Tag: Idul Adha

  • Resep Sate Maranggi Khas Purwakarta yang Manis Gurih dan Nikmat

    Jakarta

    Sate maranggi khas Purwakarta bisa dijadikan ide hidangan Idul Adha yang nikmat. Jenis sate ini terasa lezat karena bumbunya yang meresap. Ikuti resep berikut!

    Jatah daging kurban bisa dibuat menjadi sate maranggi. Umumnya, sate maranggi terbuat dari daging sapi, tetapi bisa juga memanfaatkan daging kambing.

    Potongan dagingnya berupa dadu, nikmatnya jika dicampurkan sedikit lemak dalam satu tusukan. Bumbu sate maranggi berupa campuran bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, hingga gula merah.


    Penyajian sate maranggi biasanya ditambahkan sambal tomat yang segar. Bisa juga ditambahkan sambal kecap atau sambal oncom.

    Berikut resep sate maranggi khas Purwakarta dan cara membuatnya:

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 Sulit 5
    Daerah Asal Masakan : Jawa Barat
    Kategori Masakan : Daging

    Cara Memasak:

    1. Campurkan potongan daging dengan bumbu halus. Tambahkan kecap manis dan air asam Jawa.
    2. Aduk semua bahan sampai tercampur rata. Remas-remas daging dan bumbu agar meresap dan diamkan minimal 30 menit.
    3. Tusuki potongan daging dan lemak, selang-seling agar nikmat.
    4. Bakar sate di atas api arang dan bakar sampai matang. Sesekali dibolak-balik agar matang merata.
    5. Sajikan sate maranggi dengan sambal tomat. Nikmati dengan nasi hangat atau jadah bakar.

    Tips memasak:

    1. Jika ingin daging lebih empuk, bisa menambahkan sedikit parutan nanas saat mencampurkan daging dan bumbunya.
    2. Bisa menggunakan grill pan jika tak ada arang untuk membakar sate.
    3. Selain sambal tomat yang segar, buatlah sambal kecap untuk pendamping. Terdiri dari bawang merah, cabe rawit, tomat, kecap manis, dan air jeruk nipis.

    Simak Video “Cobain Sate Klatak dan Maranggi yang Buka 24 Jam
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Teriyaki ala Hokben yang Gurih Manis Pakai Daging Kurban

    Jakarta

    Teriyaki ala Hokben punya rasa manis gurih yang bikin ketagihan. Kamu bisa bikin kreasi teriyaki dari irisan daging kurban dengan resep praktis berikut ini.

    Kreasi daging berbumbu teriyaki menjadi menu populer di Hokben. Rasanya gurih manis dipadukan dengan nasi yang pulen dan salad wortel yang nikmat.

    Jika melihat namanya, teriyaki berarti daging yang dipanggang. Namun, di Indonesia kebanyakan memasaknya dengan cara ditumis.


    Bumbu untuk daging sapi menjadi kunci kelezatannya. Rasa manisnya berasal dari sari apel yang dihaluskan, jangan lupa tambahkan juga shoyu agar rasanya semakin autentik.

    Jika menggunakan daging sapi dari jatah kurban Idul Adha, pastikan daging diiris tipis. Bisa dibekukan terlebih dahulu, baru diiris tipis agar teksturnya tak keras.

    Berikut resep teriyaki daging sapi dan cara membuatnya:

    Resep Teriyaki Daging Sapi

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Mudah 2
    Daerah Asal Masakan : Jepang
    Kategori Masakan : Daging

    Bahan Bahan

    • 250 g daging sapi (iris tipis)

    • 2 sdm minyak sayur
    • 50 g bawang bombay, iris kasar
    • Daun bawang iris halus

      Bumbu:

      2 siung bawang putih, parut

    • 100 ml shoyu/kecap Jepang
    • 1 sdm air jeruk lemon
    • 1/4 buah apel merah, parut halus
    • 1/2 sdt merica bubuk
    • 1/2 sdt gula pasir
    • 1sdt garam

      Salad kol dan wortel:

    • 100 g kol, iris halus
    • 1 buah wortel, iris kecil panjang

      Saus, aduk rata:

    • 200 ml mayones botolan
    • 1 sdm saus cabe
    • 1 sdm saus tomat
    • 1 sdm air jeruk lemon
    • 1/4 sdt merica bubuk
    • 1/2 sdt garam

    Cara Memasak:

    • Iris tipis daging sapi yang telah dibekukan, sisihkan.
    • Campurkan semua bumbu dan masukkan ke dalam irisan daging hingga merata. Diamkan selama 30 menit.
    • Tumis bawang bombay hingga layu dan agak kecokelatan (karamelisasi), lalu masukkan daging yang telah dibumbui.
    • Aduk daging dan bawang bombay sampai berubah warna dan teksturnya.
    • Tuangkan sedikit air, masak daging hingga airnya menyusut.
    • Sajikan teriyaki daging sapi dengan salad kol dan wortel. Nikmati bersama nasi hangat.

    Tips memasak:

    1. Lakukan marinasi daging minimal 30 menit agar bumbunya meresap hingga ke serat-serat daging.
    2. Selain apel, bisa menggantinya dengan pir. Fungsinya sebagai pemberi rasa manis alami.
    3. Bisa tambahkan campuran sayuran pada kreasi teriyaki. Seperti paprika, brokoli, atau jamur.

    Simak Video “Kenali Daging Kurban yang Aman Dikonsumsi
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Orang Indonesia yang Pernah Menjadi Pengajar di Masjid Nabawi



    Jakarta

    Ulama Indonesia turut berkontribusi di kancah keilmuan Islam internasional. Salah seorang ustaz asal Riau menjadi pengisi kajian tetap di Masjid Nabawi, Madinah.

    Adalah Ustaz Ariful Bahri. Ia menyampaikan kajian keislaman seputar keutamaan Kota Madinah dan sejarahnya. Khusus musim haji, fokus materinya seputar manasik haji.

    Menurut catatan pemberitaan detikHikmah, Ariful mulai mengisi kajian di Masjid Nabawi pada 2019. Kala itu, ia tengah menempuh studi S2 di Universitas Islam Madinah (UIM).


    Masjid Nabawi yang saat itu bekerja sama dengan UIM minta pihak kampus mengirimkan mahasiswa yang mumpuni untuk memberikan kajian di Masjid Nabawi. Ariful mengaku tak tahu proses seleksinya, tiba-tiba saja ia diterima menjadi salah satu penceramah padahal tak pernah diminta mengirim berkas apa pun.

    Ariful kemudian diminta menghubungi salah seorang Syekh di Masjid Nabawi yang mengurus bidang dakwah. Posisi Ariful saat itu sedang di Indonesia. Baru setelah Idul Adha, dia kembali ke Madinah dan bertemu langsung dengan Syekh yang dimaksud. Dalam pertemuan itu, ia ditanya tentang bahasa Arab, hafalan Al-Qur’an, dan lainnya.

    Ariful mengaku bangga dan bahagia bisa beribadah sekaligus mengajar di Masjid Nabawi. Mayoritas jemaah kajian Ariful adalah warga negara Indonesia (WNI). Ada juga jemaah dari Malaysia, Filipina, dan Brunei.

    “Insyaallah orang Indonesia juga bangga. Ternyata ada ya orang Indonesia yang ngajar mengisi kajian di sini,” ujarnya saat ditemui usai mengisi kajian di Masjid Nabawi pada 6 Juni 2024 lalu, dilansir Antara.

    Menjawab soal perbedaan mazhab dalam mengisi kajian, pria lulusan pesantren di Riau itu bersyukur jemaah Indonesia adalah orang yang mudah mendengarkan. Baginya, mazhab sejatinya tak jauh berbeda, hanya saja cara penyampaiannya yang berbeda.

