Tag: ijazah

  • Kemendagri Buka Beasiswa S2 ke Korea Selatan bagi ASN, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Pemerintah Korea Selatan melalui Korea International Cooperation Agency (KOICA) membuka beasiswa KOICA Scholarship 2026 bagi masyarakat Indonesia, khususnya pegawai pemerintah atau Aparatur Negeri Sipil (ASN).

    Beasiswa ini akan menunjang biaya kuliah di beberapa kampus di Korea Selatan. Selain itu, penerima akan memperoleh berbagai tunjangan, mulai dari tunjangan bulanan hingga biaya pulang-pergi.

    Penasaran dengan beasiswa ini? Mengutip Instagram @fasker.kemendagri, berikut informasi KOICA Scholarship 2026 lebih lengkapnya:


    Benefit Beasiswa KOICA Scholarship 2026

    • Biaya kuliah
      Tunjangan bulanan
    • Tunjangan kedatangan
    • Tiket pulang-pergi kelas ekonomi
    • Asuransi kesehatan
    • Aktivitas extracurricular
    • Scholarship completion grants
    • Akomodasi

    Pilihan Universitas dan Program Studi

    1. Ewha Womans University: Gender Equality
    2. Hanyang University: Smart-City Management & Technology
    3. Korea National University of Education: Global Education Leadership
    4. Korea University: Tax and Fiscal Policy
    5. Seoul National University: Public Management & Administrative Reform

    Syarat Daftar Beasiswa KOICA Scholarship 2026

    • Pegawai pemerintah atau ASN
    • Mempunyai pengalaman kerja sesuai dengan bidang studi yang dipilih minimal 2 tahun
    • Diutamakan berumur di bawah 40 tahun
    • Mahir berbahasa Inggris secara lisan maupun tulisan
    • Pendidikan terakhir tingkat sarjana/setara untuk jenjang magister
    • Dokumen Syarat Beasiswa KOICA Scholarship 2026
    • Ijazah pendidikan terakhir
    • Salinan halaman paspor
    • KOICA application forms
    • Surat rekomendasi dari unit kerja (bisa diakses lewat https://tinyurl.com/RekomFasker)
    • Sertifikat bahasa Inggris terbaru berupa ETS TOEFL minimal skor 450, TOEFL PBT minimal skor 35, IELTS minimal skor 5.0, English Score
    • British Council minimal level B1

    Cara Daftar Beasiswa KOICA Scholarship 2026

    Pendaftaran akan ditutup pada 5 Desember 2025. Pendaftaran beasiswa bisa dilakukan setelah peserta diusulkan oleh instansi pemerintah tempat bekerja. Setelah itu, calon pelamar bisa mengisi formulir pendaftaran pada https://bit.ly/SubmitKOICAIndonesia2026BatchI.

    Informasi lebih lanjut terkait beasiswa bisa dilihat pada laman https://www.koica.go.kr/ciat/7815/subview.do atau dengan mengirim email ke alamat fasker.kemendagri@gmail.com.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa ICCR, Kesempatan Mahasiswa Indonesia Bisa Kuliah Gratis di India


    Jakarta

    India merupakan negara dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, keanekaragaman budaya yang kuat, serta salah satu pusat peradaban masa lampau tertua di Asia. Bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia yang ingin belajar atau menempuh studi di India, terdapat penawaran beasiswa gratis.

    Beasiswa yang dimaksud yakni Indian Council for Cultural Relations (ICCR), beasiswa dari Dewan Hubungan Kebudayaan India. Beasiswa ini terbuka untuk jenjang sarjana (S1), pascasarjana (S2), magister filsafat (M Phil) hingga doktoral (PhD).

    Mengutip Embassy of India di Jakarta, pendaftaran beasiswa biasanya dibuka setiap Januari. Namun, untuk penerimaan 2025/2026, pendaftaran beasiswa dibuka mulai Februari hingga April.


    Untuk tahun akademik 2026/2027 belum ada pengumuman pendaftaran resminya. Namun, mahasiswa yang tertarik dengan ICCR bisa mulai mempersiapkan diri, ya! Simak persyaratan dan prediksi jadwal pelaksanaan untuk periode 2026/2027 berikut ini.

    Ada 21 Skema Beasiswa dan Menerima Ribuan Mahasiswa

    Mengutip laman Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India, ICCR mengelola 21 skema berbeda dalam beasiswanya. Enam di antaranya didanai oleh ICCR, sedangkan yang lainnya dikelola atas nama MEA dan Ministry of Ayush.

    Skema yang terkenal antara lain Beasiswa Umum Atal Bihari Vajpayee (A1201). Beasiswa ini memiliki lebih dari 600 kuota pada tahun akademik 2025/2026.

    Kemudian ada skema Beasiswa Tari & Musik Lata Mangeshkar (A1209), yang terbuka bagi mahasiswa asing untuk studi di bidang seni tari, musik, teater, seni pertunjukan, patung, bahasa, hingga kuliner. Pada 2025/2026, skema ini memiliki 100 kuota penerima beasiswa.

    Selain itu ada juga ‘Beasiswa Pertukaran Budaya Dr. S. Radhakrishnan’ dan ‘Beasiswa Ayush’. Setiap tahunnya, ICCR menerima sekitar lebih dari 3.000 mahasiswa asing dari 180 negara. Setiap tahun juga, ICCR mampu meluluskan sekitar 6.000-an sarjana asing yang belajar di berbagai institusi pendidikan tinggi di India.

    Adapun secara umum, beasiswa-beasiswa dari ICCR memiliki manfaat antara lain:

    – Tiket pesawat pulang pergi (untuk skema tertentu)

    – Biaya pendidikan

    – Tunjangan hidup

    – Biaya akomodasi

    Persyaratan Umum Pendaftaran ICCR

    Berikut ini persyaratan umum yang dibutuhkan untuk mendaftar ICCR, dikutip dari laman PPI India.

    1. Persyaratan bagi pendaftar S1

    – Passport

    – Kartu identitas

    – Ijazah dan transkrip nilai SMP dan SMA yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris

    – Surat keterangan sehat dari rumah sakit/klinik

    – Essay (500 kata)

    – Pas photo latar belakang putih

    – 2 Surat rekomendasi

    – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris

    2. Persyaratan bagi pendaftar S2

    – Passport

    – Kartu identitas

    – Ijazah dan transkrip nilai SMP, SMA dan S1 yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris

    – Surat keterangan sehat dari rumah sakit/klinik

    – Essay (500 kata)

    – Pas photo latar belakang putih

    – 2 Surat rekomendasi

    – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris

    – GMAT (hanya untuk MBA)

    3. Persyaratan bagi pendaftar S3

    – Passport

    – Kartu identitas

    – Ijazah dan transkrip nilai SMP, SMA dan S1 yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris

    – Surat keterangan sehat dari rumah sakit/klinik

    – Essay (500 kata)

    – Pas photo latar belakang putih

    – 2 Surat rekomendasi

    – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris

    – Proposal research

    Jadwal Pelaksanaan Seleksi ICCR

    Mengacu pada pembukaan beasiswa untuk tahun akademik 2025/2026, berikut ini jadwal seleksi ICCR, dikutip dari Embassy of India.

