Tag: ielts

  • Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP, Siapkan dari Sekarang!


    Jakarta

    Jelang pembukaan pendaftaran beasiswa LPDP 2025, detikers dapat menyiapkan dokumen persyaratan. Secara umum, beasiswa LPDP mensyaratkan ijazah pendidikan tinggi tingkat sebelumnya dan komitmen untuk kembali ke Tanah Air.

    Sejumlah jenis beasiswa LPDP tidak mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris atau TOEFL. Simak selengkapnya di bawah ini.

    Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP

    Dokumen yang perlu disiapkan untuk pendaftaran beasiswa LPDP berbeda-beda sesuai jenisnya. Simak rinciannya di bawah ini.


    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Reguler

    Beasiswa LPDP Reguler adalah beasiswa LPDP untuk kuliah magister dan doktor di dalam dan luar negeri. Berikut dokumen pendaftarannya:

    • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Hasil scan (pindai) ijazah S1/S2 asli atau legalisir, atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
    • Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi)
    • Hasil scan transkrip nilai S1/S2, bukan transkrip profesi
    • Dokumen penyetaraan ijazah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) atau Kementerian Agama (Kemenag), atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah
    • Dokumen konversi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari Kemendikbudristek/Kementerian Agama, atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK
    • Dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dariETS,PTE Academic, atauIELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal:
      • Magister dalam negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
      • Magister luar negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
      • Doktor dalam negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
      • Doktor luar negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0.
    • Letter of Acceptance (LoA) Unconditional atas perguruan tinggi dan prodi tujuan yang masih berlaku
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat yang terbit paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Bagi pendaftar PNS/TNI/Polri, sertakan juga surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM
      Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia sepanjang 1.500-2.000 kata
    • Khusus pelamar program doktor, sertakan juga proposal penelitian 1.500-2.000 kata meliputi:
      • Judul penelitian
      • Latar belakang
      • Perumusan masalah
      • Pertanyaan atau tujuan penelitian
      • Kelogisan
      • Metode dan desain
      • Signifikansi/manfaat
      • Kesimpulan dan saran
      • Daftar pustaka

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP PTUD

    Beasiswa LPDP Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) adalah beasiswa umum LPDP untuk WNI yang sudah mendapat Letter of Admission/Acceptance dari salah satu Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) LPDP untuk kuliah program magister atau doktor. Berikut syarat dokumennya:

    • KTP
    • Hasil scan (pindai) ijazah S1/S2 asli atau legalisir, atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
    • Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi)
    • Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek atau Kemenag, atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah
    • Dokumen konversi IPK dari Kemendikbudristek/Kementerian Agama, atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK
    • Dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal:
      • Magister luar negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
      • Doktor luar negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0.
    • Letter of Acceptance (LoA) Unconditional atas perguruan tinggi utama dunia dan prodi tujuan yang masih berlaku
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat yang terbit paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Bagi pendaftar PNS/TNI/Polri, sertakan juga surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM
    • Dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) bagi pendaftar yang berprofesi dosen tetap
    • Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia sepanjang 1.500-2.000 kata
    • Khusus pelamar program doktor, sertakan juga proposal penelitian 1.500-2.000 kata meliputi:
      • Judul penelitian
      • Latar belakang
      • Perumusan masalah
      • Pertanyaan atau tujuan penelitian
      • Kelogisan
      • Metode dan desain
      • Signifikansi/manfaat
      • Kesimpulan dan saran
      • Daftar pustaka
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/nonkejuaraan, dan pengalaman organisasi

    Dokumen Beasiswa LPDP Parsial

    Beasiswa LPDP Parsial adalah beasiswa umum LPDP untuk jenjang magister dan doktor dengan pendanaan bersama dari pemerintah dan penerima beasiswa. Berikut syarat dokumennya:

    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler
    • Bagi pendaftar yang berprofesi sebagai dosen tetap, sertakan juga dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi
    • Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) bahwa dana yang berasal dari individu calon penerma beasiswa tidak bersumber dari APBN/APBD