    Jemaah Indonesia bisa mengikuti kajian di Masjid Nabawi. Sehingga, aktivitas ibadah tak terbatas pada salat fardhu dan sunnah. Ariful turut berpesan agar jemaah memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama di masjid Rasulullah SAW.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 1447 H


    Jakarta

    Puasa Ayyamul Bidh menjadi amalan yang bisa dikerjakan setiap bulan Hijriah. Amalan ini sangat dianjurkan sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW.

    Ayyamul Bidh adalah istilah ini merujuk pada tiga hari di pertengahan bulan Qamariyah (Hijriah), yaitu tanggal 13, 14, dan 15.

    Dikutip dari buku Fiqih Puasa karya M. Hasyim Ritonga, amalan ini dinamakan Ayyamul Bidh yang artinya hari-hari putih karena pada malam-malam tersebut bulan tampak bercahaya putih (purnama).


    Puasa Ayyamul Bidh berarti puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, baik di bulan Muharram, Safar, Rabiul Awal, dan seterusnya (kecuali ketika bertepatan dengan hari-hari yang diharamkan untuk puasa seperti Idul Fitri dan Idul Adha). Puasa Ayyamul Bidh hukumnya sunnah muakkad atau sunah yang dianjurkan.

    Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, “Kekasihku (Nabi Muhammad SAW) mewasiatkan kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha dua rakaat, dan sholat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kemudian dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA, “Berpuasalah tiga hari setiap bulan karena kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipat, maka itu seperti puasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Puasa Ayyamul Bidh Safar 1447 H

    Berdasarkan kalender Hijriah resmi Kementerian Agama RI, 1 Safar 1447 H jatuh pada Sabtu, 26 Juli 2025.

    Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 1447 H sebagai berikut:

    • Kamis, 7 Agustus 2025: 13 Safar 1447 H
    • Jumat, 8 Agustus 2025: 14 Safar 1447 H
    • Sabtu, 9 Agustus 2025: 15 Safar 1447 H

    Berikut ini rincian kalender bulan Safar 1447 H

    • Sabtu, 26 Juli 2025: 1 Safar 1447 H
    • Ahad, 27 Juli 2025: 2 Safar 1447 H
    • Senin, 28 Juli 2025: 3 Safar 1447 H
    • Selasa, 29 Juli 2025: 4 Safar 1447 H
    • Rabu, 30 Juli 2025: 5 Safar 1447 H
    • Kamis, 31 Juli 2025: 6 Safar 1447 H
    • Jumat, 1 Agustus 2025: 7 Safar 1447 H
    • Sabtu, 2 Agustus 2025: 8 Safar 1447 H
    • Ahad, 3 Agustus 2025: 9 Safar 1447 H
    • Senin, 4 Agustus 2025: 10 Safar 1447 H
    • Selasa, 5 Agustus 2025: 11 Safar 1447 H
    • Rabu, 6 Agustus 2025: 12 Safar 1447 H
    • Kamis, 7 Agustus 2025: 13 Safar 1447 H (Puasa Ayyamul Bidh)
    • Jumat, 8 Agustus 2025: 14 Safar 1447 H (Puasa Ayyamul Bidh)
    • Sabtu, 9 Agustus 2025: 15 Safar 1447 H (Puasa Ayyamul Bidh)
    • Ahad, 10 Agustus 2025: 16 Safar 1447 H
    • Senin, 11 Agustus 2025: 17 Safar 1447 H
    • Selasa, 12 Agustus 2025: 18 Safar 1447 H
    • Rabu, 13 Agustus 2025: 19 Safar 1447 H
    • Kamis, 14 Agustus 2025: 20 Safar 1447 H
    • Jumat, 15 Agustus 2025: 21 Safar 1447 H
    • Sabtu, 16 Agustus 2025: 22 Safar 1447 H
    • Ahad, 17 Agustus 2025: 23 Safar 1447 H
    • Senin, 18 Agustus 2025: 24 Safar 1447 H
    • Selasa, 19 Agustus 2025: 25 Safar 1447 H
    • Rabu, 20 Agustus 2025: 26 Safar 1447 H
    • Kamis, 21 Agustus 2025: 27 Safar 1447 H
    • Jumat, 22 Agustus 2025: 28 Safar 1447 H
    • Sabtu, 23 Agustus 2025: 29 Safar 1447 H
    • Ahad, 24 Agustus 2025: 30 Safar 1447 H

    Niat Puasa Ayyamul Bidh

    Dikutip dari buku Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah karya H. Amirulloh Syarbini, berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dalam tulisan Arab, latin dan artinya:

    نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

    Arab-Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.

    Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”

    Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

    Puasa sunnah Ayyamul Bidh bisa dikerjakan seperti puasa pada umumnya. Berikut adalah tata cara melaksanakan puasa Ayyamul Bidh:

    1. Membaca niat puasa Ayyamul Bidh.
    2. Makan sahur, diutamakan melakukannya menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.
    3. Melaksanakan puasa dengan menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan lainnya.
    4. Menjaga diri dari segala hal yang dapat membatalkan pahala puasa, seperti berkata kasar, menggunjing orang, dan perbuatan dosa lainnya.
    5. Segera berbuka puasa saat waktu magrib tiba.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Hari Libur Nasional 2025 dan Cuti Bersama PDF, Maulid Nabi September


    Jakarta

    Hari libur nasional 2025 dan cuti bersama masih tersisa beberapa hari lagi. Terdekat pada 18 Agustus lalu disusul Maulid Nabi pada September.

    Tanggal hari libur nasional dan cuti bersama ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1017/2024, 2/2024, dan 2/2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.


    Berdasarkan SKB tersebut, total ada 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama. Terbaru, pemerintah menambah 1 hari libur nasional pada 18 Agustus 2025. Tambahan ini dalam rangka perayaan HUT ke-80 RI.

    18 Agustus Hari Libur Nasional

    Pengumuman 18 Agustus 2025 sebagai libur nasional disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat (1/8/2025).

    “Ada satu hadiah lagi ini banyak hadiah di bulan kemerdekaan, pemerintah akan menjadikan 18 Agustus 2025 satu hari setelah upacara peringatan dan reformasi pesta rakyat karnaval kemerdekaan, hari Senin tanggal 18 Agustus 2025 sebagai hari yang diliburkan,” kata Juri, dilansir detikNews.

    Dengan demikian, libur nasional pada Agustus 2025 dalam rangka HUT ke-80 RI jatuh pada:

    • Minggu, 17 Agustus 2025
    • Senin, 18 Agustus 2025

    Setelah Agustus, masyarakat Indonesia akan bertemu libur nasional pada September 2025. Libur pada bulan tersebut dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan bertepatan dengan Jumat, 5 September 2025. Artinya bakal ada libur panjang karena bersambung dengan libur akhir pekan.

    Pada Oktober-November 2025 tidak ada jadwal libur nasional dan cuti bersama. Baru pada akhir Desember tepatnya pada 25-26 Desember 2025, masyarakat akan mendapat libur nasional dan cuti bersama Natal.