    • 20 Februari-30 April 2025: Pendaftaran online
    • 31 Mei 2025: Pengumuman dari kampus tujuan
    • 15 Juni 2025: Pengalokasian beasiswa dan pembuatan surat penawaran
    • 22 Juni 2025: Finalisasi mahasiswa untuk menerima atau menolak beasiswa
    • 1 Juli 2025: Jika kuota beasiswa belum terpenuhi, mahasiswa yang belum diterima akan diberi kesempatan penawaran beasiswa lain
    • 10 Juli 2025: Finalisasi bagi mahasiswa yang diberi penawaran kedua

    Meski belum ada pengumuman resmi untuk periode tahun depan, detikers bisa cek informasi lanjut mengenai beasiswa ICCR dan cara daftarnya dengan login di Portal Beasiswa A2A http://a2ascholarships.iccr.gov.in.

    Dengan adanya ICCR, menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia dan India di bidang pendidikan terjalin dengan kontinu. Kedua negara tengah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui pendidikan tinggi, sehingga bisa mempersiapkan generasi muda yang bersaing secara global.

    (faz/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Chevening dan Women in STEM Ini Khusus buat Warga ASEAN


    Jakarta

    Sejumlah beasiswa kuliah dibuka Pemerintah Inggris untuk warga ASEAN, termasuk calon pelajar asal Indonesia. Di samping Beasiswa Chevening, salah satu peluang terbaru yakni UK-ASEAN SAGE Women in STEM Scholarship dan ASEAN Chevening Scholarship.

    Duta Besar Inggris untuk ASEAN Helen Fazey mengatakan beasiswa pendidikan tinggi merupakan salah satu bagian dari misi bidang pendidikan yang tengah dijalankan pihaknya, di samping mendukung penguatan di jenjang pendidikan dasar.

    “Kami berinvestasi pada manusia, karena hubungan yang terjalin sangat penting untuk memungkinkan seluruh kolaborasi lainnya bisa terjadi,” ucapnya di British Embassy Jakarta, Jumat (21/11/2025).


    “Untuk itu, kami memiliki sejumlah program beasiswa. Mungkin sudah familiar dengan Chevening, sebuah brand UK Global; lalu kami memiliki sebuah program spesifik Chevening ASEAN, dan kami punya beasiswa ASEAN untuk perempuan di sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM),” imbuhnya.

    Beasiswa Pemerintah Inggris untuk Orang ASEAN

    Helen menjelaskan, seperti beasiswa Chevening global, beasiswa Chevening ASEAN dibuka untuk menjalani pendidikan pascasarjana di bidang studi apapun. Sementara itu, beasiswa ASEAN Women in STEM berfokus pada kuliah di bidang sains, teknologi, engineering dan matematika.

    Sama-sama dirilis pada 2024, kedua beasiswa ini memiliki kriteria berbeda bagi calon penerima manfaat. Berikut informasinya seperti dikutip dari laman Chevening dan ASEAN.

    Beasiswa Chevening ASEAN

    Selama berkuliah, penerima beasiswa Chevening mendapat pembebasan biaya pendidikan, tunjangan bulanan, hingga dukungan biaya transportasi pergi-pulang ke UK. Komponen tambahan pada beasiswa Chevening ASEAN yaitu:

    • Kegiatan khusus untuk memperdalam pengalaman studi di Inggris, termasuk of penyambutan di Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO)
    • Undangan prioritas dan berjejaring pada kegiatan South East Asia Policy Network dan ASEAN yang digelar FCDO
    • Pertemuan post-graduation ASEAN Chevening Conference, dengan mahasiswa ASEAN dan alumni untuk berbagi wawasan dan membahas isu regional
    • Bergabung dengan komunitas alumni global Chevening.

    Syarat Beasiswa Chevening ASEAN

    Sudah menyelesaikan studi sarjana setidaknya dua tahun sebelum batas waktu pendaftaran

    • Lulusan yang belum menerima ijazah dapat mendaftar, tapi harus sudah punya ijazah saat tahap seleksi wawancara
    • Berkomitmen untuk kembali ke negara asal setidaknya selama dua tahun setelah beasiswa berakhir
    • Memiliki minimal 2.800 jam pengalaman kerja setelah lulus sarjana, kira-kira setara dengan dua tahun kerja penuh waktu, meskipun mungkin diselesaikan dalam jangka waktu yang berbeda.
    • Pengalaman kerja yang diperoleh setelah lulus dapat berbentuk:

    – Pekerjaan penuh waktu

    – Pekerjaan paruh waktu

    – Pekerjaan sukarela

    – Magang berbayar atau tidak berbayar

    • Memenuhi syarat dan mendaftar ke tiga prodi berbeda pada universitas di Inggris
    • Mendapat letter of acceptance unconditional minimal dari satu pilihan program studi sebelum batas waktu pengiriman referensi dan dokumen pendidikan
    • Menjawab pertanyaan esai dalam 300 kata yang berfokus pada bagaimana pilihan program studi dan universitas tujuan terhubung dengan area prioritas global, seperti:

    – Mempromosikan pertumbuhan dan kesejahteraan

    – Membangun ketahanan di dunia yang rentan terhadap perubahan iklim

    – Memperkuat keamanan dan stabilitas di dunia yang bergejolak

    – Mendukung pembangunan untuk masyarakat yang lebih inklusif dan efektif

    Beasiswa ASEAN Women in STEM

    Beasiswa ini mencakup:

    • Uang kuliah penuh
    • Tunjangan hidup 12 bulan, termasuk tunjangan akomodasi
    • Biaya perjalanan
    • Biaya visa dan asuransi kesehatan
    • Penggantian biaya tes IELTS, jika dibutuhkan
    • Biaya terkait studi seperti perjalanan esensial, materi, perlengkapan, cetak tesis, dan lainnya
    • Biaya adjustment bagi pelajar dengan disabilitas.

    Syarat Beasiswa ASEAN Women in STEM

    ASEAN-UK Supporting the Advancement of Girls’ Education (SAGE) Women in STEM Scholarship mencari calon pelajar dengan kriteria berikut:

    • Perempuan atau mengidentifikasi diri sebagai perempuan
    • Berasal dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor-Leste.
    • Dapat menunjukkan perlunya dukungan finansial
    • Memiliki gelar sarjana yang memungkinkan untuk studi magister di universitas mitra di Inggris
    • Dapat mencapai tingkat bahasa Inggris yang diperlukan untuk studi pascasarjana di universitas Inggris
    • Aktif di lapangan dengan pengalaman kerja atau minat yang terbukti pada bidang studinya.
    • Berminat dengan program studi tujuan dan bersedia berkomitmen untuk terlibat sebagai alumni beasiswa ASEAN-UK SAGE Women in STEM.

    Pada beasiswa ASEAN Women in STEM 2025, pelajar asal Indonesia bisa mendaftar ke University of Manchester.

    Bagaimana detikers, berminat mendaftar? Pantau informasi pembukaan seleksinya pada laman Chevening, ASEAN, dan British Council.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Peluang Riset di AS, Pendaftaran Program Diperpanjang!


    Jakarta

    Pendaftaran Fulbright US-ASEAN Visiting Scholar Program diperpanjang. Semula dibuka sampai 1 Desember 2025, periode pendaftaran kini berlangsung hingga 15 Desember 2025.

    Program American Indonesia Exchange Foundation (AMINEF) – Fulbright Indonesia ini membuka kesempatan bagi akademisi dan peneliti RI untuk mengembangkan atau memperbarui penelitian bersama rekan di universitas terakreditasi di Amerika Serikat. Peserta program juga bisa meneliti bersama lembaga penelitian nirlaba AS, baik negeri maupun swasta.

