konsistensi mereka dalam inisiatif-inisiatif fundamental ini akan menentukan trayektori masa depan mereka dalam decentring Islam.

    NU mengoperasikan jaringan luas pendidikan keagamaan (pesantren) di seluruh Indonesia, dari tingkat dasar sampai universitas, yang mendorong pendekatan holistik terhadap pembelajaran. Kurikulum sering kali mencakup pengajaran tentang toleransi beragama, demokrasi, dan hak asasi manusia. Demikian pula, Muhammadiyah telah membangun jaringan pendidikan yang komprehensif, yang menekankan pemikiran ilmiah dan rasional di samping pendidikan agama, mendorong pemikiran kritis dan inovasi. Lembaga-lembaga pendidikan yang mereka kelola perlu didorong tampil di kancah global, melalui pembukaan cabang-cabangnya di berbagai kawasan dunia Islam.

    Reformulasi di Kancah Global

    Posisi strategis Indonesia dalam kancah global bersifat multifaset, mencakup dimensi politik, ekonomi, dan budaya. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, Indonesia memainkan peran krusial dalam urusan ekonomi regional dan global. Model pemerintahan demokratisnya dan identitas Islam moderatnya memberikan narasi alternatif terhadap persepsi Islam yang sering terpolarisasi dalam politik global.

    Di panggung internasional, Indonesia aktif mempromosikan dialog dan kerja sama antaragama melalui kebijakan luar negerinya. Upaya diplomatik negara ini dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di wilayah konflik, terutama di dunia Muslim, menunjukkan komitmennya terhadap tatanan global yang didasarkan pada saling menghormati dan pengertian. Kepemimpinan Indonesia dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan partisipasinya dalam misi perdamaian PBB semakin menegaskan perannya sebagai mediator dan advokat perdamaian.
    Secara budaya, Indonesia berkontribusi terhadap pemahaman global tentang Islam melalui warisan seni, sastra, dan praktik keagamaannya yang kaya. Peringatan tahunan hari raya Islam, perayaan musik dan tarian tradisional Islam, serta lembaga pendidikan Islam yang berkembang pesat semuanya mencerminkan budaya Islam Indonesia yang dinamis. Dengan membagikan aset budaya ini di panggung global, Indonesia membantu mendesentrisasi narasi yang berpusat pada Arab dan menyoroti keragaman dalam dunia Muslim.

    Singkatnya, decentring Islam adalah kerangka kerja yang krusial untuk memahami sifat multifaset dari dunia Islam, dan posisi Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim utama mencerminkan keragaman ini. Perpaduan unik antara iman Islam dan praktik budaya lokal, komitmennya terhadap pluralisme dan demokrasi, serta peran aktifnya dalam diplomasi global, semuanya berkontribusi pada pemahaman yang lebih bernuansa dan inklusif tentang Islam.

    Seiring dunia terus bergumul dengan isu-isu identitas keagamaan dan koeksistensi, contoh Indonesia menawarkan wawasan berharga tentang bagaimana Islam dapat dipraktikkan dan dipahami dalam cara yang beragam dan dinamis. Dengan merangkul prinsip-prinsip decentring Islam, komunitas global dapat bergerak menuju apresiasi yang lebih komprehensif dan adil terhadap keragaman dunia Muslim yang sangat kaya. Dalam lingkup praktisnya, dengan memberdayakan segenap kemampuan ekonomi-politik dan modal kultural keislaman di kawasan, di Asia khususnya, dan global melalui prinsip co-production of peace, pemerintah dan warga Indonesia bisa lebih berperan untuk ikut menawarkan secercah harapan baru.

    Noorhaidi Hasan
    Guru Besar Islam dan Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Muhammad bin Maslamah, Sahabat Nabi yang Gagah Berani


    Jakarta

    Nabi Muhammad dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang memiliki keunikan dan kelebihan semasa hidupnya. Baik dalam hal fisik maupun sifat mulia yang mereka tampakkan, para sahabat ini menjadi pilar penting dalam membantu Rasulullah SAW menjalankan misi kenabiannya.

    Salah satu sahabat yang menonjol adalah Muhammad bin Maslamah, yang dikenal tidak hanya karena tubuhnya yang tinggi dan besar, tetapi juga karena sifat mulia yang dimilikinya.

    Di kalangan sahabat, Muhammad bin Maslamah bahkan mendapat julukan ‘raksasa’ karena postur tubuhnya yang mengesankan. Namun, meski tampilannya terlihat kuat dan tangguh, ia adalah seorang yang pendiam, berpikir mendalam, dan sangat amanah.


    Ketaatan dan kesetiaannya dalam menjalankan ajaran Islam menjadikannya salah satu sahabat yang sangat dihormati oleh Nabi dan para sahabat lainnya.