    Berikut daftar libur nasional 2025 dan cuti bersama selengkapnya:

    Daftar Hari Libur Nasional 2025 dan Cuti Bersama

    • Rabu, 1 Januari: Tahun Baru 2025 Masehi
    • Senin, 27 Januari : Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
    • Rabu, 29 Januari: Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
    • Sabtu, 29 Maret: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
    • Senin-Selasa, 31 Maret-1 April: Idul Fitri 1446 Hijriah
    • Jumat, 18 April: Wafat Yesus Kristus
    • Minggu, 20 April: Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
    • Kamis, 1 Mei: Hari Buruh Internasional
    • Senin, 12 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BЕ
    • Kamis, 29 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
    • Minggu, 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
    • Jumat, 6 Juni: Idul Adha 1446 Hijriah
    • Jumat, 27 Juni: 1 Muharam Tahun Baru Islam 1447 Hijriah
    • Minggu, 17 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan
    • Senin, 18 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan (tambahan)
    • Jumat, 5 September: Maulid Nabi Muhammad SAW
    • Kamis, 25 Desember: Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

    Cuti Bersama 2025

    • Selasa, 28 Januari Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
    • Jumat, 28 Maret: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
    • Rabu, Kamis, Jumat, dan Senin 2, 3, 4, dan 7 April: Idul Fitri 1446 Hijriah
    • Selasa, 13 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BE
    • Jumat, 30 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
    • Senin, 9 Juni: Idul Adha 1446 Hijriah
    • Jumat, 26 Desember: Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

    SKB Hari Libur Nasional 2025 dan Cuti Bersama PDF

    Download hari libur nasional 2025 dan cuti bersama pdf di sini.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • BPKH Salurkan 1.554 Hewan Kurban, Sebagian Diolah Jadi Makanan Siap Saji



    Jakarta

    Pada momen Idul Adha 1445 H/2024 M, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menyelenggarakan program Sedekah Kurban. Total ada 1.554 hewan kurban yang didistribusikan ke seluruh Indonesia.

    Program Sedekah Kurban telah dilakukan oleh BPKH bersama Mitra Kemaslahatan sejak 2020. Tahun ini menjadi kali ke-4 BPKH menjalankan program Sedekah Kurban.

    Sedekah Kurban 1445 H merupakan program inisiasi BPKH yang menghadirkan konsep integrasi program kurban serta pemberdayaan ekonomi umat di bidang peternakan sapi, domba dan kambing.


    Kepala BPKH Fadlul Imansyah berharap program ini dapat membantu masyarakat, khususnya di wilayah terpencil, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana.

    “Momentum Hari Raya Idul Adha menjadi saat yang tepat untuk membantu sesama, program Sedekah Kurban 1445 H ini diharapkan dapat memberikan maslahat bagi umat”, ujar Fadlul dalam keterangannya, Jumat (21/6/2024).

    Pada Idul Adha 1445 H/2024 M, program ini menyalurkan 777 ekor sapi, 777 ekor kambing dan domba ke seluruh Indonesia.

    Untuk menjalankan program ini, BPKH bekerja sama dengan sembilan mitra kemaslahatan yaitu Baznas, LazisNU, DT Peduli, Rumah Zakat, LazisMU, Laz Ummul Quro, Baitul Mal Muamalat, PPPA Daarul Quran, dan Solo Peduli untuk mendistribusikan hewan kurban tersebut.

    Inovasi BPKH dalam Program Sedekah Kurban

    Sedekah Kurban 1445 H mengusung tema “Berkelanjutan” dengan menerapkan beberapa inovasi.

    • Daging Siap Saji

    Sebagian daging kurban diolah menjadi makanan siap saji seperti rendang kaleng dan abon untuk membantu ketahanan pangan di wilayah rawan bencana dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

    • Menggunakan Wadah Ramah Lingkungan

    Proses pembagian daging kurban menggunakan besek bambu atau plastik ramah lingkungan. Tujuannya yakni untuk mengurangi sampah plastik.

    Untuk menjalankan Program Sedekah Kurban ini, BPKH tidak menggunakan dana setoran awal haji, melainkan dari nilai manfaat pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU). Hal ini sesuai dengan UU No. 34 tahun 2014 dan PP No. 5 tahun 2018. Dengan berasaskan prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan, dan akuntabel.

    BPKH berkomitmen untuk menyalurkan nilai manfaat DAU melalui berbagai program kemaslahatan, termasuk Sedekah Kurban. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi umat Islam di seluruh Indonesia.

    Distribusi program kemaslahatan BPKH mencakup berbagai bidang, seperti prasarana ibadah, kesehatan, pelayanan ibadah haji, ekonomi umat, pendidikan, dakwah, sosial keagamaan, dan tanggap bencana.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Tata Cara Khutbah Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha



    Jakarta

    Rasulullah SAW biasa merangkaikan salat Id di dua hari raya, yakni Idul Fitri dan Adha dengan khutbah di setelahnya. Berikut tata cara pelaksanaan khutbah hari raya sesuai sunnah.

    Sayyid Sabiq dalam buku Fiqih Sunnah mengemukakan hukum khutbah hari raya, yakni sunnah. Ia mengambil hadits riwayat Abdullah bin Sa’ib sebagai dalil dasar, yang mana Rasulullah SAW bersabda:

    “Kami sekarang akan menyampaikan khutbah. Barang siapa yang ingin duduk untuk mendengarnya, duduklah, tetapi siapa yang hendak pergi, dia boleh pergi.” (HR Nasa’i, Abu Dawud & Ibnu Majah)


    Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam buku Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah juga menyebut khutbah dua hari raya hukumnya sunnah menurut pendapat sejumlah ulama mazhab, kecuali Malikiyah yang berpemahaman khutbah ini hanya dianjurkan saja, tidak sampai disunnahkan.

    Untuk pelaksanaannya sendiri, khutbah hari raya dilakukan setelah salat Id selesai didirikan. Sebagaimana riwayat Ibnu Umar, ia berkata:

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يُصَلُّوْنَ الْعِيْدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ

    Artinya: “Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar, melaksanakan salat dua Id sebelum khutbah.” (HR Bukhari & Muslim)

    Ibnu Abbas juga meriwayatkan, “Aku pernah keluar (rumah) bersama Rasulullah SAW pada hari Idul Fitri atau Idul Adha, lalu beliau salat dan berkhutbah.”

    Menukil buku Al-Tadzhib fi Adillati Matn Al-Ghayah wa al-Taqrib oleh Musthafa Dib Al-Bugha, misal saja imam atau khatib berkhutbah terlebih dahulu sebelum salat Id karena lupa, maka baginya disunnahkan untuk mengulangi khutbah hari raya setelah salat Id.

    Tata Cara Khutbah Idul Fitri & Idul Adha

    Masih dari buku Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, dijelaskan bahwa rukun khutbah hari raya sama dengan rukun khutbah Jumat. Bedanya hanya terletak pada kalimat pembukanya saja, lantaran khutbah Id dianjurkan untuk dimulai dengan takbir, sedang khutbah Jumat diawali dengan tahmid.

    Khutbah salat Id dilaksanakan dua kali. Sebelum memulainya, khatib ada baiknya agar duduk untuk istirahat (setelah salat). Setelah mengerjakan khutbah pertama, khatib duduk sejenak di antara dua khutbah, seperti pada khutbah Jumat.

    Dalam memulai khutbah juga terdapat bacaan khusus yang dibaca, sesuai riwayat Ubaidillah bin Abddullah, “Yang sunnah pada saat membuka khutbah adalah mengucapkan sembilan takbir terus menerus pada khutbah pertama dan tujuh takbir terus menerus pada khutbah kedua.” (HR Baihaqi)

    Sementara isi khutbahnya sendiri yang dinukil dari buku Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, bahwa mazhab Syafi’i sebagai aliran yang paling banyak dianut masyarakat Indonesia menyatakan, dalam khutbah terdapat 4 rukun isinya yang mesti dipenuhi; bersholawat, berwasiat kepada jamaah yang mendengarkan untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT, membacakan ayat Al-Qur’an, serta memanjatkan doa untuk kaum mukmin.

    Sebagaimana dalam buku Syama’il Rasulullah karya Ahmad Mustafa Mutawalli juga dijelaskan, “Selesai salat (Id), beliau menghadap ke arah jamaah (yang tetap duduk dalam shaf) untuk memberikan nasihat, menyampaikan perintah atau larangan.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Khutbah Jumat Menjelang Idul Adha: Amalan di Bulan Dzulhijjah



    Jakarta

    Idul Adha 2023 ditetapkan pemerintah jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023. Untuk itu, momen salat Jumat minggu ini dapat diisi dengan khutbah Jumat menjelang Idul Adha yang membahas amala-amalan di bulan Dzulhijjah.