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Daerah Afirmasi

    Beasiswa LPDP Daerah Afirmasi atau Beasiswa LPDP Afirmasi adalah beasiwa magister dan doktor dalam dan luar negeri bagi calon penerima beasiswa yang berasal dari daerah afirmasi. Berikut syaratnya:

    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, dengan catatan pelamar S2 atau S3 dalam neger tidak wajib menyertakan sertifikat kemahiran bahasa Inggris
    • Bagi pelamar S2/S3 luar negeri, sertakan dokumen sertifikat kemahiran bahasa Inggris yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau setara 500
    • Surat keterangan dari lurah/kepala desa yang menyatakan pendaftar beasiswa bertempat tinggal di daerah afirmasi
    • Hasil scan ijazah SD, SMP, atau SMA, atau surat keterangan lurah/kades bahwa sudah tinggal minimal 10 tahun di daerah afirmasi
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP Prasejahtera

    Beasiswa Prasejahtera LPDP adalah beasiswa magister (S2) di dalam negeri dan luar negeri. Berikut syarat dokumennya:

    • Kartu Keluarga (KK)
    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, dengan catatan Khusus pendaftar S2 dalam negeri tidak perlu menyertakan sertifikat kemahiran bahasa Inggris.
    • Bagi pelamar perguruan tinggi luar negeri, sertakan dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau setara 500
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas

    Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas diperuntukkan bagi penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, sensorik, dan disabilitas ganda/multi untuk kuliah S2 atau S3. Berikut syaratnya:

    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, dengan catatan Khusus pendaftar S2 dan S3 dalam negeri tidak perlu menyertakan sertifikat kemahiran bahasa Inggris.
    • Bagi pelamar perguruan tinggi luar negeri, sertakan dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau setara 500
    • Khusus pelamar beasiswa luar negeri disabilitas rungu, sertakan dokumen kemahiran bahasa Inggris di atas dengan ketentuan skor minimal:
      • S2 dalam negeri: rata-rata TOEFL ITP 40 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 4.5 kecuali listening
      • S2 luar negeri: rata-rata TOEFL ITP 50 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 6.0 kecuali listening
      • S3 dalam negeri: rata-rata TOEFL ITP 45 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 5.0 kecuali listening
      • S3 luar negeri: rata-rata TOEFL ITP 50 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 6.0 kecuali listening
    • Surat keterangan disabilitas dari RS pemerintah atau puskesmas sesuai format
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Putra-Putri Papua

    Beasiswa LPDP Putra-Putri Papua diperuntukkan bagi anak-anak Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya untuk kuliah S2 dan S3. Calon pendaftar wajib bermarga asli Papua atau ayah/ibu adalah Orang Asli Papua.

    Berikut dokumen persyaratan beasiswa yang bisa disiapkan:

    • KK
    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, kecuali sertifikat kemampuan bahasa Inggris
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi
    • Hasil scan ijazah SD, SMP, dan SMA bagi pendaftar yang bertempat tinggal di luar provins-provinsi di Papua
    • Surat pernyataan yang menyatakan pendaftar bermarga asli Papua, Ibu kandung adalah Orang Asli Papua, atau Bapak kandung adalah Orang Asli Papua, ditandatangani oleh orang tua/wali pendaftar
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan berbagai pihak untuk menyediakan jenis-jenis Beasiswa LPDP Targeted, termasuk beasiswa LPDP prioritas. Dokumen persyaratannya lebih lanjut dapat diakses di laman https://lpdp.kemenkeu.go.id.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Program Diputus, Ortu Siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Pertanyakan Nasib Anak


    Jakarta

    Sekitar 40 orang tua siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan aspirasi dan petisi soal keberlanjutan rangkaian beasiswa di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Siswa Penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 H Ishandawi mengatakan aksi kunjungan orang tua siswa sehubungan dengan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4.

    Ishandawi menjelaskan, berdasarkan surat tersebut, komponen konseling perkuliahan dan penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri ditiadakan pada beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.


    Perubahan tersebut mengakibatkan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional yang tidak mampu membayar biaya pendaftaran perguruan tinggi mancanegara jadi mengurungkan harapan untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, sesuai peluang yang dijanjikan pada awal penyelenggaraan program beasiswa.