    Visiting scholar dalam program ini akan meneliti dan berkontribusi pada isu-isu prioritas yang berdampak pada hubungan AS-ASEAN, isu prioritas ASEAN, dan/atau yang berimplikasi jelas bagi seluruh kawasan ASEAN. Program ini memprioritaskan penelitian tentang topik-topik hubungan AS-ASEAN yang memiliki signifikansi regional, bukan yang bilateral.


    Pendaftar yang terpilih akan berangkat ke AS untuk riset selama 3-4 bulan pada paruh pertama 2027 di AS. Sebelumnya, cermati dan penuhi persyaratan berikut.

    Hibah Riset US-ASEAN Visiting Scholar

    Hibah ini meliputi:

    • Tunjangan bulanan antara USD 3.164 – USD 4.805 (Rp 52,7 juta – Rp 80,1 juta) per bulan, tergantung pada kota di AS
    • Tiket pesawat kelas ekonomi pergi-pulang direct, serta tunjangan transit dan bagasi USD 600 (Rp 10 juta)
    • Tunjangan profesional dan pemukiman USD 2.233 (Rp 37,2 juta)
    • Biaya laboratorium atau penelitian universitas yang memenuhi syarat, pertimbangan kasus per kasus
    • Biaya laboratorium dan penelitian universitas yang memenuhi syarat hingga USD 3.000 (Rp 50 juta), jika diperlukan

    Sebagai catatan, tidak ada komponen hibah yang disediakan untuk tanggungan. Adapun jelang akhir program sekitar Maret 2027, peserta biasanya akan berkumpul di Washington, DC.

    Syarat Program Riset US-ASEAN Visiting Scholar

    • Warga negara Indonesia
    • Berdomisili di Indonesia selama pencalonan dan proses seleksi berlangsung
    • Bersedia kembali ke Indonesia usai menyelesaikan program riset di AS
    • Merupakan staf pengajar universitas, Kementerian Luar Negeri, pejabat pemerintah, profesional sektor swasta, perwakilan lembaga think tank, atau personel dari organisasi lain yang berfokus pada isu-isu AS-ASEAN
    • Memiliki rekam jejak prestasi akademis atau profesional yang signifikan
    • Mahir berbahasa Inggris
    • Diutamakan yang belum memiliki pengalaman terkini dan substansial di Amerika Serikat
    • Tidak sedang mengajar, belajar, atau melakukan riset di AS
    • Belum pernah menerima hibah Fulbright dalam 5 tahun terakhir
    • Belum pernah ke AS sebagai J-1 Exchange Visitor kategori profesor atau peneliti dalam 2 tahun terakhir
    • Bukan pegawai, anggota keluarga pegawai, atau tanggungan pegawai AMINEF, Kedutaan Besar (Kedubes) AS, atau US Department of State

    Bidang Riset

    • Pendaftar dapat mengangkat topik yang mendukung inisiatif ASEAN dan tujuan AS di kawasan ASEAN, seperti dukungan terhadap:
      • Integrasi ekonomi dan pasar keuangan regional
      • Keamanan dan kebijakan AI
      • Integrasi teknologi
      • Perluasan kerja sama maritim
      • Pendidikan
      • Teknologi pangan
      • Ilmu informasi
      • Jurnalisme
      • Hukum
      • Administrasi publik
      • Kesehatan masyarakat
      • Perdagangan
      • Investasi
    • Program dan topik yang dipilih harus mencerminkan bidang prioritas Sekretariat ASEAN dan Misi AS untuk ASEAN
    • Program dan topik pilihan harus dapat mencerminkan prioritas dan relevansi bagi negara yang mengajukan nominasi
    • Diprioritaskan bagi proyek penelitian bercakupan regional, dan/atau memiliki implikasi yang jelas bagi seluruh kawasan ASEAN.

    Dokumen Persyaratan

    • Formulir pendaftaran
    • Pernyataan proyek riset sepanjang 3-5 halaman
    • Daftar pustaka, maksimal 3 halaman
    • Curriculum vitae (CV), maksimal 6 halaman
    • Surat undangan dari institusi tuan rumah di AS lebih disukai; tidak wajib saat pendaftaran, tetapi wajib disertakan sebelum seleksi akhir/keberangkatan
    • Tiga surat rekomendasi
    • Salinan transkrip akademik dan ijazah dalam bahasa asli dan terjemahannya dalam bahasa Inggris
    • Salinan dokumen identitas yang sah, yakni KTP atau paspor

    Cara Daftar

    • Buat akun di https://stu.aminef.or.id/grantee/
    • Unduh dan cermati Instruksi Pengisian Aplikasi Daring Program Beasiswa Fulbright US – ASEAN Visiting Scholar
    • Isi dan lengkapi pendaftaran, progres dapat disimpan untuk dilanjutkan kemudian
    • Selesaikan proses pendaftaran dan kirimkan lamaran.

    Informasi hibah riset US-ASEAN Visiting Scholar dari Aminef-Fulbright Indonesia ini dapat dicek lebih lanjut dengan klik di SINI dan akun Instagram @fulbrightindonesia. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Beli E-Meterai Secara Online Buat CPNS 2024

    Jakarta

    Ribuan formasi dan jutaan posisi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024 dibuka. Bagi calon peserta, beberapa dokumen dibutuhkan untuk lolos seleksi dan melangkah ke tahap berikutnya.

    Beberapa dokumen yang wajib disiapkan antara lain Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), ijazah dan transkrip nilai, pas foto dan file swafoto, Surat Lamaran dan Surat Pernyataan Bermeterai Elektronik (e-Meterai).

    Surat lamaran dan surat pernyataan merupakan dokumen yang wajib dibubuhkan e-meterai sebagai tanda bukti sah dan legalnya dokumen tersebut. Karenanya, calon peserta harus memastikan semua dokumen tersebut tersedia dalam format digital atau berbentuk .pdf sesuai persyaratan.


    PERURI bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN RI) meluncurkan website e-Meterai resmi yaitu https://meterai-elektronik.com/. Website ini dirancang khusus untuk memudahkan peserta CASN dalam membeli dan menggunakan e-meterai untuk berbagai keperluan dokumen pendaftaran.

    Cara beli e-Meterai

    • Buka laman https://www.meterai-elektronik.com/
    • Pilih ‘Daftar Sekarang’
    • Input nomor handphone yang terhubung dengan WhatsApp
    • Tulis nama lengkap sesuai KTP
    • Masukkan password yang akan digunakan untuk login
    • Centang kolom ‘Saya bukan robot’, sentuh ‘Lanjutkan’
    • Setelah aktivasi akun, login kembali menggunakan nomor HP dan password yang telah dibuat sebelumnya
    • Klik ‘Beli e-Meterai’
    • Pilih jumlah keping e-Meterai yang dibutuhkan lalu tekan ‘Beli’
    • Pada tahap konfirmasi pembelian perhatikan kotak deskripsi ‘Syarat & Ketentuan Pembatalan Pembelian Kuota’
    • Apabila selama proses pembelian terhadap kendala, bisa segera segera cek laman https://helpdesk-sscasn.bkn.go.id=
    • Jika pembelian telah sesuai, klik ‘Lanjutkan’
    • Pilih pembayaran menggunakan QRIS, lalu scan QRIS
    • Setelah pembayaran, refresh tab
    • Klik lihat invoice dan kuota e-Meterai
    • Cek lagi apakah jumlah kuota yang dibeli sudah benar.