    Sejatinya, kurban adalah amalan yang luar biasa pahala dan keutamaannya. Amalan ibadah kurban sendiri sudah dicontohkan pelaksanaannya sedari zaman Nabi Ibrahim AS.

    Untuk menyambut bulan yang istimewa yaitu bulan Dzulhijjah, berikut ini adalah contoh teks khutbah Jumat menjelang Idul Adha seperti dikutip dari laman Balai Diklat Keagamaan (BDK) Kemenag Kanwil Bandung.


    Contoh Teks Khutbah Jumat Menjelang Idul Adha

    Khutbah I

    الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

    أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْاٰنِ: وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Maasyiral muslimin rahimakumullah,

    Selain Ramadan, dalam Islam ada bulan lain yang memiliki keistimewaan, yaitu bulan Dzulhijjah. Keistimewaan bulan Dzulhijjah terletak pada 10 hari pertamanya. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi:

    مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ”. يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ “وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

    Artinya: Tidak ada amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah SWT daripada amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya, “Bukankah jihad di jalan Allah juga termasuk?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak ada jihad di jalan Allah SWT yang lebih dicintai, kecuali jihad seseorang yang berangkat dengan jiwa dan hartanya, tetapi tidak ada yang kembali dengan apa pun.”

    Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Fajr ayat 2:

    وَلَيَالٍ عَشْرٍ.

    Artinya: “Dan demi sepuluh malam.”

    Selain keistimewaan tersebut, terdapat hadits yang menjelaskan tentang amalan yang dicintai oleh Allah SWT. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sayyidina Abdullah ibn Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang amal sholeh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).”

    Hadirin Rahimakumullah,

    Berikut adalah beberapa amalan yang dapat dilakukan umat Islam di bulan Dzulhijjah:

    1. Puasa

    Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah yang sebaiknya dilakukan oleh setiap muslim di bulan Dzulhijjah. Ibadah puasa sebelum Hari Raya Idul Adha, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah.

    صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

    Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

    Selain puasa Arafah, ada beberapa ibadah yang bisa dilakukan oleh muslim di bulan Dzulhijjah. Salah satunya adalah puasa Senin-Kamis yang juga termasuk ibadah sunnah. Terdapat juga pendapat dari beberapa ulama bahwa puasa sunnah dapat dilakukan mulai dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’ jilid 6, “Puasa sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk dalam puasa sunnah.”

    Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab juga memberikan dalil shahih mengenai hukum puasa tersebut. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Hunaidah ibn Khalid dan istri-istri Rasulullah SAW yang menjelaskan,

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, pada hari Asyura (10 Muharam), berpuasa tiga hari setiap bulannya, pada awal bulan di hari Senin dan Kamis.” (HR Abu Daud).

    2. Memperbanyak Dzikir

    Dalam hal memperbanyak takbir dan dzikir, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak takbir dan dzikir di bulan Dzulhijjah, misalnya dengan memanfaatkan momen sebelum salat Idul Adha. Takbir dan dzikir juga dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari.

    وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

    Ibnu Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian kepada Allah pada hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, kemudian mereka bertakbir, dan orang-orang juga ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali juga bertakbir setelah salat sunnah. (HR Bukhari)

    3. Menunaikan Haji dan Umrah

    Bagi mereka yang mampu, ibadah haji dan umrah dapat dilakukan di bulan Dzulhijjah. Haji adalah ibadah yang wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi yang mampu melakukannya. Keutamaan haji dijelaskan dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW,

    سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ

    Artinya: Rasulullah SAW ditanya, “Amalan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.” Kemudian ditanya lagi, “Apa lagi setelah itu?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah SWT.” Ditanya lagi, “Apa lagi setelah itu?” Beliau menjawab, “Haji yang mabrur.” (HR Bukhari)

    Ibadah umrah juga dijelaskan dapat menghapus kefakiran dan dosa, “Ikutilah antara haji dan umrah, karena keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api memurnikan besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR An Nasa’i)

    4. Kurban

    Ibadah kurban sebaiknya dilakukan oleh setiap muslim yang mampu di bulan Dzulhijjah saat perayaan Idul Adha. Dalam hadits dijelaskan, kurban adalah salah satu amalan yang dicintai Allah SWT.

    عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا »

    Artinya: Dijelaskan Aisyah, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai Allah SWT dibandingkan mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridho) Allah SWT sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR Tirmidzi)

    5. Taubat

    Sebagai tempatnya salah, manusia tidak bisa lepas dari dosa dalam tiap kesempatan. Allah SWT telah membuka kesempatan taubat bagi tiap hamba-Nya yang berharap pengampunan dari Allah SWT.

    قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

    Artinya: “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap padaKu, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangiKu dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangiMu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi).

    6. Salat

    Periode sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan semangat dan melaksanakan salat dengan penuh dedikasi. Salah satu jenis salat yang istimewa adalah salat pada hari raya Idul Adha. Dalam surah Al-Kautsar, kita diperintahkan untuk melaksanakan salat Idul Adha pada hari tersebut.

    7. Meningkatkan Amal Sholeh Lain

    Selain itu, sebagai muslim, disarankan untuk meningkatkan amal sholeh lainnya di bulan Dzulhijjah. Beberapa amalan yang dapat ditingkatkan antara lain salat sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan menjalin tali silaturahmi. Ketika melaksanakan amal sholeh, jangan lupa untuk selalu berdoa agar Allah senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan kepada diri kita.

    أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

    Khutbah II

    اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

    Demikian contoh teks khutbah Jumat menjelang Idul Adha yang dapat diaplikasikan muslim. Semoga bermanfaat.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Teks Lengkap Khutbah Wukuf 2023: Padang Arafah, Padang Ma’rifat



    Jakarta

    Sesuai keputusan pemerintah Arab Saudi, pada Selasa, 27 Juni 2023 atau 9 Dzulhijjah, jemaah haji Indonesia dan seluruh dunia akan menjalani prosesi wukuf di Arafah. Khutbah wukuf dijadwalkan pada pukul 12.30 – 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

    Isi khutbah wukuf Arafah 2023 mengusung tema, “Padang Arafah, Padang Ma’rifat, Sajadah Berhampar Berkah.”

    Khutbah wukuf 2023 dibacakan oleh Habib Ali Hasan Al-Bahar, Lc, Ma. Berikut ini isi lengkap khutbah wukuf Arafah 2023 seperti dikutip dari teks publikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2023, Selasa (27/6/2023).


    Isi Lengkap Khutbah Wukuf di Arafah 2023

    Khutbah Pertama

    الحمد لله الملك المعبود
    الرحيمه الودودهو الكريمه المقصود القائل ف كتابه و شاهد و
    ُ مشهود ثمه الصالة و السالم عىل من بوجوده جد و الوجود و
    سعد الوجود و تحقق أسىم معان الوجود سيدنا محمد
    صاحب المقام المحمود و اللواء المعقود والحوض المورود
    و عىل آله و صحبه ذوي الكرم والجود ومن تبعهمه بإحسان
    اىل يوم الخلوده
    والحمد لله وحده صدق وعده ونرص عبده وأعز جنده و
    هزم األحزاب وحده

    أ وصيكمه و نف بتقوى هللا فقد فاز المتقون

    لبيك اللهمه لبيك لبيك لا شر يك لك لبيك إن الحمد و النعمة
    لك والملك لا شر يك لك

    Jemaah wukuf, jemaah haji, para tamu Allah yang dimuliakan oleh Allah SWT,

    Ribuan tahun silam, Nabi Ibrahim AS diperintahkan untuk mengumandangkan panggilan haji. Beliau mengatakan, “Suara saya tidak bisa sampai kepada mereka.” Allah mengatakan kepada Ibrahim, “Cukup bagimu memanggil dan Aku yang akan menyampaikan dari atas Bukit Jabal Abi Qubais.”