    Sejumlah siswa penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 tersebut juga terkendala dengan ketiadaan pembimbingan pendaftaran hingga penulisan esai.

    Sementara itu, sebelumnya, mereka telah dibekali kursus IELTS dan meraih skor di atas persyaratan. Tak sedikit pula yang telah memperoleh nilai sekitar 1.200-1.400, di atas persyaratan Puspresnas.

    “Jadi sayang, miris, Asta Cita ke-4 kan penguatan sumber daya manusia nanti menuju Indonesia Emas 2045, ini sudah ada (talentanya),” ucap Ishandawi pada detikEdu sebelum penyerahan petisi pada perwakilan Puspresnas.

    Perubahan Rangkaian BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

    Berdasarkan Surat Puspresnas, nama BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 telah diubah menjadi BIM Persiapan Program Sarjana 4. Program ini meliputi pengayaan akademik berupa kursus dan tes resmi IELTS dan SAT/ACT serta pengayaan nonakademik berupa webinar series, proyek sosial, dan summer program.

    Dalam surat itu, Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemendikbudristek menyatakan bahwa program persiapan tersebut akan berakhir.

    Untuk itu, kepala sekolah diminta mengabari siswa BIM Persiapan S1 Angkatan 4 atas sejumlah perubahan berikut.

    Tidak Ada Konseling Kuliah

    Program pengayaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 tidak meliputi college counseling.

    Sedangkan berdasarkan booklet beasiswa Indonesia Maju Program Sarjana Luar Negeri Angkatan 4, biaya layanan college counseling 2024-2025 termasuk komponen beasiswa.

    Jika konseling diadakan, siswa sedianya akan dibimbing untuk memenuhi tiap kriteria dan persyaratan pendaftaran, termasuk esai, hingga mendapat LoA. Siswa juga dibimbing untuk menetapkan pilihan perguruan tingginya.

    Tidak Ada Penggantian Biaya Pendaftaran Universitas Luar Negeri

    Pemberian bantuan biaya pendaftaran universitas (reimbursement) juga ditiadakan pada program pengayaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 menurut surat Puspresnas Kemendikbudristek tanggal 3 November 2024 tersebut.

    Sedangkan biaya aplikasi atau pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri 2024-2025 dijanjikan sebagai komponen beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.

    “(Sebelumnya) Bisa sampai empat perguruan tinggi luar negeri,” kata Ishandawi.

    Adanya komponen ini seharusnya memungkinkan beban biaya pendaftaran pendidikan tinggi luar negeri ditanggung negara sehingga meringankan beban finansial orang tua dan siswa.

    Ishandawi mencontohkan, biaya pendaftaran ke University of British Columbia (UBC), Kanada sendiri mencapai CAD 160-an atau sekitar Rp 1,9 juta. Sedangkan biaya pendaftaran ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) mencapai USD 75 atau sekitar Rp 1,2 juta.

    Biaya pendaftaran perguruan tinggi yang relatif tinggi dan kini tidak masuk komponen beasiswa BIM Persiapan S1 tersebut membuat sejumlah siswa dan orang tua mengurungkan niat mendaftar ke kampus luar negeri laiknya rencana awal mereka.

    BIM Persiapan Sarjana Kini Hanya Program Pengayaan

    BIM Persiapan Program Sarjana yang digelar Puspresnas kini hanya meliputi program pengayaan untuk mempersiapkan siswa bisa bersaing dalam pendaftaran ke universitas luar negeri dan dalam negeri.

    Sedangkan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dijanjikan meliputi program berikut:

    • Pengayaan akademik:
      • Kursus persiapan tes TOEFL/IELTS/bahasa asing lainnya
      • Kursus persiapan tes SAT/ACT
    • Pengayaan talenta nonakademik
    • Program konseling pendidikan tinggi (college counseling)
    • Pembinaan penguatan karakter kebangsaan

    Diminta Mendaftar Sendiri ke Beasiswa S1

    Siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain.