    Website e-Meterai https://meterai-elektronik.com/ dilengkapi dengan jaminan refund dana bagi para calon peserta dengan kuota e-Meterai yang tidak digunakan dalam satu invoice pembelian. Jaminan keaslian meterai juga diberikan.

    Jadi, itulah cara beli e-Meterai untuk daftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan CASN. Buat detikers yang sudah mendaftar, semoga mendapatkan pekerjaan yang kamu idam-idamkan.

    (ask/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • WHV Australia 2025 Resmi Dibuka, Gen-Z yang Ingin Kerja di Aussie Cek Nih!



    Jakarta

    Pendaftaran Surat Dukungan Usulan Work and Holiday Visa (SDUWHV) Australia telah dibuka mulai 15 Oktober 2025. Surat ini adalah salah satu dokumen pendukung untuk mengikuti program Work and Holiday Visa (WHV) Australia.

    Working Holiday Visa (WHV) adalah jenis visa untuk liburan sekaligus bekerja di luar negeri.WHV merupakan program kerja sama antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi).


    Khusus Australia, terdapat dua subkelas dalam program ini, yakni subclass 417 dan subclass 462. Jenis yang berlaku untuk Warga Negara Indonesia (WNI) adalah subclass 462 yang merupakan visa “Work and Holiday”.

    Melalui visa ini, pemegang bisa dapat berlibur, bekerja fleksibel (full-time, part-time, shift) selama enam bulan, serta mengikuti kursus atau pelatihan hingga empat bulan. Masa berlaku WHV adalah selama 12 bulan, tetapi dalam kondisi tertentu, visa bisa diperpanjang atau diperoleh hingga 2-3 tahun.

    Syarat WHV Australia 2025

    Agar memperoleh WHV kelas 462, seseorang harus memenuhi sejumlah syarat berikut seperti dilansir dari laman Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia:

    1. Pemohon harus berada dalam rentang usia 18 hingga 30 tahun pada saat mengajukan permohonan.

    2. Pemohon memiliki kualifikasi pendidikan di perguruan tinggi, atau telah menyelesaikan setidak-tidaknya dua tahun pendidikan perguruan tinggi

    3. Belum pernah mengikuti WHV

    4. Kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan sebagai berikut:

    IELTS dengan skor rata-rata minimal 4,5 dari keempat komponen
    TOEFL iBT minimal total 32 dari empat komponen tes
    PTE Academic minimal 30 dari empat komponen tes
    Cambridge English Advanced (CAE) dengan minimal 147 dari empat bagian tes
    Sertifikat bahasa Inggris umumnya harus diterbitkan dalam kurun waktu maksimal 12 bulan, sebelum permohonan diajukan.

    5. Bukti keuangan yang memadai untuk biaya awal tinggal di Australia dan tiket pulang ke Indonesia, yaitu sekitar AUD 5.000 atau setara. Per Jumat (17/10), AUD 5.000 adalah sekitar Rp53 juta.

    6. Pemohon harus dalam kondisi sehat jasmani dan bebas dari catatan kriminal

    7. Surat dukungan dari pemerintah Indonesia (SDUWHV)

    8. Dokumen pendukung umum

    Beberapa dokumen lain yang harus disiapkan meliputi:

    Paspor dengan masa berlaku minimal sekitar 12 bulan atau lebih dari tanggal pengajuan.
    Foto terbaru latar polos
    Ijazah / transkrip / surat keterangan mahasiswa aktif
    SKCK
    Dokumen identitas (KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga)
    Sertifikat bahasa Inggris
    Bukti kepemilikan dana dan surat pernyataan keabsahan dokumen.

    Cara Pengajuan SDUWHV Australia 2025

    Cara Buat Akun SDUWHV

    1. Kunjungi laman resmi sduwhv.imigrasi.go.id
    2. Klik menu “Login” di pojok kanan atas, lalu pilih “Buat Akun Baru”
    3. Masukkan data diri dengan benar, seperti email, nomor paspor, nama lengkap, hingga tanggal lahir;
      Klik tombol “Submit”
    4. Setelah itu, cek kotak masuk pada email untuk verifikasi akun. Jika tidak ada, buka di folder spam.

    Cara Pengajuan SDUWHV Australia 2025

    1. Kembali ke halaman utama di sduwhv.imigrasi.go.id
    2. Pilih opsi “Login” dengan memasukkan email dan password yang telah dibuat sebelumnya
    3. Kemudian klik “Ajukan Permohonan”
    4. detikers akan diarahkan ke halaman antrean, tunggu hingga slot pengisian formulir tersedia
    5. Saat menunggu antrean, tidak perlu me-refresh halaman karena akan mengulang antrean
    6. Jika slot sudah tersedia, lengkapi formulir dengan mengisi data yang diminta, lalu klik “Lanjutkan”
    7. Isi riwayat pendidikan, mulai dari lokasi perguruan tinggi, NIM, status mahasiswa, hingga kolom deskripsi tujuan
    8. Setelah memastikan data terisi dengan benar, klik “Lanjutkan”
    9. Unggah dokumen yang telah disebutkan di atas
    10. Pastikan seluruh dokumen yang diunggah sudah benar
    11. Setujui persyaratan dan peraturan yang berlaku, kemudian klik “Submit”
    12. Selanjutnya, lakukan swafoto (selfie) dan pilih tombol “Ambil Foto”
    13. Klik “Submit” untuk menyelesaikan proses pengajuan
    14. Sistem akan melakukan verifikasi data selama 60 menit
    15. Jika disetujui, SDUWHV dapat diunduh dengan memilih tombol “Download SDUWHV”.

    Informasi selengkapnya mengenai SDUWHV Australia dapat dicek melalui Instagram resmi @ditjen_imigrasi atau laman Kedutaan Besar Australia https://indonesia.embassy.gov.au/.

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2 Bappenas 2026 Dibuka, Tujuan Kampus NUS-Monash



    Jakarta

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) membuka program beasiswa studi S2 tahun 2026. Tujuan kampus untuk melanjutkan studi bisa di dalam maupun luar negeri.

    Untuk pilihan dalam negeri, calon pendaftar bisa memilih S2 Monash University Indonesia. Sementara itu, tujuan luar negeri adalah Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS).

    Durasi studi dengan beasiswa S2 di Monash University yakni 18 bulan. Studi program Master in Sustainability ini dilaksanakan maksimal selama 12 bulan di Monash University Indonesia, sedangkan maksimal 6 bulan lainnya di Monash University Australia.


    Adapun durasi beasiswa jika memilih NUS dengan jurusan Master in Public Policy maksimal selama 2 tahun. Sedangkan durasi studi jika memilih Master in Public Administration NUS maksimal 1 tahun.

    Pendaftaran beasiswa berlangsung hingga 24 Oktober 2025. Tertarik daftar? Agar lebih memahami beasiswa ini, berikut ketentuan selengkapnya sebagaimana dikutip dari laman Bappenas.