    Beliau mengumandangkan panggilan haji. Dikatakan, siapapun yang akan menjadi jamaah haji semenjak masih berbentuk janin di rahim ibunya, sudah mengucapkan talbiyah setiap datang bulan Dzulhijjah.

    وأذ ن ف الناس بالحج يأتوك رجاال وعىل كل ضامر يأتين من
    كل فج عميق …

    لبيك اللهمه لبيك …

    Jemaah wukuf, jemaah haji yang dimuliakan oleh Allah SWT,

    Suku Quraisy, suku yang disebut namanya dalam Al-Qur’an dan menjadi salah satu nama surat dalam Al-Qur’an. Suku yang paling dekat dengan Ka’bah, paling melayani Ka’bah, paling dekat dan paling melayani dan memperhatikan tamu-tamu Allah. Sungguh mendapatkan keberkahan karena melayani Tanah Suci dan para tamu Allah SWT.

    Kerajaan Arab Saudi sebagai tuan rumah, pelayan Dua Tanah Suci, pelayan tamu-tamu Allah SWT semua kemampuan telah dicurahkan untuk memastikan pelayanan terhadap tamu-tamu Allah dipersembahkan dengan baik… Terima kasih pada Kerajaan Arab Saudi Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman dan masyarakat Arab Saudi … Telah mengukir sejarah dalam pelayanan terhadap dua Tanah Suci dan terhadap para tamu Allah SWT.

    Jemaah haji yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala,

    Tidak boleh kita lupa…. Peranan pemerintah Indonesia yang memberikan perhatian istimewa terhadap jemaah haji, terutama pada tahun Ini yang mengambil tema: haji ramah lansia, tentu akan menjadi penyebab datangnya berkah yang berlimpah untuk penanggung jawab tertinggi, sampai semua lapisan yang membantu.

    Dalam salah satu riwayat dikatakan,

    ما أَكْرَم شَابٌ شَيْخاً لِسِنّهِ إِلا قَيَّضَ اللَّه لَهُ مَنْ يُكْرِمُهُ عِنْد سِنّه] .«رواه»[الترمذي

    “Seorang pemuda(i) tidak memuliakan orang yang lebih tua karena umurnya, kecuali Allah akan memastikan baginya orang lain yang akan memuliakannya ketika sudah tua,”

    Jemaah haji para tamu Allah yang mulia,

    Memang perjalanan haji adalah perjalanan yang sangat luar biasa….

    Ibrahim bin Adham tokoh sufi kenamaan, ketika berangkat haji dengan berjalan kaki. Beliau menjumpai seorang yang kedua kakinya terputus dan berjalan dengan mengesot.

    IImam Ibrahim Bin Adham melihat orang tersebut beliau penuh iba…Lalu orang tersebu bertanya kepada Ibrahim bin Adham, dari manakah asalmu? “Dari Iraq,” jawab Ibrahim bin Adham.

    Berapa lama kamu menempuh perjalanan dari Iraq ke Tanah Suci? Beliau mengatakan 3 bulan. Lalu si orang yang berkebutuhan khusus itu mengatakan, “Berarti setiap tahun kamu haji?” Kemudian Ibrahim bin Adham bertanya kalau kamu berapa lama menemput perjalan menuju tanah suci?

    Beliau menjawab: “Aku berpisah dengan keluargaku 5 tahun yang lalu.” Luar biasa dalam keadaan berkebutuhan khusus, berjalan dengan cara mengesot. Lima tahun waktu yang ditempuh untuk sampai ke Tanah Suci.

    Haji bisa juga bermakna hujjah yang berarti bukti… Perjalanan haji adalah bukti pencarian ridho dari hakikat cinta kita….

    Cinta dan penghambaan kepada Allah SWT, siap meninggalkan Tanah Air meninggalkan keluarga, meninggalkan semua yang selalu melekat dan membuat kita berbeda… Semua kita tinggalkan sebagai bukti cinta dan penghambaan kepada Allah SWT.

    Di Padang Arafah, padang yang mengantar untuk ma’rifat untuk mengingat dan mengenal jati diri…

    Nabi Adam AS setelah diturunkan dari surga dengan penuh kesadaran… Wukuf/berhenti dengan merenung yang dalam… terus mengucapkan,

    رب ظلمنا أنفسنا وإنه لمه تغفر لنا و ترحمنا لنكونن من الخاشين

    Artinya: “Wahai Tuhan kami kami telah mendzalimi diri kami jika Engkau tidak memaafkan kami dan tidak merahmati kami, maka kami benar-benar termasuk orang yang merugi.”

    Nabi Ibrahim AS, bapak para nabi dan rasul, bapak tauhid. Haji adalah napak tilas dari keteladan beliau dan keluarga Beliau. Beliau adalah ayah yang semua ayah wajib tauladan kepada beliau… Di padang Arafah mendapatkan kalimat yang diuji kepada beliau…. Beliau berhasil meraih kesuksesan dengan diangkat sebagai imam.

    Holy Quran 2:124
    ——————

    وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ

    Lanjutan khutbah wukuf di Arafah 2023, klik selanjutnya >>

    Nabi Muhhamad SAW dalam haji perpisahan (haji wada) menyampaikan pesan-pesan begitu istimewa dari Jabal Rahmah. Ya dari Jabal Rahmah. Bukti kasih sayang pada hari Arafah…. hari Arafah adalah:

    يوم عرفة يوم الرحمن يوم المعرفة والعرفان

    Di hadapan beliau tidak kurang 100 ribu sahabat yang mulia Radiyallah Anhum wa Ardhohum, para sahabat yang mengelilingi Beliau laksana bintang-bintang yang indah.

    Dalam kesempatan itu Nabi Muhammad menyampaikan nilai-nilai kesetaraan, yang jauh mendahului Piagam PBB: “Semua kamu dari Adam dan Adam berasal dari tanah…”

    “Tidak ada kemulian bagi orang Arab atas Non Arab (ajam) kecuali hanya karena ketaqwaannya tidak ada kemuliaan bagi yang berkulit putih atas yang bekulit hitam kecuali hanya karena ketaqwaan.

    (13: إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ] (الحجرات

    وقف النبي -صلى الله عليه وسلم – ينادي : يا أبا بكر، يا قرشي يا سيد، أنتَ وبلال الحبشي أخوان، لا فرق بينكما عند الله إلا بالتقوى، وقف هناك يقول : يا عمر يا أبا حفص، يا فاروق الإسلام أنتَ وصهيب الرومي أخوان، وقف هناك . يقول : يا علي أنتَ وسلمانالفارسيأخوان

    Beliau SAW berdiri dan memanggil, “Wahai Abu Bakar, Wahai orang Quraisy, Wahai pemimpin, kamu dan bilal yang berasal dari Ethiopia adalah saudara tidak ada perbedaan di antara kamu berdua, kecuali dalam ketaqwaan.”

    Beliau SAW juga berdiri disana mengatakan, “Wahai Umar Abu Hafsh Wahai Faruq (pemisah antara yang hak dengan yang bathil, kamu dan shuhaib alrumi (berdarah romawi) adalah bersaudara.”

    Beliau juga berdiri di sana mengatakan: “Wahai Ali dan Salman Alfarisi (berdarah Persia) adalah saudara.”

    Padang Arafah menjadi saksi dihapusnya segala bentuk diskriminasi yang berarti telah mendahului piagam PBB ratusan tahun.

    Dari Padang Arafah beliau mengumumkan bahwa praktik ekonomi yang dzalim berupa riba’ rentan. Beliau mengumumkan dengan tegas bahwa praktek ekonomi yang buruk itu telah dihapus dan praktek riba yang secara lantang beliau nyatakan telah dihapus adalah riba yang dilakukan oleh paman beliau Sayyidina Abbas RA.