    Sedangkan pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, diatur bahwa siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

    Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan) untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

    Opsi Mendaftar ke Kampus Dalam Negeri

    Siswa BIM Persiapan Program Sarjana kini disebut juga dapat didaftarkan ke universitas dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau seleksi penerimaan perguruan tinggi dalam negeri lainnya.

    Lebih lanjut, hasil pengayaan siswa peserta disampaikan dalam Rapor Program Pembinaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 Tahun 2024 pada awal 2025.

    Sedangkan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 diatur bahwa pada akhir tahapan persiapan, termasuk konseling pendidikan tinggi dan biaya pendaftaran ke universitas luar negeri, penerima beasiswa persiapan seharusnya mendaftarkan diri ke perguruan tinggi luar negeri (PTLN).

    Daftar perguruan tinggi yang bisa dilamar oleh siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sendiri ditetapkan oleh panitia Beasiswa Indonesia Maju.

    Termasuk di antaranya yaitu tiga universitas terbaik di dunia versi QS World University (WUR) 2025 Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat; Imperial College London, Inggris; dan University of Oxford, Inggris.

    Ishandawi berharap aksi orang tua siswa di kantor Puspresnas tidak dipandang negatif. Ia menyatakan pihaknya mendukung Puspresnas agar melanjutkan program ini sesuai kesepakatan awal siswa penerima beasiswa dan panitia BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, yang diketahui dan diteken orang tua.

    “Kami mendukung Puspresnas, dan saya minta Pemerintah tidak membubarkan Puspresnas, karena ini adalah tempat anak muda yang punya prestasi secara nasional, yang akan menjadi calon generasi emas Indonesia di tahun 2045,” ucapnya pada penyampaian petisi di halaman Kantor Puspresnas.

    “Oleh karena itu, sama-sama kita para orang tua siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (Persiapan S1) Angkatan 4 ini dengan Puspresnas bergandengan, sama-sama agar programnya berjalan sesuai dengan harapan kita, bahwa anak-anak disiapkan secara mental, secara karakter, dan secara skill, bahasa Inggris maupun SAT-nya untuk bisa mendaftar ke perguruan tinggi di luar negeri.

    Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” imbuhnya.

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa LPDP 2024 Dibuka, Cek Syarat Skor TOEFL dan IELTS di Sini



    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP kembali dibuka pada 2024. Pendaftaran tahap pertama dibuka melalui laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/ mulai Kamis, 11 Januari 2024.

    Beasiswa LPDP memiliki berbagai kategori untuk kuliah gratis di jenjang S2 atau S3 pada 2024. Kategori beasiswa LPDP tersebut yakni:

    1. Reguler (umum): Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD), beasiswa reguler, dan beasiswa co-funding.


    2. Afirmasi: Beasiswa Putra-Putri Papua, Beasiswa Daerah Afirmasi, Beasiswa Penyandang Disabilitas, dan Beasiswa Prasejahtera.

    3. Targeted: Beasiswa Pendidikan Kader Ulama; Beasiswa PNS, TNI, dan Polri; Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis; Beasiswa Kewirausahaan; Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

    4. Targeted Prioritas: Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program MBA; Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor; Beasiswa Prioritas LPDP – Campus France Program Master; Beasiswa Prioritas LPDP – UC Davis Program Doktor; Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor; Beasiswa Prioritas Diktiristek-LPDP-OKP Program Master; Beasiswa Proritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan

    5. Program Double Degree/Joint Degree

    Detikers yang tertarik mendaftar beasiswa LPDP 2024 perlu menyiapkan dokumen sesuai dengan persyaratan berikut ini, sebagaimana dikutip dari laman resmi LPDP.

    15 Dokumen untuk Mendaftar Beasiswa LPDP Reguler 2024

    1. Biodata diri;

    2. Kartu tanda penduduk;

    3. Pindaian ijazah S1/S2 (asli atau legalisir) atau surat keterangan lulus;

    4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi;

    5. Pindaian transkrip nilai S1/S2;

    6. Dokumen penyetaraan ijazah dan konversi indeks prestasi kumulatif (IPK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi atau Kementerian Agama; atau tangkapan layar pengajuannya;

    7. Sertifikat bahasa asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku (asli);

    8. Letter of acceptance (LoA) unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan perguruan tinggi serta program studi yang dipilih;

    9. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi;

    10. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit.