    Komponen Pembiayaan Beasiswa S2 Bappenas 2025

    Pembiayaan S2 Bappenas dalam negeri akan cost sharing antara Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencanan (Pusbindiklatren) Bappenas dan Monash University. Berikut rinciannya:

    – Biaya pendidikan dan Monash English Placement Tes oleh Monash University, Indonesia
    – Tunjangan biaya hidup (oleh Bappenas)
    – Tunjangan tesis/penelitian (oleh Bappenas)
    – Tunjangan publikasi/seminar (oleh Bappenas)
    – Biaya wisuda (oleh Bappenas)
    – Biaya lainnya sesuai ketentuan Kementerian PPN/Bappenas

    Syarat Daftar Beasiswa S2 Bappenas 2025

    • Mendapat usulan dari instansi minimal Eselon II Bagian Kepegawaian
    • Berasal dari unit perencanaan Bappeda/Bappelitbangda/Biroren/Birorenortala di kementerian/lembaga/daerah
    • PNS 100 persen minimal golongan III/a yang telah bekerja minimal satu tahun
    • Lulusan D4 atau S1
    • Lulus pendidikan terakhir maksimal 2 tahun terakhir
    • Berusia maksimal 37 tahun; kecuali jika berasal dari daerah 3T, maksimal 42 tahun
    • IPK minimal 3.00
    • Memiliki skor tes potensi akademik untuk kategori pusat (565), kategori pusat luar Jawa (525), kategori Pemda Jawa (525), dan kategori Pemda luar Jawa (500)
    • Memiliki skor IELTS 6,5 dengan minimal band di 6.0 untuk masing-masing komponen jika mendaftar di Monash University
    • Memiliki skor TOEFL minimal 500 jika mendaftar di NUS Singapura.

    Berkas Pendaftaran Beasiswa S2 Bapennas 2025

    • Surat usulan Kepala Biro Kepegawaian/SDM/BKD setempat dengan tembusan eselon 2 atasan langsung yang memberikan usulan
    • Salinan ijazah dan transkrip nilai yang sudah dilegalisasi dan cap basah
    • Salinan SK kepangkatan III/a dan SK terakhir yang telah dilegalisasi
    • Formulir penyataan pengembangan SDM yang ditandatangani oleh Kepala Biro Kepegawaian/SDM/BKD
    • Dokumen rencana pengembangan SDM/Capital Development Plan (HCDP)
    • Khusus bagi pejabat fungsional perencana, harus melampirkan SK jabatan terakhir
    • Pernyataan rencana studi (dalam bentuk esai).

    Cara Daftar Beasiswa S2 Bappenas 2025

    1. Bagi yang belum pernah mengikuti diklat di Pusbindiklatren Bappenas, masuk ke laman https://pusbindiklatren.bappenas.go.id/daftar
    2. Masukan NIP lalu keli “Cek”
    3. Jika belum terdaftar maka isi username, nama lengkap, email, password, lalu klik “Daftar”
    4. Cek email untuk melihat notifikasi pengaktifan akun
    5. Klik link aktivasi
    6. Bagi yang sudah pernah mengikuti diklat, cukup masuk ke menu “Lupa Password”
    7. Masukkan email yang sudah diaktifkan
    8. Pilih menu “Diklat Gelar/Diklat Non Gelar”
    9. Lalu isikan formulir yang sudah tersedia
    10. Setelah formulir diisikan, klik “Daftar/Ubah”
    11. Dapatkan formulir yang sudah diisikan dengan klik “Unduh”

    Demikian informasi Beasiswa S2 Bappenas 2025. Untuk memahaminya lebih lanjut, informasinya bisa dilihat di https://bit.ly/info-beasiswabappenas2026

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Jadwal dan Link Pendaftaran Petugas Haji 2025


    Jakarta

    Bagi Anda yang memiliki panggilan jiwa untuk melayani jemaah haji ada kabar baik. Pendaftaran petugas haji 2025 telah resmi dibuka.

    Kabar tersebut diumumkan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag). Direktur Bina Haji pada Ditjen PHU Arsad Hidayat, mengatakan pendaftaran petugas haji 2025 berlangsung dari tanggal 7-15 November 2024.

    Kesempatan ini terbuka bagi Anda yang ingin berkontribusi langsung dalam penyelenggaraan ibadah haji dan memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.


    “Hari ini kami umumkan adanya seleksi petugas haji 1446 H/2025 M tingkat daerah. Bagi yang berminat dan memenuhi syarat, bisa mulai mendaftar pada 7 – 15 November 2024,” kata Arsad Hidayat, melansir dari laman Kemenag, Minggu (10/11/2024).

    “Ini baru tingkat daerah. Untuk pendaftaran seleksi petugas haji 1446 H/2025 M tingkat pusat akan diumumkan kemudian,” lanjutnya.

    Cara Mendaftar jadi Petugas Haji 2025

    Proses pendaftaran petugas haji 2025 umumnya dilakukan secara online melalui situs resmi Kementerian Agama atau aplikasi Pusaka Superapp. Berikut adalah langkah-langkah umum yang perlu Anda lakukan:

    1. Kunjungi situs resmi Kemenag atau langsung akses melalui https://haji.kemenag.go.id/petugas.
    2. Klik “Pendaftaran Petugas.”
    3. Pilih jenis tugas yang diminati.
    4. Pilih Kankemenag Kab/Kota atau Kanwil tempat lokasi ujian.
    5. Masukkan NIK, nama lengkap, dan tanggal lahir.
    6. Masukkan alamat email dan nomor WhatsApp yang aktif.
    7. Klik “Daftar.”
    8. Tunggu notifikasi masuk melalui nomor WhatsApp untuk melakukan pembuatan akun.
    9. Kemudian buat akun di SINI.
    10. Setelah memiliki akun, cobalah masuk dengan user dan password yang telah didaftarkan.
    11. Lengkapi biodata dan upload kelengkapan dokumen persyaratan. Jika sudah lengkap, silahkan EDIT, SAVE dan SUBMIT.
    12. Tunggu proses verifikasi. Jika status terverifikasi, cetak kartu peserta CAT untuk mengikuti ujian.

    Jadwal Pendaftaran Petugas Haji 2025

    Seleksi petugas haji 2025 dimulai dari tingkat kabupaten/kota. Kemudian lanjut ditingkat provinsi. Berikut jadwal lengkapnya.

    Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota (Tahap Pertama)

    • Pengumuman seleksi: 4 November 2024
    • Pendaftaran peserta: 7-15 November 2024
    • Batas akhir submit dokumen: 15 November 2024 pukul 23.59 WIB
    • Seleksi tahap 1 (CAT): 21 November 2024
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 1: 22 November 2024

    Seleksi Tingkat Provinsi (Tahap Kedua)

    • Seleksi tahap 2 (CAT dan wawancara): 5 Desember 2024
    • Pengumuman hasil seleksi tahap 2: 6 Desember 2024

    Syarat Menjadi Petugas Haji 2025

    Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon petugas haji 2025. Mulai dari syarat umum hingga syarat khusus. Berikut rinciannya:

    Syarat Umum

    • Warga Negara Indonesia;
    • Beragama Islam;
    • Sehat jasmani dan rohani;
    • Tidak dalam keadaan hamil;
    • Berkomitmen dalam pelayanan Jemaah;
    • Memiliki integritas, kredibilitas, dan rekam jejak yang baik serta tidak sedang menjadi tersangka pada proses hukum pidana;
    • Mampu mengoperasikan Aplikasi Pelaporan PPIH berbasis Android dan/atau iOS;
    • Pegawai ASN dan/atau pegawai pada Kementerian Agama, pegawai ASN kementerian/lembaga, TNI dan POLRI;
    • Unsur masyarakat dari organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga pendidikan islam, dan/atau tenaga profesional;
    • Diutamakan Pejabat/Pegawai Kementerian Agama yang memiliki pengetahuan, pengalaman atau membidangi Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