    Ini menandakan bahwa beliau menjadikan keluarga beliau sebagai teladan. Beliau tegas mengingatkan tentang wanita harus diposisikan sebagaimana semestinya sebagai ciptaan Allah SWT yang mulia dan saudara kandung bagi laki-laki.

    Jamaah wukuf yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala,

    Hari Arofah Hari Rahman…. hati kasih sayang Allah yang Maha Penyayang.

    Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

    ( ما من يوم أكت من أن يعتق هللا فيه عبداه من النار م
    عرفة ، وإنه ليدنو ثمه يبا بهمه المالئكة فيقول :ما أراد
    هؤالء ؟ )

    “Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan seorang hamba pada hari itu dari neraka selain hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat kemudian membangga-banggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berkata, ‘Apa yang mereka inginkan?’”

    Dari Ibnu ‘Umar bahwasanya Nabi SAW bersabda,

    إن الله تعالى يباهي ملائكته عشية عرفة بأهل عرفة ) فيقول : انظروا إلى عباديأتونيشعثاغبرا )

    “Sesungguhnya Allah ta’ala membangga-banggakan penduduk Arafah kepada para malaikat-Nya ketika sore hari, lalu Allah berfirman: Lihatlah kepada hamba-hamba-Ku mereka datang dalam kondisi lusuh dan berdebu.” (HR Ahmad)

    إن الله – تعالى – تطوّل – أي تفضل – عَلَى أَهْلِ عَرَفة يُبَاهِي بهم الْمَلَائِكَةَ يَقُولُ : يَا مَلَائِكَتِي ، انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْنًا ، غُبْرًا أَقْبَلُوا يَضْرِبُونَ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ، فأشهدكم أَنِّي قَدْ أَجَبْتُ دَعَاءَهُمْ ، وَشَفَعْتُ رَغْبَتَهُمْ ، وَوَهَبْتُ مُسِينَهُمْ لِمُحْسِنِهِمْ ، وَأَعْطَيْتُ مُحْسِنِيهُمْ جَمِيعَ مَا سَأَلُونِي غَيْرَ التَّبِعَاتِ الَّتِيبَيْنَهُمْ رواه أبو يعلى

    Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman: “Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan doa mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka.”

    Hari Arafah adalah hari yang paling sulit bagi setan… dia menjadi sangat kecil lemah hina dina di hari Arafah

    ا رؤى الشيطان يوما هو فيه أصغر ولا ادحر ولا أحقر ولا أغيظ منه في يوم عرفة وما ذاك الا لما رأى من تنزل الرحمة الذنوب العظام . رواه الإمام مالكعنالله.وتجاوز

    Artinya: “Tidak ada hari di mana setan nampak lebih kerdil, terusir, dan marah melebihi di hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar.” (HR Imam Malik)

    Siapa yang tidak yakin dengan wukuf, dosa-dosanya diampuni, maka dia adalah orang yang sengsara.

    إذاه كان يوم عرفة لمه يبق أحد ف قلبه ذرة من إيمان إال غفر
    له .فقيل :يا رسول هللا المعروف خاصة؟ أي – لمن وقف
    ف عرفة خاصة – أم للناس عامة؟ قال :بل للناس عامة
    رواه أبو داود

    Artinya: “Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia?” Rasulullah menjawab: “Untuk semua manusia.” (HR Abu Daud)

    Lanjutan khutbah wukuf di Arafah 2023, klik selanjutnya >>

    Doa terbaik adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah

    خير الدعاء دعاء يوم عرفة، وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . رواه الإمام مالك

    Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga para nabi sebelumku adalah: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya).” (HR Imam Malik)

    Jamaah Haji yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala,

    Dikisahkan pada masa Nabi Musa, seorang wanita meminta Nabi Musa AS, mendoakannya agar bisa memiliki anak. Lalu Nabi Musa meminta kepada Allah SWT. Lalu Allah menjawab bahwa Allah tidak akan memberikan kepada wanita itu keturunan.

    Lalu Nabi Musa menyampaikan kepada wanita tersebut dan ditawarkan oleh Nabi Musa AS untuk meminta hajat yang lain saja. Wanita tersebut terus meminta kepada Nabi Musa AS dan Nabi Musa menyampaikan jawaban yang sama. Lama wanita itu tidak terlihat. Setelah sekian lama, Nabi Musa melihat wanita tersebut sedang menggendong bayi, lalu Nabi Musa bertanya kepada Allah,

    “Bagaimana wanita tersebut bisa memiliki anak, sementara Engkau menyampaikan bahwa Engkau tidak akan mengaruniakan kepadanya anak.” Allah menjawab: “Wahai Musa, wanita itu tidak berhenti memanggil-manggil Nama-Ku dan meminta, tidak berhenti dia meminta. Aku pantang menolak orang yang terus meminta kepada-Ku.”

    Untuk umat Nabi Musa bisa mendapatkan pengkabulan. Doa seperti itu, apalagi untuk Umat Nabi Muhammad, pasti akan mendapatkan yang lebih.

    Hari Arafah, hari dikabulkan semua doa…

    Jamaah wukuf jamaah haji yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala

    Jangan sampai dosa kita, kita anggap lebih besar dari pengampunan Allah SWT. Pada masa Nabi Musa AS dikatakan bahwa doa mereka tidak diterima karena ada di tengah tengah mereka seorang yang bermaksiat sudah 40 tahun dan belum taubat. Lalu Nabi Musa dengan lantang mengatakan siapa di antara kamu yang bermaksiat sampai 40 tahun belum taubat, menjadi penyebab doa kita tidak dikabulkan.

    Semua menunduk, si pelaku maksiat 40 tahun itu di dalam hatinya mengatakan: “Ya Allah Ampunilah Aku…tutupilah aibku… aku bertaubat kepada-Mu Ya Allah.”

    Nabi Musa memaksa untuk mengaku. Namun tidak ada yang mengaku. Lalu Nabi Musa mengatakan kepada Allah: “Ya Allah, tidak ada yang mengaku, beritahukan kepadaku siapa orangnya.”

    Allah mengatakan kepada Nabi Musa: “40 tahun dia dalam keadaan maksiat dan aku tutupi. Apakah sekarang dia sudah bertaubat lalu aku buka aibnya? Itu tidak mungkin wahai Musa.”

    Nabi Ibrahim AS berdoa untuk tanah yang Beliau berada di situ…

    واجعل هذاه البلد آمنا

    Ya Allah balaslah pencarian ridho kami terhadap kasih sayang-Mu
    ya Allah Ampunilah dosa kami.

    yang belum kami akui dan yang belum kami ingat.
    Kami datang ke Arafah hanya bermodalkan tetesan air mata.
    Ya Allah limpahkan keridhaan-Mu.
    Ya Allah Ridhoilah semua yang datang ke Padang Arafah.
    Jangan putuskan kami dari nikmat keberkahan Hari Arafah.
    Janji ampunan dan engkau memberikan kepada kami ridho-Mu.
    Ya Allah aku tawakkalkan kedaulatan negeri kami yang dinamakan oleh para pendiri bangsa dengan nama Republik Indonesia dan kedaulatan bangsanya di atas segala kuasa-Mu.

    Ya Allah kami tawakkalkan kedaulatan bangsa kami di atas kedaulatan-Mu.
    Ya Allah dibawah terik matahari padang Arafah ini, aku munajatkan kesejukan hati dan pikiran bagi para pemimpin bangsaku.

    Ya Allah berkahi rasa kecukupan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.
    Ya Allah berikanlah Indonesia, bukalah pemikiran dan tadjid baru bagi para ulama kami senantiasa membimbing umat kami dan sekalian Rakyat Indonesia menuju jalannya pencerahan agama dan pencerahan konstitusi.