    Selain itu, terdapat syarat khusus yang harus dipenuhi oleh pendaftar, termasuk skor kemampuan bahasa Inggris yang sesuai standar LPDP.

    Syarat Khusus Beasiswa LPDP Reguler

    1. Ketentuan batas usia pada 31 Desember di tahun pendaftaran bagi pendaftar Beasiswa Reguler yaitu:

    – Pendaftar jenjang pendidikan magister berusia maksimal 35 tahun.

    – Pendaftar jenjang pendidikan doktor berusia maksimal 40 tahun.

    2. Mengunggah dokumen Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan ketentuan berikut:

    – Pendaftar jenjang magister wajib memiliki IPK pada jenjang studi sebelumnya minimal 3,00 pada skala 4,00 atau setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir.

    – Pendaftar jenjang doktor wajib memiliki IPK pada jenjang studi sebelumnya minimal 3,25 pada skala 4,00 atau yang setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir. Khusus untuk pendaftar jenjang doktor dari program magister tanpa IPK, wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal.

    3. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan paling lambat pada 2 tahun terakhir dari tahun pendaftaran. Sertifikat diterbitkan oleh ETS (www.ets.org), PTE Academic (www.pearsonpte.com), atau IELTS (www.ielts.org) dengan ketentuan seperti di bawah ini.

    4. Melampirkan surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi (dapat memilih online form atau unggah).

    Syarat TOEFL dan IELTS Beasiswa LPDP 2024 Reguler

    1. Pendaftar program magister dalam negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL ITP 500

    – TOEFL iBT 61

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    2. Pendaftar program magister luar negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL iBT 80

    – PTE Academic 58

    – IELTS 6,5.

    3. Pendaftar program doktor dalam negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL ITP 530

    – TOEFL iBT 70

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    4. Pendaftar program doktor luar negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL iBT 94

    – PTE Academic 65

    – IELTS 7,0

    Untuk diketahui, sertifikat TOEFL ITP yang berlaku harus berasal dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.

    Nah, bagi detikers yang ingin mendaftar LPDP 2024, semoga berhasil, ya!

    (faz/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Pelatihan Bahasa Inggris bagi Dosen dan Tendik, Yuk Daftar!



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah membuka pendaftaran beasiswa Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris (PKBI) bagi dosen dan tenaga kependidikan.

    Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan dosen perguruan tinggi untuk studi jenjang doktor ke luar negeri dan meningkatkan kinerja administrasi perkantoran tenaga kependidikan.

    PKBI mempunyai fokus peningkatan skor IELTS dan kinerja administrasi perkantoran. Nantinya, peserta akan menjalani kursus selama dua bulan dari Agustus-Oktober 2024.


    Pelaksanaan PKBI digelar secara hybrid (daring dan luring). Beberapa tahapan kursus yang akan dijalani peserta dimulai dari placement test, kegiatan pembelajaran, hingga tes IELTS dan TOEFL.

    Lantas apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengikuti PKBI? Berdasarkan informasi dari laman Dikti Kemdikbud, berikut syarat-syaratnya:

    Syarat Daftar PKBI Guru dan Tendik 2024

    Syarat Umum

    • Dosen tetap atau tenaga kependidikan di institusi naungan Dikti Kemendikbudristek.
    • Mendapat izin tertulis dari pimpinan instansial untuk menjalani kursus dan meninggalkan tugas pekerjaan selama kursus.
    • Bersedia mengikuti kursus dari awal hingga akhir.

    Syarat Khusus

    1. Dosen

    • Memiliki NIDN atau NIDK yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
    • Mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor IELTS 6.0, atau
    • TOEFL ITP 530, atau TOEFL iBT 70, atau PTE Academic 50 yang masih berlaku (2 tahun sejak tanggal terbit sertifikat).
    • Berusia tidak lebih dari 40 tahun per 31 Desember di tahun pendaftaran.
    • Pendidikan terakhir jenjang Magister (S2), belum memiliki gelar doktor, dan tidak sedang mengikuti pendidikan jenjang doktor.