    Syarat Khusus

    PPIH Kloter

    a. Ketua Kloter
    • Pegawai ASN Kementerian Agama;
    • Berusia minimal 30 tahun dan maksimal 58 tahun pada saat mendaftar;
    • Memahami fiqih manasik dan alur perjalanan haji;
    • Memiliki kemampuan memimpin (leadership), koordinasi, dan komunikasi;
    • Diutamakan berpendidikan paling rendah sarjana di bidang Agama Islam;
    • Diutamakan sudah menunaikan ibadah haji;
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris;
    b. Pembimbing Ibadah Kloter
    • Berusia minimal 35 tahun dan maksimal 60 tahun pada saat mendaftar;
    • Telah menunaikan ibadah haji;
    • Memiliki sertifikat pembimbing manasik yang dikeluarkan Kemenag RI;
    • Memahami fiqih manasik dan alur perjalanan haji;
    • Berkomitmen melaksanakan tugas bimbingan manasik kepada jemaah haji pra keberangkatan dibuktikan dengan surat pernyataan;
    • Berpendidikan paling rendah sarjana;
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris.

    PPIH Arab Saudi

    a. Pelaksana Pelayanan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi
    • Usia minimal 25 tahun dan maksimal 57 tahun pada saat mendaftar;
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris.
    b. Pelaksana Bimbingan Ibadah
    • Pegawai ASN Kementerian Agama/unsur masyarakat dari organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, lembaga pendidikan Islam, dan/atau tenaga profesional;
    • Usia minimal 35 tahun dan maksimal 60 tahun pada saat mendaftar;
    • Telah menunaikan ibadah haji;
    • Memahami bimbingan ibadah dan manasik haji;
    • Memiliki sertifikat pembimbing manasik haji yang dikeluarkan Kemenag RI;
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris.
    c. Pelaksana Siskohat
    • Usia minimal 25 tahun dan maksimal 57 tahun pada saat mendaftar;
    • Pegawai yang bertugas sebagai operator Siskohat pada Kementerian Agama Pusat, Kantor Wilayah, atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dengan
    • masa kerja paling sedikit 3 tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan dari atasan;
    • Mampu mengoperasikan aplikasi Siskohat;
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris;
    • Diutamakan pernah mengikuti bimbingan teknis Siskohat yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal atau memiliki sertifikat atau piagam.

    Syarat Administrasi

    Berkas administrasi yang wajib dilengkapi saat pendaftaran antara lain:

    PPIH Kloter

    a. Ketua Kloter
    • Surat Usulan/Rekomendasi dari Pimpinan Instansi/Lembaga;
    • KTP yang Sah dan Masih Berlaku;
    • Ijazah Terakhir;
    • SK Pegawai Terakhir bagi ASN;
    • Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas/ Rumah Sakit Pemerintah;
    • Surat Pernyataan Kemampuan TIK;
    • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
    • Surat Izin Suami bagi perempuan yang telah menikah;
    • Surat Pernyataan telah berhaji (Diutamakan);
    • Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris dan Arab yang dilegalisir (Diutamakan);
    • Sertifikat/Piagam 2 tahun terakhir yang terkait dengan haji (Diutamakan).
    b. Pembimbing Ibadah Kloter
    • Surat Usulan/Rekomendasi dari Pimpinan Instansi/Lembaga/Ormas;
    • KTP yang Sah dan Masih Berlaku;
    • Ijazah Terakhir;
    • Sertifikat Pembimbing Manasik Haji yang dikeluarkan Kementerian Agama;
    • Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas/ Rumah Sakit Pemerintah.
    • Surat Pernyataan telah berhaji;
    • Surat Pernyataan Kemampuan TIK;
    • Surat Pernyataan Bersedia Memberikan Bimbingan Ibadah;
    • SK Pegawai Terakhir bagi ASN;
    • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
    • Surat Izin Suami bagi perempuan yang telah menikah;
    • Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris dan Arab yang dilegalisir (Diutamakan);
    • Sertifikat/Piagam (2 tahun terakhir) yang terkait dengan haji (Diutamakan).

    PPIH Arab Saudi

    a. Pelaksana Pelayanan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi
    • Surat Usulan/Rekomendasi dari Pimpinan Instansi/Lembaga/Ormas;
    • KTP yang Sah dan Masih Berlaku;
    • Ijazah Terakhir;
    • SK Pegawai Terakhir bagi ASN;
    • Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas/ Rumah Sakit Pemerintah;
    • Surat Pernyataan Kemampuan TIK;
    • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
    • Surat Izin Suami bagi perempuan yang telah menikah;
    • Surat Pernyataan telah berhaji (Diutamakan);
    • Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris dan Arab yang dilegalisir (Diutamakan);
    • Sertifikat/Piagam 2 tahun terakhir yang terkait dengan haji (Diutamakan);
    b. Pelaksana Bimbingan Ibadah
    • Surat Usulan/Rekomendasi dari Pimpinan Instansi/Lembaga/Ormas;
    • KTP yang Sah dan Masih Berlaku;
    • Ijazah Terakhir;
    • Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas/ Rumah Sakit Pemerintah;
    • Sertifikat Pembimbing Ibadah;
    • Surat Pernyataan telah berhaji (Diutamakan);
    • Surat Pernyataan Kemampuan TI;
    • SK Pegawai Terakhir bagi ASN;
    • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
    • Surat Izin Suami bagi perempuan yang telah menikah;
    • Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris dan Arab yang dilegalisir (Diutamakan);
    • Sertifikat/Piagam 2 tahun terakhir yang terkait dengan haji (Diutamakan);
    C. Pelaksana Siskohat
    • Surat Usulan/Rekomendasi dari Pimpinan Instansi/Lembaga;
    • KTP yang Sah dan Masih Berlaku;
    • Ijazah Terakhir;
    • Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas/Rumah Sakit Pemerintah;
    • Surat Pernyataan Kemampuan TIK;
    • Surat Keterangan masih aktif sebagai operator SISKOHAT minimal selama 3 tahun dari atasan;
    • SK Pegawai Terakhir bagi ASN;
    • SK Penempatan Terakhir bagi ASN;
    • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
    • Surat Izin Suami bagi perempuan yang telah menikah;
    • Surat Pernyataan telah berhaji (Diutamakan);
    • Sertifikat/Piagam pelatihan Siskohat yang dikeluarkan oleh Ditjen PHU Kemenag RI (Diutamakan);
    • Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris dan Arab yang dilegalisir (Diutamakan);
    • Sertifikat/Piagam 2 tahun terakhir yang terkait dengan haji (Diutamakan).

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Syarat Daftar Haji Reguler dan Cara Daftarnya


    Jakarta

    Menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang menjadi dambaan setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Perjalanan ke Tanah Suci ini bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi juga simbol kepatuhan dan kecintaan kepada Allah SWT. Untuk melaksanakannya, setiap calon jamaah haji harus mengikuti prosedur pendaftaran yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Proses pendaftaran haji di Indonesia telah diatur melalui Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh No.28 Tahun 2016, yang mencakup pedoman untuk pendaftaran haji reguler.

    Penting untuk diingat, kuota haji di Indonesia memiliki masa tunggu yang cukup panjang, sehingga mendaftar lebih awal adalah langkah yang sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin segera mewujudkan mimpi mengunjungi Baitullah.