    Ya Allah, selimutilah rakyat kami dengan selimut yang berwujud kedamaian. Damaikanlah hati para pemimpin kami di Indonesia, dan damaikanlah dunia ini dari segala bentuk perpecahan.

    Ya Allah, kami memandang bumi-Mu dengan pandangan masjid sehingga kami semangat dalam berikhtiyar, menempuh jalan-jalan kebaikan sesuai dengan syariat yang diterima oleh Nabi Muhammad dan diterima oleh ulama kami.

    Ya Allah teguhkan hati kami, hati rakyat Indonesia dalam semangat keteguhan mencintai bangsa kami dan negara kami, sesuai tuntunan. Hubbul wathan minal iman.

    Ya Allah, lapangkanlah rezeki bagi rakyat Indonesia dan seluruh umat Islam di seluruh belahan dunia. Lapangkanlah kemudahan sebagaimana Engkau telah mentakdirkan Arafah sebagai tanah yang lapang menampung seluruh umat Islam sebagai bukti Hujjah (bukti) haji.

    sebagaimana Rosulullah bersabda:

    الحج عرفةه

    Haji adalah Arafah

    Lapangkanlah kehidupan bangsa Indonesia sebagaimana engkau lapangkan padang Arafah

    Holy Quran 39:73
    ——————

    وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ

    Khutbah Kedua

    الحمد لله الذي لا تنحصر أفراده بتعداد ولا يمل تكراره بكثرة ترداد ثم الصلاة والسلام على سيدنا محمد أفضل الخلق وسيد العباد و على آله الطيبين الطاهرين وأصحابه الغر الميامين و من تبعهم بإحسان الى يوم التناد

    أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون

    اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

    إن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه و ثنّى بملائكته المسبحة بقدسه وثلث بكم أيها المؤمنون من بريته جنه و إنسه فقال تعالى : إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليهوسلّمواتسليم

    اللهم صلَّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِينَ

    إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    ورضي ا الله تعالى عن سادتنا أبي بكر وعمر و عثمان و على وعن بقية الصحابة و القرابة أجمعين

    رب أنزلني منزلا مباركا وأنت خير المنزلين رب اجعلني مقيم الصلاة ومن ذريتي ربناوتقبلالدعاء

    اللهم أنت السلام ومنك السلام فحينا ربنا بالسلام و حتي بلادنا اندونيسيا بالسلام و السلامة

    اللهم بحق سورة قريش و أسرار سورة قريش و أنوار سورة قريش وبهداية سورة قريش وبتوفيق سورة قريش و بمعونة سورة قريش ويبرحمة سورة قريش و ببركة سورة فريش و وبحق سيد العرب والعجم سيدنا محمردصلىاللهعلي وسلم

    (rah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Teks Khutbah Idul Adha 2023: Keutamaan Ibadah Kurban



    Jakarta

    Pemerintah menetapkan Idul Adha 2023 jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023. Umat Islam akan mengamalkan salat Idul Adha (Id) yang diikuti dengan khutbah. Berikut salah satu contoh teks khutbah yang dapat dijadikan referensi.

    Mayoritas ulama menyatakan bahwa melaksanakan khutbah setelah salat Id merupakan sunnah. Dalam hal ini, khutbah bukanlah salah satu rukun atau kewajiban, tetapi disarankan untuk dilakukan.

    Berikut ini adalah contoh teks khutbah Idul Adha 2023 yang dinukil dari Kumpulan Naskah Khutbah susunan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI).


    Contoh Teks Khutbah Idul Adha 2023

    Khutbah Pertama

    اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ.

    اْلحَمْدُ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنسْتغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ هَذَا الرَّسُوْلِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَمَّا بَعْدُ:

    فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

    Bacaan latin: Allaahu Akbar (x9) walillaahil-hamdu.

    Alhamdullilahi nahmaduhu wa nastaii’nuhu wa nastaghfiruhu wa nauu’dzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi`aati a’maalinaa man yahdillahu falaa mudhillalahu, wa man yudhlil falaa haadiyalahuu.

    Asyhadu an laaillaaha illallahu wahdahu laa syariika lahuu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.

    Allahumma shalli wasallim ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin haadzaar-rasuulil-kariimi wa ‘alaa aalihi wa ashaabihi. Ammaa ba’d

    Fayaa ‘ibaadallah, uushiikum wanafsii bitaqwallaahi faqad faazal-muttaquun

    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar wa lillaahil-hamd.

    Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah

    Marilah kita bersama sama bersyukur dengan senantiasa menyadari, bahwa Allah telah banyak melimpahkan rahmat-Nya kepada kita, banyak teramat banyak, sehingga kita takkan mampu menghitungnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surah An Nahl ayat 18,

    وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

    Artinya: Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi maha Penyayang.

    Dari firman Allah di atas jelaslah bahwa Allah telah memberikan nikmat-Nya kepada kita yang teramat banyak, yang tak mungkin kita mampu menghitungnya. Karena sesungguhnya apa yang kita nikmati, kita rasakan dan dapatkan dalam hidup ini semuanya adalah rahmat Allah. Sekalipun demikian ternyata kebanyakan di antara manusia termasuk orang yang tidak mau bersyukur. Sebagaimana diterangkan dalam firman Allah surah Al Baqarah ayat 243.

    إِنَّ اللهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

    Artinya: Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

    Padahal bagi yang bersyukur, Allah berjanji akan melipat gandakan kenikmatan yang disyukurinya Sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Ibrahim ayat 7,

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

    Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu kamu menginkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku amat pedih.

    Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kita. Terlebih dalam kesempatan hari ini, kita umat islam merayakan idul adha. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi junjungan kita Muhammad SAW yang telah memberikan suri tauladan utama untuk selalu kita tiru agar kita bisa menjadi manusia yang selamat dunia akhirat.

    الله أكبر الله أكبر لا اله الا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

    Hadirin sidang salat Idul Adha yang dimuliakan Allah,

    Saat ini jemaah haji dari seluruh penjuru dunia sedang menyelesaikan manasik haji di Tanah Suci. Setelah menyelesaikan wukuf di Arafah, mereka menuju ke Mina untuk mabit dan melempar jumrah.

    Semoga haji mereka mabrur dan kembali ke daerah dan keluarganya masing-masing dengan selamat. Kepulangannya ke Tanah Air membawa bangsa ini semakin religius.

    Bagi yang tidak menjalankan ibadah haji, maka ibadah utama pada hari Idul Adha ini adalah menyembelih binatang kurban. Rasulullah SAW menekankan kepada umatnya yang mampu untuk menyembelih binatang kurban dengan sabdanya,

    من كان له سعة ولم يضح فلا يقربن مصلا نا

    Artinya: “Barang siapa mempunyai kemampuan berkurban, tetapi tidak melakukannya, maka janganlah mendekat tempat salatku.” (HR Ahmad ibn Majah dari Abi Huarairah)

    Syariah kurban tidak bisa dilepasakan dari peristiwa pada zaman Nabi Ibrahim dan Ismail. Perintah kurban yang diterima Nabi Ibrahim diterangkan di dalam surah Ash-Saffat ayat 102,

    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

    Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar.”

    Nabi Ibrahim AS adalah nabi yang mendapat sebutan abul ambiya bapaknya para nabi). Dalam Idul adha ini kita meneladani pengalaman dan pengalaman keluarga Ibrahim yang penuh dengan cobaan, pengorbanan, ketabahan dan keikhlasan.

    Ibrahim amat merindukan hadimya anak sebagai keturunannya. Dan setelah anak itu diberikan oleh Allah, diujilah Ibrahim, akankah kecintaannya kepada Allah terkalahkan oleh cintanya kepada anak yang lama ia nantikan itu? Ternyata tidak. Ibrahim lulus dari ujian Allah yang berat.