    2. Tenaga Kependidikan

    • Memiliki NIP atau NITK.
    • Mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor IELTS 5.0, atau
    • TOEFL ITP 425, atau TOEFL iBT 40, atau PTE Academic 40, atau Duolingo 90 yang masih berlaku (dua tahun sejak tanggal terbit sertifikat).
    • Berusia tidak lebih dari 45 tahun per 31 Desember di tahun pendaftaran.
    • Pendidikan terakhir minimal jenjang Diploma III (D3).

    Komponen Pembiayan PKBI Dosen dan Tendik 2024

    • Biaya kursus (at cost)
    • Biaya tes IELTS atau TOEIC
    • Subsidi biaya hidup saat kursus secara luring
    • Biaya perjalanan PP saat mengikuti kursus secara luring atau mengikuti tes IELTS di lokasi tertentu.

    Tata Cara Daftar PKBI Dosen dan Tendik 2024

    1. Memenuhi syarat khusus dan umum terlebih dahulu.
    2. Buka laman https://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/
    3. Pilih jenis pendaftaran “Dosen” atau “Tenaga Kependidikan”
    4. Membuat akun dengan memasukkan NIDN/NIDK atau NIP/NTK.
    5. Mengisi data diri pada formulir pendaftaran sesuai permintaan.
    6. Mengunggah dokumen persyaratan yang diperlukan.

    Jadwal Pendaftaran PKBI Dosen dan Tendik 2024

    • Pendaftaran: Mei – 22 Juni 2024
    • Seleksi administrasi: Juni – Juli 2024
    • Penetapan penerima: Juli 2024
    • Pelaksanaan: Agustus – Oktober

    Demikian informasi seputar beasiswa pelatihan bahasa Inggris bagi dosen dan tendik. Semoga membantu ya.

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Syarat TOEFL LPDP 2024 Lengkap S2-S3 Dalam dan Luar Negeri, Mana Paling Tinggi?


    Jakarta

    Beasiswa LPDP Tahap 2 bakal dibuka pada 19 Juni. Sebagai persiapan, calon awardee wajib tahu syarat TOEFL LPDP 2024.

    TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah ujian kemampuan bahasa Inggris bagi penutur asing. Tes ini diperlukan untuk mendaftar masuk universitas atau beasiswa ke Amerika dan negara lainnya.

    Selain TOEFL, kamu juga bisa mendaftarkan sertifikat PTE Academic atau tes bahasa Inggris berbasis komputer, dan IELTS. Meski sama-sama merupakan ujian kemampuan bahasa Inggris, IELTS (International English Language Testing System) ditujukan bagi negara-negara persemakmuran, seperti Inggris dan Australia.


    Tak sekedar melampirkan sertifikat TOEFL, PTE Academic, atau IELTS, pendaftar juga wajib memenuhi skor minimum. Bagaimana syarat TOEFL LPDP 2024 dan ujian kemampuan bahasa Inggris lainnya? Simak berikut ini seperti dilansir dari laman resminya.

    Syarat TOEFL, PTE Academic, dan IELTS LPDP 2024

    Program Magister

    1. Skor Minimal Program Magister Dalam Negeri

    – TOEFL ITP 500

    – TOEFL iBT 61

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    2. Skor Minimal Program Magister Luar Negeri

    – TOEFL iBT 80

    – PTE Academic 58

    – IELTS 6,5.