    Bagi Anda yang berniat untuk mendaftar haji di tahun 2024, ada sejumlah syarat daftar haji dan tahapannya yang wajib dipenuhi. Semua hal ini perlu dipersiapkan dengan baik agar proses pendaftaran berjalan lancar.

    Syarat Daftar Haji 2024

    Untuk menjadi calon jemaah haji, Anda harus memenuhi sejumlah syarat daftar haji yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI. Berikut adalah poin-poin syaratnya yang dilansir dari situs Badan Pengelola Keuangan Haji:

    1. Beragama Islam

    Melaksanakan ibadah haji adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Oleh karena itu, hanya umat Islam yang dapat mendaftar. Bukti keislaman seperti KTP atau dokumen identitas resmi lainnya diperlukan untuk memastikan status agama calon Jemaah yang terdapat pada dokumen identitas tersebut.

    2. Berusia minimal 12 tahun

    Syarat usia ini ditetapkan untuk memastikan calon jemaah cukup dewasa untuk memahami dan melaksanakan rangkaian ibadah haji. Dengan usia minimal 12 tahun, pemerintah berharap para calon jemaah mampu bertanggung jawab secara fisik dan mental selama ibadah.

    3. Memiliki KTP yang sah

    Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah dokumen wajib untuk proses pendaftaran. Identitas ini berguna untuk memverifikasi kewarganegaraan dan domisili calon Jemaah agar meminimalisasi kesalahan dalam proses administrasi, serta memastikan kelancaran proses di Kantor Kementerian Agama.

    4. Menyertakan kartu keluarga (KK)

    KK atau kartu keluarga menjadi dokumen pendukung yang memberikan informasi struktur keluarga dan status sosial calon pendaftar haji. Dokumen ini membantu verifikasi data untuk keperluan administratif, seperti pengajuan fasilitas khusus yang dibutuhkan calon pendaftar.

    5. Memiliki akta kelahiran atau dokumen pendukung

    Akta kelahiran, kutipan akta nikah, atau ijazah juga berfungsi sebagai identitas tambahan. Dokumen ini dibutuhkan untuk memastikan calon jemaah memenuhi syarat usia dan status hukum yang diperlukan untuk pendaftaran.

    6. Membuka tabungan di BPS-Bipih

    Setiap calon jemaah wajib memiliki tabungan di Bank Penerima Setoran – Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS-Bipih). Tabungan ini memfasilitasi pembayaran biaya haji dan memberikan nomor porsi keberangkatan, sebagai bentuk komitmen calon jemaah terhadap jadwal yang telah ditentukan.

    Tata Cara Pendaftaran Haji 2024

    Setelah menyiapkan seluruh syarat daftar haji yang sudah dijelaskan sebelumnya. Selanjutnya adalah memahami beberapa langkah penting yang harus diikuti calon jamaah haji. Berikut adalah panduan daftar haji yang masih dikutip dari sumber sebelumnya:

    1. Membuka Tabungan Haji

    Langkah pertama yang harus dilakukan calon jamaah adalah membuka tabungan haji di BPS-Bipih. Proses ini dilakukan sesuai domisili dengan menyerahkan kartu identitas dan menyetor sejumlah dana awal, yakni Rp25 juta.

    2. Menandatangani Surat Pernyataan

    Setelah memiliki tabungan haji, calon jamaah diharuskan menandatangani surat pernyataan telah memenuhi persyaratan pendaftaran haji yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama.

    3. Melakukan Transfer Setoran Awal

    Selanjutnya, calon jamaah melakukan transfer dana setoran awal ke rekening BPKH melalui cabang BPS-Bipih di wilayah masing-masing.

    4. Menerima Bukti Setoran Awal

    Setelah dana setoran awal berhasil ditransfer, BPS-Bipih akan menerbitkan bukti setoran awal yang berisi nomor validasi.

    5. Menempel Pasfoto dan Materai

    Bukti setoran awal tersebut harus ditempelkan pasfoto calon jamaah ukuran 3×4 serta diberi materai sesuai ketentuan.

    6. Verifikasi Dokumen

    Calon jamaah wajib mendatangi kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk memverifikasi dokumen dengan membawa bukti setoran awal dan persyaratan lainnya. Verifikasi ini harus dilakukan maksimal lima hari kerja setelah transfer ke rekening BPKH.

    7. Mengisi Formulir Pendaftaran

    Setelah verifikasi berhasil, calon jamaah mengisi formulir pendaftaran berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH). Formulir ini kemudian diserahkan kepada petugas di kantor Kementerian Agama setempat.

    8. Menerima Bukti Pendaftaran

    Setelah menyerahkan formulir, calon jamaah akan menerima bukti pendaftaran resmi yang mencantumkan nomor porsi pendaftaran. Bukti ini ditandatangani dan distempel oleh petugas sebagai tanda sah.

    9. Penerbitan SPPH

    Langkah terakhir adalah penerbitan dokumen Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) sebanyak lima lembar. Dokumen ini dicetak oleh Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan wajib ditempel pasfoto ukuran 3×4 di setiap lembarnya.

    Biaya Pendaftaran Haji 2024

    Mengutip dari arsip detikHikmah, Pemerintah telah menetapkan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 2024 yang telah mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Bagi calon jamaah haji reguler, biaya pendaftaran rata-rata yang harus disiapkan adalah sebesar Rp 56 juta, meningkat dari Rp 49,8 juta pada tahun 2023.

    Besaran tersebut mencakup 60 persen dari total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang mencapai Rp 93.410.286 per jamaah. Sisa 40 persennya ditanggung pemerintah melalui dana nilai manfaat.

    Keputusan mengenai biaya ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2024 Tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi yang Bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan Nilai Manfaat.

    Selain itu, Keppres yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Januari 2024 juga merinci biaya haji berdasarkan embarkasi. Embarkasi Surabaya menjadi yang tertinggi dengan biaya sebesar Rp 60,5 juta, sedangkan embarkasi Medan memiliki biaya terendah, yaitu Rp 51,1 juta.

    Temukan paket haji dan umrah terbaik pilihan detikhikmah di sini.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Petugas Haji Tingkat Pusat Dibuka 29 November, Ini Syaratnya



    Jakarta

    Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tingkat Pusat 1446 H/2025 M. Pendaftaran mulai 29 November hingga 6 Desember 2024.

    Pengumuman dibukanya pendaftaran seleksi petugas haji tingkat pusat ini disampaikan Direktur Bina Haji pada Ditjen PHU Arsad Hidayat.

    “Hari ini, kami umumkan Seleksi PPIH Arab Saudi tingkat pusat. Adapun pendaftaran peserta dibuka dari 29 November hingga 6 Desember 2024,” kata Arsad Hidayat sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (27/11/2024).


    Lebih lanjut, Arsad menjelaskan, proses pendaftaran seleksi PPIH pusat ini dilakukan secara online. Calon peserta dapat mengakses link pendaftaran seleksi petugas haji melalui tautan: https://haji.kemenag.go.id/petugas

    “Batas akhir submit dokumen pendaftaran pada 6 Desember 2024, pukul 23.59 WIB,” jelas Arsad.

    Arsad turut menjelaskan, seleksi PPIH Pusat dilakukan dalam bentuk Computer Assisted Test (CAT) dan Wawancara. Tahap ini dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember 2024 di Asrama Haji Pondok Gede. “Hasil seleksi rencananya akan diumumkan pada 24 Desember 2024,” terang Arsad.