    Mudah-mudah kita mampu meneladani keluarga Ibrahim. Sebagai orang tua menjadi orang tua yang baik. Yang senantiasa mendidik keimanan kepada anak anak kita, sehingga menjadi anak yang beraqidah Islam dengan kokoh.

    Tidak akan kita biarkan anak-anak kita tercemari oleh ajaran-ajaran yang menjauhkan kita dari hidayah Allah. Kita akan didik anak-anak kita menjadi anak yang sholeh, anak yang pintar dan berbudi pekerti luhur serta menjadi generasi penerus yang mampu membawa kemajuan umat dan bangsa kita tercinta. Sebagai bagian dari ikhtiar dan ibadah kita kepada Allah SWT.

    الله أكبر الله أكبر لا اله الا الله والله أكبر الله اكبر و الله الحمد

    Hadirin sidang salat Idul Adha yang dimuliakan Allah,

    Kita prihatin, sebagian dari saudara kita masih berada dalam kemiskinan. Kesejahteraan yang menjadi salah satu cita cita berdirinya bangsa ini belum bisa mereka dapatkan. Yang lebih memprihatinkan adalah runtuhnya moral sebagian warga bangsa ini.

    Di tengah penderitaan rakyat miskin, triliunan uang negara dikorupsi oleh para pejabat yang seharusnya membangun kesejahteraan negeri ini. Korupsi telah terjadi di semua lini. Bahkan korupsi dilakukan bersamaan, atau orang sering menyebut korupsi berjamaah.

    Di samping itu, semakin meningkatnya kasus kriminalitas, pornografi, narkoba dan bentuk kemaksiatan lain. Bahkan penyalahgunaan narkoba telah sampai pada kondisi darurat, dan benar benar mengancam masa depan bangsa.

    Untuk menyelesaikan problem bangsa yang pelik ini tentunya bukan pekerjaan yang mudah. Sudah barang tentu kita membutuhkan anak bangsa yang rela mengorbankan waktu dan tenaganya untuk kemajuan bangsa.

    Kita butuh generasi yang unggul dan hebat, generasi yang mencintai Allah dan tunduk terhadap aturan-Nya, karena hanya dengan kembali kepada aturan hidup Allah, segala problem yang kita hadapi tersebaut dapat terurai dengan baik. Dan contoh itu bisa kita temui pada pribadi Nabi Ibrahim dan Ismail putranya. Inilah saatnya kita meneladani dengan benar pribadi mulia itu. Salah satunya dengan mengahayati syariat berkurban.

    الله أكبر الله أكبر لا اله الا الله والله أكبر الله اكبر و الله الحمد

    Hadirin sidang salat Idul Adha yang dimuliakan Allah,

    Perlu diketahui bahwa ibadah kurban yang kita lakukan sesungguhnya memiliki dua dimensi, yang merupakan sebuah wujud dari hubungan baik kita kepada Allah SWT dan hubungan baik kita kepada sesama manusia sekaligus sebagai rasa syukur kita atas nikmat yang Allah SWT limpahkan kepada kita, dimensi tersebut yaitu:

    Pertama adalah ibadah yang bersifat vertikal, semata-mata berbakti kepada Allah dan hanya mengharapkan keridhaan Allah SWT. Bahwa hanya iklhas karena Allah kurban itu dilakukan.

    Kurban juga sebagai perwujudan tauhid, mencintai Allah diatas cinta kepada yang lain, melebihi cintanya kepada keluarga dan harta benda yang ia miliki. Melebihi cintanya kepada jabatan dan seluruh fasilitas yang didapatkan selama ini. Dan keikhlasan berkurban karena kecintaan kepada Allah itulah yang menentukan kurban kita diterima atau tidak, Sebagaimana dijelaskan dalam dalam firman-Nya surah Al-Hajj ayat 37,

    لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

    Artinya: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah- Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

    Kedua adalah ibadah yang bersifat horizontal, yakni menyantuni para dhua’afa melalui pembagian daging kurban tanpa membeda-bedakan agama, suku dan golongan. Kurban merupakan wujud nyata dari upaya orang yang mampu untuk membantu kesejahteraan sesama. Bahwa seseorang tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri.

    Tetapi dalam hidup ini ada peran kehidupan yang kita lakukan untuk orang dan untuk menolong orang. Semangat rela berkurban seperti inilah yang seharusnya selalu ada disetiap anak negeri ini, terlebih pada diri para pemimpin bangsa. Apabila para pemimpin telah memiliki jiwa rela berkurban untung kepentingan rakyat yang dipimpinnya, niscaya ia tidak akan berlaku korup, menggasak uang negara untuk kepentingan dirinya.

    Ketika orang yang mampu dan memiliki harta berlebih telah memiliki semangat berkurban, semangat menolong penderitaan saudaranya, maka kesejahteraan sesama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupnya. la sadar bahwa menolong sesama adalah wujud ibadah yang sangat tinggi nilainya di mata Allah SWT. Menolong sesama sebagai perwujudan amal sholeh dari iman yang telah tertanam dengan kokoh.

    Oleh karena itu marilah semangat berkurban dan menolong sesamanya ini senantiasa menjadi sikap hidup kita. Bahwa menjaga iman dengan menegakkan tauhid harus juga diikuti dengan kepedulian kita terhadap penderitaan sesama.

    Bangsa ini memiliki orang-orang besar yang karya dan pengorbanannya telah dirasakan manfaatnya oleh umat dan bangsa ini. oleh karena itu marilah kita senantiasa berjuang agar dalam hidup kita selalu melakukan kebaikan, memberikan manfaat kepada lingkungan kita, kepada siapapun yang bergaul dengan kita.

    Hidup kita ini hanya sekali, harus menjadi hidup yang berarti. Bukan hanya bagi kita sendiri, tapi juga untuk orang lain, untuk umat dan Bangsa di sinilah pengorbanan itu selalu dibutuhkan. Sebagaimana sabda Rasulullah SWT yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya.

    Selanjutnya kami berpesan bahwa meskipun pandemi COVID-19 telah berakhir, marilah kita tetap selalu menjaga kesehatan. Jangan lengah terutama agar kita selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan karena hal itu juga merupakan gambaran dari iman kita.

    Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah semoga kira senantiasa diberi taufik dan hidayah, sehingga di dalam menghadapi hidup yang semakin kompleks ini kita tetap menjalani dengan benar. Semoga bangsa tercinta ini tetap kokoh, lepas dari bencana dan musibah selalu dalam naungan ridho Allah SWT menjadi bangsa yang terlukis dalam Al-Qur’an sebagai baldatun toyyibatun warobbun ghofur, aamiin yaa robbalalamiin.

    بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ . فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيمُ.

    Khutbah Kedua

    اللَّهُ أَكْبَرُ (۷) اللهُ أَكْبَرْ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ ِللَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَ أصيلاً, لا إله إلا الله واللهُ أَكْبَرِ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ.

    أَلْحَمْدُ للهِ عَلَى احْسَانِهِ وَالشَّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي الى رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيرًا اَمَّا بَعْدُ : فَيا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوالله فِيْمَا آمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَيَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ, وَثَنَى بِمَلا يُكَتِهِ بِقُدْسِهِ

    وَقَالَ تَعَالَى : إِنَّ اللهَ وَمَلا يُكْتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلّمُوا تَسْلِيمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيائِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ

    اللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍ

    اللَّهُمَّ أَلِفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيْمَان وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلَا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيمٌ . رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الخَاسِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ سَلَّمْ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَ سَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدِ اللَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ.

    Demikian contoh teks khutbah Idul Adha 2023 tentang keutamaan ibadah kurban. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan referensi dalam mengisi khutbah salat Id mendatang.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com