    Kisah Muhammad bin Maslamah

    Muhammad bin Maslamah, meskipun namanya mencerminkan identitas seorang muslim, tidak terlahir beragama Islam. Ia termasuk generasi pertama di Yatsrib (Madinah) yang memeluk Islam di bawah bimbingan Mus’ab bin Umayr, utusan pertama Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah.

    Bahkan, Muhammad bin Maslamah memeluk Islam sebelum tokoh-tokoh berpengaruh di Madinah seperti Usayd bin Hudayr dan Sa’d bin Mu’adh.

    Sebagai seorang muslim yang taat, Muhammad bin Maslamah senantiasa bergabung dalam setiap pertempuran untuk membela kemuliaan Islam. Sifatnya yang gagah berani ia gunakan untuk membela agama Islam dan membantu misi dakwah Nabi Muhammad SAW.

    Dikisahkan dalam buku Kisah Perjuangan, Pengorbanan & Keteladanan Muhammad oleh AR Sohibul Ulum, pada masa awal Rasulullah SAW tinggal di Madinah, ia mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang Yahudi di kota tersebut.

    Akan tetapi, pemimpin Yahudi di Madinah pada suatu ketika melanggar perjanjian damai yang telah disepakati dengan umat Islam. Mereka memprovokasi suku-suku lain di Madinah untuk memberontak melalui cara adu domba, dengan tujuan melemahkan kekuatan umat Islam.

    Salah satu kelompok Yahudi yang terlibat dalam penghasutan ini adalah bani Qaynuqa. Namun, upaya pemberontakan ini berhasil dipatahkan, dan Rasulullah SAW memerintahkan bani Qaynuqa untuk meninggalkan Madinah secara damai. Sayangnya, kejadian tersebut tidak menghentikan perlawanan dari pihak Yahudi.

    Salah satu tokoh yang paling aktif dalam melawan umat Islam adalah Ka’b bin al-Ashraf. Ka’b dikenal sebagai sosok yang sangat berbahaya bagi keutuhan umat Islam saat itu.

    Melihat ancaman yang semakin nyata, Rasulullah SAW merasa perlu mengambil tindakan cepat. Beliau kemudian bertanya kepada para sahabatnya, siapa yang bersedia menjadi sukarelawan untuk melakukan pembicaraan dengan Ka’b bin al-Ashraf. Mendengar pertanyaan tersebut, Muhammad bin Maslamah segera mengajukan dirinya untuk mengemban tugas ini.

    Namun, setelah menerima tugas tersebut, Muhammad bin Maslamah diliputi kebingungan. Ia tidak tahu bagaimana caranya berhadapan dengan Ka’b yang dikenal licik dan berbahaya.

    Menurut riwayat, Maslamah bahkan mengurung diri di rumahnya selama tiga hari tanpa makan dan minum, hanya memikirkan cara terbaik untuk menghadapi situasi ini.

    Kabar ini sampai kepada Rasulullah SAW yang kemudian memanggil Maslamah untuk menanyakan alasan mengapa ia melakukan hal tersebut. Maslamah menjelaskan bahwa ia telah berjanji untuk menghadapi Ka’b, tetapi belum menemukan strategi yang tepat.

    Rasulullah SAW dengan kebijaksanaannya, menenangkan Maslamah dan mengatakan bahwa yang perlu ia lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin, sisanya cukup serahkan kepada Allah SWT.

    Mendengar nasihat itu, Maslamah menjadi lebih tenang dan mulai mencari cara yang tepat. Ia segera menemui sahabat lainnya untuk meminta saran, termasuk Abu Nailah, yang kebetulan adalah saudara sesusuan Ka’b bin al-Ashraf.

    Beberapa waktu kemudian, pada tahun keempat hijrah, Nabi Muhammad SAW menghadapi situasi lain dengan suku Yahudi bani Nadir. Nabi SAW mengunjungi mereka untuk meminta bantuan terkait sebuah urusan, namun suku tersebut ternyata sedang merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah SAW.

    Menyadari ancaman itu, Nabi SAW segera kembali ke Madinah dan memerintahkan Muhammad bin Maslamah untuk menyampaikan perintah kepada bani Nadir agar meninggalkan Madinah dalam waktu sepuluh hari, sebagai hukuman atas pengkhianatan mereka.

    Kisah-kisah ini menunjukkan betapa besar kesetiaan, keberanian, dan kejujuran Muhammad bin Maslamah. Ia selalu siap menjalankan tugas berat yang diberikan Rasulullah SAW, meski dalam situasi penuh risiko, serta tetap setia dalam membela kemuliaan Islam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com