    Program Doktor

    1. Skor Minimal Program Doktor Dalam Negeri

    – TOEFL ITP 530

    – TOEFL iBT 70

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    2. Skor Minimal Program Doktor Luar Negeri

    – TOEFL iBT 94

    – PTE Academic 65

    – IELTS 7,0

    Dokumen Pendaftaran LPDP 2024

    1. Biodata diri
    2. Kartu tanda penduduk
    3. Ijazah S1/S2 (asli atau legalisir) atau surat keterangan lulus
    4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi
    5. Transkrip nilai S1/S2
    6. Dokumen penyetaraan ijazah dan konversi indeks prestasi kumulatif (IPK) dari Kemendikbduristek
    7. Sertifikat bahasa asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku (asli)
    8. Letter of acceptance (LoA) unconditional yang masih berlaku
    9. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi
    10. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit

    Jadwal LPDP 2024 Tahap 2

    Pendaftaran: 19 Juni 2024

    Seleksi administrasi: 22 Juli 2024

    Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024

    Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 Agustus 2024

    Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 12 Agustus 2024

    Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024

    Seleksi bakat skolastik: 27 Agustus 2024

    Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024

    Seleksi substansi: 10 September 2024

    Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

    Itu dia syarat TOEFL LPDP 2024 baik magister atau doktor dalam dan luar negeri. Apakah skor detikers sudah sesuai?

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Update Terbaru! Pendaftar LPDP 2024 Jalur Ini Tak Perlu Sertifikat Bahasa Inggris



    Jakarta

    Beasiswa LPDP baru saja menginformasikan ketentuan terbaru bagi pendaftar jalur afirmasi 2024. Ketentuan baru tersebut tak mewajibkan pendaftar jalur satu ini memiliki sertifikat bahasa Inggris.

    Akan tetapi, keringanan tersebut tak berlaku bagi semua pendaftar LPDP 2024 jalur afirmasi. Calon mahasiswa yang memilih kampus luar negeri masih dikenakan syarat sertifikat bahasa Inggris.

    “Ada yang baru di ketentuan bahasa kali ini! Pendaftar program S2/S3 dalam negeri dari jalur afirmasi, sekarang tidak perlu upload sertifikat bahasa lho,” tulis unggahan Instagram @lpdp_ri, dikutip Selasa (25/6/2024).


    Mulai seleksi LPDP 2024 tahap 2 ini pendaftar jalur afirmasi akan mendapatkan fasilitas pengayaan bahasa setelah dinyatakan lulus seleksi substansi. Untuk lebih memahaminya, berikut penjelasan mengenai syarat kemampuan bahasa Inggris pendaftar LPDP 2024 tahap 2:

    Syarat Kemampuan Bahasa Inggris Pendaftar LPDP 2024

    1. Beasiswa Afirmasi Penyandang Disabilitas

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66

    2. Beasiswa Afirmasi Khusus Penyandang Disabilitas Rungu/Tuli

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP rata-rata 50 untuk reading dan structure (listening diabaikan), IELTS rata-rata 6.0 untuk speaking, reading, dan writing (listening bisa diabaikan)
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP rata-rata 50 untuk reading dan structure (listening diabaikan), IELTS rata-rata 6.0 untuk speaking, reading, dan writing (listening bisa diabaikan)

    3. Beasiswa Afirmasi Prasejahtera

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris

    4. Beasiswa Putra-putri Papua

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris

    5. Beasiswa Daerah Afirmasi

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66

    6. Beasiswa Reguler dan Parsial

    • S2 Dalam Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
    • S3 Dalam Negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0

    7. Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia

    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0

    8. Beasiswa PNS/TNI/POLRI

    • S2 Dalam Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
    • S3 Dalam Negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5

    9. Beasiswa Kewirausahaan

    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 61, PTE Academic 65, atau IELTS 6,0

    10. Beasiswa Pendidikan Kader Ulama

    • S2 Dalam Negeri: TOEFL ITP 400, TOEFL iBT 33, PTE Academic 30, IELTS 4,5 Duolingo EngTes 65, atau TOEP 36
    • S3 Dalam Negeri: TOEFL ITP 450, TOEFL iBT 45, PTE Academic 36, IELTS 5,0, Duolingo EngTes 75, atau TOEP 46

    11. Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP 475, TOEFL iBT 51, IELTS 5,5 atau PTE Academic 43

    12. Beasiswa Prioritas LPDP-NTU

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 100 atau IELTS 7,0

    13. Beasiswa Prioritas LPDP-UNSW

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 100 atau IELTS 7,0

    14. Beasiswa Prioritas LPDP-Dundee University UK

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 94, IELTS 7,0, atau PTE Academic 65