    Arsad menambahkan, ada delapan formasi layanan yang dibuka, yaitu: 1) Layanan Akomodasi; 2) Layanan Konsumsi; 3) Layanan Transportasi; 4) Layanan Bimbingan Ibadah; 5) Layanan Pelindungan Jemaah; 6) Layanan PKPPJH (Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji); 7) Layanan Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas; dan 8) Layanan MCH (Media Center Haji)

    NIK peserta seleksi PPIH, kata Arsad, hanya dapat dipergunakan satu kali pendaftaran pada rekrutmen PPIH tahun 1446H/2025M. Artinya, peserta yang sudah mendaftar pada tingkat Kabupaten/Kota tidak bisa mendaftar lagi.

    “Seleksi PPIH Arab Saudi dilaksanakan secara terbuka, fair dan kompetitif. Pendaftaran dan pelaksanaan seleksi tidak dikenakan biaya apapun,” tegasnya.

    Syarat Daftar Petugas Haji Pusat

    Syarat Umum

    1. Warga Negara Indonesia;
    2. Beragama Islam;
    3. Sehat jasmani dan rohani;
    4. Tidak dalam keadaan hamil;
    5. Berkomitmen dalam pelayanan Jemaah;
    6. Memiliki integritas, kredibilitas, dan rekam jejak yang baik serta tidak sedang menjadi tersangka pada proses hukum pidana;
    7. Mampu mengoperasikan Aplikasi Pelaporan PPIH berbasis Android dan/atau iOS;
    8. ASN dan/atau pegawai pada Kementerian Agama/ Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), ASN kementerian/lembaga terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji, TNI dan POLRI;
    9. Unsur masyarakat dari Organisasi Kemasyarakatan Islam, Lembaga Pendidikan Islam, dan/atau tenaga profesional yang terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.

    Syarat Khusus

    1. Pelaksana Pelayanan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi:

    • ASN Kementerian Agama/BP Haji, ASN kementerian/lembaga terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji, unsur masyarakat dari organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, lembaga pendidikan islam, dan/atau tenaga profesional yang terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji;
    • Usia paling rendah 25 tahun dan paling tinggi 57 tahun pada saat mendaftar; dan
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris.

    2. Pelaksana Bimbingan Ibadah:

    • ASN Kementerian Agama/BP Haji, ASN kementerian/lembaga terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji, unsur masyarakat dari organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, lembaga pendidikan islam, dan/atau tenaga profesional yang terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji;
    • Usia paling rendah 35 tahun dan paling tinggi 60 tahun pada saat mendaftar;
    • Telah menunaikan ibadah haji;
    • Memahami bimbingan ibadah dan manasik haji;
    • Memiliki Sertifikat Pembimbing Manasik Haji yang dikeluarkan Kementerian Agama RI; dan
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris.

    3. Pelaksana Perlindungan Jemaah:

    • Berasal dari unsur TNI/POLRI;
    • Usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun bagi laki-laki dan 45 (empat puluh lima) tahun bagi perempuan pada saat mendaftar;
    • Memahami prosedur perlindungan dan penanganan musibah serta penyelesaian kasus;
    • Pangkat tertinggi Mayor untuk TNI atau Komisaris Polisi untuk POLRI; dan
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris.

    4. Layanan PKPPJH (Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji)

    • Usia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun dan paling tinggi 45 (empat puluh lima) tahun pada saat mendaftar;
    • Berprofesi sebagai tenaga medis dan paramedis, diutamakan mempunyai pengalaman dalam penanggulangan bencana;
    • Berasal dari unit pelayanan kesehatan TNI/POLRI, Kementerian/ Lembaga yang menangani bencana, dan unit penanganan bencana dari organisasi kemasyarakatan Islam; dan
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris.

    5. Layanan Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas

    • ASN Kementerian Agama/BP Haji, ASN kementerian/lembaga terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji, unsur masyarakat dari organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, lembaga pendidikan islam, dan/atau tenaga profesional yang terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji;
    • Usia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun dan paling tinggi 45 (empat puluh lima) tahun pada saat mendaftar;
    • Diutamakan memiliki pengetahuan dan/atau pengalaman dalam menangani lansia dan/atau penyandang disabilitas;
    • Diutamakan memiliki kemampuan menggunakan bahasa yang digunakan penyandang disabilitas; dan
    • Diutamakan mampu berbahasa Arab dan/atau Inggris.

    Syarat Administrasi

    1. Pelaksana Pelayanan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi, Layanan Jemaah Haji Lansia & Disabilitas, dan PKPPJH

    • Surat Rekomendasi dari Pimpinan Instansi/Lembaga/ Ormas
      a. Pegawai Unit eselon I Pusat Kementerian/Lembaga ditandatangani oleh Pejabat Eselon I;
      b. Ormas Islam ditandatangani oleh Pimpinan Pusat/Pengurus Besar;
      c. PTKI ditandatangani oleh Rektor;
      d. Pondok Pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama ditandatangani oleh Pimpinan Pondok Pesantren.
    • KTP yang Sah dan Masih Berlaku
    • Ijazah Terakhir
    • Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas/ Rumah Sakit Pemerintah
    • Surat Pernyataan Kemampuan mengoperasikan Aplikasi Pelaporan PPIH berbasis Android dan/atau iOS bermaterai
    • SK Terakhir bagi ASN
    • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi non ASN
    • Surat Pernyataan Izin Suami bermaterai bagi perempuan yang telah menikah
    • Surat Pernyataan telah berhaji bermaterai (Diutamakan)
    • Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris dan Arab yg dilegalisir (Diutamakan)

    2. Pelaksana Bimbingan Ibadah:

    • Surat Rekomendasi dari Pimpinan Instansi/Lembaga/ Ormas
      a. Pegawai Unit eselon I Pusat Kementerian/Lembaga ditandatangani oleh Pejabat Eselon I;
      b. Ormas Islam ditandatangani oleh Pimpinan Pusat/Pengurus Besar;
      c. PTKI ditandatangani oleh Rektor;
      d. Pondok Pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama ditandatangani oleh Pimpinan Pondok Pesantren.
    • KTP yang Sah dan Masih Berlaku
    • Ijazah Terakhir
    • Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas/ Rumah Sakit Pemerintah
    • Surat Pernyataan Kemampuan mengoperasikan Aplikasi Pelaporan PPIH berbasis Android dan/atau iOS bermaterai
    • Sertifikat Pembimbing Manasik Ibadah Haji
    • SK Terakhir bagi ASN
    • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi Non ASN
    • Surat Pernyataan Izin Suami bermaterai bagi perempuan yang telah menikah
    • Surat Pernyataan telah berhaji bermaterai (Diutamakan)
    • Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris dan Arab yang dilegalisir (Diutamakan)

    3. Pelaksana Perlindungan Jemaah:

    • Surat Rekomendasi dari Pimpinan Markas Besar TNI / Polri
    • KTP yang Sah dan Masih Berlaku
    • Ijazah Terakhir
    • Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas/ Rumah Sakit Pemerintah
    • Surat Pernyataan Kemampuan mengoperasikan Aplikasi Pelaporan PPIH berbasis Android dan/atau iOS bermaterai
    • SK Terakhir bagi TNI / Polri
    • Surat Pernyataan Izin Suami bermaterai bagi perempuan yang telah menikah
    • Surat Pernyataan telah berhaji bermaterai (Diutamakan)
    • Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris dan Arab yang dilegalisir (Diutamakan)

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com