    15. Beasiswa Prioritas LPDP-NUS Business School

    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 100 atau IELTS 6,5

    16. Beasiswa Doktor Talenta Riset & Inovasi Nasional BRIN

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, IELTS 6,5, atau Duolingo EngTest 58

    17. Beasiswa Kerja Sama Bidang Ekonomi & Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi CSU

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, atau Duolingo EngTest 80

    18. Beasiswa Kerja Sama Bidang Metallurgical Engineering USTB

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, atau Duolingo EngTest 80

    Itulah syarat sertifikat bahasa Inggris terbaru untuk daftar beasiswa LPDP 2024 tahap 2. Semoga bermanfaat.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Skor Minimal TOEFL dan IELTS untuk Beasiswa LPDP?



    Jakarta

    Sertifikasi kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL dan IELTS sering menjadi salah satu syarat beasiswa, termasuk beasiswa LPDP. Lantas, berapa skor minimal TOEFL dan IELTS untuk beasiswa LPDP?

    BeasiswaLPDP adalah beasiswa di bawah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan untuk studi pascasarjana. Tak hanya kuliah dalam negeri, beasiswa ini juga membuka kesempatan beasiswa ke perguruan tinggi luar negeri.

    Agar dapat menjadi awardee LPDP, pendaftar harus memenuhi skor minimal TOEFL dan IELTS. Seperti apa ketentuannya?


    Skor Minimal TOEFL dan IELTS untuk Beasiswa LPDP

    Jika dilihat dari laman resmi LPDP, setiap jenis beasiswa LPDP mensyaratkan skor minimal kemampuan bahasa Inggris yang berbeda. Namun, semua sertifikat kemampuan bahasa Inggris ini wajib berlaku paling lambat 2 tahun sebelum periode pendaftaran dibuka.

    Selain TOEFL dan IELTS, LPDP juga membuka kesempatan sertifikat bahasa Inggris dari ETS dan Duolingo.

    Berikut beberapa ketentuan skor minimal sertifikat kemampuan bahasa Inggris beasiswa LPDP:

    1. Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD)

    Pendaftar program magister luar negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 80; PTE Academic 58; atau IELTS™ 6,5.
    Pendaftar program Doktor luar negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 94; PTE Academic 65; atau IELTS™ 7,0.

    2. Beasiswa PNS, TNI, dan POLRI

    Pendaftar program Magister Dalam Negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT® 61, PTE Academic 50, IELTS™ 6,0.
    Pendaftar program Magister Luar Negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, IELTS™ 6,5.
    Pendaftar program Doktor Dalam Negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 530, TOEFL iBT® 70, PTE Academic 50, IELTS™ 6,0.
    Pendaftar program Doktor Luar Negeri skor minimal kemampuan bahasa InggrisTOEFLiBT® 80,PTE Academic 58,IELTS™ 6,5.

    3. Beasiswa Reguler

    Pendaftar program Magister Dalam Negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL® ITP 500, TOEFL® iBT 61, PTE Academic 50; atau IELTS™ 6,0.
    Pendaftar program Magister Luar Negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 80; PTE Academic 58; atau IELTS™ 6,5.
    Pendaftar program Doktor Dalam Negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL® ITP 530, TOEFL® iBT 70, PTE Academic 50; atau IELTS™ 6,0.
    Pendaftar program Doktor Luar Negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 94; PTE Academic 65; atau IELTS™ 7,0.

    4. Beasiswa Daerah Afirmasi

    Pendaftar program Magister Luar Negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL® ITP 500, TOEFL iBT® 61; PTE Academic 50, IELTS™ 6.0, Duolingo English Test 95, TOEP 500.
    Pendaftar program Doktor Luar Negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL® ITP 500, TOEFL iBT® 61; PTE Academic 50, IELTS™ 6.0, Duolingo English Test 95, TOEP 500.

    Skor minimal TOEFL dan IELTS untuk beasiswa LPDP lainnya dapat dicek dalam laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/. Bagaimana detikers, siap mendaftar LPDP?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com